Tampilkan postingan dengan label hukum karma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukum karma. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Mei 2026

KELAHIRAN LAMPAU: DUA ORANG BERSAUDARA YANG TERLAHIR BUTA

 KELAHIRAN LAMPAU: DUA ORANG BERSAUDARA YANG TERLAHIR BUTA

Ivan Taniputera

30 Mei 2026



Beberapa waktu yang lalu saya mengetahui mengenai dua orang bersaudara yang terlahir buta. Kondisi mereka memang sungguh menyedihkan. Karena terlahir di keluarga yang tidak  mampu semenjak kecil harus menjalani berbagai pekerjaan berat serta menjalani kehidupan penuh penderitaan. Saya turut merasa sedih dan timbul rasa kasihan terhadap keadaan mereka. Sejenak saya merenung tanpa sanggup berkata apa-apa.

Tiba-tiba timbul suatu wawasan, insight, atau pandangan dalam batin saya. Tampak dua orang pria yang mengenakan pakaian dan berpenampilan seperti masa Dinasti Qing (1644-1912) sedang menawarkan pekerjaan menggiurkan pada gadis-gadis miskin di sebuah desa. Peristiwa ini nampaknya terjadi pada sekitar abad ke-19. Banyak yang tertarik untuk mendaftar pekerjaan tersebut. Namun kemudian muncul pemandangan lain. Gadis-gadis itu dibawa berlayar menyeberang lautan oleh kapal-kapal berbendera suatu negara asing. Ternyata mereka hendak diperkerjakan di rumah-rumah hiburan di negeri asing tersebut. Nasib-nasib gadis-gadis itu sungguh gelap. Ternyata dua orang yang tampak pada pandangan batin sebelumnya itu menjual gadis-gadis tersebut pada orang asing. Demi uang mereka membawa orang lain pada kegelapan. Lalu pandangan-pandangan itu pun menghilang.

Kembali pada masa sekarang. Pandangan itu menggambarkan kehidupan masa lampau dua orang bersaudara terlahir buta tersebut. Kendati demikian, tidak jelas apakah di kelahiran lampau mereka bersaudara atau tidak.  Diakibatkan membawa orang lain pada kegelapan, maka mereka kini juga harus hidup dalam kegelapan pula. Nampaknya bukan pada kelahiran ini saja mereka terlahir demikian. Barangkali mereka harus terlahir demikian berkali-kali seturut jumlah korban mereka di masa lalu. Ini sangat mengerikan.

Berikut ini ada sedikit catatan terkait gambar dipergunakan pada artikel ini. Gambar yang dipergunakan pada artikel ini hanya ilustrasi saja. Ada ketidaktepatan pada gambar tersebut jika dibandingkan penglihatan saya. Dua orang pria yang menjerumuskan para gadis miskin tersebut tidak mengenakan busana pejabat Dinasti Qing seperti pada gambar; melainkan mengenakan pakaian rakyat biasa semasa dinasti tersebut. Kalau ingin mengetahui gambarannya adalah kurang lebih seperti sosok-sosok pada film Kungfu Master yang mengisahkan tentang Huang Feihong. Jadi, pakaiannya adalah seperti rakyat biasa saja. Namun pada penglihatan atau visi tersebut tidak diketahui apa kedudukan mereka.

Hal-hal seperti ini bermanfaat mendorong saya untuk melakukan hal-hal baik; yaitu jangan merugikan orang lain. Dengan demikian, hal-hal baik juga akan selalu hadir dalam kehidupan kita. Begitu seseorang terjerumus pada keburukan, maka sulit bagi mereka untuk bangkit kembali. Mereka harus menjalani terlebih dahulu buah perbuatan buruk tersebut. Meski mereka sedang menuai buah perbuatan buruk mereka, tetapi kita tetap perlu menolong atau membantu mereka. Dengan demikian, kita dapat melatih kebaikan dan menimbun pahala kebajikan bagi kita sendiri. Apabila semua orang melakukan kebaikan, maka dunia ini juga akan menjadi baik. Kita juga perlu selalu mawas diri dalam setiap tindakan kita, yakni dengan senantiasa bertanya-tanya apakah tindakan kita ini akan membawa orang lain pada kegelapan atau tidak. 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .


PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

 

 

Kamis, 21 Agustus 2025

SERIAL KELAHIRAN LAMPAU: SEORANG PEMUDA MISKIN YANG MENDERMAKAN SELURUH HARTANYA DIBANTU DEWA GUAN GONG MENGUBAH NASIB

 SERIAL KELAHIRAN LAMPAU: SEORANG PEMUDA MISKIN YANG MENDERMAKAN SELURUH HARTANYA DIBANTU DEWA GUAN GONG MENGUBAH NASIB

Ivan Taniputera

21 Agustus 2025



Kisah ini diambil dari Catatan Inspirasi Dewa Guan Gong (關聖帝君靈感,Guānshèng dìjūn línggǎn lù). Terdapat seorang pemuda bernama Liú Jì () dan saudara sepupunya bernama Zhāng Huáng (). Keduanya menimba ilmu dari seorang guru yang sama. Mereka berdua meramalkan nasibnya pada seorang peramal bernama Bapak Liǔ Zhuāng (). Peramal itu mengatakan bahwa Zhāng Huáng memiliki nasib yang baik. Ia akan meraih kemuliaan dalam hidupnya dan bahkan dapat menjadi perdana menteri. Sementara itu, Liú Jì hanya akan menjadi seorang miskin berumur pendek.

Ternyata apa yang diramalkan itu sungguh benar adanya, Zhāng Huáng berhasil meraih kedudukan yang tinggi di istana. Karena merasa kasihan dengan saudara sepupunya itu, Zhāng Huáng memberikan seribu keping uang emas pada Liú Jì, yakni sebagai biaya perjalanan kembali ke kampung halamannya dan sebagai tunjangan selama sisa hidupnya. Dalam perjalanan pulang, Liú Jì menyaksikan banyak orang yang miskin serta dilanda penyakit. Ia lalu berpikir bahwa uang sebanyak itu tidak ada berguna bagi dirinya yang tidak berusia panjang, sehingga didermakannya seluruh uang emas pada orang-orang didera kesusahan tersebut.

Selama lima tahun berikutnya, Liú Jì hidup dalam kesulitan di kampung halamannya, namun tidak kunjung meninggal. Suatu kali, ia mengunjungi sebuah kuil Dewa Guan Gong yang terletak di pegunungan. Ia memanjatkan doa dan mengatakan bahwa selama hidup ia tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi nasibnya dipenuhi kemalangan. Ia memohon belas kasih Dewa Guan Gong. Malam harinya, Dewa Guan Gong hadir melalui mimpi dan mengatakan bahwa hal itu terjadi karena di kelahiran sebelumnya, Liú Jì telah menanam benih karma buruk, sehingga nasibnya di kehidupan sekarang tidak beruntung. Kendati demikian, karena ia telah menyumbangkan seluruh hartanya bagi orang miskin dan masa-masa sulit yang telah dilaluinya hingga saat itu, maka Dewa Guang Gong menyarankannya untuk meyakini hukum sebab musabab serta berniat mengubah nasib Liú Jì.

Benar saja, nasib Liú Jì setelah itu mengalami perubahan. Ia mengalami berbagai hal baik, sehingga namanya terdengar oleh kaisar. Singkat cerita, Liú Jì diangkat oleh kaisar menjadi pejabat tinggi. Liú Jì akhirnya berjumpa kembali dengan Zhāng Huáng, saudara sepupunya, dan bersama-sama mengabdikan hidupnya demi kepentingan masyarakat. Mereka berjumpa kembali dengan Bapak Liǔ Zhuāng, dimana ia terkejut dengan perubahan nasib sebagaimana dialami Liú Jì. Berdasarkan kisah ini, kita dapat belajar bahwa nasib bukan merupakan sesuatu yang tidak dapat diubah. Perlu daya upaya dan perjuangan kuat guna mengubahnya. Dengan demikian, kita hendaknya tidak berbuat kejahatan dan hendaknya senantiasa berkarya demi kesejahteraan semua makhluk.