Rabu, 31 Oktober 2012

Sejarah Kerusuhan Rasial di Surakarta dan Semarang


SEJARAH KERUSUHAN RASIAL DI SURAKARTA DAN SEMARANG TAHUN 1980

Ivan Taniputera
31 Oktober 2012
Saya mendapatkan buku menarik berjudul "Huru Hara Solo Semarang: Suatu Reportase" yang disusun oleh Bambang Siswoyo, diterbitkan oleh PT Bhakti Pertiwi, cetakan pertama, Maret 1981.



Waktu peristiwa ini terjadi, saya masih duduk di bangku TK dan belum mengetahui duduk perkaranya. Saya ketika itu, dijemput pulang lebih awal oleh ayah saya dan hanya diberi tahu bahwa ada "rame-rame" (keributan atau kerusuhan). Tetapi kerusuhan apa pastinya, saya waktu itu tidak bertanya lebih lanjut. Kemudian seingat saya, sekolah libur selama beberapa hari dan dari televisi saya pertama kali mendengar mengenai apa yang disebut "jam malam." Lalu orang tua saya dan para tetangga menulisi pintu dan pagar dengan tulisan "Pribumi" atau "ABRI." Saat itu, saya juga belum tahu apa maksudnya.

Dari kejauhan saya melihat asap membumbung tinggi, yang katanya kawasan Perbalan sudah dibakar. Kendati demikian, saya juga belum tahu mengapa alasan pembakaran itu. Lalu peristiwa lain yang saya masih ingat adalah mobil pemadam kebakaran milik kompleks perumahan dijadikan penghalang di ujung gang agar perusuh tidak masuk.  Setelah beberapa hari kemudian, saya masuk sekolah lagi dan melihat kaca jendela pecah-pecah.

Kini 31 tahun kemudian, setelah membaca buku ini saya baru mulai mendapat kejelasan mengenai duduk perkaranya. Baiklah mari kita simak bersama buku ini. Pada halaman 9 terdapat sub-judul "Barang Kriwikan Dadi Grojogan." Kriwikan adalah tetesan air, sedangkan grojogan adalah air terjun. Jadi secara harafiah, artinya adalah "tetesan air menjadi air terjun." Makna peribahasa Jawa ini adalah sesuatu yang sepele akhirnya menjadi perkara besar.

Kerusuhan diawali ketika pada tanggal 19 November 1980 seorang pemuda Tionghoa bernama Ompong alias Kicak terserempet para pengendara sepeda yang merupakan siswa SGO (Sekolah Guru Olah Raga). Ribut mulut terjadi dan Kicak memukul salah seorang siswa SGO itu dengan batu hingga berdarah. Sesudah itu Kicak melarikan diri ke dalam toko Orlane yang juga dimiliki oleh orang Tionghoa dan melarikan diri lewat pintu belakang. Ia lantas menghilang di kompleks SMPN XIII, jalan Urip Sumoharjo, Surakarta.

Siswa SGO yang terluka itu bernama Pipit Supriyadi lalu kembali ke sekolah mereka. Kebetulan jaraknya hanya 200 meter dari tempat kejadian. Pipit yang kebetulan ketua OSIS SGO menghimpun teman-temannya guna mendatangi toko Orlane dan meminta agar mereka menyerahkan Kicak, namun gagal. Lima puluh orang siswa yang berasal dari kelas I dan II itu juga gagal menemui Kicak di rumahnya di Stabelan.

Hingga Kamis pagi, tuntutan para pelajar itu belum dipenuhi, sehingga 100 pelajar SGO yang berasal dari kelas I, II, dan III kembali mendatangi toko Orlane. Karena gagal mendapatkan yang mereka harapkan, mulailah mereka melempari sejumlah toko dan rumah di jalan Urip Sumoharjo. Tujuh toko mengalami kerusakan ringan dan sebuah mobil yang diparkir depan Konimex dipecah kacanya.

Pasukan keamanan segera bertindak. Pipit dibawa ke KODIM 0735 Sala guna menanda-tangani perjanjian tertulis disaksikan ibunya serta kepala SGO Negeri Solo, bahwa ia tak akan mengulangi merusak toko (halaman 10). Tetapi ia juga meminta agar pihak keamanan menangkap orang yang melukai kepalanya. Kamis malam tanggal 20 November 1980 memang tidak terjadi pengrusakan, namun masa mulai berkumpul untuk menyaksikan sisa-sisa kerusuhan.

Hari Jumat tanggal 21 November 1980, kondisinya tenang. Dikabarkan bahwa petugas keamanan malam itu berhasil mencegah serombongan orang dari luar kota yang ingin masuk ke Surakarta. Hal itu terjadi karena adanya isu bahwa Pipit tewas karena luka-lukanya. Konon, sepulangnya Pipit dari kantor Kodim pada hari sebelumnya, ia diikuti tiga orang tak dikenal yang ternyata merupakan mahasiwa Universitas negeri Surakarta Sebelas Maret. Mereka mengajak Pipit agar meneruskan masalah itu, sehingga pada tanggal 21 November diadakan rapat dengan mahasiswa da ketua OSIS di Solo. Pertemuan ketika itu terjadi di Jembatan Jurug, Solo (halaman 11):

"Kemudian pertemuan dipimpin oleh Endu Marsono atas ide dari Hari Mulyadi. Setelah pertemuan dimulai, pelaksanaan tehnik ditangani oleh Eddy Wibowo, mahasiswa Fakultas Sastra Budaya UNS jurusan Sastra Jawa, tingkat II. Pertemuan itu menghasilkan keputusan sebagai berikut:

1.Para pelajar menuju ke Coyudan dengan berjalan kaki pada jam 10.00 hari Sabtu tanggal 22 Nopember untuk mengadakan perusakan toko-toko Cina.
Tugas setelah itu, bubar.
2.Membuat pamplet-pamplet.
3.Semua pelajar tidak boleh mengejek, menghina semua petugas yang bisa menimbulkan kemarahan petugas." (halaman 11-12).

Akibatnya kerusuhan meledak pada hari Sabtu tanggal 22 November. Masa yang terdiri dari para pelajar berbondong-bondong melempari toko dan bangunan milik keturunan Tionghoa. Pada hari Minggu tanggal 23 November 1980 kerusuhan semakin meluas karena ditunggangi oleh para penjahat. Para penjahat ini adalah apa yang di Jawa Tengah kerap disebut "gali" (gang anak liar).

MENJALAR KE SEMARANG

Kerusuhan ini mulai merembet ke Semarang pada tanggal 25 November 1980 yang juga diawali oleh serombongan pelajar. Dengan cepat kerusuhan menyebar ke seluruh penjuru kota. Pihak Laksusda Jateng/ DIY segera memberlakukan jam malam. Dasar pemberlakuan jam malam adalah:

1.Peristiwa pengrusakan dan pembakaran bangunan beserta kendaraan telah menjalar ke Semarang, sehingga menimbulkan kerugian harta benda beserta ancaman terhadap ketenangan dan kesalamatan warga Semarang.
2.Oleh karenanya diberlakukan jam malam di Kodya Semarang dan sekitarnya termasuk Ungaran, mulai dari jam 20.00 hingga 05.00.

Pengumuman pemberlakuan jam malam ditanda-tangani atas nama Laksus Pangkopkamtib Jateng/ DIY, Kepala Staf Harian Brigjend TNI Sawarno. (halaman 16).

Sarana transportasi umum berupa bis kota dan bis antar kota sempat lumpuh selama dua hari, dan setelah keadaan mereka maka pada tanggal 30 November, jam malam diperpendek antara pukul 22.00 hingga 04.00. Sementara itu, sekolah-sekolah yang diliburkan semenjak 26 November, dibuka kembali pada tanggal 1 Desember. Jam malam akhirnya dihapus sama sekali pada tanggal 6 Desember 1980. Warga Semarang dapat bernafas lega walaupun desas desus masih bertebaran di mana-mana.

Ilmu Ramal Zhuge Liang (Kong Beng)

Ilmu Ramal Zhuge Liang (Kong Beng)

Ivan Taniputera
11 Agustus 2012

Zhuge Liang (Kongming atau Kong Beng) merupakan ahli strategi militer yang tersohor pada Zaman Tiga Negara. Ternyata ia juga terkenal akan metoda meramalnya. Berikut ini saya akan menulis ulang metoda ramal Zhuge Liang atau Kong Beng dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Caranya adalah menggunakan lima keping uang logam. Uang logam apa saja tidak masalah, yang penting ada sisi gambar dan angkanya. Kita kemudian melakukan kocokan pertama dan menuliskan hasilnya, misalnya empat gambar dan satu angka. Selanjutnya ukan kocokan kedua dan juga tuliskan hasilnya, misalnya dua gambar dan tiga angka. Saat mengocok uang logam itu perlu berkonsentrasi pada pertanyaan atau memanjatkan doa memohon petunjuk sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Adapun hasilnya akan diterakan pada daftar berikut ini:

1.Kocokan pertama 5 GAMBAR dan kocokan kedua 5 GAMBAR, maka hasilnya disebut (1) Pek Cu.
2.Kocokan pertama 5 GAMBAR dan kocokan kedua 4 GAMBAR dan 1 ANGKA, maka hasilnya disebut (2) Tek Souw.
3.Kocokan pertama 5 GAMBAR dan kocokan kedua 3 GAMBAR dan 2 ANGKA, maka hasilnya disebut (3) Sam Hong.
4.Kocokan pertama 5 GAMBAR dan kocokan kedua 2 GAMBAR dan 3 ANGKA, maka hasilnya disebut (4) Yu Thian.
5.Kocokan pertama 5 GAMBAR dan kocokan kedua 1 GAMBAR  dan 4 ANGKA, maka hasilnya disebut (5) Siao Kiet.
6.Kocokan pertama 5 GAMBAR dan kocokan kedua 5 ANGKA, maka hasilnya disebut (6) Im Yang atau Yin yang.
7.Kocokan pertama 4 GAMBAR dan 1 ANGKA dan kocokan kedua 5 GAMBAR, maka hasilnya disebut (7) Siem Shoa.
8.Kocokan pertama 4 GAMBAR  dan 1 ANGKA dan kocokan kedua 4 GAMBAR dan 1 ANGKA, maka hasilnya disebut (8) Joe An.
9.Kocokan pertama 4 GAMBAR dan 1 ANGKA dan kocokan kedua 3 GAMBAR dan 2 ANGKA, maka hasilnya disebut (9) Cok An.
10.Kocokan pertama 4 GAMBAR dan 1 ANGKA dan kocokan kedua 2 GAMBAR dan 3 ANGKA, maka hasilnya disebut (10) Ciong Bu.
11.Kocokan pertama 4 GAMBAR dan 1 ANGKA dan kocokan kedua 1 GAMBAR ddan 4 ANGKA, maka hasilnya disebut  (11) Hong Bwee.
12.Kocokan pertama  4 GAMBAR dan 1 ANGKA dan kocokan kedua 5 ANGKA, maka hasilnya disebut (12) Lee Liang.
13.Kocokan pertama 3 GAMBAR dan 2 ANGKA dan kocokan kedua 5 GAMBAR, maka hasilnya disebut (13) Louw Yang.
14.Kocokan pertama 3 GAMBAR dan 2 ANGKA  dan kocokan kedua 4 GAMBAR dan 1 ANGKA, maka hasilnya disebut (14) Tiat Hiok.
15.Kocokan pertama 3 GAMBAR dan 2 ANGKA dan kocokan kedua 3 GAMBAR dan 2 ANGKA, maka hasilnya disebut (15) Bing Un.
16.Kocokan pertama 3 GAMBAR dan 2 ANGKA dan kocokan kedua 2 GAMBAR dan 3 ANGKA, maka hasilnya disebut (16) Cun Hwa.
17.Kocokan pertama 3 GAMBAR dan 2 ANGKA dan kocokan kedua 1 GAMBAR ddan 4 ANGKA, maka hasilnya disebut (17) Ciok Hee.
18.Kocokan pertama 3 GAMBAR dan 2 ANGKA dan kocokan kedua 5 ANGKA, maka hasilnya disebut(18) Gwat Thong.
19.Kocokan pertama 2 GAMBAR dan 3 ANGKA dan kocokan kedua 5 GAMBAR, maka hasilnya disebut (19) Goh Ie.
20.Kocokan pertama 2 GAMBAR dan 3 ANGKA dan kocokan kedua 4 GAMBAR dan 1 ANGKA, maka hasilnya disebut (20) Kiap Cu.
21.Kocokan pertama 2 GAMBAR dan 3 ANGKA dan kocokan kedua 3 GAMBAR dan 2 ANGKA, maka hasilnya disebut (21) Am Bo.
22.Kocokan pertama 2 GAMBAR dan 3 ANGKA dan kocokan kedua 2 GAMBAR dan 3 ANGKA, maka hasilnya disebut (22) Hok Po.
23.Kocokan pertama 2 GAMBAR dan 3 ANGKA dan kocokan kedua 1 GAMBAR ddan 4 ANGKA, maka hasilnya disebut (23) Cian Hok.
24.Kocokan pertama 2 GAMBAR dan 3 ANGKA dan kocokan kedua 5 ANGKA, maka hasilnya disebut (24) Hie Kiu.
25.Kocokan pertama 1 GAMBAR dan 4 ANGKA dan kocokan kedua 5 GAMBAR, maka hasilnya disebut (25) Bian Hok.
26.Kocokan pertama 1 GAMBAR dan 4 ANGKA dan kocokan kedua 4 GAMBAR dan 1 ANGKA, maka hasilnya disebut (26) Gie Hiat.
27.Kocokan pertama 1 GAMBAR dan 4 ANGKA dan kocokan kedua 3 GAMBAR dan 2 ANGKA, maka hasilnya disebut (27) Sui Hong.
28.Kocokan pertama 1 GAMBAR  dan 4 ANGKA dan kocokan kedua 2 GAMBAR dan 3 ANGKA, maka hasilnya disebut (28) Cu Kian.
29.Kocokan pertama 1 GAMBAR dan 4 ANGKA dan kocokan kedua 1 GAMBAR dan 4 ANGKA, maka hasilnya disebut (29) Un Ho.
30. Kocokan pertama 1 GAMBAR dan 4 ANGKA dan kocokan kedua 5 ANGKA, maka hasilnya disebut (30) Hwat Low.
31.Kocokan pertama 5 ANGKA dan kocokan kedua 5 GAMBAR, maka hasilnya disebut (31) Hok Cu.
32.Kocokan pertama 5 ANGKA dan kocokan kedua 4 GAMBAR dan 1 ANGKA, maka hasilnya disebut (32) Tiong Hoo.
33.Kocokan pertama 5 ANGKA dan kocokan kedua 3 GAMBAR dan 2 ANGKA, maka hasilnya disebut (33) Kan Siok.
34.Kocokan pertama 5 ANGKA dan kocokan kedua 2 GAMBAR dan 3 ANGKA, maka hasilnya disebut (34) Hok An.
35.Kocokan pertama 5 ANGKA dan kocokan kedua 1 GAMBAR dan 4 ANGKA, maka hasilnya disebut (35) Kee Peng.
36.Kocokan pertama 5 ANGKA dan kocokan kedua 5 GAMBAR, maka hasilnya disebut (36) Sian Tian.

Dengan demikian terjadilah 36 kombinasi. Selanjutnya hasilnya dicocokkan dengan masing-masing syair dan penafsiran berikut ini:

(1) Pek Cu

Syair:
Langit biru, udara bersih,sejuk terasa,
Bagaikan pohon yang berakar dengan kokohnya.
Pemandangan alam sungguh tampak keelokannya,
Angin berhembus semilir, bunga menaburkan keharumannya,

Jaman kemajuan ilmu pengetahuan luar biasa.
Senantiasa berpikir lurus agar tak memasuki kesesatan.
Kejujuran beserta keadilan ada pada diri sendiri adanya.
Penghidupan sungguh makmur dan tiada kesilapan.

Yang mendapatkan ramalan ini sungguh bagus peruntungannya.
Selamat sejahtera, murah rejeki, dan mendapatkan keberuntungan.
Akan mengalami kesenangan, kemakmuran, dan suka cita.
Terlebih-lebih jika sanggup meluaskan wawasan.

Penafsiran:

1.Sedang beruntung. Rejeki akan datang terus menerus tiada terputus. Akan memperoleh uang dengan mudah.
2.Jika berdagang akan mendapatkan keuntungan. Bila bekerja pada orang lain dapat memperoleh kenaikan gaji. Dapat memperoleh kepercayaan dari majikan atau atasan.
3.Apa yang didambakan dapat tercapai.
4.Rumah tangga: Selamat sejahtera.
5.Masa depan: penuh kegembiraan dan tiada halangan.
6.Perkara: Akhirnya akan mendapat kemenangan.
7.Perjalanan: Baik.
8.Pindah rumah: Baik dan akan mendapatkan keuntungan besar dan keselamatan di rumah baru.
9.Arti mimpi: Akan mendapatkan keuntungan besar di depan mata. Dalam tahun ini akan memperoleh keuntungan yang tak diduga-duga.
10.Kehamilan: anak laki-laki yang sehat dan pandai.
11.Orang yang ditunggu-tunggu: akan tiba walaupun ia sekarang mendapatkan halangan.
12.Barang hilang: Akan muncul dengan sendirinya tanpa perlu susah dicari.
13.Perjodohan: Akan bertemu yang sesuai, ibaratnya cangkir bertemu tutupnya.
14.Suami-Istri: Akan memperoleh banyak anak dan hidup rukun serta beruntung.
15.Orang sakit: Akan sembuh dengan meminum obat-obatan.

(2)Tek Souw

Syair:
Setelah tiga iblis besar disirnakan
Neraka akan kembali menjadi surga
Zaman keemasan, bukannya tembaga yang disalutkan
Tersedia bagi suatu keluarga.

Semenjak saat ini peruntungan akan berubah
Sangat disarankan mencoba usaha dan pekerjaan
Dengan mendapatkan rejeki maka peruntungan akan bertambah
Begitu gampangnya seperti orang menimba

Jika ada keinginan atau dambaan
Akan terkabul, meskipun bertahap kedatangannya
Tetapi kini banyangannya telah kelihatan
Semuanya berada dalam kebaikan dan keselamatan tanpa cela

Penafsiran:

1.Umum: Bintang keberuntungan sedang terang. Rejeki tidak susah dicari dan mudah didapatkan.
2.Bisnis: Dapat memperoleh keuntungan.
3.Jika bekerja pada orang lain, maka kedudukan dapat memperoleh kenaikan jabatan dan gaji. Usaha apa saja dapat memperoleh hasil menggembirakan.
4.Meskipun demikian, bintang penolong hanya memberikan bantuan jika diperlukan saja.
5.Rumah Tangga: Baik.
6.Perkara: Akan memperoleh kemenangan yang gemilang dan pihak lawan pasti kalah.
7.Perjalanan: Selamat.
8.Pindah rumah: Terbaik menghadap gunung.
9.Arti mimpi atau pertanda seperti kedutan: Perlu memperhatikan sesama manusia dan jangan mementingkan diri sendiri saja.
10.Kehamilan: akan memperoleh anak laki-laki yang dapat disandarkan.'
11.Orang yang ditunggu: harap bersabar karena ia sekarang sedang menderita sakit.
12.Barang hilang atau orang yang dicari: Akan ditemukan kembali. Tak berapa lagi akan dijumpai.
13.Perjodohan: Banyak terdapat perkataan tak menyenangkan, sehingga akan mengalami sedikit hambatan dalam proses pertunangan.
14.Suami-Istri: Tahun-tahun pertama pernikahan akan mendapatkan banyak godaan. Namun jikalau berhasil melalui semua itu akan memperoleh keberuntungan dalam kehidupan berumah-tangga.
15.Orang sakit: Jangan banyak memikirkan penyakitnya karena tak lama lagi akan membaik kondisinya.

(13) Louw Yang

Syair:

Panglima gagah masuk ke dalam kota.
Dalam kemenangan berkibarlah benderanya,
Menerima hadiah benda berharga,
Tiba di rumah di sambut keluarganya.

Keadaan negeri yang menang perang,
Musuh dan sekutunya sudah pasti dihajar tuntas,
Keadilan ditegakkan membasmi yang curang,
Kemerdekaan diberikan pada tiap orang tanpa batas.

Jikalau ada hal-hal diinginkan,
Kerja atau berdagang akan datangkan untung,
Berlakulah jujur Bintang Penolong (guiren) pasti bawa perlindungan,
Hasil yang diperoleh akan buat hati senang.

Penafsiran:

1.Umum: Peruntungan sedang baik. Keadaan dalam rumah tangga selamat sejahtera. Jika berdagang atau berbisnis akan memperoleh kemajuan. Hasil yang diperoleh dalam bekerja akan menyenangkan.
2.Bisnis: Meskipun tidak banyak akan memperoleh hasil. Namun secara bertahap keadaan menjadi semakin baik serta penuh harapan.
3.Perkara: Sembilan puluh persen akan menuai kekalahan. Oleh karenanya, jikalau ada perselisihan lebih baik jangan diteruskan ke pengadilan dan diselesaikan secara kekeluargaan, karena kalau sampai ke pengadilan akan menimbulkan kesusahan.
4.Perjalanan: Pergi dengan selamat dan pulangnya akan membawa keuntungan.
5.Pindah rumah: Kapan saja baik. Tidak perlu terlalu banyak pertimbangan dan menanyakan pendapat orang lain.
6.Kehamilan: Akan melahirkan anak lelaki yang montok, cerdik, dan mungil.
7.Orang yang ditunggu: Tidak lama lagi akan muncul setelah beberapa lama menderita sakit.
8.Barang hilang atau orang yang dicari: Barang hilang akan dikembalikan oleh orang yang tidak dikenal. Orang yang dicari tak perlu dipikirkan lagi, karena ia akan muncul.
9.Perjodohan: Baik dan sudah terbuka.
10.Suami-isteri: Setelah bertengkar sekian lama, akan rukun kembali. Hanya saja masing-masing pihak harus bersabar dan membuang kebiasaan buruknya.
11.Orang sakit: Akan sembuh setelah berganti musim.

(28) Cu Kian

Syair:

Dengan mata tidak kelihatan
Itu tidak lain hanyalah setan,
Bahaya kecelakaan akan menjadi hambatan,
Terjadi karena sebuah perbuatan.

Setan dan iblis bergandengan tangan,
Menebar kejahatan yang tidak ringan,
Kendati mendapatkannya banyak rintangan,
Menangkanlah seluruh halangan!

Dalam keadaan saat ini,
Janganlah melakukan terlampau banyak pekerjaan,
Sebab sedikit saja dapat mencelakakan sang diri,
Yang datang mendadak di luar dugaan.

Penafsiran:

1.Umum: Harus berhati-hati karena satu perbuatan atau kesalahan kecil saja dapat menimbulkan bahaya atau permasalahan besar.
2.Bisnis: Pekerjaan yang diinginkan juga susah membuahkan hasil. Meskipun dalam perhitungan kelihatannya mendatangkan keuntungan, namun susah diwujudkan karena ada halangan.
3.Jangan melakukan pekerjaan yang belum pernah dilakukan. Lebih baik meneruskan saja yang sudah ada atau pernah dilakukan. Intinya jangan melakukan pekerjaan yang belum berpengalaman.
4.Kehidupan akan memperoleh kemunduran, terlebih lagi jika kekurangan kemauan yang keras.
5.Rumah tangga: Keadaan rumah tangga dan diri sendiri baik-baik saja.
6.Perkara: Sulit dimenangkan karena banyak hambatan.
7.Perjalanan: Tidak baik.
8.Pindah rumah: Jangan dilakukan sekarang. Namun di masa mendatang boleh ditanyakan lagi.
9.Arti mimpi atau pertanda seperti kedutan: Pertanda tidak baik dan harus berhati-hati serta jangan lengah.
10.Kehamilan: Akan memperoleh anak laki-laki.
11.Orang yang ditunggu: Tidak perlu terlalu diharapkan, karena ia sedang melakukan suatu pekerjaan yang tak terduga sebelumnya.
12.Barang hilang atau orang yang dicari: Tidak akan dapat ditemukan.
13.Perjodohan: Masih tertutup, laksana pintu terkunci.
14.Suami-isteri: Tidak rukun dan banyak perselisihan. Dapat mengalami perceraian.
15.Orang sakit: Seperti makan "obat kepala."

Berminat foto kopi silakan hubungi 0816658902.

Selasa, 30 Oktober 2012

Pengaruh Bintang-Bintang Asmara Menurut Ziweidoushu (Astrologi China)


PENGARUH BINTANG-BINTANG ASMARA MENURUT ZIWEIDOUSHU (ASTROLOGI CHINA)


Ivan Taniputera 31 Oktober 2012

Dalam Ziweidoushu dikenal apa yang disebut dengan bintang-bintang asmara. Adapun bintang asmara utama adalah Tanlang (貪狼). Sedangkan bintang-bintang asmara tambahan adalah:

1. Hongluan (紅鸞)
2.Tianxi (天喜)
3.Tianyao (天姚)
4.Xianchi (咸池)
5.Dahao (大耗)

Bagaimana pengaruhnya pada diagram Ziweidoushu seseorang akan kita amati pada dua contoh berikut ini:




Tokoh pertama terkenal sebagai tokoh yang flamboyan dan memiliki banyak isteri. Jika diperhatikan pada tiga sektor utama dan satu sektor berseberangan, terdapat bintang-bintang asmara. Pada sektor anak terdapat juga bintang Tanlang. Di dalam Ziweidoushu, sektor anak juga dipergunakan menilik bagaimana kehidupan seksual seseorang. Oleh karenanya, tidak mengherankan apabila ia memiliki kegemaran terhadap wanita.

Tokoh kedua merupakan pendiri majalah khusus dewasa. Apabila kita mengamati diagram Ziweidoushunya, maka nampak bahwa tiga sektor utama dan sektor berseberangan terdapat bintang-bintang asmara. Bahkan sektor inti (命宮) juga disoroti oleh Tanlang dari seberangnya.

Senin, 29 Oktober 2012

Primbon Dampo Awang

PRIMBON DAMPO AWANG

Ivan Taniputera
28 Oktober 2012

Saya beberapa waktu yang lalu mendapatkan buku unik ini. Disebut unik karena metoda peramalan (divination) yang diulas dalam buku tersebut diatributkan pada Dampo Awang atau Zhenghe. Berikut ini adalah kutipan bagi bagian pendahuluannya:

"Perkataan "Dampoo Awang" sebenarnja ada nama Tionghoa: "SAM POO TWA LANG" atau SAM POO TAY DJIEN, jang dengan iapunja angkatan kapal lajar pertama kali berlabu di Bantam, kemudian ke Japara, Rembang, Lasem, Demak, Tandjung, Bujaran dan Semarang. Disini ia mendarat dan berdiam di GEDONG BATU (Semarang) sampai beberapa lama, dimana lantaran iapunja kebaikan dan dermawan suka menolong pada orang jang susah sengsara dan memberi pertolongan obat pada orang sakit, maka oleh rakjat dipandang sebagai seorang sakti, karena perkataannja sangat mandjur dan apa jang diutjapkan tentu kedjadian (Sapdho Pandhito). ...."

Dengan demikian, pada bagian Pendahuluan ini disebutkan mengenai mitos terkait Zhenghe, dimana penulis masih menganut suatu keyakinan populer bahwa Zhenghe pernah mengunjungi Semarang.

Sistim divinasi ini adalah menggunakan kombinasi tujuh dan lima, jadi secara keseluruhan terdapat 35 kemungkinan. Berdasarkan buku tersebut ketujuh pilihan itu dinamai dengan hari-hari pada saptawara (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu); sedangkan kelima pilihan dinamakan seturut hari-harti pada pancawara (Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing). Namun ini semua hanya nama-nama saja, karena dapat diganti angka. Kelompok pertama adalah angka 1 hingga 7; sedangkan kelompok kedua adalah angka 1 hingga 5.

Caranya adalah sebagai berikut. Jika kita melakukan ramalan untuk orang lain, maka menggunakan dua jajaran atau barisan uang logam.
Barisan pertama ada tujuh keping uang logam dan diurutkan dari Senin hingga Minggu.
Barisan kedua ada lima keping uang logam dan diurutkan dari Paing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.
Lalu penanya dipersilakan mengambil satu keping dari barisan satu dan satu keping dari barisan dua.
Hasilnya kemudian dicocokkan dengan tabel dalam buku tersebut dan dicari maknanya.

Apabila ingin melakukan peramalan untuk diri sendiri, maka kita menuliskan angka-angka pada kertas dan digulung. Kelompok gulungan pertama ada tujuh dan dinomori dari 1-7. Kelompok gulungan kedua ada lima dan dinomori dari 1-5. Kita lalu mengambil masing-masing satu gulungan dari kelompok pertama dan kedua. Hasilnya lantas dicocokkan seperti di atas.

Jikalau Anda berminat foto kopi hubungi 0816658902.


Anda tak bisa maju, Anda tak bisa mundur, tetapi Anda juga tidak bisa berdiam diri saja. Ke manakah Anda akan pergi?


Anda tak bisa maju, Anda tak bisa mundur, tetapi Anda juga tidak bisa berdiam diri saja. Ke manakah Anda akan pergi?

Ivan Taniputera
30 September 2012

Pertanyaan yang menjadi judul artikel di atas sebenarnya diambil dari ajaran seorang guru besar. Sangat mirip sekali dengan koan dalam Zen atau Ch'an. Saya menafsirkan bahwa pertanyaan di atas mengacu pada praktik "kesadaran terhadap masa sekarang." Yakni kita benar-benar hidup pada saat "sekarang." Tanpa terbelenggu oleh mimpi masa lalu maupun bayang-bayang masa depan. Kita berupaya menyadari hidup pada "saat sekarang dan di sini juga" (now and here). Kita tidak bergerak maju atau mundur. Sekarang adalah suatu titik di dalam waktu. Sekarang bukan masa lalu (mundur) dan juga bukan masa depan (maju). Sekarang ya sekarang yang tidak bisa maju ataupun mundur. Kalau Anda mundur, namanya bukan sekarang lagi dan jika Anda maju namanya juga bukan sekarang lagi. Meskipun demikian, apa yang disebut "sekarang" pun juga akan terus bergerak. Anda tidak bisa menghentikan waktu. "Sekarang" adalah bagian kontinum waktu yang terus bergerak. Jadi dengan kata lain Anda tidak bisa "berdiam diri saja," karena waktu terus begerak. "Sekarang" juga bukan sesuatu yang perlu dilekati, karena "sekarang" pun juga akan berubah menjadi masa lalu. Oleh karena itu, meditasi kesadaran terhadap saat "sekarang" berarti dengan sendirinya Anda juga bergerak mengikuti arus waktu karena "kekinian" bukan sesuatu yang statis. Anda menyadari kehadiran segala sesuatu sebagaimana adanya, tanpa perlu melekat pada beban kesedihan atau rasa bersalah masa lalu dan tidak perlu takut pada hantu kekhawatiran masa depan. Hiduplah pada saat "sekarang." Para guru spiritual menyebutkan bahwa inilah kebahagiaan sejati, keajaiban sejati.

Guru yang sama pernah pula mengajukan pertanyaan "Apakah Anda pernah melihat air mengalir yang diam?" Pertanyaan ini juga senada dengan pertanyaan sebelumnya. Seolah-olah pertanyaan terakhir itu mengandung kontradiksi. Namun barangkali jika Anda pernah mempelajari fisika, maka dalam menelaah gerak partikel, kita seolah-olah "menghentikan" partikel tersebut, dan menganalisa letak, posisi, kecepatan, dan lain sebagainya dalam kerangka  waktu tertentu. Padahal partikel tersebut adalah senantiasa bergerak. Begitu juga saat kita memotret benda yang bergerak. Kita seolah-olah menghentikan benda tersebut dalam bentuk potret dan melihat kondisinya dalam suatu waktu tertentu. Namun kembali kita perlu mengingat bahwa benda itu sesungguhnya senantiasa bergerak.




Demikian semoga bermanfaat.

Jumat, 26 Oktober 2012

Menempatkan Orgonite Berdasarkan Kaidah Fengshui, Bazi, dan Ziweidoushu


Menempatkan Orgonite Berdasarkan Kaidah Fengshui, Bazi, dan Ziweidoushu

Ivan Taniputera
27 Oktober 2012

Ada teman yang menanyakan pada saya bagaimana menempatkan orgonite itu, apakah boleh sembarang? Saya mengatakan bahwa agar memberikan hasil maksimal maka segala sesuatu harus diposisikan dengan benar. Secara sederhana, kegunaan orgonite ada dua macam, yakni:

1.Menyerap energi yang buruk.
2.Membangkitkan energi yang baik.





Apabila peletakannya salah, maka orgonite tidak bisa memberikan energi maksimal, walaupun ada juga sedikit efeknya. Agar peletakannya benar, kita boleh menggunakan bazi, ziweidoushu, dan astrologi sebagai alat bantunya. Pada artikel kali ini kita akan membahasnya berdasarkan bazi.




Marilah kita cermati contoh berikut ini:




Pemilik bazi di atas pikirannya akan mudah kacau dan bingung. Biasanya sulit mengambil keputusan dan jika terpaksa memutuskan sesuatu maka keputusan mudah sekali keliru. Juga kondisi kesehatan kurang baik. Pribadi yang bersangkutan juga sulit dapat dipercaya orang lain, meskipun ia mengatakan sesuatu yang jujur. Dalam mengungkapkan sesuatu juga mudah terjadi kesalah-pahaman. Jikalau kita menelusurinya lebih jauh, maka hal ini juga dapat berdampak di pekerjaannya. Umpamanya, karier susah naik atau sulit dipromosikan ke jabatan lebih tinggi.Selain itu, masalah perjodohan dan pernikahan juga bisa mengalami masalah.

Sebagai solusinya, ia dapat menempatkan orgonite pada posisi 330 derajat - 0 derajat dan 0 derajat hingga 30 derajat (kurang lebih di arah utara). Ini untuk mengatasi masalah peruntungannya.
Tetapi untuk mengatasi masalah dalam pernikahan dan perjodohan harus menempatkan orgonite pada posisi 30-60 derajat.

Kita juga bisa menelaah penempatannya berdasarkan Ziweidoushu dan astrologi.

Jenis orgonite yang diperlukan juga harus tepat, karena masing-masing orgonite memiliki fungsi dan kedudukannya sendiri-sendiri.

Demikian semoga bermanfaat.

Rabu, 17 Oktober 2012

Menyelami Sedikit Filosofi Mozi

Menyelami Sedikit Filosofi Mozi


Ivan Taniputera
17 Oktober 2012 
 
Hari ini saya ingin sedikit menyelami ajaran Mozi.
"Mozi berkata: Agar dapat menyelesaikan segala hal apapun seseorang haruslah mempunyai standar. Tiada seorangpun dapat menyelesaikan sesuatu tanpa mempunyai standar. Seorang berbudi menyelesaikan tugas mereka ssebagai jenderal dan penasihat pastilah mempunyai standarnya. Bahkan para tukang atau seniman dalam melaksanakan tugas mereka juga memiliki standar (acuan). Seorang tukang membuat benda segi empat berdasarkan pada segi empat, membuat benda lingkaran juga menggunakan jangka; mereka menggambarkan garis lurus dengan menggunakan pengaris tukang kayu; serta menyelidiki tegak lurusnya sesuatu dengan bantuan bandul. Seluruh tukang entah ia terlatih ataupun tak terlatih, menerapkan lima standar. Hanya yang terlatih saja yang akurat [hasil kerjanya]. Kendati seorang pekerja tak terlatih belum mencapai ketepatan dalam pekerjaannya, maka mereka akan lebih baik dalam melakukan sesuatu dengan menggunakan standar ketimbang sebaliknya. Jadi seluruh tukang mengikuti berbagai standar acuan dalam bekerja.
Kini, pemerintah kekaisaran dan negara-negara besar tidak lagi mematuhi standar-standarnya. Ini memperlihatkan bahwa para gubernur bahkan kurang pandai dibandingkan tukang."

Ini merupakan uraian Mozi yang sangat menarik. Pertama-tama dengan menggunakan dunia pertukangan sebagai contoh, hal itu memperlihatkan bahwa Mozi sangat dekat dengan dunia teknik. Di sini diperlihatkan mengenai pentingnya bagi kita menggunakan suatu standar dan mematuhi standar tersebut. Karena saya mempunyai latar belakang teknik mesin, maka saya menyadari betapa pentingnya standar tersebut. Dalam dunia teknik mesin di Jerman, kita mengenal apa yang dinamakan DIN (Deutsche Institut fuer Normen) atau Lembaga Standar Jerman. DIN mengatur ukuran berbagai komponen mesin agar dapat selaras satu sama lain. Seluruh ukuran telah ditentukan dengan teliti, umpamanya ukuran baut, mur, roda gigi, rantai, sabuk, bearing, pasak, dan lain sebagainya.

Mengapa perlu ada standar? Supaya segalanya tidak kacau. Selain itu, menurut Mozi adanya standar diperlukan agar bahkan seorang yang kurang piawai sekalipun dapat terbantu dalam melaksanakan tugasnya. Kendati seorang belum berpengalaman maka ia dapat terbantu dengan adanya serangkaian standar ataupun panduan dalam bekerja. Lebih baik bagi seseorang yang belum berpengalaman mematuhi standar ketimbang tidak sama sekali.
Segenap profesi memiliki standarnya masing-masing. Tanpa mengikuti standar ini keadaan akan menjadi kacau dan tidak selaras satu sama lain. Standar ini ibaratnya merupakan "penyamaan bahasa." Manusia semenjak zaman purba sebenarnya telah berupaya menciptakan suatu standar, misalnya standar panjang, massa, dan waktu.

Pada kutipan di atas, Mozi mengkritik pula pemerintah yang dipandangnya tidak lagi mematuhi standar mereka. Jika demikian, apakah para tukang masih lebih pandai dibandingkan para penyelenggara pemerintahan? Mari kita renungkan bersama.