Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Desember 2025

MENJAGA KESEHATAN LEVER DAN MENGOBATI PENYAKITNYA SECARA TRADISIONAL

 MENJAGA KESEHATAN LEVER DAN MENGOBATI PENYAKITNYA SECARA TRADISIONAL

 

Ivan Taniputera

2 Desember 2025

 


Sewaktu berkunjung ke sebuah rumah sakit, saya berjumpa dengan seorang pasien yang menderita penyakit lever (hati) parah. Saya lalu teringat apa yang pernah dituturkan oleh salah seorang rekan kerja saya belasan tahun lalu, yakni mengenai seluk beluk penyakit lever. Waktu itu saudaranya menderita penyakit lever cukup parah. Selain berobat ke dokter, ia juga mengunjungi praktisi pengobatan alternatif atau tradisional. Berikut ini adalah hal-hal yang saya dapatkan. Saya menuliskannya dalam bentuk artikel, karena barangkali dapat menaburkan manfaat bagi yang memerlukannya.

 

Saudaranya itu gemar mengonsumsi minuman berenergi. Dapat dikatakan hampir setiap hari ia mengonsumsinya, yakni agar tubuhnya senantiasa bugar. Namun bertahun-tahun kemudian efeknya baru terasa. Levernya mulai bermasalah dan akhirnya berkembang menjadi sirosis. Oleh karenanya, berdasarkan pengalaman ini, disarankan agar kita menghindari konsumsi minuman berenergi. Kalau pun harus mengonsumsinya, maka jangan terlalu sering. Salah seorang anggota keluarga pasien yang saya jumpai di rumah sakit, juga mengatakan hal senada, yakni pasien setiap hari gemar mengonsumsi minuman semacam itu. Segala sesuatu yang terlampau banyak atau berlebihan itu memang tidak baik.

 

Praktisi pengobatan alternatif menyatakan agar ia setiap hari merebus satu atau dua kilo temulawak dan meminum sarinya. Dampaknya, lever agak membaik. Penyakit tetap ada atau tidak sembuh, namun tidak pula berkembang menjadi lebih parah. Dengan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa temulawak merupakan “sahabat” lever yang sedang sakit. Melalui konsumsi temulawak ini, ia dapat menjalani aktivitas seperti biasa selama bertahun-tahun. Hanya saja tidak boleh terlampau lelah.

 

Lebih jauh lagi, ia diwanti-wanti agar tidak mengonsumsi ayam. Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa ayam adalah “musuh” lever yang sedang sakit. Suatu kali, saudara rekan kerja tersebut lupa dan mengonsumsi ayam. Dituturkan bahwa dua hari kemudian, levernya seolah “pecah” dan orang itu meninggal dunia.

 

Demikian yang saya dapatkan belasan tahun lalu. 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .

. 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

 

 

 

 

Sabtu, 23 Agustus 2025

SERIAL TIPS KESEHATAN: SAAT BANGUN TIDUR JANGAN LANGSUNG BERDIRI DAN SAAT HENDAK TIDUR JANGAN LANGSUNG BERBARING

 SERIAL TIPS KESEHATAN: SAAT BANGUN TIDUR JANGAN LANGSUNG BERDIRI DAN SAAT HENDAK TIDUR JANGAN LANGSUNG BERBARING

 

Ivan Taniputera

24 Agustus 2025

 


Di hari Minggu ini, saya ingin berbagi tips kesehatan. Tips ini cukup sederhana. Saat bangun tidur jangan langsung berdiri dan saat hendak tidur jangan langsung berbaring. Hal ini dikarenakan tubuh perlu penyesuaian. Jadi, saat bangun tidur, maka disarankan duduk dulu di tepi ranjang sekitar 2 hingga 3 menit, sambil menghirup nafas panjang, baru setelah itu boleh berdiri. Begitu pula, saat hendak tidur, maka sebaiknya duduk dulu di tepi ranjang sekitar 2 atau 3 menit sambil menenangkan pikiran serta relaksasi tubuh.

 

Mengapa hal semacam ini diperlukan? Saat seseorang sedang bangun tidur, maka bisa jadi pasokan Oksigen ke otak masih kurang, sehingga berpeluang menjadikan seseorang terjatuh saat berjalan atau mengalami gangguan lainnya. Dengan demikian, penting sekali saat bangun tidur agar tidak langsung bangkit berdiri dan berjalan. Duduk sejenak sambil menarik nafas merupakan sesuatu yang sangat baik bagi otak, yakni untuk menambah pasokan Oksigen. Sementara itu, saat hendak tidur, maka tubuh berada dalam keadaan aktif, sehingga perlu penyesuaian dengan relaksasi dan penenangan pikiran.



Apa yang baru saja disampaikan di atas dapat diumpamakan dengan lampu lalu lintas. Saat peralihan dari merah ke hijau, maka lampu kuning menyala terlebih dahulu. Begitu pula, sewaktu peralihan dari hijau ke marah, maka lampu kuning juga menyala terlebih dahulu. Dalam ilmu metafisika China, maka dikenal juga titik peralihan antara Yin ke Yang atau Yang ke Yin. Dengan demikian, titik peralihan ini juga dikenal dalam ilmu metafisika China.

 

Demikian artikel singkat ini. Besar harapan saya agar artikel ini dapat menaburkan manfaat bagi sekalian pembaca.

Jumat, 01 Oktober 2021

DESAIN LOGO PEMBAWA KEBERUNTUNGAN UNTUK TOKO DARING MAKANAN SEHAT TRADISIONAL

DESAIN LOGO PEMBAWA KEBERUNTUNGAN UNTUK TOKO DARING MAKANAN SEHAT TRADISIONAL

.

Ivan Taniputera.

1 Oktober 2021.

.

Seoramg klien yang membuka toko daring makanan sehat tradisional memesan rancangan logo dan pilihan nama bagi tokonya tersebut. Saya lalu merancang logo sebagai berikut.

. 


.

Berikut ini adalah logo yang sudah dipergunakan di toko daringnya pada tokopedia. Nama yang dipilih adalah Vita Evergreen.

.


 .

Toko daring ini menjual makanan kesehatan tradisional seperti goji berry, jamur salju, kundur atau tangkwee, gula batu madu, golden lohankuo, peach gum, dan jamur shintake hioko.  Bagi yang memerlukan makanan kesehatan tradisional silakan mengunjungi toko daring tersebut.

.

Saya turut mendoakan agar toko daring ini dapat meraih kesuksesan yang besar dan semakin maju.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . 
.
.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.


Senin, 02 Februari 2015

RESEP MASAKAN SEHATKU: TELUR DADAR BUNGA BAWANG

RESEP MASAKAN SEHATKU: TELUR DADAR BUNGA BAWANG
.

Ivan Taniputera
2 Februari 2015
.

Saat seseorang menjelang berusia 40 tahun atau telah melewati usia tersebut, maka sebaiknya menjaga pola makannya. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan resep masakan sehat yang cita rasanya juga cukup lezat. Gagasan mencoba resep ini muncul saat saya sedang berbelanja di sebuah pasar swalayan. Saya menyaksikan sayuran yang bentuknya menurut saya cukup unik, karena saya baru menyaksikannya saat itu.



Saya lalu bertanya pada pramuniaga di sana mengenai apakah sayuran tersebut dan dipergunakan untuk masakan apa. Ia menjawab bahwa itu adalah sayuran bunga bawang dan dapat dicampur dengan telur dadar. Saya lalu tertarik mencobanya. Apalagi saya membaca bahwa bawang-bawangan  konon bermanfaat dalam mengurangi kadar kolestrol. Dengan demikian, menurut hemat saya, makanan ini cukup menyehatkan.

Cara memasaknya adalah sebagai berikut.

1. Ambil dua batang bunga bawang dan dua butir telur (jumlah tentu saja dapat menyesuaikan dengan keadaan). Selanjutnya ambil dua siung bawang putih atau jumlahnya sesuai denagn selera Anda. Gunakan juga bubuk merica dan sedikit kecap. Boleh juga tambahkan bumbu-bumbu lain sesuai selera. Memasak adalah seni dan bukan sains, sehingga tidak ada aturan yang baku.
2.Telur dipecah dalam wadah dan semua bahan tadi dikocok hingga merata, tambahkan sedikit merica dan kecap.
3. Panaskan minyak pada wajan dan tuangkan telur yang telah dikocok beserta bahan-bahan lainnya ke dalam wajan.
4. Setelah matang dapat diangkat dan ditaruh pada piring.

Telur dadar bunga bawang telah siap dihidangkan.



Nampaknya makanan ini cukup menyehatkan.


Kamis, 05 Juni 2014

BUKU JADUL TENTANG ILMU KESEHATAN

BUKU JADUL TENTANG ILMU KESEHATAN


Ivan Taniputera
5 Juni 2014




Judul: Advies Dokter
Penerbit: Boekhandel Kamadjoean, Semarang, 1930
Jumlah halaman: 138

Buku ini berisikan uraian mengenai beberapa penyakit berbahaya seperti flu Spanyol (Spaansche Griep), malaria, beri-beri, sariawan usus, pes (sampar), demam kuning, dan lain-lain. Juga terdapat riwayat mengenai dokter Wu Lien Teh yang berhasil mengatasi wabah penyakit sampar di Manchuria. Ketika itu, terjadi wabah sampar di Manchuria yang sangat menular, sehingga menimbulkan banyak kematian. Dokter-dokter tidak ada yang berani ke sana, bahkan orang Rusia yang berpengaruh di Manchuria juga tidak berdaya. Namun dengan penuh keberanian dokter Wu beserta para siswanya pergi ke Manchuria. Setelah melakukan penelitian, ia mengetahui bahwa penyakit tersebut adalah sampar. Untuk mencegah penularan maka ia memerintahkan agar orang yang sakit menutup hidung beserta mulutnya dengan penutup bercampur obat, sehingga tidak menularkan pada mereka yang masih sehat.
Dr Wu melakukan keputusan yang berani dengan membakar 4.000 mayat yang ada. Ketika itu, ia diserahi kekuasaan seperti pejabat tinggi oleh pemerintah dan boleh menggunakan berapa pun pasukan yang diperlukannya. Keputusan membakar mayat itu merupakan sesuatu yang berani, karena sebagian besar orang Tionghoa memandang bahwa mayat hendaknya dimakamkan. Akhirnya dalam waktu yang cepat wabah pes berhasi dikendalikan dan para dokter-dokter Rusia merasa kagum dengan dokter Tionghoa tersebut.

Berikut ini adalah daftar isinya:



Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:




Berminat foto kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 19 Maret 2013

KITAB MEDITASI TRADISI TIONGKOK (KITAB SIOE LIAN)


KITAB MEDITASI TRADISI TIONGKOK (KITAB SIOE LIAN)

Ivan Taniputera
19 Maret 2013

Saya baru saja mendapatkan buku kuno mengenai teknik meditasi dan juga beberapa topik terkait filsafat Buddhisme, Daoisme, dan Konfusianisme. Sebelumnya saya akan memperkenalkan terlebih dahulu sampul buku tersebut.





Buku ini diterbitkan dan diedarkan oleh "Boekhandel TAN KHOEN SWIE, Kediri, dan berangka tahun 1938. Adapun jumlah halaman buku ini adalah 96 halaman.

Buku ini aslinya ditulis oleh Ien Sie Tjoe yang berada di Shanghay dan diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh Tie Tjiong Tjoe, Java. Kita akan memaparkan dulu kata pengantarnya:

PERMOELA'AN PENJALIN

Soeda lama saia ada ingin bisa salin ini boekoe IEN SIE TJOE poenja pelatoeran ilmoe berdoedoek dijem, jang telah di terbitken dan di siarken jang pertama kali di Tiongkok pada Bin Kok taoen ka III boelan October taoen 1912, krana saia sendiri belon dapet kenjata'an kabenerannja itoe toelisan maka tertoenda. Selang tiga taoen saia soeda tobak menjataken serta menoentoet nasehat-nasehatnja, achirnja saia telah menjaksiken sendiri kabenerannja. Selainnja begitoe, djoega bebrapa sobat saia poen, jang telah toeroet menjatakan, soeda pada mendapet kenjata'an dan kesaksihan sebagi saia djoega. Maka atas soeroengannja sobat-sobat saia tadi, saia soeda tida sanggoep berbantah aken merdikaken diri saia dari garisan penjalinnja ini boekoe. Dengan meloepaken kabodoan dan paksa tenaga saia soeda tjobak salinken, brapa saia bisa, agar saia tidak dapet gelaran "PENGOEBOER ILMOE", sekedar mengabarken pada soedara-soedara sekalian dari adanja toelisannja IEN SIE TJOE soedara-soedara.


PENJALIN.

TJILATJAP, 15 Mei 1919.

Pada halaman 5 terbaca sebagai berikut:

PERMOELA'AN PENGARANG

Prihal ini ilmoe pelatoeran "berdoedoek dijem" (doeloe-doeloe orang seboet Sioe Lian atawa dalem bahasa Sanskreta seboet Samadhi) sebenernja ada asal ilmoe koeno jang orang doeloe seboetkan "pemimpinan" (Too Ien Soet = Tjipta), akan tetapi lantaran perkata'an "pemimpinan" itoe tida gampang di artiken, maka biarlah kita sekarang seboetkan sadja "Berdoedoek Dijem".

Ilmoenja thabib-thabib dzaman poerbakala memang ada goenaken perobatan dari rempa-rempa, toesoekan, pidjetan atawa oeroet, dan tjipta'an. Itoe atoeran pengobatan jang menggoenaken rempa-rempa dan toesoekan, ada dipakei boeat mengobatin orang jang lagi bersakit, sedeng atoeran oeroet dan tjipta'an di goenaken boeat piara kasehatan dan mendjaga serangannja penjakit.

Sedari dzamannja dynasty Han, orang soeda tjoema madjoekan sadja bagian rempa-rempa, maka jang laen bagian tadi plahan-plahan djadi linjap dari kaoemoemannja, katjoeali itoe pelatoeran tjipta'an jang masih ada terpakei oleh fihak doekoen-doekoen (Hong Soe) di Tiongkok, jang mana dalam boekoe-boekoe pladjarannja dari itoe ilmoe, ata tertoelis amat roewet, banjak di goenaken perkata'an-perkata'an (Iem Jang) (Negative-Positive = Apsara Apsari) Ngo Hing (Element = 5 dzat asal kedjadian = Logam, Kajoe, Aer, Api, Tana,) Kham Lie (Betalmakmoer-Betalmoekadas), Hong Jan (Rasa-pengrasa enz., lagi ilmoenja ada berhoeboeng dengen hal-hal kagaib-an, hingga bikin banjak orang-orang jang tidak soeka seboetken. Aken tetapi, barang apa sadja jang berada di doenia ini, kaloe kita bisa goenaken tempo dan tenaga boeat mentjari taoe, tentoe aken bisa mendapet sari-sari kabenerannja jang sedjati, jang tergenggem di dalemnya, tida ada satoe apa jang haroes diseboet gaib.....

Pada halaman 9 terdapat catatan:

"Ini ilmoe sebenernja ialah ada satoe bagian dari ilmoenja orang-orang pertapaan, bertapa itoe ialah dijem. Tiap sasoeatoe dzaman dan tiap sasoeatoe tjabang pladjaran, itoe nama ada berlainan, aken tetapi ilmoe dan pelatoerannja satoe roepa, oepama:
Kaoem Confucian (Khong Tjoe) seboet Tjoen Jang.
Kaoem Taoism (Loo Tjoe) seboet Sioe Lian.
Kaoem Boedhism (Shaka Muni) seboet Bing Kian. Jaitoe jang di dalem bahasa Sanskreta diseboet Samadhi.
Di Djawa wetan orang soeda banjak kenal artinja itoe perkataan Sioe Lian, maka dari itoe, biarlah kiranja kaloe ini boekoe saia beriken nama Sioe Lian, agar tida mengilangken dasarnja.


Pada halaman 10, bagian ASAL MOELANJA diulas mengenai hakikat manusia:

"Loo Tjoe ada bilang: "Itoe samista alam bersemi-semi, achirnja moesti poelang kapada masing-masing pokoknja lagi." Inilah ia maoe bilang bahoea segala benda alam, barang jang djadi isinja alam doenia ini, masing-masing ada mempoenjain pokok. Liatlah itoe segala tetoemboehan, seperti roempoet, kajoe, enz, dari bermoela ada dari bidji laloe bersemi, dari semi lantas jadi batang, tjabang, tangkei dan daon, hingga djadi soeboer dan besar. Kaloe orang ditanjak: "Kenapa bisa djadi begitoe?"....."

Pada halaman 11 diulas mengenai pusat cakra tubuh:

Center Gravity atawa Poesat Tjakra toeboeh kita

"Dari hal pokok kita, saia soeda terangken, jaitoe ada di bagian poeser; orang-orang doeloe kala poen telah lebi siang mengetaoein doedoeknja, maka telah ada pelatoeran-pelatoeran pemiaraan Tan Tian (ladang moesika=peroet), Tan Tian itoe diseboet djoeda Khie Hay (laoetan swasana=djoega peroet). Pernanja itoe Tan Tian dan Khie Hay, dalem boekoe-boekoe doeloe kala ada diterangken, ada di bagian peroet, sidikit hawa dari betoelan poeser. Krana niat saia jang pertama kali menoelis ini boekoe aken oetaraken pa jang senantiasa saia soeda dapetken kenjataan, dengen goenaken dasar-dasar dari perkataan nama-nama Logic, Physics, dan tida harep hoeboengken dengen Taoisms (Too Keh) maka saia tida maoe ambil itoe nama-nama koeno boeat nama, dan saia namain sadja itoe: Center Gravity (Krachtsmiddelpunt-Poesat Tjakra)...."

Selanjutnya pada halaman 13-14 dibahas hubungannya dengan ilmu fisiologi.
Pada halaman 15-16 dibahas hubungan dengan ilmu psikologi.

Pada halaman 17 disebutkan bahwa "Tetepnja Center Gravity jang terloekis koetika lagi Berdoedoek Dijem.

Peraturan mengenai bermeditasi dibahas pada halaman 19, yang meliputi:

A.SIKEPnja jang sampoerna.
B.ATOER NAPAS jang genah.

A.SIKEP:

1.Sedia saroeang kamar jang sepih, atawa kamar tidoer. Djendela itoe kamar baek diboeka, tapi pintoenja moesti tertoetoep. Djangan idzinken orang masoek bikin riboet.
2.Adaken kasoeran atawa permadani jang tebel dan empoek, pranti berdoedoek lama.
3.Koetika maoe berdoedoek haroes melepasken bagian pakean jang mengiket pada toeboeh kita, soepaia oerat-oerat dan daging dari toeboeh kita tida dapet ganggoean dari pengiketan dan penindesan.
4.Badan moesti dibikin djedjek lempeng, toelang blakang (Fig. 4. (2).) djangan bengkok, laloe berdoedoek dengan radjin.
5.Sasoedanja selesih doedoek, apabila maoe bangoen, haroes dengen plahan-plahan memboeka mata, plahan melepasken tangan dan kaki. Sekali-sekali djangan terboeroe-boeroe mengaget dengen sekoenjoeng-koenjoeng.

Selanjutnya diuraikan sikap kaki, tubuh, dan lain sebagainya yang lebih terperinci.

Halaman 25-30 diuraikan mengenai tata cara mengatur nafas.

Mulai dari 30-42, dikisahkan pengalaman penulis dalam melatih meditasi. Penulis menuturkan bahwa pada masa mudanya ia banyak menderita sakit:

"Kaloe saia soeda beroemoer 15 atawa 16 taoen penjakitan saia soeda bertambah-tambah banjaknja, tambah-tambah saia dihinggapi sakit hartklop, senu, malaria, enz. Saia masih inget koetika saia beroesia 17 taoen, sedari permoelaan taoen, tiap liwat tenga hari badan saia djadi panas (demem) dan itoe panas sampei besoknja matahari terbit baroe maoe moendoer. Begitoe saia dihinggepin itoe penjakit sampe satoe taoen; kaloe saia beroesia 18 taoen, amper pada pertengaan taoen, baroe saia dapet kasemboehan...."

Kemudian ia lantas mempraktikkan meditasi.

Berikut ini adalah gambar penjelasan yang ada dalam buku (halaman 44-45):



Kemudian tibalah kita pada bagian kedua buku ini. Isinya adalah jawaban bagi surat-surat yang masuk. Atas jawaban bagi salah satu surat yang masuk diulas berbagai aspek metafisika Tiongkok.

Sebagai contoh adalah PRIHAL IEM JANG (halaman 52-53). Selain uraian mengenai Iem Jang dipaparkan tabel sebagai berikut:

IEM    JANG

Gelap  Terang
Dingin  Panas
Prampoean Lelaki
Renda  Atas
Malem  Siang
Boesoek  Bagoes
Djahat   Baik
Kasar   Aloes
Dalem   Loear
Boelan  Matahari
Lembek Keras
Kentel  Tjair
Berat   Enteng
Djisim  Djirim
Genap  Gandjil
Keroeh  Djerni
Boemi   Langit
Keri   Kanan
Blakang  Moeka
Anti Meridian  Post Meridian
Positief  Negatief.


PRIHAL NGO HING (Halaman 53-56)

Antara lain dijelaskan mengenai siklus lima unsur. Selain itu, lima unsur memiliki wujud besar dan kecil. Dijelaskan sebagai berikut:

OEDJOET BESARNJA JANG ADA PADA ALAM

Api sari aloesnja menjadiken: Matahari
Aer sari aloesnja menjadiken : Boelan
Kajoe sari aloesnja menjadiken: Angin, Goentoer.
Logam sari aloesnja menjadiken: Oedjan, Danoe.
Tanah sari aloesnja menjadiken: Goenoeng, Gloedoek dan doenia ini.

OEDJOET KECILNYA JANG ADA PADA MANOESIA

Api sari aloesnja djadi kita poenja: Djantoeng.
Aer sari aloesnja djadi kita poenja: Gindjel.
Kajoe sari aloesnja djadi kita poenja Hati.
Logam sari aloesnja djadi kita poenja: Paroe.
Tanah sari aloesnja djadi kita poenja: Rampeloe.

Maka apabila sala satoe Element tadi ada kebanjakan atawa kakoerangan, laloe orangnja djadi tida sehat dan kesakitan.

PRIHAL THAIJ KIK (halaman 56-57):


Ada dijelaskan sebagai berikut:

"Maka njatalah bahoea anggepan orang dahoeloe kala, IEM JANG itoe ada rakitannja NGO HING, dan NGO HING itoe ada zad-zad kedjadiannja (                      ). Adapoen poengkasannja dari itoe IEM AJANG dan NGO HING jang pertama-tama, adalah THAIJ KIK.

PRIHAL SAM TJAIJ (halaman 57-58):

Sam Tjaij atau dalam bahasa Mandarin disebut Sancai, yakni tiga anasir semesta, yang terdiri dari THIAN (Langit), DJIEN (orang=manusia), dan TEE (Boemi=doenia).
Ditambahkan lebih lanjut di halaman 57:

"Itoe tiga ada mempoenjai TOO LIE-prilakoe atawa kabenarannja-jang satoe roepa (SAM TJAIJ PING LIEP, IET LIE KIE TONG). Lantaran demikian, maka itoe TOO djadi ada di bagi tiga djoega, jaitoe:


  • Thian Too
  • Djien Too
  • Tee Too

PRIHAL SAM POO (halaman 58-59):

Kita hidoep, mendjelma, beroedjoet enz. di doenia ini kerna SAM POO. Jang disebut SAM POO, jaitoe:

Tjing = zad, Sari, Toeboeh, Raga, Gatra.
Khie = Hawa, Napas, Tenaga, Rasa, Warna.
Sien = Roh, Hidoep, Kahidoepan, Soekma, Tjahaja.

Aken tetapi apabila itoe tiga nama diatoer djadi perkata'an artinja djadi berganti lain maksoed, seperti:

Tjing Sien berarti: semanget Ketjerdikan.
Tjing Khie berarti: semanget Kasehatan.
Sien Khie berarti: semanget Kahidoepan.

Apabila SAM POO itoe boleh dioepamaken roemah, maka masing-masing itoe ada mempoenjai pintoe jang ada mendjadi kita orang poenja pantja indra, jaitoe:

Tjing roemahnja di Gindjel pintoenja Koeping.
Khie roemahnja di hati pintoenja Moeloet.
Sien roemahnja di Djantoeng pintoenja Mata.

PRIHAL PAT KWA (halaman 59-64):







Pada halaman 69 dinasihatkan mengenai TJOE SIANG (SEGALA KAROESAKAN):

  • Terlaloe girang meroesaken oesoes.
  • Terlaloe marah meroesaken hati.
  • Terlaloe pikir meroesaken rempeloe.
  • Terlaloe sedih meroesaken djantoeng.
  • Terlaloe ngenes meroesaken peparoe.
  • Terlaloe takoet meroesaken gindjel.
  • Banjak kaget meroesaken pait.
  • Banjak makan meroesaken tempat makan.

Padaha halaman 70-71 dikutipkan tulisan-tulisan nasihat mengenai kesehatan yang berasal dari buku LIAP SING PIE PWEE "jang ada berhoeboeng dengen ini ilmoe; Satoe njanjian jang beralamat "TJIEN SEE SAN WEE SING KOO" atawa "njanjian kasehatan" dari TJIEN SEE SAN"

Salah satunya berbunyi:

"Hidangan dari gorengan dan bakaran haroes kaoe makan sasoedanja dingin.
Bila tida begitoe aken meroesaken kaoe poenja gigi dan oerat-oerat.
Makan malem djangan terlaloe kemaleman.
Krana kaoe moesti djaga aken rasa sesek dada di tenga malem.

Kaoe minoem arak djangan sampe maboek.
Kerana kerasnja maboek kaoe nanti karoesakan SIEN dan tabelatmoe.
Lantaran banjak minoem arak kaoe djadi aos laloe banjak minoem aer dan TEE.
Dari sinilah pinggang dan kakimoe djadi merasa senggal dan ngiloe.

Pada halaman 72 kita dapati nasihat sebagai berikut:

DALEM BOEKOE "JAN BING LOK" SAIA ADA DAPETKEN TOELISAN BEGINI:

"Kaoe minoem itoelah boeat piara kaoe poenja JANG, kaoe makan boeat piara kaoe poenja IEM. Kaoe haroes makan sedikit sadja, tapi djoega djangan kasi tinggal peroetmoe terlaloe kosong. Kaloe boekan waktoenja lapar kaoe paksa makan, itoelah tjoema bikin roesak tempat makanmoe; kaloe tida aos kaoe paksa minoem itoelah bole bikin oesoesmoe djadi mekar. Dimana kaoe kenjang makan djangan kaoe lantas tidoer terlentang.

DALEM BOKOE "WEE SING TJAP TJIE" SAIA ADA DAPETKEN TOELISAN BEGINI:

"Soearanja aer itoe boleh piara kesehatannja kita poenja koeping. Warnanja roempoet dan daon padi jang idjoe bisa mempiara kita poenja mata. Membatja kitab Philosoph atawa mempladjarin Logie itoelah bole aken piara kita poenja hati. Memaen cithern = tjelempoeng atawa menjoengging hoeroef, baek aken piara kita poenja djari. Moendar-mandir djalan dengan bertoengkat itoelah mempiara kita poenja kaki. Berdoedoek dijem itoelah jang bole aken mempiara kita poenja toelang oerat dan toeboeh.

Bagian selanjutnya terdapat jawaban surat-surat yang masuk, dimana isinya sangat bermanfaat bagi kita. Buku ini sangat bermanfaat bagi peminat meditasi, metafisika, filsafat, dan budaya Tiongkok. Selain itu juga memperkaya khazanah kesusasteraan Melayu Tionghua.


Bagi berminat foto kopi buku ini silakan email ke ivan_taniputera@yahoo.com