Tampilkan postingan dengan label ramalan Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramalan Jawa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Mei 2016

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 130 TAHUN MENGENAI ILMU NUMEROLOGI JAWA YANG LUAR BIASA

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 130 TAHUN MENGENAI ILMU NUMEROLOGI JAWA YANG LUAR BIASA.
.
Ivan Taniputera.
6 Mei 2016.
.




Judul: Ngelmoe Gaibing Ongko: Isi Pesatohan bab Laki-rabi, lan wadhining ongko, kanggo ngolah kawroeh marang wong ahli ngelmoe gaib, oetowo petangan kanggo ngawroehi opo barang sadhoeroenge kedhadhejan.
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: “Ilmu Kegaiban Angka: Berisikan perjodohan suami-isteri, dan rahasia angka, guna meningkatkan pengetahuan bagi ahli ilmu gaib, atau ramalan guna mengetahui apa yang akan terjadi.”
Penulis: Ng. H. Soediro.
Penerbit: Astrologisch Bureau “Aquarius,” Semarang.
Angka tahun tidak tertera, namun menurut sumber http://onesearch.id/Record/IOS1-INLIS000000000469739, maka buku ini diterbitkan tahun 1883, sehingga usianya kurang lebih sudah 130 tahun lebih.
Jumlah halaman: 116.
Bahasa: Jawa.
.
Buku ini berisikan numerologi berdasarkan aksara Arab. Berikut ini adalah daftar isinya.
.



.



.



.
Berikut ini adalah caranya.
.



.
Pada halaman di atas dijelaskan mengenai nilai masing-masing aksara Arab. Selanjutnya nama seseorang dialih aksarakan dengan aksara-aksara di atas. Lalu dijumlahkan nilai angkanya. Buku ini juga memberikan berbagai contoh, antara lain salah seorang terkaya di Asia Tenggara pada masa lampau, yakni Oei Tiong Ham.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.



.



Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Rabu, 27 November 2013

MENGENAL SEDIKIT ISI PRIMBON: MENCARI TANGGAL LAHIR SESEORANG YANG SUDAH TIDAK DIKETAHUI

MENGENAL SEDIKIT ISI PRIMBON: MENCARI TANGGAL LAHIR SESEORANG YANG SUDAH TIDAK DIKETAHUI

Ivan Taniputera
28 November 2013

Primbon adalah sebuah buku yang berisikan himpunan tradisional Jawa. Isinya beraneka ragam, mulai dari ramalan hari kelahiran seseorang berdasarkan sistim lima hari (Pancawara: Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing) serta sistim tujuh hari (Saptawara: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu, dan Minggu). Masing hari baik dalam Pancawara dan Saptawara itu diberi angka, dan kemudian keduanya dijumlahkan. Hasilnya lalu dicocokan dengan yang ada dalam Primbon. Terdapat pula perhitungan hari baik dan buruk, arah yang baik dan buruk, dan masih banyak lagi yang lainnya. Secara umum, primbon Jawa sangat terkait dengan konsep perhitungan waktu dan ruang berdasarkan kosmologi tradisional Jawa.

Berikut ini adalah cara unik mengetahui tanggal kelahiran seseorang yang sudah tidak diketahui lagi. Isinya diambil dari buku "Baboning Kitab Primbon" terbitan toko buku Sadu Budi, Solo, yang berbahasa Jawa. Pada zaman dahulu, memang tidak setiap orang mencatat tanggal kelahirannya, sehingga kemungkinan besar terdapat banyak orang yang tidak mengetahui lagi tanggal kelahirannya. Saya bermaksud menyederhanakannya ke dalam bahasa Indonesia, sehingga dapat dipahami oleh para pembaca di mana pun juga.

Pertama-tama siapkan tiga gulungan kertas bertuliskan A, B, dan C. Lalu orang yang hendak bertanya pada Anda diminta memilih salah satu gulungan. Berikut ini adalah makna pilihannya.

A. Orang yang bertanya memang tidak mengetahui tanggal kelahirannya.
B. Orang yang bertanya sudah pernah diberi tahu oleh orang lain.
C. Orang yang bertanya itu hanya menguji Anda.

Dengan demikian, jika yang diambil adalah gulungan bertuliskan A, barulah Anda boleh meneruskan metoda ini.

Menurut naskah aslinya yang dipergunakan adalah perhitungan Jawa. Anda mempersiapkan kembali delapan kertas bertuliskan nama-nama tahun Jawa: Alip, Ehe, Jimewal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Orang yang bertanya lantas diminta mengambil salah satu. Itulah tahun Jawa kelahirannya.

Kemudian buatlah dua belas gulungan kertas bertuliskan nama-nama bulan: Muharram, Shafar, Rabi'ulawal, Rabi'ulakhir, Jumadi'lawal, Jumadi'lakhir, Rajab, Sya'ban, Ramadlan, Syawal, Zul'kaedah, dan Zu'lhijjah. Orang yang bertanya diperintahkan mengambil salah satu. Itulah bulan Jawa kelahirannya.

Kemudian buatlah 30 gulungan bertuliskan angka-angka 1 hingga 30, yang melambangkan angka tanggal. Menyesuaikan dengan jumlah hari pada bulan yang telah dipilih pada tahapan sebelumnya, mintalah orang itu mengambil salah satunya. Sebagai contoh, bulan Syawal terdiri dari 29 hari, maka cukup sediakanlah 29 gulungan saja (1-29).

Seluruh hasilnya dicatat dan itulah tanggal kelahiran orang tersebut berdasarkan metoda ini. Hasilnya dapat pula dikonversi ke penanggalan Masehi.

Anda dapat pula menyesuaikannya sebagai berikut, yang merupakan hasil pemikiran saya sendiri. Delapan tahun Jawa itu dapat pula diganti dengan 12 shio atau cabang bumi. Bulannya dapat memakai bulan Masehi atau China, dengan jumlah hari menyesuaikan bulan terkait.

Semoga bermanfaat.