Tempatnya penggemar Sejarah, Sains, Astrologi, Teknologi, dan Metafisika
Minggu, 27 Juni 2010
Senin, 14 Juni 2010
Peta Kerajaan-kerajaan di Pulau Timor
Peta Kerajaan-kerajaan di Pulau Timor
Di Timor pernah berdiri beberapa kerajaan, seperti Amarasi, Amanuban, Amanatun, Insana, Biboki, dan lain sebagainya. Masing-masing kerajaan tersebut dibagi menjadi beberapa daerah kefettoran, seperti yang nampak pada peta di atas.
Minggu, 13 Juni 2010
Peta Kisah Tiga Negara (Sanguo atau Sam Kok) Map of Three Kingdoms (221 - 280)
Peta Zaman Tiga Negara (Sanguo atau Sam Kok)
Maps of Three Kingdoms
(221 - 280)
Zaman Tiga Negara (220 - 280) merupakan babakan sejarah Tiongkok yang menyusul keruntuhan Dinasti Han. Saat itu kaisar Han terakhir bernama Han Xiandi (Hokkian : Han Hian Tee) diturunkan oleh Cao Bi (Co Pi) putera Cao Cao (Hokkian Co Coh). Cao Bi kemudian mendirikan Kerajaan Wei (Hokkian: Gwie) pada tahun 220. Liu Bei (Hokkian: Lauw Pie) dari Han menyusul mengangkat dirinya sebagai kaisar dan mendirikan Kerajaan Shu (221 - 264, Hokkian: Siok). Tokoh lainnya bernama Sun Quan (Hokkian: Sun Kwan) mendirikan Kerajaan Wu (222 - 280, Hokkian: Gouw). Ketika itu, Lauw Pie dibantu oleh penasihatnya bernama Zhuge Liang (Hokkian: Cukat Liang). Shu dan Wu lantas bersatu dan membentuk aliansi tapi gagal menaklukkan Wei.
Pada tahun 264, Shu ditaklukkan oleh Wei. Setahun kemudian (265), Perdana Menteri Sima Yan (Hokkian: Suma Yam) merebut kekuasaan dan menurunkan kaisar Wei terakhir serta mendirikan Kerajaan Jin (Hokkian: Cin). Kerajaan Jin menaklukkan Wu pada tahun 280. Wu dapat bertahan paling lama karena dilindungi oleh letak geografisnya yang banyak mengandung sungai. Pasukan Wei dan Jin dari utara yang lebih mahir dalam bidang kavaleri sangat sulit menaklukkan Wu. Setelah kekacauan yang terjadi di Wu, barulah Jin dapat menaklukkannya.
Rabu, 09 Juni 2010
Aceh Negeri 100 Kerajaan
ACEH NEGERI 100 KERAJAAN
Ivan Taniputera
Kebanyakan orang hanya pernah mendengar mengenai Kesultanan Aceh, namun jarang yang mengetahui bahwa di Aceh pernah berdiri sekitar 100 kerajaan. Masing-masing kerajaan itu merupakan vasal atau bawahan sultan Aceh dan dipimpin oleh raja yang bergelar uleebalang. Pada mulanya, para uleebalang merupakan raja-raja kecil otonom di wilayahnya masing-masing, yang kemudian ditaklukkan oleh sultan Aceh.
Setelah berakhirnya Perang Aceh, negeri-negeri para uleebalang ini memperoleh status swapraja (zelfbestuur landschappen). Daftar berbagai kerajaan uleebalang tersebut adalah:
• Onderafdeling Sigli, dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Pidie (XII Mukim), kecuali Kale (V Mukim) dan Laweung.
(2) Aree (II Mukim)
(3) Iboih
(4) Aron (III Mukim)
(5) Ie Leubeue (VI Mukim)
(6) Ndjong
(7) Glumpang Payong (III Mukim)
(8) Sama Indra
(9) Bambi dan Oenoe (III Mukim)
(10) Kroeeng Seumideuen
(11) Pineung (III Mukim)
(12) Gighen (Gigieng)
• Onderafdeling Lam Meulo, dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Cumbok (V Mukim)
(2) Titeu (II Mukim)
(3) Troeseb (II Mukim)
(4) Keumala (II Mukim)
(5) Me Tareuem
(6) Andeue dan Lala
(7) Ilot
(8) Tangse
(9) Geumpang
• Onderafdeling Padang Tiji, dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Kale (V Mukim) dan Laweueng
(2) Reubee (V Mukim)
• Onderafdeling Meureudu, dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Meureudu
(2) Trieng Gading
(3) Pante Raja
• Onderafdeling Lhokseumawe (Telok Seumawe), dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Lhokseumawe
(2) Sawang
(3) Nisam
(4) Cunda
(5) Blang Me
(6) Bayue
(7) Blang Mangat
(8) Sama Kuro
(9) Bloe
(10) Geudong
• Onderafdeling Lhok Soekon (Lhoksukon), dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Kroeng Pase
(2) Keureuto (dan daerah takluknya)
(3) Matang Koeli
(4) Peuto
• Onderafdeling Idi, dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Idi Rayeu
(2) Idi Cut
(3) Tanjong Seumanto dan Meureubo
(4) Simpang Olim (Simpang Ulim)
(5) Bugeng dan Bago
(6) Peudawa Rayeu
(7) Julo Cut
(8) Julo Rayeu
• Onderafdeling Langsa, dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Peureulak
(2) Langsa
(3) Soengoe Raya
• Onderafdeling Tamiang, dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Kejurun Karang
(2) Raja Bendahara
(3) Sungai Ijoe
(4) Kejurun Muda
(5) Sutan Muda
• Onderafdeling Calang, dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Kluang
(2) Kuala Daya
(3) Lambeusoe (dan daerah takluknya, yang meliputi Lam Me dan Lam No)
(4) Unga (dan daerah takluknya, yang meliputi Pante Caureumen)
(5) Lhok Kroeet
(6) Pate
(7) Lageuen (termasuk Lhok Gloempang dan Raneue)
(8) Rigaih
(9) Kroeng Sabe
(10) Teunom
• Onderafdeling Meulaboh, dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Woyla
(2) Boebon
(3) Lhok Boebon
(4) Kaway XVI (Meulaboh)
(5) Seunagan
(6) Seuneuam
(7) Beutong
(8) Tungkop
(9) Pameue
• Onderafdeling Tapak Tuan, dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Kuala Batee
(2) Susoh
(3) Blang Pidie (Blang Pedir)
(4) Manggeng
(5) Lhokpawoh Utara
(6) Labuan Haji (Labohan Adji)
(7) Meuke
(8) Sama Dua
(9) Lhokpawoh Selatan
(10) Tapa Tuan (Tapak Tuan)
(11) Kluet
• Onderafdeling Singkil, dengan swapraja:
(1) Trumon
• Onderafdeling Simalur, dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Tapah (Teupah)
(2) Simalur (Simuelue)
(3) Salang
(4) Lekom
(5) Siguele (Sikhuele)
• Onderafdeling Takengon, dengan swapraja-swapraja sebagai berikut:
(1) Rojo Cek Bobasan
(2) Kejuron Buket (Bukit)
(3) Kejuron Siah Utama
(4) Kejuron Linggo
• Onderafdeling Serbojadi, dengan swapraja:
(1) Kejuron Serbojadi Abok atau Abok (Abu)
• Onderafdeling Gayo Luos, dengan swapraja:
(1) Kejuron Petiambang
• Onderafdeling Alas, dengan swapraja-swapraja:
(1) Kejuron Bambel
(2) Kejuron Pulo Nas (Batu Mbulen)
Sumber:
Said, Muhammad. Atjeh Sepandjang Abad, diterbitkan oleh pengarang sendiri, 1961
Hurgronje Snouck. De Atjehers, Batavia Landrukkerij, 1893
00095
Selasa, 08 Juni 2010
Bendera-bendara di Kerajaan Nusantara
Bendera-bendera di Kerajaan Nusantara
Flags of Princely States in Indonesia
Ivan Taniputera
Ternyata kerajaan-kerajaan di Kepulauan Nusantara telah memiliki benderanya sendiri. Sebelum tahun 1881, Belanda mengizinkan berbagai kerajaan itu mengibarkan benderanya sendiri. Tetapi setelah tahun 1881 yang boleh dikibarkan hanya bendera Belanda (merah - putih -biru). Berikut ini adalah bendera beberapa kerajaan dan kesultanan yang ada di Kepulauan Nusantara.
Senin, 07 Juni 2010
Uang Kepeng di Bali
Uang Kepeng di Bali
Ini adalah mata uang kepeng yang dahulu dipergunakan sebagai alat tukar di Bali.
Mata uang kepeng adalah uang logam China dengan lubang berbentuk bujur sangkar di tengahnya.
Tradisi menggunakan uang kepeng sebagai alat transaksi telah berlangsung semenjak zaman Majapahit.
Kini mata uang kepeng hanya digunakan dalam upacara keagamaan semata.
Langganan:
Postingan (Atom)

