Minggu, 17 Februari 2013

TRADISI MENGUNJUNGI DELAPAN KELENTENG SETELAH TAHUN BARU IMLEK (Tradition of Visiting Eight Temples After Chinese New Year(


TRADISI MENGUNJUNGI DELAPAN KELENTENG SETELAH TAHUN BARU IMLEK
Tradition of Visiting Eight Temples After Chinese New Year

Ivan Taniputera
17 Februari 2013

Di tengah-tengah keluarga saya terdapat tradisi mengunjungi delapan kelenteng setelah Tahun Baru Imlek. Adapun kunjungan itu sedapat mungkin dilakukan dalam sehari dan ritual ini boleh dilakukan hingga tanggal 15 bulan pertama Imlek (Capgomeh). Pada hari ini saya dalam sehari melakukan kunjungan ke delapan kelenteng/ vihara sebagai berikut:

1.VIHARA MAHA WELAS ASIH

Vihara ini berada di kompleks Perumahan Tanah Mas atau tepatnya berada di Jalan Taman Hasanudin.

Berikut ini adalah ruang kebaktian Vihara Maha Welas Asih:




Di vihara juga terdapat pratima yang mewakili keenam puluh dewa penguasa tahun berlaku (太歲 Taisui).




2.KELENTENG HAO SHENG GONG (昊聖宮)

Tidak jauh dari Vihara Maha Welas Asih terletak Kelenteng Hao Sheng Gong, yang bercorak Daoisme.

Tampak luarnya adalah sebagai berikut:



Dewata utama di kelenteng ini adalah 無極洪鈞聖祖 (Wújí hóngjūn shèngzǔ).



Penulis juga baru pertama kali mendengar nama dewa ini. Menurut keterangan penjaga kelenteng, Beliau adalah guru Laozi atau Taishang Laojun.

Berikut ini adalah pratima dewata-dewata Daois yang dipuja dalam kelenteng.



Selain itu, terdapat pula makhluk-makhluk suci yang berasal dari Buddhisme.



Kini penulis akan menampilkan interior bagian dalam kelenteng:



3.KELENTENG TAI SHANG GONG (太上宮)

Kunjungan dilanjutkan ke Kelenteng Tai Shang Guan yang juga bercorak Daoisme. Makhluk suci utamanya adalah Taishang Laojun yang merupakan gelar bagi Laozi.



Berikut ini adalah pratima Taishang Laojun:




Penulis juga mendapati pratima Tju Soe Nyo Nyo, yang juga baru pertama kali ini melihatnya.



Berikut ini adalah gambar pratima yang terdapat di bagian bawah altar Taishang Laojun.



Terdapat pula gambar Lima Jenderal pada salah satu altar di kelenteng ini.



Inilah adalah gambar-gambar dewa pintu di Kelenteng Tai Shang Gong.






4.KELENTENG JING DE MIAO (敬德廟)

Kelenteng ini terletak di Jalan Lingkar Tanjung Mas, yang juga masih masuk kompleks Perumahan Tanah Mas.



Dewata utama yang dipuja di kelenteng ini adalah Oet Ti Kiong, yang merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam Hikayat Sie Djin Koei.




Di bagian belakang kelenteng terdapat pula pratima keenam puluh dewa Taisui.




Kita dapat menyaksikan pula pratima Ayah dan Bunda Bumi.




Berikut ini adalah sekelumit kegiatan mempersiapkan persembahyangan yang sedianya akan diselenggarakan pada hari ini juga di Kelenteng Jing De Miao



5.KELENTENG GUAN SHENG MIAO (關聖廟)

Terletak di Jalan Kali Mas, yang masih juga masuk kompleks Perumahan Tanah Mas. Dewata utamanya adalah Kwan Kong (Guan Sheng Dijun)

Kita tidak dapat menyaksikan relief sumpah pengangkatan saudara antara Liu Bei, Guan Yu, dan Zhang Fei yang terkenal dari Kisah Sam Kok.



Berikut ini adalah ruang utama Kelenteng Guang Sheng Miao.



6.KELENTENG GRAJEN

Terletak di kawasan Grajen, Jl. MT. Haryono, Semarang. Dewata utamanya adalah Xuan Tian Shangdi.

Pada hari ini kelenteng sangat ramai dikunjungi umat.



Berikut ini adalah pratima-pratima dewa pintu di Kelenteng Grajen.






7.KELENTENG BUGANGAN

Terletak di Jl. Bugagan, Dr. Cipto, Semarang. Berikut ini adalah tampak depan kelenteng.




Meja sembahyangan yang telah dipersiapkan di Kelenteng Bugangan.




Perhatikan adanya tebu yang merupakan khas tradisi Hokkian.

8.VIHARA BUDDHAGAYA-WATUGONG-SEMARANG

Kunjungan ke Vihara Buddhagaya, Watugong, menutup rangkaian kunjungan hari ini. Tampak pagoda yang terkenal selaku ciri khas Vihara Buddhagaya.




Kita dapat menyaksikan pula persiapan sembahyangan di vihara ini.



Salah satu pratima Bodhisattva Avalokitesvara (Guanyin) di Vihara Buddhagaya, Watugong, Semarang.



Demikian semoga bermanfaat dan terima kasih telah mengikuti artikel ini sampai selesai.