Rabu, 27 Februari 2013

BUKU UNIK BERJUDUL "SURJA GESANG"


BUKU UNIK BERJUDUL "SURJA GESANG"

Ivan Taniputera
27 Februari 2013

Saya baru saja mendapatkan buku unik berjudul "Surja Gesang." Pada bagian sampulnya tertulis bahwa pengarangnya bernama Sapphire dan buku ini diterbitkan oleh Badan Penerbit Kwa Giok Djing, Kudus, Djawa, Indonesia. Buku ini tanpa tahun terbit, meskipun demikian diperkirakan berasal dari tahun 1950-an. Buku ini mengandung beberapa hal menarik, seperti ramalan para peramal Tiongkok terkemuka (Tjiu Lu Bong atau Kiang Tju Ge, Khong Bing atau Zhuge Liang, Lie Kauw Hong, Song Tjao Khong Tjiat, serta Lauw Phik Un), ajaran-ajaran mengenai kebajikan, kekuatan batin, dan lain sebagainya.



Kita akan menelaah beberapa kandungan buku menarik ini.

RASIANJA KEKUATAN BATIN

Pada halaman 7-9 terdapat bab berjudul "Rasianja Kekuatan Batin."

Kita akan mengutipkan bagian pembukaannya:

"Susunan otak dan sjaraf2 machluk hidup bukan hanja mempunjai tenaga kekuatan untuk berfikir, melihat, mendengar, mentjium bahu dan merasa, jang mengambil djalan liwat pantjaindera sadja. Tapi pun mempunjai djuga tenaga kekuatan gaib, jang maski tak tertampak njata, namun pengaruh kekuatan tadi dapat dirasakannja dengan agak tegas.
Sebagai bukti tentang adanja tenaga kekuatan gaib jang dimaksudkan diatas, dapatlah kita mengambil tjontoh2, jang dapat dikatak lazim terdjadi dalam pergaulan hidup sehari-hari.
1.Seekor burung perkutut sedang enaknja beristirahat di atas tjabang sebatang pohon. Tiba2 datanglah seorang anak laki2 jang membawa sebuah senapan angin, siapa setelah dapat melihatnja lalu menembaknja, segera dengan berindap-indap berdjalan menudju kebawah pohon tersebut.
Karena tak mengetahui dan tak menjangka, bahwa dibawah ada sekorang anak jang hendak berbuat djahat terhadap dirinja, maka burung itu masih enak beristirahat dengan tenang.
Tapi ketika anak laki2 tadi mentjurahkan perhatian dan pikiran sambil mengangkat senapannya untuk ditudjukan ke arah burung tersebut, konjong2 burung itu jang tadinya beristirahat denga tenang berobah mendjadi begitu bimbang, sebentar berpaling ke sana sebentar pula berpaling kesini demikiran rupa atau malah kalah sebelum ia mendapat kesempatan untuk menembaknja."

Lalu disebutkan pula seorang ibu yang sanggup merasakan anak perempuannya sedang sakit, walaupun mereka tinggal berjauhan.

ILMU MENGIRIM TJIPTA (TELEPHATY)

Dimuat pada halaman 10-12

Diungkapkan bahwa ilmu mengirim tjipta atau mengirim pikiran di kalangan bangsa Asia bukan lagi barang baru. Disebutkan bahwa:

"Tjara untuk mendjalankan maksud tersebut, pada hakekatnja adalah mengheningkan tjipta dan mengerahkan fikiran bulat kearah satu tudjuan jang ditudjukan kepada orang jang dimaksudkannja."


Selanjutnya diuraikan lebih lanjut lagi mengenai seluk beluk ilmu telepati.

LETAKNJA PUSAT TENAGA GAIB

Dimuat pada halaman 13-16

Bagian ini mengulas mengenai sejarah perkembangan pandangan mengenai ilmu gaib baik di dunia Barat maupun Timur. Kita dapat membaca pula mengenai Dr. Friedrich Anton Mesmer, yang pada tahun 1734 menemukan metoda bernama mesmerisme (halaman 14).

Dr. James Braid yang berasal dari Inggris pada tahun 1841 telah berhasil menemukan hipnotisme.

Pada tahun 1866, Dr. Libault, seorang dokter Perancis setelah mempelajari dan menyelidiki rahasia-rahasia hipnotisme, mengemukakan bahwa sugesti memiliki peranan penting dalam hipnotisme.

Judul-judul bab-bab selanjutnya adalah

RASIANJA AWET MUDA DAN MEMPERKUAT PENGARUH BATIN..... halaman 17-19.

TIGA POKOK RASIANJA TENAGA KEKUATAN GAIB...... halaman 20-22.

TJIPTA DAN ILHAM.......halaman 23-25.

SIKAP DAN GERIK BANGKIT JANG BERTENAGA KEKUATAN MAGNETISM.....halaman 26-31.

MAKANAN JANG MEMPERBESAR TENAGAN KEKUATAN MAGNETISM......halaman 32-33.

VITAMINE DAN KESEHATAN BADAN DJASMANI DAN ROCHANI...... halaman 34-37.

RASIANJA MENARIK SYMPATHY ORANG...... halaman 38-41

PEDOMAN ACHLAK........ halaman 42-46.

RASIANJA MENJADI SESEORANG JANG BERPENGARUH, DITJINTA, DIHORMAT DAN DIHARGAI ORANG.... halaman 47-50.

=========================================================

Selanjutnya kita akan langsung melompat saja pada bagian yang memuat ramalan para peramal Tiongkok terkenal.

RAMALAN TJIU LU BONG (KIANG TJU GE)...... halaman 54-63.

Saya akan mengutipkan bagian pembukaannya.

"Thay Kik belum sampai waktunja, sendja telah liwat.

Hong Hauw Lie Kwee berduduk di atas batu. Sam Hong Ngo Tee (Tiga Pemerintahan, lima keizer) turun temurun. Keizer baru mengganti Keizer lama. Peraturan ini terus berdjalan mulai dari para leluhur dengan baik dan teratur. Demikianlah tulisan ini ditulis dalam dzaman Chou dynasty atau Tjiu Tiauw. 1122 tahun sebelum Kristus, dimana Tjiu Bu Ong, putera Bun Ong, sedang duduk di atas tachta dan menguasai semuanja, dengan baik dan harmonisch, dan keradjaan Tjiu turun temurun selama dalam 800 tahun.
Thay Kong, demikianlah nama gelaran Keizer Tjiu jang pertama, ialah Keizer Tjiu Bu Ong, putera Bun Ong, jang menduduki tachta pertama setelah dynasty Sang runtuh. Dynasty Tjiu berturut-turut temurun 35 Keizer, dengan sama sekali lamanja 874 tahun. Sedang kalau diramalkan delapan ratus tahun ini ternjata diambil bulatnja saja.

"Benang ketjil" (huruf "Djuan") dilenjaptkan tengahnja (djadi huruf "Lu") akan menerima warisan dunia. "Padi" (huruf "Hou") musim "Tjhun" (huruf "Tjhun") mengganti kepala "matahari" (menjadi huruf "Tjien").

Jang menjambung Tjiu Tiauw adalah dynasty Tjien, 221 tahun sebelum Kristus. Sedang Tjien Sie Ong itu sebenarnya adalah seorang she Lu, ialah anak dari Lu Put Wie.

Dunia semendjak itu tak kuat lama. Dua puluh tahun tak dapat dipertahankan..."

RAMALAN SIOK HAN KHONG BING MA TJING GO.... halaman 64-67.

Khong Bing ini juga dikenal sebagia Zhuge Liang atau Kong Ming. Saya akan mengutipkannya sebagai berikut:

Pek Hok San Tjeng Su Goan

Diterdjemahkan setjara merdeka, dengan tak bersjair oleh: Sapphire.


No.1.

Tak bertenaga kembali keangkasa.
Membongkok badan binasa.
Malam bertinggal, siang bersembahjang.
"Delapan" "ribu" "satan" "perempuan."


Tafsiran:
Setelah Tju Kat Liang (Khong Bing) meninggal. Tjiauw Liat Tee menjerah kepada negeri Gui. (Huruf "Gui" adalah rangkaian dari huruf2 "delapan" "ribu" "perempuan" dan "satan").

No.2

"Api" berada di atas "api"
Dalam sinar lilin terdapat bumi.
Menjebut nama tak benar.
Kiangtung ada matjannya.

Tafsiran:
Suma Yan (huruf "api" diatas "api" menjadi huruf "Yan") memukul runtuh Gui. Bing Tee berkota radja di Kian Khang, wilajah provinsi Kiangtung.

No.3

Katjau bilau keadaan Tiong Goan (Tiongkok).
Negara tak berradja.
"Dua" "tiga" tempat duduknja.
"Rumput" berdiri "kaju" berachir.

Tafsiran:
Dua tiga berarti dua dan tiga menjadi lima, jaitu lima keradjaan (Ngo Tay) mulai berdiri dengan keizer she Siauw (huruf jang berkepala "rumput") dan keizer jang penghabisan adalah seorang she Njoo (huruf jang memakai rangkaian huruf "kaju").

No.4

"Delapan belas" "anak laki2.
Bangun di Tay Goan.
Bergerak segera dapat terbebas.
Matahari, bulan menghiasi langit.

Tafsiran:
"Delapan belas", anak laki2" berarti huruf "Lie", jaitu Lie Yan, ajah Lie Sie bien, menggerakkan tentaranja dan telah berhasil merebut tachta keradjaan, menghapuskan ahala Swie dan mendirikan ahala Tong, dimana ia telah menjadi Keizer jang pertama.

No.5

Diantara lima puluh tahun.
Djumlahnja "delapan".
Orang ketjil djalannja pandjang.
Machluk hidup kena ratjun thee.

Tafsiran:
Houw Ngo Tay (Lima keradjaan jang terbelakang) terdiri dari delapan nama keluarga (she) dan sekali lamanja waktu adalah 53 tahun.

No.6

Hanja langit jang keluar air,
Menurut koderat adalah keharusan manusia.
Dalam keras luar lunak,
Tanah mengeluarkan "emas".

Tafsiran:
Tio Song Jok nampak madju. Dunia nampaknja baik. Tapi tiba2 suku bangsa Kiem memberontak, hingga diramalkan diluar nampak lunak didalam  keras (genting). "Emas" diartikan suku bangsa Kiem.

No.7

Satu "permulaan" dimulai pula.
Dengan keras menempati tengah.
Lima lima turun temurun.
Engkau barat saja timur.

Tafsiran:
"Permulaan" (Goan) diartikan: Goan Tiauw. Lima lima diartikan lima menjadi sepuluh, jaitu dynasty Goan turun temurun 10 turunan. Engkau barat saja timur berarti terpetjah belah dan terbagi-bagi.


No.8.

"Matahari" dan "bulan" menghiasi langit.
Warnanja hampir-hampir merah.
Halus dan lambat.
Menggerombol enam belas daun.

Tafsiran:
Huruf "matahari" (Djiet) dan huruf "bulan" (Gwat) berdjadjar menjadi huruf "Bing" diartikan dynasty Bing atau Bing Tiauw. Warnanja hampir merah, warna merah ini adalah warna gintju, jaitu diartikan "Tju." Tju Thay Tju, keizer pertam dari keradjaan Bing Tiauw.

No.9

"Air" "Bulan" ada "djuragan".
"Bulan" "lama" menjadi radja.
Sepuluh turunan habis.
Saling menghormat sebagai tetamu.

Tafsiran:
Huruf "air" (Sha tiam tjui), huruf "bulan" (Gwat) dan huruf "Djuragan" (Tju). Kalau ketiga huruf ini dirangkaikan, jaitu huruf "air" (Sha tiam tjui), huruf "djuragan" (Tju) dan huruf "bulan" (Gwat), maka menjadi huruf "Tjhing". jaitu diartikan dynasty Tjhing atau Tjhing Tiauw.
Lama (Ko) bulan (Gwat), dirangkaikan menjadi huruf "Auw" ialah suku bangsa Auw (bangsa2 utara).
Dynasty Tjhing adalah Sun Tie Kun jang mendjadi keizer jang pertama kalinja dan Swan Thong mendjadi keizer jang penghabisan.

Note: Selandjutnja tak diberi tafsiran pula, hanja silahkan pembatja suka merabah2 sendiri.

No.10.

Dibelakang babi dimuka kerbo.
Seribu orang hanja sebuah mulut.
Lima dua djatuh harga.
Kawan datang sama tak menjalankan.

(Waktu bendera Lima Warna?)

No.11.

Empat pendjuru pintu tiba2 dibuka.
Menjerbu masuk sebagaimana datangnja.
Fadjar menjingsing ajam djantan berkokok.
Peraturan (Tao) kerusakan besar.

(Waktu bendera Tjhing Thian Pek Djiet?)

No.12

Menolong jang lemah menghibur jang susah.
Itulah perbuatan seorang nabi.
Wilajah Yang (sebelah selatan gunung dan atau sebelah utara aliran air besar dinamai yang) kembali dan memegang kendali pemerintahan.
Waktu malam buta timbul sinar terang.

(Waktu bendera Lima Bintang Kuning menaburi dasar Merah?)

No.13

Bagus tapi tak lupa hutan.
Dunia serumah.
Tak ada nama tak ada kebetjikan.
Tionghoa gilang gemilang.

No.14

Setelah meramal sampai disini.
Ramalan ini berachir.
Dimuka dulu dibelakang sekarang.
Peraturan akan berdjalan baik.

RAMALAN LIE KAUW HONG... halaman 68-74.

Ramalan Lie Kauw Hong ini merupakan hasil pertanyaan Raja Lie Sie Bien, yakni pada tahun Tjing Koan ke VII, bulan 5 tanggal 19:

"Thay Tjong menanja Lie Kauw Hong: "Kini negara aman dan tenteram. Kamu pandai meramal, maka dapatkah kamu meramal, kelak siapakah jang akan menjerang negara kita dan sehabis dynasty kita ini siapakah jang akan duduk bertachta? Harap kamu terangkan satu demi satu."

"Seri Baginda Maha Radja: Untuk mengetahui jang akan datang harus menengok apa jang telah lampau. Djika kendali pemerintahan dipegang oleh seorang jang mulia dan bidjaksana, maka negara akan aman dan makmur. Sebaliknja kalau dipegang dalam tangan seseorang jang tidak djujur dan kurang bidjaksana, maka sudah barang tentu negara akan tuntuh. Inilah sudah menjadi koderat alam". mendjawab Lie Kauw Hong.

Itulah bukan pertanyaan kami. Kamu pandai menghitung dan meramal, maka setelah keradjaan kita ini aman damai, mulia, dan djaja, maka achirnja siapakah jang akan merebut kendali pemerintahan kita dan demikian pula selandjutnja berganti-ganti dari satu kelain dynasty?

SJAIR DARI SONG TJAO KHONG TJIAT.... halaman 75-77

Beliau merupakan pujangga dari zaman Dinasti Song. Syairnya terdiri dari sepuluh bait yang ditafsirkan sebagai babakan-babakan nasib bangsa Tionghoa di masa mendatang.

Syair pertama adalah sebagai berikut:

Pintu Sorga terbuka lebar senantiasa.
Sini lahir sana binasa;
Negara maski mulia.
Namun belum sentausa (Song membuat astana di Pian An).
Tak pertjaja "emas" menjadi bahaja (pemberontakan suku bangsa Kiem=Emas).

RAMALAN LAUW PHIK UN..... halaman 78-85

Lauw Phik Un dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai Liu Bowen. Ramalan ini dibuat semasa dinasti Ming.

====================================================================

Bagian selanjutnya mengulas mengenai sejarah Tiongkok mulai zaman Sam Hong (San Huang = Tiga Penguasa) dan Ngo Tee (Wu Di = Lima Kaisar). Selanjutnya melangkah maju dengan menjelaskan riwayat singkat dinasti-dinasti terkemuka Tiongkok dengan nama kaisarnya. Uniknja nama-nama kaisar ditulis dalam dialek Hokkian. Sebagai contoh adalah nama-nama kaisar Dinasti He (Xia):

Nama/Gelaran Keizer     Mulai naik tachta (Sebelum Kristus)    Lamanja bertachta berapa tahun

Ie, bergelar Tay Ie                          2205                                                       8
Kee, putera Ie                                 2197                                                       9
Tay Kong, putera Kee                       2188                                                      29
Tiong Kong, sdr muda Tay Kong        2159                                                      13
Siang, putera Tiong Kong                  2146                                                      28
Siao Kong, putera Siang                    2118                                                      61
Sie, putera Siao Kong                        2057                                                      17
Hway, putera Sie                               2040                                                      26
Bong, putera Hway                             2014                                                     18
Eh, putera Bong                                 1996                                                      16
Put Kang, putera Eh                            1980                                                      59
Pian, sdr muda Put Kang                     1921                                                       21
Kien, putera Pian                                1900                                                       21
Khong Ka, putera Put Kang                   1879                                                      31
Kao, putera Khong Ka                           1848                                                     11
Hwat, putera Kao                                 1837                                                     19
Kiat, putera Hwat                                 1818                                                     52
                          Lamanja dynasty He itu adalah                                              439 tahun


=============================================================


Berikutnya adalah terjemahan bagi Surat (Serat) Djoko Lodang........halaman 112-124; lalu masih ada lagi:

RAMALAN BAHAJA KUNING....... halaman 124

RAMALAN PETJAHNJA PERANG DUNIA III....... halaman 125-127

RAMALAN DWI PUDJANGGA INDONESIA ....... halaman 128

DJANGKA DJAJABAJA ................... halaman 129-136

RINGKASAN PERHITUNGAN MENDJODOHKAN PENGANTIN DAN HARI KAWINNJA ........... halaman 138-153

HIKAJAT SJECH TEKO WARDI ........... halaman 154-156

PEPALI DARI KJAI AGENG SOLO ........... halaman 156-164

Lalu terdapat beberapa doa untuk keperluan sehari-hari ........... halaman 165-178

PENGARUHNJA BURUNG PERKUTUT PADA MANUSIA dan hal-hal lain terkait burung perkutut..... halaman 179-184

Dan sebagai penutup adalah FIRASAHNJA ORANG PEREMPUAN ............... halaman 185-188.


Bagi yang berminat memiliki kopi buku ini dapat menghubungi inbox atau email ivan_taniputera@yahoo.com

Selasa, 26 Februari 2013

TAKDIR VERSUS CISWA: SEBUAH RENUNGAN DARI KISAH THO HWA LI


TAKDIR VERSUS CISWA: SEBUAH RENUNGAN DARI KISAH THO HWA LI

Ivan Taniputera
27 Februari 2013

Dalam perjalanan ke delapan kelenteng beberapa waktu yang lalu, saya menemukan buku kisah Tho Hwa Li buah karya Gan KH ini. Sebenarnya saya sudah pernah mendengar mengenai kisah Tho Hwa Li semenjak masih kecil dan edisi lama buku ini saya sudah punya, namun kini tidak tahu lagi di mana keberadaannya. Oleh karenanya, penemuan kembali buku ini di salah sebuah kelenteng yang saya kunjungi merupakan peristiwa berharga. Kisah-kisah dalam tradisi Tiongkok memang sarat makna dan filsafat pemikiran.



Secara umum, dalam buku tersebut ada hal-hal menarik, seperti asal muasal tradisi ritual pengantin yang masih dilaksanakan hingga hari ini dan takdir versus ciswa. Kita akan mengulasnya satu persatu.

1.TAKDIR VERSUS CISWA

Sebelum mengulas mengenai topik bahasan ini. Saya akan memaparkan latar belakang kisahnya secara singkat. Ciu Kong adalah seorang mantan pembesar di masa pemerintahan Kaisar Ciu Yu Ong (781 SM) dari dinasti Ciu (Mandarin: Chou). Karena kaisar ke-12 ini hanya gemar bersenang-senang saja bersama selirnya bernama Po Su, Ciu Kong lantas mengundurkan dirinya. Sebenarnya Ciu Kong ini bukanlah nama pembesar tersebut. Namanya tidak disebutkan dalam buku ini. Ciu Kong adalah gelar yang dianugerahkan oleh Kaisar Yu Ong, sewaktu pembesar tersebut mengundurkan dirinya guna pulang ke desa. Arti telar itu adalah "Sesepuh Marga Ciu." (lihat halaman 3). Selain pemberian gelar kehormatan, Ciu Kong mendapatkan pula anugerah berupa pedang bernama Sian-cam-ho-cau (Bunuh Dulu Urusan Belakang). Ini menandakan bahwa pemegang pedang tersebut memiliki kekuasaan luar biasa.
Ciu Kong yang telah mengundurkan dirinya lantas membuka profesi sebagai juru ramal. Uniknya Ciu Kong akan memberikan ganti rugi yang besar jika ramalannya meleset (tiga ratus lima puluh tahil perak-halaman 6). Meskipun demikian, biaya meramalnya cukup rendah, yakni "tiga tahil setengah uang perak." (halaman 5). Dalam sehari, ia hanya menerima tiga orang saja yang hendak diramal. Sebagai juru penerima tamu, Ciu Kong mengangkat mantan juru tulisnya bernama Peng Cian.
Ramalan Ciu Kong memang terbukti keakuratannya. Kendati demikian dua kali ramalan Ciu Kong meleset, yakni:

a.Putera seorang nenek bernama Li Kho-cwan (halaman 16) yang diramal akan meninggal. Berkat kias yang diberikan Tho Hwa Li, nyawanya berhasil diselamatkan. Tho Hwa Li adalah gadis sakti yang pandai menciptakan beraneka macam kias. Caranya adalah bersembahyang dengan tiga batang dupa saat sore hari, lalu mengambil bantal anaknya, menepuk tiga kali pada bantal disertai seruan keras memanggil anaknya. Singkat cerita, memang kias atau penangkal ini terbukti kemanjurannya.

b.Peng Cian sendiri diramalkan akan meninggal oleh Ciu Kong. Namun Tho Hwa Li berhasil menyelamatkannya, yakni menyuruh Peng Cian menanti kehadiran Delapan Dewa di sebuah kuil. Ternyata usia Peng Cian dapat ditambah 80 tahun.

Kegagalan ramalannya ini menggusarkan hati Ciu Kong yang merasa otorita-nya tertantang. Ia lalu mencari cara membunuh Tho Hwa Li yang akan kita uraikan belakangan.

Kini kita akan mendiskusikan terlebih dahulu makna kisah ini. Tentu saja sebuah kisah dapat dimakna berbeda-beda bagi masing-masing orang. Kendati demikian saya lebih cenderung memaknainya berdasarkan pertanyaan klasik "Apakah nasib dapat diubah?" Ini adalah sebuah pertanyaan yang telah hadir semenjak zaman yang amat lampau. Sepanjang sejarahnya agama dan filsafat telah berupaya memberikan jawaban bagi hal ini, sehingga kita dapat menjumpai banyak teori tentangnya. Namun, semuanya itu akan tetap menjadi sebuah "hipotesa" yang tidak dapat kita buktikan kebenarannya. Mengapa? Karena kita tidak memiliki mesin waktu. Sebuah hipotesa baru akan terbukti jika sudah diuji dengan sebuah eksperimen. Jadi secara sederhana adalah sebagai berikut. Seorang melakukan tindakan A hingga akhirnya mendapatkan B. Namun kita tidak tahu, jika tidak melakukan A, apakah ia akan tetap mendapatkan B. Dalam kehidupan nyata, memang terdapat kasus-kasus di mana seseorang telah berupaya, namun tidak memperoleh hasil yang diharapkan. Sebaliknya, ada juga orang tidak berusaha, tetapi malah mendapatkan sesuatu yang diharapkannya. Karena kita tidak mampu mengujinya, pertanyaan apakah "nasib dapat diubah" akan tetap menjadi misteri umat manusia sampai ditemukannya mesin waktu; yakni satu-satunya alat yang dapat dipergunakan menguji berbagai kemungkinan pararel dalam kehidupan manusia. Untuk lebih jelasnya, pembaca dapat menonton film "Butterfly Effect." Apakah ciswa itu benar dapat mengubah nasib? Pertanyaan ini juga mustahil dijawab. Namun kisah di atas mencerminkan pertanyaan klasik tersebut, yakni takdir versus ciswa.

2.RITUAL-RITUAL UPACARA PERNIKAHAN TIONGHOA

Demi membalaskan dendamnya pada Tho Hwa Li, Ciu Kong lantas melakukan suatu tindakan yang agak eksentrik. Dia hanya memiliki seorang puteri bernama Ciu He Lian, namun agar dapat "membunuh" Tho Hwa Li, ia lantas "menikahkan" puterinya itu dengan Tho Hwa Li. Tentu saja sebelumnya sang puteri akan dirias sebagai pengantin pria. Ciu Kong memilihkan hari paling buruk, yang disebut Thian pia jit. Itu merupakan hari paling buruk bagi pengantin wanita. Banyak bahaya yang menanti, sehingga akan mengancam nyawa sang mempelai wanita. Berikut ini adalah bahaya beserta penangkalnya.

a.Pada hari itu saat mempelai wanita keluar dari rumahnya sendiri, dua bintang jahat, yakni Thian-sat dan Thian sin, telah siap menghantamnya, sehingga pengantin wanita mendadak jatuh tersungkur dan meninggal seketika.

PENANGKAL: Tho Hwa Li bersembahyang pagi-pagi sebelum matahari terbit, guna mengundang kehadiran dewa Liok ting Thai-sin dan Liok tha Thai sin, yang bertugas menjaga keamanan langit, sehingga sanggup mengusir Thian-sat dan Thian-sin.

b.Saat mempelai wanita telah duduk dalam tandu, bintang Ceng-liong ce (Naga Hijau) dan Pek-hou ce (Macan Putih) telah siap mencabut nyawanya.

PENANGKAL: Ceng-liong ce paling takut dengan kilin, sedangkan Pek-hou ce takut dengan burung hong (funiks). Oleh karenanya, Tho Hwa Li menempelkan kertas merah bertuliskan warna emas, yang masing-masing berbunyi "KI LIN TO CU" dan "HONG HONG TO CU." Artinya adalah "Kilin berada di sini" dan "Burung hong merah ada di sini." Dengan demikian Naga Hijau dan Macan Putih kebur ketakutan.

c.Begitu tandu tiba di rumah mempelai pria, bintang Ceng-liong ce yang gagal membunuh pengantin wanita akan kembali beraksi, sehingga mempelai wanita bisa menemui ajalnya.

PENANGKAL: Melepaskan tiga batang anak panah, sehingga Ceng-liong ce lari ketakutan.

d.Begitu mempelai wanita memasuki rumah pengantin pria, bintang Thian Kau-ce (Kera Langit) telah siap mencekiknya.

PENANGKAL: Dengan menaburkan beras kuning, sehingga Kera Langit lari ketakutan. Beras kuning itu dipercaya mampu membutakan mata Kera Langit.

e.Bintang Ngo-kui-ce (Lima Setan) telah siap menanti di balik pintu rumah Ciu Kong dan siap menerjang serta menghabisi nyawa Tho Hwa Li.

PENANGKAL: Menggunakan niru sebagai payung yang telah digambari pat kwa. Dengan demikian, Lima Setan tidak berani mendekat dan menyingkir jauh-jauh.

f.Saat kedua mempelai duduk bersama di dalam kamar pengantin guna bersantap bersama, bintang Pek-hou ce akan datang lagi dan menghantam mempelai wanita sampai tewas.

PENANGKAL: Tidak ada penangkalnya, tetapi Tho Hwa Li tidak kehilangan akal. Ia pura-pura pusing dan berbaring di ranjang pengantin. Akibatnya hanya Ciu He Lian yang duduk sendirian di depan meja pengantin. Meskipun berdandan sebagai pengantin wanita, bintang Peh-hou ce tidak dapat ditipu. Ia lantas menghantam puteri Ciu Kong tersebut hingga tewas.

Dengan demikian, justru Ciu Kong yang kehilangan puterinya. Dendamnya pada Tho Hwa Li semakin bertambah.

Kisah di atas mencerminkan sebuah ajaran bahwa manusia hendaknya senantiasa berupaya memperbaiki keadaan. Meski benar bahwa kita tidak mengetahui apakah takdir dapat diubah atau tidak. Namun berusaha menciptakan sesuatu yang lebih baik adalah lebih baik ketimbang tidak berusaha sama sekali.

3.EPILOG

Ciu Kong mencari cara lain dalam membunuh Tho Hwa Li. Ia lantas mengetahui rahasia kelemahan Tho Hwa Li, yakni ranting pohon Tho tumbuh di halaman rumah Tho Hwa Li yang menjulur ke penjuru barat. Ciu Kong meminta potongan dahan tersebut pada Tho Wan Gwe, yakni ayah Tho Hwa Li, dengan alasan bahwa benda tersebut akan dipakai sebagai wahana penujuman. Benar saja setelah ranting pohon itu dipotong, kesehatan Tho Hwa Li semakin menurun dan akhirnya sakit parah. Sebelum meninggal, Tho Hwa Li berpesan pada Peng Cian, yang pernah ditolongnya, agar membenturkan peti jenazahnya saat hendak diangkut keluar dari rumah Ciu Kong. Permintaan ini dilaksanakan, dan ajaibnya Tho Hwa Li hidup kembali. Terjadi perang tanding dengan Ciu Kong. Ternyata Ciu Kong adalah jelmaan pedang dewa, sedangkan Tho Hwa Li adalah jelmaan sarungnya. Kedua pedang itu sebelumnya adalah milik Dewa Hian Thian Siang Tee (Siang Tee Kong) sewaktu Beliau masih bertapa di Bu-tong-san. Karena memperoleh Jit Gwat jing (sari murni matahari dan rembulan), akhirnya pedang beserta sarungnya berubah menjadi manusia. Saat tengah bertarung, keduanya lantas ditangkap oleh Dewa Hian Thian Siang Tee dan diubah kembali menjadi pedang dan sarungnya.Demikianlan akhir kisah menarik tersebut.

Epilog di atas nampaknya menandakan bahwa meskipun bertentangan, keduanya merupakan kedua hal saling melengkapi dalam tradisi Tionghoa, ibarat pedang beserta sarungnya. Pedang tanpa sarung juga tidak berguna dan bisa melukai sang pemilik pedang. Sarung saja tanpa pedang juga tidak berguna, karena tak dapat melindungi seseorang.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .
.



PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Senin, 25 Februari 2013

BAGAIMANA MENGHADAPI DEMO BURUH? SUATU PENERAPAN QIMENDUNJIA (奇門遁甲)


BAGAIMANA MENGHADAPI DEMO BURUH? SUATU PENERAPAN QIMENDUNJIA 
(奇門遁甲)
.

Ivan Taniputera
25 Februari 2013
.

Beberapa waktu yang lalu ada kawan yang datang menjumpai saya. Ketika itu, ia sedang menghadapi permasalahan yang cukup pelik. Para buruh di perusahaannya sedang mengancam demo jika tuntutannya tidak dipenuhi. Oleh karenanya, pada hari yang telah ditentukan ia akan menjumpai perwakilan kaum buruhnya guna membicarakan tuntutan mereka. Apa tuntutan kaum buruh itu, tidak akan kita bahas di sini. Kawan saya itu lantas meminta saran saya. Guna menjawab pertanyaan itu, saya lantas membuat bagan Qimendunjia-nya .




Sebelumnya saya akan memberikan ulasan singkat mengenai apa itu Qimendunjia (奇門遁甲). Qimendunjia merupakan salah satu bagian ilmu metafisika Tiongkok. Sebenarnya terdapat ilmu Qimendunjia yang esoteris (bukan untuk umum) sifatnya, tetapi tentu saja kita tidak akan membahas yang sifatnya bukan untuk umum tersebut. Salah satu kegunaan Qimendunjia adalah mencari arah yang baik dalam melakukan kegiatan tertentu, misalnya menemui rekan bisnis, negosiasi, mengikuti sidang di pengadilan, memecat karyawan, berdagang, dan lain sebagainya. Pada diagram Qimendunjia di atas, selatan berada di atas.

Terdapat beberapa faktor yang diperhitungkan dalam Qimendunjia, seperti:

1.DELAPAN PINTU (八門), terdiri dari:

開門 (Kaimen)
驚門(Jingmen)
死門(Simen)
景門(Jingmen)
杜門(Dumen)
傷門(Shangmen)
生門(Shengmen)
休門 (Xiumen)

2.SEMBILAN BINTANG (九星), terdiri dari:

天心 (Tianxin)
天蓬 (Tianpeng)
天任 (Tianren)
天冲(Tianchong)
天辅 (Tianfu)
天英(Tianying)
天禽 (Tianqin)
天柱(Tianzhu)
天芮 (Tianrui)

3.DELAPAN DEWA (八神), terdiri dari:

直符 (Zhifu)
螣蛇 (Tengshe)
太陽 (Taiyang)
六合 (Liuhe)
白虎 (Baihu)
玄武 (Xuanwu)
九地 (Jiudi)
九天 (Jiudian)


Kita kemudian melakukan penelaahan terhadap masing-masing aspek tersebut. Sebagai contoh bintang Baihu dan Xuanwu kurang cocok bagi kegiatan apapun.

Saya lantas menyarankan kawan saya agar dari rumahnya pergi ke luar dulu menuju arah barat, karena arah barat merupakan arah yang cocok bagi keperluan tersebut. Kemudian pertemuan dengan perwakilan kaum buruh juga hendaknya dilakukan di sektor sebelah barat. Dengan memperkuat energi yang sesuai, diharapkan agar ia memperoleh keunggulan dalam negosiasi. Saya juga memberikan saran agar pertemuan dilangsungkan pada jam 17.15, yakni setelah jam kerja. Meski telah menggunakan Qimendunjia, saya juga menyarankan kawan saya itu agar memperbaiki kondisi kerja. Dengan makin terjaminya kepuasaan kerja, tentu saja peluang terjadinya demo buruh akan dapat diperkecil. Kendati kita mengenal ilmu-ilmu metafisika, tetap saja diperlukan hubungan antar manusia yang baik, yakni dilandasi prinsip saling asih dan asuh. Hubungan atasan dan bawahan yang baik juga perlu dikembangkan. Dengan demikian, baru sesuai dengan pikiran logis umat manusia.

CATATAN TAMBAHAN:

Kita boleh juga memadukan hal ini dengan penarikan Yijing atau horary astrologi, yakni penggunaan bersama metafisika Barat dan Timur. Tetapi karena tujuan artikel ini adalah menjelaskan mengenai Qimendunjia, maka kita tidak akan mengulasnya.

Minggu, 24 Februari 2013

BAGAIMANA MEMBEBASKAN DIRI DARI KESULITAN KEUANGAN?


BAGAIMANA MEMBEBASKAN DIRI DARI KESULITAN KEUANGAN?

Ivan Taniputera
24 Februari 2013

Seseorang datang pada saya mengisahkan pengalaman buruknya. Seorang kawan suaminya, sebut saja si A hendaknya meminjam uang, namun karena sang suami tidak memiliki uang, maka ia lantas mencarikan kenalan lain yang mempunyai uang. Saat perjanjian pemberian pinjaman, suaminya hadir sebagai penjamin dan penanggung bila si A tidak membayar hutangnya. Ternyata si A malah melarikan uang tersebut, sehingga sang suami harus menanggung hutang tersebut. Padahal penghasilan mereka juga pas-pasan. Mereka meminta saran apa yang harus dilakukan dan apakah mereka dapat melunasi hutangnya.

Guna menjawab pertanyaan ini saya akan menggunakan astrologi Barat dan Timur. Keduanya jika digunakan bersama menurut pengalaman saya akan memberikan pandangan yang lebih menyeluruh. Berikut ini saya hanya memaparkan analisa singkat terkait hal-hal penting saja. Pertama-tama saya akan membuat bagan kelahiran astrologi suaminya berdasarkan astrologi dengan menggunakan software online Astrodienst:



Jika diperhatikan pada bagan kelahiran astrologi suami, rumah kedua yang melambangkan keuangan ditempati oleh tanda Aries. Planet penguasa Aries adalah Mars. Dengan demikian, rumah kedua dikuasai oleh Mars. Jika kita perhatikan Mars mengalami pengaruh buruk berupa square dengan Neptunus. Ini menandakan bahwa suami berpeluang tertipu masalah keuangan. Orang yang memiliki aspek semacam ini hendaknya tidak berspekulasi terlalu berani dan juga tidak terlibat dalam perjudian. Selain itu Mars juga mendapatkan pengaruh buruk berupa square pula dengan Merkurius, yang berada di rumah kesebelas. Dalam astrologi, rumah kesebelas melambangkan teman. Oleh karenanya, kita boleh menafsirkan bahwa sang suami akan mendapatkan masalah keuangan akitab teman. Jika kita perhatikan lebih teliti. Mars berada di rumah ketujuh yang melambangkan pernikahan dan perjanjian dengan orang lain. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa permasalahan yang dialaminya juga terkait perjanjian dengan orang lain. Namun karena rumah ketujuh juga melambangkan pernikahan, maka perlu juga mewaspadai hubungan pernikahannya agar tak mengalami hal-hal tidak diinginkan.
Berdasarkan analisa di atas, astrologi ternyata dapat memberikan peringatan dini. Jikalau yang bersangkutan sebelumnya telah mengenal astrologi, tentunya tidak akan mau menanda-tangani perjanjian menanggung hutang kawannya tersebut.

Berikut ini adalah peta transit yang akan dibuat berdasarkan bagan bergaya Tiongkok:


Uranus sedang transit di rumah kedua yang melambangkan ketidak-mantapan dalam keuangan. Ini menandakan bahwa suami berpotensi mengalami perubahan yang tiba-tiba dalam keuangan. Umpamanya harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar secara mendadak.

Kini kita beralih pada bagan kelahiran isteri.



Jika diperhatikan dengan seksama, pada bagan kelahiran astrologi isteri terdapat bebarapa Grand Trine. Ini menandakan bahwa isteri memiliki peruntungan yang baik. Dengan demikian isteri dapat membantu suaminya dalam membayar hutang tersebut. Disarankan agar isteri membuka usaha sampingan demi membantu suaminya. Diharapkan usaha tersebut biarpun awalnya kecil, namun akan bertambah maju.Meskipun demikian, yang patut diwaspadai adalah terjadinya aspek buruk berupa square antara Matahari dan Bulan. Ini juga menandakan sesuatu yang kurang baik dengan pernikahan. Campur tangan orang tua dan gangguan pihak ketiga dapat memperumit masalah ini.

SARAN PERTAMA: Isteri membuka usaha sampingan demi membantu keuangan suami.
SARAN KEDUA : Karena pada bagan kelahiran astrologi suami dan isteri terdapat indikasi yang kurang baik terkait pernikahan, maka kedua belah pihak harus saling bersabar dan mawas diri.

Kini kita akan beralih pada Ziweidoushu. Bagan kelahiran Ziweidoushu suami adalah sebagai berikut:



Jika kita saksikan pada sektor jiwa (命宮) tidak terdapat bintang utama. Ini menandakan bahwa ia merupakan orang yang mudah terpengaruh oleh orang lain. Ia mudah percaya orang lain dan mempercayai bujukan orang lain. Juga biasanya mudah dimanfaatkan oleh orang lain. Lebih jauh lagi, karena pada sektor jiwa tidak terdapat bintang utama, maka harus meminjam bintang yang terdapat pada sektor seberangnya, yakni Tiantong dan Jumen yang mengalami transformasi menjadi hualu. Bintang Tiantong ini kurang baik jika memasuki sektor jiwa pria, karena dapat menjadikan kurang kemauan untuk maju dan mudah puas. Bintang Tiantong sendiri adalah bintang yang melambangkan ketenangan atau kesantaian, sehingga kurang cocok bagi pria. Namun Jumen menjadi hualu boleh diartikan dapat memperoleh uang melalui perkataan. Dalam artian, perkataan suami mudah dipercaya orang. Jika dilihat pada sektor jiwa dekade 2004-2013, maka terdapat Wenchang yang semenjak awalnya sudah mengalami transformasi malapetaka menjadi huaji. Ini juga bisa juga diartikan kerugian karena perjanjian. Jadi sekali lagi, Ziweidoushu dapat menggambarkan peristiwa ini secara akurat. Jika sebelumnya telah mengenal metafisika Barat dan Timur tentunya mampu mengantisipasi hal ini.

Kini kita beralih pada diagram Ziweidoushu isteri:



Kita menyaksikan bahwa pada diagram Ziweidoushu isteri, sektor jiwa (命宮) ditempati oleh bintang Tianxiang. Orang yang pada sektor jiwanya terdapat bintang Tianxiang baik dalam mengatur keuangan. Juga cocok bekerja dalam bidang kebudayaan, pendidikan, atau bekerja di pemerintahan (misalnya menjadi pegawai negeri atau menjadi pemasok bagi pemerintah). Dalam sektor pasangan hidup juga perlu mewaspadai adanya permasalahan dalam pernikahan. Waspadai gangguan pihak ketiga.

Berdasarkan analisa Ziweidoushu di atas, kita dapat memberi saran sebagai berikut:

SARAN KETIGA: Karena isteri lebih baik dalam menangani keuangan, maka sebaiknya semenjak sekarang isteri yang lebih banyak mengatur keuangan, apalagi suami mudah mempercayai bujuk rayu orang lain.


Kini kita akan beralih pada Bazi. Bazi suami adalah sebagai berikut:


Suami memerlukan nampaknya kurang memiliki inisiatif dan harus berlatih meningkatkan kreatifitasnya. Pekerjaan yang baik adalah unsur logam, misalnya terkait permesinan, perkakas logam, atau keuangan. Elemen lain kedua, adalah tanah. Pekerjaan yang terkait tanah, misalnya adalah keramik, jual beli tanah, dan lain sebagainya.

Bazi isteri adalah:




Isteri ada potensi menderita penyakit semacam alergi. Perlu waspada juga dirampok atau mengalami tindak kejahatan.

SARAN KEEMPAT: Solusi Fengshui. Disarankan menempatkan pohon bambu rejeki di sudut timur rumah. Bisa menempatkan juga bak tandon pada sektor utara. [solusi lain yang sifatnya pribadi tidak ditampilkan di sini, terutama yang ada kaitannya dengan denah rumah].

Apakah hutangnya dapat terbayar? Kita akan menjawabnya dengan Yijing.

Hasilnya adalah sadgarit nomor 54 yang tidak mengalami perubahan:


Ini menandakan bahwa Anda sedang dibawa menuju ke suatu kondisi baru oleh kekuatan yang tak dapat dilawan atau dihindari. Oleh karenanya, Anda saat ini harus menerima nasib yang Anda alami. Kendati demikian, Anda perlu melakukan berbagai perombakan yang sudah ada terhadap kehidupan Anda, dan Anda harus siap menghadapi segenap perubahan besar tersebut. Anda harus siap menerima penghasilan yang lebih sedikit dan jangan berbuat melebihi kemampuan Anda atau menghalalkan segala cara. Mungkin akan timbul berbagai godaan. Meskipun demikian, Anda harus bertahan terhadap segenap godaan tersebut.

Berdasarkan uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa hutang bisa terbayar walaupun dengan susah payah dan penuh kesulitan. Yang terpenting adalah kesanggupan menahan godaan yang mengancam pernikahan.

Kamis, 21 Februari 2013

KERAJAAN NAGUR MENURUT BERITA CHINA

KERAJAAN NAGUR MENURUT BERITA CHINA

Ivan Taniputera
22 Februari 2013


Pada kesempatan kali ini, penulis akan menelaah sejarah Nagur menurut Berita China. Dalam Yingya Shenglan (1416) disebutkan hal-hal sebagai berikut:

1.Raja Nakur (那孤兒=Na gu er) juga dinamakan Raja Muka Bertato.
2.Letak Nakur adalah di sebelah barat Sumatera.
3.Wilayahnya hanya terdiri dari satu desa di pegunungan.
4.Penduduknya merajah wajahnya dengan tiga panah hijau. Inilah yang menjadi sebutan Raja Muka Bertato.
5.Jumlah penduduknya hanya sekitar seribu keluarga.
6.Pertaniannya relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya.
7.Tanaman pertanian adalah padi gogo.
8.Hewan ternak: babi, kambing, unggas, dan bebek.
9.Tidak ada produk yang diekspor karena merupakan negeri yang relatif kecil.

[lihat W.P. Groeneveldt. Nusantara Dalam Catatan Tionghoa, Komunitas Bambu, Jakarta, 2009; halaman 134]

Selanjutnya dalam Xingcha Shenglan (1436) disebutkan hal-hal sebagai berikut:

1.Wilayah Negara Muka Bertato (花面國 = Hua Mian Guo) berbatasan dengan Sumatera dan meluas hingga Laut Lambri.
2.Seluruh wilayahnya terletak di daerah pegunungan.
3.Sawahnya menghasilkan beras dengan jumlah memadai.
4.Cuacanya bervariasi
5.Penampilan warga negeri tersebut adalah: Para pria merajah wajah mereka dengan gambar bunga beserta hewan. Rambut dibiarkan terurai. Bagian atas tubuh terbuka. Bagian bawah mengenakan sehela kain. Kaum wanita mengenai sehelai kain berwarna dan rambut bersanggul di belakang.
6.Hewan ternak: sapi, kambing, unggas, dan bebek.
7.Pihak yang kuat tidak menindas yang lemah. Para petinggi bersama rakyatnya sama-sama mengolah lahan. Orang yang kaya tidak sombong dan orang miskin tak mencuri.
8.Menghasilkan wewangian dan bunga teratai (tunjung) biru.
9.Pegunungan Nakur menghasilkan belerang.
10.Produk yang dihasilkan adalah sutra, tembikar, dan lain sebagainya.
11.Raja menerima hadiah dari kaisar China dan setelah itu selalu mengirimkan produk negaranya sebagai upeti.

[lihat W.P. Groeneveldt. Nusantara Dalam Catatan Tionghoa, Komunitas Bambu, Jakarta, 2009; halaman 134]

Kita akan membandingkan dua catatan di atas. Nampak beberapa perbedaan antara catatan tahun 1416 dan 1436. Menurut Yingya Shenglan, Nakur hanya memiliki satu wilayah di pegunungan saja, sedangkan Xingcha Shenglan mencatat adanya wilayah yang lebih luas, yakni hingga Laut Lambri. Dalam buku W.P. Groeneveldt terdapat catatan sebagai berikut (halaman 135):

"Sepertinya Nakur merupakan pemukiman maju bagi orang Batta yaitu penduduk asli yang tinggal di pedalaman. Sementara itu, pesisir dihuni orang Melayu dan sebangsanya. Jumlah penduduk sebanyak seribu keluarga seperti yang disebutkan penulis mungkin hanya menyebutkan mereka yang tinggal dekat Sumatra. Kenyataan bahwa mereka dapat berperang dengan negara besar seperti Sumatra (Su Men Da La) dan fakta bahwa penulis menyatakan bahwa wilayah mereka meluas hingga pendalaman dan mencapai pantai barat pulau ini merupakan bukti bahwa mereka adalah suku yang cukup penting."

Meskipun demikian, saya bertanya-tanya, apakah dalam kurun waktu 20 tahun, yakni 1416-1436, Nakur telah meluaskan wilayahnya? Selanjutnya pada sumber tahun 1416 disebutkan adanya ternak berupa babi, tetapi berita tahun 1436 tidak menyebutkan adanya babi. Apakah hal itu ada hubungannya dengan peralihan agama? Semua ini memerlukan penelitian lebih lanjut. Mengapa babi tidak disebutkan pada catatan tahun 1436? Uniknya, juga pada catatan tahun 1416 disebutkan bahwa Nakur tidak memiliki hasil apa-apa, namun berdasarkan sumber tahun 1436 disebutkan bahwa Nagur menghasilkan sutra, tembikar, dan lain sebagainya. Dengan demikian, menurut berita di atas, di Nagur telah dikenal budi daya ulat sutera beserta industri tembikar.

Selanjutnya, kita akan mendiskusikan letak Nakur. Nakur disebutkan terletak di bagian barat Sumatera. Pada Yingya Shenglan (1416) disebutkan bahwa Lidai (黎代) berada di sebelah barat Nakur. Selatan Lidai terdapat pegunungan tinggi. Utara terdapat lautan. Barat berbatasan dengan Lambri (南渤利 = Lan Bo Li). Negeri Lambri menurut Yingya Shenglan (1416) memiliki batas-batas sebagai berikut. Timur berbatasan dengan Lidai. Barat berbatasan laut. Selatan dengan pengunungan tinggi. Di sebelah selatan pegunungan terdapat lautan.

Selanjutnya kita akan mengulas mengenai kerajaan bernama 蘇門答剌 (Su Men Da La), yang terkadang juga ditransliterasi sebagai 須文達那 (Xu Wen Da Na). Dalam buku Nusantara Dalam Catatan Tionghoa, halaman 119, nama kerajaan ini disebut sebagai Sumatra. Nampaknya ini sama dengan Kerajaan Samudra Pasai. Adapun batas-batas negeri ini menurut Yingya Shenglan (1416) adalah sebagai berikut. Bagian utara berbatasan dengan laut. Sebelah timur terdapat pengunungan tinggi yang memanjang hingga wilayah Aru. Di sebelah Barat, yakni di pesisirnya terdapat dua negeri kecil, yakni Nakur dan Lidai. Diriwayatkan bahwa Raja Su Men Da La pernah diserang oleh Raja Nakur dan terbunuh oleh panah beracun. Ketika itu, puteranya masih kecil. Ratu Su Men Da La lantas bersumpah membalas dendam. Ia membuat sayembara yang isinya menyatakan bahwa ia bersedia menikah dan memerintah bersama siapa saja yang sanggup membalaskan dendam sang raja. Seorang nelayan tua bersedia menerima tugas itu dan memimpin pasukan guna menewaskan raja Nakur. Setelah raja Nakur berhasil dibunuh, para pengikutnya mundur dan menyerah. Nelayan menikah dengan ratu Su Men Da La dan memerintah bersama dengan gelar Raja Tua. Ia lantas mengirim upeti ke China pada tahun 1409 dan kembali ke negerinya pada tahun 1412. Putera raja sebelumnya bersekongkol dengan para bangsawan guna menghabisi nyawa Raja Tua. Kemenakan Raja Tua bernama Su gan la ( 蘇幹剌) mengumpulkan para pengikut dan melarikan diri ke pegunungan, dengan niat membalaskan dendam kematian pamannya. Pada tahun 1415, Zheng He datang ke sana dan menangkap Su gan la. Putera raja merasa sangat berterima kasih dan terus menerus mengirim upeti ke Tiongkok.

Kita akan menggambarkan skemanya sebagai berikut:




Apakah laut yang berada di selatan pegunungan itu yang dimaksud adalah Danau Toba? Kita masih perlu melakukan penelitan lebih lanjut. Telaah geografis ini diperlukan agar kita mengetahui letak Nakur yang sebenarnya.






Saya mencoba memindahkan skema di atas pada peta sebenarnya, dan mendapatkan hasil sebagai berikut.



PERHATIAN

Mohon agar tidak mengcopy-paste tulisan ini ke manapun juga. Jika Anda tertarik pada artikel ini dan ingin menyebar luaskannya, maka mohon sampaikan saja linknya, yakni:

http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.com/2013/02/kerajaan-nagur-menurut-berita-china.html

Karena link tersebut akan terus diperbaharui. Terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

W.P. Groeneveldt. Nusantara Dalam Catatan Tionghoa, Komunitas Bambu, Jakarta, 2009.

Rabu, 20 Februari 2013

KASUS UNIK ASTROLOGI: SEORANG TEMAN YANG MENDAPATKAN PERTOLONGAN DARI JATUKAM RAMATHEP UNIQUE CASE OF ASTROLOGY: A FRIEND OF MINE GOT HELP FROM JATUKAM RAMATHEP


KASUS UNIK ASTROLOGI: SEORANG TEMAN YANG MENDAPATKAN PERTOLONGAN DARI JATUKAM RAMATHEP
UNIQUE CASE OF ASTROLOGY: A FRIEND OF MINE GOT HELP FROM JATUKAM RAMATHEP

Ivan Taniputera
20-Februari 2013

Seorang teman menceritakan pada saya bahwa beberapa hari yang lalu setelah membaca mantra Dewa Jatukam Ramathep, pemasukannya mengalami peningkatan drastis. Saya lalu mencoba menganalisanya berdasarkan astrologi dan membuat bagan astrologi beserta transitnya, yakni kurang lebih saat ia mulai membaca mantra tersebut.

My friend told me that a few days ago he began to chant mantra of God Jatukam Ramathem and his income increased drastically. I try to make an analysis using astrology. I make his astrological chart and transit.

Bagan astrologi beserta transitnya adalah sebagai berikut:

The result is as following:


Bagi yang belum terbiasa dengan bagan astrologi bergaya Tiongkok di atas, saya akan memberikan tabel persamaan simbol sebagai berikut:

For those who still uncommon to Chinese Style chart, I will make comparison table as following:


Jika diperhatikan Bulan sedang transit pada rumah kedua bagan astrologis kelahiran di atas yang melambangkan keuangan. Terjadi aspek konyungsi (conjunction) antara Venus di rumah keuangan dengan Bulan yang sedang transit. Secara umum konyungsi antara Venus dan Bulan ini bisa meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan seseorang. Karena berada di rumah kedua, boleh diartikan bahwa pribadi bersangkutan akan lebih pandai dan peka dalam mencari uang. Namun pertanyaannya, apakah hubungannya dengan pemujaan Dewa Jatukam Ramathep. Saya memikirkan apakah ini dapat dikaitkan dengan pembacaan mantra Jatukam Ramathep yang baru saja dilakukannya. Ternyata memang benar bahwa Dewa Jatukam Ramathep memiliki aspek bulan yang kuat. Dalam bahasa Sansekerta, Beliau disebut Chandrabhanu Bodhisattva. Perhatikan bahwa terdapat kata "Chandra" yang berarti adalah Bulan. Ternyata bukan itu saja. Rama juga disebut Ramachandra. Kembali muncul kata "Chandra."

If we notice carefully, Moon is transiting the second house of the chart, which represents financial matter. Transiting Moon is in conjunction with Venus in the second house. Generally, this conjunction can increase sensitivity and alertness. Because this aspect happens in second house, we can make  an interpretation that he will gain a better knowledge and sensitivity in making money. But the question is whether there is connection with God Jatukam Ramathep. I ask myself  whether this planetary conjunction has really a connecition with the chanting of Jatukam Ramathep's mantra which is already practiced by him. In fact, Jatukam Ramathep has a strong Moon aspect. His Sanskrit name is Chandrabhanu Bodhisattva. Notice that there is a word "Chandra" which means Moon. Besides that, Rama is also called Ramachandra. Again the word "Chandra" occurs.

Oleh karenanya, nampak jelas bahwa Bulan dapat dikaitkan dengan Jatukam Ramathep. Transit Bulan pada rumah kedua boleh juga dianggap sebagai pertolongan dan berkah dari Jatukam Ramathep. Kemudian Venus yang juga merupakan planet perlambang keuangan dalam astrologi mendapatkan konyungsi atau penyatuan dengan Bulan, dimana hal ini mempertegas lagi kenyataan di atas. Dengan demikian, nampak nyata sekali bahwa astrologi mampu memperlihatkan kondisi di atas. Segenap energi yang berasal dari setiap planet mengandung kekuatan yang dapat mewujudkan dirinya dalam berbagai aspek.

We see clearly that Moon has a connection with Jatukam Ramathep. The transiting Moon can be intrepreted as geting help and blessing from Jatukam Ramathep. Venus is also planet which represents money and this conjunction strengthens our intepretation. We can conclude that astrology can show us this spiritual matter. Energies that originated from planets have power that can manifest themselves into many aspects in our life.

Bagi yang berminat mengetahui mantra Jatukam Ramathep akan dicantumkan mantranya di bawah ini:

Below is the mantra of Jatukam Ramathep:

"Jatukamma rama devam bodhisattam mahagunam mahidhikam aham pujjemi siddhi labho nirantara."

atau:
or:

"Kah Konom Tawai Sakkara Suriyan Jantra Jansaphanu
Duangtra Song Paendin Siwichai Suwarnaphum
Phaya Si Thamma Sokkaraj
Sip Song Nakasat Duangtra Phaya Rahu
Si Maharaj Pangpagan
Ong Rachandam Tan Por Jatukam Ramathep
Phra Jao Uthong Somdej Phra Naresuan Maharaj
Somdej Phra Ekatsaroj
Somdej Phra Jao Thaksin Maharaj Phra Sayam Thewathiraj."

Demikian semoga mendatangkan manfaat.

May this useful for us.

Senin, 18 Februari 2013

KITAB-KITAB AGAMA HUA ATAU AGAMA RAKYAT TIONGHUA CHINESE FOLKSRELIGION'S SCRIPTURES: AN INTRODUCTION


KITAB-KITAB AGAMA HUA ATAU AGAMA RAKYAT TIONGHUA
CHINESE FOLKSRELIGION'S SCRIPTURES: AN INTRODUCTION

Ivan Taniputera
16 Februari 2013



Apakah Agama Hua memiliki kitab? Ini barangkali pertanyaan yang timbul di kalangan penganut agama rakyat Tionghua. Jika Agama Hua mempunyai kitab, lalu bagaimanakah kita mendefinisikan kitab tersebut? Saya menggolongkan suatu kitab sebagai kitab Agama Hua, jikalau kitab itu tidak dapat digolongkan sebagai kitab Buddhisme (佛教), Daoisme (道教), atau Konfusianisme (如教). Pada praktiknya memang banyak dijumpai kitab-kitab semacam itu. Biasanya di dalamnya terdapat gelar atau istilah yang merupakan campuran di antara ketiga agama di atas. Selain itu, suciwan yang berasal dari tiga agama kerap dimunculkan bersama. Sebagai contoh adalah Kitab 福德正神降造經 (Fude Zhengshen Jiangzao Jing). Fude Zhengshen yang dalam dialek Hokkian disebut Hok Tek Cin Sin bukan tergolong suciwan Buddhis, Dao, atau Konfusianis. Meskipun demikian, di dalamnya terdapat kalimat: 天尊道人降造經 (Tianzun daoren jiang zao jing). Gelar Tianzun berasal dari Daoisme. Sementara itu pada baris berikutnya terdapat kalimat 南無春正福德 (Nanwu Chunzhen Fude). Istilah nanwu merupakan transliterasi bagi "namo," yang berasal dari Agama Buddha. Oleh karenanya, di dalam kitab tersebut terdapat elemen Buddhisme dan Daoisme.

Does Chinese Folksreligion (Hua Religion) have scriptures? This is probably the question that arises among followers of Chinese Folksreligion. If Chinese Folksreligion does have scriptures, then how do we define them? I classify a scripture as belongs to Hua Religion, if it can not be classified as a scripture of Buddhism (佛教), Taoism (道教), or Confucianism (如 教). In practice, such scriptures are often found in Chinese Temple. Usually inside them there is a title or a term that is a mixture of the three religions mentioned above. In addition, saints from three religions often appear together. For example is the Scripture 福德正神 降 造 经 (Fude Zhengshen Jiangzao Jing). Fude Zhengshen which in Hokkien dialect called Hok Tek Cin Sin is not a saint of Buddhism, Daoism, or Confucianism. Nevertheless, there is a sentence in it: 天尊 道人 降 造 经 (Tianzun daoren  jiang zao jing). Tianzun degree comes from Daoism. Meanwhile, there is a sentence on the next line 南 无 春 正 福德 (Nanwu Chunzhen Fude). "Nanwu" is a transliteration for "namo," which comes from Buddhism. Therefore, in the book there are elements of Buddhism and Daoism.

Manfaat-manfaat membaca kitab dijelaskan sebagai berikut:

The benefits which are obtained from chanting this scriptures are following

地獄永離身
作風佩我經
風波即刻平
五瘟佩我經
毒害不兼身
五疫佩我經
永不受災幸

Dìyù yǒng lí shēn
Zuòfēng pèi wǒ jīng
Fēngbō jíkè píng
Wǔ wēn pèi wǒ jīng
Dúhài bù jiān shēn
Wǔ yì pèi wǒ jīng
Yǒng bù shòuzāi xìng

Secara ringkas kitab ini dapat selamanya menjauhkan kita dari neraka, menenangkan badai, menghindarkan diri dari bahaya racun, dan menjauhkan dari kemalangan. Konsep neraka sendiri, sebenarnya juga muncul belakangan di Tiongkok.

Briefly, this book can forever keep us from falling into hell, calming the storm, avoid dangerous toxins, and cast away from misfortune. The concept of hell itself, actually came later in China.

Kini kita beralih pada Kitab 太陽星君聖經 (Taiyang Xingjun Shengjing). Pada bagian pujiannya terdapat kalimat 太陽明珠光佛 (Tai yang ming ming zhu guang fo). Perhatikan bahwa di sini terdapat kata fo yang berarti "Buddha." selanjutnya terdapat kalimat 四大神明正乾坤 (shi da shen ming zheng qian kun). Qian dan Kun adalah nama-nama trigarit (trigram) dalam bagua (八卦). Oleh karenanya, ini merupakan bagian kosmologi Dao. Meskipun demikian, trigram juga diulas dalam Kitab Yijing (易經) yang juga dihormati oleh para penganut Ru (Konfusianisme).

Now we turn to the Book of 太阳 星君 圣经 (Taiyang Xingjun Shengjing). In this section there is a sentence praise 太阳 明珠 光佛 (Tai yang ming ming zhu guang fo). Note that here there is a word "fo" which means "Buddha." Furthermore there is a sentence 四大 神明 正 乾坤 (shi da shen ming zheng qian kun). Qian and Kun are the names of trigrams in bagua (八卦). Therefore, this is part of Dao cosmology. Nevertheless, trigrams also reviewed in the Book of Yijing (易經) which is also honored by the adherents of Ru (Confucianism).

Pada kitab 太陰星君聖經 (Taiyin Xingjin Shengjing) terdapat kata 菩薩 (Busa) yang berarti Bodhisattva. Istilah ini tentu saja berasal dari Agama Buddha. Kendati demikian terdapat pula baris yang berbunyi: 二佛報答父母恩 (Èr fo bàodá fùmǔ ēn). Ini memperlihatkan pengaruh konsep bakti dalam Konfusianisme, yang mengajarkan bahwa ada dua Buddha di rumah, yakni ayah dan ibu.

In the book 太陰星君聖經 (Taiyin Xingjin Shengjing) the word 菩薩 (Busa) can be found, which means Bodhisattva. This term is of course derived from Buddhism. Nevertheless, there is also a line that reads: 二佛報答父母恩 (Èr fo bàodá fùmǔ ēn). It shows the influence of the Confucian concept of filial piety, which taught that there are two Buddhas in the home, the father and mother.

Berikutnya, kita akan menelaah Kitab 搖池金母定慧脫真經 (Yaochi Jinmu Dinghui Tuo Zhenjing). Di dalamnya disebutkan mengenai silsilah pewarisan Dao sebagai berikut:

Next, we will discuss the Scripture 搖池金母定慧脫真經 (Yaochi Jinmu Dinghui Tuo Zhenjing). Inside this scripture is mentioned about the transmission lineage of Dao as following:

玄玄上人傳道於木公
木公傳道於吾

Artinya adalah "Xuan Xuan Shangren mewariskan Dao pada Mugong. Mugong mewariskan Dao pada saya."

It means "Xuan Xuan Shangren bequeathed Dao on Mugong. Mugong bequeathed Dao on me."

Selanjutnya, masih dalam kitab yang sama, terdapat pula nama 慈航大士 (Cihang Dashi) yang merupakan nama lain bagi Guanyin (Avalokitesvara), sehingga mencerminkan nuansa Buddhis. Bahkan di dalamnya juga disebutkan: 三教聖賢俱來擁護 (Sān jiào shèngxián jù lái yǒnghù), yang kurang artinya adalah suciwan ketiga agama turut hadir memberikan berkah atau dukungannya. Adapun suciwan ketiga agama yang dikatakan hadir tersebut adalah:

Later on, still in the same book, there is also the name of 慈航 大 士 (Cihang Dashi) which is another name for Guanyin (Avalokitesvara), thus reflecting the nuances of Buddhist. Even in it are also mentioned: 三教聖賢俱來擁護 (Sān jiào shèngxián jù lái yǒnghù), which means saints of three religions give their blessing or support. The three saints who present in this occasion are:

1.大成至聖興儒治世天尊 (Dàchéng zhì shèng xìng rú zhìshí tiānzūn), ini adalah gelar bagi Kongzi.Title of Kongzi.
2.太上老君掌教天尊 (Tài shàng lǎo jūn zhǎng jiào tiānzūn), ini adalah gelar bagi Laozi. Title of Laozi.
3.釋迦牟尼古佛天尊 (Shìjiā móu ní gǔ fo tiānzūn), ini adalah gelar bagi Buddha Sakyamuni. Title of Buddha.

Perhatikan bahwa di sini Buddha Sakyamuni digelari sebagai Tianzun.

Note that here the Buddha Sakyamuni was named as Tianzun.

Kitab lainnya yang juga populer di kalangan rakyat adalah Kitab Yuli atau Giok Lek. Di dalamnya banyak terdapat pesan-pesan moralitas, seperti menjalankan kejujuran, tidak berzinah, tidak merugikan orang lain, dan lain sebagainya. Kitab lainnya yang mengajarkan moralitas dan kebajikan adalah Empat Nasihat Liaofan.

Other books were also popular among the Chinese people is the Book Yuli or Giok Lek. Inside it there are many teachings or advices on morality, such as honesty, do not commit adultery, do not harm others, and so forth. Other books that teach morality and virtue are Four Advices of Liao Fan.

Demikianlah perkenalan kita dengan kitab-kitab Agama Hua. Sebenarnya masih ada kitab-kitab lainnya yang dapat digolongkan ke dalam agama rakyat. Oleh karenanya, saya sangat berharap agar para rohaniwan agama Hua dapat mengumpulkan kitab-kitab yang tergolong dalam agama rakyat dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia, sehingga dapat mendatangkan banyak manfaat bagi umat.

This  our introduction to the scriptures of Chinese Folksreligion. Actually there are other books that can be classified as belongs to Chinese Folksreligion. Therefore, I very much hope that religious clergy of Hua Religion can collect the scriptures belonging to their religion and translated  them into Indonesian, so it can bring many benefits to the adherents of Chinese Folksreligion.


Semoga bermanfaat.

May this useful.

Minggu, 17 Februari 2013

TRADISI MENGUNJUNGI DELAPAN KELENTENG SETELAH TAHUN BARU IMLEK (Tradition of Visiting Eight Temples After Chinese New Year(


TRADISI MENGUNJUNGI DELAPAN KELENTENG SETELAH TAHUN BARU IMLEK
Tradition of Visiting Eight Temples After Chinese New Year

Ivan Taniputera
17 Februari 2013

Di tengah-tengah keluarga saya terdapat tradisi mengunjungi delapan kelenteng setelah Tahun Baru Imlek. Adapun kunjungan itu sedapat mungkin dilakukan dalam sehari dan ritual ini boleh dilakukan hingga tanggal 15 bulan pertama Imlek (Capgomeh). Pada hari ini saya dalam sehari melakukan kunjungan ke delapan kelenteng/ vihara sebagai berikut:

1.VIHARA MAHA WELAS ASIH

Vihara ini berada di kompleks Perumahan Tanah Mas atau tepatnya berada di Jalan Taman Hasanudin.

Berikut ini adalah ruang kebaktian Vihara Maha Welas Asih:




Di vihara juga terdapat pratima yang mewakili keenam puluh dewa penguasa tahun berlaku (太歲 Taisui).




2.KELENTENG HAO SHENG GONG (昊聖宮)

Tidak jauh dari Vihara Maha Welas Asih terletak Kelenteng Hao Sheng Gong, yang bercorak Daoisme.

Tampak luarnya adalah sebagai berikut:



Dewata utama di kelenteng ini adalah 無極洪鈞聖祖 (Wújí hóngjūn shèngzǔ).



Penulis juga baru pertama kali mendengar nama dewa ini. Menurut keterangan penjaga kelenteng, Beliau adalah guru Laozi atau Taishang Laojun.

Berikut ini adalah pratima dewata-dewata Daois yang dipuja dalam kelenteng.



Selain itu, terdapat pula makhluk-makhluk suci yang berasal dari Buddhisme.



Kini penulis akan menampilkan interior bagian dalam kelenteng:



3.KELENTENG TAI SHANG GONG (太上宮)

Kunjungan dilanjutkan ke Kelenteng Tai Shang Guan yang juga bercorak Daoisme. Makhluk suci utamanya adalah Taishang Laojun yang merupakan gelar bagi Laozi.



Berikut ini adalah pratima Taishang Laojun:




Penulis juga mendapati pratima Tju Soe Nyo Nyo, yang juga baru pertama kali ini melihatnya.



Berikut ini adalah gambar pratima yang terdapat di bagian bawah altar Taishang Laojun.



Terdapat pula gambar Lima Jenderal pada salah satu altar di kelenteng ini.



Inilah adalah gambar-gambar dewa pintu di Kelenteng Tai Shang Gong.






4.KELENTENG JING DE MIAO (敬德廟)

Kelenteng ini terletak di Jalan Lingkar Tanjung Mas, yang juga masih masuk kompleks Perumahan Tanah Mas.



Dewata utama yang dipuja di kelenteng ini adalah Oet Ti Kiong, yang merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam Hikayat Sie Djin Koei.




Di bagian belakang kelenteng terdapat pula pratima keenam puluh dewa Taisui.




Kita dapat menyaksikan pula pratima Ayah dan Bunda Bumi.




Berikut ini adalah sekelumit kegiatan mempersiapkan persembahyangan yang sedianya akan diselenggarakan pada hari ini juga di Kelenteng Jing De Miao



5.KELENTENG GUAN SHENG MIAO (關聖廟)

Terletak di Jalan Kali Mas, yang masih juga masuk kompleks Perumahan Tanah Mas. Dewata utamanya adalah Kwan Kong (Guan Sheng Dijun)

Kita tidak dapat menyaksikan relief sumpah pengangkatan saudara antara Liu Bei, Guan Yu, dan Zhang Fei yang terkenal dari Kisah Sam Kok.



Berikut ini adalah ruang utama Kelenteng Guang Sheng Miao.



6.KELENTENG GRAJEN

Terletak di kawasan Grajen, Jl. MT. Haryono, Semarang. Dewata utamanya adalah Xuan Tian Shangdi.

Pada hari ini kelenteng sangat ramai dikunjungi umat.



Berikut ini adalah pratima-pratima dewa pintu di Kelenteng Grajen.






7.KELENTENG BUGANGAN

Terletak di Jl. Bugagan, Dr. Cipto, Semarang. Berikut ini adalah tampak depan kelenteng.




Meja sembahyangan yang telah dipersiapkan di Kelenteng Bugangan.




Perhatikan adanya tebu yang merupakan khas tradisi Hokkian.

8.VIHARA BUDDHAGAYA-WATUGONG-SEMARANG

Kunjungan ke Vihara Buddhagaya, Watugong, menutup rangkaian kunjungan hari ini. Tampak pagoda yang terkenal selaku ciri khas Vihara Buddhagaya.




Kita dapat menyaksikan pula persiapan sembahyangan di vihara ini.



Salah satu pratima Bodhisattva Avalokitesvara (Guanyin) di Vihara Buddhagaya, Watugong, Semarang.



Demikian semoga bermanfaat dan terima kasih telah mengikuti artikel ini sampai selesai.