Rabu, 15 Juli 2009

Foto Kelenteng di Probolinggo (Diambil tanggal 17 Oktober 2007)

Foto Kelenteng di Probolinggo (Diambil tanggal 17 Oktober 2007)

Picture of a Temple in Probolinggo (Taken October 17th 2007)

Ini adalah kelenteng di Probolinggo yang dewa utamanya adalah Chenfu Zhenren (Hokkian: Tan Hu Cu Jin). Karena saat kunjungan tidak ada pengurusnya, belum didapat keterangan mengenai sejarah kelenteng ini.

This is a temple in Probolinggo whose main deity Chenfu Zhenfen (Hokkian: Tan Hu Cu Jin) is . Because at the time of visit, there were no people in charge who know the temple history well, the information about history of this temple is not yet known.

Foto ini hanya boleh diambil dengan izin khusus dan harus menyebutkan sumbernya:

Picture may be taken with special permission and must mention the source:

Ivan Taniputera/ sejarahastrologimetafisika.blogspot.com/ sejarah-astrologi-metafisika.co.cc.
Tampak depan kelenteng

Ruangan samping tempat altar bagi Buddha Sakyamuni

Selasa, 14 Juli 2009

Foto dengan Acharya Lianhong pada tanggal 22 April 2007

Foto dengan Acharya Lianhong pada tanggal 22 April 2007

Berikut ini adalah foto saya dengan seorang acharya kulit hitam pertama dari Inggris, yakni Lian Hong Shangshi di Vihara Vajra Bhumi Arama Surabaya.

Picture with Vajra Acharya Lianhong at April 22nd 2007

This is my picture with Vajra Acharya Lianghong, the first black vajra master from England: Lianhong Shangshi in Vajra Bhumi Arama Buddhist Temple Surabaya


Foto-foto Saat Peringatan Kongco Sanbao Daren

Foto-foto Saat Peringatan Kongco Sanbao Daren tanggal 30 Juli 2008 di Kelenteng Gedong Batu Semarang

Kongco Sanbao Daren (Hokkian: Sam Poo Tay Jien) adalah gelar bagi Admiral Zheng He (Hokkian: Cheng Hoo) yang pernah memimpin ekspedisi samudera besar-besaran semasa Dinasti Ming (1368 - 1644). Pelayaran samuderanya jauh lebih dahulu dibandingkan Kolombus.

Foto-foto ini boleh diambil untuk publikasi asalkan menyebutkan sumbernya dan memberitahu terlebih dahulu pada pemilik blog ini.

Sumber: Ivan Taniputera/ sejarahastrologimetafisika.blogspot.com/ sejarah-astrologi-metafisika.co.cc.

Pictures of Admiral Zhenghe Festival at Juli 30th 2008 in Gedong Batu Temple Semarang

Kongco Sanbao Daren (Hokkian: Sam Poo Tay Jien) is the title of Admiral Zheng He (Hokkian: Cheng Hoo). One of the biggest sea explorer in the world. He led sea expeditions during the period of Ming Dinasty (1368 - 1644). His sea exploration was prior to Christopher Colombus.

These pictures may be taken for publication if the source is mentioned and send the information to the owner of this blog.

Sumber: Ivan Taniputera/ sejarahastrologimetafisika.blogspot.com/ sejarah-astrologi-metafisika.co.cc.


Foto 30072008_1328







Foto 30072008_1455




Upacara Agni Hotra Pada tanggal 20 Mei 2007

Upacara Agni Hotra Pada tanggal 20 Mei 2007

Pada tanggal 20 Mei 2007, saya diundang oleh teman yang berasal dari Bali ke tempat kediaman mereka di sebuah perumahan daerah Sidoarjo untuk menyaksikan berlangsungnya upacara Agnihotra.

Mereka adalah penganut aliran keagamaan Hare Krishna. Berikut ini adalah foto-foto saat berlangsungnya upacara tersebut.

Foto-foto berikut ini adalah koleksi pribadi, sehingga tidak boleh dipergunakan untuk publikasi.

Agnihotra Ceremony at May 20th 2007

At May 20th 2007, I was invited by my Balinese friends to their house in Sidoarjo to see Agnihotra religious ceremony.
They are the followeres of Hare Krishna religious movement.
These pictures are private collection and not to be published openly in every kind of media.

Foto 20052007_1119

Foto 20052007_1121


Foto 20052007_1136



Foto 20052007_1154


Senin, 13 Juli 2009

Foto-foto Upacara Peringatan Kongco Baosheng Dadi tanggal 14 Juni 2007

Foto-foto Upacara Peringatan Kongco Baosheng Dadi tanggal 14 Juni 2007

Ivan Taniputera

Kongco Baosheng Dadi yang dalam dialek Hokkian juga disebut Poo Sheng Tay Tee (Maharaja Pelindung Kehidupan) adalah tabib legendaris pada zaman Dinasti Song (960 - 1278). Berikut ini adalah beberapa foto saat peringatan Beliau yang diadakan pada tanggal 14 Juni 2007 di Kelenteng Tay Kak Sie Semarang. Foto-foto lainnya menyusul)

Foto-foto ini DILARANG diambil tanpa izin. Mengambil tanpa izin berarti mencuri. Kita hendaknya tidak merendahkan diri kita sendiri sebagai pencuri.


Kongco Baosheg Dadi (Hokkian: Poo Sheng Tay Tee or The Lord of Life Protector) is a legendary doctor who lived in the time of Song Dinasty (960 - 1278). The following pictures are taken during his celebration festival in Tay Kak Sie Tempel Semarang at June 146h, 2007.

These photos are NOT allowed to be taken without permission. Taking without permission is stealing. We should not degrade ourselves as thieves.

Foto 14062007_2003

Foto 14062007_1804



Foto 14062007_1824






Foto 14062007_2005


Foto 14062007_2009

Semoga bermanfaat.

Kamis, 09 Juli 2009

Dasar-dasar Astrologi Tiongkok



Dasar-dasar Astrologi Tiongkok
Basic of Chinese Astrology


(Ivan Taniputera, 3 Januari 2008)ivan_taniputera@yahoo.com

Pendahuluan

Makalah ini dimaksudkan sebagai pengantar untuk memahami pandangan kosmologi Tiongkok mengenai interaksi antara alam dan kehidupan manusia. Karena sifatnya yang hanya sebagai pengantar, maka penjelasan yang terdapat dalam makalah ini kebanyakan bersifat penyederhanaan dari konsep sebenarnya yang jauh lebih rumit. Para pembaca yang berminat untuk mengetahui lebih jauh disarankan untuk mencari literatur atau bacaan yang lebih mendalam.
Secara ringkas, alam dan manusia pastilah saling mempengaruhi satu sama lain. Alam sebagai makrokosmos dan manusia sebagai mikrokosmos mengalami interaksi yang terus menerus dan tanpa henti.



Siklus lima unsur

Kosmologi Tiongkok mengenal apa yang dinamakan lima unsur yakni: api, tanah, logam, air, dan kayu. Di antara masing-masing unsur ini terdapat dua macam hubungan atau siklus utama:







1.Saling menghasilkan
2.Saling menghancurkan

Adapun siklus saling menghasilkan adalah:

Logam menghasilkan air (logam bila dipanaskan akan mencair)
Air menghasilkan kayu (air diperlukan agar tumbuhan dapat hidup)
Kayu menghasilkan api (kayu dibakar menghasilkan api)
Api menghasilkan tanah (hasil pembakaran adalah abu/ tanah)
Tanah menghasilkan logam (logam ditambang dari bumi/ tanah)

Adapun siklus saling menghancurkan adalah:

Api menghancurkan logam (api membuat logam menjadi mencair)
Logam menghancurkan kayu (untuk memotong kayu diperlukan logam)
Kayu menghancurkan tanah (kayu menyerap sari makanan dari tanah)
Tanah menghancurkan air (tanah menyerap air)
Air menghancurkan api (air memadamkan api)


















Kelima unsur ini janganlah ditafsirkan secara harafiah dan hendaknya dianggap sebagai lima energi di alam semesta, yang sesungguhnya bersifat abstrak; dimana kelima energi itu selalu mengalami siklus-siklus yang disebutkan di atas.
Masing-masing energi di atas menguat dan melemah seiring dengan berjalannya waktu.



Sepuluh Batang Langit dan Lima Cabang Bumi

Bangsa Tiongkok kuno menggunakan apa yang dinamakan sepuluh batang langit (kita singkat: 10 BL) dan dua belas cabang bumi ( 12 CB) dalam penanggalan mereka. Usia 10 BL dan 12 CB ini sudah sangat tua, karena para raja Dinasti Shang (sekitar abad 18 SM – 1122 SM) menggunakannya sebagai nama mereka.
.


Bila diperhatikan dengan seksama, maka dibalik masing-masing batang langit dan cabang bumi itu terdapatlah lima unsur yang dipadukan dengan polaritas yin dan yang.
Batang langit dan cabang bumi ini selanjutnya memiliki dua macam penerapan, yakni dimensi waktu dan arah. Oleh karena itu, kita akan memisahkan pembahasan kita selanjutnya menjadi dimensi arah dan waktu.

DIMENSI WAKTU
Dimensi waktu dan hubungannya dengan batang langit dan cabang bumi
10 BL dan 12 CB di atas lalu saling dipadukan untuk menandai tahun, bulan, hari, dan jam. Secara keseluruhan terdapat 60 perpaduan batang langit dan cabang bumi. Inilah yang disebut sistem Jiazi (diambil dari nama batang langit pertama dan cabang bumi pertama.

Adapun keenampuluh Jiazi itu adalah sebagai berikut:



Siklus ini berulang setiap enampuluh tahun sekali.

Siklus Taishui

Siklus enam puluh tahun ini bersesuaian dengan satu kali revolusi yang diperlukan oleh planet Yupiter dalam mengelilingi matahari. Siklus ini juga dikenal dengan siklus Taishui atau Penguasa Tahun (Inggris: Grandduke). Dengan demikian, masing-masing tahun terdapat penguasa atau dewa Taishuinya sendiri-sendiri. Untuk tahun 2007, dewa penguasa tahun atau Taishuinya bernama Feng Qi. Adapun nama-nama dewa Taishui itu diambil dari nama para pahlawan di zaman dahulu. Oleh karena itu secara keseluruhan terdapat 60 dewa Taishui.

Oleh karena itu, kalau kita amati dengan seksama, masing-masing dewa Taishui itu sesungguhnya melambangkan perpaduan cabang bumi dan batang langit masing-masing tahun yang berlaku.


Bazi
Di atas telah dikemukakan bahwa bangsa Tiongkok menandai tahun dengan bantuan 10 BL dan 12 CB. Hal ini berlaku pula dalam menandai saat kelahiran seseorang. Masing-masing tahun, bulan, hari, dan jam memiliki paduan batang langit dan cabang buminya sendiri-sendiri. Oleh karena itu, setiap orang memiliki 4 batang langit dan 4 cabang bumi yang dikenal sebagai delapan karakter atau bazi. Sebagai contoh adalah seorang pria yang dilahirkan pada tanggal 12 Januari 1982 pukul 15:40. Bazi atau delapan karakternya akan nampak seperti gambar di bawah ini:



Bagian atas adalah batang langit, sedangkan yang bawah adalah cabang buminya. Berdasarkan Bazi, yang dianggap unsur diri adalah batang langit hari. Jadi unsur diri orang di atas adalah kayu.
Langkah berikutnya adalah menentukan kuat atau lemahnya unsur diri di atas. Namun, karena makalah kali ini hanya sebagai pengantar saja, kita tidak akan membahas secara terperinci bagaimana menentukan kuat atau lemahnya unsur diri. Tetapi secara ringkas adalah sebagai berikut:

Pria di atas terlahir pada bulan yang cabang buminya adalah tanah. Ini berarti bahwa pada bulan tersebut tanah sedang kuat. Ingat bahwa kayu menghancurkan tanah (lihat siklus lima unsur di atas). Oleh karena itu, tanah adalah unsur lawan bagi kayu.
Kita melihat bahwa pada bazi orang di atas, banyak memiliki unsur logam. (4 unsur logam). Ingat bahwa logam menghancurkan kayu. Jadi logam adalah unsur lawan bagi kayu.
Unsur kawan bagi kayu hanya satu, yakni Jia atau kayu yang berada di batang langit jam.

Karena unsur lawan terlalu banyak, kita menganggap bahwa pria di atas merupakan orang kayu lemah.

Pembahasan lima unsur secara lebih mendalam

Setelah mengulas mengenai bazi secara ringkas berdasarkan contoh di atas, kita dapat menggolongkan lima unsur yang ada ke dalam dua kelompok, yakni kelompok KAWAN dan Lawan. Adapun yang dimaksud dengan kelompok lawan adalah:

Unsur yang menghancurkan unsur diri (disebut Zhengguan atau Qisha)
Unsur yang dihasilkan oleh unsur diri (karena dengan menghasilkan unsur lain, maka unsur diri akan hilang atau bertambah lemah) – disebut Shangguan atau Shishen)
Unsur yang dikalahkan oleh unsur diri (disebut Zhengcai atau Piancai)

Sedangkan yang dimaksud dengan kelompok kawan adalah:

Unsur yang sama dengan unsur diri (disebut Jiecai atau Bijian)
Unsur yang menghasilkan unsur diri (disebut Zhengyin atau Pianyin)

Prinsip dari kosmologi Tiongkok adalah keseimbangan, jadi bila unsur diri terlalu kuat, maka harus dilemahkan, sehingga unsur lawan merupakan unsur yang BAIK bagi dirinya. Sebaliknya bila unsur diri terlalu lemah, maka harus dikuatkan, sehingga unsur kawan merupakan unsur yang BAIK bagi dirinya.
Masing-masing unsur yang ada itu melambangkan aspek-aspek tertentu dalam kehidupan manusia. Bagi unsur diri kuat, Jiecai dan Bijian tidak baik bagi dirinya, karena tambahan Jiecai beserta Bijian hanya akan memperkuat unsur dirinya saja. Menurut bazi, jiecai dan bijian melambangkan kemiskinan bagi orang yang unsur dirinya kuat. Sebaliknya bagi orang yang unsur dirinya lemah, tentu saja jiecai dan bijian akan sangat baik bagi dirinya; karena akan memperkuat unsur diri. Bagi orang yang unsur dirinya lemah, jiecai dan bijian justru melambangkan kekayaan. Unsur-unsur lainnya juga memiliki maknanya masing-masing bagi kehidupan seseorang, tergantung kuat atau lemahnya unsur diri. Kita tidak akan membahas hal ini secara lebih terperinci. Namun kita dapat meringkas bagian ini sebagai berikut:

Masing-masing unsur yang ada memiliki pengaruh negatif dan positif bagi setiap pribadi yang ada di muka bumi ini.

Pengaruh Taishui dalam kehidupan manusia

Kita telah mengulas siklus jiazi yang berjumlah enam puluh dan masing-masing dilambangkan dengan satu dewa Taishui. Karena siklus jiazi terbentuk dari pasangan batang langit dan cabang bumi, maka di balik semua itu adalah lima unsur. Bila unsur-unsur yang terkandung dalam tahun yang berlaku adalah unsur yang baik bagi pribadi bersangkutan, ia boleh mengharapkan keuntungan pada tahun tersebut.
Sebagai contoh, mari kita analisa bagaimana pengaruh tahun 2008 bagi pria yang lahir pada tanggal 12 januari 1982 di atas. Tahun 2008 pasangan batang langit dan cabang buminya adalah Wuzi. Wu berunsur tanah dan zi berunsur air. Tanah merupakan unsur yang kurang baik bagi pria berunsur kayu lemah di atas (unsur lawan), sedangkan zi merupakan unsur yang baik (unsur kawan). Selanjutnya kita melihat bahwa unsur cabang bumi tahun 2008 adalah air, sehingga kita dapat melihat bahwa tahun 2008 dapat mendatangkan keuntungan bagi pria ini. Namun batang langitnya adalah tanah, yang merugikan bagi orang itu. Karena tanah menghancurkan air, kita boleh menyimpulkan bahwa pria tersebut pada tahun 2008 akan mendapatkan keuntungan, tetapi jalannya tidak mudah dan ia akan mendapatkan banyak halangan pula.
Tentu saja contoh di atas adalah analisa bazi yang sangat disederhanakan. Analisa yang lengkap jauh lebih rumit dan mempertimbangkan banyak faktor. Namun berdasarkan contoh ini, diharapkan kita semua dapat memperoleh gambaran bagaimana interaksi antara dimensi waktu dengan kehidupan seseorang. Jika dimensi waktu tidak menguntungkan bagi seseorang, inilah yang disebut chong.
Ilmu bazi mengenal pula apa yang dinamakan Enam Pertentangan atau Liuchong antara cabang bumi:

Zi (tikus) – Wu (kuda)
Chou (kerbau) – Wei (kambing)
Yin (harimau) – Shen (kera)
Mao (kelinci) – You (ayam)
Chen (naga) – Xu (anjing)
Si (ular) – Hai (babi)

Jika seseorang terkena salah satu di antara Liuchong ini maka akan berdampak kurang baik dalam kehidupannya.

DIMENSI ARAH

[Dalam taraf penyusunan]

10 BL dan 12 CB juga memenuhi arah mata angin. Berbeda dengan kompas di Barat yang umumnya hanya mengenal 8 arah mata angin, kompas di Tiongkok mengenal 24 arah mata angin.

Taishui dan dimensi arah

Berikut ini adalah daftar arah Taishui pada setiap tahunnya. Rumah-rumah yang menghadap arah-arah tersebut hendaknya tidak direnovasi saat tahun berlakunya Taishui yang bersangkutan. Dalam bahasa Inggris Taishui sering disebut sebagai Tuan Besar atau Grand Duke.

Pada tahun Tikus (Zi) Taishuinya berada di utara.
Pada tahun Sapi (Chou) Taishuinya berada di timur laut (north east).
Pada tahun Macan (Yin) Taishuinya berada di timur laut (north east).
Pada tahun Kelinci (Mao). Taishuinya berada di timur (east).
Pada tahun Naga (Chen) Taishuinya berada di tenggara (south east)
Pada tahun Ular (Si) Taishuinya berada di tenggara (south east)
Pada tahun Kuda (Wu) Taishuinya berada di selatan (south)
Pada tahun Kambing (Wei) Taishuinya berada di barat daya (south west)
Pada tahun Kera (Shen) Taishuinya berada di barat daya (south west)
Pada tahun Ayam (You) Taishuinya berada di barat (west)
Pada tahun Anjing (Xu) Taishuinya berada di barat laut (north west)
Pada tahun Babi (Hai) Taishuinya berada di barat laut (north west)

Contoh: rumah saya menghadap utara. Apakah pada tahun 2008 boleh direnovasi?
Jawab: Tahun 2008 adalah Wuzi atau tahun tikus (dapat dilihat pada almanac); jadi Taishuinya menghadap ke utara, karena itu rumah Anda tidak boleh direnovasi. Arah lainnya BOLEH direnovasi.

Pada zaman dahulu, para panglima perang menghindari berperang menghadap arah Taishui tahun itu, karena berpotensi menimbulkan kekalahan. Demikian semoga bermanfaat.


Segi ilmiah metafisika Tiongkok

Kini kita akan beralih pada segi ilmiah metafisika Tiongkok. Banyak orang yang salah sangka dan menyatakan bahwa ilmu metafisika Tiongkok adalah tahayul. Kita patut mengakui bahwa sesuatu yang berbau tahayul setidaknya ada dalam ilmu metafisika Tiongkok. Meskipun demikian, tidaklah bijaksana bila kita menganggap bahwa metafisika Tiongkok adalah sepenuhnya tahayul. Metafisika Tiongkok memanfaatkan dua hal, yakni faktor waktu dan arah. Ternyata faktor waktu dan arah ini memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia serta makhluk lain sesama penghuni bumi. Sebagai contoh, di Jerman yang negaranya maju sekalipun, pertanian tetap memperhitungkan faktor waktu, yakni menanti tibanya musim semi serta musim panas. Jadi meskipun teknologi sudah maju, hingga saat ini manusia belum dapat melawan hokum alam, terutama faktor waktu. Contoh lainnya, adalah migrasi burung, yang memanfaatkan faktor waktu dan arah. Pada saat musim dingin hendak tiba, beberapa jenis burung akan bermigrasi mencari tempat yang lebih hangat. Kendati tak mempunyai kompas atau alat navigasi lainnya, burung-burung itu tidak pernah tersesat. Mengapa? Karena mereka sanggup menjadikan medan magnetic bumi sebagai pedoman.
Medan magnetik bumi adalah suatu kekuatan tak kasat mata yang sanggup membantu burung bernavigasi. Inilah sebenarnya yang juga menjadi bahan studi ilmu Fengshui (Hokkian: Fengshui). Fengshui berusaha memanfaatkan garis medan magnetik bumi serta aliran energi tak kasat mata (qi) demi kepentingan umat manusia yang tinggal dalam suatu bangunan.
Konsep mengenai Taishui dan dimensi waktu serta arah juga memiliki makna konservasi atau pelestarian lingkungan, karena pada saat berkuasanya Taishui di suatu arah tertentu, maka pada penjuru atau lokasi tersebut tidak boleh dilakukan perluasan atau penebangan hutan. Ini memberikan kesempatan pada tumbuhan yang ada di daerah tersebut untuk menghijau kembali.
Memang benar, semua hari adalah baik, meskipun demikian masing-masing bagian waktu memiliki kecocokan tersendiri guna melakukan berbagai aktifitas. Sebagai contoh, mandi pada saat malam hari tidaklah sehat. Ini bukan berarti bahwa malam hari adalah buruk. Melainkan semata-mata malam hari tidaklah cocok untuk melakukan aktifitas mandi.

Selasa, 07 Juli 2009

AKHIRNYA TEMBUS 100 KERAJAAN!

Perkembangan Terakhir Proyek Penulisan Buku Sejarah Kerajaan Nusantara - Tembus 100 Kerajaan !
7 Juli 2009

(Recent Development of Project “History of Indonesian Kingdoms and Princely States, July 7th 2009)

Pada hari ini berhasil dikumpulkan data sejarah 100 kerajaan di Indonesia! Saya berharap akan mendapatkan lebih banyak data lagi untuk melengkapi buku saya.
(Today I am able to collect the historical records of 100 kingdoms and princely states. I hope to get more datas to complete my book)

Akhirnya, saya berhasil juga mengumpulkan data 100 kerajaan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, padahal sebelumnya saya dilanda pesimisme akan dapat menyelesaikan proyek ini. Meskipun baru sepertiga dari keseluruhan jumlah kerajaan yang ada (300 kerajaan), tetapi perkembangan hari ini boleh dikatakan menggembirakan. Saya optimis akan dapat mendapatkan sisanya lagi. Adapun data kerajaan-kerajaan yang dapat saya kumpulkan hingga hari ini adalah sebagai berikut:

Today, I am able to collect historical record of 100 kingdoms an princely states in Indonesia; which are located from Sabang until Merauke. In the begining, I was overwhelmed by such a feeling of uncertainty whether I can finish this project or not. But today’s development seems bring promises for the future, although the records are still one third of the 300 kingdoms and princely states ever existed. I am optimist that I can get the rest. The list of already available kingdoms is as following:

Kerajaan-kerajaan di Jawa Barat

1. Banten
2. Priangan
Kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah dan Timur
Demak, Pajang, Mataram
3. Surakarta
4. Yogyakarta
5. Mangkunegaran
6. Pakualaman
7. Madura
Kerajaan-kerajaan di Aceh
8. Aceh
Kerajaan-kerajaan di Gayo (kejuron)
9. Rojo Cek
10. Rojo Buket
11. Rojo Linggo
Kerajaan-kerajaan di Sumatera Utara, Barat, dan Timur
12. Asahan
13. Batak
14. Deli
15. Langkat
16. Minangkabau
17. Indrapura
Kerajaan-kerajaan di Sumatera Selatan
18. Jambi
19. Palembang
Kerajaan-kerajaan di Bengkulu
20. Sungai Serut
21. Selebar
22. Depati Tiang Empat
23. Sungai Lemau
24. Sungai Itam
25. Anak Sungai
Kerajaan-kerajaan di Bali
26. Badung
27. Bangli
28. Buleleng
29. Gianyar
30. Jembrana
31. Karangasem
32. Klungkung
33. Mengwi
34. Tabanan
Kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat
35. Kubu
36. Landak
37. Meliau
38. Mempawah
39. Pontianak
40. Sambas
41. Sanggau
42. Selimbau
43. Simpang
44. Sintang
45. Sukadana
46. Matan
47. Tayan
48. Bunut
49. Jongkong
50. Piasa
51. Suhaid
52. Silat
Kerajaan-kerajaan di Kalimantan Selatan
53. Banjar
Kerajaan-kerajaan di Kalimantan Timur
54. Berau
55. Bulungan
56. Gunung Tabur
57. Kutai Kartanegara
58. Sambaliung
59. Tanah Tidung
Kerajaan-kerajaan di Sulawesi Utara
60. Bolaang
Kerajaan-kerajaan di Sulawesi Tengah
61. Banawa
62. Bangga
63. Banggai
64. Bungku
65. Buol
66. Dolo
67. Kulawi
68. Mori
69. Moutong
70. Palu
71. Parigi
72. Poso
73. Sigi
74. Tawaili
75. Tojo
76. Toli-Toli
77. Una-Una
Kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan
78. Bone
79. Gowa
80. Tallo
Kerajaan-kerajaan di Maluku
81. Ternate
Kerajaan-kerajaan di Nusa Tenggara Barat
kerajaan-kerajaan di Pulau Sumbawa
82. Bima
83. Dompu
84. Pekat (Papekat)
85. Sanggar
86. Sumbawa
87. Tambora
Kerajaan-kerajaan di Nusa Tenggara Timur
Kerajaan-kerajaan di Pulau Flores
88. Manggarai
Kerajaan-kerajaan di Pulau Timor
89. Amabi
90. Amanatun
91. Amanuban
92. Amarasi
93. Amfoan
94. Foenay
95. Helong
96. Insana
97. Kupang
98. Lamakmen
99. Miomaffo
100. Molo