Tampilkan postingan dengan label Hindia Belanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hindia Belanda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 April 2017

JALUR KERETA API PEMERINTAH DAN SWASTA ZAMAN HINDIA BELANDA

JALUR KERETA API PEMERINTAH DAN SWASTA ZAMAN HINDIA BELANDA.
.
Ivan Taniputera.
21 April 2017
.
Di masa sekarang, seluruh jalur kereta api di negara kita dikelola oleh PT. KAI. 
.
Ternyata dahulu ada jalur kereta api swasta (partikelir). Dengan demikian, terdapat dua jenis jalur kereta api; yakni yang dikelola pemerintah dan swasta (partikelir). Pada peta yang diambil dari Officieele Reisgids (Jadwal Resmi) kereta api tahun 1928 ini, nampak jalur mana saja yang dikelola swasta dan pemerintah.
.




Jalur yang dikelola swasta menghubungkan antara Cirebon (Cheribon)-Tegal-Semarang-Gambringan-Cepu (Tjepoe) dan Surabaya. Lalu Semarang-Goendih; Goendih-Solo; dan Djogja-Solo. Pada peta nampak digambarkan dengan garis putus-putus. Sementara itu, sisanya dikelola oleh Staatsspoorweg milik gubernemen (pemerintah) Hindia Belanda.
.
Berikut ini adalah contoh perusahaan kereta api swasta (partikelir):
.
  • Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij
  • Nederlandsch-Indisch Spoorweg Maatschappij
  • Semarang-Joana Stoomtram Maatschappij
  • Kediri Stoomtram Maatschappij
  • Modjokerto Stoomtram Maatschappij
  • Oostjava Stoomtram Maatschappij
  • Malang Stoomtram Maatschappij
  • Pasoeroean Stoomtram Maatschappij
  • Madoera Stoomtram Maatschappij.

PERBANDINGAN KECEPATAN KERETA API ZAMAN HINDIA BELANDA DAN SEKARANG

PERBANDINGAN KECEPATAN KERETA API ZAMAN HINDIA BELANDA DAN SEKARANG.
.
Ivan Taniputera.
19 April 2017.
.
Pada kesempatan kali ini saya akan membandingkan kecepatan kereta api pada zaman Hindia Belanda dan sekarang.
.
Data kecepatan kereta api zaman Hindia Belanda ini saya ambil dari “ Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aan Sluitende Automobieldiensten op Java en Madoera” tahun 1929.
.
Kita akan menghitung terlebih dahulu kecepatan kereta api dari Semarang-Tawang ke Surabaya-Pasar Turi.
.


.
Berdasarkan tabel jadwal di atas, maka terdapat dua kali keberangkatan kereta api dari Stasiun Tawang-Semarang, yakni pukul 07.06 dan 12.04.
.
Kereta yang berangkat pukul 07.06 akan tiba 14.23, sehingga lama perjalanan adalah 7 jam 17 menit.
Kereta yang berangkat pukul 12.04 akan tiba pukul 19.16, sehingga lama perjalanan adalah 7 jam 12 menit.
.
Kini kita beralih pada perjalanan kereta api dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya ke Stasiun Tawang, Semarang.
.



.
Berdasarkan tabel jadwal di atas, maka terdapat dua kali keberangkatan kereta api dari Stasiun Pasar Turi-Jakarta, yakni pukul 06.26 dan 10.42.
.
Kereta yang berangkat pukul 06.26 akan tiba 13.33, sehingga lama perjalanan adalah 7 jam 7 menit.
Kereta yang berangkat pukul 10.42 akan tiba pukul 17.52, sehingga lama perjalanan adalah 7 jam 10 menit.
.
Kita akan bandingkan dengan perjalanan kereta api di zaman Sekarang.
.
Pada tanggal 1 November 2015, saya mengadakan perjalanan dengan kereta api dari Semarang ke Surabaya. Kereta api berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pada tanggal 11.40 dan tiba di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, pada pukul 16.28. Dengan demikian, lama perjalanan adalah 4 jam 48 menit.
Saya pulang kembali dari Surabaya ke Semarang pada tanggal 3 November 2015. Kereta api berangkat dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya, pada pukul 09.30, dan tiba di Stasiun Tawang, Semarang, pada pukul 15.30. Dengan demikian, lama perjalanan adalah 5 jam.
.
Oleh karenanya, kita dapat menyimpulkan bahwa perjalanan dengan kereta api sudah lebih cepat di zaman sekarang; yakni lebih singkat kurang lebih 2 jam. Dalam kurun waktu 86 tahun ini (1929-2015), waktu tempuh menjadi lebih singkat 2 jam.

Kamis, 20 April 2017

BUKU TENTANG SEJARAH MATA UANG DAN BANK SIRKULASI HINDIA BELANDA

BUKU TENTANG SEJARAH MATA UANG DAN BANK SIRKULASI HINDIA BELANDA.
.
Ivan Taniputera.
21 April 2017
.




Judul: Muntwezen en Circulatie-Banken in Nederlandsch Indie
Penulis: Mr. G. Vissering (1865-1937)
Penerbit: J.H, de Bussy, Amsterdam, 1920
Jumlah halaman: 422
.
Buku ini membahas mengenai sejarah mata uang dan bank sirkulasi di Hindia Belanda. Pada bagian pembukaan kita dapat membaca mengenai sejarah keuangan di Hindia Belanda abad ke-19:
.
“De val van de Oost-Indische Compagnie en de Napoleontische oorlogen hadden onze kolonien in zeer ongunstigen toestand gebracht. Het muntwezen was in een staat van groote verwarring, doordat nauwelijks van eeenige regeling op dat punt sprake was; in naam was de Nederlandsche Gulden de rekenings-eenheid, en de zilveren Gulden ook de standpenning van ons Indie, doch in werkelijkheid waren tallooze andere soorten van munten in omloop, vooral een groot bedrag van de oude koperen duiten der Compagnie...” (halaman 13).
.
Terjemahan:
“Jatuhnya Perusahaan Dagang Hindia Timur (Kompeni) dan Perang Napoleon telah membawa koloni kita ke dalam keadaan sangat tidak menguntungkan. Perihal mata uang telah berada dalam keadaan sangat kacau; yang karenanya baru-baru ini telah dibicarakan beberapa peraturan terkait dengannya; secara hukum Gulden Belanda adalah alat pembayaran pemersatu, dan begitu pula dengan Gulden Perak di Hindia kita. Namun pada kenyataannya terdapat tidak terhitung jenis mata uang lainnya yang beredar, di antara seluruhnya adalah sejumlah besar mata uang tembaga Kompeni...”
.
Buku ini juga membahas mengenai sejarah tahap demi tahap penerapan penggunaan Gulden di Kepulauan Nusantara.
.
Berikut ini adalah daftar isinya.
.




.




.




.
Selanjutnya, contoh-contoh halaman adalah sebagai berikut:
.








.




.




.




.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 18 April 2017

BUKU JADWAL DAN TARIP KERETA API DI PULAU JAWA SERTA MADURA ZAMAN BELANDA

BUKU JADWAL DAN TARIP KERETA API DI PULAU JAWA SERTA MADURA ZAMAN BELANDA
.
Ivan Taniputera.
19 April 2017.
.




.
Judul: Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aan Sluitende Automobieldiensten op Java en Madoera.
Penulis: tidak diketahui.
Penerbit: NV. Sie Dhian Ho, Solo, 1929.
Jumlah halaman: 276.
Bahasa: Belanda.
.
Buku ini berisikan jadwal dan tarip kereta api di Pulau Jawa serta Madura. Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.



.


.




.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Senin, 17 April 2017

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN MENGENAI PEMBANGUNAN REL KERETA API

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN MENGENAI PEMBANGUNAN REL KERETA API.
.
Ivan Taniputera.
18 April 2017
.





.
Judul: Spoorwegbouw en -Onderhoud
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maknanya adalah “Pembangunan Rel Kereta Api dan Perawatannya.”
Penulis: H. van Berckel.
Penerbit: Zwolle-W. E. J. Tjeenk Willing, 1909
Jumlah halaman: 356.
Bahasa: Belanda
.
Buku ini membahas mengenai pembangunan jalan kereta dan perawatannya. Pada halaman pertama dijelaskan apa maksud rel kereta api:
.
“Onder spoorweg in het algemeen verstaat men elken weg waarop zich voertuigen kunnen verplaatsen over een bepaald spoor.”
.
Terjemahannya kurang lebih adalah sebagai berikut:
.
“Rel kereta api secara umum adalah setiap jalan yang di atasnya kendaraan dapat bergerak, yakni dalam hal ini adalah kereta api.”
.
Berikut ini adalah daftar isinya:
.




.




.




.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.




.




.




.
Buku ini dilengkapi oleh gambar-gambar teknik yang sangat bagus.
.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Rabu, 02 November 2016

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN BERISIKAN KUMPULAN BERITA NEGARA HINDIA BELANDA 1816-1835

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN BERISIKAN KUMPULAN BERITA NEGARA HINDIA BELANDA 1816-1835
.
Ivan Taniputera.
3 November 2016.
.




Judul: Staatsbladen van Nederlandsch-Indie. 1e deel van 1816 t/m 1835.
Penulis: Mr. J. Sibenius Trip.
Jumlah halaman: 465
Penerbit: Javasche Boekhandel & Drukkerij, Batavia, 1897
Bahasa: Belanda dan beberapa bagian bahasa Melayu/ Indonesia.
.
Buku ini berisikan kumpulan berita negara Hindia Belanda (Staatsbladen) antara 1816-1835.
.
Di dalamnya antara lain dimuat perjanjian aturan surat izin berlayar dengan sultan Siak (halaman 269). Pada buku ini tercantum dalam bahasa Melayu/ Indonesia:
.
“Dengan nama Padoeka Seri Jang di-pertoewan besar Soeltan.... maka kata Jang dipertoewan moeda.... mengaroenijaken soerat inie, akan di pakai hingga doewa belas boelan lamanja, kapada.... djoeragan prahoe... jang terlangkap di..... besarnja.... dan jang berlajar memakai bandera......”
Terdapat pula daftar gaji pada pejabat di Residentie (Karesidenan) Riouw (Riau), sebagai contoh:
.
Resident per tahun f. 14.000,-
Kommies per tahun f. 2.000,-
Klerk per tahun f 900,-
.
Pada halaman 297 terdapat pula sumpah (eed) yang harus diucapkan seorang dokter:
.
“Ik zweer (beloof) dat ik de genees- en heelkunde, volgens de daaroop wettelijk gestelde bepalingen, naar mijn beste weten en vermogen zl uitoefenen......”
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.




.




.




.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 09 Oktober 2016

BUKU BERUSIA 150 TAHUN MENGENAI PENAKLUKAN KOLONIAL

BUKU BERUSIA 150 TAHUN MENGENAI PENAKLUKAN KOLONIAL
.
Ivan Taniputera.
9 Oktober 2016
.




.
Judul: Redevoeringen Over Koloniale Onderwerpen in de Tweede Kamer der Staten-Generaal
Penulis: Mr. W. Wintgens
Penerbit: Gebroeders Belinfante, 1866.
Jumlah halaman: 339.
Bahasa: Belanda.
.
Buku merupakan hasil ceramah mengenai penaklukan kolonial di hadapan parlemen Belanda. Berikut ini adalah daftar isinya:
.


.


.
Berikut ini adalah beberapa kutipannya:
.
“Hij heeft gewaagd vaan de 114 millioenen en van Demak en Grobogan; wapenen, behoorende in een verouderd arsenaal, die thans veel van hunne kracht verloren hebben. “ (halaman 204).
.
Terjemahan:
.
“Ia telah merisikokan 114 juta dan dari Demak serta Grobogan; persenjataan yang disimpan dalam gudang senjata usang, yang karenanya telah kehilangan banyak kekuatannya.”
.
Selanjutnya, penulis juga menyinggung sistim tanam paksa (cultuurstelsel):
.
“Dat stelsel zou niet vatbaar zijn voor uitbreiding. Het zou een eigenaardige trek van dat stelsel zijn dat het voor geene ontwikkeling vatbaar is.” (halaman 204).
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.


.


.


.
Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 21 Februari 2016

BUKU UNDANG-UNDANG OPIUM ZAMAN HINDIA BELANDA

BUKU UNDANG-UNDANG OPIUM ZAMAN HINDIA BELANDA
.
Ivan Taniputera.
21 Februari 2016.
.




.
Judul: Pemimpin Bagi Prijaji Boemipoetera di Tanah Djawa dan Madoera no. 33/F Resi (Regie)-Tjandoe
Judul dalam bahasa Belanda: Handleiding ten Dienste van de Inlandsche Bestuursambtenaren op Java en Madoera. no. 33/F de Opium-Regie
Penulis:--
Penerbit: G. Kolff & Co., Batavia, 1920
Jumlah halaman: 141
Bahasa: Indonesia dan Belanda.
.
Buku ini membahas mengenai undang-undang opium yang berlaku di zaman Hindia Belanda. Isinya terdiri dari tujuh bab:
I. Ordonansi-resi di tanah Djawa (Staatsblad 1909 No. 441)
II. Ketentoen tentang hal memboengkoes tjandoe oleh resi dan tentang mendjoewalnja dalam djadjahan resi tjandoe (Staatsblad 1913 No. 13)
III. Menoendjoekkan lingkoeng larangan (Staatsblad 1909 No. 597)
IV. Ketentoean atas Gandjaran Tjandoe (Staatsblad 1916 No. 630, ditambahi pada Staatsblad 1918 No. 34 jang kedoewa)
V. Ketentoean akan mentjegah orang bangsa Eropah dan orang jang disamakan dengan bangsa itoe di Hindia-Belanda memakai tjandoe (Staatsblad 1911 No. 494 berhoeboeng dengan 1914 No. 470 dan 1917 No. 497)
VI.Ketentoean akan mentjegah serdadoe bangsa Boemipoetera dari angkatan darat dan pegawai bangsa Boemipoetera dari angkatan laoet keradjaan dan setengah Kompeni di Hindia Belanda memakai tjandoe (Staatsblad 1911 No. 644)
VII.Ketentoean larangan tentang memasoekkan mempoenjai, mengoewasai, membawa dan mendjoewal cocaine, eucaine dan barang-barang jang sebangsa itoe jang boleh mendjadi pengganti morphine; lagi poela perkakas jang dipergoenakan akan menjoempit morphine d. a. b. dalam toeboeh (Staatsblad 1911 No. 484, dioebah pada Staatsblad 1917 No. 497)
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.



.



.



.



.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 20 Februari 2016

BUKU UNDANG-UNDANG PERNIKAHAN ZAMAN HINDIA BELANDA BAGI PENDUDUK BUMIPUTERA BERAGAMA KRISTEN DI JAWA, MINAHASA, DAN AMBON

BUKU UNDANG-UNDANG PERNIKAHAN ZAMAN HINDIA BELANDA BAGI PENDUDUK BUMIPUTERA BERAGAMA KRISTEN DI JAWA, MINAHASA, DAN AMBON
.
Ivan Taniputera.
21 Februari 2016
.



.
Judul: Pemimpin Boeat Mendjalankan Ordonansi Nikah Boemipoetera Keristen di Tanah Djawa, Minahasa Dan Ambon Dan Reglement Burgelijke Stand
Judul dalam bahasa Belanda: Handleiding voor de Toepassing van de Huwelijksordonantie Christen-Inlanders Java, Minahasa, En Amboina en het Reglement op den Burgelijken Stand.
Penulis: --
Penerbit: Department van Justitie, sekitar tahun 30-an
Jumlah halaman: 129, belum termasuk lembaran contoh formulir yang tidak dibubuhi angka penunjuk halaman.
Bahasa: Indonesia dan Belanda.
.
Buku ini membahas undang-undang pernikahan yang berlaku bagi penduduk bumiputra beragama Kristen di Jawa, Minahasa, dan Ambon. Pada bagian Pendahuluan dijelaskan bahwa undang-undang ini merupakan Staatsblad 1933 No. 327, 1934 No. 621 dan 1936 No. 247):
.
“Karena soedah diadakan Ordonansi nikah Boemipoetera Keristen ditanah Djawa, Minahasa dan Ambon dan Reglement Burgerlijke Stand jang berhoeboeng dengan itoe (Staatsblad 1933 No. 74 dan 75, sesoeda itoe dioebah lagi dengan Staatsblad 1933 No. 1927, 1934 No. 621 dan 1936 No. 247, maka moelai sekarang dan seteroesnja ditanah Djawa dan Madoera, di Minahasa dan dalam keresidenan Maloekoe di-onderafdeeling Ambon, Saparoea dan Banda ketjoeali poelau-poelau Teoen, Nila dan Seroea, pernikahan orang Boemipoetera Keristen tjoema boleh dipandang sah djika ditegoehkan dengan memperhatikan sekalian atoeran ordonansi itoe,.......”
.
Buku ini mencantumkan undang-undang terkait dalam bahasa Belanda dan Indonesia.
.
Berikut ini adalah daftar isinya.
.


.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.


.


.


.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Rabu, 24 Juni 2015

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA TENTANG SEJARAH HINDIA BELANDA

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA TENTANG SEJARAH HINDIA BELANDA
.

Ivan Taniputera
25 Juni 2015
.


Judul: Riwajat Hindia-Olanda
Penulis: Lauw Giok Lan
Penerbit: Kho Tjeng Bie & Co., 1924
Jumlah halaman: 102

Buku ini berisikan sejarah Hindia Belanda atau Indonesia pada zaman kolonialisme, yang dibuka dengan riwayat kedatangan orang-orang Belanda ke Banten:

"Pada soeatoe hari di taon 1596, ada keliatan 4 kapal asing di dekat pelabuhan kota Bantam. Banjak pendoedoek itoe kota pergi meliat itoe kapal-kapal, jang ada kibarken bendera tiga warna, "Bangsa apakah jang dateng dengen kapal-kapal itoe?" marika itoe menanja satoe sama laen, tetapi tiada ada satoe orang jang bisa bilang dengen tentoe. ......

Itoe 4 kapal jang telah belajar dari Amsterdam ada moeat soedagar-soedagar Olanda, jang tjoba belajar aken tjari taoe djalanan di laoet ka Hindia, sasoedanja belajar 14 boelan dengen dapet banjak soesa, itoe kapal-kapal jang ada di bawa prentanja Commandant Cornelis Houtman soeda sampe di poelo Djawa..." 

Terdapat pula riwayat berdirinya kota Batavia (halaman 24):

"Coen hendak namaken itoe kota baroe seperti nama tempat di mana ia telah di lahirken, ja itoe Hoorn dan seboet itoe kota baroe "Nieuw Hoorn", tapi ini nama tiada satoedjoe dengen timbangannya Bewindhebbers dari Oost-Indische Compagnie, jang tetep hendak namaken itoe kota "Batavia". Ini nama achirnja djadi kasohor di antero doenia, sebagi kota jang tegoe dan kaja, hingga kamoedian di seboet djoega Koningin van het Oosten, artinja Ratoe di sebla Timoer."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:





.

Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Rabu, 10 Juni 2015

BUKU TENTANG KALIMANTAN BESERTA PENDUDUKNYA

BUKU TENTANG KALIMANTAN BESERTA PENDUDUKNYA

Ivan Taniputera
10 Juni 2015



Judul: Borneo: Het Land der Koppensnellers
Penulis: Eric Mjöberg (1882-1938)
Penerbit: J. T. Swartsenburg, Zeist, 1927
Jumlah halaman: 368
Bahasa: Belanda

Buku ini berisikan perjalanan ke India (Hindia Inggris) dan Kepulauan Nusantara, terutama Kalimantan. Judulnya secara harafiah adalah "Kalimantan: Tanah Para Pemenggal Kepala." Berikut ini adalah daftar isinya:




Berikut ini adalah uraian mengenai asal mula penduduk Kalimantan:

"Wij weten met zekerheid, dat Zuid-Azie overstroomd werd door groote volksmassa's, die uit het Noorden kwamen. Die menschenmassa's moeten veel talrijker geweest zijn, dan wij wel vermoeden. Hoe zij in die duizenden jaren gevochten en gestreden hebben om de oppermacht the krijgen, kunnen wij opmaken uit de enkele overgebleven relieken en de geheel geisoleerde resten van menschenrassen...." (halaman 211).

Terjemahan:

"Kita mengetahui dengan pasti, bahwa Asia Selatan dibanjiri oleh sekumpulan besar migrasi, yang berasal dari utara. Kumpulan orang-orang yang bermigrasi itu jauh lebih banyak, dibandingkan yang kita duga. Bagaimana mereka selama ribuan tahun berjuang dan bertahan hidup, dapat kita rekonstruksi dari setiap barang peninggalan serta sisa-sisa umat manusia yang terisolasi....."

Duraikan pula mengenai pembagian penduduk Kalimantan:

"Wie hebben gezien, dat de Borneanen zich tot vijf hoofdgroepen terug laten brengen: de Poenans, de Kalamantans (een collectief begrip), den Kajan-Kenjas, de Ibans en de Maleiers. (halaman 224).

Terjemahan:

"Kita telah menyaksikan bahwa penduduk Kalimantan dapat dirunut menjadi lima kelompok utama: Punan, Kalamantan (suatu sebutan kolektif), Kayan-Kenyah, Iban, dan Melayu."

Di dalamnya diurakan pula mengenai dewa-dewa yang dipuja oleh penduduk Kalimantan, sebagai contoh:

1. Tama Tinggi, yang bertahta di Langit .
2. Djaga Hippui, ibu dari suku Kenyah dan penguasa bagi jiwa-jiwa yang baik.
3.Amei Avi, penguasa bumi dan segala sesuatu yang dihasilkannya. (halaman 243).

Adapun kosmologinya adalah sebagai berikut:

1.Langit tertinggi dihuni oleh Tama Tinggi.
2.Apu Lagan dihuni oleh Djaga Hippui dan jiwa-jiwa yang baik.
3.Apo Kesio, dihuni oleh roh-roh orang meninggal.
4.Dunia, dihuni oleh umat manusia dan roh-roh jahat.
5.Alam Dunia Bawah, dihuni oleh Amei Avi. (lihat halaman 243).

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:






Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com