SAYA MENGETAHUI KEBERADAAN KELENTENG ATAU CETIYA INI MELALUI MIMPI
Ivan Taniputera
27 Juli 2026
Saya mengetahui keberadaan kelenteng atau cetiya ini melalui mimpi. Waktu itu saya bermimpi mengunjungi
sebuah kelenteng kecil dan dalam mimpi tersebut, saya diberitahu bahwa itu
adalah "Kelenteng Gabahan." Saya merasa bahwa mimpi tersebut
merupakan pertanda bagi saya untuk mengunjungi kelenteng itu. Saya lalu menanyakan
pada banyak orang mengenai kelenteng tersebut, tetapi mereka semua hanya
mengetahui bahwa di Gabahan terdapat Kelenteng See Hoo Kiong dan Hwie Wie Kiong
saja. Tetapi bukan itu yang saya lihat dalam mimpi. Kelenteng yang saya lihat
dalam mimpi itu ukurannya kecil. Berbeda dengan dua kelenteng tersebut yang
berukuran besar.
Sampai akhirnya sewaktu mencari daftar kelenteng-kelenteng di
Semarang melalui Google Map, saya
mengetahui tentang keberadaan Kelenteng Cetiya Setia Budi ini. Lokasinya di
Jalan Jagalan 48, yang ternyata masih termasuk Kelurahan Gabahan. Dengan
demikian, ini nampaknya yang dimaksud “Kelenteng Gabahan” dalam mimpi saya
tersebut.
Saya langsung meluncur ke sana pada tanggal 24 Juli 2026. Ternyata
kelenteng tersebut sangat mirip dengan yang saya lihat dalam mimpi. Waktu saya tiba
di sana pagar kelenteng dalam keadaan terkunci, tetapi pintu utama kelenteng
dalam keadaan terbuka, sehingga kita masih dapat menyaksikan bagian dalamnya
meski dari luar pagar. Beberapa orang yang saya jumpai mengatakan bahwa kelenteng
ini kondisinya sudah lama terbengkalai.Saya tidak tahu mengapa dalam mimpi, saya
ditunjukkan kelenteng terbengkalai ini. Namun yang penting sesuai amanat mimpi
saya sudah mengunjunginya.
Belakangan saya menerima informasi bahwa kelenteng ini bisa dikunjungi
dengan menghubungi terlebih dahulu nomor telepon atau Whatsapp yang terdapat
pada informasi di Google Map. Pada
lain kesempatan saya mungkin akan mengunjunginya lagi. Sehubungan dengan makhluk-makhluk
suci yang dipuja di sini, maka dari luar pagar saya dapat menyaksikan adanya
tiga rupang Buddha; yakni Buddha Shakyamuni, Buddha Amitabha, dan Buddha
Bhaisajyaguru. Selain itu, di altar utama nampaknya terdapat rupang Dewa Guandi
atau Kwan Kong. Berikut ini foto-foto yang saya ambil.