Kamis, 31 Oktober 2013

KASUS GANJALAN DARI REKAN-REKAN DI TEMPAT KERJA: BAGAIMANA MEMANFAATKAN METAFISIKA

KASUS GANJALAN DARI REKAN-REKAN DI TEMPAT KERJA: BAGAIMANA MEMANFAATKAN METAFISIKA

Ivan Taniputera
1 November 2013





Beberapa waktu lalu ada orang yang menanyakan pada saya mengenai diagram astrologis kelahirannya. Ia mengatakan bahwa sering mendapatkan masalah di tempat kerja dengan rekan-rekannya. Ada rekan-rekan yang disangkanya baik, namun ternyata menjelek-jelekkannya dari belakang. Ada rekan yang hanya memanfaatkan dirinya saja. Sebagai contoh, ada seorang rekan, sebut saja namanya A, yang dianggapnya sebagai sahabat. Oleh karenanya, ia mempercayakan berbagai rahasia dan ide-idenya pada A. Namun A malah mencuri ide-idenya dan menyampaikannya pada boss, dengan seolah-olah gagasan itu adalah  miliknya sendiri. Kata-katanya yang menjelekkan boss juga dilaporkan. Akibatnya karier orang itu mengalami hambatan, meski kinerjanya bagus.

Saya memeriksa diagram astrologis kelahirannya dan mendapati bahwa:

1.Pribadi yang bersangkutan sering terlalu cepat dalam memutuskan sesuatu.
2.Pribadi yang bersangkutan merupakan orang yang mudah percaya dan terbuai sesuatu.
3.Memang terdapat permasalahan dengan rekan-rekan kerja.

Kini setelah mendapatkan data-data tersebut, apakah kita hanya pasrah menjadi suatu sosok yang menerima "nasib"? Sebenarnya astrologi atau metafisika bukanlah masalah "nasib." Astrologi tidak menentukan hidup kita, melainkan sebagai wahana yang perlu dimanfaatkan, sehingga dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik. Astrologi tidak ada kaitannya pula dengan takdir. Segala sesuatu dapat dibawa ke arah yang lebih baik, yakni dengan mengenali kelemahan-kelemahan terkait.

Berdasarkan data tersebut, nampak bahwa orang itu memang terlalu cepat memutuskan atau menilai sesuatu. Mungkin ia mudah melabeli seseorang sebagai baik atau pun buruk hanya dari kesan pertamanya saja. Padahal menentukan seseorang baik atau buruk itu perlu melihat dari berbagai sisi. Tidak cukup hanya melihat seseorang dari sisi depan saja, melainkan juga perlu melihat dari sisi kiri, kanan, dan belakang pula. Selain itu, jika ia sudah menilai seseorang itu baik, maka ia lantas mempercayai sepenuhnya. Padahal tidak ada kebaikan yang abadi dan tidak ada pula keburukan yang abadi. Tiada pula kawan abadi dan tiada pula musuh abadi. Ini adalah saran yang perlu direnungkan oleh orang itu.

Permasalahan yang dialaminya di tempat kerja kemungkinan besar berakar dari kepribadiannya tersebut. Oleh karenanya, ia perlu mengubah kelemahan-kelemahannya tersebut. Sesuatu yang merupakan rahasia dan bahkan gagasan potensial jangan terlalu disebarkan pada banyak orang, meskipun kita telah melabelinya sebagai "orang dipercaya." Dengan mengubah kelemahan-kelemahan tersebut, diharapkan ia akan mendapatkan karier lebih baik.

Dengan demikian, kegunaan astrologi yang benar adalah sebagai wahana introspeksi diri.

BUKU TENTANG SEJARAH IMIGRASI ORANG-ORANG CHINA KE KALIFORNIA, AMERIKA SERIKAT

BUKU TENTANG SEJARAH IMIGRASI ORANG-ORANG CHINA KE KALIFORNIA, AMERIKA SERIKAT

Ivan Taniputera
31 Oktober 2013



Judul: Chinese Immigration
Pengarang: Mary Roberts Coolidge, PH.D
Penerbit: Henry Hold and Company, New York, 1909
Jumlah halaman: 531
Bahasa: Inggris

Ini merupakan buku mengenai sejarah imigrasi orang-orang China ke Kalifornia, Amerika Serikat. Berikut ini adalah daftar isi buku tersebut:



Pada bagian Preface atau halaman vii dapat kita baca sebagai berikut:

"THIS study was begun during the excitement incident to the passage and enforcement of the Geary law in 1892 and 1893; continued as part of a course in Race Problems given at Stanford University; and completed with the assistance of the Carnegie Institution of Washington. the historical portion ends with the fire of April eighteenth, 1906, in which the Chinese quarter and most of the city libraries in San Fransisco were destroyed. It now appears that this date also marked the close of a natural historical period; for since that time important changes have been made both in the regulation and consular service, which may result in even more important modification ot policy..."


Bagian Pertama buku ini diberi judul Free Immigration atau Imigrasi Bebas (1848-1882). Pada halaman 3, yakni di bagian Introduction dapat kita baca sebagai berikut bagaimana pandangan yang dianut orang Barat terhadap China:

"For half a century the curious customs and behavior of the Chinese in this country have been a mystery, subject to many explanations, distorted by ignorance and colored by prejudice, and never fully understood. Half a century ago China was an unknown country, the Chinese a strange, weird, incredible people; but with the opening of Chinese ports to the establishment of international relations, and the publications of a mass of information acquired by missionaries and travelers, the "dummy" Chinaman of 1850 has gradually become human to the western imagination, and it is discovered to the world's astonishment that he behaves much as other men do."

Meskipun demikian masih terdapat prasangka-prasangka (prejudice) terhadap orang China di benak kebanyakan orang Barat.

Secara singkat dipaparkan pula mengenai kondisi kemasyarakatan orang China di tanah airnya (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari naskah aslinya yang berbahasa Inggris)-halaman 3:

"Di China, tidak dikenal adanya kasta seperti di India, dan tidak pula kelas-kelas feodal sebagaimana yang terdapat di Jepang, namun sebagai gantinya terdapat pembagian kelas berdasarkan pekerjaan yang tidak begitu bergantung pada kelahiran. Kelas-kelas dalam masyarakat memiliki urutan sebagai berikut: cendekiawan, petani, pekerja; namun seorang pekerja sekali pun berkat upaya kerasnya dan pengorbanan keluarganya dapat menjadi cendekiawan serta seorang pejabat tinggi. Holcombe mengatakan bahwa setiap anak lelaki di Kekaisaran China mungkin menjadi perdana menteri, sehingga China hanya berada di urutan kedua setelah Amerika Serikat dalam hal kesempatan bagi kaum miskin menduduki orang terkemuka."

Pada bab 1 bagian I yang berjudul "The Period of Favor," halaman 15 diuraikan mengenai emigrasi orang China (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari naskah aslinya yang berbahasa Inggris):

"Kendati dipandang sebagai ancaman oleh peradaban Barat dan menjadi sasaran aturan diskriminatif oleh Amerika Serikat, orang China bukanlah, dibandingkan dengan orang Eropa, bangsa yang gemar berpindah tempat kediaman. Penghuni kedua propinsi tenggara China-Kwang Tung dan Fuh Kien-telah, dan memang benar adanya-senantiasa lebih memiliki jiwa petualangan dan semangat memperbaiki kehidupan ekonominya ketimbang rekan sebangsanya, dimana semenjak masa-masa paling awal telah berpindah dalam jumlah kecil ke Cochin China, Kamboja, dan Siam, pulau-pulau di Kepulauan Hindia, Jawa, Filipina beserta Semenanjung Malaya, Formosa, dan Hainan....."

Berpindah ke luar China tidak dipandang sebagai sesuatu yang baik oleh orang-orang China berpandangan kolot (konservatif). Pada halaman 16 dapat kita baca:

"Para emigran China dipandang oleh rekan-rekan sebangsanya yang berpandangan kolot sebagai orang-orang gegabah serta putus asa; dan kepergian mereka lama diabaikan oleh Pemerintah Kekaisaran baik karena para penjabat disibukkan oleh pemberontakan rakyat serta perlawanan terhadap kekuatan asing atau, karena hal itu relatif tidak penting..."

Salah satu penyebab migrasi orang-orang China ke Amerika adalah penemuan emas, sebagaimana yang dicantumkan pada halaman 17 (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari naskah aslinya yang berbahasa Inggris):

"Berita penemuan emas di Lembah Sacramento pada bulan Januari 1848 mencapai Hongkong saat musim semi dan menciptakan ketertarikan besar di sana dan begitu pula halnya dengan kota-kota pelabuhan di Samudera Atlantik."

Pada tahun-tahun pertama, orang China disambut dengan baik di Amerika Serikat, sebagaimana kita saksikan pada kutipan di halaman 21 berikut ini (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari naskah aslinya yang berbahasa Inggris):

"Pada tahun-tahun awal, orang China disambut dengan baik, dipuji, dan dipandang sebagai sesuatu yang sangat diperlukan; karena pada masa itu kebencian rasial masih kalah oleh kepentingan dalam bidang industri..."

Namun seiring dengan berjalannya waktu timbu kebencian terhadap orang-orang asing. Pada bab II bagian pertama berjudul "California for Americans" atau "Kalifornia [Hanya] Orang Amerika" di  halaman 26 dapat kita baca sebagai berikut (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari naskah aslinya yang berbahasa Inggris):

"Pada musim semi tahun 1849, mengalirlah  orang-orang berjiwa petualang guna mencari tambang-tambang emas di Kalifornia; dari bagian tengah dan barat daya melewati Dataran Besar Amerika; dari Honolulu, Sydney, dan Hongkong; dari New York, New Orleans, dan Amerika Selatan melalui Dataran Sempit Panama. Saat berada di Panama, orang Amerika merasa jijik menyaksikan banyak orang asing telah menyeberanginya serta siap "mencuri emas" Amerika Serikat."

Inilah yang kemudian memicu timbulnya kebencian terhadap orang asing.

Buku berumur seratus tahun lebih ini sangat bermanfaat bagi yang ingin mengetahui mengenai sejarah migrasi orang-orang Tionghoa, khususnya ke Amerika Serikat.

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com

Senin, 28 Oktober 2013

APAKAH PERLUNYA MENDESAIN LOGO SECARA FENGSHUI ?

APAKAH PERLUNYA MENDESAIN LOGO SECARA FENGSHUI ?

Ivan Taniputera
29 Oktober 2013



Lima elemen merupakan salah satu tonggak penting dalam metafisika China. Bangsa China membagi-bagi segala sesuatu di jagad raya ini menjadi lima elemen, yakni kayu, api, tanah, logam, dan air. Begitu pula dalam merancang logo perusahaan kita juga perlu berpegang pada kaidah-kaidah Fengshui. Namun apakah ini ada manfaatnya? Saya sendiri pada mulanya adalah seorang yang skeptis pada metafisika baik Barat atau Timur. Namun semenjak bertahun-tahun yang lalu saya telah meneliti ilmu metafisika baik Barat maupun Timur. Terdapat berbagai kasus unik yang saja jumpai. Berikut ini adalah beberapa kasus tersebut.

Bertahun-tahun lalu, salah seorang teman meminta saya merancang ulang logo perusahaannya. Oleh karena, saya sedang meneliti mengenai metafisika, maka saya akan mencoba menggunakannya sebagai kelinci percobaan. Saya lalu menanyakan jam dan kelahirannya secara akurat. Teman saya nampak kebingungan, karena dia tidak paham sama sekali mengenai metafisika. Saya menjelaskan secara singkat dan akhirnya ia tidak keberatan memberikan jam beserta tanggal kelahirannya. Berdasarkan data tersebut, saya lalu merancang logo perusahaan yang sesuai baginya.

Papan nama baru segera dibuat dan begitu pula halnya dengan kartu nama, surat berlogo perusahaan, serta brosur. Semua diganti yang baru. Saya juga menyarankan beberapa perubahan di kantornya. Beberapa minggu kemudian, teman saya menelepon bahwa kini ia merasa lebih bersemangat dalam bekerja. Pikiran rasanya menjadi lebih mudah menelurkan ide-ide baru, sehingga meningkatkan peruntungan perusahaan. Apakah semua itu merupakan hasil perombakan logo yang saya sarankan? Saya tidak mengetahuinya, namun kasus ini nyata adanya.

Terdapat juga kasus bahwa dengan mengubah desain kartu namanya berdasarkan kaidah metafisika yang cocok, ia bisa menggaet lebih banyak pelanggan.  Ada juga yang berhasil berjumpa dengan jodohnya.

Berikut ini adalah contoh beberapa desain logo.



SUMPAH PEMUDA SEBUAH RENUNGAN

SUMPAH PEMUDA SEBUAH RENUNGAN

Ivan Taniputera
28 Oktober 2013



Delapan puluh lima tahun yang lalu lahirlah tonggak kebangsaan Indonesia. Para pemuda waktu itu selaku kaum intelektual bangsa Indonesia mengikrarkan satu tanah air, bahasa, dan bangsa. Peristiwa tersebut merupakan tonggak perjalanan penting sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Kini delapan puluh lima tahun kemudian, cita cita tersebut belum selesai.

Kita masih perlu mewujudkan tanah air Indonesia yang bebas kemiskinan, korupsi, dan penindasan. Pemerintah harus mampu mewujudkan pendidikan dan layanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan merupakan pula hak azasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan dan layanan kesehatan yang baik bukan hanya milik kaum mampu atau kaya saja, melainkan hak seluruh rakyat Indonesia secara khusus dan umat manusia pada umumnya. Kehidupan yang layak harus menjadi hak seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana cita-cita para bapak bangsa dahulu. Itulah sebabnya, pendidikan dan layanan kesehatan gratis hendaknya menjadi sasaran utama kepedulian pemerintah dewasa ini.

Pemerintah harus mampu melindungi tanah air ini dari inflasi, karena inflasi berarti pemiskinan rakyat Indonesia. Pemerintah perlu memiliki program ekonomi yang kuat dan bermanfaat demi menahan kenaikan arus inflasi. Satu hal lagi yang sangat penting adalah adanya program serius dalam menghilangkan korupsi dari tanah air Indonesia. Kita memerlukan satu tanah air Indonesia yang bebas korupsi. Kita perlu mengembangkan toleransi nol bagi korupsi. Satu kasus korupsi sekali pun sudah terlalu banyak. Kita perlu mempertanyakan semangat nasionalisme seorang koruptor.

Delapan puluh lima tahun yang lalu, para pemuda kita yang berasal dari beragam suku dan agama telah mengikrarkan satu bangsa, yakni bangsa Indonesia. Ini berarti bahwa meskipun seseorang bersuku apa pun dan beragama apa pun, ia adalah satu bangsa, yakni bangsa Indonesia. Entah ia umat Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, agama tradisional, atau aliran kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa, semuanya adalah bangsa Indonesia. Para bapak bangsa dahulu ingin menciptakan tanah air dan bangsa bagi semua agama, bukan hanya negara bagi satu agama saja.

Itulah sebabnya kekerasan atas dasar agama sangat bertentangan dengan jiwa Sumpah Pemuda. Kekerasan atau penganiayaan pada umat beragama lain yang sebangsa adalah ibaratnya tangan kanan kita mengiris tangan kiri kita. Akibatnya rasa sakit itu akan terpulang pada diri kita sendiri secara keseluruhan. Oleh sebab itu, marilah kita kembangkan semangat toleransi beragama yang bebas kekerasan. Indonesia bukan hanya milih satu umat beragama saja. Itulah hal penting yang patut diingat.

Para pemuda delapan puluh lima tahun yang lalu, dengan bangga menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasanya. Kini apakah kebanggaan itu masih ada? Dalam tataran praktisnya, saya hendak menyarankan adanya perbaikan dalam metoda pengajaran bahasa Indonesia. Metoda pengajaran bahasa Indonesia harus senantiasa segar dan menarik, sehingga dapat membangkitkan minat siswa. Pengajaran jangan hanya menitik beratkan pada teori dan hafalan semata, melainkan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan. Pemerintah juga perlu menunjang kemajuan bahasa dan sastra Indonesia.

Demikianlah renungan kita pada hari yang berbagia ini.
Selamat hari Sumpat Pemuda.
Salam Nusantara Agung!

Minggu, 27 Oktober 2013

BUKU ATLAS DAN PELAJARAN ILMU BUMI (GEOGRAFI) ZAMAN BELANDA

BUKU ATLAS DAN PELAJARAN ILMU BUMI (GEOGRAFI) ZAMAN BELANDA

Ivan Taniputera
27 Oktober 2013



Judul: Atlas Hindia-Nederlan Dan Keterangannja: Oentoek Sekolah Ditanah Seberang
Pengarang: J. Van Reijen
Gambar oleh: C. Lekkerkerker
Dibasa Melajoekan oleh A. Soetan Pamoentjak n.S.
Penerbit: Department van Onderwijs en Eeredienst, tanpa angka tahun (namun masih menggunakan ejaan van Ophuysen).
Jumlah halaman: 39

Ini merupakan buku mengenai ilmu bumi pada zaman Belanda. Di dalamnya terdapat penjelasan mengenai daerah-daerah sebagai berikut:

1.Poelau Soematera
2.Soematera Oetara dan Soematera Tengah
3.Soematera Selatan
4.Deli dan Tapanoeli
5.Soematera Barat
6.Poelau Djawa
7.Djawa Barat
8.DjawaTengah
9.Djawa Timoer
10.Poelau Borneo
11.Poelau Selebes
12.Poelau-poelau Soenda Ketjil
13.Poelau-poelau Maloekoe dan Poelau Papoea (Karesidenan Maloekoe).
14.Berdjalan Djaoeh
15.Sekeliling Hindia Belanda.

Masing-masing bagian diberi penjelasan mengenai kondisi masing-masing daerah, peta, dan pertanyaan-pertanyaan bagi siswa terkait bahasan daerah dimaksud.

Ini adalah contohnya untuk Jawa Tengah.







Berdasarkan buku ini, disebutkan bahwa:

"Disebelah selatan karesidenan Semarang dan dekat negeri Blora banjak hoetan djati. Pohon djati itoe ada jang lebih tinggi dari pohon kelapa. Kajoe djati itoe mahal sekali, sebab baik benag kajoenja. Kajoe djati itoe dipakai orang akan memboeat roemah, perkakas roemah, kereta, kapal, dsb. Hoetan-hoetan djati itoe Goebernemen jang empoenja dia."

Nampak bahwa pada zaman dahulu pohon-pohon jati itu dikuasai negara. Bagaimana dengan sekarang?

Bagi yang berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU TINJAUAN LUAR BIASA MENGENAI HUKUM ADAT DAN BUDAYA SUKU DAYAK DI KALIMANTAN

BUKU TINJAUAN LUAR BIASA MENGENAI HUKUM ADAT DAN BUDAYA SUKU DAYAK DI KALIMANTAN

Ivan Taniputera
27 Oktober 2013





Judul: Het Adatrecht van Borneo, Deel I
Pengarang: J. Mallinckrodt (1897-1929)
Penerbit: M. Dubbeldeman, Leiden, 1928
Jumlah halaman: 612
Bahasa: Belanda

Ini adalah buku luar biasa mengenai budaya dan adat istiadat Dayak di Kalimantan. Sebagai contoh pada halaman 7 diulas mengenai berbagai teori pembagian bangsa Dayak:

"Nieuwenhuis (de gegevens werden door Kohlbrugge bewerkt) kwam tot het resultaat dat in Midden-Borneo de volgende groepen, ik noem ze stammenrassen, voorkomen: I.de Kajan; 2. de Oeloe Air Dajaks; de eersten zijn brachycephalen, de laatsten dolichocephalen (1). De Kajan vormen een deel van het stammen ras der Kajan-Kenja Bahau, die Centraal Borneo bewonen, terwijl de Oeloe Air ten zuiden daarvan voorkomen. Dit laatste ras omvat wellicht ook: de Ngadjoe, Maanjan en Lawangan, die niettegenstaande groote verschillen belangrijke punten van overeenkomst hebben..."

Terjemahannya:

"Niewenhuis (yang dicantumkan dalam karya Kohlbrugge) menyimpulkan bahwa di Kalimantan Tengah terdapat berbagai kelompok, yang saya sebut suku-suku , sebagai berikut: I. Kayan; 2. Dayak Hulu Air; yang pertama bertipe brachycephalen, sedangkan yang kedua bertipe dolichosephalen (1). Kayan membentuk sebagian suku-suku Kayan-Kenyah-Bahai, yang mendiami Kalimantan Tengah, sedangkan Hulu Air mendiami kawasan di sebelah selatannya. Yang disebut belakangan tersebut barangkali juga mencakup: Ngaju, Manyan, dan Lawangan, kendati terdapat perbedaan-perbedaan besar di antara mereka...."

Pembagian lain adalah sebagai berikut:

"Hose en Mac Dougall deelen de Dajaksche bevolking van Borneo in zes groepen in, namelijk: 1.Zee-Dajaks, 2.Kajans, 3.Kenja, 4.Klemantans, 5.Moeroets, 6.Poenans (2).

Terjemahannya:

"Hose dan Mac Dougall membagi masyarakat Dayak menjadi enam kelompok, yakni: 1.Dayak Laut, 2.Kayan, 3.Kenyah, 4.Klemantan, 5.Murut, dan 6 Punan."

Lebih jauh lagi, pada halaman 14 terdapat uraian mengenai suku bangsa Kenyah-Kayan-Bahau, dimana masih terdapat ketidak-sepakan dalam pembagian:

"Hose en Mac Dougall rekenen de Bahau tot de stammengroep der Kajan; Nieuwenhuis is echter van oordeel dat de Bahau een afzonderlijke groep vormen. Dit ras heeft volgens Nieuwenhuis als gemeenschappelijk stamland de Apo Kajan, van waaruit ze later naar verschillende zijden zouden zijn uitgezwermd. Die Kenja zijn na veel omzwervingen later weer in de Apo Kajan teruggekeerd..."

Terjemahannya:

"Hose dan Mac Dougall menggolongkan Bahau ke dalam kelompok suku Kayan; Nieuwenhuis sebelumnya menggolongkan Bahau ke dalam kelompok tersendiri. Suku ini menurut Nieuwenhuis berasal dari App Kayan, yang belakangan tersebar ke berbagai penjuru. Kenyah setelah melakukan banyak pengembaraan akhirnya kembali pada Apo Kayan..."

Selanjutnya terdapat banyak tabel mengenai pembagian lebih terperinci berbagai kelompok suku di Kalimantan beserta tempat kediamannya, sebagai contoh akan dikutipkan tabel dari halaman 25:

Stammen               Geschlachten                  Woonplaats                  Bron, waaruit het
                                                                                                               gegeven geput is
(Suku)                   (Pembagian)                        (Tempat)                     (Sumber)

Ot Benoeoe                                             boven Lahai (Lahai hulu)       Mallinckrodt,
                                                                                                              Bijdragen K.I.
                                                                                                               1927 ...

Ot Toehoep                                                   beneden Toehoep
                                                                      (Tuhup hilir)

dan seterusnya.

Banyak terdapat tabel-tabel seperti ini, sehingga dapat menjadi informasi berharga mengenai pembagian suku Dayak beserta tempat kediaman masing-masing.

Di dalam buku ini diuraikan pula adat istiadat dalam menerima tamu, seperti pada halaman 59:

"Het ceremonieel, dat zulk een vreemde in Kotawaringin moet doormaken, beschreef ik in een opstel over de dorpsofferplaatsen van de Dajaks van Kotawaringin (2). Men ziet daarin zeer goed de strekking der magische handelingen. Ook elders vreest men de magie der vreemdelingen (duivelsdragers). Zoo schrijft Elsthout (3):

Over het algemeen heeft een Kenja liever geen vreemdelingen in zijn huis....."

Terjemahannya:

"Upacara yang hendaknya dijalankan oleh orang asing di Kotawaringin, telah saya paparkan dalam bagian mengenai tempat-tempat persembahan desa suku Dayak di Kotawaringin. Hal ini memperlihatkan dengan sangat baik pengaruh ilmu gaib. Di kawasan lainnya, orang takut terhadap ilmu gaib yang dimiliki orang asing (penguasa roh jahat). Demikianlah yang ditulis oleh Elsthout:

Secara umum orang Kenyah tidak menerima orang asing di rumahnya...."

Selain itu, terdapat pula ulasan mengenai adat istiadat perkawinan, perkara pembunuhan, dan lain sebagainya.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Jumat, 25 Oktober 2013

BUKU KARYA JENDERAL VO NGUYEN GIAP SANG PEMENANG PERANG VIETNAM

BUKU KARYA JENDERAL VO NGUYEN GIAP SANG PEMENANG PERANG VIETNAM

Ivan Taniputera
26 Oktober 2013



Judul: People's War People's Army
Pengarang: General Vo Nguyen Giap
Penerbit: Foreign Languages Publishing House, Hanoi, 1961
Jumlah halaman: 217
Bahasa: Inggris

Ini merupakan buku yang sangat cocok bagi para penggemar sejarah Perang Kemerdekaan Vietnam. Pada bagian kata pengantar penerbitan (Publisher's Note) tertera sebagai berikut:

"We are very pleased to publish the English translation of a series of articles by General Vo Nguyen Giap, member of the Political Bureau of the Central Commitee of the Vietnam Workers' Party, Vice-Premier and Minister for National Defence of the Democratic Republic of Viet Nam, Commander-in-Chief of the Viet Nam People's Army.

In these articles, the author introduces the liberation war waged by the Vietnamese people, the features of that war, and deals with the reason for victory; mobilisation of the entire people, setting up of a people's army...."

Terjemahannya:

"Kami sangat puas menerbitkan terjemahan bahasa Inggris bagi serangkaian artikel karya Jenderal Vo Nguyen Giap, anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Pekerja Vietnam, wakil perdana menteri dan menteri pertahanan nasional Republik Demokrasi Viet Nam, pemimpin komando Tentara Rakyat Viet Nam.

Dalam artikel-artikel ini, pengarang memperkenalkan perang pembebasan yang dilancarkan oleh rakyat Vietnam, sifat-sifat perang tersebut, dan membahas alasan bagi kemenangan; penggerakan seluruh rakyat, membentuk suatu tentara rakyat....."

Berikut ini adalah beberapa kutipan dari buku tersebut.

Pada bagian "The Vietnamese People's War of the Liberation Against the French Imperialist and the American Interventionists" (1945-1954)" dibahas mengenai latar belakang sejarah dan geografi Vietnam, di halaman 11 dapat kita baca:

"Vietnam is one of the oldest countries in South-east Asia.
Stretching like an immense S along the edge of the Pacific, it includes Bac Bo or North Viet Nam which, with the Red River delta, is a region rich in agricultural and industrial possibilities, Nam Bo or South Viet Nam, a vast alluvial plain furrowed by the arms of the Mekong and especially favourable to agriculture, and Trung Bo or Central Viet Nam, a long, narrow belt of land joining them. To describe the shape of their country, the Vietnamese like to recall an image familiar to them: that of a shoulder pole carrying a basket of paddy at each end."

Terjemahannya:

"Vietnam adalah salah satu negara tertua di Asia Tenggara.
Membentang laksana huruf "S" raksasa di sepanjang tepian Pasifik, ia mencakup Bac Bo atau Viet Nam utara, yang bersama delta Sungai Merah, merupakan kawasan kaya akan peluang-peluang pertanian dan industri, Nam Bo atau Viet Nam Selatan, kawasan luas dataran aluvial yang dibentuk oleh lengan-lengan Sungai mekong dan terutama cocok bagi pertanian, dan Trung Bo atau Viet Nam Tengah, yakni dataran sempit laksana sabuk yang menyatukan keduanya. Saat menggambarkan mengenai negeri mereka, orang Vietnam gemar mengenang suatu gambaran yang akrab dengan mereka: yakni kayu pikulan pembawa keranjang padi di tiap ujungnya."

Buku ini juga dilengkapi dengan peta-peta terkait strategi militer yang diambil.

Pada halaman 90 dapat kita baca:

"Our Party led the people in Nam Bo to wage a resistance war against the French colonialists. To sperhead all its forces at the principal enemy, the Party carried out the line of winning more friends and less enemies, endeavoured to widen the national united front, founded the Viet Nam National United Front (called Lien Viet for short), united all forces which could be united, neutralised all those which could be neutralised and differentiated between forces which could be differentiated. At the same time, it consolidated power, developed and consolidated the armed forces, elected the National Assembly and formed the Government of coalition for the Resistance."

Terjemahannya:

"Partai kami memimpin rakyat Nam Bo melancarkan perang perlawanan terhadap penjajah Perancis. Mengarahkan seluruh kekuatan pada musuh utama, Partai menjalankan kebijakan memenangkan lebih banyak kawan dan lebih sedikit musuh, berupaya memperluas barisan persatuan nasional, mendierikan Barisan Persatuan Nasional Viet Nam (secara ringkas disebut Lien Viet), menyatukan segenap kekuatan yang dapat disatukan, menetralkan segala sesuatu yang dapat dinetralkan, serta mendiferensiasi antar kekuatan yang dapat didiferensiasikan. Pada saat bersamaan, ia menyatukan kekuatan, mengembangkan serta menyatukan kekuatan-kekuatan bersenjata, memilih anggota Dewan nasional serta membentuk pemerintahan koalisi bagi perlawanan."

Bagi yang berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

MENANYAKAN PEKERJAAN YANG COCOK DENGAN RAMALAN KARTU CEKI

MENANYAKAN PEKERJAAN YANG COCOK DENGAN RAMALAN KARTU CEKI

Ivan Taniputera
25 Oktober 2013

Salah seorang kawan menanyakan apakah ia cocok menjadi konsultan atau penyembuh spiritual. Guna menjawab pertanyaan tersebut saya akan mencoba menggunakan ramalan kartu ceki. Hasilnya adalah sebagai berikut:



Kartu pertama disebut Peh Manis.
Kartu kedua disebut Kauw Ronggeng.
Kartu ketiga disebut Lak Toapekong.
Kartu keempat disebut Peh Manis.

Kini tugas kita adalah merangkaian kartu-kartu di atas menjadi sebuah alinea atau kalimat jawaban bagi pertanyaan. Saya merangkaikannya sebagai berikut:

"Pekerjaan bersifat merukunkan sesuatu dan mendatangkan kebahagiaan beserta harmoni bagi orang lain. Selanjutnya, agar dapat melakukan pekerjaan tersebut perlu menyingkirkan penyakit dan hambatan dalam diri orang lain atau sesama manusia. Secara umum pekerjaan ini harus banyak menolong orang lain, sehingga akhirnya akan berpulang mendatangkan kebahagiaan dan kedamaian dalam diri sendiri."

Oleh karenanya pekerjaan sebagai penyembuh spiritual cocok bagi dirinya.

Rahasia bagi seseorang yang mempelajari ceki adalah kemampuan merangkaikan kartu-kartu tersebut menjadi sebuah kalimat atau alinea. Inilah seni ramalan ceki.


Kamis, 24 Oktober 2013

KISAH NYATA ORANG YANG MENGORBANKAN HIDUPNYA MENOLONG SESAMA: PELAJARAN BERHARGA DARI SERIAL AIRCRASH INVESTIGATION

KISAH NYATA ORANG YANG MENGORBANKAN HIDUPNYA MENOLONG SESAMA: PELAJARAN BERHARGA DARI SERIAL AIRCRASH INVESTIGATION

Ivan Taniputera.
25 Oktober 2013

Ini hasil menonton serial Aircrash Investigation tadi malam. Mengenai demo penerbangan (seperti demo terbang pesawat S yang pernah terjadi di negara kita dan akhirnya menabrak gunung). Serial ini sangat bagus, selain mendapatkan pengetahuan mengenai teknologi dunia penerbangan, terkadang kita menyaksikan pula sisi-sisi kemanusiaan yang luar biasa. Pada tayangan tadi malam, terdapat seorang wanita yang terakhir berhasil menyelamatkan diri dari kursinya dan hendak berlari ke luar dari pesawat yang mulai terbakar dengan dashyatnya. Meskipun demikian, ia menyaksikan seorang anak yang masih terjepit kursi dan terikat sabuk pengamannya. Mungkin karena rusak akibat kecelakaan, sabuk pengamannya sulit dilepaskan. Wanita tersebut berhenti menolong anak tersebut dan berjuang keras membantunya melepaskan diri. Namun akhirnya gagal. Akibat asap beracun yang semakin tebal, keduanya meninggal.

Wanita itu bisa saja menyelamatkan dirinya, namun ia lebih memilih menolong anak kecil, walau itu sangat berisiko bagi dirinya. Dalam kondisi ekstrim sungguh langka peristiwa kemanusiaan seperti ini, namun ia nyata.

Informasi selengkapnya mengenai peristiwa kecelekaan pesawat tersebut dapat dicermati di http://en.wikipedia.org/wiki/Air_France_Flight_296

Rabu, 23 Oktober 2013

PENEMUAN MENARIK TENTANG PERILAKU MANUSIA

PENEMUAN MENARIK TENTANG PERILAKU MANUSIA

Ivan Taniputera
23 Agustus 2013
 
Tayangan Aircrash Investigation hari ini mengenai pesawat yang terbakar mesinnya. Namun hal paling menarik bagi saya adalah penelitian mengenai perilaku manusia. Saat asap tebal mulai memasuki pesawat dan kebakaran semakin bertambah dashyat, para penumpang saling dorong mendorong, sehingga akhirnya justru terjepit di pintu ke luar. Inilah yang disebut dengan fenomena leher botol (botol neck). Akibatnya, terjadi kemacetan yang menghambat evakuasi. Masing-masing orang mengerahkan segala cara demi menyelamatkan dirinya. Padahal jika mereka berbaris dengan tertib tentunya lebih banyak yang selamat.

Helen Muir seorang ahli ilmu kejiwaan terkemuka lantas mengadakan penelitian mengenai perilaku manusia saat terjadinya kebakaran di pesawat tersebut dengan menggunakan para sukarelawan. Kondisi dalam pesawat saat berlangsungnya kebakaran hendak direka ulang dengan menggunakan sukarelawan yang berperan sebagai penumpang. Tentu saja, dalam penelitian ini tidak perlu menciptakan kebakaran sungguhan, karena sangat berbahaya. Oleh karenanya, Muir menggantinya dengan uang. Barangsiapa yang berhasil keluar terlebih dahulu akan memperoleh hadiah berupa uang. 

Benar saja, terjadilah peristiwa yang sama dengan saat kebakaran. Bedanya, saat kebakaran yang mereka kejar adalah nyawa mereka sendiri; sedangkan saat simulasi yang diperebutkan adalah uang. Berdasarkan kenyataan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa dalam kondisi genting atau ekstrim, manusia hanya akan mengingat dirinya sendiri atau orang yang dicintainya, dan sulit sekali mengingat nasib orang lain. Mereka dorong mendorong demi menyelamatkan dirinya sendiri atau mendapatkan uang. 

Rekacipta dengan menggunakan perangsang berupa uang itu merupakan gagasan yang luar biasa cerdas. Saya mulanya tidak menduga bahwa akan digunakan uang. Saya sebelumnya bertanya-tanya bagaimana merekayasa suatu kondisi yang mirip dengan kebakaran di pesawat tersebut. Inilah yang menjadikan serial kali ini mengesankan. Bukan hanya masalah teknis, melainkan juga perilaku manusia yang ditelaah.

Akhirnya, direkomendasikan agar membuat pintu yang lebih lebar guna mencegah kemacetan saat evakuasi dan desain bagian dalam pesawat yang lebih aman.
Informasi lebih lanjut silakan pelajari di http://en.wikipedia.org/wiki/British_Airtours_Flight_28M

MERAMAL DENGAN KARTU CEKI MENGENAI TAWARAN PEKERJAAN

MERAMAL DENGAN KARTU CEKI MENGENAI TAWARAN PEKERJAAN

Ivan Taniputera
23 Oktober 2013

Beberapa waktu lalu ada teman yang menanyakan mengenai tawaran pekerjaan yang diterimanya. Ia mengalami kebimbangan apakah hendaknya menerima pekerjaan ini atau tidak. Saya lantas memintanya mengambil empat kartu ceki guna menelaah tawaran pekerjaan tersebut. Hasilnya adalah sebagai berikut:


Berdasarkan hasil di atas, maka kartu bernomor 1 disebut "Yo Kucing." Kartu bernomor 2 disebut "Sie Kalong." Kartu bernomor 3 disebut "Peh Putih." Kartu bernomor 4 disebut "Kauw Gelundung." 

Saya lantas menafsirkan adanya pertanda tidak bagus, yakni sesuatu yang tidak dapat dipercaya. Ini berarti bahawa teman saya itu tidak boleh percaya janji-janji perusahaan. Kemungkinan gaji atau fasilitasnya tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Namun dapat juga berarti adanya seorang perempuan setengah tua yang dapat menimbulkan masalah..
Jika menerima pekerjaan tersebut bisa mengalami keruwetan pikiran, bahkan sampai tidak bisa tidur.
Tapi kalau sanggup bertahan di sana akan bisa mendapatkan pertolongan atau ketemu orang yang baik dan gemar memberikan dorongan semangat. Namun awalnya memang nampak tidak menjanjikan dan juga tidak menyenangkan.

Namun kartu penutup menandakan adanya penyesalan. Kemungkinan akan menyesal mengapa dulu menerima pekerjaan tersebut.

Oleh karenanya, menurut hasil di atas, saya menyarankan agar jangan menerima pekerjaan tersebut. Lebih baik bertahan saja di pekerjaan sebelumnya.

Kawan saya lalu mengatakan bahwa perusahaan tersebut memang terus menerus mencari calon karyawan baru bagi divisi tersebut. Ini menandakan bahwa karyawannya terus menerus keluar masuk, sehingga tentunya ada sesuatu kurang menyenangkan di sana.

Hal ini menandakan bahwa kartu ceki dapat dipergunakan mengarahkan masa depan agar kita tak melakukan pilihan keliru.

Bagi penggemar metafisika atau ramalan Barat dan Timur silakan bergabung dengan https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ guna mendapatkan artikel-artikel menarik lainnya.

Selasa, 22 Oktober 2013

PAHLAWAN ITU BERNAMA THICH QUANG DUC

PAHLAWAN ITU BERNAMA THICH QUANG DUC

Artikel Dharma ke-38, Oktober 2013

Ivan Taniputera
22 Oktober 2013

Pengalaman ini terjadi waktu saya masih kuliah di Jerman. Karena tadi saya baru saja membongkar dokumen-dokumen lama, ingatan saya melayang pada pengalaman-pengalaman tatkala kuliah di Jerman. Oleh karenaya, saya bermaksud membagikan hal yang luar biasa ini. Suatu kali saat Hari Waisak saya diajak merayakannya oleh seorang teman kuliah saya yang merupakan warga negara Jerman keturunan Vietnam di vihara komunitas mereka. Pada kesempatan tersebut akan diadakan acara puja sarira. Saya waktu itu masih baru mengenal Agama Buddha, sehingga belum mengetahui apa yang disebut sarira tersebut. Sarira secara sederhana adalah sisa pembakaran atau kremasi jenazah orang-orang suci. Saya juga belum tahu sarira siapakah itu. Yang saya ingat, saat itu di vihara orang Vietnam diadakan pemutaran film mengenai seorang bhikshu yang membakar dirinya. Saya hanya melihatnya sepintas lalu saja. Nampak seorang bhikshu duduk bersila dengan tubuh diliputi kobaran api. Namun saya tidak begitu memperhatikannya.

Selanjutnya diadakan acara puja sarira. Saya menyaksikan ada sesuatu seperti sekeping tulang yang bisa berpendar dalam gelap seperti Fosfor. Teman saya mengatakan bahwa itu adalah sarira bhikshu Vietnam yang membakar dirinya seperti pada film tadi. Dia adalah pahlawan umat Buddha di Vietnam.

Bertahun-tahun kemudian setelah membaca berbagai buku Agama Buddha saya mengetahui lebih banyak mengenai bhikshu Vietnam tadi. Beliau bernama Thich Quang Duc. Saat itu Agama Buddha di Vietnam Selatan mengalami penindasan dan penganiayaan. Diskriminasi terhadap Agama Buddha berlangsung dengan sangat parahnya di bawah pemerintahan Presiden Ngo Dienh Diem yang merupakan penganut agama XXX. Meskipun merupakan minoritas para pendeta Agama XXX diperkenankan memiliki pasukan sendiri dan melakukan peralihan agama secara paksa. Umat Agama XXX dibebaskan dari kerja paksa. Gelombang protes meledak setelah pemerintah Vietnam Selatan yang didominasi penganut Agama XXX melarang pengibaran bendera Buddhis saat Hari Waisak, padahal beberapa hari sebelumnya penganut Agama XXX diizinkan mengibarkan bendera V*t*kan berwarna kuning dan putih guna merayakan ulang tahun pemuka agama agung mereka.

Ratusan umat Buddha bangkit berdemonstrasi menentang diskriminasi agama tersebut. Namun pemerintah menanggapinya dengan kekerasan. Sembilan orang jatuh sebagai korban.

Sebagai protes terhadap diskriminasi agama yang parah tersebut, Bhikshu Thich Quang Duc membakar dirinya sendiri hingga meninggal. Sebelum mengorbankan dirinya Thich Quang Duc menulis surat sebagai berikut:

"Sebelum menutup mataku dan mulai memvisualisasikan Hyang Buddha, aku dengan hormat memohon pada Presiden Ngo Dinh Diem agar membangkitkan pikiran belas kasih pada rakyat serta menerapkan keseteraan agama guna menjaga kuatnya pertahanan tanah air selamanya. Aku mengundang para arya, pembabar Dharma, beserta anggota sangha beserta umat awam agar berkumpul dalam kebersamaan mengadakan pengorbanan demi melindungi Agama Buddha."

Lalu saat hendak mengorbankan dirinya Thich Quang Duc duduk bersila sambil melafalkan nama Buddha. Beliau kini dihormati sebagai bodhisattva oleh umat Buddha di Vietnam.

Saya menyebut Thich Quang Duc sebagai pahlawan bukan karena Beliau sama-sama merupakan penganut Agama Buddha. Sama sekali bukan. Kendati Beliau bukan umat Buddha sekali pun, namun melakukan keberanian yang sama, saya akan tetap menyebutnya pahlawan. Saya menyebut Beliau sebagai pahlawan karena berani membela hak azasi manusia, yakni kesetaraan dalam beragama. Hanya sedikit saja orang yang berani bangkit berdiri melawan ketidak-adilan. Saya sendiri tidak memiliki keberanian seperti itu. Oleh karenanya, saya menaruh hormat pada Thich Quang Duc karena saya tidak memiliki keberanian seperti Beliau.

Di negara kita dan belahan dunia lainnya, diskriminasi agama dan lain sebagainya masih marak terjadi. Oleh karenanya, keberanian Thich Quang Duc ini perlu didengungkan kembali sebagai misi menghapuskan berbagai bentuk diskriminasi dan penindasan.

Satu hal lagi yang perlu diteladani Thich Quang Duc hanya mengorbankan dirinya sendiri. Ia tidak mengajarkan membunuh orang-orang yang memusuhi agamanya. Ia tidak mengenakan rompi bom bunuh diri dan menghampiri orang-orang yang menganiaya agamanya. Thich Quang Duc tidak melakukan hal itu, sehingga kita boleh menyebutnya sebagai aksi damai.

Marilah kita mengenang kembali kepahlawanan Thich Quang Duc dan berani berkata "tidak" pada ketidak-adilan, meskipun itu hanya bergaung dalam relung hati terdalam kita.

Informasi lebih banyak mengenai Thich Quang Duc dapat dibaca di: http://en.wikipedia.org/wiki/Thich_Quang_Duc

Senin, 21 Oktober 2013

SERIAL FENGSHUI (風水): PENGARUH KAOS BERGAMBAR HARIMAU

SERIAL FENGSHUI (風水): PENGARUH KAOS BERGAMBAR HARIMAU

Ivan Taniputera
22 Oktober 2013



Beberapa waktu yang lalu ada seorang penganut agama tertentu yang mengatakan pada saya bahwa ilmu Fengshui dan ramalan adalah ilmu iblis, tahayul, atau ilmu rendahan. Namun beberapa saat kemudian datang seorang kawan lain mengenakan kaos yang bagian punggungnya tergambar harimau. Orang penganut agama tertentu tersebut lalu mengatakan bahwa ia hendaknya tidak mengenakan kaos semacam itu, karena seolah-olah terdapat harimau yang siap menerkamnya dari belakang. Dalam hati saya tertawa, karena pandangan semacam itu apakah perbedaannya dengan Fengshui beserta ilmu ramalan yang ia rendahkan? Salah satu prinsip ilmu Fengshui dan metafisika adalah penerapan berbagai simbolisme. Inilah salah satu landasan penting dalam mempelajari Fengshui beserta metafisika Barat maupun Timur. Semuanya bergantung pada azas simbolisme.

Apabila penganut agama tertentu itu mengatakan bahwa tidak baik mengenakan kaos bergambar harimau di bagian belakang dengan alasan seperti di atas, apakah bedanya dengan azas simbolisme Fengshui. Ia mencela Fengshui dan metafisika, namun pada saat bersamaan juga menerapkan pandangan yang tidak berbeda dengannya. Ini adalah suatu ketidak-konsistenan yang aneh. Selain itu, apa yang dikatakannya juga tidak masuk akal. Bila dia menafsirkan gambar harimau dengan cara seperti di atas, maka saya juga bisa menafsirkannya dengan cara lain. Sebagai contoh, mengenakan kaos semacam itu justru bagus, karena artinya ia didukung oleh semangat dan kekuatan bagaikan harimau dari belakang. Dapat juga ditafsirkan bahwa "harimau" yang menghadap ke belakang siap menangkis musuh-musuh jahat yang hendak menyerangnya dari belakang. Suatu simbol atau gambar bisa saja bersifat multi-tafsir atau memiliki banyak penafsiran. Dengan demikian, apa yang dinyatakannya itu belum tentu suatu kebenaran.

Bagaimana pandangan ilmu metafisika sendiri? Harimau melambangkan cabang bumi Yin, yang berunsur kayu. Jadi menurut logika metafisika China, maka gambar harimau bisa jadi bagus bagi yang memerlukan unsur kayu. Namun bisa jadi buruk bagi yang tidak membutuhkan unsur kayu. Semua ini harus dihitung terlebih dahulu berdasarkan Bazi (八字) atau Delapan Karakter seseorang.

Terlepas dari semua itu, kasus di atas membuktikan bahwa melekat pada suatu pandangan atau keyakinan tanpa mengembangkan pemikiran jernih dan logis bisa menimbulkan kesalahan menggelikan. Semoga kita terbebas dari kesalahan yang sama.

Untuk artikel menarik lainnya mengenai Fengshui dan metafisika Barat beserta Timur silakan kunjungi dan bergabung pula dengan grup https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

Jumat, 18 Oktober 2013

DULU BARANG AMERIKA MEMBANJIRI CHINA SEKARANG BARANG CHINA MEMBANJIRI AMERIKA

DULU BARANG AMERIKA MEMBANJIRI CHINA SEKARANG BARANG CHINA MEMBANJIRI AMERIKA

Ivan Taniputera
18 Oktober 2013

Ini adalah suatu kenyataan yang unik. Pada tahun 1946 barang-barang buatan Amerika yang murah membanjiri pasaran China:

"At the same time, the United States collected a first installment on its support to the Kuomintang in the form of the Sino-American trade treaty of 1946. This opened unrestricted access to the Chinese market for U.S. investments and good. Cheap American commodities of every conceivable type flooded China's cities, many of them coming in duty free under the guise of "aid", making the revival of domestic production and employment impossible. Hucksters for American companies flew here and there on U.S. Army planes and the U.S.-controlled "Chinese" civilian airlines, earmarking mineral and other resources for future exploitation." (1)

Berdasarkan kutipan di atas dukungan Amerika terhadap Kuomintang dibayar dengan pembukaan China bagi barang-barang produksi Amerika, sehingga akhirnya pada era tersebut barang-barang murah Amerika membanjiri pasaran China. Ini mengakibatkan hantaman bagi industri setempat dan membuka peluang bagi terjadinya eksploitasi China oleh Amerika Serikat. Pemerintahan Jiang yang korup mengakibatkan inflasi besar-besaran ketika itu.

Meskipun demikian, uniknya pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 ini justru barang-barang murah dari China yang membanjiri pasar Amerika Serikat. Oleh karenanya telah terjadi pembalikan arus. Salah satu fakta sejarah yang unik.

Sumber:

(1) Epstein, Israel. From Opium War to Liberation, New World Press, Peking 1964, halaman 176.

Senin, 14 Oktober 2013

FENGSHUI (風水) DAN SENI KUE JELLY (JELLY ART CAKE) DEMI MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP ANDA

FENGSHUI (風水) DAN SENI KUE JELLY (JELLY ART CAKE) DEMI MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP ANDA

Ivan Taniputera
14 Oktober 2013

Menurut konsep metafisika Timur, elemen-elemen idealnya berada dalam kondisi setimbang. Apabila terjadi ketidak-seimbangan maka berpotensi menimbulkan permasalahan atau gangguan dalam kehidupan seseorang. Ketidak-seimbangan elemen itu dapat dianalisa melalui Bazi (八字) seseorang. Salah satu ketidak-seimbangan yang mungkin timbul adalah berat jodoh. Seseorang tidak kunjung menemukan pasangan hidupnya, meskipun usianya boleh bilang telah jauh melampaui usia ideal dalam menikah.

Demi mengatasi hal ini perlu dilakukan upaya menyeimbangkan unsur-unsur yang ada. Terdapat banyak metoda dalam menyeimbangkan elemen-elemen tersebut dan tiap-tiap orang atau aliran barangkali saling berbeda satu sama lain. Tidak ada metoda yang lebih baik atau lebih buruk dibandingkan lainnya. Kita hendaknya saling menghormati beragam metoda ini. Salah satu cara menyeimbangkannya adalah dengan menggunakan simbol-simbol. Misalnya simbol bebek mandarin atau burung feng (鳳, Hokkian: hong). Juga menggunakan lambang-lambang elemen, misalnya kayu dilambangkan dengan warna hijau atau gambar pepohonan di hutan.

Seni kue jelly atau jelly art cake, merupakan cara yang praktis dan indah dalam menambal ketidak-seimbangan unsur tersebut. Seni kue yang indah ini dapat dibuat guna menggambarkan simbol-simbol penyeimbang unsur. Sebagai contoh adalah gambar kue jelly di bawah ini.



Sebagai contoh, saat berulang tahun bagi mereka yang mengharapkan segera berjumpa jodohnya dapat memesan kue yang gambarnya disesuaikan dengan unsur menguntungkannya. Tentu saja ini tidak boleh sembarangan dan harus dihitung terlebih dahulu unsur apa yang sekiranya dapat membantu meningkatkan perjodohannya. Apabila keliru maka gangguan pada keseimbangan unsur dalam dirinya akan bertambah parah, sehingga efeknya menjadi jauh dari yang diharapkan. Kue jelly tersebut dapat diletakkan pada sektor yang menguntungkan dirinya. Tentu saja ini juga harus dihitung. Kemudian lilin dinyalakan dan seseorang mengucapkan doa permohonan dengan tulus. Setelah lilin ditiup, kue dapat dimakan sendiri dan dibagi-bagikan, seraya memanjatkan harapan bahwa semua orang yang memakannya akan berbahagia. Memanjatkan harapan agar semua insan berbahagia adalah juga salah satu bentuk kebajikan.

Bagi yang menggemari diskusi mengenai metafisika baik barat dan timur dapat bergabung dengan https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

Semoga bermanfaat.

Jumat, 11 Oktober 2013

KOTA YANG TERBAGI TERNYATA JUGA ADA DI NEGARA KITA

KOTA YANG TERBAGI TERNYATA JUGA ADA DI NEGARA KITA

Ivan Taniputera
12 Oktober 2013



Waktu mendengar kota yang terbagi, barangkali pikiran kita melayang pada Berlin, yang terbagi menjadi Berlin Barat dan Berlin Timur dengan Tembok Berlinnya. Namun di negara kita juga pernah ada kota yang terbagi. Kota manakah itu?

Jawabannya adalah Surakarta. Pada tahun 1896, Mangkunegaran merdeka penuh dari Surakarta, yakni semasa pemerintahan Mangkunegoro VI. Sebelumnya Mangkunegaran dianggap sebagai semata-mata vasal dari Kasunanan Surakarta.

Kasunanan dan Mangkunegaran berbagi wilayah di Surakarta. Kota Surakarta bagian Utara termasuk dalam Mangkunegaran, sedangkan selatannya merupakan wilayah Kasunanan Surakarta. Dengan demikian, kita boleh mengatakan bahwa Surakarta merupakan kota pernah yang dibagi oleh dua negara.

Sumber: Larson, George D. Masa Menjelang Revolusi: Kraton dan Kehidupan Politik di Surakarta 1912-1942, Gadjah Mada Unversity Press, 1990.

BUKU MENGENAI SEJARAH HUBUNGAN INDONESIA-INDIA

BUKU MENGENAI SEJARAH HUBUNGAN INDONESIA-INDIA 

Ivan Taniputera
11 Oktober 2013



Judul: Hubungan Indonesia-India Sepandjang Masa
Penerbit: Kempen, Djakarta, 1950
Jumlah halaman: 71

Daftar Isinya adalah sebagai berikut:

1.Hubungan Indonesia-India sepandjang masa.
2.Beberapa tjatatan mengenai P.M. Pandit Nehru.
3.Perdjuangan kemerdekaan India.
4.Perkembangan Ekonomi India.
5.Pergerakan Wanita India.
6.Pedato Sambutan J.M. Menteri Penerangan.

Pada kata pengantar dapa kita baca sebagai berikut:

"Kiranja kita sekalian telah mengetahui betapa banjaknja hubungan antara Indonesia dan India, dan betapa besar pula hasrat kedua negara itu untuk saling membantu, terutama dalam tahun2 jang achir ini, pada waktu kedua negara dan bangsa itu berada pada puntjak perdjuangannja untuk memperoleh kemerdekaan.

Kundjungan Presiden Soekarno ke India dalam bulan Djanuari tahun ini, begitupun djuga kundjungan Perdana Menteri India Pandit Nehru ke Indonesia sekarang ini, mengandung maksud untuk lebih mempererat lagi hubungan antara kedua negara itu..."

Berikutnya di halaman 10 disebutkan:

"Antara Indonesia dan India telah sedjak dari dulu ada hubungan jang erat. Terutama adanja hubungan kebudajaan antara kedua negara itu tampak njata kalau kita memperhatikan tjiptaan2 kebudajaan seperti misalnja tjandi2 Borobudur dan Perambanan, untuk menjebut jang penting2 sadja. Banjaknja persamaan antara tjandi2 itu dengan tjandi2 jang terdapat di India, sekalipun ditjiptakan oleh ahli2 jang berlainan bangsanya....."

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Kamis, 10 Oktober 2013

BUKU KUNO MENGENAI INDUSTRI RUMAH TANGGA DAN SULAP

BUKU KUNO MENGENAI INDUSTRI RUMAH TANGGA DAN SULAP

Ivan Taniputera
10 Oktober 2013


Judul: Boekoe Koentji Doenia: Terisi Roepa Roepa Pengatahoean Penting Tentang Industrie Dan Pendapatan Gaib Jang Berfaedah Oentoek Penghidoepan Dan Pergaoelan Oemoem
Penulis: Mr. Elelha
Penerbit: Boekuitgever "Himalaja", Soerabaja, [tanpa tahun terbit, tapi masih menggunakan ejaan van Ophuysen]
Jumlah halaman: 48

Ini merupakan buku mengenai industri rumah tangga (home industry) dan beberapa trik sulap. Berikut adalah daftar isinya:



Sebagai contoh adalah membuat sabun wangi pada halaman 24:

"Djika maoe bikin saboen wangi, baiklah orang timbang 24 Kg. Minjak kelapa, 36 Kg. Reuzel, dan 30 Kg. Natronloog dari 40 Beaume.

Dan kaloe soeda menjdadi saboen, sabelon diangkat boeat ditjitak, baiklah lebi doeloe orang tjampoerken 250 gram Bittere Amandelolie, dan 120 gram Bergamotolie.

Soepaja itoe saboen lebi gampang djadi, dan djoega soepaja lebi banjak berboesah, baiklah kaloe kapan orang tjampoerken banjaknja 5% Kaliloog, dari djoemlahnja Natronloog jang misti dipake.

Apabila soeda djadi ini saboen wangi, dinamakennja Amandelzeep."

Selain itu terdapat pula berbagai teknik sulap yang menarik, seperti bagaimana membuat buah apel menari, membuat selada hijau menjadi merah, jeruk dipotong di dalamnya bisa terdapat uang logam, dan lain sebagianya.

Berminat foto kopi, hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.


Rabu, 09 Oktober 2013

KITAB NAN HOA KING DJILID II

KITAB NAN HOA KING DJILID II

Ivan Taniputera
9 Oktober 2013



Judul: Nan Hoa King (Chuang Tze) Philosophie Taoisme bagian 4 djilid II: Dunianja Manusia
Penulis: Kwee Tek Hoay
Penerbit: Swastika Surakarta, 1950
Jumlah halaman: 101

Buku ini memaparkan mengenai filsafat Zhuangzi beserta penjelasannya. Berikut ini adalah kutipan dari halaman 2:

"Oleh karena kita hidup di antara manusia, kita tidak bisa mendjauhkan diri dari mereka. Tapi dunianja manusia selalu tidak tetap (berubah-ubah); turunan jang satu ada berbeda dengan jang lain. Melainkan orang jang bisa tidak mengandung pikiran membentji atau ingin menentangin, dan tidak mendesak mengutamakan dirinja sendiri, nanti bisa mengikutin itu perubahan-perubahan dengan tidak mengalamkan hal-hal jang tidak enak.-..."

Pada buku ini, Kwee Tek Hoay juga melakukan perbandingan antara terjemahan Legge dan Fung Yu-lan (halaman 3):

"Salinannja Dr. Yu-lan Fung kemungkinan ada lebih tjotjok dan benar, dengan apa jang ada dalam huruf Tionghoa, tapi salinannja Legge, jang hanja ambil maksdjnja sadja, kelihatannja ada lebih terang dan mudah dimengerti. Maski demikian tudjuan udjar diatas masih terlalu dalam untuk orang dapat fahamkan dengan sepintas lalu. Disitu ada diundjuk bahwa pri kebenaran sedjati harus dipegang sepenuhnja dengan tidak menjimpang ke kanan-kiri, sebab kapan mulai ditjampuri dengan perimbangan jang mengenakan kepentingan diri sendiri, pada urusan negeri, kefaedahan guna orang banjak atau untuk keduniaan, lalu mesti menggunakan banjak tjara-tjara berlainan jang saling bertentangan, tidak ada ketetapannja lagi, hal mana mendjadi sebab dari timbulnja segala matjam keruwetan dan kekalutan pikiran."

Halaman 44:

Chuang Tze lagi berdjalan-djalan di suatu gunung ketika ia melihat sebuah pohon besar dengan tjabang-tjabang gede dan berdaun gomblok. Seorang tukang kaju lagi mengaso di sampingnja tapi tidak mau ganggu itu pohon ketika ditanja apa sebabnja, ia bilang itu pohon kajunja tidak bisa dipakai sama sekali. Kemudian Chuang Tze berkata: "Ini pohon, lantaran tidak berguna maka bisa hidup sampai tjukup menurut usianja jang sewadjarnja." Sasudah berlalu dari itu gunung Chuang Tze menginap di rumah satu sahabatnja, jang terima kedatangangnja dengan sangat girang, dan lalu perentah kokonja potong satu gangsa untuk direbus. Itu koki berkata: "satu dari itu gansa-gangsa bisa berbunji, jang lain tidak. Jang manatah mesti dipotong?" Si tuan rumah mendjawab: "Potong sadja itu jang tidak bisa berbunji." ......"

Bagi yang berminat fotokopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 08 Oktober 2013

MERASAKAN JIKA DIRI KITA MENJADI INSAN LAIN

MERASAKAN JIKA DIRI KITA MENJADI INSAN LAIN

Artikel Dharma ke-37, Oktober 2013

Ivan Taniputera
8 Oktober 2013



Saya pernah membaca bahwa salah satu penyebab seseorang menjadi penjahat adalah kurangnya kemampuan merasakan penderitaan orang lain. Dengan demikian, mereka tidak sanggup merasakan bagaimana jika kejahatan tersebut menimpa diri mereka sendiri. Dalam praktik Lamrim terdapat meditasi yang membayangkan bagaimana jika seseorang menjadi makhluk-makhluk di enam alam kelahiran (sadgati). Sebagai contoh, seseorang membayangkan bagaimana penderitaan di alam hewan. Seekor hewan beban akan dicambuk dan dipaksa oleh majikannya agar membawa barang-barang yang berat. Jika tidak mau jalan, maka hewan itu akan dipukuli sedemikian rupa hingga kulitnya mengelupas dan terluka. Setelah tua mereka akan disembelih dan dimakan dagingnya. Kita membayangkan bagaimana jika diri kita atau orang tua kita yang mengalami seperti itu.

Penderitaan di alam neraka jauh lebih mengerikan lagi. Tidak ada sedikit pun kebahagiaan di sana. Menurut kosmologi Buddhis terdapat neraka panas dan neraka dingin. Ini menandakan adanya kondisi-kondisi ekstrim di sana yang menghalangi kebahagiaan kita. Kita membayangkan penderitaan para makhluk di sana. Bagaimana jika kita sendiri atau orang tua kita yang terlahir di alam neraka? Demikianlah hal ini diterapkan pada alam-alam kelahiran lainnya. Kita akan membangkitkan belas kasih kita pada mereka.

Enam alam itu sebenarnya tidaklah terpisah dengan dunia kita. Sesungguhnya setiap detik dan hirupan nafas kita senantiasa mengalami "kelahiran beserta kematian" di enam alam tersebut. Suatu pagi, kita berhasil memenangkan proyek bernilai milyaran Rupiah. Kita menjadi sangat bersuka cita karenanya. Saat itu kita terlahir di alam dewa. Setelah itu, kita kembali ke kantor guna melakukan persiapan lebih jauh. Kita melakukan segenap perhitungan cengan cermat, terkait proyek tersebut. Saat itulah kita terlahir di alam manusia. Tiba-tiba anak buah kita masuk dan memberitahukan bahwa salah seorang pemasok hendak menaikkan harganya. Timbul amarah dalam batin kita, sehingga kita terlahir di alam ashura atau alam amarah. Beberapa jam kemudian, kita menyerobot antrian di kantor pos dengan tidak memedulikan orang lain. Kita terlahir di alam hewan. Sewaktu melewati sebuah toko kita mendambakan telepon genggam keluaran terbaru yang canggih dengan harga selangit. KIta begitu terobsesi dengan telepon genggam tersebut. Kita terlahir di alam hantu kelaparan. Ternyata, tak berapa lama kemudian, kita terjebak kemacetan yang parah, padahal udara sangat panas. Kita benar-benar tersiksa sehingga terlahir di alam neraka.

Penderitaan di enam alam kelahiran itu sungguh nyata sebagaimana contoh di atas. Bayangkan saja dalam sehari kita sudah mengembara di keenam alam kelahiran. Hanya saja masalahnya tidak setiap orang dapat merasakan penderitaan yang dirasakan oleh orang lain, sehingga mereka tidak ragu-ragu melakukan kebrutalan pada orang lain. Oleh karenanya, meditasi ini sebenarnya sangat baik dalam menumbuhkan empati seseorang, terutama semenjak masih muda. Agar dapat membangkitkan belas kasih dan empatinya, ia harus mampu bertukar peran dengan orang lain. Seseorang yang gagal membangkitkan empati ini memiliki potensi kuat melakukan kejahatan beserta kekejaman mengerikan pada makhluk lain. Meditasi pembangkitan empati ini adalah sesuatu yang sifatnya universal. Tidak hanya umat Buddha saja yang dapat melakukannya. Empati adalah sesuatu yang universal. Dewasa ini, kita menyaksikan kejahatan-kejahatan yang semakin kejam dan mengerikan. Semuanya disebabkan kurangnya empati. Kejahatan-kejahatan kejam itu tidak mengenal batas-batas agama, bangsa, dan ras. Ini kembali menegaskan betapa universalnya praktik membangkitkan empati. Tentu saja praktik meditasi ini dapat disesuaikan pada berbagai budaya maupun agama, namun intinya tetap sama.

Meditasi ini bukanlah pada tataran intelektual saja, melainkan hendaknya dapat meresap dalam batin setiap orang. Dunia semakin membutuhkan empati. Kesenjangan kaya dan miskin semakin lebar di mana-mana. Semuanya disebabkan oleh kurangnya empati dan belas kasih. Praktik spiritual ini dapat menjadi sumbangsih demi terciptanya dunia lebih baik.

Minggu, 06 Oktober 2013

HIKAYAT BABAD NEGERI GEMAH RIPAH LOH JINAWI

HIKAYAT BABAD NEGERI GEMAH RIPAH LOH JINAWI

Ivan Taniputera
6 Oktober 2013


Mohon ampun hamba haturkan
Hamba yang bodoh bukan karuan
Beranikan diri untai kata untai cerita
Mengenai hikayat suatu negeri  nun di sana

Negeri nan dulu gemah ripah loh jinawi
Padi menggantung berurai-urai
Laksana emas nan permai
Menarik sukma tenteramkan hati

Hasil samudera raya tak usah dikata
Ikan udang kepiting aneka warna
Berenang riang tiada berhingga
Dipanen tiada habis hingga berjuta warsa

Perut bumi cadangkan aneka tambang
Besi perak tembaga apalagi emas tiada bimbang
Belum lagi batu bara minyak bumi bagaikan bintang
Nikel aluminium dan jenis logam banyak memang

Budaya aneka warna sungguh kaya
Dari barat ke timur penuh warna
Bahasa juga berbeda tiada sama
Adat dan budaya tidak kurang nuansanya

Bangsa dari segala penjuru
Datang tiada henti tiada capai
Perahu mendarat berlabuh sambil lalu
Siapakah dapat membilang ini

Rempah-rempah berkah dan petaka
Konon di suatu masa
Datanglah bangsa dari arah terbenam sang surya
Dengan armada dagangnya

Merampas kekayaan rempah tanpa sangsi
Memonopoli dan menguasai sungguh ngeri
Melawan sang penjajah timbul tanpa henti
Hingga sang angkara hengkang pergi

Harusnya sang negeri bisa berdaulat kembali
Meniti jembatas emas gilang gemilang
Kemakmuran harusnya dapat dicapai
Berlimpah sudahlah pasti pangan dan sandang

Namun sayang sungguh disayang
Negeri gemah ripah loh jinawi ini
Didera korupsi bukang alang kepalang
Semua berjuang demi perut sendiri

Siapakah yang peduli nasib warga
Jeritan rakyat tiada didengar lagi
Yang penting kaya lagi jumawa
Rakyat dipikir nanti nanti

Para pemimpin nun di atas sana
Pada bicara sendiri-sendiri
Seperti tidur di atas dipan empuk merona
Sudah nyaman di tengah mimpi

Negeri gemah ripah loh jinawi ini
Jadi layaknya orang sakit
Bagaikan harimau tanpa taring dan gigi
Duduk meringkuk seperti punggung bukit

Perpecahan mulai melanda negeri
Laksana telur yang terpecah belah
Karna etnis dan agama jadi bertikai-tikai
Padahal rugilah sama semua tiada menang tiada kalah

Musuh musuh negeri pada tersenyum penuh girang
Menyaksikan keruwetan tiada tara
Inilah yang kami tunggu-tunggu berlaksa petang
Menanti kesempatan mencuri negeri

Kapankah negeri ini bisa bangkit berjaya
Hamba yang bodoh juga tiada pandangan
Pengetahuan hamba tiada punya
Hanya sanggup untai hikayat tanpa makna

Hamba tak lagi panjangkan cerita
Tanggal enam bulan sepuluh hari ini
Tahun dua nol tiga belas memetik pena
Semoga sejahtera senantiasa negeri ini.

Sabtu, 05 Oktober 2013

SANG DALANG

SANG DALANG

Ivan Taniputera
6 Oktober 2013

Duhai sang dalang selamat pagi
Kau selalu ada di balik tiap konspirasi
Kau rancang segala tanpa kecuali
Goncang sana goncang sini
Sambil bersiul tralala tralili
Senang rancanganmu berhasil jadi
Girang bergoyang bagai lompat tali
Duhai sang dalang apa kabarmu ini hari
Mengapa dikau tak berbaik hati
Rancang yang baik saja tanpa henti
Jangan biarkan tangan kotormu menari nari
Melainkan tabur bahagia pada bumi
Sehingga semua sejahtera tak terperi.

BUKU YANG BAGUS MENGENAI UNDANG-UNDANG SWAPRAJA (ZELFBESTURENDE LANDSCHAPPEN) DI INDONESIA

BUKU YANG BAGUS MENGENAI UNDANG-UNDANG SWAPRAJA (ZELFBESTURENDE LANDSCHAPPEN) DI INDONESIA

Ivan Taniputera
5 Oktober 2013



Judul buku: De Zelfbesturende Landschappen Buitengewesten (Keradjaan-keradjaan Boemipoetera Jang Berhak Memerintah Sendiri): Berikoet Politiek Contract, Korte Verklaring, Peratoeran Zelfsbestuur, Serta Pemandangan Lengkap Jang Berhoeboeng Dengan Masaalah Itoe.
Penulis: Moehamad Said
Penerbit: N.V. Handelmaatschappij en Drukkerij, "Sinar Deli," Medan, 1937
Jumlah halaman: 353.

Adapun daftar isinya adalah sebagai berikut:




Buku ini berisikan berbagai aturan dan seluk beluk mengenai swapraja atau Zelbesturende Landschappen, yakni daerah-daerah kerajaan atau berpemerintahan sendiri yang pernah ada di negara kita. Pada halaman 5 hingga 25 diulas mengenai "Ichtisar sedjarah keradjaan-keradjaan Melajoe." Berikut ini adalah sedikit kutipannya:

"Kata orang jang soeka memperhatikan tarich atau sedjarah, adalah radja2 Melajoe di negeri-negeri kita ini, berasal dari ketoeroenan Soeltan Iskander Dzoelkarnain (Alexander de Groote), maharadja Roem jang besar dizaman poerbakala. Kata setengah orang poela, pendoedoeknja berasal dari pengikoet-pengikoet Nabi Noeh jang terdjatoeh dari bahteranja, laloe dihanjoetkan oleh aroes terdampar diseboeah beting jang baharoe timboel disebelah Minangkabau. Mereka itoe mendirikan perkampoengan disana, akan tetap sampai dimana kebenaran tjeritera ini tiadalah dapat diboektikan orang dengan sebenernja.

Demikianlah seorang bendahara radja Malaka jang bernama Tun Sri Lanang, kira-kira tiga ratoes tahoen jang laloe telah merasa betapa keperloeannja memboekoekan sedjarah keradjaan-keradjaan itoe........

Menoeroet boekoe ini Soeltan Iskander jang kawin dengan poetri radja Hindi, mendapat anak, toeroen temoeroennja beberapa kali itoelah jang bernama Radja Soeran, melawat ke Semenandjoeng Malaka, kawin dengan poetri radja Astaboel Ardi, serta mendapat poetra tiga orang. Mereka ini pergi ke Palembang, djatoeh di Boekit Sigoentang. Seorang diantaranja bernama Sang Si Perba diradjakan disana, meradjai keradjaan Palembang jang besar jang sesoenggoehnja didalam sedjarah lebih terkenal dengan nama Sriwidjaja. (Abad ke-7).

Radja Sang Si Perba mendjadjah ke Bintan (Riau); anaknja kawin denga poetri Ratoe Riau, jang kemoedian diradjakan menggantikan Ratoe Riau itoe. Ketoeroenan inilah teroes meneroes meradjai disana sampai kepada Sri Pikrama Wira (1208-1223), Sri Rana Wirakerna (1223-1236), toeroen kepada Padoeka Sri Maradja (1236-1249), sampai kepada Radja Iskander Sjah..."

Pada halaman 40 dibahas mengenai kedudukan kerajaan-kerajaan berpemerintahan sendiri atau umum disebut swapraja tersebut:

"C. Positie keradjaan-keradjaan jang berperintah sendiri.

"Sebagi kita terangkah di atas adalah segala peratoeran-peratoeran oemoem (algemeene verordeningen) jang ditetapkan oleh pemerintah atau badan jang berhak mengatoer oendang-oendang tiada berlakoe dalam daerah Zelfbestuur dan rakjatnja, apabila bertentangan dengan hak memerintah sendiri itoe.

Peratoeran Oemoem itoe atau lebih tegas Atoeran Pemerintahan Hindia itoe berbitjara sedikit sekali didalam hal oeroesan jang mengenai lansoeng dengan keradjaan-keradjaan jang berperintah sendiri.

Selain dari pada pasal 7 ajat 2 itoe, ada poela ditentoekan di sana dalam pasal 34 Indische Staatsregeling, jang boenjinja:

(1) De Gouverneur Generaal sluit verdragen met Indische Vorsten en Volken.

(2) Van de inhoud dier verdragen wordt door den Koening mededeeling gedaan aan de beide kamers der Staten Generaal zoodra Hij oordeelt dat het belang en de zekerheid van het Rijk en van Nederlandsch Indie zulks toelaten...."

Pada halaman 73 terdapat aturan sebagai berikut mengenai telekomunikasi:

"Oeroesan taligrap (kawat oedara) dan talipon [talipon oedara], ketjoeali perhoeboengan bagi kepentingan mendjalankan pemerintahan dalam landschap itoe, sekedar memasang dan mengoesahakan telegrap dan talipon itoe, diserakan kepada Zelfsbestuur itoe dengan pengawasan Gouvernement."

Selanjutnya pada buku ini terdapat nama raja-raja yang menanda-tangani kontrak dengan pemerintah kolonial pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Bagi yang berminat foto kopi, hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Kamis, 03 Oktober 2013

BELAJAR KIMIA LAGI: APAKAH VOLUMENYA TETAP?

BELAJAR KIMIA LAGI: APAKAH VOLUMENYA TETAP?

Ivan Taniputera
3 Oktober 2013




Marilah kita cermati pertanyaan berikut. Misalkan ada cairan A sebanyak 2 liter, direaksikan dengan cairan B sebanyak 3 liter, sehingga membentuk senyawa misalnya A2B. Pertanyaannya apakah senyawa A2B itu volumenya akan menjadi 5 liter?

Jawabnya adalah tidak. Volumenya akan menyusut kurang dari 5 liter. Mengapa demikian?

Silakan berhatikan gambar ini,



Butiran-butiran berwarna kuning mewakili molekul-molekul zat A
Butiran-butiran berwarna biru mewakili molekul-molekul zat B

Sementara itu pada zat A2B, maka nampak bahwa molekul-molekul zat A dapat menyelip di antara molekul-molekul zat B. Oleh karenanya, volumenya pasti akan kurang dari 5 liter.

Namun massa zat adalah tetap. Sebagai contoh zat A sebanyak 2 kg  direaksikan zat B sebanyak 3 kg, maka zat A2B yang dihasilkan adalah pasti 5 kg.

Itulah sebabnya terdapat hukum kekekalan massa, tetapi tidak ada hukum kekalan volume.

BUKU YANG SANGAT BAGUS MENGENAI DEWA-DEWI HINDU

BUKU YANG SANGAT BAGUS MENGENAI DEWA-DEWI HINDU

Ivan Taniputera
3 September 2013



Ini merupakan literatur yang sangat komprehensif dan lengkap mengenai dewa-dewi Hindu.

Judul: Hindu Mythology: Vedic and Puranic
Penulis: W. J. Wilkins
Penerbit: Thacker, Spink & Co., 1913
Jumlah halaman: 510
Bahasa: Inggris

Berikut ini adalah daftar isinya:










Berikut ini adalah beberapa ilustrasi pada buku tersebut:





Kita akan mengutipkan sedikit dari buku tersebut.

Halaman 93:

CHAPTER II

BRAHMA

BRAHMA is regarded as the Supreme Being, the God of gods, of whom Brahma, Vishnu, and Siva are manifestations. It is true that, in some verses of the Vedas, attributes ascribed to him are also ascribed to other deities, and in some of the Puranas various gods are said to be identical with the supreme Brahma; neverteless Brahma is regarded by the Hindus (for which opinion thre is abundant authority in their scriptures) as the Supreme God-the origin of all the others and of whom they are manifestations. thus we read in the "Atharva-Veda" - "All the gods are in (Brahma) as cows in a cow-house."......"

Halaman 108:

SARASVATI:

Brahma's wife is Sarasvati, the goddess of wisdom and science, the mother of Vedas, and the inventor of the Devanagari letters. She is represented as a fair young woman, with four arms. With one of her right hands she is presenting a flower to her husband, by whose side she continually stands; and in the other she holds a book of palm leaves, indicating that she is fond of learning..."

Bagi yang berminat foto kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Selasa, 01 Oktober 2013

BUKU KENANG-KENANGAN 48 TAHUN SEKOLAH TIONG HWA HWEE KOAN (THHK)

BUKU KENANG-KENANGAN 48 TAHUN SEKOLAH TIONG HWA HWEE KOAN (THHK)

Ivan Taniputera
1 Oktober 2013



Buku kenang-kenangan ini sebagian besar ditulis dalam bahasa Mandarin, meskipun demikian di bawah foto-fotonya terdapat keterangan berbahasa Indonesia. Di bagian belakang terdapat pula iklan-iklannya. Jumlah halaman tidak diketahui, karena buku ini tidak disertai penomoran halaman. Namun penghitungan secara manual menghasilkan 53 lembar atau kurang lebih setera dengan 106 halaman.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.








Jika berminat foto kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.