Jumat, 29 Agustus 2025

RAMALAN KELANJUTAN DEMONSTRASI 28 AGUSTUS 2025

 RAMALAN KELANJUTAN DEMONSTRASI 28 AGUSTUS 2025

 

Ivan Taniputera

29 Agustus 2025

 



 

Sebelumnya, saya ucapkan turut berbelasungkawa atas terjadinya peristiwa menyedihkan yang terjadi pada tanggal 28 Agustus 2025. Pada kesempatan kali ini, saya akan meramalkan mengenai bagaimana kelanjutan 28 Agustus 2025. Setelah berlangsungnya peristiwa menyedihkan yang membuat negara kita berduka, pada sore hari tanggal 28 Agustus 2025, maka nampak bahwa situasi masih panas dan tegang. Itulah sebabnya, saya akan mencoba meramalkan perkembangan apa yang terjadi setelah ini. Sebagai langkah pertama, kita akan menggunakan metoda Ramalan Yijing.

 



Kita dapat mengartikan sebagai berikut. Nampaknya peristiwa ini dapat membesar dan meningkat ekskalasinya. Nampak adanya perasaan yang kuat berupa tuntutan akan keadilan dan akumulasi berbagai ketidakpuasan lainnya. Semangat masyarakat yang menuntut hal-hal ini akan makin kuat. Heksagram 38 sendiri mewakili pertentangan, permusuhan, dan konflik yang kuat, dimana ini didasari oleh tuntutan akan keadilan (Heksagram 6). Masyarakat sendiri sudah memendam kekesalan karena merasa diperlakukan tidak adil, dimana peristiwa menyedihkan yang terjadi pada tanggal 28 Agustus 2025 itu adalah laksana menyiram bahan bakar pada bara api dalam sekam.

 

Kita akan menggunakan metoda Ramalan Horary Astrology.

 



 

Kita dapat mengartikan sebagai berikut. Nampak bahwa pergolakan atau demonstrasi ini bisa membesar atau berekskalasi, meski ada upaya kuat untuk meredamnya. Letusan-letusan konflik juga masih akan terjadi. Terdapat harapan kuat untuk suatu perubahan. Baik dalam kepempinan negara maupun kebijakan-kebijakan yang mereka keluarkan. Situasinya bisa semakin kacau dan panas. Kendati demikian, kabar baiknya, semua ini kelak akan membawa perubahan atau hal-hal yang menguntungkan bagi rakyat. Barangkali ada di antara para pimpinan negara yang diharuskan mundur atau diganti. Itulah sebabnya, penting sekali bagi para pemimpin agar mendengar apa yang disampaikan rakyat. Berbagai program atau kebijakan yang bersifat mercusuar hendaknya dihentikan. Kebijakan-kebijakan yang sifatnya kontroversial juga harus dihentikan. Para pemimpin perlu mendengarkan aspirasi masyarakat. Tidak cukup hanya mengucapkan retorika-retorika atau permintaan maaf saja. Perlu ada tindakan nyata.

 

Oleh karenanya, kita dapat menyimpulkan bahwa berdasarkan ramalan situasinya akan berekskalasi dan semakin kacau. Itulah sebabnya, kita semua hendaknya selalu waspada dan senantiasa memantau keadaan. Kendati demikian, semua ini hanya sekedar ramalan saja dan belum tentu benar. Yang penting adalah kita hendaknya senantiasa memanjatkan doa menurut agama atau kepercayaan masing-masing, agar keadaan menjadi terkendali dan aman tentram kembali.

 

Sebagai tambahan, apa yang saya ramalkan sebelumnya juga tepat. Pada artikel berjudul RAMALAN DEMONSTRASI 25-28 AGUSTUS 2025 DI NEGARA KITA tertanggal 25 Agustus 2025 (link: http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.com/2025/08/ramalan-demonstrasi-25-28-agustus-2025.html), saya telah menyatakan sebagai berikut:

 

“Oleh karenanya, dapat diartikan bahwa demonstrasi ini akan dapat diredakan...Demonstrasi ini akan reda dengan sendirinya, sehingga tidak ada kekacauan yang terlampau besar. Tidak perlu khawatir berlebihan.

 

Heksagram 42 pertumbungan atau perkembangan yang baik. Oleh karenanya, dapat disimpulkan bahwa demonstrasi ini tidak akan berkembang ke arah buruk.”

 

Apa yang saya sampaikan ini merupakan ramalan bagi kondisi antara 25 hingga 28 Agustus 2025, dimana ramalan ini sungguh tepat adanya, karena pada kurun waktu tersebut memang tidak terjadi apa-apa. Namun sayangnya pada tanggal 28 Agustus 2025 terjadi peristiwa yang mendukakan hati tersebut.

Kendati demikian, semua itu  bukan kehebatan saya. Yang terpenting adalah kita hendaknya selalu waspada dan menjaga ketentraman kawasan masing-masing. Berbagai pihak hendak menahan diri dan sadar diri. Hindari sikap anarkis. Sementara itu, para pemegang kebijakan hendaknya lebih peka terhadap aspirasi masyarakat. Harus dapat melihat apa yang sesungguhnya terjadi di lapangan. Jangan mempertahankan ego masing-masing. Mereka hendaknya menyadari bahwa mereka dapat menduduki jabatan mereka karena dipilih rakyat. Hindari perkataan dan tindakan yang menyakiti masyarakat. Jaga tindakan, ucapan, beserta pikiran. Bagaimanapun juga kita memerlukan suasana aman tentram dan damai, agar perekonomian serta kesejahteraan bersama tetap terjaga.  Sekali lagi, mari kita berdoa agar kondisi negara kita segera membaik kembali. Negara kita pasti jaya!