Tampilkan postingan dengan label kolonialisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kolonialisme. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Oktober 2016

BUKU BERUSIA 150 TAHUN MENGENAI PENAKLUKAN KOLONIAL

BUKU BERUSIA 150 TAHUN MENGENAI PENAKLUKAN KOLONIAL
.
Ivan Taniputera.
9 Oktober 2016
.




.
Judul: Redevoeringen Over Koloniale Onderwerpen in de Tweede Kamer der Staten-Generaal
Penulis: Mr. W. Wintgens
Penerbit: Gebroeders Belinfante, 1866.
Jumlah halaman: 339.
Bahasa: Belanda.
.
Buku merupakan hasil ceramah mengenai penaklukan kolonial di hadapan parlemen Belanda. Berikut ini adalah daftar isinya:
.


.


.
Berikut ini adalah beberapa kutipannya:
.
“Hij heeft gewaagd vaan de 114 millioenen en van Demak en Grobogan; wapenen, behoorende in een verouderd arsenaal, die thans veel van hunne kracht verloren hebben. “ (halaman 204).
.
Terjemahan:
.
“Ia telah merisikokan 114 juta dan dari Demak serta Grobogan; persenjataan yang disimpan dalam gudang senjata usang, yang karenanya telah kehilangan banyak kekuatannya.”
.
Selanjutnya, penulis juga menyinggung sistim tanam paksa (cultuurstelsel):
.
“Dat stelsel zou niet vatbaar zijn voor uitbreiding. Het zou een eigenaardige trek van dat stelsel zijn dat het voor geene ontwikkeling vatbaar is.” (halaman 204).
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.


.


.


.
Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 20 Agustus 2016

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN MENGULAS TENTANG CHINA DAN PERMASALAHANNYA

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN MENGULAS TENTANG CHINA DAN PERMASALAHANNYA.
.
Ivan Taniputera.
20 Agustus 2016
.



.
Judul: Oeroesan Tiong Kok 15 Tahon di Moeka
Penulis: T. H. Phoa Sr.
Penerbit: Tjiong Koen Bie & Co., Pintoe Besar Batavia, 1909
Jumlah halaman: 30.
.
Buku ini membahas seluk beluk politik Tiongkok dan hubungnnya dengan bangsa Barat. Sebagai contoh, adalah ulasan mengenai Perang Candu dari sisi orang China:
.
“Tentang hal peperangan Tiong Kok - Inggris jang diseboet djoega perang tjandoe, semoewa orang tantoe soedah dengar; tetapi brangkali tjoemah sedikit sadja jang mengarti, bagimana dalam ini paperangan teroes meneroes Inggris ada berlakoe amat boewas pada rahajat Tiong Kok, jang - akaen mendjalanken kasopanan - soedah membantah boewat dikasih masoek tjandoe, jang mendjadi ratjoen boewat marika itoe.” (halaman 3).
.
Di dalamnya juga ada kecaman terhadap bangsa Barat:
.
“Demikianlah kira-kira pikirannja kabanjakan orang bangsa Europa, koetika di Tiongkok ada terbit hoeroe-hara; tetapi marika itoe tida taoe, bahoewa fatsal oeroesan Tiong Kok ada lebih dalam ; boekan bangsa Tiong Hoa jang boewas, tapi bangsa Europa jang seperti rampok, lantaran ingin kaoentoengana dan banjak oewang; dan boekan dengan bermaksoed soetji soedah bersarang di Tiong Kok - bersendjata dengan senapan dan meriam, dan jang lebih heibat lagi, jaitoe dengan tjandoe jang ija kasih masoek di sitoe dengan lakoe jang kedjam dan paksa, melawan pada kahendaknja rahajat Tiong Kok, boewat ratjoeni marika itoe jang tida sekali membri lantaran satoe apa.” (halaman 1).
.
Buku ini juga menyerukan perlawanan terhadap dinasti Qing (1644-1912) yang dianggap sebagai sumber kemerosotan China:
.
“Kaloe dinastie rampok (Boan) bisa atoer betoel pamerintahan, boewat mana ija soedah dapat tempo (+- 300 tahon) jang lebih dari tjoekoep, tantoelah radja-radja Barat tida nanti balas soerat itoe dengan meriam dan kapal perang.
Hina’an, tjatjian dan nista’an jang kita dapat dari lain bangsa, itoe samoewa ada dari lantaran boesoeknja Boan, maka itoe, kaloe Mandsjoe dynastie soedah laloe dari karadja’an Han, oeroesan Tiong Kok poen tantoe djadi selesih, dan negri kita - Han, djoega tida dihinggapi lagi oleh itoe penjakit jang heibat.” (halaman 30).
.
Dengan demikian, nampak bahwa semangat perlawanan terhadap dinasti Qing yang didirikan bangsa Manchu (disebut Boan dalam buku ini) juga tersebar hingga ke Kepulauan Nusantara.
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.


.


.


.
Berminat kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Jumat, 20 Februari 2015

BUKU SEJARAH KOLONIALISME BELANDA DI SRI LANKA

BUKU SEJARAH KOLONIALISME BELANDA DI SRI LANKA
.
Ivan Taniputera
19 Februari 2015
.


Judul: The Dutch in Ceylon
Penulis: R. G. Anthonisz. L. S. O. (1852-1930)
Penerbit:  C.A.C. Press, Colombo, Ceylon, 1929
Jumlah halaman: 198
Bahasa: Inggris

Buku ini membahas mengenai sejarah kolonialisme Belanda di Sri Lanka. Pada bagian kata pengantar dapat kita baca sebagai berikut:

"This is an attempt to supply, to the best of my ability, what has been a "long felt want," viz., a connected and complete, yet concise, account of the Dutch occupation of Ceylon, which extended from A.D. 1640 to 1796-a period of 156 years.."

Terjemahan:

"Ini merupakan upaya untuk memaparkan, sejauh kemampuan saya, apa yang "dirasa telah lama hilang," yakni suatu catatan sejarah terkait serta lengkap, namun ringkas mengenai pendudukan Belanda di Sri Lanka, yang berlangsung dari tahun 1640 hingga 1796-suatu kurun waktu selama 156 tahun."

Pada halaman 8 terdapat penjelasan:

"The first Dutchman who visited Ceylon was the Admiral Joris van Spilbergen, who set sail for the East on the 5th May, 1601,..."

Terjemahan:

"Orang Belanda pertama yang mengunjungi Sri Lanka adalah Admiral Joris van Spilbergen, yang berlayar ke Timur pada tanggal 5 Mei 1601...."

Berikut ini adalah daftar isinya.




Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.







Terdapat pula peta Sri Lanka:




Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.