Jumat, 02 Agustus 2013

PERMAINAN ULAR TANGGA

PERMAINAN ULAR TANGGA

Artikel Dharma ke-7, Agustus 2013

Ivan Taniputera
3 Agustus 2013




Hampir sebagian besar orang tentu pernah bermain ular tangga. Ini merupakan permainan yang sangat populer. Pada kesempatan kali ini, marilah kita merenungkan filosofi di balik permainan ular tangga. Permainan ini dapat mencerminkan kehidupan para makhluk di tengah samsara. Para insan yang belum merealisasi pencerahan dapat naik dan turun pada papan permainan tersebut, yang melambangkan roda samsara atau lingkaran kelahiran beserta kematian. Mereka naik dan turun pada berbagai alam kehidupan, sebelum merealisasi pembebasan sejati.

Dalam kehidupan nyata, kita menyaksikan bahwa kehidupan seseorang dapat naik dan turun. Ada orang yang masa mudanya hidup miskin atau pas-pasan, namun masa tuanya bergelimang harta atau berkecukupan. Ada juga orang yang menjadi kaya dengan cepat melalui cara tidak halal, misalnya korupsi; namun tak lama kemudian mengalami kejatuhannya serta harus mendekam dalam tahanan. Ada juga orang yang masa mudanya kaya, namun mengalami kebangkrutan. Memang begitulah kehidupan manusia. Senantiasa dinamis dan mengalami perubahan terus-menerus.

Oleh karenanya, kita harus senantiasa waspada dalam menghadapi arus perubahan ini. Kita harus mampu membangkitkan kebijaksanaan kita, sehingga tidak mudah mengalami kejatuhan, antara lain dengan tidak tergoda oleh harta tak halal. Kita harus mewaspadai pula tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan dengan mudah. Kita harus ingat bahwa segala sesuatu memerlukan usaha dan kerja keras. Sesuatu yang nampaknya merupakan jalan pintas sangat perlu diwaspadai.

Semoga bermanfaat.