Tampilkan postingan dengan label Buddhisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buddhisme. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2024

JAWABAN PERTANYAAN APAKAH KARMA BERASAL DARI DIRI SENDIRI ATAU WARISAN LELUHUR

JAWABAN PERTANYAAN APAKAH KARMA BERASAL DARI DIRI SENDIRI ATAU WARISAN LELUHUR

.

Ivan Taniputera

19 Februari 2024

.

 

.

Saya baru saja mendapatkan pertanyaan sebagai berikut dari seorang klien: 

"Suhu mohon pencerahannya . Apakah setiap karma ( baik buruk atau baik ). Itu krn perbuatan kita sendiri di masa lampau atau krn ( terbawa ) karma leluhur di atas kita ?"

Ini merupakan pertanyaan yang menarik. Saya akan menjawab pertanyaan ini berdasarkan Agama Buddha, yakni dengan menggali terlebih dahulu apa yang disampaikan Buddha terkait karma. Pertama-tama, kita akan mengutip Dhammapada 165:

"Oleh diri sendiri kejahatan dilakukan, oleh diri sendiri seseorang menjadi suci. Suci atau tidak suci tergantung pada diri sendiri. Tak seseorang pun dapat mensucikan orang lain.

Selanjutnya, kita akan mengutip pula apa yang disampaikan Yang Arya Nagasena dalam Milindapanha

"Tindakan baik dan buruk yang dilakukan seseorang akan senantiasa mengikutinya; laksana bayangan selalu mengikuti tubuh."

Berdasarkan dua kutipan di atas, maka nampak jelas bahwa buah perbuatan seseorang itu akan dituai sendiri oleh orang tersebut. Jadi jawabannya menurut Ajaran Buddha sudah jelas, yakni karma itu berasal dari tindakan yang dilakukan diri sendiri. 

.

Kendati demikian, ada fenomena yang tidak jarang terjadi di tengah masyarakat, bahwa seolah-olah kemalangan atau kebaikan sebagaimana dialami seseorang itu merupakan "warisan" leluhurnya. Sebagai contoh, ada kisah atau riwayat mengenai suatu keluarga yang  berbuat kebaikan, dimana kaum keturunannya selalu hidup sejahtera. Sebaliknya, ada pula kisah atau riwayat mengenai suatu keluarga yang berbuat kejahatan di masa lalu, sehingga keturunannya sering mengalami musibah atau hal-hal buruk. Kisah atau riwayat semacam ini sebenarnya agak sulit diverifikasi kebenarannya. Sebagai pertanyaan, apakah benar seluruh keturunannya hidup sejahtera atau mengalami kemalangan? Kalau kita anggap saja benar, maka apakah segenap kebaikan atau keburukan itu merupakan "warisan" dari leluhurnya? Kasus lain lebih nyata adalah seseorang yang menerima warisan kekayaan dari orang tuanya atau leluhurnya atau seseorang yang hidupnya menjadi sulit sebagai hukuman atas perbuatan yang dilakukan leluhurnya. Sebagai contoh, pada berbagai peradaban kuno, jika seseorang melakukan kesalahan besar pada raja (misalnya menerbitkan pemberontakan), maka seluruh keturunannya akan dieksekusi.

.

Perlu dijelaskan terlebih dahulu bahwa apa yang disebut disebut "warisan" itu adalah sesuatu yang didapatkan dari orang lain (dalam hal ini leluhur) dan bukan merupakan upaya atau  buah perbuatan orang itu sendiri. Jadi, kalau kita kembali pada apa yang diajarkan oleh Buddha, maka karma atau buah perbuatan itu tidak bisa diwariskan serta dialihkan ke orang lain. Apabila demikian halnya, maka bagaimana menjelaskan fenomena sebagaimana disebutkan di atas? Kita akan memaparkan berbagai kemungkinan sebagai berikut.

.

Pertama, apabila ada seseorang yang terlahir di keluarga kaya atau makmur, maka bisa jadi hal itu dikarenakan ada kesamaan frekuensi atau tingkatan energi  dengan keluarga tersebut. Dengan demikian, terjadi kesamaan kualitas karma di sini. Jadi, yang membawa orang itu terlahir di keluarga kaya dan mewarisi kekayaan keluarga adalah tetap karmanya sendiri. Begitu pula orang yang terlahir di keluarga miskin atau bermasalah. Semua itu dapat terjadi karena adanya persamaan kualitas karma. Kedua, bisa jadi yang terlahir dalam sebuah keluarga itu adalah leluhur keluarga itu sendiri. Jadi, ia menuai buah karmanya dengan terlahir di keluarganya sendiri. Sebagai contoh, seorang kakek yang banyak mengumpulkan pahala kebajikan, sehingga keturunannya hidup bahagia, terlahir kembali di tengah keluarga keturunannya yang makmur, dimana  ini juga dimungkinkan karena adanya kesamaan atau kesetaraan kualitas karma. 

Sampai di sini kita sudah menjawab pertanyaan di atas secara jelas. Sebagai penutup, kita akan mengulangi kembali bahwa karma itu berasal dari diri sendiri dan tidak dapat dialihkan atau diwariskan pada orang lain.  Itulah sebabnya, hal ini hendaknya mendorong serta menyemangati kita agar senantiasa menanam benih kebajikan.

Sabtu, 16 Juli 2022

KEBENCIAN YANG MEMBENCI

 

KEBENCIAN YANG MEMBENCI
.
Ivan Taniputera
17 Juli 2022
.
Aku adalah pembenci kebencian. Kebencianku terhadap kebencian adalah begitu besarnya. Apakah kebencian terhadap kebencian itu bukan kebencian? Tentu saja itu adalah juga kebencian. Apakah aku harus membenci kebencianku terhadap kebencian? Dengan demikian, aku bertambah kebencian lagi, yakni kebencian terhadap kebencian terhadap kebencian. Apakah kebencian terhadap kebencian terhadap kebencian itu bukan kebencian? Jelas itu adalah kebencian juga bukan? Aku tambah satu lagi kebencian, yakni kebencian terhadap kebencian terhadap kebencian terhadap kebencian. Apakah kebencian terhadap kebencian terhadap kebencian terhadap kebencian itu bukan kebencian? Tentu saja ia adalah juga bentuk kebencian. Astaga! Tambah satu kebencian lagi, yaitu kebencian terhadap kebencian terhadap kebencian terhadap kebencian terhadap kebencian.............
.
Bagi yang telah memahami hal di atas, tentu akan mengerti mengapa Buddha mengajarkan: "KEBENCIAN TIDAK DAPAT DIAKHIRI DENGAN KEBENCIAN. KEBENCIAN HANYA DAPAT DIAKHIRI DENGAN KETIDAKBENCIAN." (Ivan Taniputera. 17 Juli 2022).

Kamis, 26 Januari 2017

SUTRA AVALOKITESVARA RAJA GAO

SUTRA AVALOKITESVARA RAJA GAO.
.
佛說高王觀世音經

Fo shuō gāo wáng guānshìyīn jīng
Taisho Tripitaka 2898
.


.
Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputera.
.
CATATAN PENERJEMAHAN BAHASA INDONESIA.
.
Pada terjemahan ini akan dicantumkan pula lafal bahasa Hokkian sebagai perbandingan. Adapun lafal bahasa Hokkian diambil dari naskah-naskah Fo Shuo Gao Wang Guanshiyin Jing yang banyak terdapat di berbagai kuil.
Sutra ini boleh diperbanyak dan disebar luaskan, dengan TIDAK MENGUBAH apa pun (tanpa menambah dan mengurangi apa pun) sebagaimana yang tercantum di sini-baik dari awal hingga akhir.
Segenap pahala kebajikan yang didapatkan dari penerjemahan Sutra ini akan dilimpahkan bagi Guru, Buddha, Dharma, Sangha, Leluhur, bangsa dan negara, serta semua makhluk.

世音菩薩。南無佛。南無法。南無僧。
Mandarin: Guānshìyīn púsà. Námó fo. Námó fǎ. Ná mó sēng.
Cara baca lafal Mandarin: Kuan Se In Bu Sa. Namo Fo. Namo Fa. Namo Seng.
.
Hokkian: Kwan Sie Im Pou Sat, Lam Boe Hoet, Lam Boe Hoat, Lam Boe Tjeng.
.
Terjemahan: Bodhisattva Avalokitesvara. Namo Buddhaya, Namo Dharmaya, Namo Sanghaya.
.
佛國有緣。佛法相因。常樂我淨。有緣佛法。
Mandarin: Fo guó yǒuyuán. Fófǎ xiāng yīn. Cháng lè wǒ jìng. Yǒuyuán fófǎ.
Cara baca lafal Mandarin: Fo kuo yu yuen. Fo fa siang in. Jang le wo cing. Yu yuen fo fa.
.
Hokkian: Hoet Kok Joe Jan. Hoet Hoat Siang In. Siang Kok Ngo Tjeng. Joe Jan Hoet Hoat.
.
Terjemahan: Mempunyai jodoh dengan Tanah Buddha (Negeri Buddha), maka ia akan menjalankan Buddhadharma. Dengan senantiasa bersukacita mewujudkan kemurnian diri, berarti mempunyai jodoh dengan Buddhadharma.
.
南無摩訶般若波羅蜜。是大神呪。南無摩訶般若波羅蜜。是大明呪。南無摩訶般若波羅蜜。是無上呪. 南無摩訶般若波羅蜜。是無等等呪。
Mandarin: Námó mó hē bōrě bōluómì. Shì dà shénzhòu. Námó mó hē bōrě bōluómì. Shì dàmíng zhòu. Námó mó hē bōrě bōluómì. Shì wú shàng zhòu. Námó mó hē bōrě bōluómì. Shì wú děng děng zhòu.
Cara baca lafal Mandarin: Namo mo he po ye po luo mi. Se ta sen cou. Namo mo he po ye po luo mi. Se ta ming cou. Namo mo he po ye po luo mi. Se u sang cou. Namo mo he po ye po luo mi. Se u teng teng cou.
.
Hokkian: Lam Boe Mo Ho Poan Djiat Po Lo Bit, Sie Taij Sin Tjioe. Lam Boe Mo Ho Poan Djiat Po Lo Bit, Sie Taij Beng Tjioe. Lam Boe Mo Ho Poan Djiat Po Lo Bit, Sie Boe Siang Tjioe. Lam Boe Mo Ho Poan Djiat Po Lo Bit, Sie Boe Teng Teng Tjioe.
.
Terjemahan: Namo Maha Prajnaparamita adalah mantra kekuatan agung. Namo Maha Prajnaparamita adalah mantra kegemilangan agung. Namo Maha Prajnaparamita adalah mantra tiada yang melebihinya. Namo Maha Prajnaparamita adalah mantra yang tiada menyamainya.
.
南無淨光祕密佛。法藏佛。師子吼神足由王佛。佛告須彌登王佛。法護佛
Mandarin: Námó jìng guāng bìmì fo. Fǎcáng fo. Shī zi hǒu shénzú yóu wáng fo. Fo gào xū mí dēng wáng fo. Fǎ hù fo
Cara baca lafal Mandarin: Namo cing kuang pi mi fo. Fa jang fo. Se ce hou sen cu yu wang fo. Fo kao su mi teng wang fo. Fa hu fo.
.
Hokkian: Lam Boe Tjeng Kong Pie Bit Hoet. Hoat Tjong Hoet. See Tjoe Kong Hoet. Tjiak Joe Ong Hoet. Hoet Sie Mie Teng Ong Hoet. Hoat Hok Hoet.
.
Terjemahan: Namo Buddha Kegemilangan Jernih Nan Paling Rahasia. Buddha Perbendaharaan Dharma. Buddha Raja Auman Singa Sangat Cepat. Buddha Gunung Sumeru nan Tinggi Yang Dibabarkan Buddha. Buddha Pelindung Dharma (Dharmapala).
.
金剛藏師子游戲佛。寶勝佛。神通佛。藥師琉璃光王佛。普光功德山王佛。善住功德寶王佛。過去七佛。
Mandarin: Jīngāng cáng shī zǐ yóuxì fo. Bǎo shèng fo. Shéntōng fo. Yàoshī liúlí guāng wáng fo. Pǔguāng gōngdé shānwáng fo. Shàn zhù gōngdé bǎo wáng fo. Guòqù qī fo.
Cara baca lafal Mandarin: Cin kang jang se ce yu si fo. Pao seng fo. Sen dung fo. Yao se liu li kuang wang fo. Bu kuang kung te san wang fo. San cu kung te pao wang fo. Kuo chi ji fo.
.
Hokkian: Kim Kong Tjong Soe Tjioe Joe Hie Hoet. Po Sin Hoet. Pin Tong Hoet. Jok Soe Lioe Lie Kong Hoet. Pou Kong Kong Tek San Ong Hoet. Sian Tjioe Kong Tek Po Ong Hoet. Ko Ki Ki Hoet.
.
Terjemahan: Buddha Perbendaharaan Vajra Singa Yang Berjalan Ke mana-mana. Buddha Kejayaan Nan Berharga. Buddha Kekuatan Ajaib. Buddha Raja Pengobatan Kristal nan Jernih. Buddha Raja Cahaya dan Pahala Kebajikan Memancar ke Seluruh Penjuru. Buddha Raja Permata Kebaikan dan Pahala Kebajikan. Tujuh Buddha Masa lalu.
.
未來賢劫千佛。千五百佛。萬五千佛。五百花勝佛。百億金剛藏佛。定光佛。六方六佛名號
Mandarin: Wèilái xián jié qiān fo. Qiān wǔbǎi fo. Wàn wǔqiān fo. Wǔbǎi huā shèng fo. Bǎi yì jīngāng cáng fo. Dìngguāng fo. Liùfāng liù fo mínghào
Cara baca lafal Mandarin: Wei lai sien cie jien fo. Jien u pai fo. Wan u jien fo. U pai hua seng fo. Pai i cin kang jang fo. Ting kuang fo. Liu fang liu fo ming hao.
.
Hokkian: Bi Laij Kian Kiap Tjian Hoet. Tjian Ngo Pek Hoet. Ban Ngo Tjian Hoet. Ngo Pek Hoat Seng Hoet. Pek Ek Kwie Kong Tjong Hoet. Teng Kong Hoet. Liok Hong Liok Hoet Beng Ho.
.
Terjemahan: Seribu Buddha yang akan datang selama Kalpa Keberuntungan (Bhadrakalpa). Seribu lima ratus Buddha. Lima belas ribu Buddha. Lima Ratus Buddha Kejayaan. Seratus juta Buddha Perbendaharaan Vajra. Buddha Dipamkara. Berikut ini adalah nama-nama Buddha di enam penjuru.
.
東方寶光月殿月妙尊音王佛。南方樹根花王佛。西方皂王神通焰花王佛。北方月殿清淨佛。上方無數精進寶首佛。下方善寂月音王佛.
Mandarin: Dōngfāng bǎo guāng yuè diàn yuè miào zūn yīn wáng fo. Nánfāng shù gēn huāwáng fo. Xīfāng zào wáng shéntōng yàn huāwáng fo. Běifāng yuè diàn qīngjìng fo. Shàngfāng wúshù jīngjìn bǎo shǒu fo. Xiàfāng shàn jì yuè yīn wáng fo.
Cara baca lafal Mandarin: Tung fang pao kuang ye tien ye miao cuen in wang fo. Nan fang su ken hua wang fo. Si fang cao wang sen tung yen hua wang fo. Pei fang ye tien jing cing fo. Sang fang u su cing cin pao sou fo. Sia fang san ci ye in wang fo.
 
Hokkian: Tong Hong Po Kong Goat Tian Goat Biauw Tjoen Im Ong Hoet. Lam Hong Sie Kin Hoa Ong Hoet. See Hong Tjo Ong Sin Tong Ham Hoa Ong Hoet. Pak Hong Goat Tian Tjeng Tjeng Hoet. Siang Hong Boe Sou Tjeng Tjin Po Sioe Hoet. Hee Hong Siang Siok Goat Im Ong Hoet.
.
Terjemahan:
Di penjuru timur Buddha Raja Kegemilangan Mestika Istana Rembulan Suara Mulia Sejati Rembulan.
Di penjuru selatan Buddha Raja Akar Pohon Bunga.
Di penjuru barat Buddha Raja Pembersih Raja Kekuatan Ajaib Bunga Menyala.
Di penjuru utara Buddha Istana Kemurnian Rembulan.
Di penjuru atas Buddha Permata Mahkota Kejernihan Yang Tiada Terhitung.
Di penjuru bawah Buddha Raja Suara Kebaikan Ketenangan Rembulan.
.
無量諸佛。 多寶佛。釋迦牟尼佛。彌勒佛。阿閦佛。彌陀佛。
Mandarin: Wúliàng zhū fo. Duō bǎo fo. Shìjiā móu ní fó. Mílè fo. Ā chù fo. Mítuó fó.
Cara baca lafal Mandarin: U liang cu fo. Tuo pao fo. Se cia mo ni fo. Mi le fo. A chu fo. Mi duo fo.
.
Hokkian: Boe Liang Tjoe Hoet. Too Po Hoet. Sek Ka Bou Nie Hoet. Mie Lek Hoet. O Tjee Hoet. O Mie To Hoet.
.
Terjemahan: Para Buddha yang tiada terbilang jumlahnya. Buddha Prabhutaratna. Buddha Sakyamuni. Buddha Maitreya. Buddha Aksobhya. Buddha Amitabha.
.
中央一切眾生。在佛世界中者。行住於地上。及在虛空中。慈憂於一切眾生。各令安穩休息。晝夜修持。心常求誦此經。能滅生死苦。消伏於毒害。
Mandarin: Zhōngyāng yīqiè zhòngshēng. Zài fo shìjiè zhōng zhě. Xíng zhù wū dìshàng. Jí zài xūkōng zhōng. Cí yōu wū yīqiè zhòngshēng. Gè lìng ānwěn xiūxí. Zhòuyè xiū chí. Xīn cháng qiú sòng cǐ jīng. Néng miè shēngsǐ kǔ. Xiāo chú zhū dúhài.
Cara baca lafal Mandarin: Cung yang i cie cung seng. Cai fo se cie cung ce. Sing cu u ti sang. Ci cai si gong cung. Ce yu wu i cie cung seng. Ke ling an wen siu si. Cou ye siu ce. Sin jang ciu sung ce cing. Neng mie seng se gu. Siao cu cu tu hai.
.
Hokkian: Tiong Jang It Tjiat Tjiong Seng. Taij Hoet Sie Kaij Tjia Heng Tjoe Ie Te Siang. Kip Tjaij Hie Kong tiong. Tjoe Joe Ie Tjiat Tjiong Seng. Kok Leng An In Hioe Sit. Tioe Ja Sioe Ti. Lim Siang Kia Song Tjoe Keng Leng Biat Seng See Kou. Siauw Hok Ie Tok Haij.
.
Terjemahan: Seluruh makhluk yang berada di Jambudvipa (dunia) ataupun di Tanah Buddha. Baik bergerak di muka bumi atau di angkasa. Mencurahkan belas kasih pada semua makhluk. Melimpahkan kedamaian beserta ketenangan pada mereka, sehingga baik siang dan malam dapat melatih diri. Dengan sepenuh hati melafalkan sutra ini, dapat membebaskan diri dari segenap penderitaan akibat kelahiran dan kematian. Menyirnakan segenap penderitaan.
.
那摩大明觀世音。觀明觀世音。高明觀世音。開明觀世音。
Mandarin: Nà mó dàmíng guānshìyīn. Guān míng guānshìyīn. Gāomíng guānshìyīn. Kāimíng guānshìyīn.
Cara baca lafal Mandarin: Na mo ta ming kuan se in. Kuan ming kuan se in. Kao ming kuan se in. Gai ming kuan se yin.
.
Hokkian: Nah Moo Taij Beng Kwan Sie Im, Kwan Beng Kwan Sie Im. Ko Beng Kwan Sie Im. Kaij Beng Kwan Sie Im. 
.
Terjemahan: Namo Bodhisattva Avalokitesvara Kegemilangan Agung. Bodhisattva Avalokitesvara Pendengar Agung. Bodhisattva Avalokitesvara Yang Paling Gemilang. Bodhisattva Avalokitesvara Pembuka Kegemilangan.
.
藥王菩薩。藥上菩薩。文殊師利菩薩。普賢菩薩。虛空藏菩薩。地藏菩薩。清涼寶山億萬菩薩。普光王如來化勝菩薩。念念誦此偈。七佛世尊。即說呪曰:
Mandarin: Yào wáng púsà. Yào shàng púsà. Wénshū shī lì púsà. Pǔ xián púsà. Xūkōng cáng púsà. Di cáng púsà. Qīngliáng bǎoshān yì wàn púsà. Pǔguāng wang rúlái huà shèng púsà. Niàn niàn sòng cǐ jìng. Qī fo shìzūn. Jí shuō zhòu yuē:
Cara baca lafal Mandarin: Yao wang bu sa. Yao sang bu sa. Wen su se li bu sa. Bu sien bu sa. Si gong jang bu sa. Ti jang bu sa. Jing liang pao san i wan bu sa. Bu kuang ru lai hua seng bu sa. Nien nien sung ce cing. Ji fo se cuen. Ci suo cou ye:
.
Hokkian: Jo Ong Pou Sat. Jo Siang Pou Sat. Boen Tjoe Sioe Lie Pou Sat. Pau Hian Pou Sat. Hi Kong Tjong Pou Sat. The Tjong Ong Pou Sat. Tjeng Liang Pe San It Ban Pou Sat. Pou Kong Ong Djie Laij Hoa Sin Pou Sat. Liam Liam Siong Tjoe Keng. Tjit Hoet Sie Tjoen Tjek Soat Tjioe Wat.
.
Terjemahan: Bodhisattva Bhaisajyaraja. Bodhisattva Bhaisajayasamudgata. Bodhisattva Manjushri. Bodhisattva Samantabhadra. Buddhisattva Akasagarbha. Bodhisattva Kshitigarbha. Sepuluh ribu Bodhisattva Kesejukan Gunung Mestika. Bodhisattva Mulia Raja Tathagata Cahaya Memancar Ke mana-mana. Senantiasa membaca Sutra ini. Berikut ini adalah mantra Tujuh Buddha:
.
離波離波帝。求訶求訶帝。陀羅尼帝。尼訶羅帝。毘離尼帝。摩訶迦帝。真靈虔帝。娑婆訶
Mandarin: Lí bō lí bō dì. Qiú hē qiú hē dì. Tuóluóní dì. Ní hē luó dì. Pí lí ní dì. Mó hē jiā dì. Zhēn líng qián dì. Suōpó hē 
.
Hokkian: Li Po Li Po Tee. Kioe Ho Kioe Ho Tee. To Lo Nie Tee. Nie Ho Lo Tee. Pin Lie Nie Tee. Mo O Ka Tee. Tjin Leng Kian Tee. So Po Ho.
 
PUJIAN:
.
十方觀世音 一切諸菩薩 誓願救眾生
Mandarin: Shí fāng guānshìyīn yīqiè zhū púsà shìyuàn jiù zhòngshēng 
Cara baca lafal Mandarin: Se fang kuan se in. I cie cu bu sa. Se yuen ciu cung seng.
.
Hokkian: Sip Hong Kwan Sie Im. It Tjiat Tjioe Pou Sat. Sie Goan Kioe Tjiong Seng.
Terjemahan: Sepuluh penjuru Avalokitesvara dan seluruh Bodhisattva telah berikrar menolong para makhluk. 
.
稱名悉解脫 若有智慧者 慇懃為解脫
Mandarin: Chēng míng xī jiětuō ruò yǒu zhìhuì zhě yīnqín wèi jiětuō
Cara baca lafal Mandarin: Ceng ming si cie duo. Ruo yu ce hui ce. In cin wei cie duo.
.
Hokkian: Tjeng Beng Sit Kaij Toat. Djiat Joe Hok Pok Tjia. In Kim Wie Kap Soat.
.
Terjemahan: Jika menyerukan nama Mereka akan mendapatkan pembebasan. Apabila memiliki kebijaksanaan dan melatih kesadaran pikiran akan memperoleh pembebasan.
.
但是有因緣 讀誦口不綴 誦經滿千遍
Mandarin: Dànshì yǒu yīnyuán dú sòng kǒu bù zhui sòng jīng mǎn qiān biàn
Cara baca lafal Mandarin: Tan se yu in yuen. Tu song gou pu cui. Sung cing man jien pien.
.
Hokkian: Tan Sin JoeIn Jan. Tok Siong Koe Poet Toat. Siong Keng Boan Tjian Tian.
.
Terjemahan: Barangsiapa yang memiliki jodoh karma. Membaca dan melafalkannya tanpa henti, yakni hingga seribu kali. 
.
念念心不絕 火焰不能傷 刀兵立摧折
Mandarin: Niàn niànxin bù jué huǒyàn bùnéng shāng dāobīng lì cuīzhé
Cara baca lafal Mandarin: Nien nien sin pu cue. Huo yen pu neng sang. Tao ping li jui ce.
.
Hokkian: Liam Liam Sin Poet Tjoat. Hwee Ham Poet Leng Siang. To Peng Lip Tjoei Tjiat.
.
Terjemahan: Terus melafalkan dengan batin tiada goyah. Marabahaya api tiada sanggup mencelakai. Pedang tajam akan hancur berantakan. 
.
恚怒生歡喜 死者變成活 莫言此是虛 諸佛不妄說
Mandarin: Huì nù shēng huānxǐ sǐzhě biànchéng huó mòyán cǐ shì xū. Zhū fo bù wàngshuō
Cara baca lafal Mandarin: Hue nu seng huan si. Se ce pian ceng huo. Mo yen ce se si. Cu fo pu wang suo.
.
Hokkian: Hwi No Seng Hwan Hie. Soe Tjia Pian Seng Hoat. Bok Gan Tjoe Sie Hin. Tjoe Hoet Poet Bong Soat.
.
Terjemahan: Kemarahan akan berbalik menjadi suka cita. Kematian berbalik menjadi kehidupan. Janganlah beranggapan bahwa kata-kata ini hanyalah kosong belaka. Semua Buddha tiadalah berdusta.
.
佛說高王觀世音經
Mandarin: Fo shuō gāo wáng guānshìyīn jīng 
.
Hokkian: Hoet Soat Ko Ong Kwan Sie Im Keng
.
高王觀世音 能救諸苦危 臨危急難中
Mandarin: Gāo wáng guānshìyīn néng jiù zhū kǔ wēi lín wéi jínàn zhōng 
.
Terjemahan: Avalokitesvara Raja Gao. Sanggup menolong segenap penderitaan. Saat sedang berada dalam marabahaya dan kesulitan.
.
死者變成活 諸佛語不虛 是故應頂禮
Mandarin: Sǐzhě biànchéng huó zhū fo yǔ bù xū shì gù yīng dǐnglǐ 
.
Terjemahan: Kematian akan berubah menjadi kehidupan. Perkataan semua Buddha adalah terbebas dari kebohongan. Itulah sebabnya kita menghaturkan sujud.
.
持誦滿千遍 重罪皆消滅 薄福不信者 專貢受持經
Mandarin: Chí sòng mǎn qiān biàn zhòngzuì jiē xiāomiè báo fú bùxìn zhě Zhuān gòng shòu chí jīng.
.
Terjemahan: Melafalkannya hingga seribu kali. Segenap kejahatan berat dapat disirnakan. Orang yang hanya sedikit keberuntungan tiadalah akan mempercayainya. [Marilah] dengan sepenuh hati melafalkan Sutra ini.
.
念八大菩薩名號
Melafalkan nama Delapan Bodhisattva. 
.
南無觀世音菩薩摩訶薩  
Námó guānshìyīn busàmó hē sà
Lam Boe Kwan Sie Im Pou Sat Mo Ho Sat.
Namo Avalokitesvara Bodhisattva Mahasattva.
.
南無彌勒菩薩摩訶薩
Námó mílè púsà mó hē sà
Lam Boe Mie Lek Pou Sat Mo Ho Sat
Namo Maitreya Bodhisattva Mahasattva.
.
南無虛空藏菩薩摩訶薩 
Námó xūkōng cáng púsà mó hē sà
Lam Boe Hie Kong Tjong Pou Sat Mo Ho Sat.
Namo Akasagarbha Bodhisattva Mahasattva.
.
南無普賢菩薩摩訶薩
Námó pǔ xián púsà mó hē sà
Lam Boe Po Hian Pou Sat Mo Ho Sat.
Namo Samantabhadra Bodhisattva Mahasattva.
.
南無金剛手菩薩摩訶薩  
Námó jīngāng shǒu púsà mó hē sà
Lam Boe Kim Kong Tjoe Pou Sat Mo Ho Sat
Namo Vajrapani Bodhisattva Mahasattva.
.
南無妙吉祥菩薩摩訶薩
Námó miào jíxiáng púsà mó hē sà
Lam Boe Biau Kit Siang Pou Sat Mo Ho Sat.
Namo Manjushri Bodhisattva Mahasattva.
.
南無除蓋障菩薩摩訶薩  
Námó chú gài zhàng púsà mó hē sà
Lam Boe Tie Kaij Tjiang Pou Sat Mo Ho Sat.
Namo Sarvanirvarana Viskambhin Bodhisattva Mahasattva.
.
南無地藏王菩薩摩訶薩
Námó di cáng wáng púsà mó hē sà
Lam Boe Tee Tjong Ong Pou Sat Mo Ho Sat.
Namo Kshitigarbha Bodhisattva Mahasattva.
.
南無諸尊菩薩摩訶薩
Námó zhū zūn púsà mó hē sà
Namo Seluruh Bodhisattva Mahasattva Mulia.

Selasa, 27 Desember 2016

MERENUNGKAN MAKNA ALTAR

MERENUNGKAN MAKNA ALTAR
.
18 Desember 2016
Ivan Taniputera.
.



.
Pada kesempatan kali ini kita membahas mengenai makna altar. Yang Arya Dogen Zenji (道元禅師, 1200-1253), seorang mahaguru aliran Zen menyatakan bahwa membangun altar adalah menumpuk stupa di atas stupa guna menciptakan stupa. Dengan kata lain, ia adalah menyusun Buddha di atas Buddha, demi menghadirkan sesosok Buddha. Ada pun yang dimaksud menghadirkan sesosok Buddha adalah merealisasi Kebuddhaan. Dalam hal ini, membangun altar adalah suatu latihan spiritual. Oleh karenanya, membangun altar harus disertai dengan latihan spiritual, yakni pemurnian, pengorbanan, dan disiplin. Tanpa latihan spiritual, maka manfaat yang diperoleh akan kecil. Namun semakin kuat disiplin spiritual, pemusatan pikiran, dan kebijaksanaan dapat direalisasi, semakin kuat pula perubahan energi kebiasaan kita. Bersamaan dengan itu, altar juga akan semakin kuat dan mantap kekuatannya. Lebih jauh lagi, dari sisi Kebenaran Pamungkas (paramartha), altar yang kasat mata itu pun tidak mempunyai hakikat nyata serta bertahan selamanya. Itulah sebabnya, altar dikatakan sebagai semata-mata perwujudan pikiran. Keberadaan dan waktu hanya hadir dalam pikiran.
.
Menyusun altar juga berarti menyusun mandala, yakni model kosmologi alam semesta; baik itu menurut Daoisme, Buddhisme, atau kepercayaan lainnya. Sebagai contoh, dalam Daoisme, altar pasti berisikan simbolisme lima unsur atau elemen; yakni Api, Tanah, Logam, Air, dan Kayu. Sementara itu, dalam Buddhisme khususnya aliran Tantrayana, elemennya adalah: Angkasa, Angin, Api, Air, dan Tanah. Menurut Daoisme; elemen Api berwarna merah; elemen Tanah berwarna kuning; elemen Logam berwarna putih; elemen Air bewarna hitam; dan Kayu berwarna Hijau. Dalam Buddhisme, elemen Akasa bewarna Biru; elemen Angin berwarna hitam; elemen Api berwarna merah; elemen Air berwarna putih; elemen Tanah bewarna kuning. Terdapat persamaan dan perbedaan di sini. Tetapi perbedaan bukanlah masalah, karena intinya adalah sama, yakni menyusun model alam semesta; dimana alam semesta diyakini tersusun dari elemen-elemen tersebut.
.
Lebih jauh lagi, karena merupakan susunan model alam semesta, maka altar juga terkait dengan perbintangan. Sebagai contoh adalah rasi bintang Beruang Besar, yang di China dikenal sebagai Gantang Utara ( 北斗 Beidou). Gugusan bintang ini merupakan sesuatu yang penting dalam tradisi Daoisme dan Buddhisme. Bahkan titik tetap selaku sumbu putar Gantang Utara disebut sebagai “Gerbang Kehidupan” menurut tradisi Daoisme. Segenap kekuatan gaib atau magis diyakini mengalir dari gugusan bintang tersebut. Selanjutnya adalah planet-planet yang diyakini terkait dengan berbagai elemen sebagaimana telah disebutkan di atas. Sebagai contoh, Mars terkait elemen Api; Yupiter terkait elemen Kayu; dan lain sebagainya.
.
Elemen-elemen ini melambangkan berbagai aspek kehidupan. Penjelasannya agak rumit sehingga tidak akan ditampilkan pada artikel ini. Namun intinya adalah, setiap makhluk dan aspek kehidupan apa pun merupakan penggabungan dan penguraian elemen-elemen yang berlangsung terus menerus. Dengan demikian, tidak ada yang kekal. Ada penggabungan akan ada penguraian; Penggabungan hanya mungkin terjadi karena ada penguraian. Demikianlah berlangsung terus menerus. Melalui perenungan prinsip ini secara seksama, kita menyadari bahwa segala sesuatu tidak ada yang kekal dan akan senantiasa berubah. Ternyata hal ini juga sejalan dengan ilmu fisika. Energi senantiasa berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya. Jadi kita boleh mengatakan bahwa dengan menyusun model alam semesta, kita secara tidak langsung telah mempelajari ilmu fisika.
.
Ternyata pandangan altar selaku model alam semesta tidak hanya dikenal di dunia Timur saja. Di Yunani, alam semesta dipandang sebagai bentuk geometri dan angka (numerologi). Hal ini nampak ajaran Pythagoras, salah seorang ahli filsafat dan matematika, terkemuka. Warisan Phythagoras yang terkenal adalah teoremanya terkait segitiga siku-siku. Altar di Yunani kuno dibangun berdasarkan kaidah-kaidah ukuran dan bentuk-bentuk geometri tertentu; dimana prinsip semacam itu juga tidak asing pada mandala Buddhisme Tibet. Tidak berbeda dengan dunia Timur, tradisi di Barat juga mengenal pelafalan mantra-mantra, penggunaan numerologi tertentu, dan pengetahuan rahasia terkait bintang beserta planet.
.
Berdasarkan data-data di atas, kita dapat menyimpulkan adanya suatu benang merah atau keterkaitan antara tradisi spiritual Barat dan Timur. Terdapat suatu prinsip universal yang melatar belakangi segala sesuatu. Demikianlah sekilas pengenalan kita mengenai makna altar.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . 


PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Selasa, 24 Mei 2016

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN DETIK-DETIK WAISAK?

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN DETIK-DETIK WAISAK?
.
Ivan Taniputera 
.
22 Mei 2016
.





.
Sebagian besar di antara kita yang menganut Agama Buddha tentunya telah akrab dengan istilah "detik-detik Waisak." Biasanya kita akan menunggu pengumuman kapan berlangsungnya detik-detik Waisak . Tetapi jika ditanya apakah maknanya, maka kemungkinan hanya sedikit saja di antara kita yang sanggup menjawabnya dengan tepat.
Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita perlu memiliki sedikit pengetahuan mengenai ilmu perbintangan (astronomi). Pada saat bulan purnama, Matahari dan Bulan akan berada dalam satu garis lurus, sedemikian rupa sehingga cahaya matahari dapat menerangi permukaan Bulan secara maksimal, dengan bumi berada di antara keduanya. Karena cahaya matahari menerangi permukaan Bulan secara maksimal, maka Bulan nampak bulat sempurna dipandang dari bumi.
.
Kedudukan membentuk garis lurus seperti itu dikenal dengan istilah Opposition. Jadi Matahari dan Bulan membentuk sudut 180 derajat satu sama lain dalam peredarannya. Saat kedua benda langit tersebut tepat membentuk sudut 180 derajat di hari Waisak dikenal sebagai "detik-detik Waisak." Dengan kata lain, detik-detik Waisak merupakan puncak bulan purnama pada bulan Waisak menurut penanggalan India yang didasari oleh peredaran Bulan. Kebetulan pada Waisak tahun ini, detik-detik Waisak jatuh pada tanggal 22 Mei 2016, pukul 04:14:16. Dengan demikian, kita sudah mengetahui makna "detik-detik Waisak."

Jumat, 11 September 2015

SUTRA MAHADEWA VAISRAMANA

SUTRA MAHADEWA VAISRAMANA

毘沙門天王經
Píshāméntiān wáng jīng 

Taisho Tripitaka 1244







Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputera

CATATAN:

Terjemahan Sutra ini masih jauh dari sempurna. Oleh karenanya, segenap kritik dan saran akan diterima dengan senang hati.
Sutra ini boleh diperbanyak dan disebar luaskan, dengan TIDAK MENGUBAH apa pun (tanpa menambah dan mengurangi apa pun) sebagaimana yang tercantum di sini.

Jasa pahala penerjemahan Sutra akan dilimpahkan pada Guru, Buddha, Dharma, dan Sangha.

開府儀同三司特進試鴻臚卿肅國公食邑三千戶贈司空諡大鑒正號大廣智大興善寺三藏法師不空奉 詔譯
Kāifǔ yí tóng sān sī tèjìn shì hóng lú qīng sù guó gōng shí yì sānqiān hù zèng sīkōng shì dà jiàn zhèng hào dà guǎng zhì dà xīng shàn sì sānzàng fǎshī bù kōng fèng zhào yì 

Diterjemahkan dari bahasa Sansekerta ke bahasa Mandari oleh Bukong (Amoghavajra).

爾時毘沙門天王。在於佛前合掌。白佛言世尊。我為未來諸有情等利益安樂。豐饒財寶護持國界故。說自真言。我此真言。如真多摩尼寶王能滿眾願。世尊聽許我說。佛言善哉善哉天王。汝能愍念為諸有情。恣汝意說。

ěr shí píshāméntiānwáng. Zàiyú fú qián hézhǎng. Bái fú yán shìzūn. Wǒ wèi wèilái zhū yǒuqíng děng lìyì ānlè. Fēngráo cáibǎo hùchí guójiè gù. Shuō zì zhēnyán. Wǒ cǐ zhēnyán. Rú zhēn duōmó ní bǎo wáng néng mǎn zhòng yuàn. Shìzūn tīng xǔ wǒ shuō. Fú yán shànzāi shànzāi tiān wáng. Rǔ néng mǐn niàn wèi zhū yǒuqíng. Zì rǔ yì shuō.

Pada saat itu, Mahadewa Vaisramana menghaturkan sembah sujud dan berkata pada Yang Dijunjungi Dunia, "Demi menaburkan manfaat dan kedamaian bagi para insan serta kemakmuran bagi dunia ini, aku akan mengucapkan sebuah mantra yang laksana raja permata (mani); sehingga dapat mengabulkan dambaan setiap insan. Sudilah kiranya Yang Dijunjungi Dunia mengizinkanku melafalkan mantra tersebut. Buddha menjawab Mahadewa Vaisramana, "Sungguh baik sekali. Silakan lafalkan dharani itu."

爾時毘沙門天王歡喜無量即於佛前說心真言曰。
Ěr shí píshāméntiān wáng huānxǐ wúliàng jí yú fú qián shuō xīn zhēnyán yuē

Dengan suka cita yang tiada terhingga Mahadewa Vaisramana melafalkan dharani tersebut.

(一)曩謨囉怛曩(二合)怛囉(二合)夜(引)野
(1)Nǎng mó luō dá nǎng dá luō yè yě

 (二)曩謨吠室囉(二合)麼拏(鼻引)野
(2) nǎng mó fèi shì luō me ná yě

 (三)摩賀(引)囉(引)惹(引)野
(3)Mó hè. Luō. Rě. Yě

(四)薩[口縛]薩怛[口縛](二合)曩(引)麼(鼻引四)舍(引)跛哩布(引)
(4)Sà [wa] sà dá [wa] nǎng me  shě  bǒ lī bù

(五)舍(引)跛哩布(引)囉拏(鼻引)野
(5) shě bǒ lī bù luō ná yě
(六)悉地迦囉(引)野
(6) xīde jiā luō yě 

(七)蘇(上)騫娜娜(引)野
(7) sū qiān nà nà Yě

(八)怛娑每(二合引)曩莫塞訖哩(三合)怛[口縛](二合)
(8) dá suō měi nǎng mò sāi qì lī dá [2a]

(九)伊(上)[牟含](引)吠(引)室囉(二合)麼拏(鼻引)紇哩(二合)乃野
(9) yī [móu] fèi shì luō me ná hé lī nǎi yě

(十)麼(引)襪多以灑(引)弭
(10) me wà duō yǐ sǎ mǐ

(十一)薩[口縛]薩怛[口縛](二合)蘇(上)佉(去引)[口縛]憾
(11) sà [wa] sà dá [wa] sū qū [wa] hàn.

(十二)怛你也(二合)他(去引)
(12) dá nǐ yě tā

(十三)唵悉地悉地
(13) Om xīde xīde

(十四)蘇(上)母蘇(上)母
(14)sū mǔ sū mǔ

(十五)左(上)左(上)左(上)左(上)
(15) zuǒ zuǒ zuǒ zuǒ

(十六)左囉左囉
(16) zuǒ luō zuǒ luō

(十七)娑囉娑囉
(17) suō luō suō luō

(十八)羯囉羯囉
(18) jié luō jié luō

(十九)[打-丁+只]里[打-丁+只]里
(19)[zhǐ] lǐ [zhǐ] lǐ

(二十)矩嚕矩嚕
(20) jǔ lǔ jǔ lǔ


(二十一)母嚕母嚕
(21) mǔ lǔ mǔ lǔ

(二十二)主嚕主嚕
(22) zhǔ lǔ zhǔ lǔ

(二十三)娑(去引)馱野遏貪麼麼
(23) suō tuó yě è tān me me

(二十四)[寧頁]底也(二合)末他弩(鼻引)婆(去)[口縛]娑[口縛](二合)賀
(24)[níng] dǐ yě mò tā nǔ pó [wa] suō [wa] hè

(二十五)吠室囉(二合)麼拏(鼻引)野娑[口縛](二合引)賀
(25) fèi shì luō me ná yě suō [wa] hè

(二十六)馱曩娜(引)野娑[口縛](二合)賀(引)
(26) tuó nǎng nà yě suō [wa] hè.

(二十七)麼(鼻)拏(鼻引)囉他
(27) me ná luō tā

(二十八) 跛 哩布(引)囉迦(引)野娑[口縛](二合)賀(引)
(28) luō jiā yě suō [wa] hè

爾時毘沙門天王說此真言已。白佛言世尊。我今說受持真言法。先取安悉香白檀香龍腦香多櫱囉香薰陸香蘇合香。和合此香。供養我毘沙門天王。若迎請時結根本印。以二頭指向身三招。即誦真言七遍頂上散印。

Ěr shí píshāméntiān wáng shuō cǐ zhēnyán yǐ. Bái fú yán shìzūn. Wǒ jīn shuō shòu chí zhēnyán fǎ. Xiānqǔ ān xī xiāng báitán xiāng lóng nǎo xiāng duō niè luō xiāng xūn lù xiāng sū hé xiāng. Héhé cǐ xiāng. Gòngyǎng wǒ píshāméntiān wáng. Ruò yíng qǐng shí jié gēnběn yìn. Yǐ èr tóu zhǐxiàng shēn sān zhāo. Jí sòng zhēnyán qī biàn dǐngshàng sàn yìn.

Sesudah Mahadewa Vaisramana melafalkan dharani tersebut, berkatalah ia pada Yang Dijunjungi Dunia, "Aku kini akan membabarkan tata cara sadhana dharani tersebut. Pergunakanlah dupa Anxi, Cendana Putih, Otak Naga (Longnao), Duonieluo, Xunlu, dan Suhe. Campurkanlah dupa-dupa tersebut. Persembahkanlah padaku, Mahadewa Vaisramana. Jikalau hendak melakukan ritual pengundangan bentuklah mudra utama, yakni dengan ibu jari diarahkan pada tubuh sendiri. Lakukan hal ini sebanyak tiga kali dan segera sesudahnya lafalkan dharani  sebanyak tujuh kali. Selanjutnya leraikan kedua belah tangan di atas kepala seraya melafalkan dharani sebagai berikut:

(一)怛你也(二合)他(去引)

(1) dá nǐ yě tā


(二)曩謨吠(引)室囉(二合)麼(鼻音呼)拏(鼻音引)野

(2) nǎng mó fèi shì luō me ná yě

(三)曩謨(引)馱曩娜(引)野
(3) nǎng mó tuó nǎng nà yě

(四)馱甯(寧定反引)濕[口縛](二合)囉(引)野
(4) tuó níng shī [wa] luō yě

(五)阿(去引)櫱(言羯反)蹉(去引)櫱蹉
(5) ā niè cuō niè cuō

(六)阿跛哩弭多馱甯(引)濕[口縛](二合)囉
(6) ā bǒ lī mǐ duō tuó níng shī [wa] luō

(七)缽囉麼(鼻)迦(引)嚕抳迦
(7) bō luō me  jiā lǔ nǐ jiā

(八)薩[口縛]薩答[口縛](二合)呬(馨異反)多(上)唧多
(8) sà [wa] sà dá [wa] xì duō jī duō.

(九)麼麼馱曩麼(鼻音)拏(鼻音)缽囉(二合)拽(延結反)蹉
(9) me me tuó nǎng me ná bō luō zhuāi cuō


(十)娑[口縛](二合)琰麼(鼻音引)蘗嗟娑[口縛](二合)賀(引)
(10) suō [wa] yǎn me bò jiē suō [wa] hè.


行 者念誦常無間斷。乃至毘沙門天王子赦你娑。現童子形告持誦者言。汝有何事請召我父。持誦者言。我為供養三寶受與我財寶。童子赦你娑於須臾頃。還至毘沙門天 王所。告父王言。持誦者求諸財寶。為供養故利益有情。毘沙門天王告童子赦你娑言。汝日日與金錢一百乃至壽終。其童子赦你娑。日日送金錢一百。與持誦者安於 頭邊。其金錢異種香氣。先願所得之者。除自受用外應行捨施。不應貯積而懷慳吝。

Xíngzhě niànsòng cháng wú jiànduàn. Nǎizhì píshāméntiān wángzǐ shè nǐ suō. Xiàn tóngzǐ xíng gào chí sòng zhě yán. Rǔ yǒu héshì qǐng zhào wǒ fù. Chí sòng zhě yán. Wǒ wèi gòngyǎng sānbǎo shòu yǔ wǒ cáibǎo. Tóngzǐ shè nǐ suō yú xūyú qǐng. Hái zhì píshāméntiān wáng suǒ. Gào fù wáng yán. Chí sòng zhě qiú zhū cáibǎo. Wèi gòngyǎng gù lìyì yǒuqíng. Píshāméntiān wáng gào tóngzǐ shè nǐ suō yán. Rǔ rì rì yǔ jīnqián yībǎi nǎizhì shòu zhōng. Qí tóngzǐ shè nǐ suō. Rì rì sòng jīnqián yībǎi. Yǔ chí sòng zhě ān yú tóu biān. Qí jīnqián yìzhǒng xiāngqì. Xiān yuàn suǒdé zhī zhě. Chú zì shòuyong wài yīng xíng shě shī. Bù yìng zhù jī ér huái qiānlìn.

Sadhaka (praktisi) hendaknya melafalkan dharani tanpa henti, hingga putera Mahadewa Vaisramana menjumpainya dalam wujud seorang anak kecil yang berkata, "Mengapakah engkau memanggil ayahku?" Sadhaka hendaknya menjawab, "Aku hendak menghaturkan persembahan pada Tiga Permata (Buddha, Dharma, dan Sangha). Itulah sebabnya aku memohon harta kekayaan." Dengan segera ia akan meninggalkan sadhaka serta kembali ke tempat kediaman Mahadewa Vaisravana dan memberitahu ayahnya, "Orang yang melafalkan dharani itu memohon kekayaan demi menghaturkan persembahan pada semua makhluk." Selanjutnya, Mahadewa Vaisramana akan memerintahkan anak kecil tersebut, "Bawakanlah orang itu seratus keping emas setiap hari seumur hidupnya." Demikianlah, putera Mahadewa Vaisramana itu akan memberikan sadhaka seratus keping setiap harinya, yang dengan diam-diam diletakkan di samping kepalanya. Emas itu akan memancarkan bau harum (bau dupa). Kendati demikian, harta kekayaan tersebut hendaknya jangan digunakan atas dasar sifat mementingkan diri sendiri, melainkan didanakan. Selain itu, hendaknya menghindarkan diri dari kekikiran.

常於一切有情起大慈心勿生嗔 恚。以殊勝香花飲食燈明。於寂靜處如法供養佛法僧寶。兼復思惟而無間斷。為毘沙門天王并諸眷屬。念恩德故常誦吉祥讚。令彼天王獲諸吉慶。願毘沙門天王男女 眷屬內外親姻輔弼。乃至使者及諸營從。國界有情佛所稱讚十種福利悉皆獲得。所謂一者淨信二者戒。二者聞四者捨。五者受六者慧。七者形貌八者力。九者辯十者 色聲香味觸富貴自在。於佛法中而開法眼。證得聖果獲得甘露妙法。亦得三十七品助佛道法。持誦者每日作如是發願。毘沙門天王即生歡喜告自營從眷屬。汝等觀彼 持誦者於我深生恭敬。復告子赦你娑言。持誦者希望。

Cháng yú yīqiè yǒuqíng qǐ dàcí xīn wù shēng chēn huì. Yǐ shūshèng xiānghuā yǐnshí dēngmíng. Yú jìjìng chù rú fǎ gòngyǎng fófǎ sēng bǎo. Jiān fù sīwéi ér wú jiànduàn. Wèi píshāméntiānwáng bìng zhū juànshǔ. Niàn ēndé gùcháng sòng jíxiáng zàn. Lìng bǐ tiān wáng huò zhū jíqìng. Yuàn píshāméntiān wáng nánnǚ juànshǔ nèiwài qīn yīn fǔbì. Nǎizhì shǐzhě jí zhū yíng cóng. Guójiè yǒuqíng fú suǒ chēngzàn shí zhǒng fúlì xījiē huòdé. Suǒwèi yī zhě jìng xìn'èr zhě jiè. Èr zhě wén sì zhě shě. Wǔ zhě shòu liù zhě huì. Qī zhě xíng mào bā zhě lì. Jiǔ zhě biàn shí zhě sè shēng xiāngwèi chù fùguì zìzài. Yú fófǎ zhōng ér kāi fǎyǎn. Zhèng dé shèng guǒ huòdé gānlù miàofǎ. Yì dé sānshíqī pǐn zhù fú dào fǎ. Chí sòng zhě měi rì zuò rúshì fāyuàn. Píshāméntiān wáng jí shēng huānxǐ gào zì yíng cóng juànshǔ. Rǔ děng guān bǐ chí sòng zhě yú wǒ shēn shēng gōngjìng. Fù gào zi shè nǐ suō yán. Chí sòng zhě xīwàng.

Senantiasa bangkitkan belas kasih agung dan jangan pernah membangkitkan amarah. Haturkanlah persembahan istimewa berupa dupa, bunga,makanan, minuman, dan pelita pada Buddha, Dharma, serta Sangha. Meditasikanlah tanpa henti  Mahadewa Vaisramana beserta para pengikutnya. Lafalkan senantiasa bait-bait yang terpuji, sehingga mahadewa akan menganugerahkan kebajikan. Berharap agar Mahadewa Vaisramana beserta para pengikutnya senantiasa mencurahkan pertolongannya baik di mana pun juga dan bahkan Beliau akan mengerahkan balatentarannya melindungi orang tersebut. Dengan demikian, semua makhluk akan mendapatkan sepuluh kesejahteraan sebagaimana disabdakan Buddha. yakni:

(1)Keyakinan murni
(2)Aturan disiplin moralitas (sila)
(3)Kemampuan mendengarkan Dharma
(4)Kesediaan berdana Berparamita
(5)Kesabaran atau kesediaan menanggung penderitaan (ksanthi)
(6)Kebijaksanaan (prajna)
(7)Penampilan elok
(8)Kekuatan
(9)Kefasihan berbicara
(10)Akan mengalami pencerapan indra berupa wujud, suara, bebauan, dan sentuhan yang menyenangkan.

Ia juga akan memahami intisari Dharma serta membangkitkan mata Dharma. Ia akan memperoleh pula buah amrta Dharma sejati. Selain itu, ia akan memahami pula 37 bagian pencerahan (bodhipakshika-dharma). Melafalkan dharani dengan tekad kuat akan menyenangkan Mahadewa Vaisramana, sehingga Beliau lalu memberitahu para pengikutnya, "Wahai kalian, lihatlah orang itu yang melafalkan dharani tersebut, ia begitu menghormatiku." Ia lalu memberitahu puteranya, "Orang itu mempunyai keinginan

欲見我毘沙門藥叉王欲閉惡趣門。所思勝願皆令滿足。壽無量百千歲。獲得如意寶飛騰虛空。安怛那及得伏藏。若男若女及囉 惹皆令敬愛。亦解一切禽獸語言。令得豐財永離貧匱。彼持誦者當於白月八日及十五日。令畫人受八戒澡浴著新淨衣。取不截白[疊毛]畫像。其彩色中不用皮膠。 中心畫釋迦牟尼佛作說法相。佛右邊畫吉祥天女形。眼目廣長顏貌寂靜。首戴天冠瓔珞臂釧莊嚴其身。右手作施願手左手執開敷蓮花。畫像得已於清淨處。安像供養 以塗香花鬘燒香飲食燈明。以供養佛及吉祥天女。受持者不應以下劣心而生恐怖。應以決定心。如法念誦此吉祥天女真言曰。

Yù jiàn wǒ píshāmén yàochā wáng yù bì è qù mén. Suǒ sī shèng yuàn jiē lìng mǎnzú. Shòu wúliàng bǎi qiān suì. Huòdé rúyì bǎo fēiténg xūkōng. Ān dá nà jí dé fú cáng. Ruònán ruò nǚ jí luō rě jiē lìng jìng'ài. Yì jiè yīqiè qínshòu yǔyán. Lìng dé fēng cái yǒng lí pín guì. Bǐ chí sòng zhě dāng yú bái yuè bā rì jí shíwǔ rì. Lìng huà rén shòu bā jiè zǎo yùzhe xīn jìng yī. Qǔ bù jié bái [dié*máo] huàxiàng. Qí cǎisè zhōng bùyòng pí jiāo. Zhōngxīn huà shìjiā móu ní fó zuò shuōfǎ xiāng. Fú yòubiān huà jíxiáng tiānnǚ xíng. Yǎnmù guǎngzhǎng yán mào jìjìng. Shǒu dàitiān guān yīngluò bì chuàn zhuāngyán qí shēn. Yòushǒu zuò shī yuàn shǒu zuǒshǒu zhí kāi fū liánhuā. Huàxiàng dé yǐ yú qīngjìng chù. Ān xiàng gòngyǎng yǐ tú xiānghuā mán shāoxiāng yǐnshí dēngmíng. Yǐ gòngyǎng fú jí jíxiáng tiānnǚ. Shòu chí zhě bù yìng yǐxià liè xīn ér shēng kǒngbù. Yīng yǐ juédìng xīn. Rú fǎ niànsòng cǐ jíxiáng tiānnǚ zhēnyán yuē.

berjumpa denganku, Vaisramana. sang raja Yaksa, serta berkeinginan menutup pintu-pintu kejahatan dan memasuki pintu-pintu kebajikan. Segenap keinginannya terkabul. Memperoleh usia panjang tiada terhingga, mencapai ratusan ribu tahun. Mendapatkan permata pengabul keinginan, sanggup terbang di angkasa, penderitaan terhapus, dan menemukan perbendaharaan harta pusaka tersembunyi. Baik pria maupun wanita dapat memperoleh penghormatan dan cinta dari orang lain. Akan memperoleh pula kesanggupan memahami bahasa hewan. Sanggup mendatangkan harta kekayaan guna mengatasi kemiskinan. Praktisi (sadhaka) dapat melafalkannya pada tanggal 8 bulan 15 (penanggalan Candrasengkala). Ia dapat membuat lukisan [makhluk suci), menjalankan Delapan Sila (Asthasila), mandi, dan mengenakan pakaian bersih. Kemudian ia dapat mengambil perlengkapan-perlengkapan melukis. Di bagian tengah lukislah Buddha Sakyamuni membabarkan Dharma. Di bagian kanan Beliau lukiskan Sri Mahadewi. Matanya terbuka lebar dengan penampilan tenang. Kepala sang dewi mengenakan mahkota. Lehernya mengenakan kalung. Tangannya mengenakan gelang. Tubuhnya sungguh gemilang. Tangan kanan membentuk mudra pengabul keinginan. Tangan kiri memegang teratai mekar. Letakkan lukisan tersebut di tempat bersih. Persembahkanlah bunga, dupa, makanan, minuman, dan pelita pada Buddha beserta Sri Mahadewi. Praktikkan hal itu dengan kemantapan dan pikiran terpusat. Demikianlah, Sri Mahadewi melafalkan mantra sebagai berikut:

(一)曩莫室哩(二合)伽(去)曩(引)野
(1)nǎng mò shì lī  jiā nǎng yě

(二)曩謨吠(引)室囉(二合)摩拏(上引)野
(2)nǎng mó fèi shì luō mó ná yě


(三)摩賀(引)藥乞灑(二合)囉(引)惹(引)地囉(引)惹野
(3)Mó hè yào qǐ sǎ luō rě de luō rě yě

(四)曩莫室哩(二合)夜(引)裔(引)
(4) nǎng mò shì lī yè yì

(五)摩賀(引)禰(引)吠(鼻引)
(5) mó hè mí fèi

(六)怛你也(二合)他(去引)
(6) dá nǐ yě tā

(七)唵怛囉怛囉
(7) Om dá luō dá luō

(八)咄嚕咄嚕
(8) duō lǔ duō lǔ

(九)蘇瑟貙(二合)蘇瑟貙(二合下貙敕數反上同九)
(9) sū sè chū sū sè chū

(十)麼抳迦曩迦
(10) me nǐ jiā nǎng jiā

(十一)[口縛]日[口縛](二合)吠(引)女(拏數反引)哩也(二合)
(11)[Wa] rì [wa] fèi nǚ lī yě

(十二)穆訖多(二合)曩(引)麼(引)稜(去)訖[口呂](二合)
(12) mù qì duō nǎng me léng qì [lǚ]

(十三)多僕(引)
(13) duō pú

(十四)薩[口縛]薩怛[口縛](二合)
(14) sà [wa] sà dá [wa]

(十五)呬多迦(引)麼
(15) xì duō jiā me

(十六)吠(引)室囉(二合)摩拏
(16) fèi shì luō mó ná

(十七)室哩(二合)野泥(上)尾(引)
(17) shì lī yě ní wěi

(十八)末臘毘(去)
(18) mò là pí

(十九)曀醯(去引)呬
(19) yì xī  xì

(二十)具囉拏(二合鼻)具囉拏(二合鼻)
(20) jù luō ná jù luō ná

(二十一)麼娑麼娑
(21) me suō me suō

(二十二)捺囉(二合)捨野悉地
(22) nà luō shěyě xīde

(二十三)娜娜(引)呬銘
(23) nà nà xì míng

(二十四)捺囉(二合)捨曩迦(引)麼寫
(24) nà luō shě nǎng jiā me xiě

(二十五)捺囉(二合)捨南
(25) nà luō shě nán

(二十六)缽囉(二合)賀[打-丁+羅](二合)賀[打-丁+羅](二合引)娜野麼諾娑縛(二合引)賀(引)
(26) bō luō hè [luó] hè [luó] nà yě me nuò suō fù hè .

爾 時毘沙門天王。見持誦此真言及供養如來。愍念行者。則為現身作童子形或居士形。右手持如意寶左手持金篋。顏貌寂靜來至像前。禮佛像已告行者言。汝今於我欲 求何願。為入修羅窟耶。為求伏藏耶。為求伏火水銀耶。為求安怛那囉惹敬愛耶。雄黃成就耶安膳那藥成就耶。持明成就耶飛騰虛空耶受命一大劫耶。如是等願悉能 成就。持誦者白毘沙門天王言。願我一切處通達。獲得金銀無盡名稱福德。壽命無量劫飛騰虛空。變化種種瑜伽自在。毘沙門言隨汝所願。爾時毘沙門天王。欲重明 其義而說偈言。

Ěr shí píshāméntiān wáng. Jiàn chí sòng cǐ zhēn yánjí gòngyǎng rúlái. Mǐn niàn xíngzhě. Zé wèi xiànshēn zuò tóngzǐ xíng huò jūshì xíng. Yòushǒu chí rúyì bǎo zuǒshǒu chí jīn qiè. Yán mào jìjìng lái zhì xiàng qián. Lǐ fóxiàng yǐ gào xíngzhě yán. Rǔ jīn yú wǒ yùqiú hé yuàn. Wèi rù xiūluó kū yé. Wèi qiú fú cáng yé. Wèi qiú fú huǒ shuǐyín yé. Wèi qiú ān dá nà luō rě jìng'ài yé. Xiónghuáng chéngjiù yé ān shàn nà yào chéngjiù yé. Chí míng chéngjiù yé fēiténg xūkōng yé shòumìng yī dà jié yé. Rúshì děng yuàn xī néng chéngjiù. Chí sòng zhě bái píshāméntiān wáng yán. Yuàn wǒ yīqiè chù tōngdá. Huòdé jīnyín wújìn míngchēng fú dé. Shòumìng wúliàng jié fēiténg xūkōng. Biànhuà zhǒngzhǒng yújiā zìzài. Píshāmén yán suí rǔ suǒ yuàn. Ěr shí píshāméntiān wáng. Yù zhòngmíng qí yì ér shuō jì yán.

Tatkala Mahadewa Vaisramana menyaksikan sadhaka melafalkan mantra serta menghaturkan persembahan pada Buddha, bangkitlah belas kasih dalam diri Beliau. Ia akan menghadirkan dirinya dalam wujud seorang anak kecil atau perumah tangga awam. Tangan kanan Beliau memegang permata pengabul keinginan, sedangkan tangan kirinya memegang kepingan emas. Penampilannya memancarkan ketenangan. Beliau lalu menghampiri lukisan Buddha tersebut. Setelah menghaturkan penghormatan pada Buddha berkatalah Beliau, "Apakah yang engkau inginkan dariku saat ini? Apakah untuk pelatihan diri? Apakah engkau memohon perlindungan? Apakah engkau memohon kemampuan menaklukkan api, air, atau perak? Apakah engkau memohon kedamaian dan disukai serta dicintai orang lain? Apakah engkau memohon kebutuhan hidup? Apakah engkau memohon obat yang manjur? Apakah engkau memohon kemampuan terbang di udara? Apakah engkau memohon hidup selama satu mahakalpa (kalpa besar)? Apapun yang engkau dambakan akan terkabul." Selanjutnya sadhaka dapat menjawabnya, "Mohon agar apa yang aku harapkan seluruhnya tercapai seluruhnya, yakni mendapatkan emas serta perak yang tiada akan habis bernama Kebajikan Keberuntungan. Mendapatkan usia panjang serta kemampuan terbang di udara. Memperoleh kemampuan mengubah segala jenis permata tiada bercela." Mahadewa Vaisramana akan berkata, "Apa yang inginkan akan terpenuhi." Guna menjelaskan makna ajaran tersebut, Mahadewa Vaisramana lalu melafalkan gatha sebagai berikut:

假使有日月  從空墮於地
Jiǎshǐ yǒu rì yuè cóng kōng duò yú de
Jika mentari dan rembulan jatuh ke bumi.

或大地傾覆  寧有如是事
Huò dàdì qīngfù níng yǒu rúshì shì
Atau bumi terjungkir balik atau hal-hal lainnya.

不應生少疑  此法易成就
Bù yìng shēng shǎo yí cǐ fǎ yì chéngjiù
Janganlah memendam keraguan terhadap ajaran Dharma nan jitu ini.

不假於齋戒  利益貧匱者
Bù jiǎ yú zhāijiè lìyì pín guì zhě
Dengan tidak meninggalkan vinaya. Menaburkan pemberian amal (dana) pada mereka yang dilanda kemiskinan.

一切人恭敬  乃至壽命盡
Yīqiè rén gōngjìng nǎizhì shòumìng jǐn
Semua orang akan menghaturkan hormat padanya. Hingga sepanjang hidupnya.

毘沙門加持  遠離諸厄難
Píshāmén jiāchí yuǎnlí zhū ènàn
Mahadewa Vaisramana menganugerahkan berkahnya (adisthana). Sepenuhnya menghindari segenap kesulitan (marabahaya).

藥叉將衛護  常隨受持者
Yàochā jiāng wèihù cháng suí shòu chí zhě
Para jenderal yaksa pelindung akan selalu menyertainya.

若能持是教  諸願悉成就
Ruò néng chí shì jiào zhū yuàn xī chéngjiù
Apabila sanggup menjalankan ajaran ini, maka segenap dambaan akan terkabul sepenuhnya.

迅疾如射箭  諸王敬彼人
Xùnjí rú shèjiàn zhūwáng jìng bǐ rén
Sepesat laju anak panah. Akan dihormati oleh semua raja.

獲得無盡寶  千俱胝藥叉
Huòdé wújìn bǎo qiān jù zhī yàochā
Mendapatkan harta pusaka yang tiada akan habis. Beribu-ribu yaksa.

衛護持誦者  能滿諸勝願
Wèi hùchí sòng zhě néng mǎn zhū shèng yuàn
Melindungi pelaksana ajaran ini, sehingga dapat memenuhi segenap dambaan.

解脫諸惡趣  若見毘沙門
Jiětuō zhū è qù ruò jiàn píshāmén
Terhindar dari segenap kejahatan. Jikalau berjumpa dengan Vaisramana

俱尾羅財施  獲得大智慧
Jù wěi luó cái shī huòdé dà zhìhuì
Akan mendapatkan harta kekayaan dan begitu pula dengan kebijaksanaan agung.

乃至天眼通  壽命俱胝歲
Nǎizhì tiānyǎntōng shòumìng jù zhī suì
Membangkitkan mata dewa serta berusia panjang.

若人殷重心  愛敬此教法
Ruò rén yīn zhòngxīn àijìng cǐ jiào fǎ
Jikalau ada orang yang dengan sepenuh hati menjalankan ajaran ini.

應當求成就  決定無有疑
Yīngdāng qiú chéngjiù juédìng wú yǒu yí
Ia hendaknya berupaya mewujudkan keberhasilan, berketapan hati tanpa keraguan sedikit pun.

今此護身法  多聞天所說
Jīn cǐ hùshēn fǎ duōwéntiān suǒ shuō
Demikianlah Dharma tubuh pelindung ini, sebagaimana dibabarkan oleh Mahadewa Vaisramana.

由此加持故  真言上悉地
Yóu cǐ jiāchí gù zhēnyán shàng xīde
Karena telah memperoleh berkah (adisthana), dharani ini dapat membuahkan keberhasilan.

即誦護身明
Jí sòng hùshēn míng
Selanjutnya lafalkanlah dharani tubuh perlindungan:

(一)曩謨囉怛曩(二合)怛囉(二合)野(引上聲)野
(1)Nǎng mó luō dá nǎng dá luō yě yě

(二)曩謨吠(引)室囉(二合)麼(鼻)拏(鼻引)野
(2)Nǎng mó fèi shì luō me ná yě

(三)摩賀(引)囉(引)惹(引)野
(3)Mó hè luō rě yě

(四)怛你也(二合)他(去引)唵
(4)Dá nǐ yě tā Om

(五)[口朗](轉舌)[言我][口*朗](准上)[言*我]
(5) [lǎng][e][lǎng][e].

(六)赦(吒簡反下同)拏赦拏
Shè ná shè ná

(七)齲(區宇反下文同)拏(拏數反鼻音數字上聲)齲弩(准上音)
(7)Qǔ  ná qǔ nǔ

(八)摩賀(引)囉(引)惹
(8)Mó hè luō rě

(九)灑乞灑(二合)灑乞灑(二合)[牟含](莫感反引鼻)
(9)Sǎ qǐ sǎ sǎ qǐ sǎ [meng].

(十)薩冒(毛保反引)缽捺囉(二合)吠(引)毘藥(二合)娑[口縛](二合引)賀(引)
(10)Sà mào bō nà luō  fèi  pí yào  suō [wa] hè

我今說根本印。以二手右押左內相叉。
Wǒ jīn shuō gēnběn yìn. Yǐ èrshǒu yòu yā zuǒ nèi xiāng chā.
Aku ini akan membabarkan mengenai mudra utamanya. Pergunakan kedua belah tangan, tangan kanan mendekap tangan kiri.

豎二名指頭相合。屈二頭指如鉤。
Shù èrmíng zhǐtou xiànghé. Qū èr tóu zhǐ rú gōu.
Kedua jari telunjuk diangkat ke atas dan saling ditautkan membentuk kaitan.

若迎請時向身招。若發遣時向外撥。
Ruò yíng qǐng shí xiàng shēn zhāo. Ruò fā qiǎn shí xiàng wài bō.
Jikalau hendak melakukan ritual pengundangkan, maka arahkan [mudra] ke diri sendiri. Apabila hendak melakukan ritual penghantaran maka arahkan mudra menjauhi tubuh (ke arah luar) dan digerak-gerakkan.

念誦時結印當心誦七遍即頂上散。然後取念珠專注念誦。
Niànsòng shí jié yìn dāngxīn sòng qī biàn jí dǐngshàng sàn. Ránhòu qǔ niànzhū zhuānzhù niànsòng.
Sambil membentuk mudra lafalkan dharani dengan sepenuh hati sebanyak tujuh kali, lalu leraikan mudra di atas puncak kepala. Setelah itu, ambil japamala dan lafalkan dharani.

次說吉祥天女身印。二手虛心合掌。
Cì shuō jíxiáng tiānnǚ shēn yìn. Èrshǒu xūxīn hézhǎng.
Bentuklah mudra Dewi Sri Lakshmi. Kedua belah tangan disatukan dengan bagian tengahnya membentuk ruang kosong.

開二頭指二中指二無名指。屈如蓮華形。
Kāi èr tóu zhǐ èr zhōngzhǐ èr wúmíngzhǐ. Qū rú liánhuá xíng.
Kedua jari telujuk, jari tengah, dan jari manis terlerai atau membentang keluar; yakni menbentuk seperti bunga teratai.

二大指二小指豎合。若念誦時當心結誦真言七遍頂上散。
Èr dà zhǐ èr xiǎozhǐ shù hé. Ruò niànsòng shí dāngxīn jié sòng zhēnyán qī biàn dǐngshàng sàn.
Kedua ibu jari dan kedua jari kelingking masing-masing saling menyatu atau menempel. Kemudian lafalkan dharani tujuh kali dan leraikan mudra di atas puncak kepala.

毘沙門天王咒曰。
Píshāméntiān wáng zhòu yuē.
Mahadewa Vaisramana melafalkan dharaninya:

(一)那謨裴鑠囉皤拏寫
(1) nà mó péi shuò luō pó ná xiě

(二)摩訶曷囉闍寫施鞞
(2) mó hē hé luō dū xiě shī bǐng

(三)娑婆呵
(3) suōpó ā

施皤跋跌犁娑婆訶
(4) Shī pó bá diē lí suōpó hē

若咒淨油七遍用塗臥所。
ruò zhòu jìng yóu qī biàn yòng tú wò suǒ.
Sebagaimana pelafalan mantranya oleskan minyak bersih sebanyak tujuh kali

乞財物等得如所願。
Qǐ cáiwù děng dé rú suǒ yuàn.
Demikianlah ia akan mendapatkan harta kekayaan seperti yang didambakan.

毘沙門天王經
Píshāméntiān wáng jīng
Sutra Mahadewa Vaisramana telah selesai dibabarkan.

Rabu, 09 April 2014

AGAMA BUDDHA SEJATI DAN BUKAN SEJATI

AGAMA BUDDHA SEJATI DAN BUKAN SEJATI

Artikel Dharma ke-44, April 2014

Ivan Taniputera
9 April 2014




Saya mendapatkan gambar ini dari akun facebook พระครูวิสิฐ สรภาณ.

Karena gambar ini sangat mendalam maknanya, maka saya unduh dan jadikan ilustrasi bagi artikel Dharma ini. 
Agama Buddha sejati itu bukanlah yang tercantum dalam buku-buku. Meskipun buku tersebut dilabeli dengan "Dharma" atau istilah apapun bernuansa Buddhis tidak menjadikannya sebagai Agama Buddha sejati. Agama Buddha sejati tidak terletak pada kemampuan berdebat dan mempertahankan pandangannya sendiri (yang menurut anggapan dirinya sendiri atau sang "aku" adalah Agama Buddha sejati). Agama Buddha sejati tidak terletak pada kemampuan menganggap pandangan lain salah dan membenarkan pandangannya sendiri. Agama Buddha sejati tidak terletak pada kemampuan menunjukkan kesalahan pandangan atau agama lain. Agama Buddha sejati tidak terletak pada seberapa banyak literatur atau kepustakaan Buddhis yang telah kita baca. Agama Buddha sejati tidak terletak pada kemampuan kita mengucapkan kata-kata Dharma. Agama Buddha sejati tidak terletak pada kemampuan menarik garis pemisah antara "Dharma" dan "Adharma."

Lalu di mana dan bagaimanakah Agama Buddha sejati?

Agama Buddha sejati terletak pada kemampuan kita menciptakan nilai tambah bagi diri sendiri, kemanusiaan dan kehidupan semua makhluk. Apabila Anda menarik garis pemisah antara "Dharma" dan "Adharma" nilai tambah apakah yang Anda ciptakan bagi diri sendiri, kemanusiaan, dan kehidupan semua makhluk? Masih ada pembedaan berarti masih ada dualisme. Anda berhasil menunjukkan kesalahan pandangan atau agama lain, apakah nilai tambah bagi diri sendiri, kemanusiaan, dan kehidupan makhluk lain yang Anda berikan?

Mari amati diri sendiri terlebih dahulu, jika berhasil menyalahkan atau menyesatkan pandangan beserta agama lain dan melabelinya sebagai "Adharma," nilai tambah apakah yang Anda berikan bagi diri Anda sendiri? Apakah yang Anda dapatkan hanya rasa bangga yang justru semakin memperkuat ego atau keakuan Anda? Apakah semakin kuatnya ego dan keakuan ini merupakan nilai tambah bagi perjalanan spiritual Anda? Mari direnungkan.

Jangankan memberikan nilai tambah bagi kemanusiaan beserta semua makhluk, memberikan nilai tambah bagi diri sendiri pun tidak. Semua itu justru membuat kita terlena. Oleh karenanya kita harus sadar.

Buddhisme sejati adalah yang dapat memberi nilai tambah bagi diri sendiri, kemanusiaan, dan semua makhluk. Marilah tanyakan nilai tambah apakah yang sudah kuberikan? Ataukah aku hanya memberi makan bagi ego dan ke"aku"anku?

Semoga dapat mendatangkan manfaat sebagai bahan perenungan.

Jumat, 24 Januari 2014

BELAJAR DARI SEONGGOK LEMPUNG

BELAJAR DARI SEONGGOK LEMPUNG

Artikel Dharma ke-40, Januari 2014

Ivan Taniputera.
24 Januari 2014



Banyak umat Buddha masih melekat pada "sosok" dalam mempelajari Dharma. Dalam artian hanya mau mendengarkan Dharma dari "sosok-sosok" yang mereka kagumi. "Sosok-sosok" yang pandai berbicara dan sanggup menyentuh sanubari mereka. Jika ada "sosok" yang tidak mereka sukai namun sama-sama mengajarkan Dharma, kemungkinan besar mereka akan menolaknya. Padahal, Dharma itu tidak ada kaitannya dengan sebuah "sosok." Jika masih melekat pada "sosok," maka itu masih bukan merupakan Dharma yang "sejati."

Sebagai contoh, dapatkah kita belajar pada seonggok lempung? Seonggok lempung adalah sesuatu yang kerap kita pandang sebagai kotor dan menjijikkan. Sesuatu yang ingin kita jauhi, berbeda dengan "sosok-sosok" agung dengan banyak pengikut yang duduk di atas singgasana Dharma sebagaimana sumber kekaguman kita. Padahal seonggok lempung mengajarkan banyak kebenaran hakiki pada kita. Yang pertama adalah mengenai ketidak-kekalan (anicca, anitya). Seonggok lempung itu saat ini ada, namun entah beberapa saat lagi. Mungkin ada kendaraan yang melindasnya dan bentuknya sudah berubah. Mungkin pula hujan turun dan lempung itu menjadi larut, sehingga tidak meninggalkan jejak keberadaannya lagi. Lempung adalah sesuatu yang mudah sekali berubah. Demikianlah hakikat ketidak-kekalan.

Pelajaran kedua, mari kita renungkan, seonggok lempung mengajarkan pada kita kebenaran tersebut, tanpa tendensi atau niat tersembunyi apa pun. Kita tidak mengetahui apakah "sosok" yang kita kagumi memendam niat atau tendensi tersembunyi atau tidak dalam mengajarkan Dharma. Apakah ia mengajar Dharma secara tulus atau tidak, kita tidak mengetahuinya. Namun seonggok lempung sudah pasti tidak memendam tendensi apa pun. Seonggok lempung adalah seonggok lempung. Tidak lebih dan tidak kurang.

Marilah kita menghaturkan hormat pada seonggok lempung yang telah mengajarkan kita kebenaran berharga.

Dalam mendengarkan Dharma, perhatian kita janganlah terpaku pada "sosok" melainkan pada Dharma yang diajarkannya. Kebenaran apakah yang disampaikannya? Kita pelajari dan serap semuanya. Bahkan dari gemerisik dedaunan dan orang awam yang menyelamatkan nyawa seekor anjing pun kita dapat menimba kebenaran berharga. Termasuk dari ajaran-ajaran yang kita "labeli" sebagai bukan-Dharma pun kita dapat memperoleh pengetahuan sejati. Dharma atau kebenaran sejati itu sesungguhnya tiada terbatas, oleh karenanya ia disebut anuttara atau melampaui segalanya.