Tampilkan postingan dengan label ilmu pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Juni 2022

KONGRES ILMU PENGETAHUAN DI JAWA TAHUN 1929 DAN AHLI ASTRONOMI TIONGHOA

KONGRES ILMU PENGETAHUAN DI JAWA TAHUN 1929 DAN AHLI ASTRONOMI TIONGHOA

.

Ivan Taniputera.

18 Juni 2022

.

Ternyata pada tahun 1929 pernah berlangsung kongres ilmu pengetahuan di Jawa. Hal ini dimuat pada salah satu artikel berbahasa Belanda dan Inggris yang berjudul "Een Chineesch astronoom" atau "Seorang ahli astronomi Tionghoa." Artikel ini didapatkan dari majalah atau jurnal "De Chineesche Revue," Juli 1929, halaman 90. Berikut ini adalah foto artikelnya.

.

.

Berikut ini adalah terjemahannya.

.

Telah berlangsung Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik di Jawa, yang dihadiri pula oleh Dr. Ching Sung Yu, sebagaimana diberitakan sebagai berikut oleh The China Press tanggal 27 Mei 1929 (lihat pula De Chin. Revue, Januari 1929, halaman 74).

Dr. Ch'ing-Sung Yu, profesor astrofisika serta ketua departemen astronomi University of Amoy, telah ditunjuk sebagai salah seorang di antara dua belas orang yang mewakili China pada Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik sebagaimana diselenggarakan di Jawa dari tanggal 16 Mei hingga 25 Mei. Dr. Yu adalah salah satu di antara sedikit ahli astronomi China dewasa ini. Ia mendapatkan pendidikan astronominya terutama di University of California dan Lick Observatory. Selama penelitiannya saat berdiam di lembaga yang disebut belakangan, ia memberikan sumbangsih penting dalam bidang astrofisika, di antaranya yang dapat disebutkan adalah cara baru dalam menentukan jarak bintang-bintang melalui penggunaan spektra bintang pada daerah ultra-ungu. 

Arti penting penelitian-penelitiannya diakui di luar negeri melalui kenyataan bahwa ia diberi tempat dalam lembaran-lembaran "American Men of Science." (Jilid 4, edisi tahun 1927). Di negerinya bukan berarti hasil karyanya diabaikan, karena pada tahun lalu ia memperoleh penghargaan sebesar $ 2000 bagi penelitian-penelitian astrofisikanya oleh China Foundation for the Promotion of Education and Culture.

Profesor Yu merupakan anggota banyak organisasi ilmu pengetahuan dan kaum terpelajar. Dewasa ini, ia diangkat sebagai anggota  Royal Astronomical Society di Inggris.

Patut diingat bahwa Dr. Yu beberapa bulan lalu baru kembali dari Third International Astronomical Union Congress (Kongres Persatuan Astronomi Internasional Ketiga) di Leiden, Negeri Belanda, dimana ia diutus sebagai wakil Pemerintah Nasional. Sebelum mengikuti konperensi di Jawa, Dr. Yu berlayar ke Siam pertama-tama untuk mengamati gerhana matahari total pada tanggal 9 Mei. Ia mungkin akan bergabung dengan kelompok-kelompok peneliti gerhana matahari yang ditempatkan di sana.


.

Sabtu, 29 Mei 2021

ASTRONOMI: GERHANA BULAN 26 MEI 2021

ASTRONOMI: GERHANA BULAN 26 MEI 2021

.

Ivan Taniputera.

29 Mei 2021.

.

Pada tanggal 26 Mei 2021, kita dapat menyaksikan peristiwa astronomi berupa gerhana bulan, Pada artikel ini saya akan menampilkan foto-foto terkait gerhana bulan tersebut. Berikut ini adalah foto-fotonya.

.

.

Berikut ini adalah gambar jalannya gerhana atau umbra dan penumbra


 

.


Sabtu, 30 Juli 2016

MEMECAHKAN MISTERI PENAMPAKAN BAYANGAN MIRIP ALIEN

MEMECAHKAN MISTERI PENAMPAKAN BAYANGAN MIRIP ALIEN.
.
Ivan Taniputera.
29 Juli 2016
.
Saya baru saja membaca mengenai penampakan bayangan mirip alien (makhluk angkasa luar) di sebuah bis. Menurut artikel tersebut seseorang berfoto di depan sebuah bis dan hasilnya sungguh mengejutkan karena di bagian kaca depan bis tampak bayangan mirip alien. Untuk jelasnya silakan perhatikan gambar sebagai berikut.
.


.
Alien mungkin ada di jagad raya ini, namun lebih baik kita mencoba mencari penjelasan ilmiah terlebih dahulu. Kemungkinan pertama, bayangan di kaca tersebut adalah semata-mata pantulan cahaya saja yang membentuk wujud mirip alien. Kemungkinan kedua, ia adalah bayangan orang yang berfoto itu sendiri. Sederhananya adalah sebagai berikut. Wajah orang itu tercermin pada spion bis. Selanjutnya spion memantulkan kembali bayangan orang tersebut pada kaca bis. Jelasnya silakan saksikan gambar berikut ini.
.


.
Hal yang menguatkan penjelasan ilmiah di atas adalah bayangan mirip alien nampak tidak berambut, sedangkan orang itu juga mempunyai potongan rambut yang sangat tipis. Karena kelengkungan kaca spion (spion menggunakan cermin cembung) dan kaca depan bis, maka bayangannya menjadi terdistorsi dan nampak seperti alien. Demikianlah, kita telah berupaya memecahkan misteri ini.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . 


PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Sabtu, 27 September 2014

CATATAN: EVOLUSI PIRAMIDA DI MESIR

CATATAN: EVOLUSI PIRAMIDA DI MESIR

Ivan Taniputera
26 September 2014




Saya baru saja menonton serial Time Scanner di Televisi NGC. Isinya mengenai pemindaian 3 dimensi bagi berbagai bangunan bersejarah. Kali ini yang dipindai adalah piramida. Adapun piramida yang dipindai adalah:

1.Piramida bertingkat di Saqara, dibangun untuk Firaun Joser.
2.Piramida runtuh, dibangun untuk Firaun Snefru.
3.Piramida bengkok, dibangun untuk Firaun Snefru.
4.Piramida Agung Giza, dibangun untuk Firaun Khufu (Cheops).

Keempat piramida tersebut mewakili evolusi teknik pembangunan piramida semasa Mesir Kuno. Adanya evolusi tersebut memperlihatkan bahwa para insinyur Mesir Kuno belajar dari pengalaman. Mereka mempelajari teknik sebelumnya dan terus menyempurnakannya, sehingga sanggup mendirikan bangunan yang spektakuler dan tak lapuk dimakan zaman.

Menonton acara tersebut, saya terpikir satu hal. Adanya suatu evolusi dalam teknik itu tentunya mensyaratkan adanya suatu pewarisan pengetahuan. Bila tidak ada pelestarian dan pewarisan ilmu pengetahuan, tentunya sulit ada perkembangan ke arah lebih baik. Namun evolusi berkesinambungan, seperti pada kasus pembanguna piramida di atas membuktikan bahwa terdapat pewarisan pengetahuan dari masing-masing generasi insinyur.

Oleh karena itu, bolehkan kita menduga bahwa terdapat semacam sekolah atau perguruan teknik di zaman Mesir Kuno yang bertugas mendidik para insinyur pembangun piramid? Institusi pendidikan merupakan wahana yang tepat sebagai pelestarian dan penyebaran pengetahuan. Kemungkinan perguruan tersebut bersifat ekslusif, yakni barangkali hanya diperuntukan bagi kelas pendeta dan keluarganya.

Saya menduga bahwa para calon insinyur akan mempelajari teknik-teknik pembangunan piramid, misalnya berapa yang dibutuhkan, konstruksi atau rancangan ruang makan dengan atapnya yang bertiingkat sehingga sanggup menahan beban berat, dan lain sebagainya. Mereka tentunya akan belajar pengetahuan-pengetahuan dan kegagalan rancangan sebelumnya. Apakah di zaman dahulu ada gambar teknik? Ini adalah suatu kemungkinan menarik. Bagaimana suatu bangunan besar dan rumit dapat diselesaikan tanpa gambar? Ataukah gambar itu hanya dibayangkan saja? Ini adalah misteri yang masih harus dipecahkan oleh para sejarawan teknik.

Terlepas dari semua pertanyaan tersebut, acara ini sangat bagus dan menambah wawasan.

Semoga bermanfaat.

Minggu, 25 Mei 2014

KITA SELALU HIDUP DI MASA LAMPAU

KITA SELALU HIDUP DI MASA LAMPAU

Ivan Taniputera
25 Mei 2014





Apakah Anda yakin bahwa Anda benar-benar dapat mengetahui apa yang terjadi "sekarang"? Hampir semua orang akan menjawab "ya." Namun apakah benar demikian? Jika Anda menyaksikan seseorang sedang berjalan di taman dan bintang yang berkedip-kedip di kejauhan, apakah peristiwa tersebut sungguh-sungguh terjadi "sekarang"? Marilah kita renungkan.

Kita mulai dengan indra penglihatan terlebih dahulu. Agar dapat melihat sesuatu kita memerlukan cahaya. Cahaya mengenai sebuah benda dan memantul kembali serta masuk ke mata kita. Selanjutnya dari mata dibawa ke otak melalui urat-urat syaraf, sehingga akhirnya kita sanggup melihat gambar tersebut. Demikianlah proses melihat secara sederhana. Namun kita jangan lupa bahwa perambatan cahaya dari benda ke mata kita juga memerlukan waktu. Meskipun cahaya merambat dengan sangat cepat (3 x 10^8 m/s), namun tetap saja perambatannya memerlukan waktu. Dengan kata lain, agar dapat melihat suatu obyek kasat mata, maka kita harus menunggu agar cahaya tersebut sampai ke mata kita. Selanjutnya kita harus menunggu pula agar gambaran tersebut sampai ke otak. Jadi terjadi penundaan secara eksternal maupun internal.

Bagi benda-benda yang relatif dekat, penundaan itu sangatlah singkat, tetapi bagi bintang-bintang yang sangat jauh, maka itu bisa berarti sangat lama. Contohnya adalah bintang yang berjarak 2 juta tahun cahaya dari bumi. Artinya agar dapat mencapai bintang tersebut dari bumi meskipun kita menggunakan roket yang berkecepatan cahaya, diperlukan waktu 2 juta tahun! Dengan demikian, cahaya bintang tersebut yang kita saksikan saat ini berasal dari 2 juta tahun lalu. Apabila kita ingin menyaksikan kondisi bintang tersebut "sekarang," maka kita harus menunggu 2 juta tahun lagi! Itulah sebabnya, bintang-bintang yang kita saksikan di langit saat ini adalah keadaannya beberapa juta tahun lalu, tergantung jaraknya dari bumi. Mungkin juga, saat ini bintang tersebut sudah tidak ada lagi.

Bunyi juga memerlukan waktu saat merambat dari sumber bunyi ke telinga kita. Kecepatan perambatan bunyi jauh lebih lambat dibanding cahaya. Itulah sebabnya kita menyaksikan kilatan petir terlebih dahulu dan setelah itu baru terdengar bunyinya. Cahaya petir lebih dahulu mencapai mata kita, ketimbang bunyinya mencapai telinga kita. Karena bunyi juga memerlukan waktu dalam mencapai telinga kita, maka suara yang kita dengar "sekarang" sesungguhnya berasal dari masa lampau. Kilat telah terjadi lebih dahulu, baru kita mendengar bunyinya. Hal yang sama berlaku pada mata, bunyi yang diterima telinga kemudian akan diteruskan ke otak, dimana hal itu juga memerlukan waktu. Jadi berlangsung waktu tunggu eksternal dan internal.

Begitu pula dengan bau yang berasal dari terlepasnya partikel-partikel suatu benda atau zat, dimana kemudian partikel-partikel itu diterima oleh reseptor pada hidung kita. Selanjutnya reseptor mengirim sinyal ke otak. Partikel merambat juga memerlukan waktu, begitu pula pengiriman sinyal dari reseptor. Terjadi pula waktu tunggu eksternal dan internal.

Barangkali yang tidak memerlukan waktu tunggu eksternal adalah indra peraba dan pengecap. Kita mengecap suatu cita rasa begitu makanan menempel pada lidah, jadi bersifat langsung. Tetapi reseptor pada lidah juga akan mengirim sinyal terlebih dahulu ke otak, sehingga tetap ada waktu tunggu internal. Hal yang sama berlaku pada indra peraba. Oleh karenanya, agar dapat mengecap atau meraba sesuatu, kita juga memerlukan waktu tunggu, yakni agar sinyal mencapai otak. Pada hewan-hewan berukuran besar seperti dinosaurus, mungkin sinyal-sinyal itu mencapai otak mereka dalam waktu lebih lama ketimbang manusia. Jadi misalkan ekor mereka terpotong, maka rasa sakitnya baru akan terasa beberapa waktu kemudian.

Berdasarkan kenyataan di atas, maka kita tidak akan pernah dapat mengetahui apa yang terjadi "sekarang." Kita akan senantiasa hidup di masa lampau.