Tampilkan postingan dengan label Kesusastraan Melayu Tionghoa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesusastraan Melayu Tionghoa. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2015

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA TENTANG BERDIRINYA DINASTI TANG

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA TENTANG BERDIRINYA DINASTI TANG
.
Ivan Taniputera.
6 Oktober 2015
.
.




 .
Judul: Tjerita di Tiongkok Tjap-Pee Lo-Hoan-Ong Kota Wakang Tempo Keradja’an Merk Soei Tiauw Baginda Radja Soei Jang Tee, dalam 8 Jilid
Penulis: ---
Penerbit: Kho Tjeng Bie & Co., Batavia, (sekitar 1912).
Jumlah halaman:
.
Djilid ka 1: halaman 1-80
Djilid ka 2: halaman 81-160
Djilid ka 3: halaman 161-240
Djilid ka 4: halaman 241-320
Djilid ka 5: halaman 321-400
Djilid ka 6: halaman 401-480
Djilid ka 7: halaman 481-560
Djilid ka 8: halaman 561-656
.
Bagi penggemar kisah Sie Djin Koei, tentunya tidak asing lagi dengan tokoh-tokoh seperti Lie Sie Bin, Ut Ti Kiong, Thia Kauw Kim, dan lain-lain. Novel ini membahas masa keruntuhan Dinasti Sui dan pendirian Dinasti Tang serta awal mula bertahtanya Kaisar Lie Si Bin, yang dalam sejarah dikenal sebagai Kaisar Tang Taizong. 
.
Dalam novel ini kita akan menjumpai berbagai kisah dan intrik menarik, antara lain Kisah Ut Ti Kiong yang ditolong oleh tikus.
Ut Ti Kiong merupakan salah satu dewa pintu dalam tradisi Tiongkok. Kisah ini terjadi ketika Ut Ti Kiong terkepung banjir di kota Wan Shia bersama tiga ribu orang pasukannya. Untuk bertahan hidup mereka terpaksa bertahan hidup dengan memakan sayur keladi.
.
Suatu ketika, saat sedang menggali sayur keladi di dalam kota Wan Shia, mereka menemukan berkarung-karung padi di dalam tanah. Jumlahnya mencapai 3.000 karung. Ternyata karung-karung padi tersebut berasal dari gudang padi kota Kim Yang Kwan yang dahulu dikuasai oleh Raja Lie Bit. Selama bertahun-tahun, tikus-tikus mengangkuti beras-beras tersebut, hingga tertimbun terus menerus menjadi sebanyak itu.
.
Konon hal itu terjadi karena bintang keberuntungan Raja Lie Bit sudah habis, sehingga tikus-tikus mengangkuti karung-karung berasnya. Pada saat yang tepat beras-beras itu dapat menyelamatkan Ut Ti Kiong beserta pasukannya dari kebinasaan. Bersamaan dengan itu, bintang keberuntungan Lie Sie Bin, raja Tjin, selaku majikan Ut Ti Kiong, sedang menanjak. Kelak Lie Sie Bin dapat menjadi kaisar Dinasti Tang.
.
Berdasarkan kisah di atas, maka kita belajar bahwa alam itu bekerja dengan cara yang unik dan rumit. Bahkan terkadang dengan cara yang tidak kita duga.
.
Sumber: “Tjerita Di Tiongkok Tjap-Pe Lo Hoan Ong Kota Wakang, Tempo Keradja’an Merk Soei Tiauw Baginda Soei Jang Te,” djilid ka 8, halaman 611.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.




.



.




Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 05 September 2015

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA MENGENAI KISAH PERCINTAAN TAN SHA DAN GO NIO YANG SUDAH BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA MENGENAI KISAH PERCINTAAN TAN SHA DAN GO NIO YANG SUDAH BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN


Ivan Taniputera
6 September 2015
.



Judul: Tjerita Dahoeloe Kala di Negri Tjina Terpoengoet dari Boekoe Tjerita Njanjian Tjina Di Salin bahasa Melajoe Tjerita Pri Halnja Tan Sha dan Go Nio
Jang mengeloearken: Goan Hong & Co. Toekoe Boekoe Pasar-Pisang, Batavia
Terjitak di: Kantor Tjitak Oeij Taij Hin, Batavia, 1908.
Jumlah halaman: 48.

Kisah ini dibuka sebagai berikut:

"Tempo dahoeloe kala di negri Tjina di bilangan kampoeng Nia Auw Tan, dan kota Tjoan Tjioe bilangan Hok Kian, disitoe ada seorang She tan namanja Kong, ini tan Kong ada 3 anak lelaki jang besar ada di kota Koeji Lam pegang pangkat "Oen Saij", jang kedoewa ada pegang pangkat djoega jang ketiga namanja Tan Sha belon berpangkat.

Tan Kong poenja toeroenan dari atas sampe di bawa, dan misti salah satoe toeroenannja ada jang pegang pangkat, dia poenja roema di dalam itoe kampoeng jang paling bagoes sendiri, ....................."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.








Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Rabu, 15 Juli 2015

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN TENTANG PERCINTAAN ANTARA NIO SOE KIE DAN LIOE GIOK HOEI

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN TENTANG PERCINTAAN ANTARA NIO SOE KIE DAN LIOE GIOK HOEI


Ivan Taniputera
15 Juli 2015




Judul: Boekoe Tjerita Nio Soe Kie Dengan Lioe Giok Hoei Siotjia: Swatoe Pertoendangan Jang Kekal
Penulis: G. P. H.
Penerbit: Kho Tjeng Bie & Co., Pintoe Besar, Batavia, 1919
Jumlah halaman: 70

Buku ini mengisahkan percintaan antara pemuda bernama Nio Soe Kie dan seorang gadis bernama Lioe Giok Hoe Sio Tjia. Mereka telah merencanakan menikah, namun pernikahan itu nyaris urung karena ulah seorang jahat bernama Thio Ko Siong.

Kisah itu dibuka sebagai berikut:

"Bahoewa maka di tjeritaken di kota Souw Tjioe kampoeng Djintek Residentie Kanglam, adalah seorang berpangkat Assistent Resident bernama Nio Kiauw, dengan moera hati dan amat adil aken mendjalanken pekerdja-annja! malainken ada mempoenjai seorang anak laki-laki nama Nio Soe Ki. Maka Nio Kiauw ini ada serikat persobatan keras dengen saorang berpangkat Assistent Resident nama Lioe Tjoen Ijan.-Maka persobatan marika itoe djadi begitoe kekal hingga ketjintaanja satoe sama laen ada seperti soedara poetoesan peroet.
Hal Lioe Tjoen Yan djoega soeda tersohor bahoewa ija ada saorang jang arip boediman serta adil memegang pangkat dan kaja besar tapi tidak ada poenja anak lelaki melainkan mempoenjai saorang anak prampoean nama Lioe Giok Hoei Siotjia, jang amat eilok parasnja, serta mengarti sekalian soerat-soerat, pandei didalem pekerdjaan orang prampoean."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:








Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Rabu, 08 Juli 2015

BUKU SYAIR KESUSASTRAAN MELAYU TIONGHOA

BUKU SYAIR KESUSASTRAAN MELAYU TIONGHOA

Ivan Taniputera
9 Juli 2015





Judul: Boekoe Karang-Karangan
Terdapat tambahan keterangan:
"poenja orang moeda jang soeka plesir atawa membikin orang tertawa dan liboerin hati jang soesah."
Penulis:-
Penerbit: Kho Tjeng Bie, & Co., 1920.
Jumlah halaman: 66

Buku ini merupakan kumpulan syair-syair yang berjudul sebagai berikut:

I. Sair Rantjak Ikan
II. Sair Si A Kioeng
III. Sair Perang di Tamboen
IV Sair Oedjan Aboe
V Sair Pantoen orang Moeda
VI. Sair Orang Bersobat
VII. Sair Orang Boedjang
VIII. Sair Orang Boedjang Kampoengan

Sebagai contoh adalah sebagai berikut:

"Bikin toedoeng tali telepas,
Orang mengoeroet di batang soeling,
Ikan lindoeng mendjadi oppas,
Ikan gerot mendjadi maling." (halaman 3)

"Ambil nampan bermoewat kentang,
Pasang lankan di atas tembok,
Liat sampan malang melintang,
Banjak ikan lan pada mabok (halaman 27)

"Kaloe begini naga naganja,
Daon doedoek di atas peti,
Kaloe begini rasa rasanja,
Dari idoep badan mati." (halaman 44)

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:





Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Kamis, 18 Juni 2015

BUKU BERUSIA 100 TAHUN MENGENAI CERITA-CERITA RAKYAT TIONGKOK

BUKU BERUSIA 100 TAHUN MENGENAI CERITA-CERITA RAKYAT TIONGKOK
.

Ivan Taniputera
18 Juni 2015
.


Judul: Boekoe Tjerita Siauw Soat Kim Kou Kie Koan
Terdapat keterangan: Tersalin dari boekoe Tjina, Ada roepa-roepa tjerita jang bagoes dan loetjoe
Penulis: -
Penerbit: Kho Tjeng Bie & Co., Batavia, 1915.
Jumlah halaman: 88

Buku ini memuat berbagai cerita yang unik, ajaib, dan gaib. Adapun cerita-cerita tersebut adalah:

1.Siloeman Rase djadi orang, kawin pada Pang Seng.
2.Tjerita Bangke boeroe orang.
3.Tjerita Hou Lie Tjhia kawin sama Souw Sioe Tjaij.
4.Tjerita Saij Kong.
5.Tjerita Siloeman Oelar.
6.Tjerita Bok Lian toeloeng Mahnja
7.Tjerita Setan kawin sama orang.
8.Tjerita Orang kawin sama orang oetan.
9.Tjerita Siloeman koera-koera djadi orang.
10.Tjerita Khoahoe djadi babi dan djadi oeler.
11.Tjerita Orang mati bisa pelok orang.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:







Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Rabu, 17 Juni 2015

BUKU KISAH ANAK-ANAK BERBAKTI

BUKU KISAH ANAK-ANAK BERBAKTI
.

Ivan Taniputera
17 Juni 2015
.


Judul: Swatoe Tjerita Dahoeloe Kala di Benoewa Tiong Kok Jang Tersebut Djie Sie Hauw
Artinja: Anak-anak jang baik jang telah berbakti pada Iboe dan Bapanja.
Penulis: -
Penerbit: Kho Tjeng Bie & Co., Batavia, 1923
Jumlah halaman: 111

Buku ini berisikan kisah 24 anak berbakti. Ada pun judul-judul bagiannya adalah:

1.Oeij Teng Kian berpangkat Resident ada merawatin mahnja dengen betoel.
2. BENG TJONG pegi tjari Reboeng.
3. TENG LAN bersoedjoet gambar mah bapanja.
4. ONG AIJ dateng dikoeboeran mahnja boeat temenin diwaktoe oedjan dan gledek berboenji.
5. TJOA SOEN tjariken boea-boea boeat mahnja.
6. LO LAIJ TJOE soeka bikin ketawa mah bapanja.
7. KIANG SIE poenja mah adjak tetangganja makan-makan.
8. OEIJ HIANG kipasin randjang bapanja.
9. DJI KENG LOUW poenja bapa dapet sakit kras.
10. TJIOE SIOE TJIANG pegi tjari mahnja.
11. NJO HIANG poekoel matjan.
12. KWEE KIE maoe tanem anaknja.
13. ONG SIANG reba di ijs dapet doea ikan.
14. GOUW BENG LIANG oempanin dirinja kasi njamoek makan.
15. Istrinya TJOEI SAN LAM kasi makan teete' pada lakinja poenja mah boeijoet.
16. LIOK TJIEK semboeni-in boea djeroek.
17. TANG ENG maoe djoeal diri.
18. TIANG YOE pegi djalan minta bras.
19. ANG KEK gendong maknja adjak lari.
20. TAM TJOE pegi ambil soesoe Mandjangan.
21. BIEN SOEN lagi tarik kreta kedinginan.
22. TJAN SOM pegi potong kajoe di oetan.
23. HAN BOE TEE dengan mamahnja.
24. Pegimana BIAUW SOEN meloekoe sawahnja tida dengen kerbo hanja dengen Gadja.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.



.


Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA YANG HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN TENTANG PRIA TIONGHOA MENIKAH DENGAN WANITA PRIBUMI

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA YANG HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN TENTANG PRIA TIONGHOA MENIKAH DENGAN WANITA PRIBUMI
.

Ivan Taniputera
17 Juni 2015
.


.
Judul: Tjerita Njai Soemirah Atawa Pertjintahan Jang Kekal (dalam 2 jilid)
Penulis: Thio Tjin Boen (1885-1940)
Penerbit: Drukkerij Kho Tjeng Bie & Co., Batavia, 1917
Jumlah halaman: Jilid 1 (103), jilid 2 (96).

Buku ini mengisahkan mengenai pernikahan campur antara seorang pemuda Tionghoa dengan wanita pribumi. Pada bagian awal kisah ini diperkenalkan latar belakang dan tokoh-tokohnya:

"Soemedang, satoe afdeeling dari residentie Preanger-Regentschappen jang letaknja dikaki goenoeng Tampomas, tingginja kira 450 elo Nederland dari air laoet, ada satoe tempat ketjil, djaoenja dari Bandoeng ada 29 paal teritoeng dari roema pengarang ini di Bandoeng sampe didepan pasar dari itoe afdeeling. Pendoedoeknja koerang lebi ada 200.000 djiwa.

Pendoedoek bangsa Tionghoa bole bilang semoea beroema disepoeternja pasar itoe dan tjoema ada tiga orang sadja jang paling terkenal jaitoe toean Tjiong Sian Long, wijkmeester, beroema diloear kota sebla lor, toean Oeij Tjhe djoega beroema di Sindangradja, djaoe dari pasar, melaenken tokonja ada didepan pasar jang dioeroes oleh anaknja, jaitoe toean Oeij Tiang Goan, saoerang moeda jang ada di-indahken oleh pendoedoek segala bangsa disitoe dan toean Liem Djim Loe, jang beroema disebrang pasar sebla kidoel..."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:







Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA TENTANG KAISAR LIE SIE BIN MENGUNJUNGI NERAKA: TRADISI MEMBAKAR UANG-UANGAN KERTAS

BUKU SASTRA MELAYU TIONGHOA TENTANG KAISAR LIE SIE BIN MENGUNJUNGI NERAKA: ASAL MUASAL TRADISI MEMBAKAR UANG-UANGAN KERTAS

.
Ivan Taniputera
17 Juni 2015
.


Judul: Tjerita Keizer Lie Sie Bin Yoe Tee Hoe
Penulis: -
Penerbit: Electro-Drukk. Kho Tjeng Bie. & Co., Pintoe besar, Batavia, 1920
Jumlah halaman: 80

Buku ini mengisahkan hal-hal yang aneh dan gaib, yakni perjalanan Kaisar Lie Sie Bin ke neraka. Salah satu kisahnya meriwayatkan mengenai Kaisar Lie Sie Bin yang sewaktu di neraka meminjam uang emas dari gudang perbendaraan seseorang bernama Siang Liang. Padahal Siang Liang yang ketika itu masih hidup merupakan orang yang sangat miskin. Lalu bagaimana ia dapat mempunyai begitu banyak uang di alam baka? 

"Maka sekarang di tjeritaken Siang Liang memang ija ada satoe orang jang terlaloe miskin, soenggoe ija miskin tapi hatinja ada lempeng sekali, tiap-tiap hari ija ada pergi djoewal tauwhoe, kapan ada oentoengnja 100 tangtjie, separo ija boeat makan dan separonja ija beliin kertas mas dan kertas perak, saban hari tiada berentinja ija bakar itoe kertas sadja dan ija tiada poenja pikiran jang laen, kaloe ia poelang berdagang dapet kaoentoengan banjak atau sedikit ija makan minoem dengen segala soeka hati, kaloe soeda abis ija makan lantas ija pasang hio bersoedjoet jang betoel, bakar itoe kertas mas dan kertas perak, tandanja jang ija sanget aken hormatin pada Toapekong, sehari-hari pagi dan sore ija tiada bikin loepa, hatinja ingat sadja sama Toapekong...." (halaman 73).

Nampaknya kisah ini menjelaskan mengenai asal muasal persembahan uang-uangan kertas pada tradisi China. Selain itu, masih terdapat kisah-kisah lainnya. Adapun Kaisar Lie Shi Bin yang dimaksud di sini adalah Kaisar Tang Taizong dari dinasti Tang. 

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:





Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.