Minggu, 17 Februari 2013

RITUAL MENGUNJUNGI DELAPAN KELENTENG SETELAH TAHUN BARU IMLEK (Tradition of Visiting Eight Temples After Chinese New Year)


RITUAL MENGUNJUNGI DELAPAN KELENTENG SETELAH TAHUN BARU IMLEK
.
Ritual of Visiting Eight Temples After Chinese New Year

Ivan Taniputera
17 Februari 2013


Ada orang yang menyarankan agar mengunjungi delapan kelenteng setelah Tahun Baru Imlek. Adapun kunjungan itu sedapat mungkin dilakukan dalam sehari dan ritual ini boleh dilakukan hingga tanggal 15 bulan pertama Imlek (Capgomeh). Pada hari ini saya menjalankan saran tersebut dan melakukan kunjungan ke delapan kelenteng/ vihara sebagai berikut: 
.
1.VIHARA MAHA WELAS ASIH

Vihara ini berada di kompleks Perumahan Tanah Mas atau tepatnya berada di Jalan Taman Hasanudin.

Berikut ini adalah ruang kebaktian Vihara Maha Welas Asih:

.

 
.


Di vihara juga terdapat pratima yang mewakili keenam puluh dewa penguasa tahun berlaku (太歲 Taisui).
.
.


2.KELENTENG HAO SHENG GONG (昊聖宮)
.

Tidak jauh dari Vihara Maha Welas Asih terletak Kelenteng Hao Sheng Gong, yang bercorak Daoisme.

Tampak luarnya adalah sebagai berikut:
.

 
.


Dewata utama di kelenteng ini adalah 無極洪鈞聖祖 (Wújí hóngjūn shèngzǔ).
.
.


Penulis juga baru pertama kali mendengar nama dewa ini. Menurut keterangan penjaga kelenteng, Beliau adalah guru Laozi atau Taishang Laojun.

Berikut ini adalah pratima dewata-dewata Daois yang dipuja dalam kelenteng.
.
.


Selain itu, terdapat pula makhluk-makhluk suci yang berasal dari Buddhisme.
.

 
.



Kini penulis akan menampilkan interior bagian dalam kelenteng:
.

 
.



3.KELENTENG TAI SHANG GONG (太上宮)

Kunjungan dilanjutkan ke Kelenteng Tai Shang Guan yang juga bercorak Daoisme. Makhluk suci utamanya adalah Taishang Laojun yang merupakan gelar bagi Laozi.
.

 
.



Berikut ini adalah pratima Taishang Laojun:
.
.
Penulis juga mendapati pratima Tju Soe Nyo Nyo, yang juga baru pertama kali ini melihatnya.
.
.


Berikut ini adalah gambar pratima yang terdapat di bagian bawah altar Taishang Laojun.
.

 
.


Terdapat pula gambar Lima Jenderal pada salah satu altar di kelenteng ini.
.

 
.


Inilah adalah gambar-gambar dewa pintu di Kelenteng Tai Shang Gong.
.

 
.

 
.


4.KELENTENG JING DE MIAO (敬德廟)

Kelenteng ini terletak di Jalan Lingkar Tanjung Mas, yang juga masih masuk kompleks Perumahan Tanah Mas.
.

 
.



Dewata utama yang dipuja di kelenteng ini adalah Oet Ti Kiong, yang merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam Hikayat Sie Djin Koei.
.

 
.



Di bagian belakang kelenteng terdapat pula pratima keenam puluh dewa Taisui.
.

 
.


Kita dapat menyaksikan pula pratima Ayah dan Bunda Bumi.
.

 
.

Berikut ini adalah sekelumit kegiatan mempersiapkan persembahyangan yang sedianya akan diselenggarakan pada hari ini juga di Kelenteng Jing De Miao.
.
.
5.KELENTENG GUAN SHENG MIAO (關聖廟)

Terletak di Jalan Kali Mas, yang masih juga masuk kompleks Perumahan Tanah Mas. Dewata utamanya adalah Kwan Kong (Guan Sheng Dijun).
.

 
.

Kita tdapat menyaksikan relief sumpah pengangkatan saudara antara Liu Bei, Guan Yu, dan Zhang Fei yang terkenal dari Kisah Sam Kok.
.
Berikut ini adalah ruang utama Kelenteng Guang Sheng Miao.
.

 
.



6.KELENTENG GRAJEN

Terletak di kawasan Grajen, Jl. MT. Haryono, Semarang. Dewata utamanya adalah Xuan Tian Shangdi.

Pada hari ini kelenteng sangat ramai dikunjungi umat.
.
.



Berikut ini adalah pratima-pratima dewa pintu di Kelenteng Grajen.
.

 .
 




7.KELENTENG BUGANGAN

Terletak di Jl. Bugagan, Dr. Cipto, Semarang. Berikut ini adalah tampak depan kelenteng.

.

 
.


Meja sembahyangan yang telah dipersiapkan di Kelenteng Bugangan.
.

 
Perhatikan adanya tebu yang merupakan khas tradisi Hokkian.

8.VIHARA BUDDHAGAYA-WATUGONG-SEMARANG

Kunjungan ke Vihara Buddhagaya, Watugong, menutup rangkaian kunjungan hari ini. Tampak pagoda yang terkenal selaku ciri khas Vihara Buddhagaya.
.

 
.


Kita dapat menyaksikan pula persiapan sembahyangan di vihara ini.
.

 
.



Salah satu pratima Bodhisattva Avalokitesvara (Guanyin) di Vihara Buddhagaya, Watugong, Semarang.
.

 
.



Demikian semoga bermanfaat dan terima kasih telah mengikuti artikel ini sampai selesai.



Sabtu, 16 Februari 2013

MENELISIK KEBERADAAN NASKAH-NASKAH POORTMAN: MITOS ATAU FAKTA?


MENELISIK KEBERADAAN NASKAH-NASKAH POORTMAN: MITOS ATAU FAKTA?

Ivan Taniputera
16 Februari 2013



Sudah lama saya ingin mengetahui fakta keberadaan mengenai naskah-naskah Poortman sebagaimana yang dimuat dalam buku Slamet Muljana berjudul "Runtuhnja Keradjaan Hindu-Djawa dan Timbulnja Negara2 Islam di Nusantara." Meskipun demikian, hingga saat ini saya belum menemukan bukti meyakinkan mengenai keberadaan naskah-naskah yang konon ditemukan oleh Poortman di kelenteng Sam Po Kong, Gedung Batu, Semarang, tersebut. Sebelumnya, saya mengutipkan dari buku "Tuanku Rao" karya Mangaradja Onggang Parlindungan:

"Residen Poortman selaku autodidactic Sinoolog mengerti, bahwa Djin Bun didalam Bahasa Tionghwa/Dialect Yunnan artinya "Orang Kuat." Resident Poortman the experienced Hystory Detective, jang sudah memetjahkan soal "Mythos Iskandar Zulkarnain Dynasty" mendjadi very clear Kesultanan Kuntu/ Kampar, terpaksa fikir2 panjang. Dia memeras otak, dimana mendapatkan sesuatu sumber perihal "Djin Bun The Strong man". Didalam annals Tiongkok/Ming Dynasty, nama Djin Bun sama sekali tidak disebutkan. Mana ja??

Eureka!! Resident Poortman pergi ke Semarang. Didalam suasana Pemberontakan Komunis/1928, Resident Poortman di Semarang dengan bantuan Polisi menggeledah of all places: Klenteng Sam Po Kong!! Tulisan2 Tionghwa jang disitu disimpan sedjak +- 400 @ 500 tahun, seluruhnya disita oleh Resideng Poortman. Tiga tjikar banjaknja!! Itu dia sumber2 perihal Djin Bun, jang tidak diduga oleh siapa pun. Memang pandai Poortman selaku Detective Sedjarah." (1)

Hal ini lantas dikutip pula dalam buku "Runtuhnja Keradjaan Hindu-Djawa dan Timbulnja Negara2 Islam di Nusantara" karya Prof. Dr. Slamet Muljana:

"Residen Poortman pada tahun 1928 dengan bantuan polisi menggeledah klenteng Sam Po Kong di Semarang. Tulisan2 Tionghwa jang tersimpan disitu seluruhnja disita oleh residen Poortman. Banjaknya sampai tiga tjikar. Tulisan2 itu umurnja sudah 400 atau 500 tahun. Bahan yang disusun oleh Ir. Parlindungan ini berguna sekali untuk mengetahui sampai dimana Babad Tanah Djawi dan Serat Kanda boleh dipertjaja sebagai karja sedjarah..." (2)

Dengan demikian, Slamet Muljana seolah-olah hanya menggemakan kembali apa yang ditulis dalam buku karya Mangaradja Onggang Parlindungan.

Keberadaan naskah-naskah tersebut sangat lemah dari segi sejarah. Kita akan menelusuri alasan-alasannya:

1. Tidak ada sumber lain yang mengatakan mengenai keberadaan naskah-naskah sitaan tersebut.

Satu-satunya yang menyebutkan mengenai keberadaan naskah-naskah sitaan Poortman tersebut hanya dari buku karya Mangaradja Onggang Parlindungan. Tidak adanya sumber pembanding menjadikannya sangat lemah dari sisi sejarah. Bahkan, Poortman sendiri yang menemukan naskah tersebut tidak pernah menulis mengenainya. Yang menulis adalah justru Mangaradja Onggang Parlindungan dalam bukunya "Tuanku Rao," sebagaimana yang telah dikutipkan di atas.

2. Sampai sekarang tidak diketahui keberadaan naskah-naskah sitaan Poortman tersebut.

Pada buku Tuanku Rao diuraikan sebagai berikut:

"Hatsil/karja dari Resident Poortman jang begitu gilang/gemilang atas permintaan dia sendiri: Tetap dirahasiakan oleh Pemerintah Koloniaal Belanda. Tersimpan didalam sesuatu "GZG/Monogram, Uitsluitend Voor Dientsgebruik Ten Kantore" (RSR, hanja untuk dinas, tidak boleh dibawa ke rumah). (3)

Berdasarkan kutipan di atas barangkali ada berargumen, karena dirahasiakan wajar saja tidak diketahui keberadaan naskah-naskah tersebut. Masalahnya pada masa sekarang perahasiaan naskah itu tidak lagi relevan, sehingga jika naskah itu benar-benar ada, pasti sudah dapat dijumpai atau diakses semua orang. Selanjutnya, jika memang dirahasiakan, mengapa orang dapat mengetahui kisah yang terdapat di dalamnya, melalui buku "Tuanku Rao"? Jika isinya (meskipun katanya hanya ringkasan) sudah ke luar pada publik maka namanya bukan rahasia lagi.  Selanjutnya karena gagal dengan argumen di atas, maka ada lagi yang menyatakan bahwa naskah itu sudah dimusnahkan oleh Belanda. Namun jika benar sudah dimusnahkan, maka apakah ada bukti nyata bahwa Belanda pernah memusnahkan naskah tersebut? Jika tidak ada buktinya, maka ini adalah pernyataan bahwa "Belanda sudah memusnahkan naskah tersebut" adalah spekulatif dan tak dapat dibuktikan kebenarannya.

Penulis beberapa waktu yang lalu pernah berdebat dengan seorang penganut sekte agama tertentu mengenai keaslian atau otentitas kitab suci mereka.Konon kitab suci mereka diterjemahkan dari lempengan-lempengan emas yang ditemukan pada sebuah bukit oleh pendiri sekte mereka. Jika benar bahwa kitab itu "diterjemahkan" oleh pendiri sekte dari lempengan-lempengan emas, apakah lempengan-lempengan itu masih dapat dibuktikan keberadaannya. Mereka mengatakan bahwa lempengan-lempengan itu sudah dibawa kembali ke surga oleh malaikat. Dengan demikian, otentitasnya tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Tidak berbeda antara naskah-naskah Poortman dengan kitab suci bagi sekte di atas. Yang satu menyatakan bahwa naskahnya sudah dimusnahkan Belanda, sedangkan yang satu lagi mengatakan bahwa naskah aslinya sudah dibawa malaikat ke surga. Apakah bedanya? Intinya naskah itu sekarang TIDAK ADA.

3.Poortman itu masih menimbulkan kontroversi, sebagaimana yang dapat dibaca pada http://id.wikipedia.org/wiki/Poortman. Perhatikan pada laman tersebut bahwa Ricklefs dan Reid juga meragukan tentang naskah-naskah Poortman.

4.Disebutkan bahwa naskah itu berusia 400-500 tahun. Namun pada kenyataannya Kelenteng Sam Po Kong dahulu belum seperti sekarang. Pada zaman dahulu masih berupa rumah kecil dan kemudian pernah pula mengalami perpindahan. Jika demikian, mustahil naskah itu dapat tersimpan lama di kelenteng Sam Po Kong, karena kondisinya yang dahulu tidak memungkinkan disimpannya naskah begitu banyak. Jadi pertanyaannya, adalah selama 400 atau 500 tahun itu naskahnya disimpan di mana?


5.Tambahan dari Bapak. Kwa Thong Hay, penulis buku "Dewa-Dewi Kelenteng" yang diterbitkan oleh yayasan Kelenteng Sam Po Kong, Gedung Batu, Semarang.
Bapak Kwa Thong Hay juga tidak meyakini keberadaan naskah itu. Kurang lebih tahun 70-an Bapak Kwa Thong Hay pernah bertanya soal ini pada Bapak Lie Hoo Soen yang dulu menjabat sebagai ketua pertama Yayasan Sam Poo Kong. Ia adalah anggota volksraad di Kodya Semarang, katanya naskah tersebut jelas tidak ada di Sam Poo Kong. Namun KALO MEMANG ADA mungkin di Gedong Dhuwur yaitu rumah tuan tanah Johanness.
Selanjutnya dalam buku "Semarang Tempoe Doeloe," Amen Budiman juga mencari naskah Poortman, dan tidak menemukannya.
Lalu soal nama-nama yang sumbernya dari naskah Poortman, itu aneh menurut Bapak Kwa Thong Hay, mana ada nama Hokkian Bong Swie Hoo, Gan Eng Cu, atau Djin Bun? Djin bun ini tulisannya bagaimana sehingga dapat dikatakan dialek Yunnan. Apabila naskah itu ditulis dengan aksara Tionghua, bagaimana mungkin kita dapat mengetahui bahwa itu dialek Yunnan, Hokkian atau yang lainya? Bagaimana mungkin namanya diartikan sebagai "Orang Kuat"? Menurut Bapak Kwa Thong Hay nama itu nampaknya hanya hasil karangan saja.

Menurut saya pandangan Bapak Kwa Thong Hay di atas sangat telak, karena jika kita hanya menilik huruf Mandarinnya saja, mustahil mengetahui dialek yang dipergunakan. Beragam dialek itu menggunakan huruf yang sama. Dengan kata lain, jika dituliskan kita tak mengetahui lagi dialeknya.

Demikian beberapa pertanyaan mengenai keberadaan naskah tersebut.  Sebenarnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya. Kita perlu meluruskan sejarah yang ada, sebagai warisan bagi generasi mendatang agar mendapatkan informasi yang benar dan bukannya naskah fiktif yang dianggap ada.


(1) Tuanku Rao, halaman 652.
(2) Runtuhnja Keradjaan Hindu-Djawa dan Timbulnja Negara2 Islam di Nusantara, halaman 12.
(3) Tuanku Rao, halaman 664.

DAFTAR PUSTAKA

Muljana, Slamet. Runtuhnja Keradjaan Hindu-Djawa dan Timbulnja Negara2 Islam di Nusantara, Bhratara, Djakarta, 1968.
Parlindungan, Mangaradja Onggang. Tuanku Rao, LkiS, Yogyakarta, 2007.

Kamis, 14 Februari 2013

APAKAH DENGAN MENGIKUTI PERKUMPULAN DAPAT MENEMUKAN TAMBATAN HATI? COULD I FIND MY SOUL MATE BY ATTENDING THIS ORGANISATION?


APAKAH DENGAN MENGIKUTI PERKUMPULAN DAPAT MENEMUKAN TAMBATAN HATI?
COULD I FIND MY SOUL MATE BY ATTENDING THIS ORGANISATION?

Ivan Taniputera
15 Februari 2013

(BILINGUAL EDITION: INDONESIAN-ENGLISH)

Seorang teman wanita ingin menemukan jodohnya, oleh karenanya ia bergabung dalam perkumpulan kegiatan bersama yang diadakan di tempat ibadah biasa dikunjunginya. Ia menanyakan apakah dengan mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut pada akhirnya akan dapat menemukan tambatan hatinya di antara kawan-kawannya tersebut? Saya kemudian mendapatkan hasilnya berupa sadgarit 26 yang berubah menjadi sadgarit 24:

A friend wants to find her soulmate. She joined organisation and activities in her temple and asked whether by doing that, she could find soulmates between her friends. I made a divination using Yijing (易經) and got hexagram 26 which is transformed into hexagram 24.





Sadgarit 26 adalah seumpama seekor naga sedang berjuang dengan tidak sabar agar dapat naik ke langit. Setelah mengalami berbagai hambatan, suatu perubahan radikal menuju ke arah lebih baik akan terjadi. Keberuntungan Anda akan meningkat secara pesat. Naga yang berupaya dengan penuh kesengsaraan sebelum saatnya tiba adalah lambang diri Anda saat ini. Anda kini menghadapi keinginan-keinginan yang belum terpenuhi atau terpuaskan. Anda kemungkinan besar sekarang sedang memiliki pikiran yang tidak mantap, bimbang, atau kesal. Namun terlepas dari segenap ketidak sabaran Anda, waktunya belum tiba bagi Anda untuk mengawali dan tindakan yang dipaksakan atau terlalu keras tiada gunanya. Sebagai gantinya, Anda disarankan meningkatkan pemikiran Anda dan memperluas kemampuan-kemampuan Anda pada kesempatan ini. Pada akhirnya setelah melampaui berbagai kesulitan, Anda akan meraih keinginan Anda.

Hexagram 26 is like a dragon which struggle impatiently in ascending toward the heaven. After experiencing various barriers, a radical change toward the better things will occur. Your luck will increase rapidly. Dragon who copes with sorrows before the time comes is the epitome of yourself at this time. You now face the desires that have not been fulfilled or satisfied. You most likely have a mind that is now being unsteady, wavering, or upset. But in spite of all your impatience, time has not yet come for you to start and forced actions too harsh are useless. Instead, it is recommended that you increase your thinking and expand your abilities on this occasion. In the end after fighting the difficulties, you'll get your wish.

Sadgarit 24 menandakan adanya suatu siklus alam semesta. Ada saatnya bekerja dan beristirahat mengumpulkan tenaga kembali. Anda sedang bersiap menantikan kedatangan musim semi. Meskipun saat ini masih mengalami banyak kesulitan, tetapi  Anda akan mendapatkan apa yang Anda harapkan jika tetap bekerja keras, bersungguh-sungguh, dan penuh ketulusan. Seiring dengan berjalannya waktu, orang akan datang membantu Anda. Namun disarankan agar Anda senantiasa tetap bersikap sabar. Anda hendaknya senantiasa menjalani sesuatu sesuai dengan prosedurnya. Ini juga melambangkan peruntungan yang semakin terbuka.

Hexagram 24 indicates the perpetual cycle of universe. There is a time for work and rest up the energy again. You are preparing to the arrival of spring. Although you  are currently still experiencing a lot of difficulties, but eventually you will get what you expect if keeping hard work, earnest, and full of sincerity. Over time, people will come to your aid. However, it is recommended that you always keep being patient. You should always doing things according to their procedures. It also symbolizes that  the gate toward your fortune is getting opened.


Saya akan menyimpulkannya sebagai berikut. Mencoba bertahan atau berupaya di dalam perkumpulan tersebut suatu saat kelak bisa membuahkan hasil, hanya saja masih butuh waktu yang panjang. Akan mengalami berbagai upaya yang menyakitkan agar dapat berhasil, seperti metafora naga di atas. Oleh karena itu, jika yang bersangkutan dapat menahan segenap upaya yang menyakitkan tersebut, ia boleh bertahan dalam perkumpulan itu. Namun jika kamu tidak sanggup, maka sebaiknya mundur dan mencari jalan lain. Tentu saja sesuatu yang memerlukan pengorbanan besar tentunya juga akan membuahkan hasil yang besar cepat atau lambat. Jadi kuncinya adalah kesabaran, karena kesuksesan tidak akan diraih dalam waktu dekat ini.

I will make my conclusion as following. Trying attempt within those activities or organization could someday bring her to fruition, it's just that it will take a long time. She will experience a painful efforts to succeed, like metaphorical dragon mentioned above. Therefore, if she can withstand patiently all the painful effort, she may get what she wishes within that organization. But if she can't, then she should step back and find another way. Certainly something that requires great sacrifice would also produce great results sooner or later. So the key is patience, because success will not be achieved in the near future.

Saya akan beralih pada Horary Astrology. Saya akan membuat diagram tanggal 14 Februari 2013, pukul 10:16, dengan software online Astrodienst, yakni tanggal saat pertanyaan diajukan.

I will turn to Horary Astrology. I will make a diagram on February 14, 2013, at 10:16, with online software Astrodienst, ie the date when the question was asked.



Pada diagram di atas, kita perlu melihat kondisi rumah kelima (asmara) dan rumah ketujuh (pernikahan). Rumah kelima masih kosong dari planet, artinya belum menemukan kekasih yang cocok di hati. Jika diperhatikan rumah kelima penguasanya adalah Merkurius (ditempati Virgo).  Merkurius berada di rumah kesebelas, yang berarti sahabat. Ini menandakan bahwa kekasih kelak akan bisa dijumpai di kalangan sahabat. Meskipun demikian, Merkurius masih mendapatkan square dari Yupiter. Artinya saatnya belum tiba. Merkurius mendapatkan trine dari Saturnus, artinya butuh daya upaya dan dobrakan yang kuat. Saturnus artinya pemutusan dengan yang lama. Artinya segenap kebiasaan dan pemikiran lama yang merugikan harus ditinggalkan. Saturnus berada di rumah ketujuh dan demikian juga Rahu. Artinya masa perkawinan masih belum kelihatan jelas.

In the diagram above, we need to look at the fifth house (romance) and the seventh house (marriage). The fifth house is empty of planets, it means that she still doesn't find suitable soulmate. If we observe further, the fifth house ruler is Mercury (occupied by Virgo). Mercury is in the eleventh house, which means friends. This indicates that her soulmates will be found among friends. Nonetheless, Mercury is squared by Jupiter. This means that the time has not yet arrived. Mercury trined by Saturn, that needs effort and strong breakthrough. Saturn means to break with the old ones. This means that all the old habits and thoughts that harmful to herself should be left behind. Saturn in the seventh house and as well as Rahu. This is a strong notion that when she will marriage still can not be defined clearly.


Demikianlah, metoda Barat dan Timur dapat digunakan bersamaan dan saling melengkapi.

Thus, Western and Eastern methods can be used together and complement each other.

Senin, 11 Februari 2013

MENANYAKAN RUMAH MANA YANG HENDAK DIJUAL TERLEBIH DAHULU : APLIKASI YIJING DAN ASTROLOGI BARAT-SUATU PERBANDINGAN ASKING WHICH HOUSE SHOULD BE SOLD FIRST : YIJING AND WESTERN ASTROLOGY-A COMPARISON


MENANYAKAN RUMAH MANA YANG HENDAK DIJUAL TERLEBIH DAHULU : APLIKASI YIJING DAN ASTROLOGI BARAT-SUATU PERBANDINGAN

ASKING WHICH HOUSE SHOULD BE SOLD FIRST : YIJING AND WESTERN ASTROLOGY-A COMPARISON

Ivan Taniputera
12 Februari 2013

Seorang teman mempunyai dua rumah dan ia berniat menjualnya; sebut saja Rumah I dan Rumah II. Ia lalu menanyakan pada saya, rumah mana yang hendaknya dijual terlebih dahulu. Saya memutuskan akan menggunakan Yijing dan Astrologi Barat sebagai alat bantu. Astrologi Barat memang memiliki cabang bernama Horary Astrology, yakni suatu metoda yang mirip Yijing. Kita membuat peta langit pada saat hendak mengajukan pertanyaan tersebut dan melakukan berbagai penafsiran. Baiklah kita akan mulai dengan Rumah A terlebih dahulu.

A friend has two houses and she plans to sell them. We call them respectively House I and House II. Then she asks me, which house should be sold first. I decide to use Yijing and Western Astrology as helping tool. For your information, western astrology has a device which is called Horary Astrology, a method which is similar to Yijing. We calculate chart of the time we ask our question and then interpret it. We will start with the House I.

RUMAH I 
HOUSE I




Kita mendapatkan sadgarit nomor 24 yang berubah menjadi nomor 39.
We get hexagram number 24 which is moved to number 39.

Sadgarit 24 disebut fu (復) yang juga boleh diartikan sebagai "titik balik." Sadgarit ini menandakan adanya sesuatu yang pergi dan akan digantikan oleh sesuatu yang lebih baik. Boleh juga ditafsirkan sebagai semacam kelahiran kembali menuju sesuatu yang lebih baik. Segenap kesulitan, kesedihan, dan hal-hal buruk akan menyingkir. Tetapi kesabaran diperlukan agar tidak bertindak gegabah. Kemudian kita beralih pada sadgarit 39 disebut jian (蹇). Sadgarit ini menandakan adanya halangan atau hambatan. Terdapat banyak kesulitan yang mengelilingi. Oleh karenanya diperlukan kesabaran dan menjauhi segenap kekerasan. Segala sesuatu harus dipersiapkan dengan baik dalam menghadapi tujuan tersebut.

Setelah menimbang kedua heksagram di atas, saya menafsirkan bahwa Rumah I jika dijual memang baik dan dapat memperoleh penawaran yang baik pula. Kemungkinan juga bisa cepat laku. Meskipun demikian, dalam proses penjualannya bisa mendapatkan hambatan atau halangan. Kemungkinan karena surat-menyurat dan lain sebagainya. Oleh karena itu, perlu mempersiapkan dengan matang segenap surat-menyurat, agar tidak mengalami gugatan di pengadilan.

Hexagram 24 is called fu (復). It may mean "equinox." This hexagram can be intepret as something goes and be replaced by a better one. We can interpret it as some kind of rebirth to betterment of your life. All difficulties, sadness, and bad things are gone. But you need patient and avoid carelessness. Then we turn to hexagram 39, which is called jian (蹇). This hexagram denotes a barrier or obstacle and hindrance. There are many difficulties around you. So you again need patient and avoid all violence. Everything must be prepared well to cope with your purpose.

After examined both hexagrams above, I interpret that it is quite good to sell House I first and you will get a good price. This house doesn't need much time to be sold. However in the selling process you will find obstacles. This may be caused by legal documents, etc. You need to prepare all legal documents carefully and don't neet to encounter lawsuit in the future.

Kemudian kita akan beralih pada astrologi Barat. Pertanyaan diajukan pada tanggal 12 Februari 2013, pukul 11.15 Siang di Semarang. Bagan astrologinya adalah sebagai berikut:

Then we turn to Western Astrology. The question is asked at February 12th, 2013 on 11.15 in Semarang. The chart is as following.




Dibuat dengan software online Astrodienst.
Made by online astrology software Astrodienst.


Karena yang kita tanyakan adalah rumah, maka kita melihat pada rumah keempat (melambangkan rumah). Penguasa rumah keempat ada dua, yakni Leo dan Virgo. Penguasa Leo adalah matahari. Di sini matahari conjunct dengan Neptunus. Ini menandakan bahwa jika hendak menjual rumah itu, Anda perlu mengadakan perjalanan menyeberangi lautan (Neptunus). Selanjutnya Penguasa Virgo adalah Merkurius. Merkurius mendapatkan trine dari Saturnus, yang melambangkan juga tanah atau properti. Namun Merkurius mendapatkan square oleh Yupiter. Ini menandakan hal yang sama sebagaimana telah diprediksikan melalui Yijing. Rumah itu kemungkinan cepat laku, tetapi akan mendapatkan permasalahan dalam penjualannya. Dalam hal ini uniknya Yijing sejalan dengan Horary Astrology.

Because we are asking about house, we should  look at the fourth house (symbolizing  house). There are two lords of the fourth house, namely Leo and Virgo. Ruler of Leo is the sun. Sun is in conjunction with Neptune. This indicates that if you want to sell the house, you need to take a journey across the sea (Neptune). The next ruler Virgo is Mercury. Mercury is trined by Saturn, which also symbolizes the land or property. But Mercury also squared (obstacle) by Jupiter. It signifies the same thing as has been predicted by Yijing. The house is likely to be sold quickly, but it will get problems in selling process. Uniquely, in this case  Yijing is in line with Horary Astrology.

RUMAH II
HOUSE II

Saya mendapatkan sadgarit sebagai berikut:
I get the hexagrams as following:



Sadgarit 54 disebut Gui Mei (歸妹). Ini merupakan sadgarit yang kurang baik. Anda sulit memperoleh penawar serius dan jika dipaksakan akan memperoleh kerugian dalam penjualannya. Sadgarit 41 disebut Sun (損). Ini juga menandakan adanya hambatan dan cita-cita yang sulit terlaksana. Perlu usaha keras agar berhasil. Namun yang menjadi pertanyaan apakah usaha keras itu akan sebanding dengan hasil yang diperoleh?

Menimbang hasil Yijing di atas, nampaknya Rumah II kurang menguntungkan jika hendak dijual. Lebih baik dijual menunggu saat yang tepat.

Hexagram 54 called Gui Mei (归 妹). This is an unfavorable sadgarit. You earned  hardly serious bidder and if enforced you will get a loss. Hexagram 41 called Sun (损). It also indicates the existence of barriers and ideals that difficult. Necessary effort to succeed. However, the question whether the effort would be comparable to the results obtained?

Considering the above hexagrams, House II is not so advantage to be sold. Better sell it later.

Jumat, 08 Februari 2013

BEBERAPA KASUS ANALISA BAZI (八字) SOME CASES IN EIGHT CHARACTERS ASTROLOGY (CHINESE ASTROLOGY)



BEBERAPA KASUS ANALISA BAZI (八字)
SOME CASES IN EIGHT CHARACTERS ASTROLOGY (CHINESE ASTROLOGY)

(Indonesian-English Edition)

Ivan Taniputera
8 Februari 2013

Saya belakangan ini mendapatkan pertanyaan dari beberapa orang teman mengenai bazinya. Ada dua kasus menarik yang saya hendak bagikan di sini. Kasus pertama adalah sebagai berikut:

Recently, I got questions from friends about their bazi. I will share you two interesting cases below. The first case is as following:



Pemilik diagram bazi di atas adalah kawan penulis (pria). Berdasarkan diagram Bazi di atas, maka elemen diri adalah api yin. Di sini api agak lemah; sehingga untuk menguatkan elemen api diperlukan api dan kayu. Pribadi yang bersangkutan merupakan orang yang memiliki jiwa idealis dan dalam hatinya memiliki keinginan berbagi pengetahuan dengan orang lain atau mengajarkan nilai-nilai yang dianggapnya baik pada sesama. Pekerjaan yang baik adalah yang ada kaitannya dengan elemen api dan kayu. Pada saat sekarang sedang bekerja pada perusahaan alat telekomunikasi. Pada dasarnya alat telekomunikasi juga berunsur api, sehingga boleh dikatakan bahwa pekerjaannya saat sudah selesai.

The owner of bazi chart above is my friend. According to his bazi chart, the day master is FIRE YIN. The power of day master is weak. To sthrengthen it, fire and wood are needed. His characteristic according to bazi reading:

"Having an idealistic spirit and motivate to share his knowledge and values to other people."

My friend said this is true. His suitable occupation should be related to fire and wood element. Nowadays he works in a telecommunication company. Basically telecommunication device can be categorized as fire element. We can say that his job is already suitable for him based on bazi calculation.

Meskipun demikian, pemilik diagram Bazi di atas masih merasakan kurang puas dengan kondisi pekerjaannya saat ini. Apakah yang membuatnya tidak puas? Mari kita cermati bersama. Jika kita saksikan, maka pada diagram bazi di atas, Zhengguan dan Qisha merupakan elemen buruknya. Oleh karenanya, ini menandakan hubungan dengan atasan kurang harmonis. Juga bisa berdampak pada relasi dengan rekan-rekan sekerja. Pada kenyataannya, memang hubungannya dengan atasan kurang baik, terutama pada masalah komunikasi. Berdasarkan diagram di atas, pemilik bazi kurang dapat menyampaikan gagasannya dengan baik. Hal ini jelas sekali merupakan pengaruh shangguan dan shishen pada diagram Bazi di atas. Shangguan dan Shishen berpotensi menguras kekuatan elemen diri yang kurang kuat pada diagram Bazi tersebut. Teman penulis itu juga membenarkannya, yakni bahwa memang permasalahannya terletak pada komunikasi dengan atasan.

However, the owner of Bazi chart above is not satisfied with his job condition today. What is made him not satisfied? Let we analyse together. In the Bazi chart above, Zhengguan and Qisha (elements which conquers day master) are his bad elements. It means that the relation with his boss is not in harmony. The effect can also be seen in his relation toward working partners. In fact, his relation with his boss is not good. According to the Bazi chart above, he can not relate his opinions well. Clearly this is the effect of shangguan and shishen in his Bazi chart above. Shangguan and Shishen can dry the power of day master, which is already weak. My friend confirmed this. He said that the problem is  to be found in the communication matters with his boss.

Lalu bagaimanakah solusinya? Secara umum, buku-buku yang ada menganjurkan kita agar memperkuat elemen kayu dan api. Menurut buku-buku yang ada, misalnya adalah dengan mengenakan baju berwarna merah dan hijau. Bisa juga tidur dengan kepala mengarah ke selatan atau timur. Seluruh saran-saran tersebut boleh saja dicoba. Kendati demikian, kita juga perlu kreatif dalam menciptakan solusi. Dengan kata lain, kita tidak hanya terpaku pada buku semata. Cara lain misalnya adalah dengan memasang lilin atau pelita di tempat ibadah agama masing-masing. Lilin dan pelita boleh diumpamakan sebagai elemen api. Boleh juga dengan rajin menanam pohon. Beberapa waktu yang lalu ada gerakan penanaman bakau di kawasan pantai dalam rangka pelestarian lingkungan dan penghijauan. Pemilik bazi boleh turut serta pada kegiatan semacam itu. Kegiatan tersebut juga sangat bagus dilakukan karena merupakan upaya pelestarian lingkungan. Dari sisi Fengshui bisa memperkuat sektor timur dan selatan.Selanjutnya berdasarkan intuisi yang diperoleh dengan menganalisa lebih dalam diagram Bazi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa rumah kediamannya juga bermasalah dengan elemen air; misalnya saluran air suka buntu, air suka tidak keluar, dan lain sebagainya. Juga di bagian utara yang melambangkan elemen air, kemungkinan juga ada "cacat" secara Fengshui. Pada kenyataannya, saluran air di wastafel dapur kerap mengalami kebuntuan. Di depan rumah (sektor utara) jalannya lebih tinggi. Tentunya ini kurang baik jika dibandingkan dari sisi Fengshui.

What is the solution? Commonly, books about Four Pillars Astrology teach us to sthrengthen wood and fire; for exampe wearing read and green clothes. We are also advised to sleep with our head toward south or west. We may try to do all suggestions already mentioned. But we should also be creative in create other kind of solutions. It means that we can not incline just toward books. The other solutions is lighting candle or lamp in praying house base on our own religions and beliefs. Candle and lamp can be categorized as fire element. We can also deliberately planting trees. Last years, there was social activity in replanting mangrove in endangered beach area. This is a kind of green activities in preservation of our environment. So this is really a very excellent activity. The Bazi chart owner may join such enviromental activities. According to Fengshui can vitalize the eastern and southern area. Moreover, based on my intuition in analyse further his chart, I conclude that his house has also problems with water element; for example water pipe is clogged, water doesn't run, etc. Besides that, northern part is also a representation for water element. This northern part of his house may be defective based on Fengshui. In fact, water pipe in his kitchen's sink is clogged very often. The street in front of his house (northern sector) is higher than his house. This is also bringing not very good Fengshui.

MENCARI JAM KELAHIRAN YANG SUDAH TIDAK DIKETAHUI LAGI
FINDING BIRTH HOUR WHICH IS ALREADY NOT KNOWN

Kasus kedua adalah rekan penulis (pria) yang hanya mengetahui tanggal kelahirannya saja tetapi tidak mengetahui jamnya. Penulis diminta menemukan jam kelahirannya. Namun kali ini harus melibatkan Ziweidoushu dan Astrologi sebagai alat bantunya. Data awal adalah diagram Bazi sebagai berikut:

Second case is my client who only knows his birthdate but not the hour. I was asked to find his birthhour. But in this occasion, we should also use Ziweidoushu and Western Astrology as helping device. The Bazi input without hour pillar is as following:



Setelah mencermati diagram Bazi di atas. Kita coba mencocokkannya dengan kehidupan rekan penulis tersebut:
1.Rekan penulis itu merupakan pemilik perusahaan dengan ratusan karyawan.
2.Terlahir di keluarga kaya pemilik perusahaan cukup terkenal.

After pondering to Bazi chart above, we can compare it to his real life:

1.He is the owner of a company with many workers.
2.Born in a rich family. His father is an owner of quite famous company.

Pilar dekade 1 ditempati oleh Zhengcai dan Shishen. Karena terlahir di keluarga kaya, maka seharusnya elemen dirinya termasuk kuat. Selain itu karena memiliki banyak karyawan. Zhengguan dan Qisha harusnya bagus. Jika Zhengguan dan Qisha bagus, maka tidak boleh ada Zhengyin dan Pianyin pada batang langitnya. Kita kemudian memeriksa  jam yang berbeda-beda bagi tanggal kelahiran di atas.

The first decade contents Zhengcai and Shishen. Because he was born in a rich family, we may suggest that his day master is strong. Besides that, he has many workers. It means Zhengguan and Qisha should be his fortune element. If Zhengguan and Qisha are fortune elements, in his heavenly stems we shouldn't find Zhengyin and Pianyin. We then check all birth hours for this birthday and analyse them.

Jam Zi dapat kita buang, karena akan menghasilkan Zhengyin/ Pianyin di batang langit, walaupun masih termasuk elemen diri kuat.
Jam Chou dapat kita buang karena akan menghasilkan Zhengyin/ Pianyin di batang langit, walaupun masih termasuk elemen diri kuat.
Jam Shi dan Wu juga dapat dibuang, karena elemen diri akan menjadi lemah.
Jam Xu dan Hai juga dapat dibuang, karena menghasilkan Zhengyin/ Pianyin di batang langit, walaupun masih termasuk elemen diri kuat.

Zi hour is imposible, because it has Zhengyin/Pianyin as heavenly stems, eventhough this still makes the day master strong.
Chou hour is imposible, because it has Zhengyin/Pianyin as heavenly stems, eventhough this still makes the day master strong.
Shi and Wu hours are also imposible, because it can result a weak day master.
Xu and Hai hours are also imposible, because  they have Zhengyin/ Pianyin as heavenly stems, eventhough they still make the day master strong.

Jadi masih tersisa kemungkinan jam 03-05, 07-09, 13-15, 15-17, dan 17-19. Lalu jam yang manakah?

The hours that are still available: 03-05, 07-09, 13-15, 15-17, and 17-19. So which hours?

Kini kita dapat menggunakan astrologi Barat dengan melihat ciri fisik dan penyakit yang diderita oleh rekan penulis itu.

Then we should look into western Astrology and consider physical form of his body and illness that he has.

Rekan penulis memiliki tubuh tinggi kurus dan menderita penyakit di bagian kulit. Oleh karenanyanya kemungkinannya ada dua:

My client has a tall and thin body. He has an illness in his skin. So there are two posibilities:

1.Saturnus (Duxing) berada di rumah pertama.
2.Capricornus merupakan Ascendant.

1.Saturn (Duxing) is in the first house.
2.Capricorn as Ascendant.

Kemungkinannya semakin mengerucut. Kedua kriteria astrologis di atas dipenuhi pada kurang lebih jam 06.00 pagi dan jam 17.00. Periksa juga kondisi-kondisi astrologis lainnya.

We have narrowed our choice. Two astrological criterias above are fulfilled at about 06.00 and 17.00.

Kini kita menggunakan bantuan Ziweidoushu, yakni dengan mengamati bintang apa yang masuk pada sektor jiwa (minggong) pada kedua jam di atas.

Now we are seeking help from Ziweidoushu. We notice which star is in his self sector (minggong) for the two hours we already mentioned above.

Pada jam 06.00 pagi, minggong ditempati oleh Qisha
Pada jam 17.00, minggong ditempat oleh Wuqu.

At 06.00, there is Qisha in self sector (minggong).
At 17.00, there is Wuqu in self sector (minggong).

Penulis membacakan sifat masing-masing bintang di atas. Ternyata rekan penulis menyatakan bahwa yang mendekati sifat dirinya adalah bintang Qisha.

Then, I tell him the characteristics of each star. My client told me that Qisha is closer to him.

Oleh karenanya, dapat disimpulkan bahwa rekan penulis itu lahir jam 06.00.

So, we decide that he was born at about 06.00.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan ulang kembali dengan Bazi. Hasilnya cocok dengan pergerakan dekadenya.

Then we compare again his luck pillars using Bazi. His life was quite close with these luck pillars.

Demikianlah, jam yang sudah tidak diketahui lagi dapat ditemukan kembali dengan bantuan Bazi, Ziweidoushu, dan astrologi.

Based on this method, we can find again birthour which is not known.

Senin, 04 Februari 2013

LUKISAN BAXIAN ATAU DELAPAN DEWA & FENGSHUI

LUKISAN BAXIAN ATAU DELAPAN DEWA & FENGSHUI

 Ivan Taniputera
5 Februari 2013
 
9:56am ·





Lukisan Baxian atau Delapan Dewa ini juga dapat dipergunakan sebagai pernak-pernik Fengshui. Maknanya agar Delapan Dewa akan menganugerahkan kemampuan atau kepandaiannya masing-masing. Sebagaimana yang kita ketahui pada gambar tersebut, masing-masing dewa memegang pusakanya. Ini merupakan harapan agar kita juga dapat dengan mewujudkan kepandaian beserta kebijaksanaan para dewa tersebut dalam hidup sehari-hari kita. Tentu saja, lebih baik lagi jika kita memahami hikayat setiap dewa tersebut dan menarik teladan darinya.

BUKU PANDUAN BERBAHASA MELAYU, BELANDA, JEPANG, MANDARIN, HOKKIAN, HAKKA, DAN KANTON


BUKU PANDUAN BERBAHASA MELAYU, BELANDA, JEPANG, MANDARIN, HOKKIAN, HAKKA, DAN KANTON



Ivan Taniputera
4 Februari 2013
.



Judul: "East Asia: How to Speak Malay, Dutch, Japanese, Mandarin, Fuhkien, Hakka, and Cantonese." 
Penerbitnya:  Boek en Handelsdrukkerij, De Pertoendjangan v/h Tjiong Koen Bie, N.V. Batavia. Namun tidak disebutkan tahun terbitnya. 
Kendati demikian, pada bagian "Pertimbangannja Toean Ong Hong Siang (F. C. Wang), Inspecteur sekola T.H.H.K. Tentang Boekoe "East Asia," halaman VII tertera "Batavia, 15 Tjia Gwee Soantong II." Soantong adalah nama tahun pemerintahan Kaisar Puyi. Oleh karenanya buku ini nampaknya diterbitkan pada kurang lebih tahun 1909, yakni semasa Dinasti Qing masih berkuasa. 
Jumlah halaman: 257.


Inilah adalah buku kuno yang sangat menarik bagi para pemula yang ingin mengenal delapan bahasa, yakni Melayu, Belanda, Jepang, Mandarin, Hokkian, Hakka, Kanton, dan Inggris.  Buku ini nampaknya dahulu ditujukan bagi para pelancong atau turis yang ingin mengadakan perjalanan di Asia Timur. Namun apa yang nampaknya menarik bagi saya adalah perbandingan antara berbagai dialek bahasa Tionghoa, seperti Hokkian, Hakka, dan Kanton. 




Pada halaman-halaman buku di atas kita dapat menjumpai frasa dan kata-kata yang disampaikan dalam delapan bahasa, yakni Melayu, Belanda, Jepang, Mandarin, Hokkian, Hakka, Kanton (Guangdong atau Kwitang), dan Inggris. Khusus bahasa Mandarin disertai pula aksara Han (Hanzi). Kemudian bahasa Inggris juga dilengkapi cara membacanya.

Sebagai contoh, pada halaman 20-21; pada bahasa Melayu tertulis Minoem tee. Bahasa Belandanya adalah "Drink een kopje thee. Bahasa Jepangnya adalah Tja wo o agarinasai, Mandarinnya adalah Jien tjha. Hokkiannya adalah Tjiah te la. Hakkanya adalah  Sjit tjha. Kantonnya adalah Jam thja. Inggrisnya adalah Drink a cup of tea. Sebagai catatan, bahasa Melayu di sini adalah cikal bakal bahasa Indonesia. Jika pada saat sekarang ada upanya memperbaharui buku ini dan menerbitkannya ulang tentu saat bermanfaat bagi para penggemar bahasa Tionghoa.

Bagi yang memerlukan foto kopi buku ini silakan menghubungi saya di ivan_taniputera@yahoo.com.