Selasa, 30 April 2013

KISAH SODNAM DROLMA DARI TIBET (THE WOOING OF SODNAM DROLMA)

KISAH SODNAM DROLMA DARI TIBET (THE WOOING OF SODNAM DROLMA)

Ivan Taniputera
30 April 2013

BOLEH KOPI JIKA MEMERLUKAN. Hubungi ivan_taniputera@yahoo.com. Kisah Sodnam Drolma. Ditampilkan dalam format cerita bergambar. Kisah dari Tibet mengenai orang jahat yang akan mendapatkan balasan setimpal. Kunjungi terus http://www.facebook.com/groups/174165442735214/



Judul buku : The Wooing of Sodnam Drolma
Penulis : Wu Kuang-yu
Pelukis : Yao Yu-tuo dan Yao Yu-hsin.
Penerbit : Foreign Language Press, 1962.
Jumlah halaman : 46 halaman tulisan dan kurang lebih 46 halaman gambar.

Senin, 29 April 2013

BUKU PEMBELAAN TAN BOEN KIM (TANBOENKIM'S PLEIDOOI)

BUKU PEMBELAAN TAN BOEN KIM (TANBOENKIM'S PLEIDOOI)

Ivan Taniputera
30 April 2013




Saya mendapatkan buku yang sangat menarik ini, berisikan berbagai pembelaan terhadap kasus-kasus semasa zaman pemerintahan kolonial. Adapun data bukunya adalah sebagai berikut:

Judul : Tanboenkim's Pleidooi, terdapat tulisan

Moeat:

Pleidoinja Journalist-journalist, Advocaat-advocaat en Procureur ternama, jang belaken diri sendiri atawa clientnja lantaran persdelict, klachtdelict dan laen-laen perkara delict, kadjahatan atawa crimineel, depan sidang pengadilan di Indonesia.

Ditoelis Oleh: Tan Boen Kim-Batavia

Tjitakan Pertama

Terjitak dan terdjoeal oleh: Firma Sun Boen, Batavia.

Jumlah halaman adalah 143.

Adapun isi buku adalah sebagai berikut:

No.1 Pleidooinja Mr. Sartono dalem persdelictnja directeur "Keng Po" atas toedodehan mengasoet (Depan Landraad Betawi).
No.2 Pleidooinja hoofredacteur "Kiao Pau" dalam klachtdelictnja pada burgermeester Palembang (Depan landraad Palembang).
No.3.Pleidooinja Tan Boen Kim dalem papreksahan perkara membikin maloe satoe ambtenaar besar (Depan landraad Palembang).
No.4 Pleidooinya hoofredacteur "Benih Timoer" atas toedoehan mengganggoe prikeamanan. (Depan landraad Medan).
No.5 Pleidooinja Mr. Copes van Hasselt jang belakan nona C atas toedoehan menadah soerat-soerat berharga. (Depan Raad van Justitie Batavia).
No.6. Pleidooinja Mr. Burghardt jang belaken clientnja atas toedoehan membikin palsoe etiket jang digedeponeerd. (Depan landraad Soerabaja).
No.7. Pleidooinja Mr. de Neef jang belaken persakitan atas toedoehan meniroe merk dagang. (Depan landraad Betawi).
No.8. Pleidooinja Mr. Kan Kiam Ek jang belaken persakitan kerna tertoedoeh soeroe lakoeken pemboenoehan. (Depan landraad Meester Cornelis).
No.9. Pleidooinja toean Rochjani jang belaken persakitan dalam perkara boenoe. (Depan landraad Betawi).
No.10. Pleidooinja Mr. Hoorweg jang belaken clientnja dalem perkara djiwa. (Depan Raad van Justitie Batavia).
No.11. Pleidooinja Mr. Brouwer dalam spreekdelictnja pemimpin S.K.B. atas toedoehan boeat andjoeri pemogokan. (Depan landraad Padang).
No.12. Pleidooinja toean Tjokro Aminoto jang belaken persaktian atas toedoehan merampok. (Depan landraad Meester Cornelis).
No.13. Pleidooinja Mr. Petrus Casparus Kolff jang belaken persakitan dalem perkara perampokan besar (Depan landraad Grisse).
No.14. Pleidooinja Mr. Rozenberg jang belaken persakitan atas toedoehan bercomplot dalem perkara pelemparan bom. (Depan landraad Semarang).
No.15. Pleidooinja Mr. van de Wilde jang belaken persakitan atas toedoehan menggelapken barang-barang. (Depan landraad Betawi).

Setelah membaca buku tersebut, saya mengetahui bahwa ternyata orang Tionghoa juga melawan diskriminasi yang dilakukan terhadap mereka oleh penjajah. Kasus pertama adalah tuduhan terhadap Hauw Tek Kong, direktur Keng Po, yang dibela oleh Mr. Sartono. Hauw Tek Kong dituduh melontarkan artikel hasutan melawan orang-orang Belanda:

"Toean Hauw ditoentoet atas toedoehan mengasoet dengen soerat tertjitak di kalangan oemoem boeat mendjalanken kadjahatan aniaja, jang ditetepken dan bisa terhoekoem dengan kakoeatannja fatsal 351 dari Wetboek van Strafrecht-djoega telah kasi atawa boeka perasahan orang banjak aken terbitken kabentjian dan menghina pada Blanda atawa sagolongan rahajat Blanda." (halaman 14).

Mr. Sartono menyatakan pembelaannya bahwa itu bukanlah suatu hasutan langsung, karena menurut hukum bahwa hasutan itu harus dilakukan secara langsung (asoetan jang direct baroe bisa dihoekoem-halaman 16). Beliau mempertanyakan:

"Apa toelisannja toean Hauw Tek Kong dalem itoe satoe serie jang termoeat di Keng Po, bisa dinamaken direct mengasoet?" - halaman 16.

Dalam pembelaannya Mr. Sartono menyebutkan bahwa tulisan Hauw Tek Kong: "Ka ini djoeroesan persatoean, orang Tionghoa haroes menoedjoe, baroe laen bangsa tida brani berboet sasoeka-soeka dan itoe oetjapan "hij is maar een Chinees" tida' aken kaloear lagi dari bibirnja Blanda; dan itoe tempo boekan ratoesan, hanja riboean orang Tionghoa maski zonder diminta, nanti serahken dirinja sabagi samseng, boekan boeat bales satoe kemplang dengan satoe kemplangan, hanja dengan satoe tikeman piso jang 25 c.m. pandjangnja dan beroedjoeng sanget tadjem." halaman 16-17.

Kalimat di atas tidak dapat dianggap menghasut, demikian menurut Mr. Sartono, karena tujuannya adalah mempersatukan bangsa Tionghoa. Oleh karenanya membaca kutipan di atas kita mengetahui bahwa orang Belanda dahulu sering pula merendahkan bangsa Tionghoa. Ungkapan "hij is maar een Chinees" yang berarti "Ia hanya seorang Tionghoa," merupakan wujud sikap merendahkan orang Belanda terhadap orang Tionghoa.

Berkat pembelaannya tersebut, Hauw Tek Kong yang ketika itu juga sedang menderita sakit dapat dibebaskan dari hukuman penjara dan hanya dijatuhi hukuman sejumlah kecil denda saja. Mengenai Mr. Sartono terdapat keterangan sebagai berikut:

"Mr Sartono ada satoe advocaat en procureur di Batavia jang terkenal dan banjak disoeka oleh sagala orang, teroetama dalem kalangan bangsa Timoer."

Beliau juga merupakan seorang tokoh dan Bapak bangsa serta merupakan pejuang kemerdekaan. Berikut ini adalah sedikit riwayat Beliau pada wikipedia:


Hauw Tek Kong sendiri meninggal pada tanggal 8 April 1928 dalam usia lima puluh tahun:

"Dengen meninggalnja itoe, dalem kalangan journalistiek Tionghoa-Melajoe djadi kailangan satoe journalist toea jang berkalam tadjem, dimana ampir doeapoeloe taon namanja ada terkenal, dengen mengadepi banjak moesoe, tapi djoega tida koerang menarik symphathienja orang, aken mendjadi sobat."  (halaman 22).

Kasus berikutnya juga berkaitan dengan diskriminasi terhadap orang Tionghoa. Ketika itu redaktur utama Kiao Pao telah menulis:

"toean le Cocq D'Armandville, burgermeester (walikota-penulis) di ini kota, telah goenaken doea oekoeran boeat mengoekoer dan doea roepa timbangan boeat menimbang," jang dianggap menghina atawa mendjeleki nama baeknja di tempat oemoem."

Latar belakang tulisan tersebut adalah pajak jalanan yang hanya dikenakan pada penduduk Tionghoa dan kalangan bumiputera saja:

"Tapi itoe perkatahan "menggoenaken doea oekoeran boeat mengoekoer", saja bisa oendjoek dengen boekti-boekti, jaitoe: padjek djembatan atawa belasting djalanan jang oleh gemeente tjoema dikenaken sadja pada pendoedoek Tionghoa dan Boemipoetra, tapi TIDA DEMIKIAN pada bangsa-bangsa Europa-Boekantah djadi terlebi adil kaloe itoe padjek dikenakan djoega pada semoea pendoedoek dalem ini gemeente, dengan tida oesah memandang warnanja koelit atawa kebangsahan?, kerna orang jang djalan di djalanan-djalanan oemoem dengan meliwati djembatan-djembatan toch boekan tjoema bangsa Tionghoa dan Boemipoetra sadja, hanja tida koerang djoega orang-orang koelit poeti." (halaman 25).

Berdasarkan kasus kedua pun kita mengetahui adanya diskriminasi yang dilakukan oleh penjajah.

Buku kuno yang bagus ini patut dibaca oleh para pengacara secara khusus maupun penggemar sejarah secara umum.

Jika berminat foto kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com

Minggu, 28 April 2013

MENANYAKAN MASALAH PERCINTAAN DENGAN CIAMSIE

MENANYAKAN MASALAH PERCINTAAN DENGAN CIAMSIE

Ivan Taniputera
28 April 2013





Salah seorang teman (wanita) menanyakan mengenai makna ciamsie yang diperoleh. Selain menanyakan bunyi ciamsienya, saya juga memerlukan jam dan tanggal kelahirannya agar dapat dibuatkan bagan astrologisnya. Dengan demikian permasalahannya dapat diketahui secara lebih jelas. Ia menjelaskan pula bahwa ia baru saja mendapatkan masalah, yakni dipaksa putus dengan kekasihnya oleh orang tua mereka. Meskipun demikian, ia mengatakan bahwa ia masih menyayangi kekasihnya tersebut. Putusnya hubungan percintaan itu juga berdampak pada kegiatan rumah ibadah, dimana keduanya merupakan aktifis di sana.

Berikut ini adalah bagan kelahiran kawan saya tersebut.




Guna menganalisanya kita harus membuat peta transit pula dan menelaah kondisi rumah kelima (asmara). Planet penguasa rumah kelimanya adalah Saturnus, yang sedang square dengan Yupiter-transit. Yupiter adalah planet penguasa rumah keempat (orang tua). Oleh karenanya, peta astrologis di atas menggambarkan dengan teliti kondisi putusnya hubungan asmara mereka yang terkait orang tua. Nampak pula bahwa penyebab ketidak-sukaan orang tua adalah kebiasaan, reputasi, dan pola pikir kekasihnya tersebut.

Kawan saya lalu menyampaikan bunyi ciamsienya:


Penyerok dan sapu itu adalah bagaikan suami isteri.
Dipergunakan  mengangkut sampah yang kotor.
Jika salah seorang memasuki istana indah dan elok.
Akan memperoleh bimbingan orang berhati mulia yang baik budi.

Saya lalu memberikan penafsiran sebagai berikut: Penyerok dan sapu itu melambangkan pasangan yang saling melengkapi. Seharusnya kedua pihak bisa mengatasi kekurangan bersama. Sayangnya hanya salah satu saja yang memasuki istana indah asri. Artinya, ini perjodohan berpeluang gagal. Mengapa demikian? Karena jika hanya penyerok dan sapu saja yang mau bekerja,  sampah taka akan bisa bersih. Keduanya harus mau bekerja sama. Tapi dalam hal ini, salah satu ga bisa bekerja sama. Kendati demikian, di sini nampak, pihak yang dapat menyadari kekurangannya akan mendapatkan bimbingan menuju kehidupan lebih baik. Demikianlah, penafsiran makna ciamsie menurut pendapat saya.

Intinya di sini salah satu pihak memang sulit mengubah tabiatnya, dan ini memang diperlihatkan oleh diagram astrologi kawan saya itu. Orang tua teman saya itu mungkin menganggap kekasih teman saya mempunyai tabiat tidak bagus. Makanya itu yang menjadi penyebab dipisahkan. Saya juga melihat adanya aspek buruk dengan Mars (Kemarahan). Ini bisa berarti perkelahian atau perselisihan. Mungkin sebelumnya ada perkelahian atau perselisihan  antara kedua keluarga.

Berselang dua minggu kemudian, kawan saya mengambil ciamsie lagi dan mendapatkan hasil sebagai berikut:

Terompet perang dari tanduk berkumandang tiga kali.
Suaranya menggetarkan hati melebihi badai salju.
Disarankan agar Anda bersabar dan tidak memikirkannya.
Seluruh anggota pasukan selamat dan bertahan hidup.

Teman saya lalu mengatakan sebagai berikut, "Mengenai perselisihan memang benar adanya. Penyebab ketidak-kesetujuan orang tua adalah karena ia memiliki reputasi buruk dulunya."

Teman saya menambahkan bahwa sehubungan dengan pertanyaan ciamsie pertama adalah tentang permasalahan terkait kegiatan di tempat ibadah akibat putusnya hubungan mereka. Apakah yang sekiranya perlu dilakukan menurut dewa. Bahkan teman saya itu juga mengalami kesulitan jika mengikuti kegiatan di tempat ibadahnya. Sementara itu, ciamsie kedua terdapat gambar seorang panglima perang sedang mengatur strategi. Sementara itu, komandan perang sedang mengatur anak buah beserta kuda. Ciamsie tersebut berada di bawah lindungan bintang Kak Seng.

Saya menafsirkan sebagai berikut.  
 
Terompet perang dari tanduk berkumandang tiga kali.
 
Terompet perang itu nampaknya adalah persiapan berperang. Artinya, kedua belah pihak sudah sulit dirukunkan kembali. Dengan kata lain, permusuhan antara kedua belah pihak sudah terlalu mendalam.

Suaranya menggetarkan hati melebihi badai saljui. 
 
Ini artinya hal itu akan punya pengaruh sangat mendalam di hati kedua belah pihak.

Disarankan agar Anda bersabar dan tidak memikirkannya.
 
Ini merupakan nasihat agar kawan saya bersabar dan jagan bersdih hati.

Seluruh anggota pasukan selamat dan bertahan hidup
 
Ini makaanya bagus sebenarnya, karena menandakan bahwa semua pihak pada dasarnya tidak akan dirugikan. Rugi sedikitpun tidak. Kedua belah pihak akan selamat. Tetapi tidak mengindikasikan bahwa kedua belah akan kembali rujuk. Mungkin kawan saya harus menanyakan ekstra apakah kedua belah pihak akan rujuk kembali. Saya menyimpulkan bahwa, saat ini kedua belah pihak tidak bisa bersatu. Harus menunggu saat yang tepat, mungkin angka "tiga" di atas ada maknanya. Harus menunggu dalam "tiga" bisa tiga hari, tiga minggu, tiga bulan, atau bahkan tiga tahun. Bersabar karena tidak ada sesuatupun yang dapat dilakukan. Begitu yang kira-kira kesimpulan saya. Apakah sudah menggambarkan permasalahan sebenarnya?


Kembali ke ciamsie pertama, jika ia menanyakan mengenai dampak terhadap kegiatan di tempat ibadah dan bagaimanakah saran dewa, maka boleh diartikan bahwa salah satu pihak harus jalan dulu. Salah satu harus mundur dalam kegiatan di tempat ibadah. Tidak bisa untuk sekarang ini mengadakan kegiatan bersama. Jika dua-dua mau jalan, malah tidak bisa. Dua-dua mundur juga tidak bisa. Artinya salah satu harus jalan dulu.


Teman saya menjawab, "Wah, penjelasannya sangat akurat. Dalam hal kegiatan, memang salah satu harus mundur. Memang benar demikian halnya. Untung saya bertanya pada Anda. Saya memang waktu itu sempat berpikir, jika dalam kondisi seperti ini keduanya mundur tidaklah baik. Perlu ada salah satu pihak yang berkorban terlebih dahulu. Aku bersedia mengorbankan diri dengan mundur dari segenap kegiatan. Bila saya memaksakan bertahan di sana keadaannya akan menjadi semakin runyam."

Kawan saya menanyakan pula bagaimana solusinya. Saya menyatakan bahwa solusinya harus belajar mengenali dan terbuka pada diri sendiri.
Sebagai penutup saya menambahkan, "Di situ terdapat gambar jenderal mengatur strategi, sedangkan anak buah mengatur kuda. Artinya hanya satu saja yang maju ke depan. Bintang Kak Seng itu juga tidak masalah. Artinya segala sesuatu pada akhirnya akan baik-baik saja.

Berdasarkan hal ini, kita menyimpulkan bahwa pembacaan ciamsie akan lebih baik jika bisa dipadukan dengan astrologi, bazi, ziweidoushu, atau ilmu lainnya.
 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .


PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.
 

Sabtu, 27 April 2013

MENANYAKAN PERJODOHAN

MENANYAKAN PERJODOHAN

Ivan Taniputera
27 April 2013


Seorang teman (wanita) menanyakan mengenai perjodohannya.  Saya lalu membuat bagan astrologis kelahirannya sebagai berikut:




Apakah mungkin mengetahui bagaimanakah jodoh seseorang? Jawabannya adalah mungkin. Sebenarnya dalam kehidupan seseorang akan menjumpai beberapa orang yang berpeluang menjadi pasangan hidupnya dan hal inilah yang dibaca dalam bagan astrologis kelahiran. Siapa di antara mereka yang akan menjadi jodohnya adalah bergantung pada kehendak bebas seseorang. Astrologi menggambarkan pilihan-pilihan yang ada.

Lalu bagaimanakah caranya? Bagi kaum wanita dengan melihat kondisi pergerakan matahari; sedangkan bagi kaum pria dengan melihat kondisi pergerakan bulan.

Berdasarkan bagan astrologis kelahiran di atas kita dapat membaca bahwa ia akan menjumpai calon-calon pasangan hidup sebagai berikut:

Calon pertama akan memiliki karakteristik Mars. Planet Mars ini mewakili berbagai hal, seperti semangat, olah raga, dan lain sebagainya. Ternyata benar bahwa kekasih pertamanya merupakan sosok yang senang berolah raga dan berapi-api. Orangnya juga semangat dalam bekerja. Kendati demikian, ia akhirnya putus dengan kekasih pertamanya ini.

Calon kedua akan memiliki karakteristik Neptunus, yang mewakili khayalan, pikiran yang aneh, dan lain sebagainya. Ternyata memang benar bahwa kekasih keduanya merupakan sosok yang gemar berpikir yang bukan-bukan. Selain itu, memiliki perangai yang agak aneh. Namun, ia kemudian putus dengan kekasih keduanya ini karena kurang cocok dengan sifat sang kekasih yang aneh.

Calon ketiga akan memiliki karakteristik Pluto, yang mewakili kemuraman, kegelapan, misteri, dan lain sebagainya. Karakteristik inilah yang diwakili oleh kekasihnya yang sekarang. Orangnya memang berpenampilan muram dan jarang tersenyum. Seolah-olah hanya memikirkan sisi gelap kehidupan saja.

Calon keempat akan memiliki karakteristik Saturnus. Planet ini mewakili hukum, batasan, janda atau duda, usia tua, dan lain sebagainya.

Jika calon keempat juga lepas apakah ia masih akan berjumpa dengan jodohnya lagi? Pertanyaan ini tidak akan saya jawab. Meskipun demikian, manusia dalam hidup harus tetap berusaha mendapatkan yang terbaik dan jangan berputus asa.

Ia bersama kekasih atau calon pasangan hidupnya yang sekarang sedang mempersiapkan pernikahannya. Semoga mereka berhasil merajut kehidupan keluarga yang bahagia.

Jumat, 26 April 2013

SEDIKIT KUTIPAN DARI AJARAN MOZI (MOTI) TENTANG KEPEMIMPINAN

SEDIKIT KUTIPAN DARI AJARAN MOZI (MO TI) TENTANG KEPEMIMPINAN

Ivan Taniputera
26 April 2013

Bab 28 "Mengenai Kehendak Langit"

......

Jadikan sebagai pemimpin mereka yang bersedia bertindak berdasarkan prinsip kebajikan. Secara logis mereka hendaknya tidak gagal mematuhi Kehendak Langit. Pertanyaannya adalah: seperti apakah Kehendak Langit itu? Jawabannya adalah: mencintai semua orang di manapun juga tanpa membeda-bedakan. Bagaimana hal ini dapat diketahui? Melalui kenyataan bahwa Langit telah memberikan makanan pada semua orang tanpa membeda-bedakan. Bagaimana hal ini dapat diketahui? (Melalui kenyataan bahwa) sedari masa lampau hingga sekarang, tiada negeri kaum barbar nan jauh serta terpencil yang tidak terdapat lembu, kambing, anjing, dan babi gemuk, dimana mereka mempersiapkan makanan beserta anggur sebagai persembahan bagi Shang Ti dan dewa-dewa penunggu gunung maupun sungai. Melalui hal ini, kita mengetahui bahwa (Langit) memberikan makanan pada semua orang tanpa membeda-bedakan. Karena ia memberikan makanan pada semua orang tanpa membeda-bedakan, tentulah [Langit] mencintai semua insan tanpa membeda-bedakan....... Lebih jauh lagi, bahwa Langit mencintai keseratus kaum dibuktikan tidak hanya melalui hal ini. Perhatikanlah seluruh negeri yang penduduknya merupakan pemakan geganduman. Setiap kali orang tidak bersalah dibunuh, bencana akan menyusul datang. Siapakah yang melakukan pembunuhan? Jawabannya adalah manusia. Siapakah yang mengirim bencana? Jawabannya adalah Langit. Jikalau Langit tidak mencintai manusia, untuk apakah Langit menurunkan bencana akibat pencabutan nyawa orang tak bersalah tersebut?

CATATAN:

Mozi adalah seorang ahli filsafat Tiongkok terkemuka.

Daftar pustaka

Hughes. E.R. Chinese Philosophy in Classical times, London J.M. Dent & Sons Ltd, New York, E.P. Dutton & Co. Inc., 1954.

Hubungan Kekerabatan Antara Kesultanan Banten dan Kesultanan Inderapura

HUBUNGAN KEKERABATAN ANTARA KESULTANAN BANTEN DAN KESULTANAN INDERAPURA

Ivan Taniputera
26 April 2013

Saya baru mendapatkan buku "Tanja-Djawab tentang Sedjarah Indonesia" karya M.D. Mansoer, Penerbit Gunung Agung, Djakarta. Pada halaman 15 terdapat hal sebagai berikut:

55.Tanja : Apa politik Hasanuddin (+- 1542-70) untuk memperkokoh kedudukan Banten?

Djawab : 1. Mengembangkan agama Islam dengan menaklukkan Lampung (lada).
2.Kawin dengan puteri radja Inderapura (Sum. Timur).
3.Memusatkan perdagangan lada dan beras di Banten.
4.Menarik saudagar2 Islam dari Malaka (Portugis) ke Banten.
5.Banten djadi saingan hebat buat Malaka.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui pernikahan tersebut terdapat ikatan kekerabatan antara Kesultanan Inderapura dan Banten. Namun, saya menduga bahwa Sumatera Timur di atas mungkin salah tulis, sehingga yang benar adalah Sumatera Barat. Pada saat itu di Sumatera Timur tidak ada kesultanan yang bernama Inderapura.
Apakah mungkin yang dimaksud Kerajaan Siak Sri Inderapura? Tetapi, sepengetahuan saya, pada abad ke-16, Siak Sri Inderapura masih disebut Kerajaan Buantan. Baru pada tahun 1750 dimulailah babak kerajaan Siak Sri Inderapura. Di kawasan Batubara juga terdapat kerajaan atau swapraja bernama Indrapura, tetapi swapraja ini baru ada belakangan, yang merupakan penyatuan antara kawasan Tanjung, Tanjung Kasau, Sipare-pare, dan Pagurawan. Oleh karenanya, lebih masuk akal jika yang dimaksud di sini adalah Kerajaan Inderapura di Sumatera Barat.
Jika ada yang ingin mengoreksi atau menambahkan akan diterima dengan senang hati.

MENGUMPULKAN CIAMSIE DARI BERBAGAI KELENTENG

MENGUMPULKAN CIAMSIE DARI BERBAGAI KELENTENG

Ivan Taniputera
26 April 2013

Saya akhir-akhir ini mengumpulkan ciamsie dari berbagai kelenteng yang sempat saya kunjungi.



Rencananya, saya akan mengumpulkan ciamsie dari seluruh kelenteng yang ada di Indonesia. Bila Anda berkenan mengirimkan ciamsie yang berasal dari kelenteng Anda saya akan menerimanya dengan senang hati.

Menurut hasil pengamatan saya, ada banyak kumpulan ciamsie yang berjumlah 60. Sebagai contoh adalah ciamsie yang berasal dari Gunung Kawi. Contoh lain adalah ciamsie yang berasal dari Tempat Ibadah Sanggar Agung, Pantai Ria Kenjeran, Surabaya. Ciamsie nomor 1-nya yang diberi nama Jiazi berbunyi sebagai berikut:

Matahari terbit lantas liatin angin mega terbuka.
Terang, bening, bersih, mencorong antero dunia.
Suatu kali menghadap jalanan dulu menjadi penerus jalan besar.
Berlaksa perkara resek baik menjadi selamat.

Nampak bahwa jumlah 60 itu berasal dari siklus jiazi, yakni perpaduan antara 10 Batang Langit dan 12 Cabang Bumi.

Jumlah lainnya adalah 49. Sebagai contoh adalah ciamsie yang berasal dari Kelenteng Hian Thian Siang Tee, Welahan, Jepara. Ciamsie no.1-nya berbunyi:

1.Buang tenaga capaikan pikiran, pun susah jadinya.
2.Menunggu dapat mekarnya kembang, terserang satu golongan angin.
3.Seharusnya ada tuan penolong, yang dapat meringankan beban.
4.Dalam pengharapan lain masih ada, sedikit kebaikan.

Angka 49 atau 7 dikali 7 ini barangkali ada kaitannya dengan 7 Benda Langit, yakni Matahari (太陽), Rembulan (太陰), Merkurius (水星), Venus (金星), Mars (火星), Yupiter (木星), dan Saturnus (土星). Angka 7 ini juga memainkan peranan penting dalam tradisi Tiongkok, seperti keyakinan terhadap 7 po.

Ada juga ciamsie yang berjumlah 28, seperti yang penulis dapatkan di Kelenteng Hok Ie Kiong, Slawi. Sebagai contoh, ciamsie nomor 1 berbunyi:

Suara terompet dan tambur terdengar tiga kali.
Meski tak ada salju, tetapi perasaan hati dingin
Dinasihatkan untuk membuang rasa cemas dan sedih.
Seluruh kemah, prajurit, dan kudanya selamat.

ARTINYA:

Orang mulia datang menunjang, segala perkara teratur beres.
Biar sekarang belum terkabul, kelak beruntung.
Pengharapan ke depan menempuh jalan.
Kegirangan bertemu keselamatan.
Keluarga rukun mendapat ketentraman.
Hingga tua tetap berpasangan

dan seterusnya.

Angka 28 ini mungkin ada kaitannya dengan 28 xiu (宿) atau rasi bintang Tiongkok kuno.

Selain itu masih ada lagi ciamsie yang berjumlah 90 dan 100. Ciamsie berjumlah 90 misalnya ciamsie Thay Sang Lauw Cin, yang berasal dari Tempat Ibadah Sanggar Agung, Surabaya. Sementara itu, ciamsie berjumlah 100 didapatkan dari Tempat Ibadah Tri Dharma Tri Setia Bakti, kompleks Perumahan Tanah Mas, Semarang.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/
.


PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.