“ Berdasarkan diagram di atas, maka nampak terdapat Grand Trine yang melambangkan keberuntungan. Jadi, secara umum suasana akan aman dan terkendali. Pemilihan kepala daerah DKI Jakarta akan berlangsung dengan sukses.”
.
Apa yang saya ramalkan itu sungguh tepat adanya. Pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua berlangsung dengan sukses, aman, dan terkendali.
.
Namun semua itu bukanlah kehebatan saya, melainkan ilmu Astrologi yang terbukti keakuratannya. Terlepas dari semua itu, marilah kita tetap berdoa agar negara kita tetap aman, sejahtera, bersatu, dan tetap menjaga prinsip toleransi serta saling menghargai satu sama lain.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.
EVALUASI HASIL RAMALAN PILKADA DKI JAKARTA 2017 PUTARAN KEDUA.
.
Ivan Taniputera.
25 April 2017.
.
Beberapa hari yang lalu, saudara-saudara kita warga Jakarta baru saja menghelat pesta demokrasi berupa pemilihan kepala daerah putaran kedua. Kita mengucapkan selamat atas terselenggaranya pesta demokrasi tersebut dengan baik.
.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin melakukan evaluasi atas ramalan saya terkait pemilihan kepala daerah tersebut. Artikel ini saya tulis karena ada beberapa teman yang menanyakan hal tersebut.
Hasil pemilihan kepala daerah putaran pertama telah dapat saya ramalkan dengan tepat. Silakan lihat artikel berjudul “ TEPATNYA RAMALAN SAYA: HASIL QUICK COUNT PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) DKI JAKARTA 2017” (link: http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.co.id/2017/02/tepatnya-ramalan-saya-hasil-quick-count.html). Saya dengan tepat meramalkan bahwa pasangan yang akan memenangkan putaran pertama adalah: Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Hasil prosentasenya juga mendekati, sebagaimana yang tampak di bawah ini.
.
.
Kini pada pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua, ternyata pemenangnya adalah pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Dengan demikian, ternyata hasilnya berbeda dengan yang saya ramalkan. Memang bagaimana pun juga semua ini hanya ramalan dan belum tentu benar. Tetapi ada hal yang menarik di sini. Silakan bandingkan hasil real count KPU dan prediksi saya.
.
Hasil Real Count KPU adalah:
Pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mendapatkan 42,05 persen.
Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapatkan 57,95 persen.
Pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mendapatkan 57,25 persen.
Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapatkan 42,75 persen.
.
Apakah yang menarik di sini?
.
Ternyata angka-angka prosentasenya sangat dekat hanya saja berkebalikan.
.
.
Nampak bahwa angka-angkanya sangat mendekati kenyataan hanya saja berkebalikan. Perbedaan antara angka prosentase hasil real count KPU dan prediksi saya hanya berbeda 0,7 persen atau tidak sampai 1 persen. Jadi, meski hasil ramalan tidak sesuai dengan kenyataan, namun setidaknya saya telah berhasil memprediksi angka-angkanya dengan sangat tepat. Mungkin ada orang yang menganggapnya sebagai kebetulan saja. Saya menghargai pendapat tersebut, karena kita memang bebas mengemukakan pendapat. Namun menurut pandangan saya, sangat kecil peluang bahwa hal tersebut merupakan kebetulan semata. Bagaimana mungkin angkanya bisa sangat mendekati walau berkebalikan?
.
Saya menduga bahwa ini adalah semacam “prinsip ketidak-pastian Heisenberg” dalam dunia ramalan. Semakin kita mengetahui peristiwanya dengan tepat, maka angkanya akan semakin meleset. Begitu pula sebaliknya, semakin kita mengetahui angkanya, maka peristiwanya mungkin akan semakin kabur.
.
Pada prediksi saya terhadap hasil putaran pertama, hasil pemilihan kepala daerah memang tepat; namun angka-angka prosentase meski mendekati kenyataan, tetapi selisihnya lebih jauh dibandingkan angka prosentase prediksi saya bagi hasil putaran kedua.
.
Paling tidak saya telah memperlihatkan bahwa ramalan saya tidak sepenuhnya meleset dan bahkan angkanya sangat mendekati kenyataan dengan selisih yang sangat kecil. Dengan demikian, saya telah meramalkan angka-angka prosentase hasilnya dengan sangat tepat.
.
Namun semua itu hanyalah sekedar ramalan yang belum tentu terbukti kebenarannya.
.
Mungkin ada yang menanyakan fenomena apakah ini? Saya tidak tahu. Namun dalam sejarah, kita menyaksikan bahwa Langit mempunyai cara-cara yang unik dan terkadang tidak dipahami manusia. Rencana Langit terkadang disesuaikan atau sedikit diubah demi kebaikan manusia. Pikiran manusia sangat sulit memahaminya. Kendati demikian, cetak birunya secara umum atau garis besar tidak berubah sama sekali.
.
Sebagai penutup, perlu saya jelaskan bahwa saya bukan pendukung salah satu calon. Saya menghargai siapa pun yang memenangkan pemilihan kepala daerah. Saya menghargai apa pun pilihan saudara-saudara warga Jakarta dan siapa pun yang terpilih wajib didukung dengan baik, sehingga dapat memberikan pengabdian terbaik bagi warga Jakarta. Marilah kita berdoa agar negara kita senantiasa damai sejahtera dan bersatu.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.
RAMALAN SUASANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) DKI JAKARTA PUTARAN KEDUA 19 APRIL 2017.
.
Ivan Taniputera.
18 April 2017.
.
Saya tiba-tiba saja teringat bahwa besok warga DKI Jakarta akan menggelar pesta demokrasi putaran kedua demi memilih kepala daerahnya. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini saya akan mencoba memrediksikan bagaimana suasana pemilihan kepala daerah besok atau tepatnya tanggal 19 April 2017.
.
Saya akan menggunakan metoda horary Astrology.
.
.
Berdasarkan diagram di atas, maka nampak terdapat Grand Trine yang melambangkan keberuntungan. Jadi, secara umum suasana akan aman dan terkendali. Pemilihan kepala daerah DKI Jakarta akan berlangsung dengan sukses.
.
Hanya saja yang patut diwaspadai adalah adanya T-Square antara Uranus-Bulan dan Pluto-Yupiter. Ini menandakan adanya ketegangan antara pihak-pihak yang bersaing dalam pemilihan kepala daerah tersebut. Uranus melambangkan pergolakan. Bulan melambangkan suasana hati rakyat. Pluto melambangkan keinginan mendominasi atau menguasai. Yupiter melambangkan aturan moralitas. Oleh karenanya, meski pemilihan kepala daerah akan sukses akan terdapat pula suasana panas dan tegang. Namun kita dapat menafsirkan bahwa hal tersebut akan dapat ditanggulangi. Pluto juga dapat ditafsirkan sebagai kegelapan. Kemungkinan boleh ditafsirkan sebagai oknum-oknum yang menggunakan berbagai cara tidak terpuji demi memengaruhi pilihan atau suasana hati rakyat. Uranus juga melambangkan kebimbangan. Jadi boleh ditafsirkan adanya upaya untuk menebarkan kebimbangan, kegaduhan, atau pergolakan. Tetapi karena lebih banyak pengaruh baik, maka semua itu akan gagal dan ketentraman akan tetap terjaga.
.
Polisi dan tentara kemungkinan akan sedikit sibuk (mengalami Square dengan Nodal Utara atau Rahu). Namun untungnya mendapatkan Trine dari Bulan. Kita dapat menafsirkan bahwa polisi dan tentara akan memperoleh simpati masyarakat.
.
Tentu saja apa yang baru saja dituturkan itu hanya sekedar ramalan yang belum tentu terbukti kebenarannya. Terlepas dari semua itu marilah kita memanjatkan doa agar suasana tetap aman dan kondusif. Kita mengucapkan selamat menyelenggarakan pesta demokrasi bagi seluruh sahabat yang menjadi warga DKI Jakarta. Kita berdoa pula agar mereka dapat menentukan pilihan terbaik.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.
TEPATNYA RAMALAN SAYA: HASIL QUICK COUNT PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) DKI JAKARTA 2017
.
Ivan Taniputera.
15 Februari 2017
.
Hari ini warga DKI Jakarta melangsungkan pesta demokrasi berupa pemilihan kepala daerahnya. Terdapat 3 pasangan calon, yakni: Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat; Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni; dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
.
Para hari yang sama kita telah mendapatkan pula hasil penghitungan cepatnya (quick count); yakni:
Nampak bahwa karena tidak kemenangan di atas 50 persen, maka harus diadakan pemilihan kepala daerah putaran kedua. Selanjutnya berdasarkan hasil Quick count di atas, maka:
.
1) Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh suara 16,9 % menurut versi LSI; 18,0% menurut versi Polmark; 16,7 menurut versi SMRC.
2) Pasangan Basuki Tjahaya Purnama-Djarot Saiful memperoleh suara 43,2 % menurut versi LSI; 42,3 % menurut versi Polmark; 43,2% menurut versi SMRC.
3) Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memperoleh 39,9 % suara menurut versi LSI; 39,8 % menurut versi Polmark; 40,1 % menurut versi SMRC.
“Namun karena perolehan suara tidak melebihi 50 persen, nampaknya diperlukan pemilihan kepala daerah putaran kedua ...”
.
“Dalam prosentase menjadi:
.
41,97 %: 23,98 % : 34,05 %
.
Jadi dalam hal ini tetap saja diperlukan pemilihan kepala daerah putaran kedua.”
.
Angka prosentase paling depan adalah milik pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat; yang tengah adalah angka prosentase bagi pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni; sedangkan yang paling belakang adalah milik pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
.
Meski hasil Quick Count bukan merupakan hasil perhitungan resmi, namun paling tidak hasil resminya akan mendekati.
.
Ternyata hasil perolehan suara cukup dekat dengan apa yang saya prediksikan pada artikel di atas.
.
.
Saya telah dengan tepat memprediksikan bahwa pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan bertarung pada pemilihan kepala daerah putaran kedua. Namun itu semua bukanlah kehebatan saya, melainkan ilmu astrologi yang terbukti keakuratannya.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.
RAMALAN ASTROLOGI HASIL PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) DKI JAKARTA 2017.
.
Ivan Taniputera.
25 September 2016
.
Para calon gubernur beserta calon wakil gubernur DKI Jakarta telah ditetapkan secara resmi dan begitu pula dengan jadwal pemilihan kepala daerah (pilkada). Oleh karenanya, kita telah dapat melalukan prediksi hasil pilkada tersebut dengan astrologi. Berikut ini adalah data tanggal kelahiran masing-masing calon.
.
PASANGAN 1:
Basuki Tjahaja Purnama: 29 Juni 1966
Djarot Saiful Hidayat: 30 Oktober 1955.
.
PASANGAN 2:
Agus Harimurti Yudhoyono: 10 Agustus 1978
Sylviana Murni: 11 Oktober 1958.
.
PASANGAN 3:
Anies Baswedan: 7 Mei 1969
Sandiaga Uno: 28 Juni 1969
.
Berbekalkan data-data di atas, kita akan membuat tabel transit planet bagi masing-masing calon. Kita mulai dengan Basuki Tjahaja Purnama terlebih dahulu.
.
Hasilnya adalah:
Trine dan Sextile berjumlah 9
Square dan Opposition berjumlah 9.
.
Kini kita beralih pada Djarot Saiful Hidayat.
.
.
Hasilnya adalah:
Trine dan Sextile berjumlah 8
Square dan Opposition berjumlah 9.
.
Oleh karenanya angka kekuatan pasangan ini adalah 48,57 poin.
.
Kini kita beralih pada Agus Harimurti Yudhoyono.
.
Hasilnya adalah:
Trine dan Sextile berjumlah 4
Square dan Opposition berjumlah 14.
.
Kita beralih pada Sylviana Murni.
.
Hasilnya adalah:
Trine dan Sextile berjumlah 8
Square dan Opposition berjumlah 12.
.
Oleh karenanya kekuatan pasangan ini adalah 31,58 poin.
.
Kemudian kita akan menelaah Anies Baswedan.
.
.
Hasilnya adalah:
Sextile dan Trine berjumlah 7
Square dan Opposition berjumlah 8.
.
Selanjutnya kita beralih pada Sandiaga Uno.
.
.
Hasilnya adalah:
Sextile dan Trine berjumlah 6
Square dan Opposition berjumlah 8.
.
Dengan demikian kekuatan pasangan ini adalah 44, 83 poin.
.
Menilik hasil tersebut, kekuatan pasangan Basuki Tjahaja Purnaka-Djarot Saiful Hidayat dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno agak berimbang.
.
Langkah berikutnya, kita akan membandingkan poin-poin di atas, guna memprediksikan prosentase pemilihan suaranya. Berikut ini adalah perbandingan pasangan 1, 2, dan 3:
.
48,57 : 31,58 : 44,83.
.
Jika kita ubah menjadi prosentase hasilnya adalah sekitar:
.
38,86 % : 25, 27 % : 35,87 %.
.
Jadi pada putaran pertama, pasangan pertama akan unggul, diikuti oleh pasangan ketiga. Pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat akan menjadi pemenangnya. Namun karena perolehan suara tidak melebihi 50 persen, nampaknya diperlukan pemilihan kepala daerah putaran kedua, yang dijadwalkan berlangsung 19 April 2017. Tentu saja yang mengikutinya adalah pasangan pertama dan ketiga. Bagaimana hasil pilkada DKI Jakarta putaran kedua tersebut?
.
Kita akan menelaah transit planet Basuki Tjahaja Purnama terlebih dahulu pada tanggal tersebut.
.
Hasilnya adalah:
Trine dan Sextile berjumlah 7
Square dan Opposition berjumlah 7.
.
Kemudian tabel transit planet bagi Djarot Saiful Hidayat adalah:
.
.
Hasilnya adalah:
Sextile dan Trine berjumlah 12
Square dan Opposition berjumlah 10.
.
Kekuatan pasangan ini adalah 52,78 poin.
.
Sementara itu, tabel transit planet bagi Anies Baswedan adalah:
.
Hasilnya adalah:
Sextile dan Trine berjumlah 8
Square dan Opposition berjumlah 10.
.
Tabel transit planet bagi Sandiaga Uno adalah:
.
.
Hasilnya adalah:
Trine dan Sextile berjumlah 6.
Square dan Opposition berjumlah 11.
.
Jadi angka kekuatan pasangan ini adalah 40 poin.
.
Kini untuk memprediksikan prosentase perolehan suaranya, kita akan mengadu poin-poin di atas.
.
52,78 : 40.
.
Dalam prosentase adalah sebagai berikut:
.
56,89 % : 43,11 %.
.
Dengan demikian, prediksi astrologis pemenang bagi pilkada DKI Jakarta 2017 adalah pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Berdasarkan analisa di atas, maka secara astrologi, penentu kemenangan adalah justru Djarot Saiful Hidayat. Barangsiapa yang sanggup menggandeng Djarot Saiful Hidayat sebagai wakilnya akan berpeluang menjadi gubernur DKI Jakarta berikutnya.
.
BAGAIMANA JIKA TANGGAL LAHIR DJAROT SAIFUL HIDAYAT ADALAH 6 JULI 1962?
.
Data-data di atas saya peroleh dari wikipedia. Namun ternyata ada yang menginformasikan bahwa tanggal kelahiran Djarot Saiful Hidayat adalah 6 Juli 1962. Saya tidak mengetahui mana yang benar dan salah. Oleh karenanya, demi kelengkapan analisa ini, saya juga akan mencoba menganalisa tanggal kelahiran 6 Juli 1962 tersebut.
.
Begitu ini tabel transit planet bagi tanggal kelahiran tersebut saat pilkada 15 Februari 2017.
.
Transit berupa Trine dan Sextile berjumlah 12
Transit berupa Square dan Opposition berjumlah 8.
.
Oleh karenanya, angka kekuatan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Saiful Djarot Hidayat menjadi 55,26 poin. Sementara itu, angka kekuatan pasangan lain tidak mengalami perubahan. Perbandingan angka kekuatan mereka menjadi:
.
55,26 : 31,58: 44,83.
.
Dalam prosentase menjadi:
.
41,97 %: 23,98 % : 34,05 %
.
Jadi dalam hal ini tetap saja diperlukan pemilihan kepala daerah putaran kedua.
.
Transit planet bagi Saiful Djarot Hidayat saat pemilihan kepala daerah putaran kedua adalah.
.
.
Transit berupa Sextile dan Trine berjumlah 8.
Transit berupa Square dan Opposition berjumlah 6.
.
Oleh karenanya, kekuatan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat adalah 53,57.
.
Perbandingan angka kekuatannya menjadi:
.
53,57:40.
.
Perbandingan prosentasenya menjadi:
.
57,25 % : 42,75 %.
.
Jadi menurut perhitungan tanggal kelahiran 6 Juli 1962 di atas, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat juga tetap unggul.
.
.
Namun semua ini hanyalah ramalan yang belum tentu terbukti kebenarannya. Terlepas dari semua itu, marilah kita berdoa agar Jakarta mendapatkan pemimpin terbaik. Siapa pun kelak pemimpin yang terpilih agar lebih mengedepankan dan membela kepentingan rakyat.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.