Selasa, 01 Oktober 2013

BUKU KENANG-KENANGAN 48 TAHUN SEKOLAH TIONG HWA HWEE KOAN (THHK)

BUKU KENANG-KENANGAN 48 TAHUN SEKOLAH TIONG HWA HWEE KOAN (THHK)

Ivan Taniputera
1 Oktober 2013



Buku kenang-kenangan ini sebagian besar ditulis dalam bahasa Mandarin, meskipun demikian di bawah foto-fotonya terdapat keterangan berbahasa Indonesia. Di bagian belakang terdapat pula iklan-iklannya. Jumlah halaman tidak diketahui, karena buku ini tidak disertai penomoran halaman. Namun penghitungan secara manual menghasilkan 53 lembar atau kurang lebih setera dengan 106 halaman.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.








Jika berminat foto kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 29 September 2013

TATA CARA SEMBAHYANG BAGI YANG SEDANG TERKENA CIONG (ZHONG) DAN SAT (SHA)

TATA CARA SEMBAHYANG BAGI YANG SEDANG TERKENA CIONG (ZHONG) DAN SAT (SHA)

Ivan Taniputera
29 September 2013

Ini adalah tata cara sembahyang bagi mereka yang masih percaya terhadap ciong dan sat. Adapun penentuannya dapat memeriksa almanak.

Tai Sui (太歲)

Bersembahyang pada tanggal 1 dan 15 bulan pertama menurut penanggalam Imlek dengan menempelkan hu Taisui. Adapun hu Taisui biasanya tersedia pada buku Tongshu tahun itu atau meminta di kelenteng. Sesajian dalam sembahyang adalah:

  • Buah-buahan (5 macam).
  • Teh (3 cangkir).
  • Arak (3 cangkir).
  • Lilin (sepasang).
  • Dupa.
  • Kertas sembahyang.
 Kemudian pada tanggal 24 bulan keduabelas Imlek diadakan persembahyangan kembali dan hu dibakar sambil mengucapkan terima kasih pada dewa Taisui yang telah melindungi selama tahun berlaku.

Tai Yang (太陽)

Mengadakan sembahyang setiap tanggal 27 menurut penanggalan Imlek. Sembahyang dilakukan pagi-pagi saat matahari terbit dengan menghadap ke penjuru timur. Setiap kali selesai sembahyang hu dibakar bersama kertas sembahyang.
Adapun sesajian dalam sembahyang adalah:
  • Buah-buahan (5 macam).
  • Teh (3 cangkir).
  • Arak (3 cangkir).
  • Lilin (sepasang).
  • Dupa.
  • Kertas sembahyang.
Shangmen (喪門)

Cukup dengan membawa hu saja.

Tai Yin (太陰)

Mengadakan sembahyang setiap tanggal 26 menurut penanggalan Imlek. Sembahyang dilakukan malam hari dengan menghadap ke penjuru barat. Setiap kali selesai sembahyang hu dibakar bersama kertas sembahyang.
Adapun sesajian dalam sembahyang adalah:
  • Buah-buahan (5 macam).
  • Teh (3 cangkir).
  • Arak (3 cangkir).
  • Lilin (sepasang).
  • Dupa.
  • Kertas sembahyang.

Wugui (五鬼)

Mengadakan sembahyang dengan jam dan tanggal yang bisa dipilih sendiri.
Adapun sesajian dalam sembahyang adalah:
  • Buah-buahan (5 macam).
  • Teh (3 cangkir).
  • Arak (3 cangkir).
  • Lilin (sepasang).
  • Dupa.
  • Kertas sembahyang kecil.
  • Telur bebek dua butir yang dimasak menjadi telur mata sapi.
Setelah sembahyang hu dibakar di pekarangan rumah atau perempatan jalan bersama dengan kertas sembahyang kecil.

Shi Fu (死符)

Mengadakan sembahyang pada hari Yuede sebelum bulan keempat.
Adapun sesajian dalam sembahyang adalah:
  • Buah-buahan (5 macam).
  • Teh (3 cangkir).
  • Arak (3 cangkir).
  • Lilin (sepasang).
  • Dupa.
  • Kertas sembahyang.

Setelah sembahyang hu dibakar di pekarangan rumah bersama dengan kertas sembahyang.

Sui Bo (歲破)

Mengadakan sembahyang pada hari Yue En. Waktunya bebas. Setelah selesai sembahyang hu dibakar bersama dengan kertas sembahyang.
Adapun sesajian dalam sembahyang adalah:
  • Buah-buahan (5 macam).
  • Teh (3 cangkir).
  • Arak (3 cangkir).
  • Lilin (sepasang).
  • Dupa.
  • Kertas sembahyang.

Long De (龍德)

Mengadakan sembahyang pada tanggal 15 bulan pertama Imlek dan tanggal 15 bulan kedelapan Imlek (guna mengucapkan terima kasih dan berbuat kebajikan). Waktu sembahyang boleh siang ataupun malam.
Adapun sesajian dalam sembahyang adalah:
  • Buah-buahan (5 macam).
  • Teh (3 cangkir).
  • Arak (3 cangkir).
  • Lilin (sepasang).
  • Dupa.
  • Kertas sembahyang.

Bai Hu (白虎)

Mengadakan sembahyang di kuil tempat altar Bai Hu. Waktunya bebas.
Adapun sesajian dalam sembahyang adalah:
  • Buah-buahan (5 macam).
  • Teh (3 cangkir).
  • Arak (3 cangkir).
  • Lilin (sepasang).
  • Dupa.
  • Kertas sembahyang.
  • Dua buah telur bebek mentah.

Setelah selesai sembahyang hu dibakar di perempatan jalan bersama dengan kertas sembahyang.

Tian Gou (天狗)

Mengadakan sembahyang saat malam hari, tanggalnya bisa ditentukan sendiri.
Adapun sesajian dalam sembahyang adalah:
  • Buah-buahan (5 macam).
  • Teh (3 cangkir).
  • Arak (3 cangkir).
  • Lilin (sepasang).
  • Dupa.
  • Kertas sembahyang kecil.
  • Telur bebek dua butir yang dimasak menjadi telur mata sapi.

Setelah selesai sembahyang hu dibakar bersama dengan kertas sembahyang.

Untuk artikel-artikel menarik lainnya, silakan bergabung dengan:

https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

Sabtu, 28 September 2013

PERINGATAN DARI LANGIT: WASPADAI KECELAKAAN DI UDARA ATAU PEMBAJAKAN PESAWAT

PERINGATAN DARI LANGIT: WASPADAI KECELAKAAN DI UDARA ATAU PEMBAJAKAN PESAWAT

Ivan Taniputera
28 September 2013

Beberapa waktu lalu terjadi kasus terorisme di sebuah negara. Oleh karenanya, saya hari ini mencoba membuat peta langit guna menelaah peringatan apa yang hendak diberikan pada umat manusia. Berikut ini adalah peta langitnya:




Kita akan memusatkan perhatian pada Uranus square Pluto. Pluto adalah planet yang melambangkan kematian, ledakan, sesuatu yang sifatnya rahasia, kegelapan, dan lain sebagainya. Sedangkan Uranus melambangkan pemberontakan, pergolakan, sesuatu yang tiba-tiba dan mengejutkan, penerbangan, dan lain sebagainya. Oleh karenanya, peristiwa terorisme tersebut tercermin dalam konfigurasi ini. Pluto adalah planet yang bertanggung jawab terhadap banyak kasus terorisme. Meskipun demikian, karena Uranus adalah juga planet yang melambangkan penerbangan, maka kita hendaknya mengarahkan perhatian pula terhadap dunia penerbangan. Kita dapat mengartikannya:

Uranus (Penerbangan) square (dihantam oleh) Pluto (kematian).

Ini jelas mengacu pada bahaya kecelakaan atau kematian terkait pesawat terbang. Segenap maskapai penerbangan perlu meningkatkan perhatiannya selama adanya konfigurasi planet ini.

Kita boleh juga mengartikannya:

Uranus (Penerbangan) square (diserang oleh) Pluto (gerakan rahasia).

Ini dapat ditafsirkan sebagai teroris yang membajak pesawat. Oleh karenanya, bandara-bandara yang berada di muka bumi perlu meningkatkan standar keamanan beserta kewaspadaannya selamat berlangsungnya konfigurasi ini.

Demikianlah, astrologi dapat memberikan peringatan bagi umat manusia. Kini tinggal umat manusia yang menindak-lanjuti peringatan tersebut. Nasib bukanlah sesuatu yang tidak dapat diubah. Astrologi bukanlah ramalan yang pasti terjadi, melainkan hanya menggambarkan beraneka ragam kemungkinan saja.

Silakan bergabung dengan grup khusus astrologi beserta metafisika barat dan timur:

https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

Jumat, 27 September 2013

TENTANG KOLEKTOR KOMIK ZAMAN DAHULU DARI AMERIKA SERIKAT

TENTANG KOLEKTOR KOMIK  ZAMAN DAHULU DARI AMERIKA SERIKAT

Ivan Taniputera
27 September 2013

Hari ini saya menonton tayangan The Pickers yang ada TV History. Tayangan ini adalah mengenai perburuan barang antik untuk dijual kembali. Salah satu kegiatannya adalah membeli komik kuno "American Fantasy" no. 15, seharga USD. 4.500,00. Pada tayangan tersebut digambarkan ruangan milik kolektornya tempat mengoleksi ratusan komik. Dijelaskan pula bahwa komik zadul termahal yang pernah terjual adalah seharga USD 2,2 juta.

Berikut ini adalah suasana dalam ruangan tempat kolektor komik menyimpan komik-komik tuanya.



Inilah gambar sampul komik yang terjual dengan harga USD. 4.500,00, berjudul "American Fantasy" no.15:



Ini adalah gambar komik-komiknya







KELINCI BAJU UNGU TIDAK MAU DIPIMPIN KELINCI BAJU ORANYE

KELINCI BAJU UNGU TIDAK MAU DIPIMPIN KELINCI BAJU ORANYE

Ivan Taniputera
26 September 2013



Alkisah di sebuah hutan terdapat desa Kelinci. Desa tersebut dihuni oleh dua golongan kelinci, yakni kelinci baju ungu dan kelinci baju oranye. Adapun yang mayoritas adalah kelinci baju ungu. Suatu kali Baginda Singa sang raja rimba hendak mengangkat kepala atau pemimpin bagi desa Kelinci. Setelah melalui serangkaian ujian yang ketat, seekor kelinci dari golongan baju oranye terpilih sebagai kepala desa. Kendati demikian, setelah kelinci baju oranye menjadi kepala desa, ada sekelompok kelinci baju ungu yang menolak kepemimpinan sang kelinci baju oranye. Mereka beralasan dikarenakan mayoritas desa itu dihuni oleh kelinci baju ungu, maka sudah sepantasnya yang menjadi pemimpin berasal dari kalangan kelinci baju ungu pula.

Demi mendongkel sang kelinci baju oranye, mereka tiada henti-hentinya berdemo, bahkan hingga ke istana Baginda Singa. Namun Baginda Singa yang bijaksana tetap pada keputusannya. Ia mengatakan bahwa semuanya sudah sesuai dengan aturan Undang-undang Rimba tentang pemilihan kepala desa. Siapa yang lulus ujian maka ia yang diangkat sebagai kepala desa. Baginda Singa menambahkan bahwa jika peraturan dilanggar atau tidak dipatuhi, maka seluruh hutan berpeluang mengalami kekacauan. Oleh karenanya, peraturan harus dijunjung melebihi segala-galanya. Bahkan Baginda Singa pun bisa dihukum jika melanggar peraturan. Setelah mendengar keputusan raja mereka itu, para kelinci baju ungu bubar dan dapat memahami alasan Baginda Singa. Semenjak saat itu, sang kelinci baju oranye dapat menjalankan kepemimpinannya dengan baik.

Demikianlah sekelumit kisah mengenai sebuah hutan yang dipimpin oleh Baginda Singa yang bijaksana. Pada mulanya saya berpendapat bahwa sebaiknya kelinci baju oranye mundur saja. Jika kelinci baju oranye tidak mundur maka kedua belah pihak akan menderita. Kelinci baju oranye menderita caci maki dan ancaman dari sekelompok kelinci baju ungu. Sedangkan sekelompok kelinci baju ungu itu juga tak menyukai kepemimpinan kelinci baju oranye.  Jadi saya awalnya berpendapat bahwa kelinci baju oranye sebaiknya mundur saja dan diadakan ujian ulang. Namun ternyata saya sadar bahwa pendapat saya itu sangat keliru. Saya telah membuat kekeliruan yang fatal dengan berpendapat seperti itu.

Saya sekarang sangat setuju dengan kebijaksanaan Baginda Singa. Peraturan memang harus dijunjung melebihi segalanya. Adanya pelanggaran atau penyimpangan kecil akhirnya akan membuka pada penyimpangan lebih besar. Lagipula desa kelinci bukan hanya milik kelinci baju ungu saja, kendati mereka mayoritas. Bahkan kelinci baju oranye juga selayaknya diberi kesempatan berpartisipasi bila ia dipandang mampu. Hutan rimba itu adalah milik siapa saja yang berdiam di dalamnya. Karenanya, tiada satu kelompok atau golongan pun boleh diberi keistimewaan dengan menentang peraturan. Demikianlah, saya memuji kebijaksanaan Baginda Singa.  Semoga Baginda Singa selalu dapat memimpin dengan baik dan bijaksana.

Kamis, 26 September 2013

APAKAH MAITREYA ITU BUDDHA ATAU BODHISATTVA?

APAKAH MAITREYA ITU BUDDHA ATAU BODHISATTVA?

Artikel Dharma ke-36, September 2013

Ivan Taniputera
26 September 2013




Dua orang sedang berdebat dengan sengit.

A: Maitreya itu Buddha.
B: Bukan! Maitreya itu Bodhisattva.
A: Tidak bisa. Maitreya itu Buddha.
B: Itu tidak benar! Maitreya itu Bodhisattva.
A: Pokoknya Maitreya adalah Buddha dan saya tahu itu pasti benar.
.......

Demikianlah mereka berdebat dan tidak ada seorang pun bersedia mengalah. Namun apakah mereka sudah berjumpa dengan Maitreya? Apakah baik A atau pun B tahu dengan pasti bahwa Maitreya itu seorang Buddha atau Bodhisattva? Mereka hanya mengetahui dari "tulisan" dan "kata orang." Tiada seorang pun pernah membuktikannya sendiri.

Marilah kita renungkan. Barangkali sebagian besar dari kita melekat pada "tulisan" dan "kata orang" yang kita lekati sebagai "kebenaran mutlak." Di luar apa yang kita yakini adalah salah. Kendati kita hanya mengandalkan "tulisan" dan "kata orang" namun kita berlagak seolah-olah telah membuktikannya sendiri. Ibaratnya seseorang yang hanya mengenal kota Paris dari brosur-brosur perjalanan, lalu berlagak seolah-olah telah mengunjungi sendiri kota tersebut. Padahal sebuah kota bisa terus menerus mengalami perubahan, sehingga sebuah brosur perjalanan bisa saja menjadi tidak akurat. Namun bayangkan orang itu mempertahankan dengan gigih apa yang dibacanya dari brosur perjalanan tersebut. Segenap penggambaran kota Paris yang tidak sesuai dengan brosur perjalanan miliknya adalah keliru. Apakah kita sering bersikap seperti itu?

Lalu apakah Maitreya itu Buddha atau Bodhisattva? Bagi saya tidaklah penting apakah Maitreya itu Buddha atau Bodhisattva. Bahkan saya mengenal Maitreya juga hanya dari pustaka-pustaka suci dan literatur Buddhis. Saya belum pernah berjumpa sendiri dengan Maitreya. Sejujurnya saya pun tidak mengetahui apakah Maitreya benar-benar ada atau tidak. Agama Buddha sendiri juga tidak mengajarkan agar kita percaya membuta begitu saja, bukan? Bagi saya perdebatan semacam itu tidaklah penting. Lebih penting bagi kita adalah berjuang merealisasi pembebasan, atau jika tujuan itu dianggap terlalu muluk, maka yang penting adalah bagaimana menjadikan diri saya berbahagia. Segenap perdebatan yang tidak perlu adalah melelahkan pikiran.

Kedua, mana yang lebih penting memperdebatkan apakah Maitreya itu Buddha dan Bodhisattva atau merealisasi tingkat Bodhisattva dan Kebuddhaan? Memperdebatkan mengenai makanan tidak akan membuat Anda kenyang. Kalau Anda ingin kenyang, makanlah, bukan berdebat atau meributkan mengenai makanan.

Alkisah ada keluarga yang sebelum makan berdebat panjang lebar, mengenai bagaimanakah tampilan makanan itu seharusnya, bagaimanakah piring, gelas, sendok, serta garpu hendaknya diatur, dan hal-hal lain yang remeh temeh. Hasilnya bukan perut yang kenyang, melainkan mulut beserta pikiran yang lelah.

Semoga dapat menjadi bahan renungan bermanfaat.

Rabu, 25 September 2013

JANGAN REMEHKAN FAKTOR KONVERSI: PELAJARAN DARI AIRCRASH INVESTIGATION

JANGAN REMEHKAN FAKTOR KONVERSI: PELAJARAN DARI AIRCRASH INVESTIGATION

Ivan Taniputera.
25 September 2013

Sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar kita belajar mengenai faktor konversi. Kemungkinan banyak di antara kita meremehkan pelajara mengenai faktor konversi tersebut. Namun berdasarkan tayangan Aircrash Investigation tanggal 19 September 2013, pesawat Air Canada Flight 143 kehabisan bahan bakar karena kesalahan dalam faktor konversi.

Pesawat seharusnya diisi 22.300 kg bahan bakar, tetapi terjadi kekeliruan dalam faktor konversi, sehingga pesawat diisi 22.300 pound, atau separuh bahan bakar yang diperlukan. Akibatnya, baru menempuh separuh perjalanan, mesin pesawat mati karena kehabisan bahan bakar dan harus melakukan pendaratan darurat. Pilot pesawat memilih pangkalan udara militer di Gimli, karena paling dekat dengan lokasi mereka saat itu.

Tanpa diketahui oleh pilot, Gimli ternyata tidak lagi menjadi pangkalan udara militer, melainkan telah diubah menjadi arena balapan mobil keluarga. Berkat keahlian pilot pesawat tersebut, pesawat dapat didaratkan dengan selamat.

Pelajaran di sini kita jangan meremehkan konversi satuan, karena kalau keliru bisa berakibat fatal.

Informasi lebih lanjut silakan lihat di: http://en.wikipedia.org/wiki/Gimli_Glider