Jumat, 27 Desember 2013

BUKU DOKUMEN PERTEMUAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA PERJANJIAN WARSAWA 1958

BUKU DOKUMEN PERTEMUAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA PERJANJIAN WARSAWA 1958

Ivan Taniputera
27 Desember 2013



Judul: Dokumen2 Dari Pertemuan Panitia Konsultatif Politik Dari Negara2-Anggota Perdjandjian Warsawa Untuk Persahabatan, Kerdjasama dan Saling Membantu 1958.
Penerbit: Bagian Penerangan Kedutaan Besar URSS di Indonesia.
Jumlah halaman: 64.

Buku ini merupakan dokumentasi bagi pertemuan Panita Konsultatif Politik dari Negara2 anggota Perjanjian atau Pakta Warsawa untuk persahabatan, kerjasama, dan saling membantu, yang diadakan di Moscow pada tanggal 24 Mei 1958. Negara-negara yang hadir antara lain adalah: Republik Rakyat Albania, Republik Rakyat Bulgaria, Republik Rakyat Hongaria, Republik Demokrasi Jerman, Republik Rakyat Polandia, dan lain sebagianya.

Berikut ini adalah beberapa kutipannya:

"Perkembangan peristiwa2 internasional berulang-ulang membuktikan bahwa Perdjandjian Warsawa untuk Persahabatan, Kerdjasama dan Saling Membantu antara delapan negara sosialis, jang ditanda-tangani tiga tahun jang lalu, tidak sadja mendjaga setjara terpertjaja keamanan dan kemerdekaan rakjat2 dari negara2 ini, tetapi djuga merupakan faktor jang perkasa untuk menahan kegiatan jang memusuhi tudjuan perdamaian, daripada persekutuan2 militer negara2 Barat dan terutama Blok Atlantik Utara." (halaman 7).

"Negara2 anggota Perdjandjian Warsawa jakin bahwa dirampasnja kemungkinan dari Republik Rakjat Tiongkok untuk menduduki korsinja jang sjah didalam PBB sangat merugikan aktiviteit PBB. Mereka djuga jakin sedalam-dalamnja bahwa ikutsertanja RRT didalam aktivitet PBB akan sangat berfaedah baik untuk memelihara perdamaian di Timur Djauh maupun perdamaian dunia pada umumnja.
Telah bertahun-tahun lamanja Perantjis melakukan perang jang berdarah melawan rakjat Aldjazair jang berdjoang untuk hak menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan. Peperangan di Aldjazair itu tidak sadja merupakan ketidak-adilan jang kedjam terhadap rakjat Aldjazair jang tjinta merdeka, tetapi djuga menimbulkan suatu persemaian berbahaja bagi pertikaian dan bentrokan2 internasional dibagian dunia itu." (halaman 10).

"Negara2 anggota Perdjandjian Warsawa sepenuhnja menghargai daja-upaja dari rakjat Djerman jang bertudjuan untuk melenjapkan terpetjahnja Djerman, dan menundjang penjatuan kembali Djerman dan pembentukan sebuah negara Djerman jang demokratis dan tjinta damai..." (halaman 18).

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.