Salah
seorang pembaca mengirimkan kesaksiannya mengenai keajaiban pertolongan
Bodhisattva Marichi, yakni bagaimana ia dihindarkan dari kecelakaan. Berikut
ini adalah kesaksiannya.
Berikut
ini adalah transkripsinya:
PEMBACA:
Beliau merupakan Dharmapala Saya
yang sangat responsif. Jika saya tidak salah ingat, dalam Kitab Krodha Tantra
atau Kitab tertentu yang menyematkan kosakata Tantra, disebutkan kalimat: “Di
antara Para Bhagavati, Maricyai lah yang paling cepat [responsif] Adhiṣṭhana
Nya.” Ditambah dahulu bahkan hingga sekarang, selalu melafal Mantra Beliau,
terhindar dari segala Malapetaka di Perjalanan. Pernah suatu ketika, motor yang
saya kendarai tiba-tiba mati dan tidak bisa menyala. Setelah coba di nyalakan 5
menit kemudian, baru bisa. Saat berkendara lagi, di depan ternyata ada
kecelakaan beruntun yang melibatkan 4 motor, 1 mobil, dan 1 truk. Sangat Gan
En, sangat bersyukur atas Adhiṣṭhana Maricyai. Mengingat selama mengendarai
atau berada dalam kendaraan apapun, Saya selalu bermeditasi dan memfokuskan
pada Mantra Dewi Maricyai, sehingga lebih konsen berkendara dan tiba di tempat
dengan selamat.
SAYA:
Wah luar biasa. Anda berjodoh dengan
Bodhisattva Marichi
Izin share kesaksiannya ya. Sehingga
dapat menambah sraddha banyak orang. Terimakasih banyak
PEMBACA:
Tentu, sangat boleh. Semoga menambah
Sraddha dan mengkondisikan majunya Bodhicitta.
***
Demikian
kesaksian yang luar biasa tersebut.
Berdasarkan
hal ini, kita dapat belajar bahwa kita perlu berlatih hingga mendapatkan kontak
batin (yukta) dengan istadevata (yidam) kita. Dengan demikian, akan terjadi
berbagai hal-hal ajaib. Kesaksian ini hendaknya dapat membuat kita makin rajin
berlatih Dharma sehingga dapat menumbuhkan realisasi spiritual.
ILMU KEBERUNTUNGAN ATAU HOKKIE: DEPOT YANG SELALU SEPI
Ivan
Taniputera
2 Juni
2026
Seorang kenalan menceritakan bahwa
ia sudah kurang lebih dua tahun membuka depot berjualan makanan, tetapi
usahanya itu selalu sepi. Kenalan itu bercerita bahwa ia masih tinggal bersama
dengan orang tuanya, dimana ia berjualan di teras serta depan rumah orang
tuanya itu. Jalan depan rumah juga cukup
ramai karena banyak orang berlalu lalang. Namun selanjutnya, ia menambahkan bahwa
untuk memasak makanannya ia masih menggunakan kompor dan gas yang sama dengan
milik orang tuanya.
Tiba-tiba saya mendapatkan wawasan atau
insight sebagai berikut. Berdasarkan
apa yang disampaikan kenalan itu, maka usahanya itu masih menggunakan atau
menumpang fasilitas orang tuanya. Dengan kata lain, usaha itu menjadi seperti “benalu”
bagi orang tuanya. Tentu saja, orang tua tidak menganggap anaknya sebagai “benalu”
dan mereka mungkin merasa tulus serta rela fasilitas dapur mereka dipergunakan
bagi usaha depot anaknya. Mungkin juga orang tua malah menganjurkan hal
tersebut. Kendati demikian, hal semacam ini adalah kontraproduktif. Ini yang
menjadi kunci mengapa usaha depotnya menjadi sepi.
Mengapa demikian? Akan kita ulas
secara tuntas. Pertama-tama dan terutama dengan menumpang fasilitas pada orang
tuanya itu, maka dalam berusaha dan berbisnis ia tidak memiliki kesan tegas
terhadap untung rugi. Ia tidak mengetahui berapa sebenarnya modal yang
dikeluarkannya. Meski ia mendapatkan sejumlah uang dari penjualan makanan
depotnya, tetapi ia tidak mengetahui apakah itu untung atau rugi. Rasa peduli
terhadap “kerugian” itu boleh dikatakan kurang. Dalam hati kecil atau benaknya
ada kesan bahwa tidak masalah rugi, karena itu bukan dari modalnya sendiri, melainkan
masih menumpang fasilitas atau sumber daya orang tuanya. Jadi, rugi bukan masalah.
Mungkin itu tidak muncul secara tegas dalam benaknya, tetapi bisa jadi hal
tersebut mengendap dalam alam bawah sadarnya. Sesuatu yang tertanam dalam alam
bawah sadar ini yang berbahaya, karena tanpa disadari membentuk mentalitas
seseorang. Kalau rugi tidak masalah, bukankah itu milik orang tuaku? Demikian
mentalitas yang bercokol dalam pikiran bawah sadarnya. Tanpa disadari
mentalitas ini bisa merusak.
Namun Anda mungkin bertanya bahwa ia
berharap usahanya ramai. Tentu saja, setiap orang berharap bisnisnya ramai atau
banyak untung. Tetapi jangan lupa bahwa segala sesuatu di muka bumi ini hadir
berpasangan. Kalau Anda ingin untung, maka Anda juga harus paham tentang rugi.
Jangan harap Anda bisa mendapatkan keuntungan kalau tidak paham kerugian.
Keduanya adalah bagaikan dua sisi mata uang logam yang tidak terpisahkan.
Mengapa mentalitas ini merusak? Jawabannya adalah karena itu mematikan daya
juang dan kreatifitas seseorang. Karena kenalan itu tidak pernah merasa takut
rugi atau tidak paham kesan (sense)
kerugian, jadi meski usahanya sepi, ia tidak terlalu keras berpikir bagaimana
menjadikan depotnya ramai. Misalnya dengan mencoba cara lain dalam memasak
makanannya, mengganti menu, atau lebih gigih dalam mengiklankan depotnya. Kalau
seseorang takut rugi, maka ia pasti akan menggunakan berbagai cara untuk
meningkatkan keuntungan usahanya. Kreatifitas dan rasa tanggung jawabnya akan
dipaksa tumbuh. Di sini terletak kuncinya.
Saya lalu menyarankan padanya agar
membeli kompor dan gas sendiri. Begitu juga dan alat masak serta bahan-bahan
makanan. Intinya harus ada yang dikhususkan untuk keperluan depot, dimana itu
akan dicatat sebagai investasi. Awalnya ia membantah dengan mengatakan bahwa
usahanya masih sepi, sehingga untuk apa membeli perlengkapan sendiri. Tetapi
saya mendesaknya untuk melakukan hal tersebut dan melihat dampaknya. Saya
menyarankan pula, kalau belum ada dana, maka bisa pinjam dulu ke orang tuanya.
Nanti baru ia mengangsur pembayaran tersebut pada orang tuanya. Akhirnya,
kenalan itu menjalankan saran saya. Ia jadi lebih terpacu semangat, daya
kreatifitas, dan tanggung jawabnya. Ia belajar memasak dengan lebih baik lagi
dan baru menyadari bahwa kualitas makanannya masih baru sedikit saja berada di
atas tataran layak jual; sementara itu saingan yang lebih enak cita rasa
masakannya boleh dikatakan banyak. Dengan belajar memasak dan melakukan lebih
banyak eksperimen akhirnya kualitas makanan meningkat. Selain itu, ia juga
mengubah menu makanannya. Mengapa ia baru sadar terhadap
banyak hal di atas setelah melakukan perubahan itu? Jawabannya adalah karena
wawasannya sudah terbuka.
Pada kenyataannya, penjualan di
depotnya mengalami peningkatan yang baik. Mungkin tidak sampai benar-benar
menjadi depot terkenal, tetapi peningkatan ini sudah dapat dianggap sebagai
sesuatu yang luar biasa. Ia mengatakan bahwa saran saya itu sangat ajaib. Namun
saya katakan bahwa saran itu bukan sesuatu yang ajaib. Saran itu hanya membuka
wawasan dan memperbaiki mentalitasnya saja. Tidak ada yang ajaib di sini.
Semuanya masuk akal. Tentu saja, tidak semua masalah dalam usaha itu berakar
dari hal yang sama. Meski sudah menggunakan fasilitas sendiri, tetap saja ada
usaha yang sepi. Semua itu tidak bisa digeneralisir. Masalah di dunia itu
sangat kompleks, rumit, dan berbeda-beda. Jadi, Anda tidak bisa memprotes, “Saya
sudah menggunakan seluruh fasilitas dari kemandirian saya sendiri, tetapi usaha
saya masih sepi.” Pola pikir Anda salah karena sangat mungkin bahwa masalah
Anda berakar dari hal yang beda. Itulah sebabnya, selalu cari akar permasalahan
masing-masing terlebih dahulu. Jangan disama-samakan. Kenalan itu punya akar
permasalahan sendiri dan begitu juga Anda. Kenalan tersebut berbeda dengan
Anda.
Sampai di sini kita bisa belajar
sebagai berikut. Dalam berusaha lebih baik gunakan kekuatan atau sumber daya
Anda sendiri. Ini adalah permulaan yang paling penting. Begitu pula para orang
tua sebaiknya menyarankan anak mereka agar menggunakan fasilitas sendiri kalau
mau membina usaha. Ini bukan karena orang tua pelit atau perhitungan, melainkan
karena mereka ingin anaknya memiliki wawasan benar beserta mentalitas yang
baik. Agar mereka memiliki tanggung jawab dan daya kreatifitas yang baik. Kalau
orang tua mampu, maka daripada membiarkan mereka memakai fasilitas orang tua,
maka lebih baik modali mereka membeli fasilitas sendiri. Namun setelah itu,
mereka harus berdikari dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik tanpa
meminta bantuan orang tua lagi. Mereka harus bisa benar-benar mandiri dalam
berusaha. Maju atau bangkrut semuanya ada di tangan mereka sendiri. Orang tua
tidak ikut campur lagi.
Kalau Anda membuka toko dan itu
masih menggunakan fasilitas orang tua, misalnya garasi atau teras sekalipun,
maka berikan uang sewa pada orang tua Anda. Meski orang tua menolak, tetapi
Anda harus memaksa menerimanya. Sebagai orang tua yang baik, maka hal terbaik
adalah menerima uang sewa tersebut. Kalau Anda selaku orang tua tidak
menerimanya, maka itu berarti Anda tidak mengajarkan tanggung jawab pada
anak-anak Anda. Kasihan mereka kelak di kemudian hari. Anda kasihan pada anak
Anda, maka terima uang sewa tersebut. Kalau mereka tidak teringat membayar uang
sewa, maka Anda yang wajib memintanya. Tentu saja jangan yang mahal. Tujuannya
bukan karena Anda ingin uang, melainkan agar anak Anda mengerti rasa tanggung
jawab. Kalau mereka tidak mau membayar, maka sarankan saja untuk sewa di tempat
lain. Sekali lagi, ini bukan orang tua perhitungan, tetapi merupakan salah satu
upaya agar usaha anaknya bisa maju. Supaya anak menjadi sadar untuk
berhati-hati dalam berusaha. Semua ada perhitungannya, termasuk sewa tempat
serta ongkos-ongkos lainnya. Jika orang tua mampu, maka boleh membantu uang
sewa di tempat lain, tetapi untuk kurun waktu terbatas saja. Selanjutnya mereka
harus membayar sendiri uang sewanya.
KELAHIRAN
LAMPAU: DUA ORANG BERSAUDARA YANG TERLAHIR BUTA
Ivan
Taniputera
30
Mei 2026
Beberapa waktu yang
lalu saya mengetahui mengenai dua orang bersaudara yang terlahir buta. Kondisi
mereka memang sungguh menyedihkan. Karena terlahir di keluarga yang tidakmampu semenjak kecil harus menjalani berbagai
pekerjaan berat serta menjalani kehidupan penuh penderitaan. Saya turut merasa
sedih dan timbul rasa kasihan terhadap keadaan mereka. Sejenak saya merenung
tanpa sanggup berkata apa-apa.
Tiba-tiba timbul suatu
wawasan, insight, atau pandangan
dalam batin saya. Tampak dua orang pria yang mengenakan pakaian dan berpenampilan
seperti masa Dinasti Qing (1644-1912) sedang menawarkan pekerjaan menggiurkan
pada gadis-gadis miskin di sebuah desa. Peristiwa ini nampaknya terjadi pada
sekitar abad ke-19. Banyak yang tertarik untuk mendaftar pekerjaan tersebut.
Namun kemudian muncul pemandangan lain. Gadis-gadis itu dibawa berlayar
menyeberang lautan oleh kapal-kapal berbendera suatu negara asing. Ternyata
mereka hendak diperkerjakan di rumah-rumah hiburan di negeri asing tersebut.
Nasib-nasib gadis-gadis itu sungguh gelap. Ternyata dua orang yang tampak pada
pandangan batin sebelumnya itu menjual gadis-gadis tersebut pada orang asing.
Demi uang mereka membawa orang lain pada kegelapan. Lalu pandangan-pandangan
itu pun menghilang.
Kembali pada masa
sekarang. Pandangan itu menggambarkan kehidupan masa lampau dua orang
bersaudara terlahir buta tersebut. Kendati demikian, tidak jelas apakah di
kelahiran lampau mereka bersaudara atau tidak. Diakibatkan membawa orang lain pada kegelapan,
maka mereka kini juga harus hidup dalam kegelapan pula. Nampaknya bukan pada
kelahiran ini saja mereka terlahir demikian. Barangkali mereka harus terlahir
demikian berkali-kali seturut jumlah korban mereka di masa lalu. Ini sangat
mengerikan.
Berikut ini ada sedikit
catatan terkait gambar dipergunakan pada artikel ini. Gambar yang dipergunakan
pada artikel ini hanya ilustrasi saja. Ada ketidaktepatan pada gambar tersebut
jika dibandingkan penglihatan saya. Dua orang pria yang menjerumuskan para
gadis miskin tersebut tidak mengenakan busana pejabat Dinasti Qing seperti pada
gambar; melainkan mengenakan pakaian rakyat biasa semasa dinasti tersebut.
Kalau ingin mengetahui gambarannya adalah kurang lebih seperti sosok-sosok pada
film Kungfu Master yang mengisahkan tentang Huang Feihong. Jadi, pakaiannya
adalah seperti rakyat biasa saja. Namun pada penglihatan atau visi tersebut
tidak diketahui apa kedudukan mereka.
Hal-hal seperti ini
bermanfaat mendorong saya untuk melakukan hal-hal baik; yaitu jangan merugikan
orang lain. Dengan demikian, hal-hal baik juga akan selalu hadir dalam
kehidupan kita. Begitu seseorang terjerumus pada keburukan, maka sulit bagi mereka
untuk bangkit kembali. Mereka harus menjalani terlebih dahulu buah perbuatan
buruk tersebut. Meski mereka sedang menuai buah perbuatan buruk mereka, tetapi
kita tetap perlu menolong atau membantu mereka. Dengan demikian, kita dapat
melatih kebaikan dan menimbun pahala kebajikan bagi kita sendiri. Apabila semua
orang melakukan kebaikan, maka dunia ini juga akan menjadi baik. Kita juga
perlu selalu mawas diri dalam setiap tindakan kita, yakni dengan senantiasa
bertanya-tanya apakah tindakan kita ini akan membawa orang lain pada kegelapan
atau tidak.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak
memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message
yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat
mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar.
Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar
tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.
MANTRA LIMA NAGA
YANG BERASAL DARI KANON AGAMA DAO (DAOZANG)
Ivan Taniputera
16 Mei 2026
Dilarang
menyebarluaskan sebagian atau seluruh terjemahan ini tanpa seizin tertulis dari penerjemah.
Jika telah mendapatkan izin untuk disebarluaskan maka tidak boleh menambah atau
mengurangi apa pun yang terdapat di terjemahan ini dari awal sampai akhir, dan
linknya harus tetap dicantumkan. Tidak boleh mengubah apa pun sebagaimana yang
tercantum di sini. Mengambil tanpa izin berarti mencuri dan akan menjerumuskan
pada karma buruk (akusala karma)
serta alam-alam penderitaan. Kita hendaknya tidak merendahkan diri kita sendiri
sebagai pencuri.
Berikut
ini adalah Mantra Lima Naga (五龍咒Wǔ lóng zhòu) yang diambil
dari kanon Agama Dao (Daozang), yakni
Kumpulan Ajaran Asali Dao, bagian 62
(道法會元 Dàofǎhuì yuán : 卷六十二)-Zhonghua
Daozang
1286 atau Zhengtong Daozang 1220.
Bunyinya adalah sebagai berikut:
Awan
hitam dan kabut nan membumbung ke atas, Tàiyǐ
menenangkan pagi hari. Awan merah kumala [menerobos] kehampaan gua [spiritual],
naga yīn bergerak mengikuti. Begitu tongkat
besi ditancapkan, dewa (guru) hujan mengendarai keretanya. Memerintahkan naga
membawa air, hakikat asali menyebar ke empat penjuru. Kakek gemilang Tàiyǐ, Paman Guān, beserta kelima naga,
segera laksanakan perintah Mahadewa Tàishàng.
Menurut
saya, mantra ini sangat penting mengingat saat ini dunia kita menghadapi
perubahan iklim yang ekstrim, dimana bencana kekeringan sudah mengancam di
depan mata.
Dilarang
menyebarluaskan sebagian atau seluruh artikel ini tanpa seizin penulis secara tertulis.
Jika telah mendapatkan izin tertulis maka tidak boleh menambah atau
mengurangi apa pun yang terdapat di terjemahan ini dari awal sampai akhir, dan
linknya harus tetap dicantumkan. Tidak boleh mengubah apa pun sebagaimana yang
tercantum di sini. Mengambil tanpa izin berarti mencuri dan akan menjerumuskan
pada karma buruk (akusala karma)
serta alam-alam penderitaan. Kita hendaknya tidak merendahkan diri kita sendiri
sebagai pencuri.
Pada artikel kali ini saya akan mengulas
mengenai “makam keberuntungan bagi orang masih hidup” atau shēngjī. Agar ringkas dan tidak terlalu panjang dalam artikel ini kita
akan menyebutnya sebagai “makam hidup” saja. Adapun tulisan tentang shēngjī dalam bahasa Indonesia masih sangat jarang. Ini menjadi alasan
utama mengapa artikel ini ditulis. Artikel ini bukan merupakan anjuran bagi
Anda untuk membuat makam hidup, melainkan sekedar sebagai upaya pelestarian
budaya saja.
APAKAH ITU SHĒNGJĪ ATAU “MAKAM HIDUP”?
Untuk mengawali artikel ini, perlu
diungkapkan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan shēngjī atau “makam hidup.” Shēngjī(生基) terdiri dari dua
kata; yakni:
生 (Shēng), yangberarti kehidupan, hidup, atau lahir.
基 (Jī), yang berarti landasan.
Dengan demikian, secara harafiah shēngjī dapat
diartikan sebagai “landasan kehidupan.” Lalu jika disebut “makam hidup,” lalu
makam apakah yang dimaksud? Makam hidup adalah makam yang dipergunakan “memakamkan”
potongan rambut, potongan kuku, tetesan darah, pakaian, dan berbagai benda lain
milik seseorang yang masih hidup. Jadi secara ringkas yang “dimakamkan” di sini
adalah benda-benda yang mengandung DNA seseorang masih hidup. Dengan kata lain
yang “dimakamkan” di sini bukan orang yang sudah meninggal. Karenanya, ini
bukan makam dalam pengertian sehari-hari.
APAKAH TUJUAN MEMBUAT ATAU MEMBANGUN MAKAM HIDUP?
Tujuan seseorang membuat atau
membangun makam hidup adalah untuk memperbaiki nasib. Misalnya ia sedang
mengalami kehidupan yang buruk atau penuh masalah. Begitu pula dengan seseorang
yang sudah menderita penyakit berat dan berharap kesembuhan serta panjang usia.
Oleh karenanya, secara umum dan ringkas kita boleh mengatakan bahwa tujuan membangun
makam hidup adalah demi memperbaiki nasib; yakni mengubah nasib buruk menjadi
nasib baik.
Berikut ini adalah antara lain hal-hal
yang konon dapat diperoleh melalui pembuatan makam hidup yang baik:
1.Keberuntungan dan kemakmuran.
2.Kemajuan karir.
3.Mendapatkan jodoh yang baik.
4.Memperoleh keturunan bagi yang
sulit mendapatkannya.
5.Realisasi spiritual.
BAGAIMANA
CARA BEKERJANYA?
Makam hidup ini berkaitan dengan
ilmu Fengshui, yakni memanfaatkan
suatu lokasi baik dan menguntungkan guna memberikan energi keberuntungan pada
benda-benda mengandung DNA orang tersebut. Dengan energi keberuntungan yang
mengalir pada benda-benda tersebut, maka diharapkan pemiliknya juga akan
mememperoleh keberuntungan atau perubahan nasib serta terpenuhinya berbagai
permohonan.
Suatu lokasi yang memiliki Fengshui istimewa harus dipilih sebagai
tempat membangun makam hidup. Tempat itu harus memiliki jalur/ urat nadi naga (longmai) yang baik, arah datang serta
pergi air menguntungkan, dan lain sebagainya. Secara ringkas adalah
memanfaatkan berbagai bentang alam, seperti gunung, sungai, hutan, serta
dataran yang baik secara Fengshui untuk mengalirkan energi keberuntungan bagi
makam hidup di lokasi tersebut. Pemilihan tempat ini bukan sesuatu yang mudah. Tempat
itu harus sempurna. Bila ada ketidaksempurnaan, maka akan menjadi sia-sia.
SEJARAH MAKAM HIDUP
Sejarah makam hidup diawali dari
seorang ahli Fengshui bernama Yang Jiupin (Yang Gong), yang hidup semasa
Dinasti Tang (618-906). Beliau berpendapat bahwa kondisi bentang alam dapat
mengubah nasib seseorang. Namun nampaknya sebelum Beliau, makam hidup juga
sudah dikenal. Beberapa tokoh yang pernah membangun makam hidup adalah Zhang
Liang (asisten Liu Bang-pendiri Dinasti Han) dan Yao Chong.
Diriwayatkan bahwa Zhang Liang
berhasil menemukan lokasi “Tempat Kediaman Naga Sejati” dan membangun makam
hidupnya di sana. Ia lalu melakukan pelatihan spiritual di sana serta berhasil
memperoleh energi spiritual yang kuat. Beliau lalu membantu Liu Bang mendirikan
Dinasti Han (206 SM – 220 M).
Selanjutnya,
di sepanjang dinasti yang silih berganti banyak tokoh menerapkan metoda ini,
bahkan hingga ke zaman modern.
BENDA-BENDA YANG
HARUS DISIAPKAN
Benda-benda
yang mengandung DNA seseorang itu, seolah-olah dianggap mewakili tubuh orang
itu sendiri. Adapun benda-benda itu adalah:
1.Tulisan
nama lengkap, alamat lengkap, dan Bazi
(delapan karakter) seseorang pada apa yang disebutkan papan kayu panjang umur (changsheng paiwei). Bagi pria bahannya
adalah kayu dedalu (willow), sedangkan untuk kaum wanita bahannya adalah kayu
persik.
2.Potongan
kuku tangan dan kaki.
3.Potongan
rambut.
4.Satu
perangkat pakaian dalam serta luar yang pernah dipakai. Jadi tidak boleh
pakaian baru, karena belum membawa DNA orang tersebut
5.Tetesan
darah, bisa dititikkan pada kertas atau pakaian.
6.Sepasang
kaus kaki pernah dipakai.
7.Sepasang
sepatu pernah dipakai.
Demikian
daftar lengkap barang-barang diperlukan.
WAKTU
PELAKSANAAN
Waktu
melaksanakan pembuatan makam hidup harus memilih tanggal dan jam yang baik.
Selain
itu, tidak boleh dilakukan pada sembarang tahun. Berikut ini adalah rumusnya.
1.游魂絕命 (Yóu Hún Jué Mìng
= Jiwa mengembara pemutus nyawa) — [Buruk/凶]
12.增齡進祿 (Zēng Líng Jìn Lù
= Peningkatan usia dan kemakmuran) — [Baik/吉]
Cara
menggunakan rumus di atas adalah sebagai berikut. Urutannya dihitung dari
cabang bumi atau shio tahun kelahiran
seseorang. Misalnya, seseorang bershio kuda, maka tahun kuda dihitung sebagai
pertama, yakni jatuh pada Yóu Hún Jué Mìng
yang buruk (凶).
Dengan kata lain, orang bershio kuda
jangan membangun makam hidup pada tahun kuda. Lalu tahun berikutnya atau tahun
kambing adalah jatuh pada nomor dua; yakni Cuī
Guān Jìn Lù. Ini merupakan tahun yang baik (吉), sehingga orang yang bershio kuda cocok membangun makam hidup di tahun kambing. Demikian
seterusnya.
METODOLOGI
Terdapat
ritual-ritual tertentu yang harus dilakukan, sehingga energi dari bentang alam
sanggup mengalir serta memberikan dampak menguntungkan bagi makam hidup.
Ritual-ritual itu mungkin berbeda-beda pada para praktisi, sehingga tidak akan
diungkapkan di sini. Beberapa di antaranya juga mungkin bersifat esoteris
(rahasia). Kendati demikian, secara umum ini diawali dengan memasukkan
barang-barang keperluan makam hidup ke dalam guci. Kemudian persiapkan lubang
untuk menanam guci tersebut. Sebelumnya, perlu dijalankan ritual memohon izin
pada Dewa Bumi setempat. Ritual ini ditutup dengan berterima kasih pada Dewa
Bumi setempat atas kelancaran pembuatan makam hidup.
RUMUS TULISAN
PADA PAPAN KAYU PANJANG UMUR
Jumlah
aksara pada Papan Kayu Panjang Umur juga harus diperhitungkan dengan teliti
atau tidak boleh sembarangan. Rumusnya adalah sebagai berikut:
1.Sheng (生
- Lahir): Melambangkan awal yang baru, pertumbuhan, dan keberuntungan. (Sangat
Baik)
2.Lao (老
- Tua): Melambangkan kematangan, penghormatan, dan panjang umur. (Baik)
5.Ku (苦
- Sengsara): Melambangkan kesulitan hidup dan kemiskinan. (Buruk)
Aksara
pertama tiba pada sheng, aksara kedua
pada lao, aksara ketiga pada bing, dan demikian seterusnya. Setelah ku, maka kembali lagi ke awal, hingga
aksara terakhir. Jatuhnya aksara terakhir tidak boleh pada bing, si, serta ku. Bila jatuh pada hitungan buruk, maka
tambahkan satu atau beberapa aksara bermakna baik, sehingga aksara terakhir
jatuh pada sheng atau lao.
APAKAH MEMBUAT
MAKAM HIDUP BENAR-BENAR DAPAT MENDATANGKAN MANFAAT?
Ada
banyak cara dalam ilmu metafisika yang bertujuan meningkatkan keberuntungan.
Salah satunya adalah membuat makam hidup ini. Kendati demikian, jika kita
percaya pada tata cara tersebut, maka itu bisa jadi akan mendatangkan manfaat.
Namun jika tidak memercayainya, maka tiada manfaat pula yang dirasakan. Jadi,
semuanya bergantung apakah kita percaya atau tidak.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak
memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message
yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat
mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar.
Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar
tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.