Tampilkan postingan dengan label Ilmu firasat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu firasat. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 November 2014

BUKU ILMU FIRASAT

BUKU ILMU FIRASAT
.

Ivan Taniputera
17 November 2014
.



Judul: Serat Ngelmi Firasat

Terdapat keterangan di bagian sampul dalam bahasa Jawa:

"Amarsitakaken Pirasating Djanma, ingkang awon miwah ingkang sae wawatekanipoen, katanda saking kawontenaning woewoekiranipoen ingkang sampoen dipoen moefakati menggah ingkang leresipoen dening para Djamhoer ing tanah Ngarab."

Artinya kurang lebih menyatakan bahwa buku ini memaparkan firasat umat manusia dari yang baik hingga buruk.

Terdapat keterangan pula bahwa buku ini merupakan petikan dari Serat Tadjoesalatin.

Penerbit: Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri, 1938
Jumlah halaman: 35
Bahasa: Jawa

Buku ini tidak ada daftar isinya, sehingga akan langsung dipaparkan contoh-contoh halamannya:







Berminat foto kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 02 Agustus 2014

PESAWAT YANG JATUH: TELAAH MANFAAT ILMU FIRASAT

PESAWAT YANG JATUH: TELAAH MAANFAAT ILMU FIRASAT

26 Juli 2014
Ivan Taniputera

-




Pada beberapa artikel mengenai pesawat yang jatuh belum lama berselang, maka saya mendapati kisah mengenai korban yang telah mendapatkan firasat sebelumnya. Sebagai contoh, adalah seorang anak yang menanyakan pertanyaan dengan penuh  kekhawatiran mengenai kematian sehari sebelum ia menumpang pesawat naas tersebut. Ia memeluk ibunya seolah-olah itu adalah pertemuan terakhir mereka. Ada pula penumpang yang merasa gelisah menjelang keberangkatan pesawat tersebut. Kita tidak mengetahui kebenaran dari kisah-kisah itu. Namun jika seandainya benar, maka firasat nampaknya dapat menyelamatkan banyak korban.

Sebagai contoh, sebelum pesawat berangkat, maka para penumpang dapat ditanyai, adakah yang mengalami mimpi buruk terkait pesawat itu? Adakah yang mengalami kegelisahan tidak masuk akal? Jika ada maka penerbangan dapat dibatalkan atau ditunda. Demikianlah contoh pemanfaatan ilmu firasat. Umat manusia dewasa ini terlalu berpegang pada apa yang disebut sains. Tetapi pada kenyataannya, sains juga belum sanggup meniadakan sama sekali terjadinya bencana. Karenanya, umat manusia perlu berpaling pada ilmu firasat ini dan mencoba memanfaatkannya demi keselamatan banyak orang.

Penelitian lebih jauh perlu dilakukan terhadap firasat ini, misalnya dengan memindai bagian otak manakah yang aktif saat seseorang mendapatkan firasat. Apakah ilmu firasat ini dapat menjadi bahan kajian ilmu neurosains di masa mendatang? Semua pertanyaan ini mungkin masih lama terjawab. Kendati demikian, ini nampaknya merupakan topik penelitian yang menjanjikan.

Pada intinya, kita hendaknya tidak mengabaikan peringatan apapun yang muncul dari dalam batin kita, karena barangkali itu adalah suatu peringatan dini.

Artikel menarik lainnya silakan kunjungi https://www.facebook.com/groups/339499392807581/