Tampilkan postingan dengan label Mahayana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahayana. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Oktober 2025

SŪTRA DISABDAKAN BUDDHA MENGENAI PETANI YANG MALAS [BERJUMPA DENGAN BUDDHA] (TAISHO TRIPITAKA 827)

 SŪTRA DISABDAKAN BUDDHA MENGENAI PETANI YANG MALAS [BERJUMPA DENGAN BUDDHA]

 

說懈怠耕者

Fóshuō xièdài gēngzhě jīng

 

Tripiṭaka Taishō 827

Jilid 17

 

宋沙門惠簡譯

Diterjemahkan dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Mandarin oleh Yang Arya Huì Jiǎn semasa Dinasti Liú Sòng (420-479).

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputera.

 

Jasa pahala terjemahan ini dilimpahkan pada Empat Permata.

 

Dilarang menyebarluaskan sebagian atau seluruh terjemahan ini tanpa seizin penerjemah. Jika telah mendapatkan izin untuk disebarluaskan maka tidak boleh menambah atau mengurangi apa pun yang terdapat di terjemahan ini dari awal sampai akhir, dan linknya harus tetap dicantumkan. Tidak boleh mengubah apa pun sebagaimana yang tercantum di sini. Mengambil tanpa izin berarti mencuri dan akan menjerumuskan pada karma buruk (akusala karma) serta alam-alam penderitaan. Kita hendaknya tidak merendahkan diri kita sendiri sebagai pencuri.

 

Kritik dan saran membangun untuk kesempurnaan terjemahan diterima dengan senang hati.

 

Naskah berbahasa Mandarin diambil dari cbeta.org. 

 

聞如是:

Wén rúshì:

DEMIKIANLAH YANG TELAH KUDENGAR:

一時佛在羅閱祇竹園中,與大比丘眾千二百五十人及眾菩薩俱。

Yī shí fó zài luó yuè zhī zhú yuán zhōng, yǔ dà bǐ qiū zhòng qiān èr bǎi wǔ shí rén jí zhòng pú sà jù.

Saat itu, Buddha sedang berada di Rājagṛha, yakni di Hutan Bambu, dengan disertai para biksu agung sejumlah seribu dua ratus lima puluh orang dan sekumpulan bodhisattva.

時佛從羅閱祇欲詣舍衛,諸菩薩導前,釋梵被服——又見身體如四天王——諸比丘僧悉從佛後,諸天、龍、神在上供養。

Shí fó cóng luó yuè zhī yù yè shè wèi, zhū púsà dǎo qián, shì fàn bèi fú——yòu jiàn shēn tǐ rú sì tiān wáng——zhū bǐ qiū sēng xī cóng fó hòu, zhū tiān, lóng, shén zài shàng gòng yǎng.

Pada kesempatan tersebut, Buddha hendak bertolak dari Rājagṛha menuju ke Śrāvastī. Seluruh bodhisattva memimpin di depan. Dewa Śakra beserta Brahmā mengenakan jubah [agung] mereka- menampilkan diri mereka laksana Empat Maharaja (Cātur mahārāja kāyika). Seluruh biksu mengiringi Buddha dari belakang. Para dewa, naga, dan makhluk suci menaburkan persembahan dari atas.

去城不遠,時有一人在田耕種,遙見如來弟子侍從,端正殊妙,威神巍巍,容貌殊好如星中月,奇相眾好,金光從容,三十二相皆出眾好。遙見世尊心便歡喜,欲往詣佛稽首作禮,諮受法義。「佛世難,時時一現。」退自念言,「耕地未竟、下種未畢,須後閑時乃當見佛。」

Qù chéng bù yuǎn, shí yǒu yīrén zài tián gēngzhòng, yáo jiàn rúlái dìzǐ shìcóng, duānzhèng shū miào, wēi shén wéiwéi, róngmào shū hǎo rú xīng zhōng yuè, qí xiāng zhòng hǎo, jīnguāng cóngróng, sānshí'èr xiāng jiē chūzhòng hǎo. Yáo jiàn shìzūn xīn biàn huānxǐ, yù wǎng yì Fo qǐshǒu zuò lǐ, zī shòu fǎyì.`Fo shì nán zhí, shí shí yī xiàn.'Tuì zì niàn yán,`gēngdì wèijìng, xià zhǒng wèi bì, xū hòuxián shí nǎi dāng jiàn Fo.'

Tidak jauh dari kota tersebut, ketika itu ada orang sedang membajak sawahnya. Dari jauh disaksikannya Tathāgata dengan diiringi para siswaNya. Penampilan mereka sungguh mulia dan agung dengan daya kekuatan spiritualnya sungguh halus serta mendalam; demikian eloknya laksana rembulan di antara bintang-bintang; memiliki tampilan-tampilan nan ajaib dan memancarkan cahaya keemasan; tiga puluh dua tanda kemuliaan [seorang Buddha] seluruhnya menampilkan keagungan. Menyaksikan Buddha dari kejauhan, ia merasa sangat bersuka cita. Dalam batinnya timbul keinginan menghaturkan hormat pada Buddha dengan menyentuhkan kepalanya ke tanah dan menerima ajaran Dharma nan bajik. Ia berpikir,Kemunculan Buddha di dunia ini adalah sungguh langka. Hanya pada kesempatan tertentu saja Beliau hadir [di muka bumi].Tetapi ia berbalik dan berkata dalam hati, Namun lahanku belum selesai dibajak dan benih belum ditabur. Kelak kalau sudah tiada lagi yang perlu dikerjakan baru aku akan menjumpai Buddha.

時佛知心發此懈怠,世尊便笑,放五色光,光從口出照十方境界,安隱五道,皆乘光來集會佛所——地獄休息,餓鬼飽滿,畜生思善,人民求度,諸天龍神神聽道法。

Shí Fo zhīxīn fā cǐ xièdài, shìzūn biàn xiào, fàng wǔsè guāng, guāng cóng kǒu chū zhào shí fāng jìngjiè, ān yǐn wǔ dào, jiē chéng guāng lái jíhuì Fo suǒ——dìyù xiūxí, èguǐ bǎomǎn, chùshēng sī shàn, rénmín qiú dù, zhū tiān lóngshén shen tīng dào fǎ.

Ketika itu, Buddha mengetahui pikiran [petani tersebut] yang menunda-nunda [berjumpa dengan Buddha]. Yang Dijunjungi Dunia tersenyum serta memancarkan cahaya lima warna. Cahaya yang keluar dari mulut Beliau menerangi sepuluh penjuru semesta dan menaburkan kedamaian bagi kelima alam. Pada makhluk itu semuanya mengendarai cahaya dan hadir bersama-sama ke tempat Buddha berada. Neraka menjadi padam, para hantu kelaparan terkenyangkan, hewan-hewan membangkitkan pikiran bajik, manusia memperoleh penyelamatannya, dan seluruh dewa, naga, beserta makhluk suci [hadir] mendengarkan Dharma.

賢者阿難解了七應——義、法、時、節、身與他人——即詣佛所,長跪叉手,白佛言:「何因笑?既笑,會當有意。」

Xiánzhě ā nánjiěle qī yīng——yì, fǎ, shí, jié, shēn yǔ tārén——jí yì Fo suǒ, zhǎng guì chā shǒu, bái Fo yán:`Hé yīn xiào? Jì xiào, huì dāng yǒuyì.'

Yang Arya Ānanda memahami tujuh hal yang tepat-makna yang tepat, Dharma yang tepat, waktu yang tepat, kesempatan yang tepat, pemahaman yang tepat terkait diri sendiri, pemberian tepat, dan pemahaman yang tepat terkait orang lain. Ia segera mendatangi Buddha, lalu berlutut serta merangkapkan kedua tangannya [sebagai tanda hormat], dan bertanya, “Mengapakah Engkau tersenyum? Apabila Engkau tersenyum pasti ada maknanya.”

佛告阿難:「汝見犁者不?」

Fo gào ānán:`Rǔ jiàn lí zhě bù?'

Buddha memberitahu Ānanda, “Engkau melihat petani itu, bukan?”

對曰:「已見。」

Duì yuē:`Yǐ jiàn.'

Ānanda menjawab, “[Aku] melihatnya.”

佛言:「是人從維衛佛已來九十一劫於是耕種,每一見佛常自懈怠選軟,復後怱怱耕種生死罪法,不識法犁種無極田。已過六佛不得蒙度,於今見我,適發好心即便變悔,欲故懈怠,樂種罪根。」

Fo yán:`Shì rén cóng wéi wèi Fo yǐ lái jiǔshíyī jié yúshì gēngzhòng, měi yījiàn Fo cháng zì xièdài xuǎn ruǎn, fù hòu cōngcōng gēngzhòng shēngsǐ zuì fǎ, bù shí fǎ lí zhǒng wújí tián. Yǐguò liù Fo bùdé méng dù, yú jīnjiàn wǒ, shì fā hǎoxīn jíbiàn biàn huǐ, yù gù xièdài, lè zhǒng zuì gēn.'

Buddha berkata, Semenjak kehadiran Buddha Vipasyin sembilan puluh satu kalpa yang lampau, ia telah membajak sawah. Setiap kali mempunyai kesempatan bertemu dengan para Buddha, ia malas berjumpa dengan para Buddha tersebut. Ia senantiasa memilih membajak lahannya, sehingga [tetap] terbelenggu dalam lingkaran kelahiran beserta kematian dan hukum karma; tanpa mengetahui Dharma mengenai membajak sawah nan tiada tertandingi. Ia telah melewatkan [kesempatan berjumpa dengan] keenam Buddha [masa lampau] tanpa memperoleh pembebasan dari ketidaktahuan. Kini ia berjumpa denganKu dan sempat membangkitkan niat bajik, namun kemudian berbalik lagi [meninggalkan niat tersebut]. Ia tetap menunda-nunda berjumpa dengan Buddha, sehingga lebih menyukai akar kejahatan.”

時人遙聞,棄耕及田,來詣佛所稽首佛足,悔過自責:「愚癡無知,罪過甚重,願見愍傷,原其罪過。蒙冥觝突,懈怠來久,唯見原恕,濟脫生死。」

Shí rén yáo wén, qì gēng jí tián, lái yì Fo suǒ qǐshǒu Fo zú, huǐguò zìzé:`Yúchī wúzhī, zuìguo shènzhòng, yuàn jiàn mǐn shāng, yuán qí zuìguo. Méng míng dǐ tū, xièdài lái jiǔ, wéi jiàn yuán shù, jì tuō shēngsǐ.'

Tatkala, orang tersebut mendengar dari kejauhan [apa yang disabdakan Buddha], ia berhenti membajak sawahnya, pergi ke tempat Buddha berada, serta menghaturkan hormat dengan kepala menyentuh kaki Buddha. Menyesali apa yang telah dilakukannya, berkatalah ia, “Aku sungguh bodoh dan tiada berpengetahuan, banyak kesalahan berat telah kulakukan. Aku berharap agar Engkau sudi berbelas kasih dengan mengampuni kesalahan-kesalahanku. Dibelenggu oleh kegelapan dan kemalasan dalam menjumpai Buddha, aku berharap agar Engkau sudi memaafkan serta membebaskanku dari lingkaran kelahiran beserta kematian.”

佛言:「善哉!卿能覺者,於法有益,終不為損。」佛為說經,示懈怠之垢、精進之利,踴躍歡喜,立不退轉。諸天、龍、神無央數千,皆發無上正真道意。

Fo yán:`Shànzāi! Qīng néng jué zhě, yú fǎ yǒuyì, zhōng bù wéi sǔn.'Fo wéi shuō jīng, shì xièdài zhī gòu, jīngjìn zhī lì, yǒngyuè huānxǐ, lì bù tuì zhuǎn. Zhū tiān, lóng, shénwú yāng shù qiān, jiē fā wú shàng zhèng zhēndào yì.

Buddha berkata, Bagus sekali! Engkau sanggup menyadarinya dan tiba pada Dharma nan bermanfaat, sehingga akhirnya terhindar dari kerusakan.Buddha telah selesai menyabdakan sūtra ini, yang memaparkan dampak buruk bagi kemalasan [dalam berjumpa Buddha], serta manfaat kesungguhan [hati]. Senantiasa penuh semangat beserta suka cita dan membangkitkan [tekad agar] tidak berbalik mundur lagi. Seluruh dewa, naga, beserta makhluk suci yang ribuan jumlahnya, membangkitkan tekad menapaki jalan menuju pencerahan sejati nan tiada tertandingi.

「以故,學道常當精進,莫為懈怠,宛轉生死,動有劫數。」

`Yǐ gù, xué dào cháng dāng jīngjìn, mò wèi xièdài, wǎnzhuǎn shēngsǐ, dòng yǒu jiéshù.'

Itulah sebabnya, mempelajari Sang Jalan  hendaknya senantiasa membangkitkan semangat dan tidak bersikap malas, sehingga tidak terbelenggu dalam lingkaran kelahiran beserta kematian nan telah berlangsung selama berkalpa-kalpa.

說如是,賢者阿難,諸天、龍、神、阿須倫王,聞經歡喜,作禮而退。

Fo shuō rúshì, xiánzhě ānán, zhū tiān, lóng, shén, āxū lún wáng, wén jīng huānxǐ, zuò lǐ ér tuì.

Demikianlah yang disabdakan Buddha, Yang Arya Ānanda dan seluruh dewa, naga, makhluk suci, serta raja asura, bersuka cita mendengar sūtra ini. Mereka lalu menghaturkan hormat dan mengundurkan diri dari tempat tersebut.

說懈怠耕者

Sūtra Disabdakan Buddha Mengenai Petani Yang Malas [Berjumpa Dengan Buddha] [telah selesai].

 


Selasa, 07 Oktober 2025

SŪTRA YANG DISABDAKAN BUDDHA TENTANG KETIDAKKEKALAN SEGALA SESUATU (TAISHO TRIPITAKA 758)

 SŪTRA YANG DISABDAKAN BUDDHA TENTANG KETIDAKKEKALAN SEGALA SESUATU

 

Anityatāsūtra

 

說諸行有為經

Foshuō zhūxíng yǒuwéi jīng

 

Tripiṭaka Taishō 758

Jilid 17

 

西天中印度摩伽陀國那爛陀寺三藏傳教大師賜紫沙門臣法天奉 詔譯

Diterjemahkan dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Mandarin oleh Yang Arya Fǎtiān (Dharmadeva, wafat 1001).

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputera.

 

Jasa pahala terjemahan ini dilimpahkan pada Empat Permata.

 

Dilarang menyebarluaskan sebagian atau seluruh terjemahan ini tanpa seizin penerjemah. Jika telah mendapatkan izin untuk disebarluaskan maka tidak boleh menambah atau mengurangi apa pun yang terdapat di terjemahan ini dari awal sampai akhir, dan linknya harus tetap dicantumkan. Tidak boleh mengubah apa pun sebagaimana yang tercantum di sini. Mengambil tanpa izin berarti mencuri dan akan menjerumuskan pada karma buruk (akusala karma) serta alam-alam penderitaan. Kita hendaknya tidak merendahkan diri kita sendiri sebagai pencuri.

 

Kritik dan saran membangun untuk kesempurnaan terjemahan diterima dengan senang hati.

 

Naskah berbahasa Mandarin diambil dari cbeta.org.


 

 

如是我聞:

 

Rúshì wǒwén:

 

DEMIKIANLAH YANG TELAH KUDENGAR

 

一時,世尊在舍衛國祇樹給孤獨園,與大苾芻眾千二百五十人俱。

 

Yīshí, shìzūn zài shě wèi guó qí shù gěi gūdú yuán, yǔ dà bì chú zhòng qiān èrbǎi wǔshí rén jù.

 

Saat itu, Yang Dijunjungi Dunia sedang berada di Negeri Śrāvastī, yakni di Taman Anāthapiṇḍada, dengan disertai para biksu agung sejumlah seribu dua ratus lima puluh orang.

 

爾時,世尊告苾芻眾言:「苾芻!一切行遷流,如幻不實、不得久住、無有定相、是顛倒法;苾芻!乃至一切行,垢盡無染離一切垢。一切眾生乃至蠕動及部多等,至壽命盡決定殞滅;若彼無生即當無滅。若彼長者、婆羅門、剎帝利種族,殊勝豪貴自在財富,無量金銀珍寶及諸受用,無所乏少;雖有父母眷屬、親姻知識、吏民僮僕皆悉具足,至壽命盡亦無能免。又復剎帝利授灌頂已,為大國王得大自在,有大力勢,人民無量,大地國土皆悉降伏,至壽命盡亦復無免。又彼仙人林中諸修行者,不貪於味,食諸菓實;又復遠離菓實修諸苦行,至壽命盡亦復無免。

 

Ěr shí, shìzūn gào bì chú zhòng yán:`Bì chú! Yīqiè xíng qiānliú, rú huàn bù shí, bùdé jiǔzhù, wú yǒu dìng xiāng, shì diāndǎo fǎ; bì chú! Nǎizhì yīqiè xíng, gòu jìn wú rǎn lí yīqiè gòu. Yīqiè zhòngshēng nǎizhì rúdòng jí bù duō děng, zhì shòumìng jǐn juédìng yǔn miè; ruò bǐ wú shēng jí dāng wú miè. Ruò bǐ zhǎngzhě, póluómén, shā dì lì zhǒngzú, shūshèng háo guì zìzài cáifù, wúliàng jīnyín zhēnbǎo jí zhū shòuyong, wú suǒ fá shǎo; suī yǒu fùmǔ juànshǔ, qīn yīn zhīshì, lì mín tóngpú jiē xī jùzú, zhì shòumìng jǐn yì wúnéng miǎn. Yòu fù shā dì lì shòu guàndǐng yǐ, wéi dà guówáng dé dà zìzài, yǒu dàlì shì, rénmín wúliàng, dàdì guótǔ jiē xī xiángfú, zhì shòumìng jǐn yì fù wú miǎn. Yòu bǐ xiānrén lín zhōng zhū xiūxíng zhě, bù tān yú wèi, shí zhū guǒ shí; yòu fù yuǎnlí guǒ shí xiū zhū kǔxíng, zhì shòumìng jǐn yì fù wú miǎn.

 

Pada kesempatan tersebut, Yang Dijunjungi Dunia memberitahu para biksu, “Wahai para biksu! Segala sesuatu adalah senantiasa berubah, laksana khayalan dan bukan merupakan sesuatu nan nyata, tidak dapat bertahan selamanya, tidak memiliki tampilan tidak berubah, serta merupakan kepalsuan. Wahai para biksu! Lebih jauh lagi, dengan berakhirnya segenap kekotoran batin, maka tiada lagi yang dapat mencemari. Semua makhluk, baik yang bergerak dengan cara merayap atau beraneka ragam jenis makhluk lainnya, tatkala rentang waktu kehidupannya berakhir, pasti akan menjumpai kematiannya. Bila mereka tidak dilahirkan, maka tiada akan mengalami kematian. Jikalau terdapat sesepuh, brāhmaṇa, atau kṣatriya, yang memiliki kemuliaan beserta harta kekayaan berlimpah, tiada terhitung emas, perak, permata mulia, dan seluruh [harta benda] dapat dinikmatinya tanpa pernah mengalami kekurangan; kendati memiliki ayah, ibu, kerabat, sahabat, keluarga melalui pernikahan, kepandaian, bawahan, anak, serta pelayan, dimana semuanya dalam keadaan sempurna; tatkala rentang waktu kehidupannya berakhir, maka tiada yang sanggup menyelamatkannya [dari kematian]. Begitu pula dengan seorang kṣatriya yang telah menerima abhiṣeka menjadi seorang raja agung, sehingga sanggup melakukan apa pun sesuai keinginannya dengan leluasa. Ia memiliki kekuasan besar, rakyat nan banyak jumlahnya, dan kerajaan besar beserta daerah taklukan nan luas, tetapi tatkala rentang waktu kehidupannya berakhir, tiada yang sanggup menolongnya. Demikian pula, terdapat pertapa hidup di tengah hutan, yang menjalankan latihan spiritual sepenuhnya, tidak [lagi] serakah terhadap berbagai cita rasa, hanya menyantap buah-buahan semata atau tidak lagi mengonsumsi buah-buahan dan menekuni latihan penyiksaan diri, tetapi tatkala rentang waktu kehidupannya berakhir, tiada yang sanggup menolongnya.

 

「又彼修諸十善,得生四大王天、忉利天、夜摩天、覩史多天、樂變化天、他化自在天;又復修行禪定,得梵身天、梵輔天、大梵天,得少光天、無量光天、極光淨天,得少淨天、無量淨天及遍淨天,得無雲天、福生天、廣果天、無想有情天;又彼阿那含得無煩天、無熱天、善現天、善見天、色究竟天;又彼厭礙色身,修無邊虛空三昧等,得生空無邊處、識無邊處、無所有處、非想非非想處:彼等諸天,雖復殊勝,非彼不生,亦復殞滅。

 

`Yòu bǐ xiū zhū shí shàn, dé shēng sì dà wàng tiān, dāo lì tiān, yè mótiān, dǔ shǐ duō tiān, lè biànhuà tiān, tā huà zìzài tiān; yòu fù xiūxíng chán dìng, dé fàn shēn tiān, fàn fǔ tiān, dà fàntiān, dé shǎo guāng tiān, wúliàng guāng tiān, jíguāng jìng tiān, dé shǎo jìng tiān, wúliàng jìng tiān jí biàn jìng tiān, dé wú yúntiān, fúshēng tiān, guǎng guǒ tiān, wú xiǎng yǒuqíng tiān; yòu bǐ ā nà hán dé wú fán tiān, wú rè tiān, shàn xiàn tiān, shàn jiàn tiān, sè jiùjìng tiān; yòu bǐ yàn ài sè shēn, xiū wúbiān xūkōng sānmèi děng, dé shēng kōng wúbiān chù, shí wúbiān chù, wú suǒyǒu chù, fēi xiǎng fēi fēi xiǎng chù: Bǐ děng zhū tiān, suī fù shūshèng, fēi bǐ bù shēng, yì fù yǔn miè.

 

Ada pula yang mempraktikkan sepuluh kebajikan, sehingga terlahir di Surga Caturmahārājikā, Trāyastriṃśa, Yāma, Tuṣita, Nirmāṇarati, atau Paranirmita-Vasavartin; ada pula yang melatih samādhi, sehingga terlahir di Surga Brahmakāyika, Brahmapurohita, atau Mahābrahmā; terlahir di Surga Parittabha, Apramanabha, atau Ābhāsvara; terlahir di Surga Parīttaśubha, Apramāṇaśubha, atau Śubhakṛtsna; terlahir di Surga Anabhraka, Punyaprasava, Bṛhatphala atau Asaṃjñi-sattva; terdapat pula anāgāmin yang terlahir di Surga Avrha, Atapa, Sudṛśa, Sudarśana, atau Akaniṣṭha; ada pula yang merasa jijik dengan tubuh jasmani, [dimana mereka] memeditasikan ruang angkasa nan luas tiada terbatas, sehingga terlahir di [Surga] Ākāśānantyāyatana, Vijñānānantyāyatana, Ākiṃcanyāyatana, atau Naivasaṃjñānāsaṃjñāyatana; meski para dewa yang terlahir di surga-surga tersebut adalah sangat mulia, namun mereka juga akan mengalami kematian.

 

「若彼三界漏盡,已作所作,遠離重擔,逮得己利,盡諸有結,得阿羅漢,雖復此身亦當棄捨;又彼刀兵劫,自修一身處於寂靜,悟諸因緣得中乘證,號辟支佛;雖復此身亦當棄捨;乃至如來、應、正等覺,十力廣大,四智圓明,說法無畏,正師子吼,歷無數勤勞得那羅延身,亦復棄捨。

 

`Ruò bǐ sānjiè lòu jìn, yǐ zuò suǒzuò, yuǎnlí zhòngdàn, dǎi dé jǐ lì, jǐn zhū yǒu jié, dé āluóhàn, suī fù cǐ shēn yì dāng qì shě; yòu bǐ dāobīng jié, zìxiū yīshēn chǔyú jìjìng, wù zhū yīnyuán dé zhōng chéng zhèng, hào pì zhī Fo; suī fù cǐ shēn yì dāng qì shě; nǎizhì rúlái, yīng, zhèng děng jué, shí lì guǎngdà, sì zhì yuánmíng, shuōfǎ wúwèi, zhèng shī zǐ hǒu, lì wúshù qínláo dé nàluó yán shēn, yì fù qì shě.

 

Barangsiapa di ketiga alam ini, yang telah mengakhiri kebocoran batinnya, menunaikan apa yang hendaknya dilakukan, membebaskan diri dari seluruh beban berat, memperoleh manfaat [spiritual] bagi dirinya sendiri, membebaskan diri dari seluruh belenggu, serta merealisasi tingkat spiritual arhat, kendati masih memiliki tubuh jasmani, tetapi kelak juga akan ditinggalkan. Meski pada kalpa kekeruhan, [dengan upaya] sendiri melatih ketenangan [batin], memahami seluruh hukum sebab akibat, dan merealisasi wahana menengah [dalam Agama Buddha], yakni tingkat spiritual Pratyekabuddha, tetap saja tubuh jasmani [yang dimiliki] kelak juga akan ditinggalkan. Bahkan para Tathāgata-arhat-samyaksambuddha, yang mempunyai sepuluh kekuatan (daśa balāni) nan luar biasa, empat kebijaksanaan nan sempurna serta gemilang, serta memaparkan Dharma pembebas dari segenap ketakutan, laksana auman singa sejati, telah menempuh perjuangan berat nan tiada terhingga banyaknya, sehingga merealisasi tubuh [dengan kekuatan layaknya] Nārāyaṇa, pada akhirnya juga akan meninggalkan [tubuh jasmani] Mereka.

 

「諸苾芻!所謂如彼窯師造作坏器、盆甕之類,雖復有成,定從破壞;又如菓熟自當墮落,生滅之法亦復如是。諸苾芻!一切有情乃至部多,一切含識至壽命盡,無免斯者。如無有生,即當無滅。」復說偈言

 

`Zhū bì chú! Suǒwèi rú bǐ yáo shī zàozuò huài qì, pén wèng zhī lèi, suī fù yǒu chéng, dìng cóng pòhuài; yòu rú guǒ shú zì dāng duòluò, shēngmiè zhī fǎ yì fù rúshì. Zhū bì chú! Yīqiè yǒuqíng nǎizhì bù duō, yīqiè hán shí zhì shòumìng jǐn, wú miǎn sī zhě. Rú wú yǒu shēng, jí dāng wú miè.'Fù shuō jì yán:

 

Wahai semua biksu! Laksana pembuat tembikar yang membuat berbagai barang pecah belah, seperti mangkuk, kenci, dan lain sebagainya, meski benda-benda tersebut telah selesai dibuat, namun suatu saat pasti akan pecah juga. Begitu pula buah-buahan yang telah matang akan jatuh sendiri dari [pohonnya], Dharma tentang kelahiran beserta kematian adalah juga demikian adanya. Wahai semua biksu! Segenap makhluk berkesadaran dan seluruh makhluk lainnya, jika telah tiba pada penghujung masa kehidupannya, maka tiada yang dapat menolong mereka. Jikalau tiada kelahiran, maka tiada kematian.” Selanjutnya, dilantunkan gāthā sebagai berikut:

 

「如來天中天,  

說是無常法

如坏器不堅,  

終趣於破壞。

同菓熟自落,  

有情命如是,

苾芻今當知,  

生滅宜應怖。」

 

`Rúlái tiān zhōng tiān,

shuō shì wúcháng fǎ,

rú huài qì bù jiān,

zhōng qù yú pòhuài.

Tóng guǒ shú zì luò,

yǒuqíng mìng rúshì,

bì chú jīn dāng zhī,

shēngmiè yí yīng bù.'

 

Tathāgata nan mengungguli para dewa,

Membabarkan Dharma mengenai ketidakkekalan,

Laksana barang pecah belah nan rapuh,

Pada akhirnya akan pecah juga.

Seperti buah matang yang akan jatuh sendiri [dari pohonnya],

Kehidupan para makhluk berkesadaran juga demikian adanya,

Para biksu hendaknya mengetahui,

Betapa mengerikannya [lingkaran] kelahiran beserta kematian.

 

爾時,世尊說是經已,諸苾芻眾一心信受,歡喜奉行。

 

Ěr shí, shìzūn shuō shì jīng yǐ, zhū bì chú zhòng yīxīn xìn shòu, huānxǐ fèngxíng.

 

Yang Dijunjungi Dunia telah selesai menyabdakan sūtra ini. Seluruh biksu dengan sepenuh hati meyakini serta menerima [ajaran tersebut] dan dengan suka cita melaksanakannya.

 

說諸行有為經

Sūtra Yang Disabdakan Buddha Tentang Ketidakkekalan Segala Sesuatu [telah selesai]