Kamis, 31 Oktober 2013

KASUS GANJALAN DARI REKAN-REKAN DI TEMPAT KERJA: BAGAIMANA MEMANFAATKAN METAFISIKA

KASUS GANJALAN DARI REKAN-REKAN DI TEMPAT KERJA: BAGAIMANA MEMANFAATKAN METAFISIKA

Ivan Taniputera
1 November 2013





Beberapa waktu lalu ada orang yang menanyakan pada saya mengenai diagram astrologis kelahirannya. Ia mengatakan bahwa sering mendapatkan masalah di tempat kerja dengan rekan-rekannya. Ada rekan-rekan yang disangkanya baik, namun ternyata menjelek-jelekkannya dari belakang. Ada rekan yang hanya memanfaatkan dirinya saja. Sebagai contoh, ada seorang rekan, sebut saja namanya A, yang dianggapnya sebagai sahabat. Oleh karenanya, ia mempercayakan berbagai rahasia dan ide-idenya pada A. Namun A malah mencuri ide-idenya dan menyampaikannya pada boss, dengan seolah-olah gagasan itu adalah  miliknya sendiri. Kata-katanya yang menjelekkan boss juga dilaporkan. Akibatnya karier orang itu mengalami hambatan, meski kinerjanya bagus.

Saya memeriksa diagram astrologis kelahirannya dan mendapati bahwa:

1.Pribadi yang bersangkutan sering terlalu cepat dalam memutuskan sesuatu.
2.Pribadi yang bersangkutan merupakan orang yang mudah percaya dan terbuai sesuatu.
3.Memang terdapat permasalahan dengan rekan-rekan kerja.

Kini setelah mendapatkan data-data tersebut, apakah kita hanya pasrah menjadi suatu sosok yang menerima "nasib"? Sebenarnya astrologi atau metafisika bukanlah masalah "nasib." Astrologi tidak menentukan hidup kita, melainkan sebagai wahana yang perlu dimanfaatkan, sehingga dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik. Astrologi tidak ada kaitannya pula dengan takdir. Segala sesuatu dapat dibawa ke arah yang lebih baik, yakni dengan mengenali kelemahan-kelemahan terkait.

Berdasarkan data tersebut, nampak bahwa orang itu memang terlalu cepat memutuskan atau menilai sesuatu. Mungkin ia mudah melabeli seseorang sebagai baik atau pun buruk hanya dari kesan pertamanya saja. Padahal menentukan seseorang baik atau buruk itu perlu melihat dari berbagai sisi. Tidak cukup hanya melihat seseorang dari sisi depan saja, melainkan juga perlu melihat dari sisi kiri, kanan, dan belakang pula. Selain itu, jika ia sudah menilai seseorang itu baik, maka ia lantas mempercayai sepenuhnya. Padahal tidak ada kebaikan yang abadi dan tidak ada pula keburukan yang abadi. Tiada pula kawan abadi dan tiada pula musuh abadi. Ini adalah saran yang perlu direnungkan oleh orang itu.

Permasalahan yang dialaminya di tempat kerja kemungkinan besar berakar dari kepribadiannya tersebut. Oleh karenanya, ia perlu mengubah kelemahan-kelemahannya tersebut. Sesuatu yang merupakan rahasia dan bahkan gagasan potensial jangan terlalu disebarkan pada banyak orang, meskipun kita telah melabelinya sebagai "orang dipercaya." Dengan mengubah kelemahan-kelemahan tersebut, diharapkan ia akan mendapatkan karier lebih baik.

Dengan demikian, kegunaan astrologi yang benar adalah sebagai wahana introspeksi diri.

BUKU TENTANG SEJARAH IMIGRASI ORANG-ORANG CHINA KE KALIFORNIA, AMERIKA SERIKAT

BUKU TENTANG SEJARAH IMIGRASI ORANG-ORANG CHINA KE KALIFORNIA, AMERIKA SERIKAT

Ivan Taniputera
31 Oktober 2013



Judul: Chinese Immigration
Pengarang: Mary Roberts Coolidge, PH.D
Penerbit: Henry Hold and Company, New York, 1909
Jumlah halaman: 531
Bahasa: Inggris

Ini merupakan buku mengenai sejarah imigrasi orang-orang China ke Kalifornia, Amerika Serikat. Berikut ini adalah daftar isi buku tersebut:



Pada bagian Preface atau halaman vii dapat kita baca sebagai berikut:

"THIS study was begun during the excitement incident to the passage and enforcement of the Geary law in 1892 and 1893; continued as part of a course in Race Problems given at Stanford University; and completed with the assistance of the Carnegie Institution of Washington. the historical portion ends with the fire of April eighteenth, 1906, in which the Chinese quarter and most of the city libraries in San Fransisco were destroyed. It now appears that this date also marked the close of a natural historical period; for since that time important changes have been made both in the regulation and consular service, which may result in even more important modification ot policy..."


Bagian Pertama buku ini diberi judul Free Immigration atau Imigrasi Bebas (1848-1882). Pada halaman 3, yakni di bagian Introduction dapat kita baca sebagai berikut bagaimana pandangan yang dianut orang Barat terhadap China:

"For half a century the curious customs and behavior of the Chinese in this country have been a mystery, subject to many explanations, distorted by ignorance and colored by prejudice, and never fully understood. Half a century ago China was an unknown country, the Chinese a strange, weird, incredible people; but with the opening of Chinese ports to the establishment of international relations, and the publications of a mass of information acquired by missionaries and travelers, the "dummy" Chinaman of 1850 has gradually become human to the western imagination, and it is discovered to the world's astonishment that he behaves much as other men do."

Meskipun demikian masih terdapat prasangka-prasangka (prejudice) terhadap orang China di benak kebanyakan orang Barat.

Secara singkat dipaparkan pula mengenai kondisi kemasyarakatan orang China di tanah airnya (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari naskah aslinya yang berbahasa Inggris)-halaman 3:

"Di China, tidak dikenal adanya kasta seperti di India, dan tidak pula kelas-kelas feodal sebagaimana yang terdapat di Jepang, namun sebagai gantinya terdapat pembagian kelas berdasarkan pekerjaan yang tidak begitu bergantung pada kelahiran. Kelas-kelas dalam masyarakat memiliki urutan sebagai berikut: cendekiawan, petani, pekerja; namun seorang pekerja sekali pun berkat upaya kerasnya dan pengorbanan keluarganya dapat menjadi cendekiawan serta seorang pejabat tinggi. Holcombe mengatakan bahwa setiap anak lelaki di Kekaisaran China mungkin menjadi perdana menteri, sehingga China hanya berada di urutan kedua setelah Amerika Serikat dalam hal kesempatan bagi kaum miskin menduduki orang terkemuka."

Pada bab 1 bagian I yang berjudul "The Period of Favor," halaman 15 diuraikan mengenai emigrasi orang China (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari naskah aslinya yang berbahasa Inggris):

"Kendati dipandang sebagai ancaman oleh peradaban Barat dan menjadi sasaran aturan diskriminatif oleh Amerika Serikat, orang China bukanlah, dibandingkan dengan orang Eropa, bangsa yang gemar berpindah tempat kediaman. Penghuni kedua propinsi tenggara China-Kwang Tung dan Fuh Kien-telah, dan memang benar adanya-senantiasa lebih memiliki jiwa petualangan dan semangat memperbaiki kehidupan ekonominya ketimbang rekan sebangsanya, dimana semenjak masa-masa paling awal telah berpindah dalam jumlah kecil ke Cochin China, Kamboja, dan Siam, pulau-pulau di Kepulauan Hindia, Jawa, Filipina beserta Semenanjung Malaya, Formosa, dan Hainan....."

Berpindah ke luar China tidak dipandang sebagai sesuatu yang baik oleh orang-orang China berpandangan kolot (konservatif). Pada halaman 16 dapat kita baca:

"Para emigran China dipandang oleh rekan-rekan sebangsanya yang berpandangan kolot sebagai orang-orang gegabah serta putus asa; dan kepergian mereka lama diabaikan oleh Pemerintah Kekaisaran baik karena para penjabat disibukkan oleh pemberontakan rakyat serta perlawanan terhadap kekuatan asing atau, karena hal itu relatif tidak penting..."

Salah satu penyebab migrasi orang-orang China ke Amerika adalah penemuan emas, sebagaimana yang dicantumkan pada halaman 17 (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari naskah aslinya yang berbahasa Inggris):

"Berita penemuan emas di Lembah Sacramento pada bulan Januari 1848 mencapai Hongkong saat musim semi dan menciptakan ketertarikan besar di sana dan begitu pula halnya dengan kota-kota pelabuhan di Samudera Atlantik."

Pada tahun-tahun pertama, orang China disambut dengan baik di Amerika Serikat, sebagaimana kita saksikan pada kutipan di halaman 21 berikut ini (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari naskah aslinya yang berbahasa Inggris):

"Pada tahun-tahun awal, orang China disambut dengan baik, dipuji, dan dipandang sebagai sesuatu yang sangat diperlukan; karena pada masa itu kebencian rasial masih kalah oleh kepentingan dalam bidang industri..."

Namun seiring dengan berjalannya waktu timbu kebencian terhadap orang-orang asing. Pada bab II bagian pertama berjudul "California for Americans" atau "Kalifornia [Hanya] Orang Amerika" di  halaman 26 dapat kita baca sebagai berikut (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari naskah aslinya yang berbahasa Inggris):

"Pada musim semi tahun 1849, mengalirlah  orang-orang berjiwa petualang guna mencari tambang-tambang emas di Kalifornia; dari bagian tengah dan barat daya melewati Dataran Besar Amerika; dari Honolulu, Sydney, dan Hongkong; dari New York, New Orleans, dan Amerika Selatan melalui Dataran Sempit Panama. Saat berada di Panama, orang Amerika merasa jijik menyaksikan banyak orang asing telah menyeberanginya serta siap "mencuri emas" Amerika Serikat."

Inilah yang kemudian memicu timbulnya kebencian terhadap orang asing.

Buku berumur seratus tahun lebih ini sangat bermanfaat bagi yang ingin mengetahui mengenai sejarah migrasi orang-orang Tionghoa, khususnya ke Amerika Serikat.

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com

Senin, 28 Oktober 2013

APAKAH PERLUNYA MENDESAIN LOGO SECARA FENGSHUI ?

APAKAH PERLUNYA MENDESAIN LOGO SECARA FENGSHUI ?

Ivan Taniputera
29 Oktober 2013



Lima elemen merupakan salah satu tonggak penting dalam metafisika China. Bangsa China membagi-bagi segala sesuatu di jagad raya ini menjadi lima elemen, yakni kayu, api, tanah, logam, dan air. Begitu pula dalam merancang logo perusahaan kita juga perlu berpegang pada kaidah-kaidah Fengshui. Namun apakah ini ada manfaatnya? Saya sendiri pada mulanya adalah seorang yang skeptis pada metafisika baik Barat atau Timur. Namun semenjak bertahun-tahun yang lalu saya telah meneliti ilmu metafisika baik Barat maupun Timur. Terdapat berbagai kasus unik yang saja jumpai. Berikut ini adalah beberapa kasus tersebut.

Bertahun-tahun lalu, salah seorang teman meminta saya merancang ulang logo perusahaannya. Oleh karena, saya sedang meneliti mengenai metafisika, maka saya akan mencoba menggunakannya sebagai kelinci percobaan. Saya lalu menanyakan jam dan kelahirannya secara akurat. Teman saya nampak kebingungan, karena dia tidak paham sama sekali mengenai metafisika. Saya menjelaskan secara singkat dan akhirnya ia tidak keberatan memberikan jam beserta tanggal kelahirannya. Berdasarkan data tersebut, saya lalu merancang logo perusahaan yang sesuai baginya.

Papan nama baru segera dibuat dan begitu pula halnya dengan kartu nama, surat berlogo perusahaan, serta brosur. Semua diganti yang baru. Saya juga menyarankan beberapa perubahan di kantornya. Beberapa minggu kemudian, teman saya menelepon bahwa kini ia merasa lebih bersemangat dalam bekerja. Pikiran rasanya menjadi lebih mudah menelurkan ide-ide baru, sehingga meningkatkan peruntungan perusahaan. Apakah semua itu merupakan hasil perombakan logo yang saya sarankan? Saya tidak mengetahuinya, namun kasus ini nyata adanya.

Terdapat juga kasus bahwa dengan mengubah desain kartu namanya berdasarkan kaidah metafisika yang cocok, ia bisa menggaet lebih banyak pelanggan.  Ada juga yang berhasil berjumpa dengan jodohnya.

Berikut ini adalah contoh beberapa desain logo.



SUMPAH PEMUDA SEBUAH RENUNGAN

SUMPAH PEMUDA SEBUAH RENUNGAN

Ivan Taniputera
28 Oktober 2013



Delapan puluh lima tahun yang lalu lahirlah tonggak kebangsaan Indonesia. Para pemuda waktu itu selaku kaum intelektual bangsa Indonesia mengikrarkan satu tanah air, bahasa, dan bangsa. Peristiwa tersebut merupakan tonggak perjalanan penting sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Kini delapan puluh lima tahun kemudian, cita cita tersebut belum selesai.

Kita masih perlu mewujudkan tanah air Indonesia yang bebas kemiskinan, korupsi, dan penindasan. Pemerintah harus mampu mewujudkan pendidikan dan layanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan merupakan pula hak azasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan dan layanan kesehatan yang baik bukan hanya milik kaum mampu atau kaya saja, melainkan hak seluruh rakyat Indonesia secara khusus dan umat manusia pada umumnya. Kehidupan yang layak harus menjadi hak seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana cita-cita para bapak bangsa dahulu. Itulah sebabnya, pendidikan dan layanan kesehatan gratis hendaknya menjadi sasaran utama kepedulian pemerintah dewasa ini.

Pemerintah harus mampu melindungi tanah air ini dari inflasi, karena inflasi berarti pemiskinan rakyat Indonesia. Pemerintah perlu memiliki program ekonomi yang kuat dan bermanfaat demi menahan kenaikan arus inflasi. Satu hal lagi yang sangat penting adalah adanya program serius dalam menghilangkan korupsi dari tanah air Indonesia. Kita memerlukan satu tanah air Indonesia yang bebas korupsi. Kita perlu mengembangkan toleransi nol bagi korupsi. Satu kasus korupsi sekali pun sudah terlalu banyak. Kita perlu mempertanyakan semangat nasionalisme seorang koruptor.

Delapan puluh lima tahun yang lalu, para pemuda kita yang berasal dari beragam suku dan agama telah mengikrarkan satu bangsa, yakni bangsa Indonesia. Ini berarti bahwa meskipun seseorang bersuku apa pun dan beragama apa pun, ia adalah satu bangsa, yakni bangsa Indonesia. Entah ia umat Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, agama tradisional, atau aliran kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa, semuanya adalah bangsa Indonesia. Para bapak bangsa dahulu ingin menciptakan tanah air dan bangsa bagi semua agama, bukan hanya negara bagi satu agama saja.

Itulah sebabnya kekerasan atas dasar agama sangat bertentangan dengan jiwa Sumpah Pemuda. Kekerasan atau penganiayaan pada umat beragama lain yang sebangsa adalah ibaratnya tangan kanan kita mengiris tangan kiri kita. Akibatnya rasa sakit itu akan terpulang pada diri kita sendiri secara keseluruhan. Oleh sebab itu, marilah kita kembangkan semangat toleransi beragama yang bebas kekerasan. Indonesia bukan hanya milih satu umat beragama saja. Itulah hal penting yang patut diingat.

Para pemuda delapan puluh lima tahun yang lalu, dengan bangga menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasanya. Kini apakah kebanggaan itu masih ada? Dalam tataran praktisnya, saya hendak menyarankan adanya perbaikan dalam metoda pengajaran bahasa Indonesia. Metoda pengajaran bahasa Indonesia harus senantiasa segar dan menarik, sehingga dapat membangkitkan minat siswa. Pengajaran jangan hanya menitik beratkan pada teori dan hafalan semata, melainkan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan. Pemerintah juga perlu menunjang kemajuan bahasa dan sastra Indonesia.

Demikianlah renungan kita pada hari yang berbagia ini.
Selamat hari Sumpat Pemuda.
Salam Nusantara Agung!

Minggu, 27 Oktober 2013

BUKU ATLAS DAN PELAJARAN ILMU BUMI (GEOGRAFI) ZAMAN BELANDA

BUKU ATLAS DAN PELAJARAN ILMU BUMI (GEOGRAFI) ZAMAN BELANDA

Ivan Taniputera
27 Oktober 2013



Judul: Atlas Hindia-Nederlan Dan Keterangannja: Oentoek Sekolah Ditanah Seberang
Pengarang: J. Van Reijen
Gambar oleh: C. Lekkerkerker
Dibasa Melajoekan oleh A. Soetan Pamoentjak n.S.
Penerbit: Department van Onderwijs en Eeredienst, tanpa angka tahun (namun masih menggunakan ejaan van Ophuysen).
Jumlah halaman: 39

Ini merupakan buku mengenai ilmu bumi pada zaman Belanda. Di dalamnya terdapat penjelasan mengenai daerah-daerah sebagai berikut:

1.Poelau Soematera
2.Soematera Oetara dan Soematera Tengah
3.Soematera Selatan
4.Deli dan Tapanoeli
5.Soematera Barat
6.Poelau Djawa
7.Djawa Barat
8.DjawaTengah
9.Djawa Timoer
10.Poelau Borneo
11.Poelau Selebes
12.Poelau-poelau Soenda Ketjil
13.Poelau-poelau Maloekoe dan Poelau Papoea (Karesidenan Maloekoe).
14.Berdjalan Djaoeh
15.Sekeliling Hindia Belanda.

Masing-masing bagian diberi penjelasan mengenai kondisi masing-masing daerah, peta, dan pertanyaan-pertanyaan bagi siswa terkait bahasan daerah dimaksud.

Ini adalah contohnya untuk Jawa Tengah.







Berdasarkan buku ini, disebutkan bahwa:

"Disebelah selatan karesidenan Semarang dan dekat negeri Blora banjak hoetan djati. Pohon djati itoe ada jang lebih tinggi dari pohon kelapa. Kajoe djati itoe mahal sekali, sebab baik benag kajoenja. Kajoe djati itoe dipakai orang akan memboeat roemah, perkakas roemah, kereta, kapal, dsb. Hoetan-hoetan djati itoe Goebernemen jang empoenja dia."

Nampak bahwa pada zaman dahulu pohon-pohon jati itu dikuasai negara. Bagaimana dengan sekarang?

Bagi yang berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU TINJAUAN LUAR BIASA MENGENAI HUKUM ADAT DAN BUDAYA SUKU DAYAK DI KALIMANTAN

BUKU TINJAUAN LUAR BIASA MENGENAI HUKUM ADAT DAN BUDAYA SUKU DAYAK DI KALIMANTAN

Ivan Taniputera
27 Oktober 2013





Judul: Het Adatrecht van Borneo, Deel I
Pengarang: J. Mallinckrodt (1897-1929)
Penerbit: M. Dubbeldeman, Leiden, 1928
Jumlah halaman: 612
Bahasa: Belanda

Ini adalah buku luar biasa mengenai budaya dan adat istiadat Dayak di Kalimantan. Sebagai contoh pada halaman 7 diulas mengenai berbagai teori pembagian bangsa Dayak:

"Nieuwenhuis (de gegevens werden door Kohlbrugge bewerkt) kwam tot het resultaat dat in Midden-Borneo de volgende groepen, ik noem ze stammenrassen, voorkomen: I.de Kajan; 2. de Oeloe Air Dajaks; de eersten zijn brachycephalen, de laatsten dolichocephalen (1). De Kajan vormen een deel van het stammen ras der Kajan-Kenja Bahau, die Centraal Borneo bewonen, terwijl de Oeloe Air ten zuiden daarvan voorkomen. Dit laatste ras omvat wellicht ook: de Ngadjoe, Maanjan en Lawangan, die niettegenstaande groote verschillen belangrijke punten van overeenkomst hebben..."

Terjemahannya:

"Niewenhuis (yang dicantumkan dalam karya Kohlbrugge) menyimpulkan bahwa di Kalimantan Tengah terdapat berbagai kelompok, yang saya sebut suku-suku , sebagai berikut: I. Kayan; 2. Dayak Hulu Air; yang pertama bertipe brachycephalen, sedangkan yang kedua bertipe dolichosephalen (1). Kayan membentuk sebagian suku-suku Kayan-Kenyah-Bahai, yang mendiami Kalimantan Tengah, sedangkan Hulu Air mendiami kawasan di sebelah selatannya. Yang disebut belakangan tersebut barangkali juga mencakup: Ngaju, Manyan, dan Lawangan, kendati terdapat perbedaan-perbedaan besar di antara mereka...."

Pembagian lain adalah sebagai berikut:

"Hose en Mac Dougall deelen de Dajaksche bevolking van Borneo in zes groepen in, namelijk: 1.Zee-Dajaks, 2.Kajans, 3.Kenja, 4.Klemantans, 5.Moeroets, 6.Poenans (2).

Terjemahannya:

"Hose dan Mac Dougall membagi masyarakat Dayak menjadi enam kelompok, yakni: 1.Dayak Laut, 2.Kayan, 3.Kenyah, 4.Klemantan, 5.Murut, dan 6 Punan."

Lebih jauh lagi, pada halaman 14 terdapat uraian mengenai suku bangsa Kenyah-Kayan-Bahau, dimana masih terdapat ketidak-sepakan dalam pembagian:

"Hose en Mac Dougall rekenen de Bahau tot de stammengroep der Kajan; Nieuwenhuis is echter van oordeel dat de Bahau een afzonderlijke groep vormen. Dit ras heeft volgens Nieuwenhuis als gemeenschappelijk stamland de Apo Kajan, van waaruit ze later naar verschillende zijden zouden zijn uitgezwermd. Die Kenja zijn na veel omzwervingen later weer in de Apo Kajan teruggekeerd..."

Terjemahannya:

"Hose dan Mac Dougall menggolongkan Bahau ke dalam kelompok suku Kayan; Nieuwenhuis sebelumnya menggolongkan Bahau ke dalam kelompok tersendiri. Suku ini menurut Nieuwenhuis berasal dari App Kayan, yang belakangan tersebar ke berbagai penjuru. Kenyah setelah melakukan banyak pengembaraan akhirnya kembali pada Apo Kayan..."

Selanjutnya terdapat banyak tabel mengenai pembagian lebih terperinci berbagai kelompok suku di Kalimantan beserta tempat kediamannya, sebagai contoh akan dikutipkan tabel dari halaman 25:

Stammen               Geschlachten                  Woonplaats                  Bron, waaruit het
                                                                                                               gegeven geput is
(Suku)                   (Pembagian)                        (Tempat)                     (Sumber)

Ot Benoeoe                                             boven Lahai (Lahai hulu)       Mallinckrodt,
                                                                                                              Bijdragen K.I.
                                                                                                               1927 ...

Ot Toehoep                                                   beneden Toehoep
                                                                      (Tuhup hilir)

dan seterusnya.

Banyak terdapat tabel-tabel seperti ini, sehingga dapat menjadi informasi berharga mengenai pembagian suku Dayak beserta tempat kediaman masing-masing.

Di dalam buku ini diuraikan pula adat istiadat dalam menerima tamu, seperti pada halaman 59:

"Het ceremonieel, dat zulk een vreemde in Kotawaringin moet doormaken, beschreef ik in een opstel over de dorpsofferplaatsen van de Dajaks van Kotawaringin (2). Men ziet daarin zeer goed de strekking der magische handelingen. Ook elders vreest men de magie der vreemdelingen (duivelsdragers). Zoo schrijft Elsthout (3):

Over het algemeen heeft een Kenja liever geen vreemdelingen in zijn huis....."

Terjemahannya:

"Upacara yang hendaknya dijalankan oleh orang asing di Kotawaringin, telah saya paparkan dalam bagian mengenai tempat-tempat persembahan desa suku Dayak di Kotawaringin. Hal ini memperlihatkan dengan sangat baik pengaruh ilmu gaib. Di kawasan lainnya, orang takut terhadap ilmu gaib yang dimiliki orang asing (penguasa roh jahat). Demikianlah yang ditulis oleh Elsthout:

Secara umum orang Kenyah tidak menerima orang asing di rumahnya...."

Selain itu, terdapat pula ulasan mengenai adat istiadat perkawinan, perkara pembunuhan, dan lain sebagainya.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Jumat, 25 Oktober 2013

BUKU KARYA JENDERAL VO NGUYEN GIAP SANG PEMENANG PERANG VIETNAM

BUKU KARYA JENDERAL VO NGUYEN GIAP SANG PEMENANG PERANG VIETNAM

Ivan Taniputera
26 Oktober 2013



Judul: People's War People's Army
Pengarang: General Vo Nguyen Giap
Penerbit: Foreign Languages Publishing House, Hanoi, 1961
Jumlah halaman: 217
Bahasa: Inggris

Ini merupakan buku yang sangat cocok bagi para penggemar sejarah Perang Kemerdekaan Vietnam. Pada bagian kata pengantar penerbitan (Publisher's Note) tertera sebagai berikut:

"We are very pleased to publish the English translation of a series of articles by General Vo Nguyen Giap, member of the Political Bureau of the Central Commitee of the Vietnam Workers' Party, Vice-Premier and Minister for National Defence of the Democratic Republic of Viet Nam, Commander-in-Chief of the Viet Nam People's Army.

In these articles, the author introduces the liberation war waged by the Vietnamese people, the features of that war, and deals with the reason for victory; mobilisation of the entire people, setting up of a people's army...."

Terjemahannya:

"Kami sangat puas menerbitkan terjemahan bahasa Inggris bagi serangkaian artikel karya Jenderal Vo Nguyen Giap, anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Pekerja Vietnam, wakil perdana menteri dan menteri pertahanan nasional Republik Demokrasi Viet Nam, pemimpin komando Tentara Rakyat Viet Nam.

Dalam artikel-artikel ini, pengarang memperkenalkan perang pembebasan yang dilancarkan oleh rakyat Vietnam, sifat-sifat perang tersebut, dan membahas alasan bagi kemenangan; penggerakan seluruh rakyat, membentuk suatu tentara rakyat....."

Berikut ini adalah beberapa kutipan dari buku tersebut.

Pada bagian "The Vietnamese People's War of the Liberation Against the French Imperialist and the American Interventionists" (1945-1954)" dibahas mengenai latar belakang sejarah dan geografi Vietnam, di halaman 11 dapat kita baca:

"Vietnam is one of the oldest countries in South-east Asia.
Stretching like an immense S along the edge of the Pacific, it includes Bac Bo or North Viet Nam which, with the Red River delta, is a region rich in agricultural and industrial possibilities, Nam Bo or South Viet Nam, a vast alluvial plain furrowed by the arms of the Mekong and especially favourable to agriculture, and Trung Bo or Central Viet Nam, a long, narrow belt of land joining them. To describe the shape of their country, the Vietnamese like to recall an image familiar to them: that of a shoulder pole carrying a basket of paddy at each end."

Terjemahannya:

"Vietnam adalah salah satu negara tertua di Asia Tenggara.
Membentang laksana huruf "S" raksasa di sepanjang tepian Pasifik, ia mencakup Bac Bo atau Viet Nam utara, yang bersama delta Sungai Merah, merupakan kawasan kaya akan peluang-peluang pertanian dan industri, Nam Bo atau Viet Nam Selatan, kawasan luas dataran aluvial yang dibentuk oleh lengan-lengan Sungai mekong dan terutama cocok bagi pertanian, dan Trung Bo atau Viet Nam Tengah, yakni dataran sempit laksana sabuk yang menyatukan keduanya. Saat menggambarkan mengenai negeri mereka, orang Vietnam gemar mengenang suatu gambaran yang akrab dengan mereka: yakni kayu pikulan pembawa keranjang padi di tiap ujungnya."

Buku ini juga dilengkapi dengan peta-peta terkait strategi militer yang diambil.

Pada halaman 90 dapat kita baca:

"Our Party led the people in Nam Bo to wage a resistance war against the French colonialists. To sperhead all its forces at the principal enemy, the Party carried out the line of winning more friends and less enemies, endeavoured to widen the national united front, founded the Viet Nam National United Front (called Lien Viet for short), united all forces which could be united, neutralised all those which could be neutralised and differentiated between forces which could be differentiated. At the same time, it consolidated power, developed and consolidated the armed forces, elected the National Assembly and formed the Government of coalition for the Resistance."

Terjemahannya:

"Partai kami memimpin rakyat Nam Bo melancarkan perang perlawanan terhadap penjajah Perancis. Mengarahkan seluruh kekuatan pada musuh utama, Partai menjalankan kebijakan memenangkan lebih banyak kawan dan lebih sedikit musuh, berupaya memperluas barisan persatuan nasional, mendierikan Barisan Persatuan Nasional Viet Nam (secara ringkas disebut Lien Viet), menyatukan segenap kekuatan yang dapat disatukan, menetralkan segala sesuatu yang dapat dinetralkan, serta mendiferensiasi antar kekuatan yang dapat didiferensiasikan. Pada saat bersamaan, ia menyatukan kekuatan, mengembangkan serta menyatukan kekuatan-kekuatan bersenjata, memilih anggota Dewan nasional serta membentuk pemerintahan koalisi bagi perlawanan."

Bagi yang berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.