Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2022

RAMALAN APAKAH VIRUS CACAR MONYET AKAN MEMBAHAYAKAN NEGARA KITA

RAMALAN APAKAH VIRUS CACAR MONYET AKAN MEMBAHAYAKAN NEGARA KITA

.

Ivan Taniputera

16 Juni 2022

.

Karena ada yang menanyakan dampak virus cacar monyet bagi negara kita, maka saya lalu menuliskan artikel ini. Kita akan langsung saja pada hasil ramalannya sebagai berikut. 

.


.

Kita akan mengartikannya sebagai berikut. Ramalan dengan jelas menyatakan bahwa virus ini berpeluang memberikan dampak buruk bagi negara kita. Ini berarti bahwa negara kita tidak aman bagi virus cacar monyet. Virus ini sangat berpeluang masuk ke negara kita dan tentu saja yang namanya virus patogen akan memberikan dampak buruk. Itulah sebabnya, kita perlu mewaspadai virus ini. Karena saat ini, virus cacar monyet belum masuk ke negara kita, maka ada baiknya mulai dilakukan persiapan semenjak sekarang, terutama di perbatasan negara kita. Jangan sampai pandemi Covid 19 yang belum usai ini ditambah dengan pandemi cacar monyet, sehingga akan memberatkan negara kita. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Ramalan ini juga menyarankan kerja sama dengan negara lain. Ramalan ini juga menyatakan bahwa arah buruk atau bahaya adalah Timur Laut. Jadi mungkin boleh diartikan bahwa virus ini barangkali akan masuk dari penjuru Timur Laut negara kita, hanya saja pastinya di mana kita tidak tahu. Lebih baik, kita tetap menjaga saja seluruh bagian negara kita agar virus ini jangan sampai masuk dan berjangkit di negara kita. 

Ramalan ini juga menyatakan pentingnya sesuatu yang bersifat "tradisi" atau "tradisional." Kita dapat mengartikan hal ini dengan banyak hal. Barangkali "tradisi" vaksinasi cacar yang sudah lama dihentikan perlu digalakkan kembali. Kendati demikian, dapat juga diartikan bahwa kita perlu menggalakkan kembali tradisi tolong menolong dan gotong royong. Intinya adalah segala sesuatu yang sifatnya tradisional. Dengan demikian, negara kita dapat tertolong dari wabah sebagaimana diakibatkan virus cacar monyet ini. 

.

Semua ini hanya sekedar ramalan saja dan belum tentu benar. Yang terpenting adalah kita hendaknya senantiasa berdoa menurut agama atau kepercayaan masing-masing agar negara kita beserta seluruh dunia dibebaskan dari seluruh bahaya dan bencana. Kita berdoa pula agar peperangan segera berakhir.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . .

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Sabtu, 10 Mei 2014

ANCAMAN BENCANA BIOLOGIS YANG MENGERIKAN

ANCAMAN BENCANA BIOLOGIS YANG MENGERIKAN

Ivan Taniputera
10 Mei 2014



Kita menyaksikan bahwa dewasa ini dunia telah diancam oleh berbagai virus baru yang belum ada obatnya. Kelangsungan hidup manusia terancam oleh kehadiran virus tersebut. Kita menyaksikan pula bahwa kemajuan teknologi transportasi telah memperpendek waktu perjalanan antar benua. Jika dahulu untuk melakukan suatu perjalanan ke suatu tempat umat manusia memerlukan berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, namun kini perjalanan dengan pesawat terbang hanya dalam hitungan jam saja. Meskipun demikian, virus baru dan kemajuan dalam bidang teknologi transportasi tersebut justru menghadirkan ancaman baru bagi kelanggengan umat manusia. Hanya dalam hitungan jam atau hari saja, umat manusia berpeluang menemui kemusnahannya.

Misalkan terdapat seorang penumpang pesawat terbang mengidap virus maut, yakni penyebab penyakit yang belum ada obatnya. Ia lalu menularkan virus tersebut pada katakanlah tiga orang di pesawat itu. Misalkan virus tersebut menular melalui percikan ludah atau sentuhan. Apabila virus dapat ditularkan melalui udara, maka seluruh penumpang pesawat berpeluang terkontamintasi. Namun dalam contoh ini kita misalkan saja tiga orang yang tertular.

Empat orang yang sakit itu kemudian berinteraksi pula dengan orang lain selama kunjungan mereka. Sebagai contoh, salah seorang di antara mereka berkencan dengan gadis setempat. Gadis  itu tertular dan ia juga berpotensi menularkan virus maut tersebut pada orang lain. Salah seorang di antara orang yang tertular itu ternyata hanya sekedar transit sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat lainnya. Ia juga berpotensi menularkan virus pada orang lain di pesawat dan orang-orang di tempat tujuannya. Dengan demikian, terjadi rantai dan alur penularan virus yang berlangsung sangat cepat. Semakin cepat mobilitas umat manusia, semakin cepat pula penularan dan penyebaran virusnya. Dengan demikian, jika hal ini tidak diantisipasi dengan baik, maka berpotensi menjadi bencana global.

Penyebaran penyakit oleh kaum pendatang memang sudah berkali-kali terjadi dalam sejarah. Sebagai contoh, adalah wabah cacar yang dibawa oleh pendatang Eropa ke Dunia Baru (Amerika). Lalu virus HIV yang dibawa ke Rumania oleh para pelaut. Mereka berkencan dengan pekerja seks komersial setempat dan menularkan virus maut tersebut. Konyolnya, Nicolae Ceausescu, diktaktor Rumania, pada mulanya berkeras bahwa AIDS adalah "penyakit kapitalis" dan tidak mungkin berjangkit di Rumania. Ia tidak menyadari bahwa AIDS sudah merambah masuk Rumania, sehingga tidak melakukan antisipasi sepatutnya. Dengan semakin pesatnya mobilitas umat manusia akibat kemajuan teknologi transportasi, maka penyebaran penyakit menular juga akan semakin cepat. Jika tidak diantisipasi, maka seluruh dunia dapat terkena dampaknya dalam hitungan jam dan hari.

Kendati dewasa ini bandara-bandara telah sanggup mengantisipasi masuknya narkoba, teroris, dan lain sebagainya, tetapi dapat dipastikan mereka belum mampu mendeteksi atau mencegah perpindahan virus-virus berbahaya. Oleh karenanya, persiapan dalam mencegah menghadapi wabah penyakit akibat virus maut tersebut patut dipertanyakan. Jika terjadi ledakan wabah, apakah tenaga medis di seluruh dunia siap? Banyak negara yang masih memiliki layanan kesehatan buruk. Rendahnya kemampuan tenaga medis di negara tersebut justru dapat menyebarkan wabah tersebut lebih jauh. Populasi umat manusia dapat tersapu karenanya.

Semoga renungan ini mendatangkan manfaat dan sanggup membangun wawasan kita.