PENGALAMAN DIGANGGU HANTU SAAT MENGANTAR BARANG.
.
Ivan Taniputera.
4 Desember 2018.
.
.Pengalaman
ini dituturkan oleh salah seorang pengemudi taksi daring (0nline) pada saya.
Waktu itu, ia belum menggunakan mobil dan masih menjalankan sepeda motor. Suatu
malam, ia mendapatkan pesanan untuk mengantar barang. Alamat pengambilan adalah
salah satu kawasan di kota Semarang bagian atas. Setelah lama berputar-putar
mencari alamat yang dimaksud, ia tidak kunjung menemukannya. Ia kemudian
menelepon pemesan dan menyatakan bahwa ia sudah berputar-putar lama dan tidak
sanggup menemukan alamatnya. Ia menyarankan agar pesanan itu dibatalkan saja.
Namun pemesan menyatakan bahwa barang tersebut penting dan tidak masalah bila
waktunya lama. Pemesan tidak mempermasalahkan jam berapa saja barang itu
dikirim.
.
Oleh
karenanya, ia kembali berjuang mencari alamat pengambilan barang. Tiba-tiba ia
melihat sebuah gang atau jalan kecil yang tadinya sudah dilihat dan
dilewatinya, tetapi ia tidak yakin bahwa itu tempatnya. Ia lalu mencoba
memasuki jalan tersebut dan memang di situlah alamatnya. Pengemudi lalu
mengetuk pintu dan yang keluar ternyata adalah seorang nenek. Rumahnya memang
agak terpencil dan jauh dari rumah-rumah lainnya. Nenek itu lalu memberikan
bungkusan barang yang hendak dikirim.
.
Pengemudi
itu lalu mencari alamat pengiriman yang letaknya agak di pinggiran kota
Semarang. Di tengah jalan, yakni tidak jauh dari tujuan, tiba-tiba sepeda
motornya mogok dan tidak dapat dinyalakan lagi mesinnya. Sekonyong-konyong, ia
merasa bahwa ada kekuatan yang menekan kepalanya hingga ke spedometer.
Dirasakan pula adanya hantaman, sehingga ia beserta sepeda motornya terjatuh.
Saat tertelungkup di tanah, ia merasa ada yang menekan atau menginjaknya,
tetapi tidak ada orang. Ia kemudian berdoa menurut kepercayaannya dan gangguan
itu hilang. Pengemudi kemudian berdiri kembali dan melanjutkan perjalanannya.
Anehnya, sepeda motor dapat dinyalakan kembali.
.
Singkat
cerita, tibalah ia di tempat tujuan pada sekitar pukul 02.00 malam. Lokasinya
juga sepi dan merupakan rumah yang berdiri terpencil, mirip seperti ia tadi
mengambil barang. Segera ia mengetuk pintu dan ternyata yang membukakan pintu
juga seorang nenek. Penampilannya mirip dengan nenek yang pertama tadi. Setelah
menyerahkan barang, ia lalu menuturkan kisahnya diganggu hantu sebelum tiba di
tempat tersebut. Mendengar kisah itu, nenek tersebut tertawa. Namun tawanya
terdengar mengerikan, yakni mirip tawa nenek-nenek dalam cerita hantu,
“Hi...hi...hi....hi...hi...hi.” Pengemudi itu merasa ketakutan. Ia secepatnya
berlalu dari tempat tersebut. Dalam hati ia berkata, “Aduh, hari ini yang
dijumpai hantu semua.”
.
Saya
menanyakan, apakah ia mendapatkan bayaran dari jasa itu. Pengemudi menjawab
bahwa anehnya ada uang yang masuk ke akunnya.
.
Saya
akan memberikan sedikit komentar bagi kisah di atas. Namun perlu saya ungkapkan
terlebih dahulu, bahwa saya tidak bermaksud menilai benar dan tidaknya
pengalaman di atas. Saya hanya mencoba menguraikannya dari sudut pandang saya
dan apa yang saya tuturkan juga belum tentu benar. Ini hanya pendapat pribadi
semata. Menurut saya nenek-nenek (baik yang memberikan atau menerima barang)
itu belum tentu hantu atau makhluk halus. Bisa jadi, kedua nenek itu memang
manusia, karena bagaimana pun juga ia tetap menerima bayaran ke akunnya.
Setelah menganalisa penuturan di atas, saya tidak menemukan bukti kuat bahwa
kedua nenek tersebut adalah hantu. Mengenai tawa yang menyeramkan, bisa jadi
memang tertawanya seperti itu. Saya juga tidak dapat menemukan logika atau
alasan yang masuk akal, mengapa makhluk halus harus tertawa dengan gaya seperti
itu. Mengapa manusia “tidak boleh” tertawa seperti itu? Mengenai pengalaman
diganggu hantu hingga terjatuh dari sepeda motor saya tidak berkomentar.
Jikalau kedua nenek itu benar-benar hantu, maka mungkin saja barang yang
dikirim itu adalah semacam benda pusaka. Di tengah jalan barangkali ada
makhluk-makhluk halus lain yang hendak merebutnya. Kendati demikian, bila
demikian halnya, pertanyaan saya adalah mengapa makhluk halus masih memerlukan
jasa pengiriman melalui manusia. Mengapa mereka tidak dapat mengirimnya secara
ilmu gaib atau menggunakan jasa makhluk halus juga? Apakah memanfaatkan jasa
manusia lebih aman dibandingkan makhluk halus? Demikianlah beberapa pertanyaan
yang masih belum terjawab. Adakah pembaca yang mengetahui atau dapat
menyarankan jawabannya?
.
Sebagai
tambahan, sebenarnya untuk membuktikan apakah benar kedua nenek itu makhluk
halus adalah dengan melacak kembali lokasi ia mengambil serta mengantar barang.
Apakah kedua lokasi itu benar-benar ada? Kisah ini nampaknya cukup menarik
didiskusikan.
..
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa
atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang
meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat
mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu
berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis
maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.