RAMALAN QIMENDUNJIA TENTANG MASA DEPAN IHSG
Ivan
Taniputera
18
Oktober 2026
Baru-baru
ini kita mendapatkan berita mengejutkan mengenai anjloknya IHSG. Itulah
sebabnya, pada kesempatan kali ini saya hendak meramalkan mengenai masa depan
IHSG. Saya akan menggunakan metoda Ramalan Qimendunjia. Berikut ini adalah
bagan Qimendunjia yang diperoleh.
Kita akan
menguraikan bagan Qimendunjia di atas sebagai berikut.
Nampak Kong atau “Kekosongan” (空) hadir di Kun dan Dui. Di Kun Kekosongan hadir bersama Kaimen (開門),
yang melambangkan otoritas atau regulator. Dui
sendiri melambangkan interaksi pasar. Dengan demikian, bisa diartikan bahwa
IHSG saat ini memasuki fase ketidakpastian atau masa tenggang. Gambarannya
adalah seperti ada tetapi tidak ada atau tidak ada tetapi ada. Seolah-olah
berada dalam area abu-abu. Hal ini akan memicu keragu-raguan para investor. Dengan
demikian, selama masa ini sulit mengharapkan peningkatan kembali yang
signifikan, terkecuali ada penyebab-penyebab tidak terduga. Kalau secara wajar
atau alami, maka pada masa tenggang ini kondisinya lebih berpeluang untuk
turun. Lebih mungkin merosot ketimbang naik. Adanya Tengshe (騰蛇) atau “Ular” yang mendampingi Kaimen menandakan
belum adanya pandangan yang jelas terkait langkah-langkah yang diambil. Masih ada
keragu-raguan yang kuat.
Shengmen (生門)
hadir bersama Tianzhu (天住). Shengmen atau “Pintu
Kehidupan” melambangkan adanya peluang untuk pemulihan di masa mendatang.
Artinya tidak harus kondisi IHSG selamanya terpuruk. Sayangnya, di sini
terdapat Tianzhu atau “Perusak.” Tianzhu
yang hadir bersama Shengmen ini bisa
diartikan bahwa sebelum pemulihan dapat dicapai, maka akan ada volatilitas
tinggi atau guncangan struktural mendadak. Jadi, semua itu tidak akan
berlangsung seperti melalui jalan beban hambatan yang sepenuhnya lancar.
Sebagai catatan, Shengmen di sini hanya melambangkan “peluang.” Jadi bukan
menandakan IHSG pasti pulih. “Peluang” di sini lebih ke arah pilihan bebas bagi
para pengemban wewenang. Apakah mereka mau memanfaatkan peluang itu ada tidak.
Yang pasti Qimendunjia menyatakan bahwa peluang itu ada.
Lebih
jauh lagi pada Istana Qian tempat keberadaan Shengmen, terdapat Wu (戊) dan Yi
(乙). Artinya menandakan adanya restrukturisasi atau penyesuaian aset. Namun
akan ada yang harus dikorbankan. Adanya Jiutian (九天) atau “Sembilan
Langit” di Istana Qian melambangkan adanya fluktuasi tajam. Bisa naik mendadak
yang diikuti penurunan secara mendadak pula dan begitu pula sebaliknya.
Sektor
Zhen melambangkan sisi spekulan. Terdapat Baihu
(白虎), Jingmen (景門), dan Tianren (天任). Ini
meandakan bahwa berita-berita yang ada bisa memicu timbulnya tekanan atau
ketakutan ekstrim, sehingga berujung pada
panic selling. Hal semacam ini yang berangkali masih akan mewarnai IHSG
dalam waktu dekat.
Ketidakpastian
dan ketidakpanikan ini diperkirakan akan terjadi hingga 2 atau 3 bulan ke
depan. Dalam kurun waktu tersebut pasar masih akan diwarnai panic selling dan tekanan sentimen,
sehingga cenderung melemah atau mengalami koreksi tajam secara mendadak. Kalau
ini bulan Oktober 2026, maka dua atau tiga bulan ke depan adalah sekitar
Desember 2026 hingga Januari 2027.
Kurun
waktu 3 hingga 5 bulan ke depan, volatilitas mulai mereda seperti kehilangan
energi dan pergerakannya akan cenderung mendatar. Diperkirakan bottom line akan terjadi pada kurun
waktu ini. Bulannya adalah sekitar Februari 2027 hingga April 2027.
Kurun
waktu 5 hingga 6 bulan ke depan akan ada peluang pemulihan (recovery). Namun, ini adalah peluang
saja sifatnya. Apakah pasti akan ada pemulihan? Jawabannya belum tentu, karena
pemulihan itu sifatnya bersyarat dan ada semacam “kehendak bebas” di sini;
yakni apakah para pengemban wewenang sanggup menghasilkan kebijakan tepat atau
tidak. Ramalan Qimendunjia tidak bisa
meramalkan semuanya secara pasti; yakni pasti begini atau begitu. Ramalan ini
hanya membaca pergerakan energi saja.
Apakah
MSCI pasti akan menurunkan tingkatan pasar saham di negara kita (downgrade)? Ini adalah pertanyaan yang
mungkin ditanyakan oleh banyak orang. Jawabannya adalah: tidak pasti. Mengapa
demikian? Seperti yang telah diungkapkan di atas, peluang perbaikan itu ada.
Jadi, kalau itu bisa dimanfaatkan, maka MSCI tidak jadi mendowngrade pasar saham di negara kita. Kendati demikian, kalau
ditanya apa sebaiknya kebijakan yang diambil, maka jawabannya saya tidak tahu,
karena saya bukan pakar di bidang tersebut. Saya di sini hanya mengartikan saja
bagan Qimendunjia di atas sejauh
pengetahuan saya.
Demikian
gambaran IHSG ke depannya. Yang terpenting adalah mari kita semua berdoa menurut
agama atau kepercayaan masing-masing agar segalanya membaik kembali.