Tampilkan postingan dengan label pelarangan buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelarangan buku. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Desember 2014

KISAH PELARANGAN BUKU WAKTU SAYA MASIH SMA: SUKA DUKA PEDAGANG BUKU BEKAS

KISAH PELARANGAN BUKU WAKTU SAYA MASIH SMA: SUKA DUKA PEDAGANG BUKU BEKAS

Ivan Taniputera
22 Desember 2014





Dewasa ini kita menyaksikan fenomena bahwa harga buku-buku yang dahulu sempat dilarang kini harganya membumbung tinggi. Saya menjadi teringat apa yang dahulu pernah saya baca di surat kabar semasa saya masih duduk di bangku SMA, kurang lebih tahun 90-an. Artikel di surat kabar tersebut mengisahkan mengenai suka duka para penjual buku-buku bekas. Mereka mengisahkan bahwa pada masa itu terdapat razia bagi para pedagang buku bekas. Salah seorang di antara mereka mengisahkan bahwa ia pernah dimarahi petugas karena dikatakan menjual buku-buku berisikan ajaran atau ideologi terlarang. Ia mengatakan bahwa ia tidak menguasai bahasa asing, sehingga tidak mengetahui bahwa buku berbahasa asing tersebut berisikan ajaran atau ideologi terlarang. Biasanya buku-buku yang katanya berisi ajaran terlarang tersebut lantas disita.
Seorang teman yang kembali dari luar negeri juga mengatakan bahwa membawa masuk buku berbahasa dan beraksara tertentu juga sulit, padahal buku tersebut tidak berisikan ajaran atau ideologi terlarang. Karena ia seorang pelukis, maka buku yang dibawanya adalah tentang lukisan. Hanya saja karena berbahasa dan beraksara tertentu tersebut, buku-buku itu juga tidak lolos.
Demikianlah kisah pelarangan buku di masa lalu.

Selasa, 22 April 2014

SEBUAH KARANGAN MENYAMBUT HARI BUKU SEDUNIA: JANGAN ADA LAGI PEMBAKARAN DAN PELARANGAN BUKU!

SEBUAH KARANGAN MENYAMBUT HARI BUKU SEDUNIA: JANGAN ADA LAGI PEMBAKARAN DAN PELARANGAN BUKU!

Ivan Taniputera
23 April 2014




Sejarah mencatat bahwa di sepanjang riwayat umat manusia, telah terjadi banyak sekali upaya pembakaran buku. Sebagai contoh adalah semasa pemerintahan kaisar China, Qin Shi Huangdi dan di Jerman pada waktu kekuasaan N4z1. Selain itu, pada masa Abad Pertengahan karya-karya Giordano Bruno, Galileo Galilei, dan lain sebagainya juga dibakar. Di samping pembakaran buku, di berbagai negara atau rezim totaliter juga diterapkan pelarangan terhadap buku dengan topik-topik tertentu. Pembakaran dan pelarangan buku itu dilakukan karena ketakutan terhadap apa yang disebut IDE, GAGASAN, dan WAWASAN PENGETAHUAN. Oleh karenanya, pembakaran dan pelarangan buku itu menghambat dan menghancurkan harta pusaka teragung umat manusia, yakni AKAL BUDI. Mereka tidak mengetahuai bahwa sebuah ide atau gagasan tidak dapat dihancurkan hanya dengan semata-mata membakarnya. Kendati Kaisar Qin Shi Huangdi membakar buku-buku filsafat tertentu, namun setelah runtuhnya dinasti Qin ajaran-ajaran tersebut justru berkembang kembali dengan pesat.

Pembakaran dan pelarangan buku merupakan wujud kebodohan dan sikap barbar umat manusia. Ide, gagasan, dan wawasan pengetahuan beserta segenap karya kreatifitas manusia lainnya, hendaknya tidak dihambat atau dihancurkan. Dari sanalah kehidupan umat manusia akan menjadi semakin baik. Kita jangan takut pada buku. Apabila kita tidak setuju dengan sesuatu ide atau gagasan, maka lawanlah pula dengan buku, bukan dengan tongkat, senjata, atau api! Pada hari buku ini, marilah kita serukan agar jangan lagi buku menjadi korban di atas panggung kebodohan, ketololan, dan kekejaman umat manusia.

SELAMAT HARI BUKU SEDUNIA 2014
 
Kami pusat kopi buku kuno dan jadul merupakan barisan terdepan dalam menyebarkan kembali pengetahuan. Silakan kunjungi:
 
  • http://bukukunodanjadul.blogspot.com/
  • http://pusatkopibukukunojadul.wordpress.com/
 
atau bergabung dengan grup kami di facebook:
 
  • https://www.facebook.com/groups/174165442735214/