Selasa, 02 Juni 2026

ILMU KEBERUNTUNGAN ATAU HOKKIE: DEPOT YANG SELALU SEPI

 ILMU KEBERUNTUNGAN ATAU HOKKIE: DEPOT YANG SELALU SEPI

 

Ivan Taniputera

2 Juni 2026

 



 

Seorang kenalan menceritakan bahwa ia sudah kurang lebih dua tahun membuka depot berjualan makanan, tetapi usahanya itu selalu sepi. Kenalan itu bercerita bahwa ia masih tinggal bersama dengan orang tuanya, dimana ia berjualan di teras serta depan rumah orang tuanya itu.  Jalan depan rumah juga cukup ramai karena banyak orang berlalu lalang. Namun selanjutnya, ia menambahkan bahwa untuk memasak makanannya ia masih menggunakan kompor dan gas yang sama dengan milik orang tuanya.

 

Tiba-tiba saya mendapatkan wawasan atau insight sebagai berikut. Berdasarkan apa yang disampaikan kenalan itu, maka usahanya itu masih menggunakan atau menumpang fasilitas orang tuanya. Dengan kata lain, usaha itu menjadi seperti “benalu” bagi orang tuanya. Tentu saja, orang tua tidak menganggap anaknya sebagai “benalu” dan mereka mungkin merasa tulus serta rela fasilitas dapur mereka dipergunakan bagi usaha depot anaknya. Mungkin juga orang tua malah menganjurkan hal tersebut. Kendati demikian, hal semacam ini adalah kontraproduktif. Ini yang menjadi kunci mengapa usaha depotnya menjadi sepi.

 

Mengapa demikian? Akan kita ulas secara tuntas. Pertama-tama dan terutama dengan menumpang fasilitas pada orang tuanya itu, maka dalam berusaha dan berbisnis ia tidak memiliki kesan tegas terhadap untung rugi. Ia tidak mengetahui berapa sebenarnya modal yang dikeluarkannya. Meski ia mendapatkan sejumlah uang dari penjualan makanan depotnya, tetapi ia tidak mengetahui apakah itu untung atau rugi. Rasa peduli terhadap “kerugian” itu boleh dikatakan kurang. Dalam hati kecil atau benaknya ada kesan bahwa tidak masalah rugi, karena itu bukan dari modalnya sendiri, melainkan masih menumpang fasilitas atau sumber daya orang tuanya. Jadi, rugi bukan masalah. Mungkin itu tidak muncul secara tegas dalam benaknya, tetapi bisa jadi hal tersebut mengendap dalam alam bawah sadarnya. Sesuatu yang tertanam dalam alam bawah sadar ini yang berbahaya, karena tanpa disadari membentuk mentalitas seseorang. Kalau rugi tidak masalah, bukankah itu milik orang tuaku? Demikian mentalitas yang bercokol dalam pikiran bawah sadarnya. Tanpa disadari mentalitas ini bisa merusak.

 

Namun Anda mungkin bertanya bahwa ia berharap usahanya ramai. Tentu saja, setiap orang berharap bisnisnya ramai atau banyak untung. Tetapi jangan lupa bahwa segala sesuatu di muka bumi ini hadir berpasangan. Kalau Anda ingin untung, maka Anda juga harus paham tentang rugi. Jangan harap Anda bisa mendapatkan keuntungan kalau tidak paham kerugian. Keduanya adalah bagaikan dua sisi mata uang logam yang tidak terpisahkan. Mengapa mentalitas ini merusak? Jawabannya adalah karena itu mematikan daya juang dan kreatifitas seseorang. Karena kenalan itu tidak pernah merasa takut rugi atau tidak paham kesan (sense) kerugian, jadi meski usahanya sepi, ia tidak terlalu keras berpikir bagaimana menjadikan depotnya ramai. Misalnya dengan mencoba cara lain dalam memasak makanannya, mengganti menu, atau lebih gigih dalam mengiklankan depotnya. Kalau seseorang takut rugi, maka ia pasti akan menggunakan berbagai cara untuk meningkatkan keuntungan usahanya. Kreatifitas dan rasa tanggung jawabnya akan dipaksa tumbuh. Di sini terletak kuncinya.

 

Saya lalu menyarankan padanya agar membeli kompor dan gas sendiri. Begitu juga dan alat masak serta bahan-bahan makanan. Intinya harus ada yang dikhususkan untuk keperluan depot, dimana itu akan dicatat sebagai investasi. Awalnya ia membantah dengan mengatakan bahwa usahanya masih sepi, sehingga untuk apa membeli perlengkapan sendiri. Tetapi saya mendesaknya untuk melakukan hal tersebut dan melihat dampaknya. Saya menyarankan pula, kalau belum ada dana, maka bisa pinjam dulu ke orang tuanya. Nanti baru ia mengangsur pembayaran tersebut pada orang tuanya. Akhirnya, kenalan itu menjalankan saran saya. Ia jadi lebih terpacu semangat, daya kreatifitas, dan tanggung jawabnya. Ia belajar memasak dengan lebih baik lagi dan baru menyadari bahwa kualitas makanannya masih baru sedikit saja berada di atas tataran layak jual; sementara itu saingan yang lebih enak cita rasa masakannya boleh dikatakan banyak. Dengan belajar memasak dan melakukan lebih banyak eksperimen akhirnya kualitas makanan meningkat. Selain itu, ia juga mengubah menu makanannya. Mengapa ia baru sadar terhadap banyak hal di atas setelah melakukan perubahan itu? Jawabannya adalah karena wawasannya sudah terbuka.

 

Pada kenyataannya, penjualan di depotnya mengalami peningkatan yang baik. Mungkin tidak sampai benar-benar menjadi depot terkenal, tetapi peningkatan ini sudah dapat dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa. Ia mengatakan bahwa saran saya itu sangat ajaib. Namun saya katakan bahwa saran itu bukan sesuatu yang ajaib. Saran itu hanya membuka wawasan dan memperbaiki mentalitasnya saja. Tidak ada yang ajaib di sini. Semuanya masuk akal. Tentu saja, tidak semua masalah dalam usaha itu berakar dari hal yang sama. Meski sudah menggunakan fasilitas sendiri, tetap saja ada usaha yang sepi. Semua itu tidak bisa digeneralisir. Masalah di dunia itu sangat kompleks, rumit, dan berbeda-beda. Jadi, Anda tidak bisa memprotes, “Saya sudah menggunakan seluruh fasilitas dari kemandirian saya sendiri, tetapi usaha saya masih sepi.” Pola pikir Anda salah karena sangat mungkin bahwa masalah Anda berakar dari hal yang beda. Itulah sebabnya, selalu cari akar permasalahan masing-masing terlebih dahulu. Jangan disama-samakan. Kenalan itu punya akar permasalahan sendiri dan begitu juga Anda. Kenalan tersebut berbeda dengan Anda.

 

Sampai di sini kita bisa belajar sebagai berikut. Dalam berusaha lebih baik gunakan kekuatan atau sumber daya Anda sendiri. Ini adalah permulaan yang paling penting. Begitu pula para orang tua sebaiknya menyarankan anak mereka agar menggunakan fasilitas sendiri kalau mau membina usaha. Ini bukan karena orang tua pelit atau perhitungan, melainkan karena mereka ingin anaknya memiliki wawasan benar beserta mentalitas yang baik. Agar mereka memiliki tanggung jawab dan daya kreatifitas yang baik. Kalau orang tua mampu, maka daripada membiarkan mereka memakai fasilitas orang tua, maka lebih baik modali mereka membeli fasilitas sendiri. Namun setelah itu, mereka harus berdikari dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik tanpa meminta bantuan orang tua lagi. Mereka harus bisa benar-benar mandiri dalam berusaha. Maju atau bangkrut semuanya ada di tangan mereka sendiri. Orang tua tidak ikut campur lagi.

 

Kalau Anda membuka toko dan itu masih menggunakan fasilitas orang tua, misalnya garasi atau teras sekalipun, maka berikan uang sewa pada orang tua Anda. Meski orang tua menolak, tetapi Anda harus memaksa menerimanya. Sebagai orang tua yang baik, maka hal terbaik adalah menerima uang sewa tersebut. Kalau Anda selaku orang tua tidak menerimanya, maka itu berarti Anda tidak mengajarkan tanggung jawab pada anak-anak Anda. Kasihan mereka kelak di kemudian hari. Anda kasihan pada anak Anda, maka terima uang sewa tersebut. Kalau mereka tidak teringat membayar uang sewa, maka Anda yang wajib memintanya. Tentu saja jangan yang mahal. Tujuannya bukan karena Anda ingin uang, melainkan agar anak Anda mengerti rasa tanggung jawab. Kalau mereka tidak mau membayar, maka sarankan saja untuk sewa di tempat lain. Sekali lagi, ini bukan orang tua perhitungan, tetapi merupakan salah satu upaya agar usaha anaknya bisa maju. Supaya anak menjadi sadar untuk berhati-hati dalam berusaha. Semua ada perhitungannya, termasuk sewa tempat serta ongkos-ongkos lainnya. Jika orang tua mampu, maka boleh membantu uang sewa di tempat lain, tetapi untuk kurun waktu terbatas saja. Selanjutnya mereka harus membayar sendiri uang sewanya.

 

Demikian pembahasan kita kali ini.

 

Jumat, 29 Mei 2026

KELAHIRAN LAMPAU: DUA ORANG BERSAUDARA YANG TERLAHIR BUTA

 KELAHIRAN LAMPAU: DUA ORANG BERSAUDARA YANG TERLAHIR BUTA

Ivan Taniputera

30 Mei 2026



Beberapa waktu yang lalu saya mengetahui mengenai dua orang bersaudara yang terlahir buta. Kondisi mereka memang sungguh menyedihkan. Karena terlahir di keluarga yang tidak  mampu semenjak kecil harus menjalani berbagai pekerjaan berat serta menjalani kehidupan penuh penderitaan. Saya turut merasa sedih dan timbul rasa kasihan terhadap keadaan mereka. Sejenak saya merenung tanpa sanggup berkata apa-apa.

Tiba-tiba timbul suatu wawasan, insight, atau pandangan dalam batin saya. Tampak dua orang pria yang mengenakan pakaian dan berpenampilan seperti masa Dinasti Qing (1644-1912) sedang menawarkan pekerjaan menggiurkan pada gadis-gadis miskin di sebuah desa. Peristiwa ini nampaknya terjadi pada sekitar abad ke-19. Banyak yang tertarik untuk mendaftar pekerjaan tersebut. Namun kemudian muncul pemandangan lain. Gadis-gadis itu dibawa berlayar menyeberang lautan oleh kapal-kapal berbendera suatu negara asing. Ternyata mereka hendak diperkerjakan di rumah-rumah hiburan di negeri asing tersebut. Nasib-nasib gadis-gadis itu sungguh gelap. Ternyata dua orang yang tampak pada pandangan batin sebelumnya itu menjual gadis-gadis tersebut pada orang asing. Demi uang mereka membawa orang lain pada kegelapan. Lalu pandangan-pandangan itu pun menghilang.

Kembali pada masa sekarang. Pandangan itu menggambarkan kehidupan masa lampau dua orang bersaudara terlahir buta tersebut. Kendati demikian, tidak jelas apakah di kelahiran lampau mereka bersaudara atau tidak.  Diakibatkan membawa orang lain pada kegelapan, maka mereka kini juga harus hidup dalam kegelapan pula. Nampaknya bukan pada kelahiran ini saja mereka terlahir demikian. Barangkali mereka harus terlahir demikian berkali-kali seturut jumlah korban mereka di masa lalu. Ini sangat mengerikan.

Berikut ini ada sedikit catatan terkait gambar dipergunakan pada artikel ini. Gambar yang dipergunakan pada artikel ini hanya ilustrasi saja. Ada ketidaktepatan pada gambar tersebut jika dibandingkan penglihatan saya. Dua orang pria yang menjerumuskan para gadis miskin tersebut tidak mengenakan busana pejabat Dinasti Qing seperti pada gambar; melainkan mengenakan pakaian rakyat biasa semasa dinasti tersebut. Kalau ingin mengetahui gambarannya adalah kurang lebih seperti sosok-sosok pada film Kungfu Master yang mengisahkan tentang Huang Feihong. Jadi, pakaiannya adalah seperti rakyat biasa saja. Namun pada penglihatan atau visi tersebut tidak diketahui apa kedudukan mereka.

Hal-hal seperti ini bermanfaat mendorong saya untuk melakukan hal-hal baik; yaitu jangan merugikan orang lain. Dengan demikian, hal-hal baik juga akan selalu hadir dalam kehidupan kita. Begitu seseorang terjerumus pada keburukan, maka sulit bagi mereka untuk bangkit kembali. Mereka harus menjalani terlebih dahulu buah perbuatan buruk tersebut. Meski mereka sedang menuai buah perbuatan buruk mereka, tetapi kita tetap perlu menolong atau membantu mereka. Dengan demikian, kita dapat melatih kebaikan dan menimbun pahala kebajikan bagi kita sendiri. Apabila semua orang melakukan kebaikan, maka dunia ini juga akan menjadi baik. Kita juga perlu selalu mawas diri dalam setiap tindakan kita, yakni dengan senantiasa bertanya-tanya apakah tindakan kita ini akan membawa orang lain pada kegelapan atau tidak. 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .


PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

 

 

Sabtu, 16 Mei 2026

MANTRA LIMA NAGA YANG BERASAL DARI KANON AGAMA DAO (DAOZANG)

MANTRA LIMA NAGA YANG BERASAL DARI KANON AGAMA DAO (DAOZANG)

 

Ivan Taniputera

16 Mei 2026

 


Dilarang menyebarluaskan sebagian atau seluruh terjemahan ini tanpa seizin tertulis dari penerjemah. Jika telah mendapatkan izin untuk disebarluaskan maka tidak boleh menambah atau mengurangi apa pun yang terdapat di terjemahan ini dari awal sampai akhir, dan linknya harus tetap dicantumkan. Tidak boleh mengubah apa pun sebagaimana yang tercantum di sini. Mengambil tanpa izin berarti mencuri dan akan menjerumuskan pada karma buruk (akusala karma) serta alam-alam penderitaan. Kita hendaknya tidak merendahkan diri kita sendiri sebagai pencuri.

Berikut ini adalah Mantra Lima Naga (五龍咒 Wǔ lóng zhòu) yang diambil dari kanon Agama Dao (Daozang), yakni Kumpulan Ajaran Asali Dao, bagian 62 (道法會元 Dàofǎhuì yuán : 卷六十二)-Zhonghua Daozang 1286 atau Zhengtong Daozang 1220. Bunyinya adalah sebagai berikut:

 

黑雲騰霧,太乙撫朝。玉霞洞虛,落陰龍從。鐵扎一落,雨師扶車。召龍負水,元精四施。太乙皓翁,關伯五. 急急如太上律令敕

 

Hēi yún téng wù, tài yǐ fǔ cháo. Yùxiá dòng xū, luò yīn lóng cóng. Tiě zhā yī luò, yǔ shī fú chē. Zhào lóng fù shuǐ, yuán jīng sì shī. Tài yǐ hào wēng, guān bó wǔ lóng. Jí ji rú tài shàng lǜlìng chì.

 

Terjemahan:

 

Awan hitam dan kabut nan membumbung ke atas, Tàiyǐ menenangkan pagi hari. Awan merah kumala [menerobos] kehampaan gua [spiritual], naga yīn bergerak mengikuti. Begitu tongkat besi ditancapkan, dewa (guru) hujan mengendarai keretanya. Memerintahkan naga membawa air, hakikat asali menyebar ke empat penjuru. Kakek gemilang Tàiyǐ, Paman Guān, beserta kelima naga, segera laksanakan perintah Mahadewa Tàishàng.

 

Menurut saya, mantra ini sangat penting mengingat saat ini dunia kita menghadapi perubahan iklim yang ekstrim, dimana bencana kekeringan sudah mengancam di depan mata.

 

 

Jumat, 15 Mei 2026

ULASAN TENTANG MAKAM HIDUP ATAU SHENGJI

 ULASAN TENTANG MAKAM HIDUP ATAU SHENGJI

 

Ivan Taniputera

15 Mei 2026

 

Dilarang menyebarluaskan sebagian atau seluruh artikel ini tanpa seizin penulis secara tertulis. Jika telah mendapatkan izin tertulis maka tidak boleh menambah atau mengurangi apa pun yang terdapat di terjemahan ini dari awal sampai akhir, dan linknya harus tetap dicantumkan. Tidak boleh mengubah apa pun sebagaimana yang tercantum di sini. Mengambil tanpa izin berarti mencuri dan akan menjerumuskan pada karma buruk (akusala karma) serta alam-alam penderitaan. Kita hendaknya tidak merendahkan diri kita sendiri sebagai pencuri.

Pada artikel kali ini saya akan mengulas mengenai “makam keberuntungan bagi orang masih hidup” atau shēngjī. Agar ringkas dan tidak terlalu panjang dalam artikel ini kita akan menyebutnya sebagai “makam hidup” saja. Adapun tulisan tentang shēngjī dalam bahasa Indonesia masih sangat jarang. Ini menjadi alasan utama mengapa artikel ini ditulis. Artikel ini bukan merupakan anjuran bagi Anda untuk membuat makam hidup, melainkan sekedar sebagai upaya pelestarian budaya saja.

 

APAKAH ITU SHĒNGJĪ ATAU “MAKAM HIDUP”?

 

Untuk mengawali artikel ini, perlu diungkapkan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan shēngjī atau “makam hidup.” Shēngjī () terdiri dari dua kata; yakni:

 

  • (Shēng), yang berarti kehidupan, hidup, atau lahir.
  • (Jī), yang berarti landasan.

 

Dengan demikian, secara harafiah shēngjī dapat diartikan sebagai “landasan kehidupan.” Lalu jika disebut “makam hidup,” lalu makam apakah yang dimaksud? Makam hidup adalah makam yang dipergunakan “memakamkan” potongan rambut, potongan kuku, tetesan darah, pakaian, dan berbagai benda lain milik seseorang yang masih hidup. Jadi secara ringkas yang “dimakamkan” di sini adalah benda-benda yang mengandung DNA seseorang masih hidup. Dengan kata lain yang “dimakamkan” di sini bukan orang yang sudah meninggal. Karenanya, ini bukan makam dalam pengertian sehari-hari.

 

APAKAH TUJUAN MEMBUAT ATAU MEMBANGUN MAKAM HIDUP?

 

Tujuan seseorang membuat atau membangun makam hidup adalah untuk memperbaiki nasib. Misalnya ia sedang mengalami kehidupan yang buruk atau penuh masalah. Begitu pula dengan seseorang yang sudah menderita penyakit berat dan berharap kesembuhan serta panjang usia. Oleh karenanya, secara umum dan ringkas kita boleh mengatakan bahwa tujuan membangun makam hidup adalah demi memperbaiki nasib; yakni mengubah nasib buruk menjadi nasib baik.

 

Berikut ini adalah antara lain hal-hal yang konon dapat diperoleh melalui pembuatan makam hidup yang baik:

 

1.Keberuntungan dan kemakmuran.

2.Kemajuan karir.

3.Mendapatkan jodoh yang baik.

4.Memperoleh keturunan bagi yang sulit mendapatkannya.

5.Realisasi spiritual.

 

BAGAIMANA CARA BEKERJANYA?

 

Makam hidup ini berkaitan dengan ilmu Fengshui, yakni memanfaatkan suatu lokasi baik dan menguntungkan guna memberikan energi keberuntungan pada benda-benda mengandung DNA orang tersebut. Dengan energi keberuntungan yang mengalir pada benda-benda tersebut, maka diharapkan pemiliknya juga akan mememperoleh keberuntungan atau perubahan nasib serta terpenuhinya berbagai permohonan.

 

Suatu lokasi yang memiliki Fengshui istimewa harus dipilih sebagai tempat membangun makam hidup. Tempat itu harus memiliki jalur/ urat nadi naga (longmai) yang baik, arah datang serta pergi air menguntungkan, dan lain sebagainya. Secara ringkas adalah memanfaatkan berbagai bentang alam, seperti gunung, sungai, hutan, serta dataran yang baik secara Fengshui untuk mengalirkan energi keberuntungan bagi makam hidup di lokasi tersebut. Pemilihan tempat ini bukan sesuatu yang mudah. Tempat itu harus sempurna. Bila ada ketidaksempurnaan, maka akan menjadi sia-sia.

 

SEJARAH MAKAM HIDUP

 

Sejarah makam hidup diawali dari seorang ahli Fengshui bernama Yang Jiupin (Yang Gong), yang hidup semasa Dinasti Tang (618-906). Beliau berpendapat bahwa kondisi bentang alam dapat mengubah nasib seseorang. Namun nampaknya sebelum Beliau, makam hidup juga sudah dikenal. Beberapa tokoh yang pernah membangun makam hidup adalah Zhang Liang (asisten Liu Bang-pendiri Dinasti Han) dan Yao Chong.

 

Diriwayatkan bahwa Zhang Liang berhasil menemukan lokasi “Tempat Kediaman Naga Sejati” dan membangun makam hidupnya di sana. Ia lalu melakukan pelatihan spiritual di sana serta berhasil memperoleh energi spiritual yang kuat. Beliau lalu membantu Liu Bang mendirikan Dinasti Han (206 SM – 220 M).

 

Selanjutnya, di sepanjang dinasti yang silih berganti banyak tokoh menerapkan metoda ini, bahkan hingga ke zaman modern.

 

BENDA-BENDA YANG HARUS DISIAPKAN

 

Benda-benda yang mengandung DNA seseorang itu, seolah-olah dianggap mewakili tubuh orang itu sendiri. Adapun benda-benda itu adalah:

 

1.Tulisan nama lengkap, alamat lengkap, dan Bazi (delapan karakter) seseorang pada apa yang disebutkan papan kayu panjang umur (changsheng paiwei). Bagi pria bahannya adalah kayu dedalu (willow), sedangkan untuk kaum wanita bahannya adalah kayu persik.

2.Potongan kuku tangan dan kaki.

3.Potongan rambut.

4.Satu perangkat pakaian dalam serta luar yang pernah dipakai. Jadi tidak boleh pakaian baru, karena belum membawa DNA orang tersebut

5.Tetesan darah, bisa dititikkan pada kertas atau pakaian.

6.Sepasang kaus kaki pernah dipakai.

7.Sepasang sepatu pernah dipakai.

 

Demikian daftar lengkap barang-barang diperlukan.

 

WAKTU PELAKSANAAN

 

Waktu melaksanakan pembuatan makam hidup harus memilih tanggal dan jam yang baik.

 

Selain itu, tidak boleh dilakukan pada sembarang tahun. Berikut ini adalah rumusnya.

 

1.游魂絕命 (Yóu Hún Jué Mìng = Jiwa mengembara pemutus nyawa) — [Buruk/]

​2.催官進祿 (Cuī Guān Jìn Lù = Peningkatan pesat jabatan beserta kemakmuran) — [Baik/]

​3.長命富貴 (Cháng Mìng Fù Guì = Panjang usia dan makmur) — [Baik/]

​4.黃泉急 (Huáng Quán Jí Jiǎo = Mata air kuning) — [Buruk/]

​5.生氣生罡 (Shēng Qì Shēng Gāng = Energi kehidupan nan tiada sirna) — [Baik/]

​6.進祿服得 (Jìn Lù Fú Dé = Kemakmuran dan kebajikan) — [Baik/]

​7.催屍的殺 (Cuī Shī De Shā = Percepatan kematian dan energi pembunuh) — [Buruk/]

​8.延年增壽 (Yán Nián Zēng Shòu = Senantiasa muda serta panjang umur) — [Baik/]

​9.迎財進寶 (Yíng Cái Jìn Bǎo = Menyambut rejeki beserta permata) — [Baik/]

​10.滅魂急 (Miè Hún Jí Jiǎo = Pemusnah jiwa) — [Buruk/]

​11.喜益合祿 (Xǐ Yì Hé Lù = Kebahagiaan dan keselarasan keberuntungan) — [Baik/]

​12.增齡進祿 (Zēng Líng Jìn Lù = Peningkatan usia dan kemakmuran) — [Baik/]

 

Cara menggunakan rumus di atas adalah sebagai berikut. Urutannya dihitung dari cabang bumi atau shio tahun kelahiran seseorang. Misalnya, seseorang bershio kuda, maka tahun kuda dihitung sebagai pertama, yakni jatuh pada Yóu Hún Jué Mìng yang buruk (). Dengan kata lain, orang bershio kuda jangan membangun makam hidup pada tahun kuda. Lalu tahun berikutnya atau tahun kambing adalah jatuh pada nomor dua; yakni Cuī Guān Jìn Lù. Ini merupakan tahun yang baik (), sehingga orang yang bershio kuda cocok membangun makam hidup di tahun kambing. Demikian seterusnya.

 

METODOLOGI

 

Terdapat ritual-ritual tertentu yang harus dilakukan, sehingga energi dari bentang alam sanggup mengalir serta memberikan dampak menguntungkan bagi makam hidup. Ritual-ritual itu mungkin berbeda-beda pada para praktisi, sehingga tidak akan diungkapkan di sini. Beberapa di antaranya juga mungkin bersifat esoteris (rahasia). Kendati demikian, secara umum ini diawali dengan memasukkan barang-barang keperluan makam hidup ke dalam guci. Kemudian persiapkan lubang untuk menanam guci tersebut. Sebelumnya, perlu dijalankan ritual memohon izin pada Dewa Bumi setempat. Ritual ini ditutup dengan berterima kasih pada Dewa Bumi setempat atas kelancaran pembuatan makam hidup.

 

RUMUS TULISAN PADA PAPAN KAYU PANJANG UMUR

 

Jumlah aksara pada Papan Kayu Panjang Umur juga harus diperhitungkan dengan teliti atau tidak boleh sembarangan. Rumusnya adalah sebagai berikut:

 

1.Sheng ( - Lahir): Melambangkan awal yang baru, pertumbuhan, dan keberuntungan. (Sangat Baik)

​2.Lao ( - Tua): Melambangkan kematangan, penghormatan, dan panjang umur. (Baik)

​3.Bing ( - Sakit): Melambangkan kelemahan, penyakit, dan nasib buruk. (Buruk)

​4.Si ( - Mati): Melambangkan akhir, kegagalan, dan kehancuran. (Sangat Buruk)

​5.Ku ( - Sengsara): Melambangkan kesulitan hidup dan kemiskinan. (Buruk)

 

Aksara pertama tiba pada sheng, aksara kedua pada lao, aksara ketiga pada bing, dan demikian seterusnya. Setelah ku, maka kembali lagi ke awal, hingga aksara terakhir. Jatuhnya aksara terakhir tidak boleh pada bing, si, serta ku. Bila jatuh pada hitungan buruk, maka tambahkan satu atau beberapa aksara bermakna baik, sehingga aksara terakhir jatuh pada sheng atau lao.

 

APAKAH MEMBUAT MAKAM HIDUP BENAR-BENAR DAPAT MENDATANGKAN MANFAAT?

 

Ada banyak cara dalam ilmu metafisika yang bertujuan meningkatkan keberuntungan. Salah satunya adalah membuat makam hidup ini. Kendati demikian, jika kita percaya pada tata cara tersebut, maka itu bisa jadi akan mendatangkan manfaat. Namun jika tidak memercayainya, maka tiada manfaat pula yang dirasakan. Jadi, semuanya bergantung apakah kita percaya atau tidak.

 

Demikian sekilas ulasan mengenai makam hidup. 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .


PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.