Tampilkan postingan dengan label karma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karma. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 April 2025

FILSAFAT KEHIDUPAN: APAKAH KUTUKAN SAMA DENGAN KARMA?

 FILSAFAT KEHIDUPAN: APAKAH KUTUKAN SAMA DENGAN KARMA?

 

Ivan Taniputera

29 April 2025

 



Ada yang menanyakan apakah kutukan sama dengan karma? Artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut dari sudut pandang Agama Buddha. Sebelumnya, perlu dijelaskan terlebih dahulu bahwa kutukan di sini adalah kutukan yang diwariskan (kutukan turun temurun). Pertama-tama, kita akan membahas apa yang disebut hukum alam menurut Agama Buddha, yakni niyama. Terdapat lima niyama dalam Agama Buddha:

 

1.Utu Niyama

 

Merupakan hukum-hukum alam atau prinsip-prinsip yang mengatur kinerja segala sesuatu di alam semesta. Contohnya adalah berbagai hal yang dipelajari dalam ilmu fisika; misalnya hukum termodinamika, hukum Newton, dan lain sebagainya. Terjadinya angin darat dan angin laut juga diatur oleh niyama ini.

 

2.Bija Niyama

 

Merupakan hukum yang berkaitan dengan makhluk hidup, termasuk pewarisan genetika. Hukum ini yang menjadi penyebab mengapa biji kacang akan menumbuhkan pohon kacang dan bukan apel. Mengatur bahwa pohon mangga hanya membuahkan mangga dan bukan jambu.

 

3.Kamma atau Karma Niyama

 

Merupakan hukum yang mengatur kinerja karma; yakni menabur kebajikan akan menuai kebajikan dan menabur kejahatan akan menuai kejahatan.

 

4.Dhamma Niyama

 

Merupakan hukum yang mengatur berbagai fenomena di alam semesta yang lebih mendalam, seperti bergoncangnya sepuluh ribu sistem jagad raya saat dikandungnya seorang bodhisattva.

 

5.Citta Niyama

 

Merupakan hukum yang mengatur kinerja pikiran.

 

Kalau kita perhatikan niyama-niyama di atas, maka nampaknya kutukan yang diwariskan itu lebih dekat dengan Bija Niyama. Jadi kutukan itu adalah seperti genetika yang diwariskan. Hanya saja genetika ini tidak bersifat fisik atau materi.

 

Lalu apakah hubungan kutukan dengan karma? Kutukan yang diwariskan dengan karma tentu saja ada hubungannya. Anak dan orang tua memiliki kesesuaian karma. Menurut SUTRA YANG DISABDAKAN BUDDHA PADA ANANDA MENGENAI PERKEMBANGAN JANIN (Āyuṣmannandagarbhāvakrāntinirdeśasutra-Taisho Tripitaka 310 bagian ke-13), disebutkan bahwa agar seorang anak dapat terlahir di sebuah keluarga, maka ia harus memiliki kualitas pahala kebajikan yang sama dengan orang tuanya. Oleh karena itu, bila seseorang terlahir pada suatu keluarga yang membawa kutukan turun temurun, maka hal itu tentunya juga dikarenakan adanya karma yang mendukung atau selaras dengan karma orang tua/ leluhurnya, sehingga ia dapat terlahir di keluarga tersebut. Jadi sekali lagi, keduanya saling berkaitan.

 

Sampai di sini, kita sudah mengulas apa perbedaan antara kutukan dan karma serta kaitan di antara keduanya. Mungkin artikel ini agak sulit dipahami, tetapi jika dibaca serta direnungkan berulangkali tentunya akan dapat dipahami dengan baik. 
 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .


PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.
 

Sabtu, 05 April 2025

FILSAFAT KEHIDUPAN: SETELAH BANYAK BERBUAT BAIK DAN MEMBACA SUTRA ATAU DHARANI MALAH SERING BERMIMPI BURUK

 FILSAFAT KEHIDUPAN: SETELAH BANYAK BERBUAT BAIK DAN MEMBACA SUTRA ATAU DHARANI MALAH SERING BERMIMPI BURUK

 

Ivan Taniputera

5 April 2025

 



 

Beberapa waktu lalu, seseorang bertanya pada saya mengenai mengapa setelah ia banyak berbuat baik, malah sering bermimpi buruk. Sementara itu, ada pula orang lain yang menanyakan mengapa setelah rajin membaca Sutra atau Dharani malah sering mengalami mimpi buruk. Apakah ada yang salah? Ini merupakan pertanyaan yang sangat menarik. Pada artikel ini saya akan mencoba menjawabnya.

 

Kalau menurut pandangan saya, mimpi buruk tersebut justru merupakan pertanda baik. Ini merupakan wujud pemenuhan atau matangnya karma buruk. Jadi karma buruk itu dimatangkan dalam mimpi buruk sebagaimana dialami seseorang. Saat mengalami mimpi, seseorang juga mengalami segala bentuk emosi, seolah-olah seperti di dunia nyata. Jadi, apakah bedanya? Seorang filosof China kuno yang bernama Zhuangzi pernah berkata, “Saya tidak tahu apakah Zhuangzi yang bermimpi menjadi kupu-kupu ataukah kupu-kupu yang bermimpi menjadi Zhuangzi.

 

Saat seorang bermimpi buruk, maka ia mengalami segala bentuk emosi negatif, seolah-olah hal itu sungguh-sungguh terjadi. Dalam mimpi buruk, ia akan merasakan kesedihan, ketakutan, kekhawatiran, kemarahan, keputusasaan, dan lain sebagainya. Tidak ada bedanya dengan dunia nyata. Itulah sebabnya, kalau Anda disuruh memilih antara mengalami buah karma buruk di kehidupan nyata atau dalam mimpi. Mana yang Anda pilih? Tentu lebih baik mengalami buah karma buruk dalam bentuk mimpi, bukan? Mana yang lebih baik, mengalami luka-luka secara fisik di dunia nyata atau mengalami luka-luka dalam mimpi?

 

Perbuatan bajik yang Anda alami telah mengurangi kekuatan buah karma buruk tersebut, sehingga cukup dialami dalam mimpi saja. Karena itu, Anda justru sebaiknya semakin rajin dan gencar melakukan kebajikan tersebut. Jangan malah takut apalagi mundur. Begitu pula kalau Anda membaca Sutra atau Dharani. Harus semakin gencar membacanya. Kekuatan pembacaan Sutra atau Dharani tersebut telah meringankan buah karma buruk, sehingga Anda cukup hanya menerimanya dalam mimpi.

 

Sampai di sini, kita hendaknya menyadari bahwa mimpi-mimpi buruk itu jangan dipandang sebagai pembawa pertanda negatif. Justru sebaliknya. Itu memperlihatkan bahwa segenap kebajikan dan praktik spiritual yang kita lakukan mulai membuahkan hasil. Teruskan berbuat bajik dan membaca Sutra atau Dharani. Anda pasti akan mendapatkan kebaikan pula. 
 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .


PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.
 

Senin, 19 Februari 2024

JAWABAN PERTANYAAN APAKAH KARMA BERASAL DARI DIRI SENDIRI ATAU WARISAN LELUHUR

JAWABAN PERTANYAAN APAKAH KARMA BERASAL DARI DIRI SENDIRI ATAU WARISAN LELUHUR

.

Ivan Taniputera

19 Februari 2024

.

 

.

Saya baru saja mendapatkan pertanyaan sebagai berikut dari seorang klien: 

"Suhu mohon pencerahannya . Apakah setiap karma ( baik buruk atau baik ). Itu krn perbuatan kita sendiri di masa lampau atau krn ( terbawa ) karma leluhur di atas kita ?"

Ini merupakan pertanyaan yang menarik. Saya akan menjawab pertanyaan ini berdasarkan Agama Buddha, yakni dengan menggali terlebih dahulu apa yang disampaikan Buddha terkait karma. Pertama-tama, kita akan mengutip Dhammapada 165:

"Oleh diri sendiri kejahatan dilakukan, oleh diri sendiri seseorang menjadi suci. Suci atau tidak suci tergantung pada diri sendiri. Tak seseorang pun dapat mensucikan orang lain.

Selanjutnya, kita akan mengutip pula apa yang disampaikan Yang Arya Nagasena dalam Milindapanha

"Tindakan baik dan buruk yang dilakukan seseorang akan senantiasa mengikutinya; laksana bayangan selalu mengikuti tubuh."

Berdasarkan dua kutipan di atas, maka nampak jelas bahwa buah perbuatan seseorang itu akan dituai sendiri oleh orang tersebut. Jadi jawabannya menurut Ajaran Buddha sudah jelas, yakni karma itu berasal dari tindakan yang dilakukan diri sendiri. 

.

Kendati demikian, ada fenomena yang tidak jarang terjadi di tengah masyarakat, bahwa seolah-olah kemalangan atau kebaikan sebagaimana dialami seseorang itu merupakan "warisan" leluhurnya. Sebagai contoh, ada kisah atau riwayat mengenai suatu keluarga yang  berbuat kebaikan, dimana kaum keturunannya selalu hidup sejahtera. Sebaliknya, ada pula kisah atau riwayat mengenai suatu keluarga yang berbuat kejahatan di masa lalu, sehingga keturunannya sering mengalami musibah atau hal-hal buruk. Kisah atau riwayat semacam ini sebenarnya agak sulit diverifikasi kebenarannya. Sebagai pertanyaan, apakah benar seluruh keturunannya hidup sejahtera atau mengalami kemalangan? Kalau kita anggap saja benar, maka apakah segenap kebaikan atau keburukan itu merupakan "warisan" dari leluhurnya? Kasus lain lebih nyata adalah seseorang yang menerima warisan kekayaan dari orang tuanya atau leluhurnya atau seseorang yang hidupnya menjadi sulit sebagai hukuman atas perbuatan yang dilakukan leluhurnya. Sebagai contoh, pada berbagai peradaban kuno, jika seseorang melakukan kesalahan besar pada raja (misalnya menerbitkan pemberontakan), maka seluruh keturunannya akan dieksekusi.

.

Perlu dijelaskan terlebih dahulu bahwa apa yang disebut disebut "warisan" itu adalah sesuatu yang didapatkan dari orang lain (dalam hal ini leluhur) dan bukan merupakan upaya atau  buah perbuatan orang itu sendiri. Jadi, kalau kita kembali pada apa yang diajarkan oleh Buddha, maka karma atau buah perbuatan itu tidak bisa diwariskan serta dialihkan ke orang lain. Apabila demikian halnya, maka bagaimana menjelaskan fenomena sebagaimana disebutkan di atas? Kita akan memaparkan berbagai kemungkinan sebagai berikut.

.

Pertama, apabila ada seseorang yang terlahir di keluarga kaya atau makmur, maka bisa jadi hal itu dikarenakan ada kesamaan frekuensi atau tingkatan energi  dengan keluarga tersebut. Dengan demikian, terjadi kesamaan kualitas karma di sini. Jadi, yang membawa orang itu terlahir di keluarga kaya dan mewarisi kekayaan keluarga adalah tetap karmanya sendiri. Begitu pula orang yang terlahir di keluarga miskin atau bermasalah. Semua itu dapat terjadi karena adanya persamaan kualitas karma. Kedua, bisa jadi yang terlahir dalam sebuah keluarga itu adalah leluhur keluarga itu sendiri. Jadi, ia menuai buah karmanya dengan terlahir di keluarganya sendiri. Sebagai contoh, seorang kakek yang banyak mengumpulkan pahala kebajikan, sehingga keturunannya hidup bahagia, terlahir kembali di tengah keluarga keturunannya yang makmur, dimana  ini juga dimungkinkan karena adanya kesamaan atau kesetaraan kualitas karma. 

Sampai di sini kita sudah menjawab pertanyaan di atas secara jelas. Sebagai penutup, kita akan mengulangi kembali bahwa karma itu berasal dari diri sendiri dan tidak dapat dialihkan atau diwariskan pada orang lain.  Itulah sebabnya, hal ini hendaknya mendorong serta menyemangati kita agar senantiasa menanam benih kebajikan.

Kamis, 20 Februari 2020

KESAKSIAN: PENDAPATAN MENINGKAT SETELAH MENGGUNAKAN GAMBAR WALLPAPER RANCANGAN SAYA


KESAKSIAN: PENDAPATAN MENINGKAT SETELAH MENGGUNAKAN GAMBAR WALLPAPER RANCANGAN SAYA.
.
Ivan Taniputera.
21 Februari 2020.
.
Seseorang memberitahukan pada saya kesaksian menggunakan salah satu gambar wallpaper yang pernah saya posting sebagai berikut.
.
 
.
Ia menggunakannya pada layar telefon genggamnya.
.
 
.
Ia memberitahukan pada saya bahwa setelah menggunakan gambar wallpaper tersebut, penjualannya mengalami peningkatan. Selain itu, barang lama yang sulit laku juga tiba-tiba dapat terjual. Keberuntungan lain yang dijumpainya adalah mendapatkan pengalihan sewa kios dengan harga murah.
.
Berikut ini adalah kesaksian selengkapnya.
.
 
.
 
.
 
.
Berikut ini adalah transkripsinya:
.
SESEORANG:
banjir orderan jualanya lumayan gampang ya intinya banyak order
barang lama kaga laku2 tiba ada yg pesen
.
SAYA:
Iya barang yang dijual elektronik ya?
.
SESEORANG:
emng arti gambarnya apa saya juga gak tahu
acc handphone guci keramik gitu2
.
SAYA:
Wah itu cocok. Gambar itu untuk meningkatkan elemen Api dan Tanah.
Hp masuk Api dan guci keramik elemen Tanah.
.
SESEORANG:
ohh dpt operan kios murah juga sih om
oper sewa
bukan beli.
.
SAYA:
Iya elemen Api dan Tanah
Saya buat artikel ya.
.
SESEORANG:
silahkan om.
.
Saya akan memberikan penjelasan tambahan sebagai berikut. Barangkali ada yang bertanya mengapa memasang gambar pemancar energi keberuntungan sebagai wallpaper telefon genggam merupakan suatu metoda yang sangat efektif. Saya dapat memberikan penjelasan yang logis dan masuk akal sebagai berikut. Ingat bahwa layar telefon genggam Anda memancarkan sinar atau radiasi. Itulah sebabnya energi positif gambar pembawa energi keberuntungan yang Anda pergunakan sebagai wallpaper telefon genggam Anda akan memancar pada Anda dalam bentuk sinar atau radiasi. Setiap memandang layar telefon genggam, Anda akan disinari dengan energi positif pembawa keberuntungan. Akibatnya aura keberuntungan Anda akan semakin kuat.
.
Hal yang sebaliknya juga berlaku. Jika Anda memasang gambar wallpaper yang membawa nuansa negatif, energi pembawa keburukan juga akan terpancar pada Anda. Karenanya, penting sekali agar Anda senantiasa memasang gambar wallpaper bernuansa positif.
.
Sesungguhnya, keberuntungan yang diperoleh setelah memasang gambar sebagai wallpaper telefon genggam Anda itu berasal dari karma bajik Anda sendiri. Gambar rancangan saya ibaratnya hanya berfungsi sebagai penguat sinyal atau pemicu saja. Dengan demikian, penting sekali senantiasa menabur kebajikan, sehingga keberuntungan Anda terus mengalir.
.
Dengan memberikan kesaksian, Anda juga telah menabur kebajikan, karena barangkali kesaksian Anda dapat membuka berbagai wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi para pembaca. Jangan segan-segan memberikan kesaksian sebagai penyemangat bagi sesama. Tanamlah kebajikan bagi diri Anda sendiri dan sesama melalui kesaksian yang Anda berikan. Artikel-artikel semacam ini juga timbul dari kesaksian Anda.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .
.
 
.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.