Rabu, 15 Juni 2016

BUKU MENGENAI BELAJAR ILMU GAIB

BUKU MENGENAI BELAJAR ILMU GAIB
.
Ivan Taniputera.
23 Mei 2016
.




Judul: Beladjar dan Bertapa Boeat Ilmoe Gaib
Penulis: Lamyangtjindjin
Penerbit: Boekh. & Uitg.-Mij. “Terminus,” Semarang, 1928
Jumlah halaman: 44
.
Buku ini membahas perihal mempelajari ilmu gaib, seperti syarat, tata cara, dan lain sebagainya.
.
Pada bagian “Moela Kata,” dinyatakan sebagai berikut:
.
“Orang jang berniat tetep aken mejakinken ilmoe sihir, haroes dan perloe sekali lebih doeloe mengerti betoel dan mengetahoei theorienja ilmoe gaib itoe, soepaja biarpoen ada terdjadi apa djoega, senantiasa hati bisa tinggal taba dan tetep, tida dapet rasa was (hati ketjil). Dengan begitoe orang aken dapet pladjarken berbagi-bagi ilmoe gaib dengen segala slamet dan terdjaoe dari bahaja.”
.
Pada bagian “Peladjaran 1” dibahas mengenali latihan mengumpulkan kekuatan magnetisme:
.
“Doedoek lempeng (djedjak) di korsi; kepala lempeng; poendak2 ditarik ka blakang, dada djadi madjoe; kedoeanja kaki menapak di tanah.......”
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:
.



.



.



.



.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU PUSAKA KRATON TANAH JAWA YANG LUAR BIASA MENGENAI PENGOBATAN TRADISIONAL DAN ILMU RAMALAN

BUKU PUSAKA KRATON TANAH JAWA YANG LUAR BIASA MENGENAI PENGOBATAN TRADISIONAL DAN ILMU RAMALAN
.
Ivan Taniputera.
15 Juni 2016.
.





.
Judul: Poesaka Kraton Tanah Djawa: Djilid Pertama Boekoe Pantja Warna
Terdapat keterangan: Terisi dengan segala pengetahoean oemoem jang banjak terpake menoeroet adat istiadat dari bangsa Boemipoetra sedari dzaman doeloe kala.
Penulis: Tidak diketahui.
Penerbit: Astrologisch Bureau “Aquarius,” Semarang, sekitar tahun 1920-1930-an.
Jumlah halaman: 109.
.
Buku ini berisikan beragam hal yang ada kaitannya dengan kepercayaan tradisional Jawa, seperti mencari hari baik dan buruk, meramalkan nasib seseorang berdasarkan aksara Jawa (hanacaraka) paling depan serta paling belakang nama seseorang, makna pranata mangsa, tabiat wanita berdasarkan namanya, ilmu pengobatan tradisiona, dan metoda ramal dengan dadu.
.
Lalu terdapat pula selamatan menurut hari kelahiran (weton) seseorang, misalnya orang yang lahir pada Djoemat Legi, maka selamatannya adalah:
.
“Toempeng megono pake goedangan (djanganan),,,,,,” (halaman 47).
.
Selanjutnya terdapat pula metoda ramalan dengan menggunakan dadu.
.
Berikut ini adalah daftar isinya:
.




.




.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.




.




.




.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

METODA RAMALAN SEDERHANA UNTUK MENANYAKAN APAKAH PEKERJAAN DAN RENCANA ANDA AKAN BERHASIL ATAU TIDAK

METODA RAMALAN SEDERHANA UNTUK MENANYAKAN APAKAH PEKERJAAN DAN RENCANA ANDA AKAN BERHASIL ATAU TIDAK
.
Ivan Taniputera.
15 Juni 2016
.






.
Ini merupakan metoda ramalan cukup sederhana yang diambil dari pustaka Primbon Jawa. Gunanya untuk meramalkan apakah pekerjaan dan rencana Anda akan berhasil atau tidak.
.
Caranya adalah dengan mengambil segenggam kerikil atau biji-bijian (boleh kacang hijau, kecik atau biji sawo, beras, jagung, dan lain sebagainya). Sebelum mengambilnya silakan memusatkan pikiran pada pertanyaan Anda dan berdoa sesuai agama beserta keyakinan masing-masing. Selanjutnya pisahkan kerikil atau biji-bijian tersebut menjadi tujuh-tujuh bagian hingga sisanya kurang dari tujuh dan dihitung berapa sisanya. Berikut ini adalah makna masing-masing jumlah yang tersisa.
.
Jika tidak ada yang tersisa (sisa 0), maka disebut Bintang Buda (Merkurius). Ini berarti bahwa apa yang Anda kerjakan dan rencanakan itu dapat menuai keberhasilan, dimana kesuksesan tersebut berasal dari tekad kuat beserta tanggung jawab Anda. Oleh karenanya, Anda disarankan lebih bertanggung jawab dan bersungguh-sungguh agar pekerjaan serta cita-cita Anda tercapai.
.
Jika bersisa satu, maka disebut Bintang Sukra (Venus). Ini menandakan bahwa apa yang Anda kerjakan dan rencanakan itu akan menuai keberhasilan dengan mudah. Meski ramalan menyatakan demikian, Anda disarankan tetap waspada dan jangan lengah.
.
Jika bersisa dua, maka disebut Bintang Anggara (Mars). Ini menandakan bahwa apa yang Anda kerjakan dan rencanakan itu tidak akan membuahkan hasil atau gagal karena terdapat hambatan yang menghadang.
.
Jika bersisa tiga, maka disebut Bintang Raditya (Matahari). Ini menandakan bahwa apa yang dikerjakan dan direncanakan akan berhasil dengan sempurna.
.
Jika bersisa empat, maka disebut Bintang Tumpak (Saturnus). Ini menandakan bahwa apa yang dikerjakan dan direncanakan tidak dapat berhasil. Meskipun bekerja keras, namun akhirnya tetap akan menuai kegagalan.
.
Jika bersisa lima, maka disebut Bintang Respati (Yupiter). Ini menandakan bahwa apa yang dikerjakan dan direncanakan akan menuai hambatan. Kendati demikian, jika bekerja keras mengupayakannya tetap akan menuai keberhasilan.
.
Jika bersisa enam, maka disebut Bintang Soma (Bulan). Ini menandakan bahwa apa yang dikerjakan dan direncanakan akan menuai keberhasilan sebagaimana diharapkan.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . .

.




PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Selasa, 14 Juni 2016

FENGSHUI RUMAH YANG MENYEMPIT BAGIAN TENGAHNYA

FENGSHUI RUMAH YANG MENYEMPIT BAGIAN TENGAHNYA
.
Ivan Taniputera.
14 Juni 2016
.





Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai rumah yang menyempit bagian tengahnya dari sisi Fengshui. Adapun rumah yang menyempit bagian tengah tersebut adalah seperti huruf H atau I. Rumah seperti ini kurang baik dari sisi Fengshui. Ibaratnya seperti dicekik di bagian tengah, sehingga aliran energi kurang lancar.
.
Dampaknya, kekayaan penghuni rumah dapat mengalami kemerosotan dan bisa juga terlibat dalam kasus-kasus yang merugikan, seperti gugatan di pengadilan dan lain sebagainya.
.
Guna mengatasinya, buatkan atap, sehingga seolah-olah bentuk rumah menjadi persegi panjang kembali (lihat gambar di atas). Juga buatkan pintu dan jendela kaca di di bagian depan. Perlu juga diperhatikan bahwa pintu kaca jangan sampai berada satu garis lurus dengan pintu lainnya. Ini adalah solusi yang tidak begitu menghabiskan banyak biaya. Dengan demikian, permasalahan dari sisi Fengshui sedikit banyak sudah teratasi.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . .
.


PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Senin, 13 Juni 2016

MENGAPA WAKTU TERASA BEGITU CEPAT AKHIR-AKHIR INI?

MENGAPA WAKTU TERASA BEGITU CEPAT AKHIR-AKHIR INI?
.
Ivan Taniputera.
13 Juni 2016
.





.
Tahun Baru 2016 rasanya baru berlangsung kemarin. Namun kini tanpa dirasa kita sudah memasuki pertengahan bulan keenam, yakni pertengahan tahun. Banyak yang merasa bahwa waktu bertambah cepat berlalunya. Saya mencoba merenungkan dan menjawab mengapa hal ini terjadi.
.
Saya berpendapat bahwa penyebabnya terletak pada kemajuan teknologi yang dialami umat manusia. Mari kita ambil berkirim surat sebagai contoh. Dahulu sebelum ada teknologi internet, kita berkomunikasi dengan orang yang ada di luar kota atau luar negeri menggunakan surat. Berkirim surat ke luar negeri memerlukan waktu yang relatif lama dibandingkan sekarang. Jikalau kita mengirim surat pada kerabat atau sahabat kita di luar negeri, maka memerlukan waktu berbulan-bulan agar dapat menerima balasannya. Dengan kata lain, waktu tunggu menjadi lebih lama. Namun dewasa ini dengan adanya internet berikirim surat menjadi lebih cepat. Kita menyebutnya sebagai surat elektronik atau e-mail. Dengan menggunakan internet, surat elektronik kita dalam hitungan detik sudah sampai ke tujuan. Bahkan tidak sampai satu menit orang sudah dapat mengirim balasannya. Menunggu balasan surat elektronik lebih dari sehari sudah dapat dikatakan lama. Segala sesuatu telah berubah menjadi begitu cepat.
.
Teknologi telah mempercepat berbagai pekerjaan. Sebagai contoh adalah dalam dunia percetakan. Dengan adanya teknik cetak digital, maka segenap dokumen kita dapat dicetak dalam hitungan menit. Berbeda dengan dahulu, dimana kita perlu menunggu berhari-hari. Tentu saja dalam bidang-bidang lainnya teknologi telah pula meningkatkan kecepatan secara revolusioner. Alat-alat transportasi juga bertambah cepat. Kecepatan telah menjadi suatu tuntutan dan salah satu peningkat daya saing dewasa ini.
.
Karena kecepatan itulah, maka kita juga merasakan waktu begitu cepat berlalu. Waktu yang kita butuhkan dalam menanti sesuatu menjadi begitu singkat. Kita tidak lagi memperhatikan berlalunya waktu, yakni waktu yang diperlukan dalam menanti sesuatu. Dahulu sebelum terdapat internet, seseorang akan menghitung waktu sebelum menerima balasan surat yang dinanti-nantikannya. Ia akan menghitung hari demi hari sambil menanti kedatangan surat balasan tersebut. Waktu menjadi lebih terasa berlalunya.
.
Waktu sendiri sebenarnya bersifat khayali. Ia adalah semata-mata pembagian semu yang dilakukan manusia terhadap suatu aliran tak bernama. Aliran itu dibagi-baginya menjadi tahun, hari, menit, detik, dan lain sebagainya. Suatu pembagian yang telah ada semenjak awal sejarah peradaban manusia. Oleh karenanya, perasaan kita terhadapnya juga bersifat semu dan tergantung oleh berbagai kondisi.
.
Waktu yang dirasa berlalu begitu cepat itu memang terkadang menimbulkan perasaan tidak nyaman. Seolah-olah waktu begitu kejam dengan berlari terlalu cepat. Kendati demikian, ada kalanya kita dapat melakukan latihan berikut ini. Kita mencoba dengan sadar memperlambat segenap aktifitas kita. Sebagai contoh hari ini dalam mengetik SMS saya mencoba tidak terlalu cepat, meskipun biasanya itu sudah terjadi secara otomatis. Saya berupaya memperlambat aktifitas saya dalam mengetik SMS tersebut. Menjadi sadar betul terhadap segenap huruf dan kata yang muncul. Begitu pula sewaktu menulis artikel ini, saya mencoba menyadari segenap huruf dan kata yang secara bertahap muncul di layar komputer. Dengan kata lain, kita mencoba menyadari “saat sekarang.” Apabila latihan ini dilakukan terus menerus, maka secara bertahap kita akan menyadari waktu yang berjalan melambat dengan sendirinya. Kita tidak akan lagi mengeluh mengapa waktu berjalan begitu cepat.

KIAS MENCEGAH PENCURI DAN ORANG BERNIAT TIDAK BAIK MEMASUKI RUMAH ANDA

KIAS MENCEGAH PENCURI DAN ORANG BERNIAT TIDAK BAIK MEMASUKI RUMAH ANDA.
.
Ivan Taniputera.
13 Juni 2016
.
Berikut ini adalah kias warisan para leluhur guna mencegah pencuri dan orang berniat tidak baik memasuki rumah Anda.
.
Caranya sangat sederhana, sediakan bahan-bahan sebagai berikut:
.
1)Kedelai hitam
2)Gabah
3)Pasir
.
Campur ketiganya menjadi satu dan bacakan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Selanjutnya taburkan ketiga bahan tersebut secara merata di pekarangan atau halaman depan rumah Anda pada hari Jumat Kliwon. Oleh karenanya, jika pekarangan Anda luas pergunakan bahan yang banyak pula atau menyesuaikan dengan luas pekarangan Anda. Menurut keyakinan, orang yang berniat tidak baik akan segera menyingkir dari rumah Anda.
.
Cara lain adalah menggunakan rajah sebagaimana yang terdapat pada Primbon Mujarobat.
.



.
Rajah ini digambar pada sehelai kain atau kertas putih dan ditaruh di atas pintu rumah. Selanjutnya gambar dua buah lagi dan dipendam di penjuru tenggara dan barat daya rumah.
.
Demikian beberapa kias penangkal pencuri. Anda silakan pergunakan mana yang sekiranya sesuai dengan hati Anda.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . 



PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Jumat, 10 Juni 2016

RENUNGAN TUJUH BELAS TAHUN REFORMASI

RENUNGAN TUJUH BELAS TAHUN REFORMASI
.
Ivan Taniputera.
11 Juni 2016
.
Seharusnya artikel ini saya tulis sebulan yang lalu, yakni bertepatan dengan peringatan diawalinya reformasi di negara kita. Tetapi karena ada banyak keperluan lain, maka artikel ini baru dapat saya tulis sekarang. Pada kesempatan kali ini saya ingin melakukan kilas balik mengenai apa yang telah terjadi selama 17 tahun reformasi ini. Tentu saja sudah banyak peristiwa terjadi selama kurun waktu tersebut.
.
Tahun 1997 krisis moneter melanda negara kita. Pada tahun 1997 saya baru saja menyelesaikan studi saya di Jerman dan bekerja di salah satu perusahaan manufaktur mesin di Tangerang. Baru beberapa bulan pulang ke tanah air, atau tepatnya sekitar bulan Agustus 1997, nilai tukar Rupiah mulai jatuh terhadap Dollar. Dari kurang lebih Rp. 2.000 per USD merosot menjadi sekitar Rp 15.000. per USD. Krisis ini berlangsung semakin parah dan menimbulkan kepanikan dalam masyarakat. Harga-harga melambung tinggi. Saya teringat waktu itu saya hendak membeli tahu goreng di penjual langganan saya dan telah menyiapkan uang dengan jumlah tertentu, namun ternyata uangnya kurang karena harga tahu telah naik beberapa kali lipat.
.
Saat itu mudah terjadi suasana kepanikan di tengah masyarakat. Saya ingat suatu ketika sepulang kerja saya harus membayar uang perbaikan mobil di sebuah bengkel, namun saya mendapati bahwa terjadi antrian sangat panjang di ATM. Ternyata tersebar isu bahwa pemilik bank tersebut meninggal dunia padahal sebenarnya tidak. Nasabah menjadi panik dan khawatir bank itu tumbang. Mereka lalu berbondong-bondong berupaya menarik dananya. Selanjutnya, terjadi pula kepanikan saat beberapa bank terpaksa dilikuidasi.
.
Di tengah-tengah krisis moneter ini, Presiden Soeharto menaikkan harga BBM pada tanggal 5 Mei 1998 dari Rp. 700,- per liter menjadi Rp. 1.200,-. Ini menimbulkan pula kepanikan di tengah masyarakat. Pada hari sebelum harga resmi naik, terjadi antrian panjang masyarakat membeli BBM di seluruh SPBU yang tersebar di berbagai kawasan Jakarta. Antrian ini menimbulkan kemacetan yang demikian parah. Saya berusaha menghindari kemacetan ini dengan melalui berbagai jalan alternatif (disebut jalan tikus) di pinggiran kota Jakarta. Hasilnya saat melalui salah satu jalan tersebut mobil saya terjebak lumpur dan tidak dapat maju atau mundur. Untunglah ada penduduk setempat yang membantu mendorong mobil saya sehingga dapat terbebas dari lumpur. Saya kembali ke jalan besar dan tetap terjebak kemacetan parah. Kendaran yang ada hampir tidak bergerak sama sekali. Akhirnya setelah menemukan jalan tikus lain, saya dapat kembali ke tempat kos saya di kawasan perumahan Citra Garden I, Jakarta Barat. Kenaikan harga BBM ini makin memicu ketidak-puasan di kalangan masyarakat. 
.
Memasuki tahun 1998 marak terjadi unjuk rasa oleh mahasiswa yang menuntut perbaikan ekonomi. Saya masih bekerja di Tangerang. Ketika itu, saya hanya dapat mengikuti perkembangan berita dari radio saja. Secara umum, suasana saat itu memang sudah diwarnai ketegangan. Terdengar berita bahwa ada mahasiswa tertembak, yang kemudian memicu kerusuhan di ibu kota Jakarta. Inilah yang kita kenal dengan Kerusuhan Mei 1998. Jakarta membara dan terjadi pembakaran rumah dan toko milik etnis tertentu. Begitu kerusuhan mereda, saya mendapat kesempatan pulang ke Semarang. Waktu itu, Semarang dalam kondisi tenang, tetapi suasana tegang tetap terasa karena berbagai isu terdengar santer di mana-mana. Terbetik isu bahwa di luar kota telah siap menanti serombongan orang yang hendak memicu kerusuhan di Semarang.
.
Serombongan besar mahasiswa berdemonstrasi di kawasan Simpang Lima, Semarang, menuntut mundurnya Presiden Soeharto. Banyak orang menanti dengan harap-harap cemas, apakah presiden bersedia mengundurkan diri dari jabatannya. Akhirnya pertanyaan itu terjawab pada tanggal 21 Mei 1998, sekitar pukul 10.00 pagi, saya menyaksikan melalui layar terlevisi di Bandara A. Yani, Semarang, Soeharto membacakan pidato pengunduran dirinya. Wakil Presiden, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie tampil menggantikan Beliau. Rasanya masih tidak percaya bahwa kita akhirnya mempunyai presiden baru. Bertahun-tahun sebelumnya, terbentuk kesan bahwa Pak Harto adalah sosok kuat yang tidak akan jatuh. Dengan mundurnya Pak Harto, ketegangan berangsur mereda dan saya bisa kembali ke Jakarta untuk bekerja kembali.
.
Sewaktu kembali ke Jakarta saya masih menyaksikan sisa-sisa kerusuhan yang ketika itu belum dibereskan. Kaca-kaca pecah masih bertebaran di mana-mana. Bangunan dan mobil hangus tampak di mana-mana.
.
Setelah Pak Harto lengser berbagai isu yang dahulu dianggap tabu kini muncul ke permukaan. Sebagai contoh adalah hasil otopsi para pahlawan revolusi yang dahulu tidak pernah muncul ke publik kini dimuat di sebuah majalah. Partai-partai politik baru mulai bermunculan. Pada pemilihan umum (pemilu) sebelumnya, kontestan yang turut serta hanya tiga, yakni PPP (Partai Persatuan Pembangunan), Golkar (Golongan Karya), dan PDI (Partai Demokrasi Indonesia). Kini muncul partai-partai baru yang namanya tidak dapat saya ingat semuanya.
.
Selanjutnya, muncul tiga orang tokoh utama pada gerakan reformasi masa itu, yakni KH. Abdurachman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Amien Rais. Keadaan ketika itu berbalik, jika pada kampanye sebelumnya PDI, yang kemudian diubah namanya oleh Ibu Megawati menjadi PDIP, dimana tambahan huruf P merupakan singkatan “Perjuangan,” benderanya jarang tampak di mana-mana karena sedang mengalami permasalahan; namun kini bendera dan posko PDIP bertebaran di mana-mana. Ketika itu, PDIP nampak sedang naik daun. Bendera merah dengan lambang partai PDIP (banteng dalam lingkaran putih) berkibar di sepanjang jalan yang saya lalui sehari-hari.
.
Kebebasan mendirikan partai politik ini memang merupakan suatu kemajuan dalam demokrasi. Kebebasan berserikat dan berkumpul yang sebelumnya dikekang kini nampak terbuka lebar. Namun menurut pendapat saya, apakah banyaknya partai politik ini akan berdampak baik bagi kemajuan masyarakat secara keseluruhan, maka jawabnya adalah “belum tentu.” Jika kita amati dewasa ini, partai politik justru sarat oleh berbagai kepentingan yang justru sama sekali tidak bermanfaat bagi rakyat. Para elit partai banyak yang terlibat kasus korupsi, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap partai politik semakin menurun. Berbagai skandal di masa reformasi juga masih marak, dimana banyak di antaranya melibatkan jajaran partai politik yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
.
Jadi, jika direnungkan dengan seksama, maka salah satu kemajuan dalam reformasi adalah kebebassan dalam mengeluarkan pendapat. Sebelumnya, kebebasan berpendapat ini dikekang. Namun, apakah kebebasan berpendapat ini sepenuhnya mendatangkan dampak menguntungkan bagi masyarakat? Akan kita bahas nanti.
.
Pada tahun 1999, peristiwa lain yang saya ingat adalah lepasnya Timor Timur (Timtim) yang kemudian berdiri menjadi negara Timor Leste. Ketika itu, Presiden Habibie memutuskan menyelenggarakn jajak pendapat di sana, guna mengetahui apakah kawasan tersebut ingin tetap bergabung dengan RI ataukah ingin merdeka. Berbeda dengan dugaan sebagian besar, Timor Timur memilih merdeka, dengan kemenangan kubu pro kemerdekaan sebesar 90 persen. Ada berbagai pandangan yang menyatakan bahwa jajak pendapat itu direkayasa pihak-pihak tertentu, tetapi kebenarannya bagaimana saya tidak tahu.
.
PDIP berhasil memenangkan Pemilu tanggal 7 Juni 1999. Ini merupakan kali pertama PDIP meraih kemenangan. Di luar dugaan Golkar memperoleh urutan kedua. Ternyata partai yang selalu menjadi pemenang pemilihan umum masa Orde Baru masih kuat. Euforia atau rasa kemenangan itu sangat kuat, banyak orang menduga bahwa Megawati akan menjadi presiden. Tetapi ternyata sejarah mencatat bahwa yang terpilih menjadi presiden adalah Gus Dur, sementara Megawati menjadi wakilnya. Kendati demikian hubungan Presiden Abdurrahman Wahid dengan DPR memburuk. Pada tanggal 23 Juli 2001, MPR memberhentikan Gus Dur sebagai presiden yang kemudian digantikan oleh Megawati.
.
Pemberhentian Gus Dur ini sempat memicu kerusuhan di kawasan Waru, Sidoarjo. Ketika itu, saya sudah pindah bekerja di Surabaya. Terjadi pembakaran markas partai Golkar di Waru, Sidoarjo. Kebetulan sepulang kerja saya lewat di sana dan menyaksikan kobaran api masih menyala di bangunan tersebut. Kendati demikian, kerusuhan tidak membesar. Dengan berhentinya Gus Dur, maka era pemerintahan Megawati dimulai.
.
Presiden Gus Dur telah membuka lebih jauh pintu gerbang demokrasi dan kesetaraan etnis. Tahun Baru Imlek dinyatakan sebagai hari libur nasional.
.
Pada pemilihan presiden selanjutnya, Megawati dikalahkan oleh Susilo Bambang Yudoyono (SBY). SBY sempat menjabat sebagai presiden selama dua periode, sebelum Joko Widodo (Jokowi) terpilih sebagai presiden.
.
Kini setelah melakukan berbagai kilas balik peristiwa penting semasa 17 tahun reformasi, kita akan membahas berbagai hal. Memang benar bahwa kebebasan mengeluarkan pendapat telah dibuka lebih lebar semasa era reformasi. Orang kini bebas berdemonstrasi atau berunjuk rasa. Tentu saja ini bukan sesuatu yang buruk. Namun yang patut diingat segenap unjuk rasa atau demonstrasi rentan ditunggangi oleh pihak-pihak dengan kepentingan tertentu. Jadi unjuk rasa ini sudah bukan lagi murni menyampaikan aspirasi rakyat, melainkan aspirasi pihak-pihak tertentu. Dalam hal ini, kebebasan berunjuk rasa bukan lagi produktif melainkan kontra produktif. Perlu dipikirkan cara bagaimana mengatasi masalah ini.
.
Selama masa reformasi, kelompok-kelompok fundamentalis berbasis agama berkembang marak. Timbul berbagai aksi teror, seperti peristiwa bom Bali, Kuningan, dan lain sebagainya. Hubungan toleransi antar umat beragama juga mengalami kemerosotan terbukti dengan meledaknya kerusuhan berlandaskan agama di berbagai kawasan Nusantara. Meski baru-baru ini pemerintah menegaskan tidak boleh ada razia terhadap rumah makan atau warung yang buka selama puasa, namun bertentangan dengan seruan pemerintah tersebut masih ada pihak-pihak yang tetap melakukan razia. Oleh karenanya, pemerintah yang sekarang perlu menegakkan kembali kewibawaannya. Pihak-pihak yang bertindak di luar hukum perlu ditindak tegas. Tidak boleh ada peraturan daerah (perda) yang bertentangan dengan perundangan di atasnya, terutama Pancasila dan UUD 45.
.
Selanjutnya, dewasa ini kita menyaksikan pula adanya kebijakan yang terbalik-balik. Bagaimana mungkin seorang penghina Pancasila dapat diangkat menjadi duta Pancasila. Ini sebenarnya adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Demi menegakkan kewibawaan dasar negara dan lembang negara, maka barangsiapa yang dengan sengaja menghina Pancasila dan Garuda Pancasila perlu ditindak secara hukum. Apabila dasar negara saja sudah tidak lagi dihormati, bagaimana mungkin menciptakan masyarakat yang tertib dan sehat?
.
Peningkatan mutu tayangan umum juga perlu diperhatikan. Masyarakat berhak mendapatkan tayangan yang baik dan bermutu. Masing-masing stasiun televisi hendaknya mengemban tanggung jawab moral dalam menyebarkan berbagai tayangan yang mendidik serta membangun moral dan intelektual bangsa. Dengan kata lain, tidak hanya mengejar rating dan pemasukan melalui iklan. Tanggung jawab moral ini yang perlu lebih dikedepankan.
.
Jika diamati banyak tokoh yang serius memikirkan kemajuan masyarakat dan negara, seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Presiden Jokowi terasa berbeda dengan para pemimpin sebelumnya. Biasanya para pejabat tinggi negara akan membunyikan sirine saat mengadakan perjalanan. Namun tidak demikian dengan Presiden Jokowi. Beliau tetap rela terjebak kemacetan tanpa membunyikan sirine. Ini membuktikan salah satu sisi kepemimpinan yang baik Presiden Jokowi. Gubernur Ahok juga telah memberikan berbagai kemajuan bagi DKI. Sungai-sungai menjadi bersih.
.
Apabila kita melakukan kilas balik bagi 17 tahun reformasi, maka sudah banyak hal baik dicapai. Namun memusatkan diri pada hal-hal baik yang sudah dicapai sesungguhnya tidak produktif. Kita akan terjebak pada nostalgia masa lalu semata. Oleh karenanya, lebih baik memusatkan diri pada hal-hal yang masih perlu dibenahi. Prestasi yang baik itu sudah menjadi sejarah masa lalu. Namun hal-hal yang masih perlu dibenahi merupakan tantangan masa mendatang. Nilai tukar Rupiah masih belum stabil, yang saat tulisan ini dibuat masih bertengger pada kisaran Rp. 13.000,- lebih. Jadi, sama dengan saat krisis moneter dahulu. Karenanya, boleh disimpulkan bahwa kita masih belum sembuh dari krisis moneter.
.
Wibawa dan ketegasan hukum masih perlu ditingkatkan. Jangan biarkan golongan fundamentalis merajalela dan melecehkan Pancasila beserta UUD 45. Pancasila harus tetap jaya dan sakti! Iklim toleransi antar umat beragama dan elemen bangsa perlu makin ditingkatkan. Berbagai kasus lama juga masih belum terungkap, seperti Kerusuhan Mei 1998 dan lain sebagainya.
.
Sebagai penutup, jika ditanya apakah keadaan di masa sekarang sudah jauh lebih memuaskan dibandingkan tahun 1998 dahulu? Masa saya jawab, “Belum!” Kita masih jauh ketinggalan dibandingkan negara-negara maju. Lalu untuk apa berpuas diri? Jawaban “Belum” itulah yang menurut saya paling tepat.