TABURAN GARAM SECARA KEBETULAN MEMBENTUK SOSOK MIRIP
EYANG SEMAR
Ivan Taniputera
7 Januari 2025
Saya baru saja menjumpai suatu peristiwa yang
unik. Ketika menaburkan garam di piring untuk suatu keperluan, ternyata setelah
diperhatikan taburan garam itu membentuk suatu gambaran yang mirip sosok Eyang
Semar. Berikut ini adalah gambarnya.
Sebagian orang mungkin menganggapnya sebagai
kebetulan saja. Tentu mereka boleh saja berpendapat demikian. Namun saya
menganggap atau berpendapat bahwa ini merupakan suatu pertanda; yakni sebagai
penegasan bagi visi atau penglihatan saya sebelumnya, sebagaimana dimuat pada
artikel berjudul VISI ATAU PENGLIHATAN EYANG SEMAR MEMBAWA PELITA DI
TENGAH KEGELAPAN, tertanggal 2 Januari 2025.
Pada artikel
tersebut sudah diulas mengenai pesan spiritual untuk selalu mawas diri dan
memperhatikan apa yang dikatakan hati nurani kita. Apalagi lalai mendengarkan
apa kata hati nurani kita, maka akan mendatangkan masalah besar bagi kehidupan.
Itulah sebabnya, bagi yang masih belum hidup lurus, maka ini merupakan pesan
agar kita segera membenahi hidup kita. Bagi yang belum hidup jujur agar segera
kembali pada kejujuran. Dengarkan kata hati nurani Anda. Jangan sampai masalah
timbul baru menyesal. Ingat untuk selalu “eling lan waspada.” Tahun 2025 ini
barangkali akan dipenuhi oleh terbongkarnya berbagai skandal. Satu persatu hal
buruk seolah-olah akan terbuka dengan sendirinya. Itulah sebabnya, sekali lagi
bagi yang hidupnya belum lurus agar segera kembali ke jalan yang benar. Apabila
sampai terungkap, maka itu akan menyakitkan.
Sebagai
tambahan, pesan spiritual berikutnya adalah terkait bumi. Ini merupakan pesan
agar kita selalu menjaga bumi dengan baik. Artinya, kita jangan merusak alam.
Jika alam sampai marah, maka banyak yang akan terkena dampak buruknya. Termasuk
dalam hal ini, kita harus menjaga kelestarian hutan. Jangan sampai hutan
dirusak. Selain itu, jangan pula mengotori lingkungan. Bumi atau alam dan
seisinya ini harus kita jaga dengan baik, agar kita dapat hidup aman serta
sejahtera di atasnya.
Mari
kita senantiasa merenungkan berbagai hal baik.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak
memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message
yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat
mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar.
Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar
tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.
VISI ATAU
PENGLIHATAN EYANG SEMAR MEMBAWA PELITA DI TENGAH KEGELAPAN
Ivan Taniputera
2 Januari 2025
Beberapa
waktu lalu, saya mendapatkan visi atau penglihatan berupa gambaran Eyang Semar
yang membawa pelita di tengah kegelapan.
Visi
atau penglihatan ini sebenarnya beberapa hari lalu. Hanya kapan tepatnya saya
sudah lupa. Karena ini merupakan sesuatu yang penting, maka akan saya tuangkan
saja dalam bentuk artikel. Berikut ini adalah pesan-pesan berikutnya yang saya
terima terkait visi atau penglihatan di atas. Pertama-tama, kegelapan di sini
jangan diartikan secara harafiah. Begitu pula, kegelapan ini jangan pula
diasosiasikan dengan sesuatu yang mengerikan atau bencana. Kegelapan ini lebih
mengacu pada ketidaktahuan, kebingungan, atau ketidaktahuan yang berkecamuk
pada batin dan pikiran manusia. Dengan demikian, kita boleh mengartikan bahwa
pada tahun 2025 akan banyak orang diliputi kebingungan dan ketidaktahuan ini.
Mereka tidak tahu apa hal benar yang seharusnya dilakukan. Kalau seseorang
tidak mengetahui apa yang seharusnya dilakukan, maka seolah-olah ia berada
dalam kegelapan. Begitu pula, bila seseorang dilanda kebingungan, maka ia juga
serasa dicengkeram kegelapan. Bisa jadi, sekelilingnya secara fisik terang
benderang, tetapi batin dan pikirannya gelap gulita.
Kita
juga boleh mengartikan bahwa kegelapan ini berasal dari keserakahan manusia itu
sendiri. Seseorang digelapkan oleh harta, sehingga akhirnya memilih mengambil
keputusan yang keliru dan merugikan orang lain. Sebagai contoh, seseorang yang
seharusnya memberikan keadilan bagi sesama, karena digelapkan oleh harta lalu
menjatuhkan keputusan yang merugikan sesamanya. Ini merupakan sesuatu yang
sangat mengerikan. Contoh lain, seseorang yang digelapkan oleh kemashyuran,
karena takut kehilangan nama baiknya lalu menutupi canaya kebenaran. Akibatnya,
ia berada dalam kegelapan batin.
Pada
tahun 2025 kemungkinan akan banyak kasus-kasus dan skandal seperti itu.
Di
tengah-tengah kegelapan ini, Eyang Semar akan hadir dengan membawa pelita. Di
manakah Beliau hadir? Tidak lain dan tidak bukan di hati nurani setiap orang.
Beliau akan membawa secercah cahaya di tengah kegelapan batin beserta pikiran
tersebut. Karenanya, apabila seseorang merasa bingung, khawatir, dan tidak tahu
apa yang harus dilakukan, maka ia harus kembali ke “akar”nya; yakni hati nuraninya
sendiri. Nanti ia akan menjumpai suatu wawasan kesadaran dalam hati nuraninya
sendiri yang akan membantunya terbebas dari kegelapan. Intinya adalah kesediaan
dan kerelaan untuk berpaling pada hati nuraninya sendiri. Sayangnya, kelak kita
juga akan menyaksikan orang-orang yang enggan berpaling pada hati nuraninya
sendiri.Mungkin mereka sendiri yang sudah membangun tembok atau sekat
penghalang di sekitar hati nuraninya sendiri. Ini merupakan sesuatu yang sangat
mengerikan. Akan ada orang-orang yang justru memilih kegelapan.
Hal
yang sama berlaku pula pada orang-orang yang hendak memutuskan sesuatu bagi
orang lain atau masyarakat. Hati nurani mereka akan bersuara menuntun mereka
agar mengambil keputusan yang benar. Intinya, saat hendak mengambil suatu
keputusan, kita harus bersedia mendengar hati nurani kita sendiri. Jangan
sampai ego dan kesombongan menghalangi kita dari mendengar suara hati nurani
kita. Sayangnya, akan ada orang-orang yang menolak mendengar suara hati
nuraninya tersebut. Mereka lebih memilih menjalankan suatu keputusan yang
merugikan sesamanya dan bertentangan dengan keadilan. Mereka lebih memilih
kegelapan. Sangat mengerikan.
Tentu
saja, segala sesuatu ada konsekuensinya. Bagi yang memilih kegelapan, maka
hal-hal buruk sudah pasti akan menanti mereka. Kegelapan itu akan bertambah
pekat dan menelan mereka sendiri, sehingga tidak dapat lagi mereka lolos
darinya. Saat itu, hanya akan ada penyesalan dan ratapan. Oleh karenanya,
senantiasa ikuti suara hati nurani Anda sebelum terlambat. Akan ada suatu
titik, dimana Anda tidak dapat kembali, bila memilih kegelapan.
Lebih
jauh lagi, sosok Eyang Semar ini hendaknya tidak dikaitkan dengan sosok atau
pribadi mana pun. Mungkin ada yang tergoda mengaitkan sosok Beliau dengan
tokoh-tokoh yang sedang populer saat ini. Namun itu bukan sesuatu yang benar,
mengingat bahwa kemunculan Beliau adalah dalam hati dan sanubari masing-masing
insan. Tugas Beliau adalah menerangi hati dan sanubari yang berada dalam
kegelapan.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak
memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message
yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat
mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar.
Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar
tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.