Tampilkan postingan dengan label Primbon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Primbon. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 November 2024

LEMBARAN RAMALAN PAL SRI SEDONO YANG LUAR BIASA: UNTUK MENGETAHUI NASIB SETIAP TAHUNNYA

LEMBARAN RAMALAN PAL SRI SEDONO YANG LUAR BIASA: UNTUK MENGETAHUI NASIB SETIAP TAHUNNYA

.

Ivan Taniputera

7 November 2024

.

Saya baru saja mendapatkan lembaran Ramalan Pal Sri Sedono. Lembaran ramalan ini dapat dipergunakan mengetahui kondisi keberuntungan setiap tahunnya, sedari usia enam hingga seratus tahun, berdasarkan angka naptu hari kelahiran Anda. Ada pun angka naptu dihitung berdasarkan hari dan pasaran kelahiran Anda, misalnya Senin Pon. Berikut ini adalah lembaran ramalannya. 

.


 .

Nampak pada gambar, pada kolom kiri terdapat angka masing-masing naptu. Kemudian pada baris atas terdapat angka usia, mulai dari enam tahun hingga seratus tahun. Selanjutnya, terdapat pula grafik naik turunnya keberuntungan setiap usia bagi masing-masing naptu

.

Cara penggunaannya adalah sebagai berikut. Misalkan naptu kelahiran Anda adalah 7 dan Anda ingin mengetahui bagaimana kondisi keberuntungan Anda pada usia 18 tahun. 

.

Pertama-tama, cari angka naptu Anda di kolom sebelah kiri. Lalu pada baris atas cari usia yang ingin diketahui. Karena ingin mengetahui usia 18 tahun, maka cari angka 18. Tarik garis ke arah grafik, sehingga bertemu dengan garis grafik naik turunnya keberuntungan bagi setiap naptu. Setelah bertemu garis grafiknya, maka tarik garis ke kiri untuk mengetahui berapa angka keberuntungan bagi usia tersebut. Didapatkan angka 4. Ini nilai yang cukup baik. 

.


 

.

Tentu saja, ini adalah sekedar ramalan saja dan belum tentu benar. Ada banyak metoda lain untuk mengetahui keberuntungan setiap tahunnya. Kendati demikian, tidak ada salahnya kita melestarikan tradisi warisan para leluhur. 

.

Apakah ada yang juga memerlukan lembaran ramalan ini?

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . 

.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

 

 

Kamis, 21 September 2023

JIMAT DARI PRIMBON JAWA UNTUK MELARISKAN DAGANGAN

JIMAT DARI PRIMBON JAWA UNTUK MELARISKAN DAGANGAN

.

Ivan Taniputera

21 September 2023

.

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi mengenai jimat berasal dari Primbon Jawa yang berfungsi untuk melariskan dagangan. Kendati demikian, artikel ini bukan merupakan anjuran untuk menggunakan jimat, melainkan hanya sekedar bertujuan melestarikan saja kebudayaan warisan leluhur. Berikut ini adalah gambar jimatnya. 

.

 Sumber: Almanak Primbon Djawa 1969, Penerbit Sadu Budi, Solo, halaman 60.

Terdapat keterangan dalam Bahasa Jawa yang berbunyi sebagai berikut:

"Jimat plarisan. Tinemplokna ing dhuwure dhodol. Iki rajahe."

.

Kita dapat menerjemahkannya sebagai berikut:

"Jimat untuk melariskan dagangan. Ditempelkan pada bagian atas barang dagangan. Rajahnya adalah seperti ini."

.

Dengan demikian, penggunaannya mungkin adalah sebagai berikut. Jimat ini digambar di atas sehelai kertas dan kemudian diletakkan pada bagian atas barang dagangan. Barangkali boleh juga digambar di atas sehelai kertas dan ditempelkan pada gadget atau komputer kita, yakni jika berjualan secara online. 

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . .

.

. 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.



Kamis, 18 Mei 2023

MENGGUNAKAN ILMU RAMALAN SERAT ILMU PANUJUMAN UNTUK MENANYAKAN MENGENAI BARANG HILANG

MENGGUNAKAN ILMU RAMALAN SERAT ILMU PANUJUMAN UNTUK MENANYAKAN MENGENAI BARANG HILANG

.

Ivan Taniputera

18 Mei 2023


 

.

Saya baru saja mendapatkan buku Serat Ilmoe Panoedjoeman yang ditulis dalam bahasa Jawa. Tebal keseluruhan adalah 16 halaman. Buku berangka tahun 1940 ini, penulisnya menggunakan nama samaran, karena disebutkan "kaimpoen dening ingkang sinandi," yang dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "dihimpun oleh yang namanya disamarkan." Penerbitnya adalah Toko Boekoe Mahadewa. Buku berbahasa Jawa ini masih menggunakan ejaan van Ophuysen. 

.

Metoda ramalan dalam buku ini hanya membatasi pada 21 pertanyaan saja, yakni:

.

1.Karepkoe bisa kasembadan apa ora. (Keinginanku bisa terjadi atau tidak).

2.Kabegdjankoe toemeka apa ora. (Keberuntunganku datang atau tidak).

3.Anggonku dol tinoekoe bathi apa orang. (Usaha berdagangku mendatangkan untung atau tidak).

4.Kabegdjankoe toemiba ing kene apa ing negara lija. (Keberuntunganku ada di sini atau negara lain).

5.Wong kang wis loenga saka panggonane bisa bali apa ora. (Orang yang sudah pergi dari rumahnya, bisa kembali atau tidak).

6.Barang kang ilang bisa katemoe apa ora. (Barang yang hilang dapat ditemukan atau tidak).

7.Sanak ikoe slamet atine apa ora. (Kerabat itu hatinya baik atau tidak).

8.Wong loemakoe slamet apa ora. (Orang yang bepergian akan selamat atau tidak).

9.Wong ikoe dhemen marang akoe apa ora. (Orang itu cinta kepadaku atau tidak).

10.Ningkahan ikoe betjik apa ora. (Pernikahan ini baik atau tidak).

11.Kang djedjodhoan lanang wadone oleh roepa betjik apa ala. (Perjodohan ini membuahkan hasil baik atau tidak).

12.Kang anggarbini ikoe metoe lanang apa wadon. (Akan melahirkan anak lelaki atau perempuan). 

13.Wong lara bisa katoeloengan apa ora. (Orang yang sakit dapat disembuhkan atau tidak).

14.Wong kasoesahan oleh pangapoera apa ora. (Orang yang sedang kesusahan dapat terbebas dari masalahnya atau tidak).

15.Dina iki akeh sangkalane apa ora. (Hari ini banyak hambatannya atau tidak).

16.Impen ikoe betjik apa ora. (Mimpi ini mempunyai arti baik atau buruk). 

17.Kedoetan ikoe betjik apa ora. (Kedutan ini mempunyai arti baik atau buruk).

18.Olehing kaoentoengan ana ing dharatan apa ing laoetan. (Akan mendapatkan keberuntungan di daratan atau lautan).

19.Wong pepadon ikoe kalah apa menang. (Perselisihan ini akan membawa kemenangan atau kekalahan).

20.Wong kang perang oerip apa mati. (Orang yang sedang berperang itu akan hidup atau mati).

21.Wong pegatan bisa balen apa ora. (Orang yang bercerai bisa bersatu kembali atau tidak).

.

Demikian, 21 pertanyaan yang dapat dipilih. Agar dapat menggunakan metoda ramalan ini, maka kita perlu membuat 21 kartu yang ditandai dengan huruf A hingga U.

.

Ada pun caranya adalah kita memilih salah satu di antara 21 kartu tersebut. Kita akan menggunakannya untuk menanyakan barang hilang, yakni pertanyaan ke-6 (Barang kang ilang bisa katemoe apa ora. (Barang yang hilang dapat ditemukan atau tidak)). Ternyata didapatkan kartu Q. Untuk mengetahui jawabannya kita harus menggunakan tabel pada halaman 3. Pada bagian mendatar (vertikal) paling atas adalah nomor pertanyaannya. Dengan demikian kita cari nomor 6. Selanjutnya, pada bagian tegak (horizontal) paling kanan, adalah huruf-huruf kartu yang didapatkan. Kita dengan demikian mencari huruf Q. Temukan keduanya dan didapatkan angka 1. 

.


 

.

Kemudian kita cari pada bagian jawaban angka 1. Hasilnya kita dapatkan keterangan:

.

"Ora ilang bakal ketemoe lon-lonan."

.

Artinya adalah barang itu tidak hilang dan lambat laun akan dapat ditemukan. Jadi mungkin sekali barang yang hilang itu belum beranjak dari rumah. Yang perlu dilakukan adalah terus mencari. Perlu waktu agar barang tersebut dapat ditemukan. 

.

Jawaban yang diberikan oleh ramalan ini memang hanya singkat-singkat saja. Berminat kopi silakan hubungi inbox.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . 
.

.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

 

Kamis, 02 Maret 2023

PEDOMAN MEMILIH TANAH DAN RUMAH MENURUT PRIMBON JAWA

PEDOMAN MEMILIH TANAH DAN RUMAH MENURUT PRIMBON JAWA

.

Ivan Taniputera

03 Maret 2023

.

.

Saya menemukan pedoman memilih tanah dan rumah dalam sebuah primbon Jawa. Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikannya dalam bentuk artikel.  Tujuannya hanya untuk melestarikan budaya saja.

.

  • Tanah Gumuk juga disebut "gunung yang diapit jurang." Bentuknya dapat mirip batok terbalik. Ini merupakan tanah yang baik. 
  • Tanah Sri adalah tanah yang bagian atasnya bundar. Ini merupakan tanah yang baik. 
  • Tanah yang miring di bagian utara, merupakan tanah yang baik. 
  • Tanah yang miring di bagian timur, merupakan tanah yang baik.
  • Tanah yang miring di bagian selatan, bukan merupakan tanah yang baik. Tanah semacam ini banyak dihuni oleh makhluk halus. 
  • Tanah yang miring di bagian barat, bukan merupakan tanah yang baik. Disebut juga "tanah lanang" atau "tanah lelaki." Dapat mengundang banyak lawan. 

Berikut ini adalah cara memilih arah hadap rumah berdasarkan hari kelahiran.

.

  • Orang yang lahir pada hari Minggu, Selasa, dan Jumat, tidak boleh menempati rumah menghadap Selatan. 
  • Orang yang lahir pada hari Senin, Kamis, dan Sabtu, tidak boleh menempati rumah menghadap Timur. 
  • Orang yang lahir pada hari Rabu, tidak boleh menempati rumah menghadap Barat.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . 
.

.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

 

Jumat, 15 Mei 2020

TENTANG DAUN KELOR

TENTANG DAUN KELOR.
.
Ivan Taniputera.
09 Mei 2020
.

.
Hari ini saya akan berbagi saja mengenai daun kelor (Moringa oleifera). Menurut penuturan orang-orang tua dulu, daun kelor mempunyai berbagai manfaat dari sisi supranatural. Sewaktu kecil dahulu saya mendengar mengenai orang yang semasa hidupnya mempelajari ilmu tertentu. Konon, orang yang mempelajari ilmu tersebut akan sulit meninggal. Meski sudah sakit berat, ajal tidak akan kunjung menjemputnya. Akibatnya, orang itu akan sangat menderita. Untuk menghilangkan ilmunya, orang itu harus dipukul dengan setangkai daun kelor. Barulah ia dapat meninggal dunia dengan tenang.
.
Ada juga orang yang memberitahukan pada saya mengenai kegunaan lain daun kelor. Konon daun kelor dapat juga dipergunakan mengobati penyakit supranatural; yakni penyakit yang sulit dideteksi secara medis. Orang yang menderita penyakit supranatural ini akan merasa sakit, tetapi dokter tidak dapat mengobati penyakitnya. Daun kelor katanya dapat dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit semacam ini.
.
Daun kelor juga dapat dipergunakan untuk menangkal berbagai kekuatan negatif. Salah satu caranya adalah daun kelor dicampur dengan air mandi.
.
Dari sisi kesehatan, daun kelor katanya dapat dipergunakan pula mengobati berbagai penyakit, tetapi kita tidak akan membahasnya pada artikel singkat ini.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .
.
 
.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum

Rabu, 29 April 2020

MENENTUKAN KECOCOKAN KERIS BAGI CALON PEMILIKNYA MENURUT PRIMBON JAWA

MENENTUKAN KECOCOKAN KERIS BAGI CALON PEMILIKNYA MENURUT PRIMBON JAWA.
.
Ivan Taniputera.
7 April 2020.
.
 
.
Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi mengenai bagaimana menentukan kecocokan keris terhadap calon pemiliknya berdasarkan Primbon Jawa. Caranya adalah sebagai berikut. Pertama-tama, ukurkan ibu jari tangan kiri pada keris, dimulai dari pangkalnya. Selanjutnya ganti dengan ibu jari tangan kanan. Demikian secara bergantian, hingga tiba pada ujung keris. Hitung jatuhnya pada hitungan ke berapa.
.
  • Hitungan pertama disebut Sri, keris ini cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan kedua disebut Candi, keris ini cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan ketiga disebut Gedong, keris ini cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan keempat disebut Pati, keris ini tidak cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan kelima disebut Manuk, keris ini tidak cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan keenam disebut Tunggu Layon, keris ini tidak cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan ketujuh disebut Mbok Randa, keris ini cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan kedelapan disebut Tunggu Dunya, keris ini cocok dengan calon pemilik.
.
Demikianlah cara menentukan cocok dan tidaknya keris dengan calon pemilik menurut Primbon Jawa.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . , . . .

.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Rabu, 01 April 2020

JIMAT DARI PRIMBON TULISAN TANGAN UNTUK KESELAMATAN DAN TERPENUHINYA KEINGINAN

JIMAT DARI PRIMBON TULISAN TANGAN UNTUK KESELAMATAN DAN TERPENUHINYA KEINGINAN.
.
Ivan Taniputera.
31 Maret 2020.
.
Pada kesempatan kali ini, di tengah situasi krisis dan ketakutan beserta kelesuan akibat wabah, saya akan berbagi jimat berasal dari primbon tulisan tangan atau dalam bentuk manuskrip, sebagai berikut.
.
 
.
Mengenai kegunaan jimat itu tertulis dalam aksara Jawa sebagai berikut:
“Karahayon, kawujudaning pepenginan.”
.
Terjemahannya adalah:
“Keselamatan atau kesejahteraan, terwujudnya keinginan atau harapan.”
.
Selanjutnya, pada jimat itu terdapat tulisan “Rahayu” atau “Selamat dan sejahtera.”
.
Adapun ritual (laku) yang harus dijalankan adalah “mutih tigang dinteng” atau terjemahannya: “hanya menyantap nasi putih dan air selama tiga hari.” Setelah melakukan ritual tersebut barulah kita dapat menuliskan jimat itu di atas sehelai kertas.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .
.

.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Senin, 09 Maret 2020

MANTRA DARI PRIMBON JAWA UNTUK BALITA ATAU ANAK-ANAK YANG SERING MENANGIS TANPA SEBAB

MANTRA DARI PRIMBON JAWA UNTUK BALITA ATAU ANAK-ANAK YANG SERING MENANGIS TANPA SEBAB
.
Ivan Taniputera.
9 Maret 2020.
.
Artikel ini agar tidak disebar luaskan baik sebagian atau keseluruhan tanpa seizin penulis. Apabila sudah mendapatkan izin untuk disebar-luaskan, maka yang boleh disebar-luaskan hanyalah link ke artikel ini saja.
.
 
,
Seorang balita atau anak-anak adalah wajar jika sering menangis, karena mereka belum sanggup mengungkapkan sesuatu secara verbal. Jadi tidaklah aneh bila mereka sering menangis. Justru apabila mereka jarang menangis, maka itu merupakan sesuatu yang patut dipertanyakan. Kendati demikian, saya sering mendengar mengenai bayi dan anak-anak yang sering menangis tanpa sebab jelas. Kemungkinan penyebabnya adalah masalah supranatural; misalnya gangguan hantu atau makhluk halus. Kebetulan saya hari ini baru saja menemukan mantra dari manuskrip Primbon Jawa tulisan tangan guna menenangkan balita atau anak-anak yang sering menangis tanpa sebab. Berikut ini adalah mantranya.
.
“Pitik tulak pitik tukung.
Temulak si jabang bayi.
Cep menengo ojo nangis.
Temulak baline ngetan, ngulon, ngidul, ngalor.”
.
Saya akan mencoba menerjemahkannya sebagai berikut ke dalam bahasa Indonesia:
.
“Ayam tulak ayam tukung.
Ditolak dari bayinya.
Diamlah jangan menangis.
Ditolak kembali menuju ke timur, barat, selatan, utara.”
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .
.
 
.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Rabu, 17 Juli 2019

HARI BAIK DAN BURUK BERDASARKAN TANGGAL MENURUT PRIMBON JAWA

HARI BAIK DAN BURUK BERDASARKAN TANGGAL MENURUT PRIMBON JAWA.
.
Ivan Taniputera.
18 Juni 2019.
,
 
.
Ternyata berdasarkan Primbon Jawa, hari juga dinamai berdasarkan tanggalnya. Pada artikel ini, kita akan memaparkan nama-nama hari berdasarkan tanggal Jawa sebagaimana termuat dalam Primbon. Kita akan mencantumkan pula baik dan buruknya. 
.
Tanggal 1: Kuda: Baik.
Tanggal 2: Kijang: Baik.
Tanggal 3: Harimau: Kurang baik.
Tanggal 4: Kucing: Baik.
Tanggal 5: Lembu: Kurang baik.
Tanggal 6: Kerbau: Baik.
Tanggal 7: Tikus: Baik.
Tanggal 8: Lebu: Baik untuk perjodohan atau pertunangan. Tidak baik untuk perjalanan.
Tanggal 9: Anjing: Kurang baik.
Tanggal 10: Naga: Baik untuk mengawali suatu pekerjaan atau proyek, perjodohan, dan kegiatan penting.
Tanggal 11: Kesuma: Baik.
Tanggal 12: Mayang: Baik, khususnya untuk berdagang atau berbisnis.
Tanggal 13: Gajah: Kurang baik.
Tanggal 14: Singa: Baik.
Tanggal 15: Ikan: Baik.
Tanggal 16: Lilin: Kurang baik.
Tanggal 17: Elang: Baik.
Tanggal 18: Lepa (Umbut Nipah): Baik.
Tanggal 19: Banteng: Tidak baik.
Tanggal 20: Antui (kembang kenanga): Baik.
Tanggal 21: Arang: Baik.
Tanggal 22: Udang: Baik, kecuali untuk bepergian.
Tanggal 23: Laut: Baik.
Tanggal 24: Pare: Kurang baik.
Tanggal 25: Madu: Kurang baik.
Tanggal 26: Kalajengking: Kurang baik.
Tanggal 27: Ular: Baik
Tanggal 28: Padi: Baik.
Tanggal 29: Hama: Kurang baik.
Tanggal 30: Lidi: Baik, kecuali untuk bepergian atau pernikahan.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . .
.
 
,
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Senin, 22 Oktober 2018

ILMU RAMALAN BARANG HILANG MENURUT PRIMBON JAWA

ILMU RAMALAN BARANG HILANG MENURUT PRIMBON JAWA.
.
Ivan Taniputera.
15 Oktober 2018.
.
Primbon merupakan salah satu warisan budaya bangsa. Itulah sebabnya, pada kesempatan kali ini saya akan menulis artikel mengenai ilmu ramalan barang hilang sebagaimana terdapat pada Primbon Jawa.
.
Pertama-tama kita harus mengenal terlebih dahulu angka naptu gabungan sistim lima harian (Pancawara: Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing) serta sistim tujuh harian (Saptawara: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu, dan Minggu). Berikut ini adalah angka masing-masing.
.
SAPTAWARA
.
Senin = 4
Selasa = 3
Rabu = 7
Kamis = 8
Jumat = 6
Sabtu = 9
Minggu = 5
.
PANCAWARA
.
Pon = 7
Wage = 4
Kliwon = 8
Legi = 5
Pahing = 9
.
Cara mencari angka naptu sangat mudah. Tinggal dijumlahkan saja angka masing-masing. Sebagai contoh adalah hari Rabu Pahing. Rabu angkanya adalah 7. Pahing angkanya adalah 9. Jadi, naptu Rabu Pahing adalah 7 + 9 atau 16.
Untuk memudahkan dapat menggunakan tabel di bawah ini.
.

.
Kini kita akan membahas ilmu ramalan barang hilang tersebut. Dalam Primbon saya mendapati dua jenis ramalan.
.
RAMALAN BARANG HILANG 1.
.
Angka naptu hari barang tersebut hilang dibagi 7. Jikalau tidak diketahui kapan hilangnya, dapat pula mempergunakan hari barang tersebut disadari kehilangannya.
.
Jika bersisa 0 (disebut Gajah), maka artinya orang yang mengambil benda tersebut sudah jauh keberadaannya.
.
Jika bersisa 1 (disebut Naga), maka artinya barang itu hilang karena kecerobohan. Akibat kurang teliti, barang yang ditanyakan itu hilang atau terselip.
.
Jika bersisa 2 (disebut Panagan), maka artinya barang itu diambil oleh orang yang dikenal; kemungkinan adalah salah seorang teman, saudara, rekan, dan lain sebagainya.
.
Jika bersisa 3 (disebut Basu), maka artinya barang itu diambil oleh orang yang tinggal serumah dengan Anda. Namun saya menafsirkannya pula bahwa mungkin juga maknanya adalah barang itu masih berada di rumah Anda sendiri. Jadi belum tentu diambil oleh seseorang. Mungkin juga Anda yang lupa meletakkannya. Dengan demikian, Anda dapat mencarinya di dalam rumah Anda sendiri.
.
Jika bersisa 4 (disebut Tanu), maka artinya barang itu diambil oleh orang yang tinggalnya bertetangga dengan Anda. Saya menafsirkan juga bahwa bahwa belum tentu barang itu diambil orang dengan sengaja. Bisa juga terjatuh tanpa sengaja di pekarangan tetangga Anda. Apabila mendapatkan hasil ramalan ini, Anda dapat mencoba mengingat-ingat apakah Anda baru saja bertandang ke rumah tetangga Anda. Jikalau benar demikian, Anda dapat meminta izin tetangga Anda secara baik-baik untuk memeriksa pekaranganya atau tempat yang Anda baru saja kunjungi.
.
Jika bersisa 5, maka artinya barang itu diambil oleh peminta-minta. Tetapi saya akan mengartikannya sebagai seseorang yang sedang mengharapkan bantuan atau pertolongan Anda. Mungkin dapat diartikan sebagai orang yang sedang kekurangan dan memerlukan sesuatu dengan segera.
.
Jika bersisa 6 (disebut Watu), maka artinya orang yang mengambil barang tersebut sudah pergi meninggalkan tempat tersebut dan sulit lagi dilacak keberadaannya.
.
Kita ambil contoh barang yang hilang hari Rabu Pahing. Angka naptunya adalah 16. Kita bagi 16 dengan 7. Hasilnya adalah 2 sisa 2. Karena bersisa 2, maka hasil ramalannya adalah Panagan.
.
RAMALAN BARANG HILANG 2
.
Angka naptu hari barang tersebut hilang dibagi 4. Jikalau tidak diketahui kapan hilangnya, dapat pula mempergunakan hari barang tersebut disadari kehilangannya.
.
Jika bersisa 0 (disebut Epleng), maka artinya barang yang hilang tersebut tidak dapat ditemukan kembali.
.
Jika bersisa 1 (disebut Pitik), maka artinya yang mengambil adalah orang yang sedang menggembala ternak (Jawa: angon). Di kota-kota besar, orang yang menggembala ternak sudah jarang, jadi tentu saja maknanya harus kita sesuaikan. Saya menafsirkan bahwa maknanya dapat pula berarti orang yang sedang menjalankan suatu tugas tertentu. Tugas itu sulit ditinggalkan olehnya. Kemungkinan penafsiran lain adalah orang yang sedang mengasuh sesuatu.
.
Jika bersisa 2 (disebut Benik), maka artinya yang mengambil adalah orang yang menjadi anggota suatu gerombolan. Di zaman sekarang, gerombolan pengacau keamanan dapat dikatakan sudah tidak ada. Negara kita dalam keadaan aman dan damai. Itulah sebabnya, maknanya harus sedikit kita sesuaikan dengan kondisi masa kini. Saya menawarkan penafsiran sebagai berikut: (1) Orang yang mengambilnya merupakan anggota suatu perkumpulan, kelompok atau organisasi yang beranggotakan banyak orang. Yang patut diingat, perkumpulan atau kelompok ini belum tentu merupakan sesuatu yang buruk. Bisa jadi, ia hanyala oknum yang mencoreng nama organisasinya; (2) Dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang.
.
Jika bersisa 3 (disebut Cumbu), maka artinya barang itu akan dengan mudah ditemukan kembali.
.
Kita ambil contoh barang yang hilang hari Rabu Pahing. Angka naptunya adalah 16. Kita bagi 16 dengan 4. Sisanya adalah 0. Karena bersisa 0, maka hasil ramalannya adalah Epleng.
.
Jika kita gabungkan hasil pembacaan ramalan barang hilang pertama dan kedua, maka hasilnya adalah: “Barang itu kemungkinan diambil oleh orang yang dikenal; namun sulit sekali ditemukan kembali.”
.
Dengan demikian, kita telah mengulas dengan jelas dua ilmu ramalan barang hilang; sebagaimana dimuat dalam Primbon Jawa.
.
Yang patut diingat, kita hendaknya menggunakan ramalan ini dengan bijaksana. Belum tentu seseorang itu mengambil dengan kesengajaan. Mungkin saja, ia tanpa sengaja membawanya. Dengan kata lain, barang yang hilang itu terbawa olehnya. Itulah sebabnya, kita jangan menuduh sembarangan. Jika hendak menanyakannya, pergunakanlah kata-kata yang sopan dan halus serta jauh dari kesan menuduh. Ingat, bahwa menuduh seseorang tanpa bukti termasuk tindak pidana dan dapat dibawa ke pengadilan. Anda dapat dituduh mencemarkan nama baik. Ilmu ini juga adalah sekedar ramalan yang belum tentu terbukti kebenarannya.

.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . 
.
 .

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Kamis, 27 September 2018

BUKU TULISAN TANGAN TENTANG KERIS

BUKU TULISAN TANGAN TENTANG KERIS.
.
Ivan Taniputera.
28 September 2018.
.
Ini adalah buku tulisan tangan yang mengulas berbagai jenis keris. Tidak terdapat judul bagi buku catatan ini. Nama penulisnya juga tidak tercantum. Bahasa yang dipergunakan adalah Bahasa Jawa dengan aksara Latin bersambung. Jumlah halaman adalah 73. Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.

.

.

.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 10 Februari 2018

BUKU RAMALAN PAWUKON YANG SUDAAH BERUSIA SEKITAR 130 TAHUN

BUKU RAMALAN PAWUKON YANG SUDAH BERUSIA SEKITAR 130 TAHUN.
.
Ivan Taniputera.
10 Februari 2018.

.


.
Judul: Boekoe Pawoekon: Toeroenan dari Kraton Soerakarta tersalin dalem Bahasa Melajoe.
Penulis: ---
Jumlah halaman: 68.
Penerbit: G. C. T. van Dorp & Co., Semarang, 1888.
.
Buku ini membahas berbagai seluk mengenai Pawukon, antara lain diulas tabiat masing-masing Wuku, bahaya yang dialami, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah daftar isinya.
.


.

.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.

.

.

.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 07 Februari 2017

BUKU PRIMBON TENTANG TANDA-TANDA PADA KUDA, PERKUTUT, DAN KUCING

BUKU PRIMBON TENTANG TANDA-TANDA PADA KUDA, PERKUTUT, DAN KUCING
.
Ivan Taniputera.
6 Februari 2017.
.




.
Judul: Lajang Katoeranggan.
Terdapat keterangan: Ja ikoe katoerangganing djaran, manoek perkoetoet lan koetjing. Nerangake titikane kewan teloeng warna maoe, kang ala lan kang betjik wahanane toemrapkang ngingoe, katanda sake tjandrane, oelese, tjiri-tjirine lan lija-lijane.
Penulis: Tidak diketahui.
Penerbit: Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri, 1929
Jumlah halaman: 28
Bahasa: Jawa.
.
Buku ini menjelaskan mengenai pertanda baik buruknya kuda, perkutut, dan kucing, beserta obat ketiga hewan tersebut.
.
Sebagai contoh pada halaman terdapat pertanda kuda yang buruk:
.
“Anda-moestaka, oenjeng-oenjeng ana ing sikil ngarep kapernah ing dengkoel oetawa sadoewoere; ala banget, nibakake lan ngidak kang noenggang; ‘mbilaeni.”
.
Terjemahan:
“Anda-moestana, pusaran bulu ada di kaki depan, tepatnya pada lutut atau atasnya; sangat buruk, dapat menjatuhkan serta menginjak penunggangnya; membahayakan.”
.
Mungkin di zaman sekarang hal ini tidak berlaku lagi.
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.



.



.


Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 01 Oktober 2016

CARA MENENTUKAN HARI BAIK PERNIKAHAN MENURUT PRIMBON JAWA

CARA MENENTUKAN HARI BAIK PERNIKAHAN MENURUT PRIMBON JAWA.
.
Ivan Taniputera.
28 September 2016
.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai bagaimana menentukan hari baik bagi pernikahan menurut Primbon Jawa. Kemungkinan banyak yang masih bingung dalam menggunakan Primbon Jawa. Meskipun demikian, jika kita mengetahui urutan atau algoritma dalam mencarinya, maka hal itu tidaklah sulit. Kit akan membandingkan pula dengan primbon-primbon lainnya, dimana terdapat perbedaan-perbedaan. Artikel ini juga bertujuan melestarikan budaya warisan leluhur, mengingat primbon-primbon adalah warisan budaya bangsa.
.
Dalam menentukan hari baik pernikahan menurut Primbon Jawa, maka prinsipnya adalah dari "yang lebih besar ke kecil." Artinya adalah dari cakupan waktu yang lebih besar terlebih dahulu, kemudian semakin kecil. Dalam hal ini kita mulai dari tahun menurut windu. Berdasarkan perhitungan Jawa, terdapat delapan nama tahun; yakni Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Kita akan mencoret hari yang buruk satu persatu berdasarkan urutan kriteria-kriteria di bawah ini.
.
A. PEMILIHAN BULAN
.
Menurut Primbon Jawa terdapat bulan-bulan yang buruk berdasarkan masing-masing tahun di atas. Berikut ini adalah daftarnya.
.
  • Alip, bulan 1 (Sura)
  • Ehe, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), 6 (Jumadilakir), 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), dan 10 (Sawal)
  • Jimawal, bulan 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), dan 10 (Sawal)
  • Je, bulan 4 (Bakdamulud), 5 (Jumadilawal), 6 (Jumadilakir), 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), 9 (Pasa), dan 12 (Besar)
  • Dal, bulan 6 (Jumadilakir), 7 (Rejeb), 9 (Pasa), dan 10 (Sawal)
  • Be, bulan 6 (Jumadilakir) dan 12 (Besar)
  • Wawu, bulan 2 (Sapar), 3 (Mulud), 4 (Bakdamulud), 5 (Jumadilawal), dan 9 (Pasa)
  • Jimakir, bulan 3 (Mulud), 5 (Jumadilawal), 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), 10 (Sawal), dan 12 (Besar)
.
Jadi jika pernikahan hendak dilangsungkan pada tahun Ehe, maka bulan 1, 2, 6, 7, 8, dan 10 kita coret.
.
Selain itu, masih ada kriteria lain, bulan yang tidak terdapat hari Selasa Kliwon (Anggarakasih), dimana bulan-bulan itu tidak boleh diselenggarakan bagi pernikahan.
.
  • Alip, bulan Jumadilakir, Besar.
  • Ehe, bulan Rejeb
  • Jimawal, bulan Sura dan Ruwah
  • Je, bulan Sapar dan Ruwah
  • Dal, bulan Mulud dan Pasa
  • Be, bulan Jumadilawal
  • Wawu, bulan Rabingulakir dan Dulkangidah
  • Jimakir, bulan Jumadilawal.
.
Jadi pada tahun Ehe, setiap bulan Rejeb akan kita coret.
Terdapat bulan yang terbaik dalam masing-masing tahun. Jika memungkinkan pernikahan diselenggarakan pada bulan-bulan berikut.
.
  • Alip, bulan 9 (Pasa) dan 11 (Dulkaidah)
  • Ehe, bulan 4 (Bakdamulud), 9 (Pasa), 1 1 (Dulkaidah), dan 12 (Besar)
  • Jimawal, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), 3 (Mulud), 5 (Jumadilawal), dan 12 (Besar)
  • Je, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), 3 (Mulud), 10 (Sawal), dan 11 (Dulkaidah)
  • Dal, bulan 2 (Sapar), 3 (Mulud), 8 (Ruwah), dan 11 (Dulkaidah)
  • Be, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), dan 7 (Rejeb)
  • Wawu, bulan 1 (Sura), 10 (Sawal), 11 (Dulkaidah), dan 12 (Besar)
  • Jimakir, bulan 1 (Sura) dan 11 (Dulkaidah).
.
Jika memungkinkan, bulan-bulan di atas boleh dipilih. Namun bulan-bulan yang tidak tergolong buruk walaupun bukan terbaik, boleh dipilih.
.
Masih terdapat lagi apa yang disebut Larangan Sasi, yakni bulan yang kurang baik pada masing-masing tahun.
.
  • Alip: bulan Jumadilakir dan Dulkaidah.
  • Ehe: bulan Rabingulawal dan Pasa
  • Jimawal: Mulud dan Besar
  • Je: Sura dan Sawal
  • Dal: Ruwah
  • Be: Sapar dan Rejeb
  • Wawu: Jumadilawal
  • Jimakir: Sura dan Dulkaidah.
.
Anehnya terdapat kontradiksi sini, pada tahun Alip menurut daftar sebelumnya bulan Dulkaidah dianggap baik; tetapi berdasarkan Larangan Sasi, bulan tersebut dianggap buruk. Oleh karenanya, jika hendak menggunakan juga kriteria Larangan Sasi, maka bulan Dulkaidah juga perlu dicoret.
.
B. PEMILIHAN HARI.
.
Selanjutnya Primbon Jawa, terdapat hari Saptawara (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, serta Minggu) dan Pancawara (Pon, Wage, Kliwon, Legi, serta Pahing).
.
Berikut ini terdapat hari yang sudah sifatnya jelek, dibagi menjadi hari jelek dan sangat jelek.
  • Hari jelek: Minggu Pahing, Sabtu Pon, Jumat Wage, Selasa Kliwon, Senin Legi, dan Kamis Wage.
  • Hari sangat jelek: Rabu Lebi, Minggu Pahing, Kamis Pon, Selasa Wage, dan Sabtu Kliwon.
.
Hari-hari di atas perlu kita coret terlebih dahulu.

Selanjutnya terdapat hari yang kurang baik dalam masing-masing tahun tersebut. Hari-hari yang kurang baik itu disebut kunarpaning warsa (kita singkat "k") dan sangaring warsa (kita singkat "s"). Berikut ini adalah daftarnya.
.
  • Alip: Sabtu Pahing (k) dan Jum'at Legi (s)
  • Ehe: Kamis Pahing (k) dan Selasa Kliwon (s)
  • Jimawal: Senin Pagi (k) dan Minggu Kliwon (s)
  • Je: Jumat Legi (k) dan Kamis Wage (s)
  • Dal: Rabu Kliwon (k) dan Senin Pon (s)
  • Be: Minggu Wage (k) dan Sabtu Legi (s)
  • Wawu: Kamis Pon (k) dan Rabu Pahing (s)
  • Jimakir: Selasa Pon (k) dan Minggu Legi (s).
.
Jadi, jika ingin menyelenggarakan pernikahan pada tahun Ehe, maka kita mengutamakan bulan yang baik, yakni 4, 9, 11, dan 12. Namun bulan-bulan selain 1, 2, 6, 7, 8, dan 10 boleh digunakan; hanya saja yang terbaik adalah 4, 9, 11, dan 12.
.
Kita mencoret setiap hari Kamis Pahing dan Selasa Kliwon pada bulan 4, 9, 11, dan 12.
.
Lebih jauh lagi, pada masing-masing bulan terdapat hari-hari yang baik bagi berbagai kegiatan. Hari-hari tersebut digolongkan menjadi Sasi Rahaju (disingkt r) dan Sasi Sardju (dsingkat sa). Berikut ini adalah daftarnya.
.
  • Besar (12), Sura (1), dan Sapar (2): Rabu dan Kamis (r), Jumat (sa).
  • Mulud (Rabingulawal, 3), Rabingulakir (4), Jumadilawal (5): Jumat (r), Sabtu dan Minggu (sa).
  • Jumadilakir (6), Rejeb (7), Ruwah (8): Sabtu dan Minggu (r); Senin dan Selasa (sa).
  • Pasa (9), Sawal (10), Dulkaidah (11): Senin dan Selasa (r); Rabu dan Kamis (sa).
.
Oleh karenanya, pada tahun Ehe, setiap hari Kamis Pahing dan Selasa Kliwon, bulan 4, 9, 11, dan 12 sudah kita coret. Apabila dipilih bulan ke 4, maka dapat dipilih Jumat, Sabtu, dan Minggu.
.
Primbon Jawa juga masih mempunyai apa yang dinamakan hari Taliwangke, yang buruk pada masing-masing bulan.
  • Sura: Rabu Pahing
  • Sapar: Kamis Pon
  • Rabingulawal: Jumat Wage
  • Rabingulakir: Sabtu Kliwon
  • Jumadilawal: Senin Kliwon
  • Jumadilakir: Selasa Legi
  • Rejeb: Rabu Pahing
  • Ruwah: Kamis Pon
  • Pasa: Jumat Wage
  • Sawal: Sabtu Kliwon
  • Dulkaidah: Senin Kliwon
  • Besar: Selasa Legi
.
Kini kita tiba pada pemilihan hari berdasarkan Wuku.
.
  • Terdapat hari Taliwange atau hari buruk berdasarkan Wuku: Wuye, hari Senin Kliwon; wuku Wayang hari Selasa Legi; wuku Landep hari Rabu Pahing; wuku Warigalit hari Kamis Pon; wuku Kuningan hari Jumat Wage; wuku Kuruwelut hari Sabtu Kliwon.
  • Selain Taliwangke terdapat lagi hari Samparwangke yang juga kurang baik. Penentuannya juga didasari Wuku: Warigalit hari Senin Kliwon; Bala hari Senin Legi; Langkir hari Senin Pahing; Sinta hari Senin Pon; Tambir hari Senin Wage.
 .
C. PEMILIHAN TANGGAL
.
Kita beralih pada tanggal-tanggal yang buruk pada masing-masing bulan.
  • Sura: 17, 27, 11, dan 14
  • Sapar: 19, 22, 1, dan 20
  • Rabingulawal: 13, 23, 10, dan 15
  • Rabingulakir: 15, 25, 10, dan 20
  • Jumadilawal: 16. 26, 10, dan 11
  • Jumadilakir: 11, 21, 3, dan 14
  • Rejeb: 12, 22, 11, dan 12
  • Ruwah: 14, 24, 19, dan 28
  • Pasa: 15, 25, 10, dan 20
  • Sawal: 17, 27, 2, dan 20
  • Dulkaidah: 11, 21, 6, dan 12
  • Besar: 13, 23, 1, dan 20.
.
Tanggal di atas pada masing-masing bulan harus dicoret.
.
Namun masih ada kriteria-kriteria lainnya.
.
Terdapat apa yang disebut tanggal naas pada masing-masing bulan:
.
  • Sura, tanggal 11 dan 6.
  • Sapar, tanggal 1 dan 20.
  • Rabingulawal, tanggal 10 dan 20.
  • Rabingulakir, tanggal 10 dan 20.
  • Jumadilawal, tanggal 1 dan 11
  • Jumadilakir, tanggal 10 dan 14
  • Rejeb, tanggal 2 dan 14
  • Ruwah, tanggal 12 dan 13
  • Pasa, tanggal 9 dan 20
  • Sawal, tanggal 10 dan 20
  • Dulkaidah, tanggal 12 dan 13
  • Besar, tanggal 6 dan 10.
.
Terdapat pula kriteria tanggal sangar pada masing-masing bulan"
.
  • Sura, tanggal 13
  • Sapar, tanggal 10
  • Rabingulawal, tanggal 8
  • Rabingulakir, tanggal 28
  • Jumadilawal, tanggal 28
  • Jumadilakir, tanggal 18
  • Rejeb, tanggal 18
  • Ruwah, tanggal 26
  • Pasa, tanggal 24
  • Sawal, tanggal 2
  • Dulkangidah, tanggal 28
  • Besar, tidak ada.
.
Masih ada lagi kriteria yang disebut Bangas Padewan. Tanggal-tanggal ini juga tidak boleh dipergunakan bagi pernikahan:
.
  • Sura, tanggal 11
  • Sapar, tanggal 20
  • Rabingulawal, tanggal 1 dan 15
  • Rabingulakir, tanggal 10 dan 20
  • Jumadilawal, tanggal 10 dan 11
  • Jumadilakir, tanggal 10 dan 14
  • Rejeb, tanggal 13 dan 27
  • Ruwah, tanggal 4 dan 28
  • Pasa, tanggal 7 dan 20
  • Sawal, tanggal 10
  • Dulkangidah, tanggal 2 dan 22
  • Besar, tanggal 6 dan 20
.
Berikut ini adalah hari-hari naas yang hanya terdapat di bulan-bulan khusus saja dan disebut naas para nabi: Sura, tanggal 13; Rabingulawal, tanggal 3; Rabingulakir, tanggal 16; Jumadilawal, tanggal 5; Pasa, tanggal 21; Dulkangidah, tanggal 24; Besar, tanggal 25.
.
D. PEMILIHAN JAM
.
Berikut ini adalah jam-jam yang baik, berdasarkan tanggal:
.
1, 6, 11, 16, 21, 26: jam 6-8.23, jam 10.18-1.11 (biasa), jam 1.12-3.35
2, 7, 12, 17, 22, 27: jam 8.24-10.17 (biasa), 10.18-1.11, 3.36-5.59
3, 8, 13, 18, 23, 28: jam 6-8.23 (biasa), 8.24-10.17, 1.12-3.35
4, 9, 14, 19, 24, 29: jam 6-8.23, jam 10.18-1.11, 3.36-5.59 (biasa)
5. 10, 15, 20, 25, 30: jam 8.24-10.17, jam 1.12-3.35 (biasa), jam 3.36-5.59.
.
Jam yang baik berdsarkan pasaran:
  • Legi: jam 6-10.17
  • Pahing: jam 6-1.11
  • Pon: jam 6-8.23, 1.12-5-59
  • Wage: jam 10.18-5.59
  • Kliwon: jam 8.24-3.35
.
Demikianlah alur pemilihan hari baik bagi pernikahan menurut Primbon Jawa, yang dalam hal ini diambil dari Primbon Betaljemur.
.
E. PERBANDINGAN DENGAN PRIMBON LAIN
Kita akan membandingkannya dengan Primbon lain.
.
Primbon Sabda Guru (halaman 37), juga memuat daftar yang hampir sama terkait kunarpaning warsa dan sangaring warsa. Hanya saja terdapat satu perbedaan dengan Primbon Betaljemur, yakni sangaring warsa pada tahun Be. Primbon Betaljemur mencantumkan Sabtu Legi (halaman 6), sedangkan Primbon Sabda Guru mencantumkan Sabtu Pon. Apakah kemungkinan ini adalah salah cetak? Perbedaan lain, adalah pada bulan yang tidak ada hari Anggara Kasihnya. Primbon Betaljemur mencantumkan Jumadilawal, sedangkan Primbon Sabda Guru (halaman 33) mencantumkan Rabingulakir. Tanggal naas para nabi juga terdapat satu perbedaan saja, yakni bulan Besar, Primbon Betaljemur mecantumkan 5, sedangkan Primbon Sabda Guru (halaman 35) mencantumkan 5.
.
Anehnya, Primbon Pusaka Guru, halaman 55-56 justru memuat hari baik dan buruk yang berkebalikan dengan Primbon Betaljemur. Jadi, jika Primbon Betaljemur menyatakan bahwa pada tahun Alip bulan Sura adalah buruk, maka Primbon Pusaka Guru justru menyatakan baik.
.
Primbon Puspa Wahju memiliki perhitungan berbeda, terkait hari-hari buruk. Sebagai contoh:
.
Sawal: Jumat Wage, Sabtu, dan Minggu, Jumat disebut Sangar bulan. Tanggal yang buruk adalah 2 dan 10.
.
Dengan demikian, terjadi perbedaan di sini. Oleh karenanya, hal ini perlu mendapatkan penelitian lebih lanjut. Barangkali para pakar primbon perlu berkumpul dan meneciptakan suatu primbon standar. Kesalahan-kesalahan lama perlu diperbaiki.
.
DAFTAR PUSTAKA.
.
Handanamangkara, SPH. Primbon Djawa Sabda Guru, Penerbit/ Toko buku KS, Solo, 1970.
Harja Tjakraningrat, Kangdjeng Pangeran Harja Tjakraningrat. Kitab Primbon Betal Djemur, Soemodidjojo Mahadewa, -----.
-----------. Primbon Puspa Wahju, Gajabaru, Surabaja, 1953.
Sastrahandaja, Ki. Primbon Pusaka Guru, Muria, Kudus, 1954.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339... . . . . . . .
.




PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.