Tampilkan postingan dengan label budaya China. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya China. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Desember 2016

APAKAH SHIO BERGANTI SETIAP TAHUN BARU IMLEK?

APAKAH SHIO BERGANTI SETIAP TAHUN BARU IMLEK?
.
Ivan Taniputera.
23 Desember 2016.
.
Orang-orang yang lahir menjelang atau tidak lama sesudah Tahun Baru Imlek sering bingung dan menanyakan apakah shionya. Sebagian besar orang meyakini bahwa jika sesudah melewati Tahun Baru Imlek, maka shio akan berubah. Dahulu sebelum mempelajari Bazi saya juga meyakini seperti itu, namun ternyata tidak demikian halnya. Shio tidak berganti saat Tahun Baru Imlek. Dengan kata lain, Tahun Baru Imlek bukan penentu pergantian shio. Suatu hal lain yang patut diingat adalah Bazi tidak berpedoman pada Penanggalan Imlek, melainkan Penanggalan Xia.
.
Perlu saya jelaskan bahwa yang dimaksud shio di sini adalah Cabang Bumi Pilar Tahun.
.
Mari kita ambil contoh. Tahun Baru Imlek pada tahun 2001 berlangsung pada 24 Januari. Pilar Tahun pada tanggal tersebut adalah Geng-Chen. Chen di sini adalah shio Naga. Ternyata pada tanggal 25 Januari 2001, Pilar Tahunnya juga masih Geng-Chen. Jadi jelas sekali membuktikan bahwa Tahun Baru Imlek bukan merupakan saat pergantian shio. Pilar tahun baru berubah ke Xin-Si (shio Ular) pada tanggal 4 Februari 2001.
.


.
Contoh lain adalah tahun 2007, dimana Tahun Baru Imlek berlangsung pada 18 Februari. Pilar tahun pada tanggal tersebut adalah Ding-Hai (shio Babi). Padahal pergantian Pilar Tahun Bing-Xu (shio Anjing) ke Ding-Hai sudah berganti semenjak 5 Februari 2007.
.
Pada kasus tahun 2001, maka shio baru berganti setelah Tahun Baru Imlek; sedangkan pada tahun 2007, sebelum Tahun Baru Imlek, shio-nya sudah berganti. Oleh karenanya, jika ingin mengetahui shio Anda, maka selalu pergunakan Kalender atau Penanggalan Xia.
.
Bagaimana dengan tahun 2017? Tahun Baru Imlek akan berlangsung pada 28 Januari 2017. Namun Pilar Tahun baru berganti pada 4 Februari 2017. Jadi bagi Anda yang terlahir antara 29 Januari 2017 hingga 3 Febuari 2017, maka Anda masih bershio Monyet (Cabang Bumi Shen. Baru setelah 4 Februari 2017, maka Anda mempunyai Cabang Bumi Pilar Tahun You (shio Ayam).
.
Kalender Xia merupakan penanggalan yang didasari oleh peredaran matahari. Oleh karenanya, secara astronomis dapat disimpulkan bahwa pergantian shio berlangsung setiap tahunnya saat matahari berada di sekitar 15-16 derajat Aquarius. Saat pergantian shio inilah yang dikenal dengan Lichun (立春) atau Titik Awal Musim Semi dan tidak selalu bersamaan dengan Tahun Baru Imlek.
.



Dengan demikian, kita sudah mengetahui bagaimana menentukan pergantian shio dengan benar.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . 
.


PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Selasa, 08 Desember 2015

BUKU TENTANG CHINA YANG HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN

BUKU TENTANG CHINA YANG HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN
.
Ivan Taniputera.
8 Desember 2015
.




.
Judul: China of the Chinese
Penulis: E.T.C. (Edward Theodore Chalmers) Werner (1864-1954)
Penerbit: Sir Isaac Pitman & Son, 1919
Jumlah halaman: 309
Bahasa: Inggris
.
Buku ini menguraikan tentang geografi, sejarah, budaya, bahasa, dan adat istiadat China.
.
Sebagai contoh pada halaman 3 dapat kita baca:
.
“In so vast a country as China, which, including its dependecies, is considerably larger than Europe and about the same size as Australia, we naturally find a great variety of climate.”
.
Terjemahan:
.
“Negeri begitu luas seperti China, yang mencakup daerah-daerah taklukannya, adalah jauh lebih besar dibandingkan Eropa dan mempunyai ukuran yang kurang lebih sama seperti Australia, kita secara alami menemukan keragma iklim yang besar.”
.
Pada halaman 7 dapat kita baca tentang bangsa China:
.
“The Chinese belong to the Mongolic type. The average stature is lower than that of Europeans, though much greater in the north than in the south, the men being from 5ft, 2in to 5ft, 6 in, in height, and the women about 4in. less.”
.
Berikut ini adalah daftar isinya:
.



.
Berikut ini adalah contoh halaman-halamannya:
.



.



.



.
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Sabtu, 14 Februari 2015

RIWAYAT SINGKAT DEWA PELINDUNG TAISUI TAHUN JIWEI (TAHUN KAMBING TANAH) 2015: JENDERAL YANG XIAN (杨仙)

RIWAYAT SINGKAT DEWA PELINDUNG TAISUI TAHUN JIWEI (TAHUN KAMBING TANAH) 2015: JENDERAL YANG XIAN (杨仙)

Ivan Taniputera
14 Februari 2015



Dewa Taisui yang berkuasa pada tahun 2015 (tahun Jiwei) atau yang umum dikenal sebagai Tahun Kambing ini adalah Jenderal Yang Xian. Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba mengenal lebih jauh mengenai Jenderal Yang Xian. 


Yang Xian terlahir pada masa Dinasti Song (960-1268) di Ziqi (淄齐) yang sekarang terletak di Provinsi Shandong (山東). Beliau merupakan seorang pribadi yang gemar mempelajari berbagai hal bersifat spiritual dan metafisika. Dalam hidupnya, ia tidak begitu mempedulikan perihal keduniawian serta lebih mementingkan kehidupan mengolah batinnya. Oleh karenanya, Yang Xian lantas memilih kehidupan sebagai pertapa demi menekuni spiritualisme. Konon, Yang Xian dapat bergaul akrab dengan hewan-hewan buas, seperti singa dan harimau. Selain itu, Beliau juga dikenal dengan kepandaiannya dalam ilmu meramal, dimana apa yang Beliau ramalkan selalu akurat. Menurut cerita hikayat, Yang Xian dapat meramalkan kematiannya sendiri.


Lalu apakah yang dapat kita teladani dari Beliau? Dunia kita ini telah menjadi terlalu materialistis. Umat manusia lebih mementingkan kesenangan duniawi. Kendati demikian, semakin hawa nafsu keinginan ini dipuaskan, maka semakin laparlah umat manusia. Marilah kita renungkan, tempat-tempat hiburan selalu penuh, namun apakah manusia menjadi semakin berbahagia? Kebahagiaan itu hanya sementara sifatnya dan bukan kebahagiaan sejati. Ia Ia sebentar muncul dan sebentar hilang. Dengan demikian, untuk apa kita lekati? Kebahagiaan sejati bukan terletak pada sikap materialistis dan hedonistik. 


Jenderal Yang Xian hendak mengajarkan pada kita, bahwa hidup ini perlu keseimbangan. Kita jangan mengejar sesuatu yang sifatnya duniawi semata, melainkan juga mengalihkan perhatian terhadap spiritualisme. Kita tidak hanya perlu membersihkan jasmani kita, melainkan batin kita juga perlu kita bersihkan. Jasmani dan rohani harus seimbang. Kita boleh menafsirkan hewan-hewan liar itu sebagai nafsu liar dan kejam umat manusia. Nafsu rendah itulah yang menjadikan manusia menghalalkan segala cara demi memuaskan keinginannya. Tidak apa-apa yang lain dikorbankan demi dirinya sendiri. Bukankah seperti itu, kehidupan hewan-hewan buas? Jenderal Yang Xian sanggup mengendalikan hewan-hewan buas. Oleh karenanya, ini melambangkan kemampuan Beliau dalam mengendalikan nafsu-nafsu keinginan rendah. 


Semoga memasuki tahun Kambing ini kita dapat hidup lebih baik dan tidak menuruti hawa nafsu keinginan rendah kita semata. Kita perlu melatih spiritualisme dan batin kita pula. Tidak ada salahnya pada tahun Kambing ini kita lebih banyak meluangkan waktu melatih spiritualisme kita, sepeti menjalani latihan meditasi. Marilah kita kendalikan "hewan-hewan buas" dalam diri kita. Marilah kita menghentikan kehidupan saling memangsa.


Selamat tahun baru Imlek.


Artikel-artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Fengshui, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi: 


Selasa, 27 Januari 2015

BUKU TENTANG SELUK BELUK AGAMA TIONGHOA

BUKU TENTANG SELUK BELUK AGAMA TIONGHOA
.

Ivan Taniputera
27 Januari 2015
.



Judul: Agama Tionghoa.
Terdapat keterangan:
"Menerangken maksoed dan atsal-oetsoelnja hari raja, pamoedja'an pada machloek-machloek soetji, adat kabiasa'an dan traditie jang berhoeboeng dengen kapertjaja'an Tionghoa, dengen dibanding sama kapertjaja'an dan adat kabiasa'an dari laen-laen bangsa dan agama."

Penulis: Kwee Tek Hoaij (1886-1951)
Penerbit: Drukkerij "Moestika" Tjitjoeroeg, 1937
Jumlah halaman: 118

Buku ini membahas berbagai aspek mengenai keyakinan beserta tradisi yang dianut oleh bangsa Tionghoa. Pada halaman 1 terdapat pengantar sebagai berikut: " Jang dinamaken "Agama Tionghoa" ada termasoek tiga agama jang pada djeman Tjhingtiauw telah diakkoe sah sabagi Agama Negri oleh pamarentah di Tiongkok, jaitoe Khong Kauw, (Confucianisme) Hoed Kauw (Buddhisme) dan Too Kauw (Taoisme). Sabetoelnja kapertjaja'an orang Tionghoa kabanjakan ada ratjikan atawa gaboengan dari itoe tiga matjem agama, hingga tiada banjak terdapet Confucianists, Buddhists atawa Taoists jang tjoemah pegang satoe agama sadja..."

Selanjutnya terdapat penjelasa lagi:

"Di Java, lantaran pada tempo doeloe ampir samoea orang Tionghoa beristri dengen prampoean priboemi itoe kapertjaja'an tjampeor adoek dari Tiongkok (Hokkian) telah bertambah lagi dengen kapertjaja'an orang priboemi, jaitoe Djawa atawa Soenda, sedeng di Batavia, jang di djaman doeloe ada djadi poesatnja perdagangan boedak, ................."


Pada halaman 2 terdapat penjelasan tentang perayaan tahun baru Tionghoa:

"Kaloe orang Tionghoa, di harian Taon Baroe Tjiagwee Tje-it, bertemoe dengan sobat-sobat jang sama pantaran, iaorang biasa oetjapken "Hoo Sin Tjoen" atau "Sin Tjoen Kiong Hie," jang dianggep sebagi mengoetjap "Slamet taon baroe," atawa "Bergirang boeat kadatengannja taon baroe."
Tapi itoe perkata'an "Sin Tjoen" sabetoelnja boekan dimaksoedkan "Taon Baroe," hanja Moesim Semi jang baroe..."

Berikut ini adalah daftar isinya:











Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:






Berminat kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Minggu, 06 Juli 2014

LEGENDA WU DAOZI-PELUKIS YANG MASUK KE LUKISANNYA SENDIRI

LEGENDA WU DAOZI-PELUKIS YANG MASUK KE LUKISANNYA SENDIRI

Ivan Taniputera
6 Juli 2014




Wu Daozi (吳道子, Hokkian: Gouw Too Tjoe) adalah salah seorang pelukis terkenal yang hidup semasa Dinasti Tang, yakni kurang lebih abad ketujuh Masehi. Menurut legenda sebelum melukis, Wu Daozi akan membersihkan dirinya terlebih dahulu dan membakar dupa cendana, sehingga ruangan tempatnya melukis akan terasa nuansa kesucian.

Suatu kali, Wu Daozi sedang menyelesaikannya lukisannya yang menggambarkan Gunung Hengshan, salah satu gunung suci dalam tradisi China. Suatu kali, salah seorang pejabat tinggi setempat datang mengunjunginya. Sebenarnya, Wu Daozi sudah berpesan pada muridnya agar menghalangi siapa pun tamu yang hendak mengunjunginya. Rupanya jika sedang bekerja, Wu tidak ingin diganggu, namun karena takut menghadapi pejabat tinggi tersebut, muridnya tidak berani menghalanginya masuk.

Pejabat tinggi itu menyatakan maksudnya hendak memesan lukisan dan menyerahkan gulungan kertas. Meskipun demikian Wu menyatakan bahwa ia tidak mempunyai waktu menyelesaikan pesanan sang pejabat tinggi tersebut, karena sedang menyelesaikan lukisan Gunung Hengshan. Tetapi sang pejabat tinggi tetap memaksa dan menyatakan bahwa waktu itu harus diadakan oleh Wu. Kembali Wu menegaskan bahwa ia tidak dapat menjanjikannya, karena ia hanya berkarya seturut kehendak hatinya. Sang pejabat tetap memaksanya dan mengatakan bahwa Wu pasti sanggup mengerjakan lukisan indah sebagaimana didambakannya. Setelah itu, sang pejabat pun berlalu.

Wu merasa kesal terhadap gangguan tersebut. Ia membuka segenap pintu dan jendela lebar-lebar serta membakar banyak dupa cendana, guna mengusir "hawa buruk" yang dibawa sang pejabat. Seharian ia tidak mau melukis, karena merasa bahwa batinnya sangat terganggu sehingga tidak dapat melanjutkan karyanya.

Beberapa hari kemudian, pejabat itu datang lagi dan menyaksikan bahwa gulungan kertas yang dibawanya masih kosong. Pejabat itu marah dan Wu menjawab bahwa dirinya belum sempat mengerjakan lukisan pesanan sang pejabat, karena lukisan Gunung Hengshannya belum selesai. Sang pejabat naik pitam dan berkata, "Aku adalah penguasa di daerah ini. Jika engkau tidak menuruti kehendakku, maka aku dapat berbuat apa saja."
Wu Daozi menjawab sambil mengucapkan sindiran halus, "Ya, tentu saja Tuan adalah pejabat berkuasa yang sanggup melakukan apa saja."
Wu tetap tidak bersedia mengerjakan pesanan sang pejabat. 

Pejabat itu akhirnya meminta lukisan Gunung Hengshan karya Wu Daozi yang saat itu hampir selesai. Namun Wu tidak bersedia memberikannya dan mengatakan bahwa lukisah itu akan dihadiahkannya pada kaisar.  Karena segenap upayanya membujuk Wu gagal, sang pejabat mengancamnya, "Jika engkau terus menerus menentang perintahku, maka aku akan membakar tempat kediamanmu."

Tanpa banyak berkata, Wu menepukkan tangannya dan pintu gua pada lukisan karyanya itu tiba-tiba terbuka. Wu segera masuk ke sana dan pintu tersebut menutup. Menyaksikan bahwa gurunya telah masuk ke lukisan karyanya sendiri, sang murid berteriak, "Guru! Tunggu aku." Pintu itu tebuka kembali dan muridnya segera berlari masuk. Sang pejabat yang sombong itu hanya dapat terpana menyaksikannya.

Pada versi lain, disebutkan bahwa ketika itu Wu sedang bersama dengan kaisar. Ia lantas menepukkan tangannya dan pintu gua pada lukisannya terbuka. Ia segera masuk, sedangkan kaisar terlambat masuk. Seketika itu juga lukisannya lenyap.


Moral dari kisah ini adalah kita hendaknya tidak menyalah-gunakan kekuasaan kita demi memenuhi segenap keinginan kita. Meskipun kita memiliki kekuasaan yang tinggi, namun kita hendaknya tetap menjadi sosok yang rendah hati dan sanggup menghargai orang lain.

Artikel menarik lainnya silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

Selasa, 25 Maret 2014

KELENTENG HOK TEK BIO (FU DE MIAO) SALATIGA

KELENTENG HOK TEK BIO (FU DE MIAO) SALATIGA

Ivan Taniputera
25 Maret 2014

Pada tanggal 23 Maret 2014, saya mengadakan perjalanan ke Salatiga dan singgah di Kelenteng Hok Tek Bio (Fu De Miao) Salatiga.


Altar utama kelenteng ditempati oleh Dewa Hok Tek Cin Sien (Fu De Zhen Shen). Di bawahnya terdapat altar bagi Jenderal Harimau. Sementara itu di sebelah kanan dari pintu masuk terdapat altar Hian Thian Siang Tee (Xuan Tian Shang Di). Di sebelah kiri terdapat altar Kwan Kong (Guan Di). Di bagian samping kiri terdapat ruang sembahyang bagi Kwan Iem Poo Sat (Guan Yin Bu Sa). Di bagian samping kanan terdapat ruang sembahyang bagi Thiang Siang Seng Bo (Tian Shang Sheng Mu). Berikut ini adalah denahnya secara sederhana.


Berikut ini adalah ruangan utama kelenteng.


Berikut ini adalah altar bagi Kwan Iem Poo Sat (Guan Yin Bu Sa)


Berikut ini adalah altar bagi Thian Siang Seng Bo (Tian Shang Sheng Mu)


Berikut ini adalah gambar Macan Putih dan Naga Hijau.




 
 Kami memberikan bimbingan belajar untuk SD-SMP-SMU bagi Kota Semarang. Berpengalaman mengajar sekolah favorit dan internasional.