Jumat, 15 Juni 2012

AJARAN TIONGKOK KUNO MENGENAI MENJADI PEJABAT








AJARAN TIONGKOK KUNO MENGENAI MENJADI PEJABAT YANG BAIK

Penerjemah: Ivan Taniputera
15 Juni 2012

PENGANTAR

Saya memperoleh buku yang bagus mengenai intisari berbagai pemikiran Tiongkok yang berjudul "The Essence of Chinese Civilization" karya Dun J. Li dari Paterson State College, terbitan D. Van Nostrand Company, Inc. Princeton, New Jersey, Toronto, London, 1967. Buku ini merupakan buku yang baik mengenai intisari alam pemikiran Tiongkok kuno, yang mencakup berbagai bidang, seperti agama, filsafat, sistim pemerintahan, moneter, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah uraian mengenai menjadi pejabat yang baik, sebagaimana yang ditulis oleh Huang Tsung Hsi, halaman 122-123. Saya akan menerjemahkannya untuk Anda sebagai berikut:

54. HUANG TSUNG-HSI:

Mengenai Menteri.

Haruskah seorang menteri melayani rajanya dengan kepatuhan membuta? Jawabannya adalah tidak. Haruskah ia mengorbankan hidupnya sendiri demi mengabdi rajanya? Sekali lagi jawabnya adalah tidak. Kepatuhan membuta barangkali dipandang layak jika dilakukan terhadap ayah, namun tidak bagi raja. Mengorbankan hidup sendiri demi sesuatu hal adalah mulia; namun jika kita berbicara mengenai seorang menteri yang baik, maka hal itu masih belumlah memadai.Negara kita adalah begitu luasnya, seorang raja tidaklah mungkin memerintah semuanya seorang diri. Karenanya, ia perlu berbagi tugas pemerintahan dengan orang lain. Apabila seseorang menjadi pejabat,maka tugasnya adalah mengabdi semua orang-bukannya hanya keluarga tertentu saja, dan yang pasti bukan sang raja.  Apabila sang raja bersikap tirani dan memaksanya melakukan hal-hal yang membahayakan rakyat, ia punya hak tak mematuhinya. Pada kenyataannya, yang terutama ia hendaknya tidak menjadi pejabat seperti ini, apalagi bersedia mati bagi sang raja. Jika tidak demikian halnya, ia tidaklah berbeda dengan para kasim atau selir istana, yang berjuang keras memuaskan setiap keinginan tuannya tidak peduli keinginan tersebut sesuatu atau tidak dengan prinsip-prinsip moralitas. Jikalau seorang raja mati karena kesalahannya sendiri. tiada alasan bagi bagi orang lain mengikuti dirinya, meskipun orang itu adalah pelayan pribadi atau orang dekat raja, di mana seorang pejabat yang baik hendaknya tak bersikap seperti itu.

Naskah lengkap berbahasa Inggris, silakan lihat di bawah ini: