Selasa, 01 September 2026

PUSTAKA SUCI TENTANG PERTOLONGAN DAN PERLINDUNGAN BERASAL DARI SEPULUH MAKHLUK SUCI PENYEMPURNA KEHIDUPAN YANG DISABDAKAN MAHADEWA TÀISHÀNG LǍOJŪN (ZHONGHUA DAOZANG 395 atau ZHENGTONG DAOZANG 636)

 PUSTAKA SUCI TENTANG PERTOLONGAN DAN PERLINDUNGAN BERASAL DARI SEPULUH MAKHLUK SUCI PENYEMPURNA KEHIDUPAN YANG DISABDAKAN MAHADEWA TÀISHÀNG LǍOJŪN

太上十煉生神救護經

Tàishàng shuō shíliànshēngshén jiùhù jīng

 Zhōnghuá Dàozàng 395

Zhèngtǒng Dàozàng 636

 Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputera.

 

Jasa pahala terjemahan ini dilimpahkan pada Empat Permata.

 

Dilarang menyebarluaskan sebagian atau seluruh terjemahan ini tanpa seizin penerjemah. Jika telah mendapatkan izin untuk disebarluaskan maka tidak boleh menambah atau mengurangi apa pun yang terdapat di terjemahan ini dari awal sampai akhir, dan linknya harus tetap dicantumkan. Tidak boleh mengubah apa pun sebagaimana yang tercantum di sini. Mengambil tanpa izin berarti mencuri dan akan menjerumuskan pada karma buruk (akusala karma) serta alam-alam penderitaan. Kita hendaknya tidak merendahkan diri kita sendiri sebagai pencuri.

 

Kritik dan saran membangun untuk kesempurnaan terjemahan diterima dengan senang hati.

 

Naskah berbahasa Mandarin diambil dari ctext.org. 


 

 

爾時,太上老君分形變化,廣歷十方,興隆教法,救度存亡,隨於帝代,為其師範,教諸眾生,常令誦念:

Ěr shí, tài shàng lǎo jūn fēnxíng biànhuà, guǎng lì shí fāng, xīnglóng jiào fǎ, jiù dù cúnwáng, suí yú dì dài, wéi qí shīfàn, jiào zhū zhòngshēng, cháng lìng sòng niàn:

Saat itu, Mahadewa Tàishàng Lǎojūn mengemanasikan tubuh-tubuh jelmaan Beliau, menjelajah secara luas ke sepuluh penjuru, mengembangkan dan menyebarkan ajaran kebenaran, menyelamatkan baik yang hidup maupun telah meninggal, mengikuti pergantian para penguasa, menjadi guru beserta teladan [bagi mereka], mengajar semua makhluk hidup, agar senantiasa membaca dan melantunkan:

東方慈悲救苦天尊,

南方好生救苦天尊,

西方平等救苦天尊,

北方大慈救苦天尊,

東北方普濟救苦天尊,

東南方無量救苦天尊,

西南方等觀救苦天尊,

西北方惠化救苦天尊,

上方徧慈救苦天尊,

下方廣度救苦天尊。

 

Dōngfāng cíbēi jiùkǔ tiānzūn,

nánfāng hàoshēng jiùkǔ tiānzūn,

xīfāng píngděng jiùkǔ tiānzūn,

běifāng dàcí jiùkǔ tiānzūn,

dōngběi fāng pǔjì jiùkǔ tiānzūn,

dōngnánfāng wúliàng jiùkǔ tiānzūn,

xīnánfāng děng guān jiùkǔ tiānzūn,

xīběifāng huìhuà jiùkǔ tiānzūn,

shàngfāng biàncí jiùkǔ tiānzūn,

xiàfāng guǎngdù jiùkǔ tiānzūn.

 

Tiānzūn Penyelamat Penderitaan di Penjuru Timur Yang Penuh Belas Kasih,

Tiānzūn Penyelamat Penderitaan di Penjuru Selatan Yang Mencintai Kehidupan,

Tiānzūn Penyelamat Penderitaan di Penjuru Barat Yang Tidak Membeda-bedakan,

Tiānzūn Penyelamat Penderitaan di Penjuru Utara Yang Berbelas Kasih Agung,

Tiānzūn Penyelamat Penderitaan di Penjuru Timur Laut Yang Merupakan Penolong Universal,

Tiānzūn Penyelamat Penderitaan di Penjuru Tenggara Yang Tiada Terukur,

Tiānzūn Penyelamat Penderitaan di Penjuru Barat Daya Yang Berpandangan Tidak Membeda-bedakan,

Tiānzūn Penyelamat Penderitaan di Penjuru Barat Laut Yang Mencurahkan Kebajikan,

Tiānzūn Penyelamat Penderitaan di Penjuru Atas Yang Berbelas Kasih Pada Semuanya,

Tiānzūn Penyelamat Penderitaan di penjuru Bawah Yang Luas Penyelamatannya.

 

老君曰:受吾指教,敬誦十方救苦天尊名號,能為拔贖苦魂,令得悟解。汝等四輩眾生,應有三業六根,殺生盜邪淫、貪嗔嫉妬、愚癡顛倒、妄言綺語、惡口兩舌、罵詈呪詛、違天逆地、不孝不義、不仁不直,罪根無量,致招殃咎。若能奉此真經聖號,俱蒙解,孤魂滯魄獲生天堂,塵沙罪咎盡使消除,又或見存四輩眾生,能常清靜持誦此經,凡諸厄難,亦得蠲消,壽命延長,身心安泰,稽首歸命天尊,敬信奉行。

Lǎo jūn yuē: Shòu wú zhǐjiào, jìng sòng shí fāng jiù kǔ tiānzūn mínghào, néng wéi bá shú kǔ hún, lìng dé wù jiě. Rǔ děng sì bèi zhòngshēng, yīng yǒusān yè liùgēn, shāshēng tōudào xiéyín, tān chēn jídù, yúchī diāndǎo, wàngyán qǐyǔ, è kǒu liǎng shé, màlì zhòuzǔ, wéi tiān nì de, bùxiào bùyì, bùrén bù zhí, zuì gēn wúliàng, zhì zhāo yāng jiù. Ruò néng fèng cǐ zhēn jīng shèng hào, jù méng jiětuō, gū hún zhì pò huò shēng tiāntáng, chén shā zuì jiù jǐn shǐ xiāochú, yòu huò jiàn cún sì bèi zhòngshēng, néng cháng qīngjìng chí sòng cǐ jīng, fán zhū ènàn, yì dé juān xiāo, shòumìng yáncháng, shēnxīn āntài, qǐshǒu guī mìng tiānzūn, jìngxìn fèngxíng.

Lǎojūn bersabda, “Terimalah apa yang Kuajarkan ini, yakni dengan penuh hormat melantunkan nama-nama Tiānzūn Penyelamat Penderitaan di Sepuluh Penjuru, yang sanggup membebaskan arwan-arwah didera kesengsaraan, sehingga membimbing mereka pada pembebasan. Kalian empat kelompok makhluk hidup, tentu telah melakukan karma tiga jenis perbuatan buruk melalui enam indra, yakni membunuh, mencuri, merampok, tindakan asusila, keserakahan, kebencian, iri hati, pandangan salah, bingung [terhadap yang benar dan salah], berdusta, kata-kata indah tetapi tidak bermanfaat, mengucapkan kata-kata jahat, bercabang lidah, memaki, mengutuk, tidak mematuhi Langit, melawan Bumi, tidak berbakti, tidak berlaku adil, tidak bersikap manusiawi, serta tidak jujur. Akar kejahatannya tiada terukur, sehingga mengundang bencana beserta kesalahan. Barangsiapa yang sanggup menerima pustaka suci [berisikan] nama-nama suci ini, maka seluruhnya akan merealisasi pembebasan. Hantu-hantu telantar dan terbelenggu akan terlahir di balairung surgawi. Berbagai kesalahan serta pelanggaran yang banyaknya laksana butiran debu akan sirna. Demikian pula bila empat kelompok makhluk yang masih hidup, sanggup senantiasa dengan pikiran bersih melantunkan pustaka suci ini, maka seluruh bahaya dan kesulitan [sebagaimana dialaminya] akan sirna, serta memperoleh perpanjangan usia. Tubuh dan jasmaninya akan damai serta aman. Bersujud dan berlindung pada Tiānzūn. Dengan penuh hormat menyakini serta melaksanakan [ajaran Beliau].

Kamis, 27 Agustus 2026

TEPATNYA RAMALAN SAYA TERKAIT AKSI DEMONSTRASI TANGGAL 27 AGUSTUS 2026

TEPATNYA RAMALAN SAYA TERKAIT AKSI DEMONSTRASI TANGGAL 27 AGUSTUS 2026

 

Ivan Taniputera

27 Agustus 2026

 


 

 

Tanggal 27 Agustus 2026 sebentar lagi akan berlalu. Kita telah melalui hari yang diisi dengan aksi demonstrasi ini. Ternyata, apa yang saya ramalkan itu sungguh tepat adanya.  Pada artikel berjudul RAMALAN TENTANG KONDISI DEMONSTRASI TANGGAL 27 AGUSTUS 2026 DAN SETELAHNYA tanggal 26 Agustus 2026 (link: http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.com/2026/08/ramalan-tentang-kondisi-demonstrasi.html) saya telah menyatakan hal-hal sebagai berikut:

 

“tanggal 27 Agustus 2026 mungkin masih belum ada indikasi terjadinya kerusuhan besar. Masih ada kekuatan yang menahannya, sehingga para peserta aksi massa mungkin akan bubar dengan sendirinya secara bertahap.”

 

Faktanya, memang tidak terjadi kerusuhan, padahal banyak pihak merasa khawatir akan terjadi kerusuhan.

 

“Kekuatan penaham itu bisa berupa aparat, cuaca, atau janji-janji politis.”

 

Faktanya, anggota rombongan dari Pati diterima oleh DPR dan dijanjikan bahwa RUU Perampasan Aset akan disahkan paling lambat Desember 2026. Setelah itu rombongan berasal dari Pati meninggalkan ajang aksi unjuk rasa.

 

Selain itu, terdapat pula agenda berbeda-beda pada berbagai kelompok peserta aksi, sehingga menjadikan mereka sulit bersatu. Agenda yang berbeda-beda ini bisa berpeluang menjadi hambatan bagi aksi itu sendiri. Perbedaan ini bisa memicu ketegangan dan menjadikan aksi menjadi gembos.

 

Faktanya, memang terdapat agenda tuntutan yang berbeda-beda, sehingga ada yang kecewa dengan hasil di atas.

 

Dengan demikian, apa yang saya ramalkan sungguh tepat adanya, namun semua itu sama sekali bukan kehebatan saya. Yang terpenting adalah kita hendaknya senantiasa berdoa agar dunia ini aman, sejahtera, dan damai.

 

Rabu, 26 Agustus 2026

RAMALAN TENTANG KONDISI DEMONSTRASI TANGGAL 27 AGUSTUS 2026 DAN SETELAHNYA

 RAMALAN TENTANG KONDISI DEMONSTRASI TANGGAL 27 AGUSTUS 2026 DAN SETELAHNYA

 

Ivan Taniputera

26 Agustus 2026

 



 

 

Beberapa orang teman menanyakan tentang kondisi demonstrasi yang akan dilangsungkan besok atau tepatnya tanggal 27 Agustus 2026 di Jakarta. Oleh karenanya, pada artikel kali ini, saya akan meramalkan secara ringkas bagaimana keadaan demonstrasi tersebut. 

 


 

 

Kalau berdasarkan bagan-bagan atau chart di atas, maka tampak bahwa pada tanggal 27 Agustus 2026 suasananya boleh dikatakan panas. Adanya konflik atau bentrokan merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan. Aksi akan berlangsung dengan kekuatan dan semangat besar. Jumlah peserta aksi juga relatif banyak atau besar. Namun hal penting di sini bukan jumlah yang hadir, melainkan pesan yang dibawa oleh aksi ini. Gerakan akan menaburkan nuansa keberanian dengan kuat. Pesan ini yang mungkin akan menjadi motor penggerak di mana-mana. Berdasarkan bagan Qimendunjia, maka rakyat sedang terluka, sehingga isu ini akan menjadi sesuatu yang bersifat sensitif.

 

Kendati demikian, ramalan juga memperlihatkan bahwa titik lemah aksi ini adalah adanya berita dan informasi yang simpang siur, sehingga ini akan menyulitkan koordinasi. Namun sekaligus juga menjadi sumber bahaya, karena isu yang keliru bisa memantik keribuan lebih besar. Selain itu, terdapat pula agenda berbeda-beda pada berbagai kelompok peserta aksi, sehingga menjadikan mereka sulit bersatu. Agenda yang berbeda-beda ini bisa berpeluang menjadi hambatan bagi aksi itu sendiri. Perbedaan ini bisa memicu ketegangan dan menjadikan aksi menjadi gembos. Kurangnya persatuan akan menjadi hambatan. Kendati demikian, pada sisi lain ada juga potensi yang berpeluang menjadikan aksi demonstrasi ini makin besar; yakni jika dirasa adanya solidaritas kuat di antara elemen-elemen masyarakat  yang selama ini memendam kemarahan beserta kekecewaan. Jadi, tekanannya sudah sangat besar dan berada di titik kritis.

 

Lalu apakah aksi akan berubah menjadi kerusuhan besar? Jawabannya adalah sebagai berikut untuk tanggal 27 Agustus 2026 mungkin masih belum ada indikasi terjadinya kerusuhan besar. Masih ada kekuatan yang menahannya, sehingga para peserta aksi massa mungkin akan bubar dengan sendirinya secara bertahap. Kekuatan penaham itu bisa berupa aparat, cuaca, atau janji-janji politis.  Jadi setelah melalui kurun waktu yang panas, maka saat sore hari keadaan akan mendingin. Namun itu bukan berarti semuanya selesai. Yang barangkali perlu diperhatikan adalah kurun waktu setelah 27 Agustus 2026. Situasi akan tetap panas seperti bara dalam sekam hingga puncaknya berkisar pada tanggal 2 serta 3 September 2026. Ini yang lebih berbahaya. Ada kesalahan sedikit, maka keadaan bisa makin memanas dan bahkan bisa meluas menjadi keributan relatif besar. Keadaan mungkin akan mulai tenang pada tanggal 7 September 2026.

 

Setelah tanggal 27 Agustus 2026, Ramalan Yijing memberikan Heksagram 56. Artinya adalah masa yang penuh ketidakpastian. Kita dapat mengartikan sebagai berikut. Kalau kerusahan yang besar mungkin tidak terjadi. Mungkin memang akan ada gejolak singkat, tetapi setelah itu akan mereda. Para peserta aksi massa akan pulang ke tempat kediamannya masing-masing. Dengan demikian, kerusuhan dalam skala besar sangat mungkin tidak akan terjadi. Namun gejolak yang panas akan tetap sangat mungkin terjadi. Setelah itu, kekuatannya akan mereda.

 

Pemerintah atau penguasa sendiri akan bersifat responsif dan membuka ruang dialog atau menerima tuntutan peserta aksi massa untuk dipelajari. Berbagai tim khusus guna mengevaluasi tuntutan masyarakat akan dibentuk. Dengan demikian, ini juga akan turut meredam panasnya suasana. Hanya saja, ini bukan merupakan sesuatu yang cepat memberikan hasil. Namun bagaimanapun juga janji-janji yang diberikan bisa mendinginkan aksi massa ini. Tetapi di sini ramalan belum membahas apakah janji-janji itu akan dipenuhi atau tidak di masa mendatang. Kali ini kita hanya akan khusus membahas mengenai demonstrasi saja.

 

KESIMPULAN:

 

Suasana memang akan panas dan akan ada gejolak, tetapi setelah itu akan surut kembali (cooling down) dalam waktu relatif cepat. Tidak ada indikasi akan terjadi kerusuhan besar. Tidak ada kerusakan besar dalam hal infrastruktur. Itulah sebabnya, kita tidak perlu khawatir berlebihan. Yang penting adalah tetap waspada dan berdoa agar negara kita senantiasa aman serta damai.

 

Sebagai tambahan, saya juga mendapatkan penglihatan terkait hal ini. Saya menyaksikan langit yang dipenuhi awan gelap, tetapi masih ada cahaya matahari cukup terang yang sanggup menembusnya. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa meski suasananya gelap, tetapi tetap ada cahaya. 

 


 

 

Selasa, 25 Agustus 2026

PUSTAKA SUCI AJAIB YANG DIBABARKAN MAHADEWA TÀISHÀNG DÀOJŪN TENTANG PEMBEBASAN DARI PENDERITAAN DAN PENGAMPUNAN KESALAHAN (ZHONGHUA DAOZANG 419 atau ZHENGTONG DAOZANG 372)

PUSTAKA SUCI AJAIB YANG DIBABARKAN MAHADEWA TÀISHÀNG DÀOJŪN TENTANG PEMBEBASAN DARI PENDERITAAN DAN PENGAMPUNAN KESALAHAN

太上道君説解冤拔罪妙經

Tàishàng Dàojūn shuō jiěyuān bázuì miào jīng

 

Zhōnghuá Dàozàng 419

Zhèngtǒng Dàozàng 372

 

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputera.

 

Jasa pahala terjemahan ini dilimpahkan pada Empat Permata.

 

Dilarang menyebarluaskan sebagian atau seluruh terjemahan ini tanpa seizin penerjemah. Jika telah mendapatkan izin untuk disebarluaskan maka tidak boleh menambah atau mengurangi apa pun yang terdapat di terjemahan ini dari awal sampai akhir, dan linknya harus tetap dicantumkan. Tidak boleh mengubah apa pun sebagaimana yang tercantum di sini. Mengambil tanpa izin berarti mencuri dan akan menjerumuskan pada karma buruk (akusala karma) serta alam-alam penderitaan. Kita hendaknya tidak merendahkan diri kita sendiri sebagai pencuri.

 

Kritik dan saran membangun untuk kesempurnaan terjemahan diterima dengan senang hati.

 

Naskah berbahasa Mandarin diambil dari ctext.org. 


 

 

爾時,太上道君,與諸聖眾,在八騫林下,七寶台中,羅列威儀,敷陳道要,怡神默坐,於玉京山,放七寶光明,照福堂地獄,見福堂之内,男女善人,快樂無為,逍遙自在,復見諸地獄之中,餓鬼窮魂,以日繼夜,受種種苦惱。悉無人形。五體壞爛,飢餐猛火,渇飲熔銅,足履刀山,身負鐵杖,遍體流血,悲號徹天,是時,會中有一真人,名曰廣信,從座而起,稽首前進,上白道君曰: 不審此輩窮魂,生有何咎,而受茲苦。

Ěr shí, tài shàng dào jūn, yǔ zhū shèng zhòng, zài bā qiān lín xià, qī bǎo táizhōng, luóliè wēiyí, fū chén dào yào, yí shén mò zuò, yú yù jīngshān, fàng qī bǎo guāngmíng, zhào fú táng dìyù, jiàn fú táng zhī nèi, nánnǚ shànrén, kuàilè wúwéi, xiāoyáo zìzài, fù jiàn zhū dìyù zhī zhōng, èguǐ qióng hún, yǐ rì jì yè, shòu zhǒngzhǒng kǔnǎo. Xī wú rénxíng. Wǔ tǐ huài làn, jī cān měnghuǒ, kě yǐn róngtóng, zú lǚ dāo shān, shēn fù tiě zhàng, biàn tǐ liúxuè, bēiháo chè tiān, shì shí, huì zhōng yǒuyī zhēnrén, míng yuē guǎng xìn, cóng zuò ér qǐ, qǐshǒu qiánjìn, shàng báidào jūn yuē: Bùshěn cǐ bèi qióng hún, shēng yǒu hé jiù, ér shòu zī kǔ.

Saat itu, Tàishàng Dàojūn disertai kumpulan seluruh suciwan, sedang berada di Hutan Bāqiān, yakni di dalam Balai Tujuh Pusaka. Beliau mengatur sikap dengan wibawa, menguraikan inti Ajaran Dào, dan dengan gembira duduk dalam keheningan. Dari Gunung Kota Kumala (Yùjīng), Beliau memancarkan cahaya Tujuh Pusaka yang menyinari Balairung Keberuntungan (Fútáng) dan neraka. Tampak di dalam Balairung Keberuntungan (Fútáng) para pria dan wanita yang melakukan kebajikan. Mereka hidup bahagia tanpa beban serta bebas pergi [ke mana saja] dengan leluasa. Kemudian [Beliau] juga melayangkan pandang ke alam-alam neraka: [terdapat] hantu-hantu kelaparan beserta arwah-arwah didera kemalangan. Siang maupun malam mereka mengalami beragam penderitaan. Wujud mereka sudah tidak seperti manusia lagi. Lima anggota tubuh mereka  telah rusak dan membusuk. [Diterpa] kelaparan, mereka memakan kobaran api. [Diterpa] rasa haus, mereka meminum tembaga cair. Kaki mereka menginjak gunung pisau. Tubuh mereka dibebani oleh tongkat besi. Sekujur badan mereka berlumuran darah, dan jeritan penderitaan mereka menembus langit. Pada kesempatan tersebut, di tengah persamuhan itu terdapat seorang suciwan bernama Keyakinan Luas (Guǎngxìn). Ia bangkit dari tempat duduknya, menghaturkan hormat, maju ke depan, dan bertanya kepada Dàojūn, "Aku tidak mengetahui, kesalahan apa yang telah dilakukan oleh arwah-arwah malang tersebut semasa hidupnya, sehingga [mereka harus] mengalami penderitaan seperti ini?"

道君曰:受諸罪者,在世之時,不敬三光,欺負神理,十惡五逆,不忠不仁,不慈不孝,毀傷物命,殺害眾生,福盡壽終,當受斯苦,是時,廣信真人,心生哀憫,欲其濟拔,幸望妙力威光,許令開度,伏蒙道君,垂賜金言,廣設法要,為諸眾生,演説是經,名曰解冤拔罪,流佈於世,利益存亡.若有善男子、善女人,一心專志,入靜持齋,焚香行道,六時轉念是經,吾當隨願,保佑其人,使宿世冤仇,乘福超度,幽魂苦爽,各獲超升,真人廣信,歡喜再拜.覙縷勝因,而作頌曰:偉哉大道君,常普無量功,舟楫生死海,濟度超羅.罪對不復遇,福報與冥通,用神安可測,贊之焉能窮.是時廣信真人,與諸聖眾,聞法將畢,各各稽首皈依,信受奉行。

Dào jūn yuē: Shòu zhū zuì zhě, zàishì zhī shí, bù jìngsān guāng, qīfù shén lǐ, shí è wǔ nì, bù zhōng bùrén, bù cí bùxiào, huǐshāng wù mìng, shāhài zhòngshēng, fú jǐn shòu zhōng, dāng shòu sī kǔ, shì shí, guǎng xìn zhēnrén, xīn shēng āi mǐn, yù qí jì bá, xìng wàng miào lì wēiguāng, xǔlìngkāi dù, fú méng dào jūn, chuí cìjīn yán, guǎng shèfǎ yào, wèi zhū zhòngshēng, yǎnshuō shì jīng, míng yuē jiě yuān bá zuì, liúbù yú shì, lìyì cúnwáng, ruò yǒu shàn nánzǐ, shàn nǚrén, yīxīn zhuān zhì, rù jìng chízhāi, fénxiāng xíngdào, liù shí zhuǎnniàn shì jīng, wú dāng suí yuàn, bǎoyòu qí rén, shǐ sùshì yuānchóu, chéng fú chāodù, yōuhún kǔ shuǎng, gè huò chāo shēng, zhēnrén guǎng xìn, huānxǐ zài bài, luó lǚ shèngyīn, ér zuò sòng yuē: Wěi zāi dàdào jūn, cháng pǔ wúliàng gōng, zhōují shēngsǐ hǎi, jì dù chāo luó fēng, zuì duì bù fù yù, fú bào yǔ míng tōng, yòng shén ān kě cè, zàn zhī yān néng qióng, shì shí guǎng xìn zhēnrén, yǔ zhū shèng zhòng, wénfǎ jiāng bì, gè gè qǐshǒu guīyī, xìn shòu fèngxíng.

Dàojūn menjawab, "Mereka yang menerima berbagai siksaan itu, semasa masih hidup di muka bumi, tidak menghormati Tiga Cahaya dan menipu serta melanggar aturan para dewa, melakukan Sepuluh Kejahatan beserta Lima Pengkhianatan, tidak setia, tidak berbudi, tidak berbelas kasih, dan tidak berbakti, melukai para makhluk, serta membunuh dan membahayakan makhluk hidup. Tatkala pahala keberuntungan habis serta usia berakhir, mereka harus menanggung penderitaan semacam ini." Ketika itu, dalam hati Suciwan Keyakinan Luas (Guǎngxìn) bangkit rasa belas kasihan. Ia ingin menyelamatkan dan membebaskan mereka. Dengan penuh harap pada daya kekuatan ajaib serta cahaya kewibawaan, ia memohon agar diperkenankan membuka jalan penyelamatan. Dengan rendah hati ia bersujud dan memohon pada Dàojūn, yang kemudian menurunkan Sabda Emas, secara luas menetapkan tata cara [pembebasan bagi mereka], demi semua makhluk memaparkan pustaka suci ini, yakni yang berjudul Pembebasan Dari Penderitaan dan Pengampunan Kesalahan serta menyebar luaskannya di muka bumi guna menaburkan manfaat bagi yang [masih] hidup maupun [sudah] meninggal. [Dàojūn bersabda,] “Jikalau terdapat pria atau wanita bajik, yang dengan sepenuh hati dan tekad teguh, memasuki keheningan, berpantang makanan, membakar dupa, melatih Dào, dan melantunkan pustaka suci ini enam kali dalam sehari, maka Aku akan sesuai dengan permohonannya melindungi orang tersebut. Agar buah kejahatan dari kehidupan lampau, dengan mengandalkan pahala keberuntungan, dapat dilepaskan serta disirnakan. Agar arwah-arwah di alam baka yang menderita, semuanya sanggup diseberangkan [ke alam kebahagiaan].” Suciwan Keyakinan Luas (Guǎngxìn) merasa sangat bersuka cita, lalu kembali bersujud. Ia merangkum ajaran-ajaran mulia ini, lalu melantunkan pujian, "Agunglah Dàojūn. Senantiasa melimpahkan jasa pahala tanpa batas ke segenap penjuru. Perahu penyeberang samudra kelahiran beserta kematian. Menolong dan menyeberangkan hingga melampaui neraka (Luófēng). [Balasan] kesalahan tidak akan ditemui lagi. Pahala kebajikan menembus alam kegelapan. Daya kekuatan spiritual [Beliau] tiada dapat diukur. Memujinya tiada pernah selesai" Suciwan Keyakinan Luas (Guǎngxìn) bersama para kumpulan suciwan, setelah mendengar ajaran yang hampir selesai ini, masing-masing bersujud serta berlindung. Mereka meyakini, menerima, dan melaksanakannya.