Sabtu, 31 Oktober 2026

RAMALAN QIMENDUNJIA: APAKAH BENYAMIN NETANYAHU DAPAT KEMBALI MENJADI PERDANA MENTERI?

RAMALAN QIMENDUNJIA: APAKAH BENYAMIN NETANYAHU DAPAT KEMBALI MENJADI PERDANA MENTERI?

 

Ivan Taniputera

31 Oktober 2026

 

Baru-baru ini, kita mendapatkan berita mengenai hasil pemilihan umum di Israel, dimana Benyamin Netanyahu meski memenangkan pemilihan, tetapi belum sanggup membentuk pemerintahan. Hal dikarenakan suara yang diperolehnya masih belum mencapai 61 persen atau lebih. Itulah sebabnya, ia masih memerlukan rekan untuk berkoalisi. Proses bagi hal tersebut masih berjalan. Itulah sebabnya, pada kesempatan kali ini, saya akan meramalkan hal tersebut dengan metoda Ramalan Qimendunjia. Berikut ini adalah bagan yang diperoleh.

 



 

Nampak bahwa Zhifu (值符) hadir bersama dengan Kaimen (開門) dan Tianxin (天心). Namun sayangnya terdapat pula Kong (空) atau “Kekosongan.” Ini berarti bahwa Benyamin Netanyahu mempunyai peluang untuk menjadi perdana menteri kembali, tetapi sayangnya peluang tersebut untuk menjadi “kosong.” Dengan demikian, peluang itu kemungkinan besar akan gagal.

 

Kaimen terkena Kong (Kekosongan). Artinya koalisi gagal atau tidak mendapatkan koalisi yang sesuai. Peluang menduduki jabatan kembali gagal.

 

Di Istana Gen (8), terdapat Jiutian (九天) dan Xiumen (休門) yang sayangnya juga dalam kondisi Kong (Kekosongan). Hal ini dapat diartikan bahwa bintang penolong juga dalam keadaan “kosong” atau tidak dapat melakukan apa-apa untuk membantu. Contoh bintang penolong ini adalah Amerika Serikat (Trump), dimana Trump sendiri juga saat ini sedang diharuskan menghadapi midterm election.

 

Sampai di sini, kita bisa menyimpulkan bahwa menurut ramalan ini Benyamin Netanyahu kemungkinan tidak akan melanjutkan jabatannya lagi sebagai perdana menteri. Namun di kemudian hari peluang itu masih ada. Jadi agar bisa menduduki jabatan kembali sebagai perdana menteri, maka kemungkinannya adalah dengan pemilihan umum ulang atau menunggu masa jabatan penggantinya selesai. Bagan Qimendunjia memperlihatkan bahwa Benyamin Netanyahu masih memiliki landasan pendukung yang setia dengan jumlah signifikan. Tentu saja, ini hanya sekedar ramalan saja dan belum tentu benar.