Rabu, 05 Agustus 2026

BIKSU AGUNG HUÌGUǑ MENYELAMATKAN HANTU KELAPARAN

 BIKSU AGUNG HUÌGUǑ MENYELAMATKAN HANTU KELAPARAN

 

Ivan Taniputera

5 Agustus 2026

 


Terdapat seorang biksu agung bernama Huìguǒ (惠果, 746-805) yang hidup semasa Dinasti Táng (, 618-906). Hati Beliau dipenuhi belas kasih nan luas serta tiada terbatas. Laksana Buddha, Beliau menolong dan menyeberangkan semua makhluk. Beliau kemudian berdiam di Cháng'ān (長安), yakni ibukota Dinasti Táng.

 

Kegiatan sehari-hari Beliau adalah membaca dan melafalkan pustaka-pustaka suci Mahāyāna, seperti Sūtra Teratai (法華經) dan Sutra Sepuluh Tingkatan Bodhisattva (十地經). Selain itu, semasa mudanya Beliau berguru kepada Biksu Agung Amoghavajra (不空), dan mempelajari Buddhisme Tantrayana serta menyebar luaskannya.

 

Suatu ketika, Biksu Huìguǒ bertemu dengan sesosok hantu kelaparan  (餓鬼) di depan pintu kamar mandi. Wajah hantu itu terlihat sangat jelek dan menyeramkan. Melihat Bhiksu Huiguo, hantu itu langsung bersujud serta memohon dengan penuh hormat, "Di kehidupan lampau, aku merupakan seorang pengurus vihara. Tugasku adalah mengurus keperluan para biksu. Namun, karena melakukan kesalahan berupa menyembunyikan dan menyalahgunakan uang vihara, setelah mati aku terjerumus ke alam hantu kelaparan, sehingga setiap hari harus memakan kotoran. Aku mendengar bahwa Yang Arya memiliki kebajikan luhur, jalan Dharma bercahaya, welas asih nan luas, serta memiliki kekuatan Dharma luar biasa. Mohon selamatkan aku. Tolonglah aku, sehingga sanggup melepaskan diri dari penderitaan mengerikan ini! Di kehidupan lampau, aku pernah menyembunyikan uang sejumlah 3.000 guan uang di bawah pohon kesemek di dekat tempat ini. Mohon gali uang tersebut, serta gunakan untuk membuat jasa pahala kebajikan yang dilimpahkan bagiku!"

 

Mendengar hal tersebut, hati Biksu Agung Huìguǒ dipenuhi belas kasih beserta rasa kasihan mendalam. Beliau lalu mengajak para biksu di vihara, dan bersama-sama pergi menggali di tempat yang ditunjuk hantu itu. Benar saja, seperti yang dikatakan hantu kelaparan tersebut, mereka menemukan uang sejumlah 3.000 guan. Biksu Huiguo segera memanfaatkan uang itu untuk menyalin sejilid Sūtra Teratai, dan mengadakan persembahan makanan bagi para biksu. Seluruh jasa kebajikan itu dilimpahkan kepada hantu kelaparan tersebut.

 

Setelah itu, Biksu Huìguǒ bermimpi melihat hantu kelaparan itu datang. Hantu itu bersujud hormat dan berterima kasih, "Berkat kebajikan beserta jasa kebajikan Yang Arya nan tiada tara, kini aku telah terbebas dari penderitaan alam hantu kelaparan, dan sudah terlahir kembali!" Selesai berkata begitu, ia terbangun dari tidurnya. Semenjak saat itu, Biksu Huìguǒ semakin memuji kekuatan ajaib beserta kebajikan Sūtra Teratai yang tiada terbayangkan. Beliau menceritakan keajaiban ini secara terperinci kepada para biksu di vihara dan menyebarkannya secara luas.