Selasa, 27 Oktober 2026

RAMALAN QIMENDUNJIA: BAGAIMANA KONDISI DEMO BESOK TANGGAL 28 OKTOBER 2026?

 RAMALAN QIMENDUNJIA: BAGAIMANA KONDISI DEMO BESOK TANGGAL 28 OKTOBER 2026?

 

Ivan Taniputera

27 Oktober 2026

 

Belakangan ini, negara kita dihebohkan dengan rencana demonstrasi mahasiswa yang akan dilangsungkan besok tanggal 28 Oktober 2026. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini, kita akan menanyakan dengan metoda Ramalan Qimendunjia terkait demo tersebut. Berikut ini adalah bagan yang diperoleh.

 



 

Kita akan langsung saja mengartikan bagan di atas sebagai berikut.

 

Dari sisi demonstran:

 

Demonstrasi ini dibuka dengan suasana hingar bingar, yakni dipenuhi oleh penyampaian seruan, retorika, opini publik, atau ekspresi emosional yang keras, menyala-nyala, dan agresif. Hal ini akan diekspos secara meluas. Banyak mata akan tertuju pada ajang ini.

 

Dari sisi penjaga keamanan:

 

Penjaga keamanan akan menghadapi dengan ketat serta represif.  Akan diterapkan strategi yang fleksibel namun menegangkan. Akan ada tindakan-tindakan strategis yang membangkitkan ketegangan.

 

Dari sisi pemerintah:

 

Pemerintah cenderung menutup pintu, lebih memilih berdiam diri, atau mengambil strategi bertahan (defensif). Dengan kata lain, menutup pintu akses terhadap dirinya. Cenderung bertahan dan menutup pintu negosiasi atau komunikasi di lapangan. Kalaupun ada atau terjadi komunikasi, maka itu sifatnya formalitas saja. Karenanya, peluang untuk mendapatkan hasil dari demonstrasi ini boleh dikatakan kecil. Tidak akan membawa hasil signifikan.

 

Kondisi di lapangan:

 

Ada provokasi, percekcokan, dorong-mendorong, kebingungan, hingga hadirnya oknum-oknum pemancing keributan. Meskipun demikian, tidak akan ada bentrokan besar yang benar-benar merusak (destruktif). Hal ini akan diakhiri dengan pembubaran massa secara paksa. Perlawanan mungkin akan ada, tetapi tidak akan sampai membesar menjadi kerusuhan. Dengan kata lain, kondisi keamanan akan tetap terkendali.

 

Hasil:

 

Tidak ada hasil signifikan yang dicapai pada tanggal 28 Oktober 2026. Namun setelah aksi mereda baru ada respons-respons dari pemerintah yang sifatnya birokratis. Kendati demikian, tidak diketahui apa dan bagaimana tanggapan-tanggapan tersebut. Tidak pula diketahui apakah akan memuaskan masyarakat atau tidak. Tetapi sebagai alternatif bisa juga diartikan bahwa respons-respons pemerintah itu yang akan meredakan demo. Demo pada tanggal 28 Oktober 2026 akan berakhir hari itu juga. Demonya akan berakhir hari itu, tetapi tuntutan yang dibawa bisa jadi akan dijanjikan untuk dipertimbangkan.

 

Apakah akan menimbulkan kerusuhan?

 

Seperti telah diungkapkan di atas. Jawabannya adalah “tidak.”

 

Apakah akan ada perubahan dalam pemerintahan tertinggi?

 

Jawabannya adalah “tidak ada.” Kepala negara dan wakil kepala negara akan tetap bertahan.

 

Sebagai pembanding, kita akan mencoba menanyakan pula dengan metoda Ramalan Kartu Gypsy Oracle.

 



 

Kartu paling kiri adalah Kartu Cherfullness. Ini melambangkan semangat yang meluap-luap  di kalangan demonstran. Hal ini juga selaras dengan Ramalan Qimendunjia yang menyatakan bahwa para demonstran akan diliputi oleh suasana hingar bingar.

 

Kartu berikutnya adalah Kartu Fortune, yang menandakan bahwa ini menandakan adanya kondisi menguntungkan memihak pada para demonstran.

 

Kartu ketiga dari kiri adalah Kartu Surprise. Kartu ini melambangkan kejutan. Jadi akan terjadi hal-hal mengejutkan di tengah ajang demonstrasi ini. Hal ini bisa dianggap selaras dengan adanya respons-respons atau tanggapan pemerintahan untuk meredakan demo sebagaimana telah disebutkan pada bagian Ramalan Qimendunjia. Intinya akan terjadi hal-hal yang mengejutkan atau tidak terduga di tengah aksi demo.

 

Kartu keempat dari kiri adalah Kartu Waiting. Karena adanya hal mengejutkan itu, maka para demonstran seolah-olah terdiam, yakni seperti orang-orang sedang menunggu sesuatu. Bisa jadi ini adalah semacam janji-janji atau kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah sebagai tanggapan terhadap aksi demonstrasi ini. Dengan demikian, para demonstran akan menunggu janji-janji tersebut. Namun ini hanya kemungkinan saja. Intinya adalah akan terjadi hal mengejutkan atau tidak terduga, sehingga para demonstran berhenti atau terdiam.

 

Kartu paling kanan adalah Kartu Death. Kartu ini tidak harus diartikan secara harafiah. Namun bisa diartikan bahwa demo ini tidak akan berkepanjangan dan akan berakhir hari itu juga. Dengan demikian, ini juga merupakan penegasan bahwa demo tidak akan berkembang menjadi kerusuhan.

 

Demikian, yang dapat disampaikan. Saya pribadi bersikap netral. Tidak memihak siapa-siapa. Saya hanya membacakan hasil ramalan sesuai dengan pengetahuan saya.

 

Kini, yang terpenting adalah kita hendaknya senantiasa mendoakan yang terbaik bagi negara kita.