Tampilkan postingan dengan label pelajaran kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelajaran kehidupan. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juni 2023

FILOSOFI KEHIDUPAN: PELAJARAN BERHARGA YANG DAPAT DIPETIK DARI PANDEMI

FILOSOFI KEHIDUPAN: PELAJARAN BERHARGA YANG DAPAT DIPETIK DARI PANDEMI

.

Ivan Taniputera

19 Juni 2023

.

.

Sebelum mengawali pembahasan kali ini,  mari kita mengheningkan cipta untuk mengenang para korban pandemi. 

.

Pandemi telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun. Pandemi tersebut mengajarkan banyak hal berharga pada kita. Kita akan merenungkan pelajaran-pelajaran berharga yang dapat dipetik dari pandemi. Pertama-tama, pandemi mengajarkan pada kita tentang wajah buruk keserakahan manusia. Pada masa awal berkecamuknya pandemi permulaan tahun 2020 di negara kita, mungkin kita masih teringat dengan melonjaknya harga masker. Ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menimbun dan menjual masker dengan harga tinggi. Masker menjadi langka dan kalau pun ada harganya sangat tinggi. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat mengerikan. Hal ini memperlihatkan betapa mengerikannya manifestasi keserakahan manusia. Banyak orang menjadi korban akibat kejahatan ini. 

.

Kita hendaknya sanggup meredakan amukan api keserakahan dalam diri kita sendiri. Jika tidak, api keserakahan itu akan membakar diri kita sendiri dan menyeret kita dalam penderitaan.  Api keserakahan itu akan menyeret kita pada alam-alam penderitaan yang sangat mengerikan. 

.

Orang-orang yang menimbun masker dan tabung gas itu merupakan sosok-sosok yang kurang dapat berempati pada penderitaan orang lain. Mereka hanya mementingkan dirinya sendiri. Oleh karenanya, kita perlu belajar mengembangkan empati atau kepekaan terhadap penderitaan orang lain.

.

Selain masker kita juga menyaksikan kelangkaan tabung Oksigen untuk para pasien, dimana harganya juga meroket, akibat adanya pihak-pihak yang memanfaatkan penderitaan orang lain. Banyak orang menjadi korban karenanya. Ini merupakan sesuatu yang sangat mengerikan. 

.

Pelajaran berikutnya, kita menyadari bahwa uang atau kekayaan tidak dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Banyak orang kaya yang terjangkit penyakit tersebut, khususnya sewaktu mengganasnya varian Delta tahun 2021, dimana meski mempunyai uang mereka tidak dapat menemukan rumah sakit yang bersedia merawat mereka. Semua rumah sakit banyak yang penuh. Suara raungan menyayat sirine mobil ambulan sering sekali terdengar. Sekali pun menemukan rumah sakit dan mendapatkan perawatan yang baik, tidak sedikit di antara mereka yang akhirnya tetap meninggal. Ini menegaskan bahwa uang atau kekayaan tidak selalu sanggup menyelamatkan mereka. Oleh karenanya, untuk apa kita senantiasa menyombongkan kekayaan kita? Jangan kita melupakan pelajaran yang baru lalu tersebut. Kita hendaknya tetap menjadi sosok yang rendah hati. 

.

Uang atau kekayaan itu pada akhirnya tidak dapat melindungi kita. Yang dapat melindungi kita hanya pahala kebajikan kita. Ini adalah pelajaran berharga yang hendaknya senantiasa diingat dan dijunjung tinggi.

.

Kita juga belajar bahwa penyakit itu bersifat "demokratis" dan tidak membeda-bedakan.  Baik orang kaya dan miskin dapat mengalaminya. Sesungguhnya, kelahiran, menjadi tua, jatuh sakit, dan kematian itu adalah sangat "demokratis." Tiada suatu makhluk pun yang dapat luput darinya. Kaya atau pun miskin, semua berpeluang mengalaminya. Pandai atau bodoh, semua berpeluang mengalaminya. Jangan berpikir bahwa karena kaya, kita dapat meluputkan diri dari penyakit.

.

Demikian sedikit pelajaran-pelajaran berharga yang dapat kita tarik dari pandemi ini. Mari kita berdoa agar dunia ini senantiasa dijauhkan dari pandemi. Kita mendoakan pula agar semua makhluk sejahtera adanya. 

 

 

Senin, 02 September 2019

RAHASIA KEHIDUPAN: KITA ADALAH BAGIAN DARI SUATU FRAKTAL


RAHASIA KEHIDUPAN: KITA ADALAH BAGIAN DARI SUATU FRAKTAL.
.
Ivan Taniputera.
23 Februari 2019.
.
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai rahasia penting kehidupan. Kita merupakan suatu fraktal yang merupakan bagian dari suatu keutuhan. Pembahasan ini sangat penting bagi mereka yang menekuni dunia metafisika dan spiritual. Untuk jelasnya, silakan perhatikan gambar di bawah ini.
.
 
Kita akan memotong-motong gambar tersebut dan menyusunnya kembali sebagai berikut.
.
 
.
Gambar itu kita potong menjadi 18 bagian, kemudian bagian paling ujung kiri, yang kita sebut bagian pertama, kita pisahkan dan selanjutnya kita letakkan pada bagian terpisah yang untuk mudahnya kita sebut bagian urutan ganjil. Bagian berikutnya atau bagian kedua kita taruh pada bagian yang berbeda. Untuk kemudahannya, kita sebut bagian urutan genap. Bagian ketiga, kita letakkan di samping bagian pertama, yakni di bagian urutan ganjil. Bagian keempat kita letakkan di samping bagian kedua, yakni di bagian urutan genap. Bagian kelima, kita letakkan di samping bagian ketiga, yakni di bagian urutan ganjil. Demikian seterusnya. Jika proses ini sudah selesai dilakukan, kita mendapatkan gambar dua sosok badut. Pada gambar yang belum dipotong-potong terdapat seorang badut saja; namun kita dapat memotong-motong dan menyusun ulang, sehingga mendapatkan dua gambar badut. Bagaimana jika proses ini kita ulangi lagi bagi gambar dua badut itu? Kita akan memutarnya 90 derajat dan memotong-motong serta menyusun ulang, seperti pada proses sebelumnya. Berikut ini adalah hasilnya.
.
 

Dari gambar 2 sosok badut itu, jika dipotong-potong dan susun ulang, kita dapatkan gambar 4 badut. Kita akan mengulanginya, tetapi dengan arah potong membentuk 90 derajat terhadap arah potong sebelumnya. Berikut ini adalah hasilnya.
.
 
Kita dapatkan gambar 8 sosok badut. Meskipun bentuknya sudah mulai terdistorsi, tetapi kita masih dapat mengenali kedelapan sosok tersebut. Kita ulangi prosesnya, dimana arah potong diputar 90 derajat dengan arah potong proses sebelumnya. Kita dapatkan hasil sebagai berikut.
.
 
Kita dapatkan 16 gambar sosok badut. Meski gambar-gambarnya makin terdistorsi, kita masih dapat mengenali adanya keenam belas sosok tersebut. Kita akan mengulanginya kembali. Berikut adalah hasilnya.
.
 
.
Nampak bahwa sosok yang dihasilkan semakin banyak, tetapi makin terdistorsi, sehingga sulit dikenali dan ditentukan jumlahnya.
.
Berdasarkan hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa masing-masing sosok masih menyimpan informasi yang berasal dari gambar utuh pertama yang belum terbagi. Masing-masing sosok itu sama-sama merupakan bagian dari keutuhan. Tidak ada bagian yang bertambah maupun berkurang. Kita dapat mengatakan bahwa bagian suatu sosok terkait pula dengan bagian lainnya, yang sama-sama berasal dari gambar utuh sebelum terpotong-potong dan berkali-kali mengalami penyusunan ulang. Karena itulah, jika kita kaitkan dengan metafisika baik Barat maupun Timur, tidak mustahil mendapatkan informasi mengenai kehidupan seseorang melalui kedudukan benda langit saat ia dilahirkan (ilmu Astrologi) atau konfigurasi elemen pada tahun, bulan, hari, serta jam waktu kelahirannya (ilmu Bazi). Meskipun informasi itu kelihatannya terpisah tetapi tidak demikian halnya. Semuanya adalah bagian dari suatu keutuhan. Kepribadian seseorang terpetakan pula pada kedudukan benda langit saat ia dilahirkan. Ini adalah informasi-informasi yang terkait satu sama lain dan merupakan bagian suatu keutuhan (holistik).
.
Seringkali kita salah menyangka bahwa informasi-informasi itu merupakan sesuatu yang terpisah dan tidak terhubung satu sama lain. Ini adalah pandangan yang keliru. Semakin kita memecah-mecahnya, semakin pula sesuatu itu nampak terdistorsi. Realita ini diwakili secara jelas oleh gambar-gambar di atas. Semakin banyak gambar sosoknya, makin pula wujudnya terdistorsi, sehingga sulit dikenali lagi. Itulah sebabnya, kita perlu berhenti memecah-mecah realita. Kuncinya adalah memahami bahwa kita semua adalah bagian keutuhan dan perlu mengembalikan berbagai pengetahuan atau informasi yang sudah dipotong-potong serta disusun ulang itu pada keadaan awalnya berupa keutuhan nan tak terbagi-bagi. Barulah semuanya menjadi jelas. Tidak ada lagi yang terdistorsi. Wujudnya nampak jelas dan sempurna. Inilah yang menjadi tugas para penekun spiritual.
.
Pengetahuan mengenai rahasia fraktal kehidupan ini sangatlah penting. Sebagai praktisi metafisika, kita jadi mengetahui rahasia di balik ilmu-ilmu yang kita pelajari. Kita mulai sanggup memahami prinsip bekerjanya ilmu-ilmu seperti Astrologi dan Bazi. Sementara itu, para penekun spiritual akan mengetahui apakah tujuan utama spiritualisme. Kita runut ulang tahapan-tahapannya kembali pada keutuhan. Jangan sampai terbalik dan makin terpecah-pecah, sehingga distorsi makin parah dan begitu pula halnya dengan ketidak-jelasan beserta kebingungan.
.
 
.
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silakan bagikan pada orang-orang yang Anda kasihi.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .
.
 
.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Sabtu, 31 Desember 2016

RENUNGAN TAHUN BARU 2017

RENUNGAN TAHUN BARU 2017
.
Ivan Taniputera.
1 Januari 2017
.




Rasanya baru kemarin kita memasuki tahun 2016, kini tak terasa tahun tersebut telah berlalu dan tidak akan kembali lagi. Begitu detik pergantian tahun tiba, maka kita mengucapkan selamat berpisah pada sahabat yang telah menyertai kita selama setahun baik pada saat suka maupun duka, yakni tak lain dan tak bukan adalah Tahun 2016. Tahun demi tahun yang terus berlalu ini menyadarkan kita bahwa segala sesuatu tidak ada yang kekal. Jika sudah saatnya berlalu pasti akan berlalu. Namun dengan berlalunya yang lama, pasti akan hadir sesuatu yang baru. Apabila yang lama tidak berlalu, maka yang baru tidak akan muncul. Jadi pergantian ini adalah sesuatu yang alami. Tidak dapat kita cegah dan pasti akan terjadi.
.
Kesadaran terhadap waktu yang terus berlalu ini hendaknya menyadarkan kita agar senantiasa melalukan hal-hal bermanfaat. Mengingat bahwa waktu yang telah berlalu tidak dapat dihadirkan kembali, adalah sangat disayangkan jika kita menyia-nyiakannya. Lalu apakah hal bermanfaat itu? Tentu saja masing-masing orang mempunyai pandangan berbeda mengenai apa yang dianggapnya bermanfaat. Namun ada suatu pengertian universal mengenai apa yang dianggap bermanfaat itu; yakni menaburkan sesuatu yang sekiranya dapat memberikan kebahagiaan bagi sebanyak mungkin orang. Bukan hanya sekelompok atau segolongan orang saja, melainkan seluruh umat manusia secara luas. Sebelum melakukan sesuatu, kita hendaknya berpikir apakah itu akan bermanfaat bagi semua orang tanpa terkecuali? Apakah hal itu akan menciptakan dunia yang lebih baik? Demikianlah, kita hendaknya berupaya memandang dunia ini agar terbebas dari sekat-sekat. Terkadang kita hanya melakukan sesuatu demi menguntungkan diri sendiri. Ini bukanlah tindakan bermanfaat yang universal. Jadi, pada tahun 2017 marilah kita memperluas wawasan kita. Marilah kita memanfaatkan waktu yang sangat berharga ini demi menaburkan sebanyak mungkin manfaat universal bagi seluruh umat manusia.
.
Tahun 2016 yang baru saja berlalu banyak dikotori oleh berbagai peperangan dan permusuhan. Oleh karenanya, pada tahun yang baru ini kita perlu memanjatkan doa agar dunia menjadi lebih damai dan bertambah baik. Jika setiap orang tidak lagi mementingkan diri atau golongannya sendiri, sudah tentu dunia ini akan menjadi damai. Kita harus dapat memikirkan kepentingan yang lebih luas. Jangan sampai ada yang dikorbankan kepentingannya.
.
Kita akan merenungkan pula bahwa hakikat ketidak-kekalan itu sebenarnya telah berada pada tataran atomik. Elektron pada kulit terluar yang mudah berpindah-pindah mengakibatkan suatu zat berubah mengalami zat lainnya. Bahkan atom Gas Mulia (golongan VIIIA pada sistim periodik unsur) sekalipun juga dapat membentuk suatu senyawa; misalnya XeF6. Reaksi kimia yang melibatkan pergerakan atau perpindahan elektron inilah yang mengakibatkan perubahan kimia terus menerus terjadi, sehingga segala sesuatu tidak ada yang kekal. Buah segar mengalami perubahan kimia, sehingga menjadi busuk. Bunga juga mengalami perubahan kimia, sehingga menjadi layu. Besi mengalami perkaratan karena terjadi perubahan kimia, yakni akibat reaksi dengan Oksigen. Semua ini adalah sesuatu yang alami.
.
Di tahun yang akan datang kita perlu belajar lebih rajin meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kita, karena arus globalisasi akan terus menerus mengejar kita. Jikalau kita tidak dapat menyesuaikan diri dengannya, maka kita akan tertinggal dan kalah. Oleh karenanya, seiring dengan tahun-tahun yang terus berlalu, maka kita harus terus belajar. Pengetahuan itu tidak ada habisnya. Kita hendaknya menimba ilmu tanpa henti. Pengetahuan kita dari tahun ke tahun hendaknya terus bertambah. Janganlah pernah berhenti belajar jika masih ada kesempatan untuk itu.
.
Tahun-tahun yang akan datang, tantangan akan semakin berat. Dengan demikian, diperlukan kreatifitas kita. Tanpa kreatifitas kita akan dipecundangi oleh berbagai tantangan tersebut. Oleh karenanya, tantangan bagi dunia pendidikan adalah perlunya kesanggupan menciptakan generasi-generasi muda yang kreatif. Dunia pendidikan perlu memberikan penghargaan pada sosok-sosok siswa yang kreatif dan bukannya malah membelenggu kreatifitas tersebut. Sudah saatnya kreatifitas menjadi tujuan utama pendidikan, dan bukan hanya sekedar mengerjakan sesuatu dengan benar berdasarkan cara-cara yang sudah ada. Pendidikan bukanlah sarana mencetak robot-robot, melainkan sosok cerdas dan kreatif yang bermanfaat bagi sesama. Pendidikan bukanlah bertujuan mendapatkan nilai semata, melainkan mendapatkan bekal demi mendaki kehidupan yang semakin curam.
.
Karena segala sesuatu pasti akan berlalu, maka kita juga harus berani mengucapkan selamat tinggal pada segenap trauma, kemarahan, kebencian, kesedihan, dan bayang-bayang hantu masa lalu kita. Intinya adalah kita harus berani “move on.” Orang yang pemberani adalah orang sanggup “move on.” Segenap beban masa lalu harus ditinggalkan agar kita dapat meraih masa depan baru yang gemilang. Jika kita masih dijerat oleh masa lalu, bagaimana mungkin kita dapat bergerak memasuki gerbang masa mendatang yang gemilang?
.
Selamat Tahun Baru 2017 bagi yang merayakannya. Selamat tinggal sahabat lama Tahun 2016! Selamat datang sahabat baru Tahun 2017!

Sabtu, 17 Oktober 2015

HAL TERBAIK BAGI KITA MUNGKIN JUSTRU YANG TIDAK MENYENANGKAN

HAL TERBAIK BAGI KITA MUNGKIN JUSTRU YANG TIDAK MENYENANGKAN
.
Ivan Taniputera
17 Oktober 2015
.





.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan sesuatu yang barangkali bermanfaat bagi kita semua. Artikel kali ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata seorang sahabat yang diceritakan pada saya. Untuk melindungi privasi, maka nama-nama tidak akan disebutkan dan ceritanya sedikit diubah. Namun intisarinya tetap sama.
.
Kebanyakan di antara kita merasa kesal atau marah jika mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan atau tidak kita harapkan. Tetapi apakah kita pernah menyadari bahwa hal tidak menyenangkan atau tidak diharapkan tersebut justru akan mendatangkan kebaikan pada kita?
.
Suatu kali seorang sahabat diundang menghadiri pesta pernikahan kenalannya. Sewaktu sedang duduk menikmati hidangan, tiba-tiba tiang penyangga tenda jatuh dan menimpa orang yang duduk tepat di sebelahnya hingga luka parah.
.
Sampai di sini, kita akan melakukan kilas balik terhadap peristiwa yang terjadi sebelumnya. Biasanya saat menghadiri undangan pesta, maka kawan saya akan ditemani oleh suami atau anaknya. Namun hari itu, suami sahabat saya tersebut mendapatkan tugas kantor mendadak, sehingga batal menemaninya ke pesta. Meski merasa kecewa, kini harapan beralih pada anaknya. Meskipun demikian, saat menjelang keberangkatan ke pesta tiba-tiba teman sang anak menelepon dan mengajaknya jalan-jalan ke mall. Ternyata sang anak lebih memilih pergi bersama temannya, sehingga batal menemani ibunya ke pesta.
.
Akhirnya dengan disertai perasaan sedih, marah, dan kecewa, sahabat saya berangkat sendiri ke pesta. Kini kembali ke saat pesta tersebut. Sahabat saya lantas merenungkan bahwa jika ia berangkat bersama suami atau anaknya, maka yang duduk di sampingnya dan tertimpa tiang itu kemungkinan adalah suami, anak, atau bahkan dirinya sendiri. Dengan mengalami rangkaian peristiwa tidak menyenangkan itu, justru diri dan keluarganya selamat.
.
Berdasarkan kisah di atas, marilah kita merenungkan apakah kita perlu merasa marah dan kesal berkepanjangan tatkala sesuatu tidak terjadi sesuai kehendak kita?
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi:




Senin, 29 September 2014

CATATAN FILOSOFI KULINERKU: RENUNGAN MASAKAN FUYUNGHAI VEGETARIAN KREASIKU

CATATAN FILOSOFI KULINERKU: RENUNGAN MASAKAN FUYUNGHAI VEGETARIAN KREASIKU

Ivan Taniputera
29 September 2014




Hari ini saya mencoba berkreasi kuliner dengan mencoba memasak Fuyunghai Vegetarian. Bagi saya segenap kegiatan dapat menjadi meditasi dan renungan yang memperkaya batin. Sebelum membahas makna filosofisnya, saya akan menjelaskan serba sedikit cara membuatnya. Tentu saja karena memasak adalan seni, maka tidak ada cara yang baku. Siapa saja boleh memodifikasi resep sesuai dengan seleranya. Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah.

Bahan-bahannya adalah sederhana, antara lain adalah sayur-sayuran sesuai selera Anda. Saya menggunakan wortel, jagung, dan kol sebagai sayuran pengisi Fuyunghai. Bahan selanjutnya adalah telur dan tepung terigu. Pertama-tama, wortel, jagung, dan kol direbus sehingga lunak dan tidak terlalu keras. Bumbunya bebas, boleh tambahkan kecap sedikit atau bumbu lain sesuai selera.

Kocok telurnya dan masukkan tepung terigu secukupnya. Masukkan bumbu yang telah dipersiapkan. Goreng Fuyunghainya hingga matang.

Lalu bubuhkan saus tomat. Boleh juga ditambah kacang kapri. Semestinya saya ingin menambahkan kacang kapri, tetapi lupa beli.

Baik kini saya akan memulai renungan filsafat kehidupan saat memasak tadi.  Pertama-tama mata saya tertumbuk pada kuali masak. Saya biasa menggunakan kuali masak yang terbuat dari besi tahan karat (stainless steel). Dalam kehidupan ini, kita jangan sampai berkarat. Jangan sampai kehidupan kita dicemari oleh hal-hal yang tidak bermanfaat. Kita harus meneladani besi tahan karat tersebut yang tidak menjadi berkarat. Jika sudah berkarat atau tergores, maka akan membahayakan kesehatan kita. Akhirnya harus dibuang. Begitu pula seseorang jika sudah berkarat, maka ia akan membahayakan orang lain. Ia akan menjadi batu sandungan bagi orang lain, sehingga akhirnya masuk dalam kalangan yang terbuang.

Wortel mengandung vitamin A yang sehat bagi mata. Secara filosofis, kita memerlukan mata yang sehat, yakni dalam artian pandangan terhadap kebaikan. Kita hendaknya senantiasa memandang pada kebajikan dan jangan memandang keburukan. Kita hendaknya sedapat mungkin memandang setiap makhluk dengan pandangan kasih sayang. Demikianlah aspek-aspek pandangan yang sehat.

Jagung mempunyai cita rasa manis. Begitu pula kita hendaknya senantiasa memandang pada manisnya kehidupan dan jangan melekat pada suramnya kehidupan. Dewasa ini banyak orang yang terus berkutat pada kesedihan dan kepahitan hidupnya. Dengan demikian, ia kehilangan selera pada manisnya kehidupan. Saya tidak memandang orang-orang ini sebagai bersalah. Apakah yang benar dan apakah yang salah? Namun yang pasti itu adalah pilihan. Jika seseorang memilih hidup bahagia, tentu ia akan memandang manisnya kehidupan. Di bagian tengah jagung terdapat bonggol yang keras. Setelah bulir-bulir jagungnya saya pipil, maka bonggolnya saya buang. Saya mendapatkan bahwa maknanya adalah kita jangan menyimpan sesuatu yang tidak bermanfaat atau buruk. Kita mengambil saja apa yang bermanfaat dan baik bagi kita. Apa yang kita anggap tidak bermanfaat atau tidak baik, maka lepaskanlah. Anehnya banyak orang justru terus melekati hal-hal yang tidak bermanfaat dan tidak baik bagi dirinya. Akhirnya justru dapat mengakibatkan penyakit batin. Oleh karena itu, laksana bonggol jagung tersebut, setelah kita memipil bulir-bulir jagungnya, maka buanglah. Jangan dilekati.

Kol mempunyai berbagai lapisan. Setiap lapisannya dapat kita makan. Dengan demikian, kita hendaknya menjadi manusia yang serba guna dan dapat diandalkan. Jangan menjadi manusia yang serba tidak berguna. Sudah tidak berguna malah mengganggu orang lain.

Demikianlah makna yang dapat kita petik dari bahan-bahan pembuat Fuyunghai tersebut.

Semua bahan-bahan itu masih harus kita masak. Demikian pula dalam kehidupan ini, kita jangan kabur dari api kehidupan yang akan memasak kita. Setelah dimasak, maka segenap wawasan dan kepribadian kita akan semakin matang. Segenap bahan makanan kalau mentah tentu tidak enak dimakan. Anda ingin menjadi orang yang wawasan dan kepribadiannya matang atau mentah?

Selama masak kita harus menjaga agar tidak hangus. Begitu pula dalam hidup kita jangan berlebihan. Semuanya ada batasan-batasannya.

Demikian semoga bermanfaat dan dapat menjadi renungan bagi kita semua.

Artikel-artikel menarik lainnya mengenai pelajaran kehidupan, ramalan, Fengshui, metafisika, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/


CATATAN FILOSOFI KULINERKU: MERASAKAN SEDIKIT CITA RASA MAKANAN JEPANG SEBAGAIMANA SANTAPAN JASMANI DAN ROHANI

CATATAN FILOSOFI KULINERKU: MERASAKAN SEDIKIT CITA RASA MAKANAN JEPANG SEBAGAIMANA SANTAPAN JASMANI DAN ROHANI

Ivan Taniputera
29 September 2014

Pada tanggal 14 September 2014, saya berkesempatan santap siang pada sebuah rumah makan Jepang. Sebagaimana biasanya, bagi saya acara bersantap, merupakan pula wahana merenung atau memeditasikan berbagai falsafah atau ilmu tentang kehidupan. Bagi saya menyantap makanan bukanlah kegiatan bagi fisik semata, melainkan juga harus sanggup mengenyangkan batin kita pula. Selain perut kita yang merasa kenyang, maka wawasan perbendaharaan pengetahuan kita pun juga hendaknya turut dikenyangkan. Manusia tidak hanya hidup dari makanan jasmaniah saja, karena hakikat kehidupan kita yang bersifat batin serta jasmani.

Saat memasuki rumah makan Jepang, kita akan selalu menyaksikan pernak-pernik budaya Jepang. Sebagai contoh adalah kimono seperti di bawah ini dan juga benda yang bentuknya seperti lampion.



Saat menyaksikannya timbul renungan dalam diri saya sebagai berikut. Jepang adalah negara yang luar biasa. Meskipun sudah mencapai kemajuan yang pesat di segala bidang, namun tidak pernah sekali pun bangsa Jepang meninggalkan budayanya. Kita dapat menyaksikan berbagai festival budaya diselenggarakan di negara tersebut, dan bangsa Jepang tetap sangat antusius mengikutinya. Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi tidak menjadikan bangsa Jepang terlena dan merendahkan akar budayanya sendiri. Justru hal ini menjadikan bangsa Jepang semakin kuat. Sebuah bangsa ibaratnya adalah sebatang pohon. Apabila akarnya kuat, maka bangsa tersebut akan sanggup bertahan dari segala terpaan angin. Kendati demikian, penghargaan terhadap budaya bangsa sendiri itu hendaknya tidak menjadi chauvinisme. 

Saya yakin bahwa bangsa Jepang sudah belajar dari kekalahannya pada Perang Dunia II. Mereka tentunya sudah menyadari bahwa kecintaan terhadap bangsa sendiri hendaknya tidak berubah menjadi chauvinisme. Kita tetap melestarikan budaya sendiri, tetapi jangan bangga berlebihan. Kita tetap harus pula menghargai budaya dari setiap bangsa di muka bumi ini. Setiap budaya yang ada adalah ibaratnya bunga-bunga pada sebuah taman. Masing-masing menambah semarak dunia ini. Apalagi jika disertai oleh semangat saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Tiba-tiba saya tersadar dari renungan saya, karena apa yang saya pesan telah keluar.


Saya mengucapkan doa sebelum makan. Saya berdoa agar segala sesuatu yang terlibat dalam persiapan makanan tersebut kelak dapat terlahir di Alam Bahagia. Saya merenungkan kemurahan alam ini pada kita. Saya bersyukur masih dapat menyantap makanan pada hari ini.

Setelah itu saat bersantap saya merenungkan apa makna di balik nasi bento tersebut. Pelajaran kehidupan apakah yang bisa kita ambil darinya? Pertama-tama mari kita saksikan bahwa segala sesuatu yang menyusun nasi bento itu tertata secara rapi pada sebuah nampan kotak. Terdapat kesan bahwa "semuanya telah pada tempatnya." Dalam kehidupan ini, kita hendaknya memiliki kehidupan yang tertata rapi dan bermanfaat. Saya pernah ke Jepang, dan memang segala sesuatunya tertata dengan rapi. Ini adalah sesuatu yang luar biasa. Apabila segalanya tertata, maka kehidupan menjadi lebih mudah dan baik. 
Kemudian nampak segala sesuatu di atas nampan kotak itu mempunyai fungsinya masing-masing. Begitu pula di muka bumi ini, kita semua mempunyai fungsinya masing-masing. Tidak ada manusia yang tidak bermanfaat. Oleh karenanya, tidak perlu kita menjadi rendah diri. Apa pun kemampuan kita, pasti akan bermanfaat bagi masyarakat. Tergantung apakah kita bersedia atau tidak mengamalkan kemampuan kita. Jadi, jangan merasa bahwa kemampuan kita terlalu sedikit. Semua akan bemanfaat pada saat dan tempat yang tepat.  Yang penting adalah kita semantiasa bertekad menaburkan manfaat kebaikan pada sesama manusia.

Saya juga memesan sup ramen


Filosofi kehidupan yang saya dapatkan adalah segala sesuatu yang berbeda-beda jika dipadukan akan menghasilkan cita rasa yang luar biasa. Mie ramen dan daging mungkin berasal dari tempat yang berbeda. Begitu pula kita berasal dari berbagai suku, ras, agama, dan bangsa yang berbeda, namun tetap dapat bekerja sama. Kita yang berbeda-beda ini dapat menciptakan dunia yang lebih baik dan indah.

Selanjutnya keluar pesanan saya berupa sushi.


Perut saya mulai kenyang, dimana hal ini nampaknya memengaruhi kemampuan saya dalam merenung. Putaran otak saya nampaknya semakin melambat, seiring dengan makin kenyangnya perut saya. Makna kehidupan apakah yang dapat saya tarik dari sushi. Saya melihat ke kiri, kanan, atas, dan bawah guna mencari inspirasi. Tiba-tiba saya tersadar saat mengunyah sushi, bahwa ia terdiri dari berbagai lapisan. Di sini saya berpikir bahwa kita dalam kehidupan ini harus saling melapisi. Artinya adalah saling melindungi. Yang kuat melapisi yang lemah. Jangan sampai yang kuat menindas yang lemah, sebagaimana yang dilakukan kaum penjajah dahulu. Kita hendaknya saling melindungi sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Demikianlah saya kira makna kehidupan yang dapat saya peroleh dari menyantap sushi. Alam ini adalah sekolah kehidupan yang sangat berharga. Setiap nafas dan langkah kita adalah proses belajar.

Saya tidak pernah merasa diri saya pandai. Saya akan terus belajar. 

Proses belajar saya hari itu, nampaknya masih harus berlanjut dengan keluarnya mata pelajaran berikutnya, yakni pangsit.


Perut semakin kenyang dan putaran otak semakin berat. Saya masih harus merenung apakah makna di balik pangsit? Saya menghela nafas sejenak karena kekenyangan. Terlintas dalam benak saya bahwa pangsit terbungkus oleh kulit. Pangsit membungkus segenap kelezatan daging yang ada di dalamnya. Ini mengajarkan pada kita bahwa kita hendaknya senantiasa mewadahi prinsip kebaikan bagi sesama. Nampaknya hanya itu saja yang dapat saya pikirkan.

Pelajaran saya hari ini pun berakhir. Perut saya menjadi kenyang dan wawasan pengetahuan saya pun juga menjadi lebih kaya melalui proses perenungan beserta pembelajaran ini.

Marilah kita terus belajar. Saya masih merasa sebagai siswa Taman Kanak-Kanak yang masih perlu belajar. Saya masih banyak berbuat kesalahan di muka bumi ini.

Artikel menarik mengenai filsafat kehidupan, ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi: