Tampilkan postingan dengan label sejarah Hindia Belanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah Hindia Belanda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 April 2017

BUKU TENTANG SEJARAH MATA UANG DAN BANK SIRKULASI HINDIA BELANDA

BUKU TENTANG SEJARAH MATA UANG DAN BANK SIRKULASI HINDIA BELANDA.
.
Ivan Taniputera.
21 April 2017
.




Judul: Muntwezen en Circulatie-Banken in Nederlandsch Indie
Penulis: Mr. G. Vissering (1865-1937)
Penerbit: J.H, de Bussy, Amsterdam, 1920
Jumlah halaman: 422
.
Buku ini membahas mengenai sejarah mata uang dan bank sirkulasi di Hindia Belanda. Pada bagian pembukaan kita dapat membaca mengenai sejarah keuangan di Hindia Belanda abad ke-19:
.
“De val van de Oost-Indische Compagnie en de Napoleontische oorlogen hadden onze kolonien in zeer ongunstigen toestand gebracht. Het muntwezen was in een staat van groote verwarring, doordat nauwelijks van eeenige regeling op dat punt sprake was; in naam was de Nederlandsche Gulden de rekenings-eenheid, en de zilveren Gulden ook de standpenning van ons Indie, doch in werkelijkheid waren tallooze andere soorten van munten in omloop, vooral een groot bedrag van de oude koperen duiten der Compagnie...” (halaman 13).
.
Terjemahan:
“Jatuhnya Perusahaan Dagang Hindia Timur (Kompeni) dan Perang Napoleon telah membawa koloni kita ke dalam keadaan sangat tidak menguntungkan. Perihal mata uang telah berada dalam keadaan sangat kacau; yang karenanya baru-baru ini telah dibicarakan beberapa peraturan terkait dengannya; secara hukum Gulden Belanda adalah alat pembayaran pemersatu, dan begitu pula dengan Gulden Perak di Hindia kita. Namun pada kenyataannya terdapat tidak terhitung jenis mata uang lainnya yang beredar, di antara seluruhnya adalah sejumlah besar mata uang tembaga Kompeni...”
.
Buku ini juga membahas mengenai sejarah tahap demi tahap penerapan penggunaan Gulden di Kepulauan Nusantara.
.
Berikut ini adalah daftar isinya.
.




.




.




.
Selanjutnya, contoh-contoh halaman adalah sebagai berikut:
.








.




.




.




.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Rabu, 02 November 2016

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN BERISIKAN KUMPULAN BERITA NEGARA HINDIA BELANDA 1816-1835

BUKU BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN BERISIKAN KUMPULAN BERITA NEGARA HINDIA BELANDA 1816-1835
.
Ivan Taniputera.
3 November 2016.
.




Judul: Staatsbladen van Nederlandsch-Indie. 1e deel van 1816 t/m 1835.
Penulis: Mr. J. Sibenius Trip.
Jumlah halaman: 465
Penerbit: Javasche Boekhandel & Drukkerij, Batavia, 1897
Bahasa: Belanda dan beberapa bagian bahasa Melayu/ Indonesia.
.
Buku ini berisikan kumpulan berita negara Hindia Belanda (Staatsbladen) antara 1816-1835.
.
Di dalamnya antara lain dimuat perjanjian aturan surat izin berlayar dengan sultan Siak (halaman 269). Pada buku ini tercantum dalam bahasa Melayu/ Indonesia:
.
“Dengan nama Padoeka Seri Jang di-pertoewan besar Soeltan.... maka kata Jang dipertoewan moeda.... mengaroenijaken soerat inie, akan di pakai hingga doewa belas boelan lamanja, kapada.... djoeragan prahoe... jang terlangkap di..... besarnja.... dan jang berlajar memakai bandera......”
Terdapat pula daftar gaji pada pejabat di Residentie (Karesidenan) Riouw (Riau), sebagai contoh:
.
Resident per tahun f. 14.000,-
Kommies per tahun f. 2.000,-
Klerk per tahun f 900,-
.
Pada halaman 297 terdapat pula sumpah (eed) yang harus diucapkan seorang dokter:
.
“Ik zweer (beloof) dat ik de genees- en heelkunde, volgens de daaroop wettelijk gestelde bepalingen, naar mijn beste weten en vermogen zl uitoefenen......”
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.




.




.




.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Rabu, 24 Juni 2015

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA TENTANG SEJARAH HINDIA BELANDA

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA TENTANG SEJARAH HINDIA BELANDA
.

Ivan Taniputera
25 Juni 2015
.


Judul: Riwajat Hindia-Olanda
Penulis: Lauw Giok Lan
Penerbit: Kho Tjeng Bie & Co., 1924
Jumlah halaman: 102

Buku ini berisikan sejarah Hindia Belanda atau Indonesia pada zaman kolonialisme, yang dibuka dengan riwayat kedatangan orang-orang Belanda ke Banten:

"Pada soeatoe hari di taon 1596, ada keliatan 4 kapal asing di dekat pelabuhan kota Bantam. Banjak pendoedoek itoe kota pergi meliat itoe kapal-kapal, jang ada kibarken bendera tiga warna, "Bangsa apakah jang dateng dengen kapal-kapal itoe?" marika itoe menanja satoe sama laen, tetapi tiada ada satoe orang jang bisa bilang dengen tentoe. ......

Itoe 4 kapal jang telah belajar dari Amsterdam ada moeat soedagar-soedagar Olanda, jang tjoba belajar aken tjari taoe djalanan di laoet ka Hindia, sasoedanja belajar 14 boelan dengen dapet banjak soesa, itoe kapal-kapal jang ada di bawa prentanja Commandant Cornelis Houtman soeda sampe di poelo Djawa..." 

Terdapat pula riwayat berdirinya kota Batavia (halaman 24):

"Coen hendak namaken itoe kota baroe seperti nama tempat di mana ia telah di lahirken, ja itoe Hoorn dan seboet itoe kota baroe "Nieuw Hoorn", tapi ini nama tiada satoedjoe dengen timbangannya Bewindhebbers dari Oost-Indische Compagnie, jang tetep hendak namaken itoe kota "Batavia". Ini nama achirnja djadi kasohor di antero doenia, sebagi kota jang tegoe dan kaja, hingga kamoedian di seboet djoega Koningin van het Oosten, artinja Ratoe di sebla Timoer."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:





.

Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.