Kamis, 31 Desember 2009

Upacara Kaisar Gunung Timur (Dongye Dadi)

Upacara Kaisar Gunung Timur (Dongye Dadi)


Ceremony of Eastern Mountain Emperor (Dongye Dadi)





Ivan Taniputera


(1 Januari 2010)





Pada tanggal 23 Agustus 2009, Vihara Vajra Bumi Arama, Manyar, Surabaya mengadakan upacara Kaisar Gunung Timur (Dongye Dadi). Tujuan upacara ini adalah melepaskan ikatan dendam antara arwah penagih hutang dengan seseorang.



On August 23rd 2009, Vajra Bumi Arama Temple hold a ceremony of Eastern Mountain Emperor (Dongye Dadi). The purpose of this ceremony is to free somebody from the spirits who want to take revenge toward himself or herself.



file 23082009_1136.jpg
,

Tampak pada gambar adalah pintu gerbang yang dilalui saat berlangsungnya upacara
We can notice in the picture above, gate which is passed through during ceremony.

Kunjungan Tim Peneliti dan Pemerhati Budaya Tionghua Surabaya ke Madura

Kunjungan Tim Peneliti dan Pemerhati Budaya Tionghua Surabaya ke Madura
(Ivan Taniputera, 1 Januari 2009)
Chinese Culture Research and Observer Team from Surabaya visits Madura

Pada tanggal 17 Agustus 2009, Tim Peneliti dan Pemerhati Budaya Tionghua Surabaya mengadakan kunjungan ke Madura, yakni ke kelenteng2 di Bangkalan dan Pamekasan. Berikut ini adalah beberapa foto kunjungan ke sana.
(In the August 17th 2009, Chinese Culture Research and Observer Team Surabaya visited. Some temples in Bangkalan and Pamekasan are team's destination. Below are the pictures which were taken during the visit:)






file 17082009_1024.jpg (foto adalah koleksi pribadi dan tidak boleh diambil tanpa seizin pemilik foto - Ivan Taniputera)

Tampak berdiri di sebelah kiri adalah Ivan Taniputera, sedangkan yang di sebelah kanannya adalah Sdr. Budi Sulaiman. Anggota tim yang melakukan kunjungan ke Madura adalah: Ivan Taniputera, Budi Sulaiman, dan Junaidi Irawan.
(Standing in the left side is Ivan Taniputera, right side is Budi Sulaiman. Team members who visited Madura are Ivan Taniputera, Budi Sulaiman, and Junaidi Irawan).


file 17082009_1019.jpg ((foto adalah koleksi pribadi dan tidak boleh diambil tanpa seizin pemilik foto - Ivan Taniputera)

Uniknya di bagian dalam kelenteng ini terdapat gambar 28 dewa bintang (xiu). Gambar di atas menampilkan ke-14 di antara 28 dewa bintang tersebut.

(What is unique is in this temple, we can say the picture of 28 Star gods (xiu) as presented in the photo above).



FOTO KELENTENG SAMPOKONG (GEDUNG BATU) SEBELUM DIRENOVASI

FOTO KELENTENG SAMPOKONG (GEDUNG BATU) SEBELUM DIRENOVASI
(dimuat 31 Desember 2009)

Berikut ini adalah foto kelenteng Sampokong (Gedung Batu) sebelum direnovasi.



Gambar adalah koleksi pribadi pemilik blog ini.


Jumat, 13 November 2009

Buku Tentang Sejarah Kerajaan Senembah, Serbajadi, dan Denai

BUKU TENTANG SEJARAH KERAJAAN SENEMBAH, SERBAJADI, & DENAI

Berikut ini adalah email saya pada Mr. Donald Pietro Tick (ahli sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara di Negeri Belanda) mengenai beberapa kerajaan-kerajaan kecil di Sumatera Timur. Semoga bermanfaat.

==================================================================

Dear Mr. Donald,

My friend, a fellow historian from North Sumatra send me a book entitled Sari Sejarah Serdang I by Tengku Luckman Sinar. It is very interesting book because within this book there are information about many principalities in East Sumatera, such as:Deli, Serdang, Langkat, Asahan, Senembah, Bedagai, Denai, Percut, etc. If you need this book, I can copy it for you and then send it to your wife in Banjarmasin. Below are some informations you can get from this book.

HISTORY OF SENEMBAH PRINCIPALITY

The ancestor of Senembah was Si Emblang Pinggol from Barus, son of Tuanku Si Gambo-gambo. His son, Raja Poltak married to daughter of Raja Piraus and got a title of Sutan Mengedar Alam.
Senembah Principality then divided into two: Senembah Deli and Senembah Serdang.

Kings of Senembah Deli (capital city: Patumbak) were:
1.Abdul Rahman
2.Sulung Piatu
3.Wan Salim

Kings of Senembah Serdang (capital city Sei Bahasa) were:

1.Zainal Abidin
2.Wan Gontar Alam
3.Wan Bahauddin
4.Wan Bahsyan

PRINCIPALITY OF DENAI

Founded by Tuanku Tawar, brother of Tuanku Umar from Serdang Sultanate. He has four sons: Tengku Jabar, Tengku Matsyekh, Tengku Maja Gerang, and Wan Akhan.
Tengku Tawar was succeeded by Tengku Jabar.
Next kings of Denai were:

Tengku Manja Kaya
Sutan Megah
Rada Yaudin
Sutan Berahim
Mahmud
Sulaiman

Denai then merged to Ramunia district.

PRINCIPALITY OF SERBAJADI

Founded by Tengku Matsyekh, son of Tengku Tawar. He was succeded by Sutan Baik and then Tengku Sutan Deraman.

Regards,

Ivan Taniputera

Sabtu, 08 Agustus 2009

Kehidupan di Zaman Doeloe yang Lebih Murah

KEHIDUPAN DI ZAMAN DOELOE YANG LEBIH MURAH

Ivan Taniputera

9 Agustus 2009



Waktu membongkar arsip-arsip lama, saya menemukan bon berikut ini, yang bertanggal 13 Agustus 1988. Ternyata harga di zaman dahulu sungguh murah. Untuk makan berempat saja tidak sampai Rp. 10.000. Bagi yang tinggal di Semarang, tentunya masih ingat dengan Es Teler 77 yang saat itu masih bertempat di Jalan Dr. Cipto Semarang.



Selasa, 04 Agustus 2009

Beberapa Transliterasi Mandarin Bagi Nama-nama Tokoh dan Tempat di Kepulauan Nusantara Tempo Dulu

Beberapa Transliterasi Mandarin Bagi Nama-nama Tokoh dan Tempat di Kepulauan Nusantara Tempo Dulu

Ivan Taniputera
5 Agustus 2009


Hubungan antara Kepulauan Nusantara dengan Negeri China telah berlangsung semenjak zaman dahulu. Berikut ini adalah beberapa transliterasi Mandarin bagi berbagai nama tempat di Kepulauan Nusantara.

重迦羅 (zhòngjiāluó). Sumber: Xingcha Shenglan, Dinasti Ming, 1436. Merupakan sebutan bagi Pulau Madura. Bila dikembalikan pada nama aslinya, nampaknya mengacu pada Hujung Galuh, atau nama lama bagi Madura.

墮婆登 (duòpódēng). Sumber: Sejarah Lama Dinasti Tang, buku 197. Merupakan sebutan bagi Bali. Podeng itu mengacu pada Bantan, yang merupakan nama lama Bali.
干拖利 (gāntuōlì ). Sumber: Sejarah Dinasti Liang (502 – 557), buku 54. Merupakan sebutan bagi pantai timur Sumatera. Nama ini mengacu pada Kandari atau Gandhari.

思離朱囉無尼佛麻調華 (sīlí zhūluówúnífómádiàohuá). Sumber: Sejarah Dinasti Song (960 – 1279). Ini merupakan raja salah seorang raja Srivijaya, yang mengacu pada Raja Sri Sudhamanivarmadeva).

文郎馬神(wénlángmǎshén) didapat dari Catatan Sejarah Dinasti Ming, buku ke 323. Mengacu pada Banjarmasin.

買哇柔, (Hokkian Be-oa-jiu; Mandarin mǎiwāróu), yang mengacu pada suku Dayak Biaju atau Ngaju.

吉里地悶 (jílǐdìmèn) Sumber: Xingcha Shenglan yang berangka tahun 1436 dari Dinasti Ming. Ini mengacu pada Pulau Timor. Istilah dìmèn sendiri masih dipergunakan untuk menyebut Timor hingga saat ini.

美洺居 (měimíngjū) Sumber: catatan Sejarah Dinasti Ming (1368 – 1644), buku 323,. Nama ini mengacu pada Maluku. Lihat buku Nusantara dalam Catatan Tionghua halaman 165, yang mengejanya sebagai Mi-Li-Kiu.

宰奴里阿必丁已 (zǎi núlǐābì dīngyǐ). Sumber: Sejarah Dinasti Ming, buku 32. Nama salah seorang raja di Sumatera. Nama ini nampaknya mengacu pada Zainul Abidin.

Minggu, 02 Agustus 2009

JURNAL PERDANA PERKEMBANGAN PROYEK PENULISAN DAN DOKUMENTASI SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN NUSANTARA

JURNAL PERDANA PERKEMBANGAN PROYEK PENULISAN DAN DOKUMENTASI SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN NUSANTARA

Saya telah menerbitkan jurnal perdana tentang perkembangan proyek penulisan sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara yang dapat didownload di:

http://www.scribd.com/doc/18024730/History-of-Indonesian-Kingdoms-Sejarah-Kerajaan-Indonesia
dan
http://www.scribd.com/doc/18024437/History-of-Indonesian-Kingdoms-Sejarah-Kerajaan-Indonesia

Semoga bermanfaat