APAKAH PADA TANGGAL 5 JULI 2025 AKAN TERJADI TSUNAMI BESAR?
Ivan
Taniputera
3 Juli
2025
Belakangan ini sedang viral sebuah
ramalan yang menyatakan bahwa pada tanggal 5 Juli 2025 akan terjadi tsunami
besar di Jepang. Oleh karenanya, saya akan meramalkan mengenai hal tersebut. Untuk
meramalkan mengenai hal tersebut, kita akan membandingkan antara bagan
Astrologi saat terjadinya tsunami besar di Aceh tanggal 26 Desember 2004 pukul
07:58:53 WIB dan bagan Astrologi tanggal 5 Juli 2025.
Ternyata berdasarkan perbandingan
bagan Astrologi di atas, yakni antara bagan Astrologi saat tsunami besar di
Aceh tanggal 26 Desember 2004 dan bagan Astrologi tanggal 5 Juli 2025, maka
tampak bahwa indikasi adanya tsunami pada tanggal 5 Juli 2025 secara Astrologi
adalah jauh lebih lemah peluangnya.
Kita dapat menyimpulkan bahwa pada tanggal 5
Juli 2025 kemungkinan tidak terjadi bencana tsunami besar sebagaimana ramalan sedang
viral tersebut.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak
memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message
yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat
mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar.
Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar
tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.
TEPATNYA VISI ATAU PENGLIHATAN SAYA: GUNUNG SAKURAJIMA
DI JEPANG MELETUS
Ivan
Taniputera
2 Juni
2025
Pada
tanggal 15 Mei 2025, kita mendengar berita mengenai meletusnya Gunung
Sukarajima di Jepang. Ternyata pada artikel berjudul VISI ATAU PENGLIHATAN TANGGAL 9 MEI
2025 tertanggal 10 Mei 2025 (link: http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.com/2025/05/visi-atau-penglihatan-tanggal-9-mei-2025.html),
saya telah memaparkan mengenai penglihatan saya sebagai berikut:
“Pada tanggal 9 Mei 2025, saya mendapatkan penglihatan
sebuah gunung yang meletus. Lalu terdapat pula huruf S. Saya lalu
menggambarkannya sebagai berikut.”
Saya
cantumkan lagi gambarnya sebagai berikut.
Huruf S
pada visi atau penglihatan di atas jelas sekali mengacu pada Sakurajima. Dengan
demikian, visi atau penglihatan saya itu sungguh sangat tepat adanya. Kendati
demikian, semua itu bukan kehebatan saya.
Marilah kita senantiasa
berdoa agar negara kita dan seluruh dunia senantiasa dijauhkan dari segenap
malapetak beserta marabahaya. Kita doakan agar semua makhluk sejahtera adanya.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak
memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message
yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat
mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar.
Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar
tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.
HASIL PEMBACAAN KELAHIRAN LAMPAU SEORANG KLIEN YANG PERNAH TERLAHIR DI JEPANG.
.
Ivan Taniputera.
14 Mei 2021.
.
Pada kesempatan kali ini, kita akan memaparkan mengenai pembacaan kelahiran lampau seorang klien yang pernah terlahir di Jepang. Berikut ini adalah hasil pembacaannya.
.
.
.
.
.
.
.
Berikut ini adalah transkripsinya:
.
SAYA: . Baik. Saya baca sekarang ya. Anda nampaknya mempunyai ketertarikan kuat pada budaya Jepang. Ada seperti rasa ketertarikan misterius yang sulit dijelaskan. Apakah benar? . Mohon maaf kalau hasil pembacaan kurang baik. Kalau menurut penglihatan saya. Maka pada kelahiran sebelumnya terlahir di negeri Jepang selama beberapa kali. Waktu itu Anda merupakan puteri seorang gubernur (kalau tidak salah disebut daimyo). Seluruhnya ada dua bersaudara wanita. Seorang pemuda bangsawan jatuh cinta pada adik Anda. Tetapi Anda juga menyukainya. Karena iri Anda lalu menghambat perjodohan tersebut. . KLIEN: . [Tanggapan terhadap pesan saya: "Baik. Saya baca sekarang ya. Anda nampaknya mempunyai ketertarikan kuat …]: . Betul sekali ko Ivann . SAYA: . Akibatnya perjodohan itu batal dan adik Anda pada kehidupan lampau itu jatuh sakit yang berat. Meskipun demikian, Anda sebenarnya orang baik dan gemar menolong banyak orang. Dengan pelayan atau anak buah tidak pernah semena-mena. Karena pernah menghalangi perjodohan itu, maka kehidupan percintaan pada kelahiran-kelahiran setelahnya juga sering mengalami hambatan atau masalah. Untungnya sekarang energi negatif itu sudah melemah. Yang baik akan muncul. . KLIEN: . Ohh iyaa koo . Untungnya udah melemah ya ko Ivan . SAYA: . Betul. Karena Anda juga menanam pahala kebajikan. Waktu desa di provinsi Anda mengalami kelaparan Anda juga berdonasi . KLIEN: . Terima kasih yaa ko Ivan . Memang aku ada ketertarikan dalam budaya jepang, . Dan aku pernah bermimpi juga ko Ivan sudah agak lama sekitar 2016, aku berada di sebuah funeral gitu terbuat dari batu abu-abu. Waktu itu aku menghadap pintu masuk banyak orang yang saya kenal, saya manggil satu satu tapi ga ada yang menjawab saya atau liat saya, semua memakai baju hitam. Lalu saya berbalik badan dan melihat ada nama saya, dan semua menangis, lalu aku menangis juga karena bingung harus ngapain gaada yang liat diriku. . Dan waktu tahun 2018 aku ke jepang, Aku ada suatu daerah yang menjadi ketertarikkanku. Bukan tokyo, bukan kyoto, bukan osaka
Tapi satu kota namanya gifu, Pas di bus dalam perjalanan lewatin kota gifu, Agak kecil kotanya mendadak air mata bisa keluar ga berhenti henti tapi gatau kenapa. Awalnya gatau nama kotanya, Tapi aku search lokasi aku skarang dimana di google map
Ternyata di gifu . SAYA: . Ya itu seperti di Jepang ya. . Mungkin sekali Anda dulu terlahir di sana. . Seperti pulang ke kampung halaman. . KLIEN: . Iya, waktu di mimpi, Awalnya bingung kenapa semua pakai baju hitam, kenapa semua pada murung, aku aja ceria liat mereka pada dateng, Eh pas balik balik ada ukiran namaku pake bahasa jepang, di mimpi aku tau itu namaku yang di ukir, Trus semua pada nangis, Pas itu aku langsung nangis juga kaget sama bener bener campur aduk gitu. Orang yang aku kenal gaada yang liat aku, ngobrol sama aku, pemikiranku nanti aku harus kemana harus gimana siapa yang ajak aku bicara,
Lalu aku terbangun, aku ternyata mimpi sambil nangis. . [Tanggalan terhadap pesan saya: Seperti pulang ke kampung halaman.]: . Iyaa berasa kayak pulkam gituu ko Ivan . Terima kasih banyak yaa ko Ivann . SAYA: . Betul. Kalau baju hitam di Jepang nampaknya, Kalau di Tiongkok putih. . Senang bisa bermanfaat. . Saya izin buat artikel ya. Terima kasih banyak. . KLIEN: .
[Gambar]
.
Di mimpiku seperti ini ada tiang di ukir tulisan nama yang meninggal .
[Gambar]
. Iya bener ko ivan baju hitam . SAYA: . Iya aneh ya bisa pas. . Lho benar di Gifu juga ada castlenya: https://en.wikipedia.org/wiki/Gifu_Castle XMA Header Image Gifu Castle - Wikipedia en.wikipedia.org . KLIEN: . Ohh baru tau ko ada castlenya ko . SAYA: . Saya juga baru tahu, karena tidak mendalami sejarah Jepang. . KLIEN: . Bisa pas yaa ko Ivan . SAYA: . Iya aneh sekali. . KLIEN: . Iya ko Ivan Waktu itu sangat di sayangkan saya ga ke gifu, Habis dari gunung tateyama, Saya mau balik ke arah Nagoya jadi cuma lewatin kota Gifu .
[Gambar].
. Pas itu juga pake tour . Berharap pandemi selesai, pengen jalan jaln ke gifu . Sekali lagi terima kasih yaa ko Ivan . Ramalan ko Ivan bener . [Tanggapan terhadap pesan saya: Saya izin buat artikel ya. Terima kasih banyak.]: . Iyaa koo 😊😊🙏🏻🙏🏻 . SAYA: .
Sep. Sama2. Senang bisa memberikan manfaat
.
Saya merasa sangat senang, apabila hasil pembacaan atau ramalan saya dapat memberikan banyak manfaat. Saya lalu menuangkan hasil penglihatan saya ke dalam bentuk gambar sebagai berikut.
PERHATIAN:
Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau
konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau
message yang meminta analisa gratis. Ini
adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat
mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya
analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya,
jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis
maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian
harap maklum.
CATATAN MENGENAI TIGA PUSAKA KEBESARAN KERAMAT KEKAISARAN JEPANG.
.
Ivan Taniputera.
12 April 2017
.
Pada kesempatan kali ini saya ingin menulis beberapa catatan mengenai pusaka kebesaran keramat Kekaisaran Jepang (Japanese Imperial Regalia; 三種の神器 Sanshu no Jingi); yakni pedang, cermin, dan permata. Tiga benda tersebut merupakan pertanda keabsahan atau legitimasi kaisar-kaisar Jepang.
.
Berikut ini adalah beberapa catatan saya:
.
1) Ternyata benda pusaka yang ada sekarang, dua di antaranya adalah replika. Cermin musnah saat kebakaran pada tahun 1040 dan pedang hilang tenggelam di laut, sewaktu Peperangan Dan-no-Ura pada tahun 1185 antara kelompok Taira dan Minamoto. Ketika itu, kelompok Minamoto berhasil mengalahkan kelompok Taira beserta Kaisar Antoku (kaisar Jepang ke-81, memerintah 1180-1185) yang masih kanak-kanak dukungan mereka. Guna menghindari penangkapan oleh kelompok Minamoto, nenek kaisar beserta kaisar menceburkan diri ke laut. Bersamaan dengan itu, mereka juga menceburkan pusaka kekaisaran berupa pedang dan permata. Menurut catatan, kotak penyimpan permata mengapung di air dan dapat diselamatkan, namun pedangnya hilang. Sebuah tiruan kemudian dibuat menggantikannya. Kendati demikian terdapat legenda menyatakan bahwa yang tenggelam adalah pedang tiruan atau pedang tersebut telah dikembalikan secara ajaib. Terdapat catatan mengatakan bahwa pedang yang tenggelam itu adalah tiruan dibuat atas pesanan Kaisar Sujin (kaisar Jepang ke-10, memerintah 98-30 SM) dan pedang asli tidak pernah meninggalkan Kuil Ise, yakni tempat penyimpanan pedang tersebut hingga sekarang (lihat: https://japan-forward.com/japans-mythology-and-fact-the-sword-is-the-emperors-direct-lineage-from-the-gods/)
.
2) Sewaktu Jepang terpecah menjadi dua, yakni Zaman Istana Utara dan Selatan (Nambokucho), maka yang memegang Tiga Kebesaran Keramat adalah pihak Istana Selatan. Dengan demikian, mereka dianggap sebagai kaisar-kaisar yang sah. Kendati demikian, pihak Selatan kemudian menyerahkan Tiga Kebesaran Keramat itu pada pihak Utara. Kaisar Gokameyama (kaisar Jepang ke-99, memerintah 1383-1392) dari Istana Selatan, turun tahta dan menyerahkan Tiga Kebesaran Keramat pada musuhnya dari Istana Utara, Kaisar Gokomatsu (kaisar Jepang ke-100, memerintah 1392-1412). Penyerahan ini mengakhiri Zaman Istana Utara dan Selatan. Selanjutnya, disepakati bahwa keturunan Istana Utara dan Selatan akan memerintah bergantian. Namun Kaisar Gokomatsu melanggar kesepakatan ini. Ia digantikan oleh puteranya-bukan keturunan Istana Selatan sebagaimana telah disepakati sebelumnya. Dengan demikian, hingga saat ini para kaisar Jepang berikutnya merupakan keturunan Istana Utara.
.
3) Tidak pernah terdapat foto atau gambar Tiga Kebesaran Keramat yang asli. Jadi kita tidak mengetahui bentuknya yang pasti. Yang pernah melihatnya hanya kaisar dan sejumlah kecil pendeta Shinto selaku penjaga bagi pusaka-pusaka tersebut.
.
4) Pada tahun 1443, Kusunoki Masahide yang merupakan pendukung Istana Selatan berhasil mencuri pedang beserta permata dan melarikan diri ke Gunung Hiei bersama dengan seorang pangeran keturunan Istana Selatan bernama Takahide. Peristiwa ini disebut Persengkongkolan Kinketsu. Mereka kemudian berhasil dikalahkan oleh pasukan kekaisaran dan baik Kusunoki Masahide maupun Pangeran Takahide terbunuh. Pedang pusaka itu lalu disemayamkan di Kuil Kiyomidzu, Tokyo, dan dapat direbut kembali oleh pihak kekaisaran. Permata kemudian disimpan oleh dua orang pangeran keturunan Istana Selatan bernama Kitayama no Miya dan Tadayoshi O di Yoshino. Ketika keduanya terbunuh, permata itu dialihkan pada Pangeran Takamasa yang juga berada di Yoshino. Akhirnya pada tahun 1458, permata tersebut kembali ke Istana Kekaisaran, dimana kaisar yang berkuasa saat itu adalah Gohanazono (kaisar Jepang ke-102, memerintah 1428-1464). Semenjak saat itu, Tiga Kebesaran Keramat tidak pernah hilang lagi. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa antara tahun 1443-1458, kaisar Jepang hanya memegang dua pusaka saja.
.
5) Kaisar Gotoba (kaisar Jepang ke-82; memerintah 1183-1198) adalah kaisar Jepang yang dinobatkan tanpa Tiga Kebesaran Keramat, karena saat itu pusaka kekaisaran tersebut masih dibawa oleh Kaisar Antoku. Sebagaimana yang telah diungkapkan di atas, Kaisar Antoku mengalami pengejaran oleh kelompok Minamoto dan akhirnya menceburkan diri ke laut. Kaisar Gotoba menaiki singgasana melalui titah kakeknya, Kaisar Goshirakawa (kaisar Jepang ke-77, memerintah 1155-1158).
PUSTAKA KLASIK YANG MENARIK TENTANG DEWI INARI OKAMI
.
Ivan Taniputera.
28 Oktober 2015
.
.
Saya menemukan sebuah pustaka klasik tentang Dewa Inari Okami yang sangat menarik karena menyebutkan juga mengenai perbintangan. Sebagai penjelasan, Inari Okami adalah dewa tradisi Jepang, yang diwujudkan sebagai rubah. Pustaka klasik ini sebagian menggunakan aksara Kanji (Hanzi) dan sebagian lagi aksara Hiragana. Oleh karena saya tidak paham Hiragana, maka saya akan mencoba menerjemahkan bagian beraksara Kanji saja. Dengan demikian, sudah pasti terjemahan masih sangat jauh dari sempurna. Tujuan saya adalah hanya berupaya memahami maknanya secara garis besar saja, terutama yang berkaitan dengan astrologi.
.
Adapun pustaka klasik tersebut berjudul 稲荷大神秘文.
.
Apabila dibaca dalam bahasa Mandarin maka judul pustaka klasik tersebut adalah Dàohé dà shénmì wén atau Pustaka Rahasia Dewi Agung Inari. Sebagai catatan, aksara Kanji yang mewakili Inari, jika dibaca dalam lafal Mandarin akan berbunyi Daohe.
.
夫神は唯一にして。御形なし。虚にして。霊有。
.
Aksara 夫神 dalam lafal Jepang dibaca Okami (Mandarin Fushen), yang mungkin merupakan gelar bagi Inari. Kemungkinan bisa diterjemahkan sebagai Dewi Ibu. Aksara 唯一 dibaca Wei yi, dalam lafal Mandarin. Jadi kita mungkin dapat mengartikannya sebagai “Inari adalah satu-satunya...”
御形 berbunyi Yùxíng, yang dapat diterjemahkan sebagai “berwujud.” なし (nashi) berarti tidak ada. Jadi kita dapat menerjemahkannya sebagai “wujudnya adalah ketiadaan.” 虚 (Mandarin: Xu) berarti kekosongan. 霊有 (Mandarin: ling you) berarti adalah “mempunyai roh.”
.
Jadi baris pertama di atas, terjemahan bebasnya barangkali adalah “Inari adalah satu-satunya, wujudnya adalah ketiadaan, merupakan kekosongan, mempunyai daya roh.”
.
天地開闢て此方。国常立尊を拝し奉れば。
.
天地開闢 (Mandarin: Tiāndì kāipì), yang dapat diartikan “Langit dan Bumi tercipta.” 此方 (Mandarin: cǐ fāng), yang dapat diartikan “penjuru ini.” 国常立尊 (Mandarin: Guó cháng lì zūn), artinya “penguasa negara menghaturkan sembah padanya.” 拝 (bài) artinya “menyembah.” 奉 (Mandarin: feng), artinya “mempersembahkan.”
.
Jari baris di atas mungkin boleh kita artikan sebagai, “Langit dan Bumi tercipta. Penguasa negara menghaturkan sujud dan persembahan.”
.
天に次玉。地に次玉。人に次玉。豊受の神の流を。
.
Mungkin dapat diterjemahkan: “Langit menjadi kumala. Bumi menjadi kumala. Orang menjadi kumala. Menerima berkah surgawi (kedewaan) melimpah.”
.
Jadi menarik sekali, bahwa di sini juga terdapat acuan terhadap konsep “Langit, Bumi, dan Manusia,” atau yang juga disebut “Tiga Anasir” (San Cai, 三才) dalam metafisika China.
.
宇賀之御魂命と。生出給ふ。永く。神納成就なさしめ給へば。
Mungkin dapat diterjemahkan, “Istana Melindungi Jiwa Kehidupan. Menunjang munculnya kehidupan. Berlangsung abadi. Dewa mengabulkan segenap dambaan.”
.
天に次玉。地に次玉。人に次玉。
.
Mungkin dapat diterjemahkan, “Langit menjadi kumala. Bumi menjadi kumala. Manusia menjadi kumala.”
.
御末を請。信ずれば。
.
Mungkin boleh diartikan Sang Dewi mengabulkan segenap permohonan. Menaruh keyakinan padanya.
.
天狐地狐空狐赤狐白狐。
.
Artinya adalah: “Rubah Langit, Rubah Bumi, Rubah Angkasa, Rubah Merah, dan Rubah Putih. Kemungkinan ini mengacu pada rubah-rubah pengikut Inari.
.
稲荷の八霊。五狐の神の。光の玉なれば。
.
Mungkin dapat diartikan, “Delapan Roh pelindung sawah atau tumbuhan padi. Lima Dewa Rubah. Merupakan kumala bersinar gemilang.”
.
誰も信ずべし。心願を。以て。空界蓮來。
.
Mungkin dapat diartikan, “Barangsiapa yang meyakini dengan sepenuh hati, maka di angkasa akan muncul teratai.”
.
高空の玉。神狐の神。鏡位を改め。神寶を於て。
.
Mungkin dapat diartikan, “Tinggi di angkasa muncul kumala. Dewa Rubah menganugerahkan Pusaka Kedewaan.”
.
七曜九星。二十八宿。當目星。有程の星。
.
Mungkin dapat diartikan, “Tujuh Benda Langit Sembilan Bintang. Duapuluh Delapan Rasi Bintang. Bintang yang dapat dilihat dengan mata. Bintang penguasa.” Hal ini mengacu pada astrologi. Dua puluh delapan rasi bintang ini di China dikenal sebagai 28 Xiu.
.
私を親しむ。家を守護し。年月日時災無く。
.
Mungkin dapat diartikan, “Segenap keluarga terlindungi. Setiap tahun, bulan, hari, dan jam terlindung dari malapetaka.”
.
夜の守。日の守。大成哉。賢成哉。
.
Mungkin dapat diartikan, “Dilindungi saat malam. Dilindungi saat siang. Kesempurnaan agung. Demikianlah.”
.
稲荷秘文慎み白す。
.
Mungkin dapat diartikan, “Pustaka Agung Rahasia Dewi Inari telah selesai.”
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi:
CATATAN FILOSOFI KULINERKU: MERASAKAN SEDIKIT CITA RASA MAKANAN JEPANG SEBAGAIMANA SANTAPAN JASMANI DAN ROHANI
Ivan Taniputera
29 September 2014
Pada
tanggal 14 September 2014, saya berkesempatan santap siang pada sebuah
rumah makan Jepang. Sebagaimana biasanya, bagi saya acara bersantap,
merupakan pula wahana merenung atau memeditasikan berbagai falsafah atau
ilmu tentang kehidupan. Bagi saya menyantap makanan bukanlah kegiatan
bagi fisik semata, melainkan juga harus sanggup mengenyangkan batin kita
pula. Selain perut kita yang merasa kenyang, maka wawasan
perbendaharaan pengetahuan kita pun juga hendaknya turut dikenyangkan.
Manusia tidak hanya hidup dari makanan jasmaniah saja, karena hakikat
kehidupan kita yang bersifat batin serta jasmani.
Saat
memasuki rumah makan Jepang, kita akan selalu menyaksikan pernak-pernik
budaya Jepang. Sebagai contoh adalah kimono seperti di bawah ini dan
juga benda yang bentuknya seperti lampion.
Saat
menyaksikannya timbul renungan dalam diri saya sebagai berikut. Jepang
adalah negara yang luar biasa. Meskipun sudah mencapai kemajuan yang
pesat di segala bidang, namun tidak pernah sekali pun bangsa Jepang
meninggalkan budayanya. Kita dapat menyaksikan berbagai festival budaya
diselenggarakan di negara tersebut, dan bangsa Jepang tetap sangat
antusius mengikutinya. Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan,
teknologi, dan ekonomi tidak menjadikan bangsa Jepang terlena dan
merendahkan akar budayanya sendiri. Justru hal ini menjadikan bangsa
Jepang semakin kuat. Sebuah bangsa ibaratnya adalah sebatang pohon.
Apabila akarnya kuat, maka bangsa tersebut akan sanggup bertahan dari
segala terpaan angin. Kendati demikian, penghargaan terhadap budaya
bangsa sendiri itu hendaknya tidak menjadi chauvinisme.
Saya
yakin bahwa bangsa Jepang sudah belajar dari kekalahannya pada Perang
Dunia II. Mereka tentunya sudah menyadari bahwa kecintaan terhadap
bangsa sendiri hendaknya tidak berubah menjadi chauvinisme. Kita tetap
melestarikan budaya sendiri, tetapi jangan bangga berlebihan. Kita tetap
harus pula menghargai budaya dari setiap bangsa di muka bumi ini.
Setiap budaya yang ada adalah ibaratnya bunga-bunga pada sebuah taman.
Masing-masing menambah semarak dunia ini. Apalagi jika disertai oleh
semangat saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
Tiba-tiba saya tersadar dari renungan saya, karena apa yang saya pesan telah keluar.
Saya
mengucapkan doa sebelum makan. Saya berdoa agar segala sesuatu yang
terlibat dalam persiapan makanan tersebut kelak dapat terlahir di Alam
Bahagia. Saya merenungkan kemurahan alam ini pada kita. Saya bersyukur
masih dapat menyantap makanan pada hari ini.
Setelah
itu saat bersantap saya merenungkan apa makna di balik nasi bento
tersebut. Pelajaran kehidupan apakah yang bisa kita ambil darinya?
Pertama-tama mari kita saksikan bahwa segala sesuatu yang menyusun nasi
bento itu tertata secara rapi pada sebuah nampan kotak. Terdapat kesan
bahwa "semuanya telah pada tempatnya." Dalam kehidupan ini, kita
hendaknya memiliki kehidupan yang tertata rapi dan bermanfaat. Saya
pernah ke Jepang, dan memang segala sesuatunya tertata dengan rapi. Ini
adalah sesuatu yang luar biasa. Apabila segalanya tertata, maka
kehidupan menjadi lebih mudah dan baik.
Kemudian nampak segala
sesuatu di atas nampan kotak itu mempunyai fungsinya masing-masing.
Begitu pula di muka bumi ini, kita semua mempunyai fungsinya
masing-masing. Tidak ada manusia yang tidak bermanfaat. Oleh karenanya,
tidak perlu kita menjadi rendah diri. Apa pun kemampuan kita, pasti akan
bermanfaat bagi masyarakat. Tergantung apakah kita bersedia atau tidak
mengamalkan kemampuan kita. Jadi, jangan merasa bahwa kemampuan kita
terlalu sedikit. Semua akan bemanfaat pada saat dan tempat yang tepat.
Yang penting adalah kita semantiasa bertekad menaburkan manfaat kebaikan
pada sesama manusia.
Saya juga memesan sup ramen
Filosofi
kehidupan yang saya dapatkan adalah segala sesuatu yang berbeda-beda
jika dipadukan akan menghasilkan cita rasa yang luar biasa. Mie ramen
dan daging mungkin berasal dari tempat yang berbeda. Begitu pula kita
berasal dari berbagai suku, ras, agama, dan bangsa yang berbeda, namun
tetap dapat bekerja sama. Kita yang berbeda-beda ini dapat menciptakan
dunia yang lebih baik dan indah.
Selanjutnya keluar pesanan saya berupa sushi.
Perut
saya mulai kenyang, dimana hal ini nampaknya memengaruhi kemampuan saya
dalam merenung. Putaran otak saya nampaknya semakin melambat, seiring
dengan makin kenyangnya perut saya. Makna kehidupan apakah yang dapat
saya tarik dari sushi. Saya melihat ke kiri, kanan, atas, dan bawah guna
mencari inspirasi. Tiba-tiba saya tersadar saat mengunyah sushi, bahwa
ia terdiri dari berbagai lapisan. Di sini saya berpikir bahwa kita dalam
kehidupan ini harus saling melapisi. Artinya adalah saling melindungi.
Yang kuat melapisi yang lemah. Jangan sampai yang kuat menindas yang
lemah, sebagaimana yang dilakukan kaum penjajah dahulu. Kita hendaknya
saling melindungi sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.
Demikianlah saya kira makna kehidupan yang dapat saya peroleh dari
menyantap sushi. Alam ini adalah sekolah kehidupan yang sangat berharga.
Setiap nafas dan langkah kita adalah proses belajar.
Saya tidak pernah merasa diri saya pandai. Saya akan terus belajar.
Proses belajar saya hari itu, nampaknya masih harus berlanjut dengan keluarnya mata pelajaran berikutnya, yakni pangsit.
Perut
semakin kenyang dan putaran otak semakin berat. Saya masih harus
merenung apakah makna di balik pangsit? Saya menghela nafas sejenak
karena kekenyangan. Terlintas dalam benak saya bahwa pangsit terbungkus
oleh kulit. Pangsit membungkus segenap kelezatan daging yang ada di
dalamnya. Ini mengajarkan pada kita bahwa kita hendaknya senantiasa
mewadahi prinsip kebaikan bagi sesama. Nampaknya hanya itu saja yang
dapat saya pikirkan.
Pelajaran saya hari ini pun
berakhir. Perut saya menjadi kenyang dan wawasan pengetahuan saya pun
juga menjadi lebih kaya melalui proses perenungan beserta pembelajaran
ini.
Marilah kita terus belajar. Saya masih merasa
sebagai siswa Taman Kanak-Kanak yang masih perlu belajar. Saya masih
banyak berbuat kesalahan di muka bumi ini.
Artikel
menarik mengenai filsafat kehidupan, ramalan, Astrologi, Fengshui,
Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi:
BUKU PROPAGANDA JEPANG TENTANG PEMBELAAN TANAH AIR
Ivan Taniputera
2 April 2014
Judul: Belum diketahui [Sampul buku hilang]
Penulis dan penerbit: Belum diketahui [Sampul buku hilang]
Jumlah halaman: 186.
Buku ini berisikan propaganda Jepang serta tata cara pembelaan tanah air. Sebagai contoh, propaganda itu nampak pada halaman 3:
"Tentang
sebab-sebabnja maka meletoes perang Asia Timoer Raja ini,
sesoenggoehnja tidak perloe kami oeraikan dengan pandjang lebar lagi,
sebab ra'jat oemoem soedah moelai insaf tenang peri hal itoe; tetapi
agar soepaja kita dapat memperoleh kejakinan, bahwa perdjoeangan kita
pada waktoe ini, soenggoeh-soenggoeh berdasar kepada kebenaran dan
ke'adilan, baiklah kami koepas djoega dengan serba ringkas, akan
kedjahatan-kedjahatan moesoeh, Amerika, Inggeris, dan Belanda, dalam
beberapa abad jang lampau ini."
Pada halaman 5:
"Sementara
itoe Amerika, jang selaloe mengoetjapkan "kemanoesiaan" dimoeloetnja,
merampas Philipina dengan menipoe Spanjol, dan meroebah sama sekali
paham pikiran ra'jat Philipina, jang sesoenggoehnja bangsa Asia asli
itoe, sehingga mendjadi setjara bangsa koelit poetih belaka; dan
selandjoetnja Amerika masoek menjeloendoep ke Tiongkok, dan disama
mereka bersekoetoe dengan Inggris oentoek mengadoe dombakan sesama
bangsa Asia,....."
"Betapa poelakah hal Belanda?
Boekankah ia tidak sadja memeras kekajaan Indonesia, melainkan selaloe
poela ia mempermainkan tipoe dajanja oentoek melemahkan rohani dan
djasmani 70 djoeta bangsa Indonesia. Malahan mereka selaloe
bersegan-segan lagi enggan akan memberi kesempatan kepada bangsa
Indonesia, oentoek memegang sendjata...."
Kemudian pada halaman 28 dijelaskan mengenai makna pembelaan tanah air:
"Hal
membela tanah air itoe boekanlah soeatoe hal jang roewet-roewet, dan
boekan poela hal jang tidak lazim, melainkan adalah tanggoengan kita
jang patoet lagi moedah dikerdjakan; ja'ni pekerdjaan menentang,
menangkis dengan tangan kita sendiri, orang jang datang hendak
membinasakan tanah air kita."
BUKU PANDUAN BERBAHASA MELAYU, BELANDA, JEPANG, MANDARIN, HOKKIAN, HAKKA, DAN KANTON
Ivan Taniputera
4 Februari 2013
.
Judul: "East Asia: How to Speak Malay, Dutch, Japanese, Mandarin, Fuhkien, Hakka, and Cantonese."
Penerbitnya: Boek en Handelsdrukkerij, De Pertoendjangan v/h
Tjiong Koen Bie, N.V. Batavia. Namun tidak disebutkan tahun terbitnya.
Kendati demikian, pada bagian "Pertimbangannja Toean Ong Hong Siang (F.
C. Wang), Inspecteur sekola T.H.H.K. Tentang Boekoe "East Asia," halaman
VII tertera "Batavia, 15 Tjia Gwee Soantong II." Soantong adalah nama
tahun pemerintahan Kaisar Puyi. Oleh karenanya buku ini nampaknya
diterbitkan pada kurang lebih tahun 1909, yakni semasa Dinasti Qing
masih berkuasa.
Jumlah halaman: 257.
Inilah
adalah buku kuno yang sangat menarik bagi para pemula yang ingin
mengenal delapan bahasa, yakni Melayu, Belanda, Jepang, Mandarin,
Hokkian, Hakka, Kanton, dan Inggris. Buku ini nampaknya dahulu
ditujukan bagi para pelancong atau turis yang ingin mengadakan
perjalanan di Asia Timur. Namun apa yang nampaknya menarik bagi saya
adalah perbandingan antara berbagai dialek bahasa Tionghoa, seperti
Hokkian, Hakka, dan Kanton.
Pada
halaman-halaman buku di atas kita dapat menjumpai frasa dan kata-kata
yang disampaikan dalam delapan bahasa, yakni Melayu, Belanda, Jepang,
Mandarin, Hokkian, Hakka, Kanton (Guangdong atau Kwitang), dan Inggris.
Khusus bahasa Mandarin disertai pula aksara Han (Hanzi). Kemudian bahasa
Inggris juga dilengkapi cara membacanya.
Sebagai contoh,
pada halaman 20-21; pada bahasa Melayu tertulis Minoem tee. Bahasa
Belandanya adalah "Drink een kopje thee. Bahasa Jepangnya adalah Tja wo o
agarinasai, Mandarinnya adalah Jien tjha. Hokkiannya adalah Tjiah te
la. Hakkanya adalah Sjit tjha. Kantonnya adalah Jam thja. Inggrisnya
adalah Drink a cup of tea. Sebagai catatan, bahasa Melayu di sini adalah
cikal bakal bahasa Indonesia. Jika pada saat sekarang ada upanya
memperbaharui buku ini dan menerbitkannya ulang tentu saat bermanfaat
bagi para penggemar bahasa Tionghoa.
Bagi yang memerlukan foto kopi buku ini silakan menghubungi saya di ivan_taniputera@yahoo.com.